Jahe Merah

Top PDF Jahe Merah:

Analisis Komponen Kimia Minyak Atsiri  Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var.  amarum)  dengan GC-MS  dan Uji Antioksidan Menggunakan  Metode DPPH

Analisis Komponen Kimia Minyak Atsiri Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var. amarum) dengan GC-MS dan Uji Antioksidan Menggunakan Metode DPPH

DPPH berfungsi sebagai senyawa radikal bebas stabil yang ditetapkan secara spektrofotometri melalui persen peredaman absorbansi. Peredaman warna ungu merah pada panjang gelombang (λ) 517 nm sebagai antiradikal bebas. Kereaktifan dari golongan senyawa-senyawa yang berfungsi sebagai antiradikal bebas ditentukan sebagian besar adanya gugus fungsi –OH (hidroksil) bebas dan ikatan rangkap karbon-karbon lain dari senyawa fenol (Shivaprasad, et al., 2005). Aktivitas minyak atsiri rimpang jahe merah sebagai antioksidan fenolik sangat ditentukan oleh struktur kimia, jumlah dan posisi gugus hidroksil serta metil pada cincin. Molekul tersubstitusi gugus hidroksil semakin banyak semakin kuat menangkap radikal bebas DPPH karena kemampuan mendonorkan atom hidrogen semakin besar (Yu Lin dkk., 2009).
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Uji Karakteristik Masker Emulgel Peel-off Ekstrak Jahe Merah

Uji Karakteristik Masker Emulgel Peel-off Ekstrak Jahe Merah

Jerawat merupakan penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan pada kelenjar polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul pada tempat predileksi. Penyebab jerawat adalah faktor hormonal, hipersekresi kelenjar sebasea, dan infeksi bakteri. Beberapa bakteri penyebab jerawat adalah Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Rimpang jahe merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antijerawat.Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak rimpang jahe merah dalam bentuk sediaan masker emulgel peel-off dan menguji aktivitas antijerawat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian ini diantaranya tiga formula terpilih berdasarkan hasil karakterisasi basis. Pengujian antijerawat dengan metode difusi cakram kertas. Hasil evaluasi sediaan dianalisis dengan metode One-Way ANOVA. Berdasarkan hasil optimasi plasticizer didapatkan tiga formula terpilih yaitu FTa (PVA 7,5%), FTb (PVA 10%), dan FTc (PVA 12,5%). Ketiga formula tersebut ditambahkan ekstrak dengan komsentrasi 5% dan dievaluasi meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, daya sebar dan waktu mengering, pengukuran pH dan viskositas pada suhu ruang dan uji stabilitas dipercepat meliputi freeze and thaw dan sentrifugasi. Berdasarkan hasil evaluasi FTc (PVA 12,5%) merupakan formula terbaik yang memiliki zona hambat 21,14 mm pada P.acne dan 14,69 mm pada S.epidermidis. Formulasi masker emugel peel-off dengan penambahan esktrak rimpang jahe merah menghasilkan efektivitas sebagai antijerawat yang optimal.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMBINASI NISIN DENGAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum), JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. roscoe) DAN JAHE GAJAH (Zingiber officinale var. officinale) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBIA PEMBUSUK DAN PATOGEN - UNS

PENGARUH KOMBINASI NISIN DENGAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum), JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. roscoe) DAN JAHE GAJAH (Zingiber officinale var. officinale) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBIA PEMBUSUK DAN PATOGEN - UNS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi nisin dengan minyak atsiri jahe terhadap mikrobia pembusuk dan patogen. Minyak atsiri jahe yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak atsiri jahe merah, minyak atsiri jahe emprit dan minyak atsiri jahe gajah. Konsentrasi nisin yang digunakan adalah 0; 62,5; 125; 250; 500 dan 1000 IU/ml. Adapun konsentrasi minyak atsiri jahe yang digunakan adalah 0; 0,125%; 0,25%; 0,5%; 1% dan 2%. Kombinasi nisin dengan minyak atsiri jahe diujikan terhadap lima bakteri dan satu kapang, yaitu Bacillus cereus, Salmonella typhimurium, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas fluorescens dan kapang Aspergillus niger.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE EKSTRAKSI PELARUT DALAM PEMISAHAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum)

PENERAPAN METODE EKSTRAKSI PELARUT DALAM PEMISAHAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum)

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan metode ekstraksi pelarut dalam pemisahan minyak atsiri jahe merah (Zingiber officinale Var.rubrum). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio pelarut n-heksan terhadap serbuk jahe merah yang menghasilkan ekstrak minyak atsiri jahe merah dengan rendemen yang tinggi dan komponen senyawa minyak atsiri jahe merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh rasio pelarut n-heksan terhadap serbuk jahe merah yang terdiri atas lima perbandingan rasio yaitu 1:7, 1:8, 1:9, 1:10, dan 1:11 (b/v) dengan dua kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah rendemen ekstrak minyak atsiri jahe merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak minyak atsiri jahe merah yang tertinggi tardapat pada rasio 1:11 sebesar 6,695%. Analisis GC-MS minyak atsiri jahe merah menunjukkan bahwa terdapat 6 komponen senyawa yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

INKORPORASI MINYAK ATSIRI JAHE MERAH DAN LENGKUAS MERAH PADA EDIBLE FILM TAPIOKA.

INKORPORASI MINYAK ATSIRI JAHE MERAH DAN LENGKUAS MERAH PADA EDIBLE FILM TAPIOKA.

Jahe merah, lengkuas merah, dan tapioka didapatkan dari pasar lokal Surakarta. Bahan kimia yang juga digunakan antara lain gliserol (Merck), Diphenyl picrylhydrazyl (DPPH) (SIGMA), dan Nutrient Agar (NA) (Merck). Bakteri uji Pseudomonas fluorescens FNCC 0071 dan Pseudomonas putida FNCC 0070 diperoleh dari koleksi Food Nutrition and Culture Collection (FNCC) UGM, Yogyakarta.

4 Baca lebih lajut

Nation (nanopartikel lotion): lotion antiinflamasi kombinasi ekstrak suruhan (Peperomia pellucida) dan jahe merah (Zingiber officinale)

Nation (nanopartikel lotion): lotion antiinflamasi kombinasi ekstrak suruhan (Peperomia pellucida) dan jahe merah (Zingiber officinale)

Penelitian campuran ekstrak jahe merah dan suruhan sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak campuran jahe merah dan suruhan (53.48 mg/kg BB dan 1175 mg/kg BB) yang diberikan secara oral pada tikus yang diinduksi karagenan memiliki daya antiinflamasi sebesar 33.69% (Sahifah 2012). Jika dibandingkan dengan hasil penelitian tersebut, maka nanolotion baik pada 10%, 17.5% dan 35% memiliki daya antiinflamasi yang lebih besar. Hal ini dikarenakan untuk pembuatan nanolotion tersebut pada 10% hanya memerlukan ( 13.2 mg jahe merah dan 6.66 mg suruhan), pada 17.5% hanya memerlukan ( 23.1 mg jahe merah dan 11.55 mg suruhan), dan pada 35% hanya memerlukan (46.2 mg jahe merah dan 23.1 mg suruhan). Hal tersebut disebabkan oleh rute obat secara topikal yaitu bisa melewati metabolisme tubuh yang dapat merusak senyawa- senyawa akibat kerja enzim, tidak melewati sistem penceranaan sehingga tidak dipengaruhi oleh sistem penyerapan, pemakaian langsung pada situs yang spesifik, serta lebih mudah dan praktis untuk digunakan (Singla et al 2012).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

DETEKSI CENDAWAN KONTAMINAN PADA SISA BENIH JAHE MERAH DAN JAHE PUTIH KECIL

DETEKSI CENDAWAN KONTAMINAN PADA SISA BENIH JAHE MERAH DAN JAHE PUTIH KECIL

Penelitian pada rimpang jahe (Zingi- ber officinale), yang tidak memenuhi kualifi- kasi sebagai benih, telah dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik sejak Desember 2007 sampai Juli 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cendawan kontaminan pada rimpang jahe merah dan putih kecil. Penelitian dilakukan dengan dua metode, yaitu (1) Metode pengenceran, (2) Metode tanam lang- sung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode pengenceran, pada rimpang jahe merah dan jahe putih kecil didapatkan jumlah kontaminan sebesar 6,3 x 10 5 cfu/g sampel dan 0,93 x 10 5 cfu/g sampel. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pada jahe merah didapatkan 4 genus cendawan, yaitu : Fusarium spp. (24,40%), Aspergillus spp. (4,39%), Penicillium spp. (2,19%), dan Absidia sp. (1,46%). Sedangkan pada jahe putih kecil ditemukan Penicillium sp. (48,39%), Fusarium sp. (26,87%). Hasil penelitian dengan metode tanam langsung menunjukkan bahwa pada jahe merah ditemukan Rhizopus sp., sedangkan pada jahe putih kecil ditemukan 5 isolat Fusarium sp.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Nisbah Rimpang dengan Pelarut dan Lama Ekstraksi terhadap Mutu Oleoresin Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum)

Pengaruh Nisbah Rimpang dengan Pelarut dan Lama Ekstraksi terhadap Mutu Oleoresin Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum)

Sebelum dilakukan ektraksi, rimpang kering jahe merah digiling dengan menggunakan hammer mill dengan ukuran yaitu 20 mesh. Pada penelitian pendahuluan ini, proses ekstraksi menggunakan tiga jenis pelarut yaitu etanol, heksana dan aseton. Pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan jenis pelarut yang akan digunakan bukan hanya dari segi rendemen oleoresin yang dihasilkan, tetapi juga dilihat dari sifat pelarut tersebut. Pelarut yang baik adalah pelarut yang tidak bersifat racun, tidak mudah terbakar dan tidak bersifat korosif terhadap peralatan ekstraksi. Pelarut yang digunakan sebaiknya mempunyai titik didih yang rendah agar mudah dalam recovery pelarut setelah ekstraksi dan tidak meninggalkan residu yang tinggi. Secara ekonomis, pelarut yang baik adalah pelarut yang harganya murah dan mudah didapatkannya.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Efek Analgesik Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) pada Mencit Putih jantan dengan metode Pododolorimetri - Ubaya Repository

Efek Analgesik Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) pada Mencit Putih jantan dengan metode Pododolorimetri - Ubaya Repository

There has been done a research of analgesic effect test of Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. Var Rubrum) rhizome extract and the white female mice (Mus muculus) are used as the animal specimens that are inducted by supplying electrical stimulus on the feet-palm of the mice. This research used 45 the white male mice divided into 3 groups those are 15 mice as the tested group, 15 mice as the comparable group and 15 mice as the control group. The tested group is given rimpang jahe merah (obtained from the mix of water and Rimpang jahe merah in dosage 52mg/kg), the comparable group is given asetosal in dosage 80mg/kg and the control group is given aquadem of 20ml/kg where each group are given per oral. The parameter observed is the length of time (second) of the weep or scream released by the white male mice when they are supplied by electricity of 15-volt for 10 minutes as the pain response from pain stimulus given by pododolorimeter instrument. Based on the data analysis statistically it can be concluded that the test group has different result from the control group and the test group also has different result from the comparable group. Thus it can be concluded that the extract rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Var Rubrum) has the analgesic effect but not equal to Asetosal.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penghambatan Enzim Siklooksigenase-2 oleh campuran nanopartikel ekstrak Suruhan (Peperomia pellucida) dan Jahe Merah (Zingiber officinale)

Penghambatan Enzim Siklooksigenase-2 oleh campuran nanopartikel ekstrak Suruhan (Peperomia pellucida) dan Jahe Merah (Zingiber officinale)

Kemampuan suruhan maupun jahe merah dalam menghambat siklooksigenase-2 sudah dilaporkan, namun daya hambat campuran kedua ekstrak tersebut masih dianggap rendah. Penelitian ini bertujuan menguji ekstrak suruhan, jahe merah, dan campurannya dalam sediaan nanopartikel sebagai antiinflamasi dengan cara menghambat enzim siklooksigenase-2. Kelompok yang diuji daya hambatnya adalah kelompok normal, nanopartikel suruhan, nanopartikel jahe merah, campuran nanopartikel suruhan-jahe merah 1:1, 2:1, dan 1:2. Nanopartikel dibuat dengan metode homogenasi dan ultrasonikasi. Daya hambat nanopartikel ekstrak diuji dengan menggunakan prinsip Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA). Nanopartikel suruhan memiliki rata-rata ukuran 90.61 nm dan Indeks Polidispersitas (IP) 0.22, sedangkan nanopartikel jahe merah 173.46 nm dan IP 0.17. Campuran nanopartikel suruhan dan jahe merah 1:2 memiliki daya hambat maksimum 22.99% pada konsentrasi 175 μg/mL. Daya hambat maksimum nanopartikel jahe merah adalah 73.82 % pada konsentrasi 75 μg/mL. Nanopartikel suruhan tidak memiliki daya hambat terhadap siklooksigenase-2, namun campurannya dengan jahe merah (1:2) dapat menghambat aktivitas siklooksigenase-2.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Efek Kombinasi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) dan Ekstrak Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) terhadap Aktivitas Motorik dan Volume Eksudat pada Tikus Putih Jantan Rematik - Ubaya Repository

Efek Kombinasi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) dan Ekstrak Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) terhadap Aktivitas Motorik dan Volume Eksudat pada Tikus Putih Jantan Rematik - Ubaya Repository

Pada penelitian telah dilakukan uji efek kombinasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) dan ekstrak patikan kebo (Euphorbia hirta.L) terhadap tikus putih jantan (Rattus norwegiens) rematik yang diinduksi larutan karagen 1 % secara injeksi intraartikular pada lutut tikus. Tikus putih jantan sebanyak 40 ekor, yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu 10 ekor untuk kelompok uji I, 10 ekor untuk kelompok uji II, 10 ekor untuk kelompok pembanding, dan 10 ekor untuk kelompok kontrol. Untuk kelompok uji I diberi serbuk jahe merah dengan dosis 15mg/kgBB dan serbuk patikan kebo dengan dosis 30mg/kgBB dalam bentuk ekstrak, kelompok uji II diberi serbuk jahe merah dengan dosis 30mg/kgBB dan serbuk patikan kebo dengan dosis 60mg/kgBB dalam bentuk ekstrak, kelompok pembanding diberi larutan asetosal dengan dosis 80mg/kgBB, dan kelompok kontrol diberi aquadem, masing-masing perlakuan diberikan secara oral dengan volume pemberian sebanyak 2 ml setiap 1 kali sehari. Parameter yang diamati berupa aktivitas motorik dan volume eksudat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Budidaya Tanaman Jahe Merah. docx

Budidaya Tanaman Jahe Merah. docx

Benih yang digunakan harus jelas asal usulnya, sehat dan tidak tercampur dengan varietas lain. Benih yang sehat harus berasal dari pertanaman yang sehat, tidak terserang penyakit. Beberapa penyakit penting pada tanaman jahe yang umum dijumpai, terutama jahe putih besar, adalah layu bakteri (Ralstonia solanacearum), layu fusarium (Fusarium oxysporum), layu rizoktonia (Rhizoctonia solani), nematoda (Rhodopolus similis), dan lalat rimpang (Mimergralla coeruleifrons, Eumerus figurans), serta kutu perisai (Aspidiella hartii). Rimpang yang telah terinfeksi penyakit tidak dapat digunakan sebagai benih karena akan menjadi sumber penularan penyakit di lapangan. Pemilihan benih harus dilakukan sejak tanaman masih di lapangan. Apabila terdapat tanaman yang terserang penyakit atau tercampur dengan jenis lain, maka tanaman yang terserang penyakit dan tanaman jenis lain harus dicabut dan dijauhkan dari areal pertanaman.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

466564905.doc 1.99MB 2015-10-12 00:17:52

466564905.doc 1.99MB 2015-10-12 00:17:52

Program Kreatifitas Mahasiswa yang kami usulkan, diharapkan dapat memanfaatkan secara optimal pekarangan rumah atau kebun yang dimiliki warga Desa Magelung agar menjadi lahan yang lebih produktif dan meningkatkan penghasilan. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menambah pengetahuan tentang tanaman jahe merah yang memiliki nilai jual lebih tinggi dari pada tanaman lain, serta perawatan tanaman yang mudah. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami menggunakan metode observasi, sosialisasi, dan dilanjutkan dengan praktik langsung. Dengan ini diharapkan petani Desa Magelung dapat memperoleh hasil pertanian yang lebih optimal. Tujuan jangka panjang kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada petani tentang pemanfaatan lahan dan cara budidaya jahe merah, sehinga para masyarakat dapat lebih mengoptimalkan lahan yang dimilikinya agar memperoleh hasil yang lebih menguntungkan. Kedepannya juga diharapkan budidaya jahe merah ini bisa menjadikan naiknya taraf ekonomimasyarakat di Desa Magelung.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KATA PENGANTAR - Identifikasi Karakteristik Morfologis dan Hubungan Kekerabatan pada Tanaman Jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Beberapa Desa Kabupaten Simalungun

KATA PENGANTAR - Identifikasi Karakteristik Morfologis dan Hubungan Kekerabatan pada Tanaman Jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Beberapa Desa Kabupaten Simalungun

pertanaman sebelumnya yang produktivitasnya masih belum memberikan keuntungan yang besar terhadap petani. Selain itu juga, tanaman jahe sulit melakukan pembungaan dan pembentukan biji. Oleh karena itu, jahe selalu diperbanyak secara vegetatif melalui rimpangnya, sehingga menyebabkan keanekaragaman (keragaman genetik) yang sangat kecil. Dikenal tiga jenis tanaman jahe yang dibudidayakan di Indonesia, yaitu jahe merah, jahe putih besar, dan jahe putih kecil yang merupakan hasil dari pengembangan varietas lokal dan bukan hasil dari pemuliaan yang terprogram (Devy dan Sastra, 2006).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGECILAN UKURAN JAHE DAN RASIO AIR TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PADA PEMBUATAN SARI JAHE (Zingiber officinale) The Effect of Size Reduction of Ginger and Water Ratio on Physical Chemical and Organoleptic of Ginger (Zingiber offic

PENGARUH PENGECILAN UKURAN JAHE DAN RASIO AIR TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PADA PEMBUATAN SARI JAHE (Zingiber officinale) The Effect of Size Reduction of Ginger and Water Ratio on Physical Chemical and Organoleptic of Ginger (Zingiber offic

Gambar 12 menunjukkan bahwa kesukaan panelis terhadap kenampakan cenderung meningkat seiring dengan tingginya rasio air yang digunakan pada proses pembuatan minuman sari jahe. Semakin tinggi rasio air maka warna yang diperoleh semakin cerah dan endapan padatan tidak larut air lebih rendah. Perlakuan dengan metode pengecilan ukuran diiris dan rasio jahe merah : air (1:15) mempunyai nilai kesukaan panelis cenderung tinggi yaitu 3.35 (agak suka) terhadap kenampakan minuman sari jahe. Hal tersebut diduga karena rasio jahe merah dan air 1:10 dengan metode pengecilan ukuran diparut memiliki total padatan tidak terlarut yang sangat tinggi (6.60%) sehingga mempengaruhi kenampakan minuman sari jahe meskipun memiliki waktu pengendapan yang lebih cepat yaitu 6.60 menit. Pengecilan ukuran dapat memberikan bentuk dan ukuran yang bersifat estetis sehingga memberikan kenampakan yang lebih menarik [19]. Pada skala rerata total penilaian didapatkan bahwa panelis menunjukkan skala tidak suka sampai dengan agak suka.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

laporan prakti kum kromatografi. docx

laporan prakti kum kromatografi. docx

Tujuan dilakukannya praktikum kali ini adalah untuk memisahkan komponen ekstrak etanolik dari rimpang jahe merah dan jahe putih. Pada ekstraksi jahe diawali dengan menimbang 1 g jahe dan menghaluskannya menggunakan mortar dan stemper. Kemudian untuk mengekstrak senyawa ynag ada pada jahe, ditambahkanlah pelarut etanol kedalamnya. Tujuan ditambahkannya etanol didasarkan pada sifatnya ynag lebih selektif pada senyawa metabolit sekunder. Selain itu, pelarut etanol juga dapat mengekstarksi senyawa flavonoid yang tergolong polar sehingga akan lebih mudah larut dalam pelarut polar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Identifikasi Karakteristik Morfologis dan Hubungan Kekerabatan pada Tanaman Jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Beberapa Desa Kabupaten Simalungun

Identifikasi Karakteristik Morfologis dan Hubungan Kekerabatan pada Tanaman Jahe (Zingiber officinale Rosc.) di Beberapa Desa Kabupaten Simalungun

pedas, serta memiliki ukuran yang paling kecil disbanding dua jenis jahe lainnya. Adapun klon/nomor harapan beberapa varietas jahe antara lain sebagai berikut : Jahe besar terdiri dari 6 klon yaitu Cimanggu 1, JPB1, JPB2, JPB3, JPB4 dan JPB6, Jahe putih kecil terdiri dari 10 klon yaitu JPK1, JPK2, JPK3, JPK4, JPK5, JPK6, JPK7, JPK8, JPK9 dan JKP10. Sedangkan untuk jahe merah hanya terdiri dari 2 klon yaitu JM1 dan JM2 (Bermawie, 2006).

Baca lebih lajut

IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page – end_page

IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page – end_page

Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri lebih banyak dibandingkan dengan jahe gajah dan jahe emprit, yaitu sebesar 2,58-3,90% (Ginting, 2011:13). Kadar minyak atsiri pada rimpang jahe rata-rata dalam destilat dari hasil penyulingan adalah 0,28% (Guenther et.al., 1987:191). Perolehan rendemen minyak jahe dari proses penyulingan tersebut tentu jauh dari kadar minyak atsiri sebenarnya yang dimiliki oleh jahe. Hal tersebut disebabkan oleh minyak atsiri yang berada di dalam sel-sel atau jaringan rimpang jahe (Rismunandar, 1988:19). Jahe terdiri dari 60-80% selulosa dan 4-6% lignin (Janick, 2001). Penyulingan langsung tanpa perlakuan awal akan menghasilkan rendemen yang lebih rendah karena minyak atsiri terkurung di dalam jaringan tanaman yang memiliki lapisan membran yang bersifat kaku sehingga kontak dengan uap tidak maksimal. Hal tersebut yang menyebabkan proses isolasi minyak atsiri dengan penyulingan langsung belum sempurna (Guenther et.al., 1987:194). Akan tetapi, penyulingan masih menjadi pilihan untuk mendapatkan minyak atsiri dari berbagai tumbuhan penghasil minyak atsiri karena proses dan peralatan yang digunakan cukup sederhana (Djafar dkk., 2010). Namun, perolehan rendemen minyak jahe hasil penyulingan masih rendah. Oleh karena itu, perlu suatu metode yang mampu meningkatkan rendemen minyak jahe hasil penyulingan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

787 TIKA MEI INDAH SUSANTI

787 TIKA MEI INDAH SUSANTI

Senyawa fenol merupakan suatu senyawa yang memiliki cincin aromatik dengan satu atau lebih gugus hidroksil yang berfungsi sebagai antioksidan, kemampuannya dalam menstabilkan radikal bebas, yaitu dengan memberikan atom hidrogen secara cepat kepada radikal bebas, sedangkan radikal yang berasal dari antioksidan senyawa fenol ini akan lebih stabil daripada radikal bebasnnya. 10 Berdasarkan penelitian Rehman et al, senyawa fenol dapat berfungsi sebagai antioksidan karena kemampuannya meniadakan radikal bebas dan radikal perioksida sehingga efektif dalam menghambat oksidasi lipida. 11 Jahe banyak mengandung komponen phenollic aktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki efek sebagai antioksidan dan antikanker. 11 Kandungan total fenol jahe merah, jahe putih dan jahe emprit berurutan yaitu sebesar 95,34 mg/100 gr, 47,7 mg/100 gr, dan 61,89 mg/100 gr. 13
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Efektivitas Antibakteri Kombinasi Minyak Atsiri Zingiber officinale var. Rubrum dan Alpinia purpurata K. Schum dan Aplikasinya Pada Model Pangan

Efektivitas Antibakteri Kombinasi Minyak Atsiri Zingiber officinale var. Rubrum dan Alpinia purpurata K. Schum dan Aplikasinya Pada Model Pangan

B.cereus dan S. Typhimurium pada daging ayam segar, sementara jenis bakteri lain seperti B. subtilis dan S. aureus terdeteksi masing-masing sebanyak 6.0 x 10 o CFUg -1 , sedangkan S. aureus terdeteksi sebanyak 2.3 x 10 CFU g -1 . Persyaratan mutu mikrobiologi pada daging ayam segar mensyaratkan keberadaan S. aureus maksimal sebanyak 1x10 2 CFU g -1 (SNI no. 3924 tahun 2009 tentang mutu karkas dan daging ayam), dengan demikian daging ayam yang digunakan pada penelitian ini masih memenuhi standar mutu mikrobiologis untuk daging ayam segar. Jumlah kedua bakteri tersebut tidak banyak berubah setelah penyimpanan selama 8 jam (hanya bertambah 0.07 dan 0.3 log CFU g -1 ). Penambahan kombinasi minyak atsiri pada daging ayam segar menghasilkan efek bakterisidal terhadap B. subtilis dan S. aureus dimana setelah penyimpanan 8 jam kedua jenis bakteri tersebut tidak terdeteksi/tidak tumbuh lagi. B.subtilis dan S.aureus merupakan bakteri Gram positif yang bersifat sensitif terhadap aktivitas kombinasi minyak atsiri seperti diperlihatkan B. cereus pada penelitian ini. Penambahan kombinasi minyak atsiri jahe merah dan lengkuas merah dapat mempertahankan mutu mikrobiologis sampai 8 jam sebagaimana ditunjukkan dengan nilai TVC yang kurang dari 10 6 CFU mL -1 (standar SNI no. 3924 tahun 2009).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 8767 documents...