kecemasan akademik

Top PDF kecemasan akademik:

Gambaran Kecemasan Akademik Mahasiswa Kuliah dI Dua Fakultas di Medan

Gambaran Kecemasan Akademik Mahasiswa Kuliah dI Dua Fakultas di Medan

Pada umumnya di perguruan tinggi, mahasiswa memilih dan menjalani perkuliahan di satu fakultas yang menjadi ketertarikan atau minatnya. Namun ada sebagian mahasiswa merasa di era globaliasasi yang begitu kompleks, seharusnya mereka memiliki kemampuan tidak hanya di satu bidang. Salah satu dampak dari kuliah di dua fakultas adalah kecemasan akademik yang dialami semua mahasiswa. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan akademik mahasiswa kuliah di dua fakultas di Medan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Kecemasan akademik mengacu pada terganggunya pola pemikiran dan respon fisik serta perilaku karena adanya kemungkinan performa yang ditampilkan siswa tidak diterima secara baik ketika tugas akademik diberikan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa kuliah di dua fakultas di Medan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 61 orang mahasiswa yang sedang menjalani kuliah di dua fakultas. Alat ukur yang digunakan adalah skala kecemasan akademik yang disusun oleh peneliti berdasarkan 4 aspek kecemasan akademik, yaitu: aspek pola-pola kecemasan yang menimbulkan kecemasan mental, aspek tidak fokus, aspek distress secara fisik, dan aspek perilaku yang tidak tepat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan akademik pada mahasiswa kuliah dua fakultas berada pada kategori sedang (68,8%). Berdasarkan empat aspek kecemasan akademik, responden dalam penelitian ini memiliki kecemasan akademik kategori sedang.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT RESILIENSI DENGAN KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI UPI BANDUNG.

HUBUNGAN TINGKAT RESILIENSI DENGAN KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI UPI BANDUNG.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap hubungan resiliensi dengan kecemasan akademik yang diukur berdasarkan dimensi resiliensi dan kecemasan akademik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 359 dari 3477 mahasiswa Bidikmisi UPI Bandung yang diambil dengan metode probability sampling teknik simple random sampling menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Resiliensi pada mahasiswa Bidikmisi UPI Bandung berada pada kategori sedang, (2) Kecemasan akademik pada mahasiswa Bidikmisi UPI Bandung berada pada kategori rendah, (3) Terdapat hubungan yang sangat rendah namun signifikan antara resiliensi dengan kecemasan akademik pada mahasiswa Bidikmisi UPI Bandung, (4) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi regulasi emosi, impuls control, optimis, causal analysis, self efficacy, dan reaching out pada resiliensi dengan kecemasan akademik, (5) Terdapat hubungan negatif yang sangat rendah namun signifikan antara dimensi empati pada resiliensi dengan kecemasan akademik. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah (1) Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan resiliensi baik dalam situasi akademis maupun dalam kehidupan sehari-hari, dan bagi mahasiswa yang memiliki kecemasan akademik yang tinggi diharapkan dapat meminimalisir kecemasan akademik agar menjadi rendah, (2) Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik meneliti variabel resiliensi dan kecemasan akademik diharapkan agar mengkaji lebih dalam lagi mengenai teori-teori resiliensi dan kecemasan akademik agar lebih maksimal dalam hasil penelitian yang diperoleh, dan bagi peneliti selanjutnya yang tertarik mengenai fenomena mahasiswa Bidikmisi disarankan untuk meneliti aspek psikologis lainnya dan dibedakan antara gender laki-laki dan perempuan.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

BIMBINGAN MEREDUKSI KECEMASAN AKADEMIK PESERTA DIDIK MELALUI TEKNIK SELF AFFIRMATION.

BIMBINGAN MEREDUKSI KECEMASAN AKADEMIK PESERTA DIDIK MELALUI TEKNIK SELF AFFIRMATION.

Peserta didik yang mengalami kecemasan akademik memiliki pola pikir yang tidak logis. Pola pikir tersebut berpengaruh sangat kuat pada emosi yang akhirnya menghasilkan perilaku yang maladaptif. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas teknik self affirmation dalam mereduksi kecemasan akademik. Penelitian menggunakan metode pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Analisis data statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Match Pairs Test. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X SMA Lab-School UPI Bandung Tahun Ajaran 2011/2012 dengan sampel delapan peserta didik pada kategori kecemasan akademik tinggi. Instrumenyang digunakan dalam penelitian adalah angket yang dikembangkan dari karakteristik kecemasan akademik Alan J. Ottens. Hasil penelitian: (1) kecemasan akademik peserta didik sebagian besar termasuk kategori sedang; (2) rancangan intervensi berfokus pada reduksi indikator kecemasan akademik; (3) teknik self affirmation efektif mereduksi kecemasan akademik.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

IKLIM KELAS DAN KECEMASAN AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH DI KECAMATAN LASEM -

IKLIM KELAS DAN KECEMASAN AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH DI KECAMATAN LASEM -

Disisi lain, mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran sekolah yang paling penting. Namun, hal ini juga dianggap sebagai salah satu yang paling sulit dan karena itu di antara yang paling ditakuti oleh siswa (Dundar et al. 2014). Survey lain juga menyebutkan terkait kecemasan siswa dalam pembelajaran matematika. Sebagian besar kesulitan belajar yang dialami siswa adalah kelompok mata pelajaran ilmu alam (fisika, kimia, dan biologi) dan matematika (Sunawan, 2012). Serta pada rata-rata nilai UN SMA nasional negeri dan swasta tahun 2015 ada 61,29 sedangkan di tahun 2016 ini nilai rata-rata peserta UN ada 54,78 atau turun sekitar 6,51 poin. Sedangkan untuk rata-rata nilai UN SMK pada tahun 2015 rata-rata nilainya mencapai 62,11 dan pada tahun 2016 nilai rata-ratanya turun hingga angka 57,66 atau menurun 4,45 poin (Kemendikbud, 2016). Berdasarkan data tersebut maka sangat potensial siswa mengalami kecemasan akademik maka memungkinkan untuk melakukan telaah lebih lanjut.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN DENGAN KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA - Unika Repository

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN DENGAN KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA - Unika Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan antara dukungan sosial teman dengan kecemasan akademik. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara dukungan sosial teman dengan kecemasan akademik. Semakin tinggi dukungan sosial teman maka semakin rendah kecemasan akademik, demikian juga sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini adalah 83 mahasiswa angkatan 2012 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Teknik samplingnya adalah accidental sampling. Skala yang digunakan adalah skala kecemasan akademik dan skala dukungan sosial teman. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi Product Moment. Berdasarkan analisis data diperoleh nilai korelasi sebesar -0,530 dengan p= 0,000 (p<0,01), artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan sosial teman dengan kecemasan akademik. Semakin tinggi dukungan sosial teman maka semakin rendah kecemasan akademik, demikian juga sebaliknya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI - Gambaran Kecemasan Akademik Mahasiswa Kuliah dI Dua Fakultas di Medan

BAB II LANDASAN TEORI - Gambaran Kecemasan Akademik Mahasiswa Kuliah dI Dua Fakultas di Medan

Cornell University (2001) menjelaskan kecemasan akademik adalah hasil dari proses biokimia dalam tubuh dan otak yang meningkatkan dan membutuhkan perhatian. Perubahan terjadi dalam respon terhadap situasi-situasi akademik seperti menyelesaikan tugas, diskusi atau ketika ujian. Ketika kecemasan meningkat, tubuh akan memberikan reaksi atau respon untuk menolak atau memperjuangkannya. Menurut Valiante & Pajares (1999) kecemasan akademik adalah perasaan tegang dan ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi, perasaan tersebut mengganggu dalam pelaksanaan tugas dan aktivitas yang beragam dalam situasi akademik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Gambaran Kecemasan Akademik Mahasiswa Kuliah dI Dua Fakultas di Medan

Gambaran Kecemasan Akademik Mahasiswa Kuliah dI Dua Fakultas di Medan

Individu menunjukkan pemikiran, persepsi dan pandangan yang mengarah pada kesulitan akademik yang akan dihadapi. Ada tiga hal penting dalam pola kecemasan yang menyebabkan kecemasan mental, yaitu: pertama dan yang terpenting adalah rasa khawatir. Siswa sering merasa tidak aman dan mencemaskan segala sesuatu yang mereka lakukan menjadi salah. Kedua, siswa yang cemas secara akademik melakukan “ self-dialog ue” yang maladaptive berbentuk kritikan keras terhadap diri sendiri, menyalahkan diri sendiri, dan self- talk yang menimbulkan perasaan cemas yang berkontribusi pada kepercayaan diri yang rendah dan penyelesaian masalah yang tidak teratur. Ketiga adalah pengertian dan keyakinan yang keliru mengenai diri sendiri. Siswa memiliki keyakinan yang salah tentang isu-isu mengenai self-worth, cara terbaik untuk memotivasi diri sendiri, dan bagaimana cara mengatasi kecemasan dan kesalahan dalam isu-isu inilah yang memicu adanya kecemasan akademik.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Studi Deskriptif Mengenai Kecemasan Akademik pada Mahasiswa yang Mengontrak Mata Kuliah Usulan Penelitian di Fakultas Psikologi Universitas "X" Bandung.

Studi Deskriptif Mengenai Kecemasan Akademik pada Mahasiswa yang Mengontrak Mata Kuliah Usulan Penelitian di Fakultas Psikologi Universitas "X" Bandung.

Mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas “X” Bandung yang sedang mengontrak mata kuliah Usulan Penelitian lebih dari satu kali dengan derajat kecemasan akademik yang tinggi maka mahasiswa tersebut akan mengalami keempat karakteristik dalam kecemasan akademik. Mahasiswa dengan derajat kecemasan akademik tinggi, dirinya sering melakukan dialog diri yang membuat dirinya merasa bersalah ketika mahasiswa tidak mampu menyelesaikan usulan penelitian usulan penelitiannya selama satu semester. Selain itu juga mahasiswa sering merasa sakit perut ataupun tegang otot ketika mahasiswa merasa cemas terhadap usulan penelitiannya. Mahasiswa dengan derajat kecemasan akademik tinggi sering merasa terganggu dengan lingkungan sekitar yang berisik dan mahasiswa sering merasa terganggu ketika memiliki masalah pribadi. Mahasiswa juga sering menunda pengerjaan usulan penelitiannya. Mahasiswa lebih mementingkan untuk melakukan hal lain seperti berkumpul bersama teman dibandingkan mengerjakn usulan penelitiannya.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Konseling Kelompok untuk Menurunkan Kecemasan Akademik Mahasiswa Atlet Basket di UBAYA - Ubaya Repository

Konseling Kelompok untuk Menurunkan Kecemasan Akademik Mahasiswa Atlet Basket di UBAYA - Ubaya Repository

Maya Pratiwi. (5100901). KONSELING KELOMPOK UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA ATLET BASKET DI UBAYA. Skripsi Sarjana Strata I. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, Laboratorium Psikologi Sosial (2014)

1 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Gambaran Kecemasan Akademik Mahasiswa Kuliah dI Dua Fakultas di Medan

BAB I PENDAHULUAN - Gambaran Kecemasan Akademik Mahasiswa Kuliah dI Dua Fakultas di Medan

Kecemasan akademik merupakan masalah yang penting yang akan mempengaruhi sejumlah besar siswa (Ottens, 1991). Kecemasan akademik menurut Ottens (1991) adalah terganggunya pola pemikiran dan respon fisik serta perilaku karena kemungkinan performa yang ditampilkan siswa tidak diterima secara baik ketika tugas akademik diberikan. Kecemasan akademik bukanlah hal yang buruk. Meskipun tingkat kecemasan yang tinggi berhubungan dengan konsentrasi dan memori yang berperan penting dalam kesuksesan akademik, tetapi tanpa kecemasan, kebanyakan siswa akan kekurangan motivasi belajar untuk ujian, menulis makalah atau melakukan pekerjaan rumah. Tingkat kecemasan sedang sebenarnya dapat membantu performa akademik dengan memicu motivasi. Jika kecemasan akademik tidak dapat dikontrol dengan benar, maka akan ada banyak konsekuensi jangka panjang yang timbul (Kohli & Gupta, 2013).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BIMBINGAN MEREDUKSI KECEMASAN AKADEMIK PESERTA DIDIK MELALUI TEKNIK SELF AFFIRMATION : Penelitian Pra-Eksperimen Terhadap Peserta Didik Kelas X SMA Lab-School UPI Bandung Tahun Ajaran 2011/2012.

BIMBINGAN MEREDUKSI KECEMASAN AKADEMIK PESERTA DIDIK MELALUI TEKNIK SELF AFFIRMATION : Penelitian Pra-Eksperimen Terhadap Peserta Didik Kelas X SMA Lab-School UPI Bandung Tahun Ajaran 2011/2012.

Layanan responsif yang tepat bagi permasalahan kecemasan akademik peserta didik adalah melalui konseling yang berfokus pada aspek kognitif. Hal ini karena kecemasan akademik berhubungan erat dengan pikiran-pikiran peserta didik dimana proses berpikir peserta didik sedang tidak logis. Pikiran tersebut berpengaruh sangat kuat bagi perasaan dan tindakan peserta didik yang mengalami kecemasan akademik. Hal ini diungkapkan juga oleh Ottens (1991: 1), “Kecemasan akademik mengacu pada terganggunya pola pemikiran dan respon fisik serta perilaku karena kemungkinan performa yang ditampilkan peserta didik tidak diterima secara baik ketika tugas-tugas akademik diberikan”. Sering kali hal-hal yang dipikirkan peserta didik nampak sebagai kondisi yang sebenarnya atau kemungkinan akan terjadi. Peserta didik tidak dapat menentukan respon yang efektif terhadap kondisi/stimulus yang diterima.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN AKADEMIK DENGAN PLAGIARISME PADA MAHASISWA  Hubungan Antara Kecemasan Akademik Dengan Plagiarisme Pada Mahasiswa.

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN AKADEMIK DENGAN PLAGIARISME PADA MAHASISWA Hubungan Antara Kecemasan Akademik Dengan Plagiarisme Pada Mahasiswa.

Di kalangan mahasiswa, plagiarisme masih sering dijumpai. Salah satu faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan plagiarisme adalah perasaan cemas yang dialami dalam menghadapi tugas-tugas akademik. Dalam satu semester, seorang mahasiswa bisa mendapatkan dua hingga tiga tugas membuat tulisan ilmiah baik kelompok maupun individu. Selain itu tugas akhir juga menuntut mahasiswa untuk membuat skripsi yang menjadi faktor penentu kelususan seorang mahasiswa. Hal tersebut bisa membuat mahasiswa merasa tertekan dan merasa cemas, sehingga melakukan tindakan plagiat. Berdasarkan pada permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1) Mengetahui hubungan antara kecemasan akademik dengan plagiarisme pada mahasiswa. 2) Mengetahui tingkat kecemasan akademik dan plagiarisme. 3) Mengetahui sumbangan kecemasan akademik terhadap plagiarisme. 4) mengetahui perbedaan kcemasan akademik antara laki-laki dan perempuan. 5) Mengetahui perbedaan plagiarisme antara laki-laki dan perempuan. Hipotesis dalam penelitian yaitu ada hubungan positif antara kecemasan akademik dengan plagiarisme pada mahasiswa. Plagiarisme yang dilakukan oleh laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PELATIHAN RESILIENSI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN AKADEMIK   Pelatihan Resiliensi Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Akademik Pada Remaja.

PELATIHAN RESILIENSI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN AKADEMIK Pelatihan Resiliensi Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Akademik Pada Remaja.

Kecemasan yang terjadi pada remaja salah satunya adalah kecemasan akademik. Kecemasan akademik adalah perasaan tegang dan ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi, dan perasaan tersebut menganggu dalam pelaksanaan tugas dan aktivitas yang beragam dalam situasi akademis (Valiante & Pajares, 2000). Kecemasan akademis yang terjadi pada remaja diakibatkan karena tekanan akademik yang bersumber dari proses belajar mengajar atau hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Tekanan akademik yang biasanya dialami oleh remaja adalah ujian, persaingan nilai, tuntutan waktu, guru, lingkungan kelas, karir dan masa depan (Bariyyah, 2013). Tuntutan tugas sekolah di satu sisi merupakanaktivitas sekolah yang sangat bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan remaja, namun di sisi lain apabila tugas sekolah yang diberikan melebihi potensi remaja, maka akan dapat menimbulkan kecemasan akademik pada diri remaja tersebut.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PELATIHAN RESILIENSI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN AKADEMIK   Pelatihan Resiliensi Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Akademik Pada Remaja.

PELATIHAN RESILIENSI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN AKADEMIK Pelatihan Resiliensi Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Akademik Pada Remaja.

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efektifitas pelatihan resiliensi dalam menurunkan tingkat kecemasan pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian eksperiemen pre-post dengan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Masing-masing kelompok terdiri dari 15 subjek. Karakteristik subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SMU Muhammadiyah 1 Surakarta, berusia 15-19 tahun dan memiliki tingkat kecemasan akademik sedang berdasarkan skala kecemasan akademik.

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kecemasan Akademik Dengan Plagiarisme Pada Mahasiswa.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kecemasan Akademik Dengan Plagiarisme Pada Mahasiswa.

Valiante (Pratiwi, 2009) menjelaskan bahwa kecemasan akademik mengacu pada terganggunya pola pemikiran dan respon fisik serta perilaku karena kemungkinan performa yang ditampilkan tidak diterima secara baik ketika tugas- tugas akademik diberikan. Selanjutnya dijelaskan bahwa kecemasan akademik merupakan perasaan tegang dan ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi, perasaan tersebut menggangu dalam pelaksanaan tugas dan aktivitas yang beragam dalam situasi akademik.

7 Baca lebih lajut

Gambaran Kecemasan Akademik Siswa Di SMA N Unggul Aceh Timur

Gambaran Kecemasan Akademik Siswa Di SMA N Unggul Aceh Timur

Sharma (1994) juga telah mengamati perempuan lebih menunjukkan mengalami kecemasan akademik dibandingkan laki-laki. Sejak masa kecil lingkungan yang berbeda disediakan untuk perempuan dan laki-laki yang mencerminkan kepibadian mereka. Laki-laki pada umumnya sudah mempunyai harga diri yang lebih baik dan tekanan bagi mereka terbatas dalam hal akademik dan masa depan, seperti anak laki-laki yang diharapkan untuk menjadi pencari nafkah. Sumber tekanan lebih rentan untuk perempuan dibandingkan laki-laki. perempuan lebih rentan untuk depresi, baik itu dari segi penampilan, perkawinan atau harga diri. Tetapi saat ini perempuan semakin terlibat dalam kompetisi yang kuat dan mengalami kecemasan dalam hal berkarier. Sumber depresi perempuan biasanya terlihat pada karier, pemilihan pasangan dan pernikahan. Semua ini membuat perempuan lebih rentan mengalami tekanan emosional dan masalah lain yang ditemukan adalah kecemasan akademik yang tinggi.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN AKADEMIK DENGAN PLAGIARISME PADA MAHASISWA  Hubungan Antara Kecemasan Akademik Dengan Plagiarisme Pada Mahasiswa.

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN AKADEMIK DENGAN PLAGIARISME PADA MAHASISWA Hubungan Antara Kecemasan Akademik Dengan Plagiarisme Pada Mahasiswa.

Di kalangan mahasiswa, plagiarisme masih sering dijumpai. Salah satu faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan plagiarisme adalah perasaan cemas yang dialami dalam menghadapi tugas-tugas akademik. Dalam satu semester, seorang mahasiswa bisa mendapatkan dua hingga tiga tugas membuat tulisan ilmiah baik kelompok maupun individu. Selain itu tugas akhir juga menuntut mahasiswa untuk membuat skripsi yang menjadi faktor penentu kelususan seorang mahasiswa. Hal tersebut bisa membuat mahasiswa merasa tertekan dan merasa cemas, sehingga melakukan tindakan plagiat. Berdasarkan pada permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1) Mengetahui hubungan antara kecemasan akademik dengan plagiarisme pada mahasiswa. 2) Mengetahui tingkat kecemasan akademik dan plagiarisme. 3) Mengetahui sumbangan kecemasan akademik terhadap plagiarisme. 4) mengetahui perbedaan kcemasan akademik antara laki-laki dan perempuan. 5) Mengetahui perbedaan plagiarisme antara laki-laki dan perempuan. Hipotesis dalam penelitian yaitu ada hubungan positif antara kecemasan akademik dengan plagiarisme pada mahasiswa. Plagiarisme yang dilakukan oleh laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

A.  Latar Belakang  Pelatihan Resiliensi Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Akademik Pada Remaja.

A. Latar Belakang Pelatihan Resiliensi Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Akademik Pada Remaja.

Kecemasan adalah suatu keadaan emosional yang tidak menyenangkan, yang memiliki sumber yang kurang jelas dan seringkali disertai dengan perubahan fisiologis dan perilaku. Berdasarkan DSM IV-TR perubahan fisiologis dan perilaku yang mengikuti kecemasan adalah gelisah atau perasaan tegang atau cemas, merasa mudah lelah, sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong, iritabilitas, ketegangan otot, dan mengalami gangguan tidur. Kecemasan bisa timbul secara mendadak atau secara bertahap selama beberapa menit, jam atau hari dan dapat berlangsung selama beberapa detik sampai beberapa tahun. Kecemasan merupakan salah satu bagian dari respon yang penting dalam mempertahankan diri yaitu dengan menjadi unsur peringatan yang tepat dalam suatu keadaan yang berbahaya. Kecemasan menjadi tidak normal apabila menganggu keberfungsian individu secara normal dan membuat individu menjadi tidak adaptif dalam melakukan aktifitasnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pelatihan Resiliensi Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Akademik Pada Remaja.

DAFTAR PUSTAKA Pelatihan Resiliensi Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Akademik Pada Remaja.

Hubungan Antara Kecemasan Akademis dengan Self Regulated Learning Pada Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Di SMA Negeri 3 Surakarta.. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas [r]

5 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Kecemasan Akademik Dengan Plagiarisme Pada Mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Kecemasan Akademik Dengan Plagiarisme Pada Mahasiswa.

“Pengaruh Self-Efficacy dan Kecemasan Akademis terhadap Self-Regulated Learning Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta”.. Universitas Islam Negeri Jakarta.[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...