instrumen tes keterampilan berpikir kritis

Top PDF instrumen tes keterampilan berpikir kritis:

KONSTRUKSI INSTRUMEN TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERKAIT MATERI SUHU DAN KALOR - repository UPI T FIS 1302791 Title

KONSTRUKSI INSTRUMEN TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERKAIT MATERI SUHU DAN KALOR - repository UPI T FIS 1302791 Title

KONSTRUKSI INSTRUMEN TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERKAIT MATERI SUHU DAN KALOR TESIS Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan F[r]

3 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI INSTRUMEN TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERKAIT MATERI GELOMBANG BUNYI - repository UPI T FIS 1402881 Title

KONSTRUKSI INSTRUMEN TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERKAIT MATERI GELOMBANG BUNYI - repository UPI T FIS 1402881 Title

Faizatul Mabruroh, 2017 KONSTRUKSI INSTRUMEN TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERKAIT MATERI GELOMBANG BUNYI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi[r]

4 Baca lebih lajut

T FIS 1402881 Abstract

T FIS 1402881 Abstract

Faizatul Mabruroh, 2017 KONSTRUKSI INSTRUMEN TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERKAIT MATERI GELOMBANG BUNYI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi[r]

3 Baca lebih lajut

T FIS 1402881 Chapter3

T FIS 1402881 Chapter3

Penelitian ini menggunakan instrumen tes berpikir kritis yang telah dikonstruksi melalui beberapa tahapan. Soal-soal yang digunakan pada penelitian ini yaitu dalam bentuk open ended berupa essai pola konvergen dan kontekstual. Jumlah soal yang disediakan sebanyak 12 buah. Instrumen tes keterampilan berpikir kritis yang diujikan telah divalidasi terlebih dahulu oleh ahli yang terdiri dari 2 orang pakar pendidikan fisika dan 2 orang pakar konten fisika. Instrumen tes berpikir kritis dilengkapi dengan rubrik penilaian yang akan memudahkan dalam memberikan skor terhadap hasil jawaban siswa. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen berpikir kritis ini telah diujicobakan terlebih dahulu untuk menilai reliabilitas instrumen yang akan digunakan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

T FIS 1302791 Abstract

T FIS 1302791 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi instrumen tes yang mengases keterampilan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Atas pada materi suhu dan kalor. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan desain sequential exploratory yang terdiri atas : 1) tahap studi pendahuluan; 2) tahap perancangan dan penelaahan instrumen tes; 3) tahap pengujian instrumen tes yang melibatkan 187 siswa Sekolah Menengah Atas. Instrumen tes yang dikonstruksi dalam bentuk essai, terdiri atas 22 soal memuat 5 indikator dan 8 sub indikator keterampilan berpikir kritis yang dikemukakan oleh Ennis, dengan soal-soal yang bersifat kualitatif dan kontekstual. Kualitas instrumen tes yang dikonstruksi valid dan memiliki reliabilitas dengan kriteria tinggi. Berdasarkan hasil uji hipotesis beda 2 nilai rata-rata, diperoleh hasil yaitu instrumen tes yang dikonstruksi dapat membedakan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang melatihkan keterampilan berpikir kritis dengan siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang tidak melatihkan keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan hasil uji Anova satu arah, instrumen tes yang dikonstruksi dapat mengidentifikasi kesamaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang melatihkan keterampilan berpikir kritis menggunakan model kooperatif STAD ( Student Teams Achievement Division ), problem based instruction dan learning cycle 5E berbantuan simulasi virtual. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan penguasaan materi ajar pada siswa uji implementasi instrumen tes yang dikonstruksi. Disimpulkan bahwa instrumen tes keterampilan berpikir kritis yang dikonstruksi berfungsi baik dalam mengases keterampilan berpikir kritis siswa.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T FIS 1402881 Chapter1

T FIS 1402881 Chapter1

Penelitian sebelumnya telah mengembangkan suatu instrumen tes keterampilan berpikir kritis dengan materi ajar suhu dan kalor menggunakan 8 sub indikator keterampilan berpikir kritis yang dikemukakan oleh Ennis. Pemilihan materi ajar yang berbeda untuk penelitian kali ini dilandasi pada kebutuhan untuk memperkaya instrumen tes yang dapat digunakan untuk mengases keterampilan berpikir kritis siswa. Pemilihan materi ajar gelombang bunyi pada penelitian kali ini karena konsep-konsep yang digunakan pada gelombang bunyi sangat dekat dengan kehidupan sehari- hari dan berbagai fenomena terkait konsep ini mudah untuk dirasakan oleh siswa secara langsung maupun dengan bantuan alat. Sehingga dengan adanya informasi awal yang akan disampaikan pada setiap soal instrumen tes ini memungkinkan siswa untuk berfikir nalar, reflektif, dan beralasan sebelum mengambil keputusan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

T FIS 1302791 Chapter5

T FIS 1302791 Chapter5

2. Kualitas instrumen tes yang dikonstruksi valid dan reliabel untuk mengases keterampilan berpikir kritis. Validator menyatakan bahwa instrumen tes yang dikonstruksi sesuai dengan indikator/sub indikator keterampilan berpikir kritis dan bisa digunakan untuk mengases keterampilan berpikir kritis siswa. Nilai koefisien reliabilitas instrumen tes yaitu 0,71, artinya instrumen tes yang dikonstruksi oleh penulis memiliki reliabilitas dengan kriteria tinggi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DASAR PECAHAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DASAR PECAHAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR.

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian ini ada dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen melakukan pembelajaran matematika melalui pembelajaran matematika realistik dan kelompok kontrol melakukan pembelajaran konvensional. Kedua kelompok diberikan pretes dan postes, dengan menggunakan instrumen tes yang sama. Menurut Sudjana (2004) menyatakan bahwa penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Pada penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel tidak bebas. Variabel bebas yaitu implementasi pembelajaran matematika realistik, sedangkan variabel tidak bebasnya yaitu kemampuan pemahaman konsep dasar pecahan dan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

T FIS 1302791 Chapter1

T FIS 1302791 Chapter1

Berdasarkan pemaparan di atas, ketersediaan instrumen tes yang mengases keterampilan berpikir kritis siswa yang bermuatan konten fisika mutlak dibutuhkan. Maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang mengkonstruksi instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis bermuatan konten fisika berupa tes. Tes yang dikonstruksi diharapkan dapat mengases dengan baik keterampilan berpikir kritis siswa dalam konten fisika. Tes yang dikonstruksi penulis dalam bentuk essai, karena bentuk asesmen berpikir kritis yang komprehensif adalah open ended seperti essai. Tes pilihan ganda kurang komprehensif karena akan kehilangan banyak indikator berpikir kritis yang diujikan (Ennis, 1993). Ku (2009) juga menyatakan bahwa tes open ended lebih dapat menangkap konstruksi indikator berpikir kritis dibandingkan tes pilihan ganda karena lebih memiliki sensitifitas.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

T FIS 1402881 Chapter5

T FIS 1402881 Chapter5

2. Instrumen tes yang dikonstruksi memiliki kualitas yang baik berdasarkan validitas dan reliabelitasnya dalam mengases keterampilan berpikir kritis pada siswa uji implementasi. Validator menyatakan bahwa instrumen tes yang dikonstruksi sesuai dengan indikator/sub indikator keterampilan berpikir kritis dan bisa digunakan untuk mengases keterampilan berpikir kritis siswa. Nilai koefisien reliabilitas instrumen tes yaitu 0,65, artinya instrumen tes yang dikonstruksi oleh penulis memiliki reliabilitas dengan kriteria tinggi.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DASAR PECAHAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DASAR PECAHAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR.

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian ini ada dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen melakukan pembelajaran matematika melalui pembelajaran matematika realistik dan kelompok kontrol melakukan pembelajaran konvensional. Kedua kelompok diberikan pretes dan postes, dengan menggunakan instrumen tes yang sama. Menurut Sudjana (2004) menyatakan bahwa penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Pada penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel tidak bebas. Variabel bebas yaitu implementasi pembelajaran matematika realistik, sedangkan variabel tidak bebasnya yaitu kemampuan pemahaman konsep dasar pecahan dan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

t ipa 0808020 chapter3

t ipa 0808020 chapter3

Uji coba instrumen penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas IX pada salah satu SMA Negeri di Banten. Instrumen yang diujicobakan berjumlah 38 soal berbentuk pilihan ganda, terdiri dari 23 soal penguasaan konsep dan 15 soal keterampilan berpikir kritis. Analisis hasil uji coba instrumen dilakukan dengan menggunakan program Anates V4, yang meliputi validitas tes, reliabilitas tes, tingkat kesukaran dan daya pembeda.

15 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN FISIKA SMA.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN FISIKA SMA.

Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh informasi bahwa alat ukur berupa soal yang digunakan di sekolah hanya mengukur kemampuan peserta didik untuk menilai aspek mengingat sampai dengan aspek pemahaman saja dan umumnya bersifat kuantitatif. Soal tersebut hanya meliputi tugas yang mengharuskan siswa mencari jawaban yang benar. Hal ini dikarenakan pendidik mengacu pada soal-soal yang digunakan dalam Ujian Nasional (UN) lebih banyak mengukur aspek ingatan sampai pemahamanserta lebih banyak bersifat hitungan. Hasil analisis soal-soal yang biasa digunakan dalam UN dari tahun 2009-2013 sebagian besar termasuk aspek aplikasi, pemahaman dan ingatan serta sebagian besar bersifat kuantitatif.Berikut tabel pengelompokan tes UN berdasarkan jenjang kognitif Anderson pada tabel 1.1.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN FISIKA SMA.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN FISIKA SMA.

Reliabilitas adalah kestabilan skor yang diperoleh orang yang sama ketika diuji ulang dengan tes yang sama pada situasi yang berbeda atau dari satu pengukuran ke pengukuran lainnya. Nilai reliabilitas dapat ditentukan dengan menentukan koefisien reliabilitas. Teknik yang digunakan untuk menentukan reliabilitas tes adalah dengan menggunakan metoda tes ulang (test- retest method). Metode tes ulang dilakukan untuk menghindari penyusunan dua seri tes. Dengan menggunakan metode ini penyelenggara tes hanya memiliki satu seri tes tapi dicobakan dua kali (Arikunto:2008). Kemudian hasil dari kedua kali tes tersebut dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus korelasi product moment seperti pada rumus 3.2 dengan X skor total tes pertama dan Y skor total tes kedua.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

t pd 1004830 chapter3

t pd 1004830 chapter3

Instrumen dalam penelitian ini meliputi; 1) tes, yang terdiri dari tes keterampilan berpikir kritis dan tes konseptual, 2) lembar observasi, yang memuat item-item aktivitas guru dan siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran, 3) lembar angket siswa, untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pelaksanaan proses pembelajaran IPA dengan menggunakan model POE; serta 4) pedoman wawancara, untuk mengetahui tanggapan guru terhadap penerapan model POE dalam pembelajaran IPA.

12 Baca lebih lajut

Desti Ritdamayaa   Instrumen Tes Kritis

Desti Ritdamayaa Instrumen Tes Kritis

Sampel penelitian adalah siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas yang telah mendapatkan materi suhu dan kalor. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Teknik ini digunakan dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian (Sugiyono 2014). Pertimbangan penulis yaitu ingin memperoleh SMA yang menerapkan proses pembelajaran yang melatihkan keterampilan berpikir kritis dan proses pembelajaran yang tidak melatihkan keterampilan berpikir kritis dalam materi suhu dan kalor. Dalam penelitian ini proses pembelajaran yang melatihkan keterampilan berpikir kritis menggunakan model kooperatif STAD (Student Teams Achievement Division), problem based instruction, learning cycle 5E berbantuan simulasi virtual, sedangkan proses pembelajaran yang tidak melatihkan keterampilan berpikir kritis menggunakan direct instruction dengan metode ceramah. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri atas: 87 siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang melatihkan keterampilan berpikir kritis dan 100 siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang tidak melatihkan keterampilan berpikir kritis.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

81324093 Keterampilan Berpikir Dan Keterampilan Berpikir Kritis

81324093 Keterampilan Berpikir Dan Keterampilan Berpikir Kritis

Reber dalam Chaerun Anwar (dalam Indrawati, 2007) mengemukakan bahwa keterampilan sebagai kemampuan dalam melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu. Keterampilan tidak hanya meliputi gerakan motorik, melainkan juga fungsi mental yang bersifat kognitif (termasuk berpikir) .

6 Baca lebih lajut

ALTERNATIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PGSD.

ALTERNATIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PGSD.

Setelah skala tersebut ditentukan skor setiap butirnya, kemudian dilakukan pemilihan butir-butir skala sikap yang memenuhi persyaratan instrumen yang baik berdasarkan kepada hasil pengujian tingkat reliabilitas dan uji signifikansi daya pembeda butir skala yang bersangkutan. Untuk mengetahui tingkat reliabilitas skala sikap ini digunakan formula Cronbach’s Alpha dan program SPSS 14.0 for Windows Evaluation Version (Stanislaus, 2006: 242). Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,871 yang menandakan bahwa instrumen skala sikap ini memiliki reliabilitas tinggi. Sedangkan untuk memperoleh hasil uji signifikansi daya pembeda butir skala sikap, dilakukan dengan membandingkan antara t hitung dan t tabel
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

T IPA 1103987 Appendix23

T IPA 1103987 Appendix23

KISI-KISI TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISTEM KOLOID Tujuan Pembelajaran No Butir Soal Indikator Berpikir Kritis Indikator KPS Jawaban [r]

9 Baca lebih lajut

t mtk 0808289 chapter3

t mtk 0808289 chapter3

Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa kelompok eksperimen, yaitu kelompok IPA, kelompok IPS, dan kelompok bahasa. Oleh karena itu dilakukanlah uji homogenitas variansi untuk ketiga kelompok tersebut. Karena setiap kelompok bebas dan jumlah datanya berbeda pada subkelompok-subkelompok tersebut, maka peneliti menggunakan uji Bartlett untuk mengetahui homogenitas variansinya (Ruseffendi, 1993: 376). Adapun uji Barlett tersebut dengan derajat kebebasan = ( − 1) adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...