Kecepatan Lari

Top PDF Kecepatan Lari:

Pelatihan lari akselerasi lebih meningkatkan kecepatan lari 100 meter daripada pelatihan lari interval pada siswa SMA di Kabupaten Badung.

Pelatihan lari akselerasi lebih meningkatkan kecepatan lari 100 meter daripada pelatihan lari interval pada siswa SMA di Kabupaten Badung.

Pelatihan yang menggunakan beban akan menjadikan pelatihan itu sangat efektif karena baik sekali untuk mengembangakn serabut otot putih yang merupakan salah satu komponen pendukung kecepatan yaitu kekuatan, daya ledak, dan daya tahan. Pelatihan lari akselerasi dan lari interval merupakan pelatihan yang menggunakan tubuh serta intensitas latihan sebagai beban pelatihan. Kedua pelatihan ini sama-sama mengembangkan sistem anaerobik, dimana sangat berpengaruh pada kecepatan lari seseorang terutama pada cabang lari 100 meter (sprint). glikolisis anaerobik pada manusia dapat terjadi dalam waktu yang pendek pada aktivitas otot yang ekstrim, misalnya lari cepat. Pada saat oksigen tidak dapat dibawa pada kecepatan yang cukup untuk dibawa ke otot dan mengoksidasi piruvat untuk membentuk ATP selama latihan berat banyak O2 dibawa ke otot, tetapi O2 yang mencapai sel otot tidak mencukupi, terutama pada saat latihan. Asam laktat menumpuk dan berdisfusi ke dalam darah. Keberadaan asam laktat di dalam darah merupakan penyebab kelelahan otot. Pemilihan bahan bakar selama olahraga berat menggambarkan banyak segi penting mengenai pembentukan energy dan integrasi metabolisme. Myosin secara langsung memperoleh energi dari ATP, tetapi jumlah
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN ACCELERATION SPRINT DENGAN IN AND OUT TERHADAP HASIL KECEPATAN LARI DAN KECEPATAN MENGGIRING BOLA PADA PEMAIN FUTSAL EKSTRAKURIKULER MAN 1 MEDAN TAHUN 2015 / 2016.

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN ACCELERATION SPRINT DENGAN IN AND OUT TERHADAP HASIL KECEPATAN LARI DAN KECEPATAN MENGGIRING BOLA PADA PEMAIN FUTSAL EKSTRAKURIKULER MAN 1 MEDAN TAHUN 2015 / 2016.

Guna meningkatkan kemampuan lari dan menggiring bola secara optimal perlu latihan yang tepat karena latihan selama ini belum menunjukkan hasil yang maksimal. Berdasarkan dari hasil pre-test, peneliti berkeinginan untuk dapat mengungkapakan secara ilmiah, dalam bentuk penelitian tentang latihan, maka peneliti memilih bentuk latihan yang dapat meningkatkan kecepatan lari dan menggiring bola yaitu Acceleration Sprint dengan In And Out. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan manakah yang lebih besar pengaruh latihan Acceleration Sprint dan In And Out terhadap kecepatan lari dan kecepatan menggiring bola dalam kegiatan ekstrakurikuler MAN 1 Medan Tahun 2015/2016. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa latihan Acceleration Sprint tidak lebih baik pengaruhnya dibandingkan dengan In And Out terhadap peningkatan hasil kecepatan lari dan kecepetan menggiring bola pada pemain futsal ekstrakurikuler MAN I Medan Tahun 2015/2016.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN LARI CEPAT DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN LARI (Eksperimen Perbedaan Pengaruh Latihan Hollow Sprint Dan Sprint Training Pada Siswa Putri Kelas V Sekolah Dasar Se-Dabin V Kecamatan Mojolaban Tahun Ajaran 2010/2011)

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN LARI CEPAT DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN LARI (Eksperimen Perbedaan Pengaruh Latihan Hollow Sprint Dan Sprint Training Pada Siswa Putri Kelas V Sekolah Dasar Se-Dabin V Kecamatan Mojolaban Tahun Ajaran 2010/2011)

Yudha Prasetya. PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN LARI CEPAT DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN LARI (Eksperimen Perbedaan Pengaruh Latihan Hollow Sprint Dan Sprint Training Pada Siswa Putri Kelas V Sekolah Dasar Se-Dabin V Kecamatan Mojolaban Tahun Ajaran 2010/2011). Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : (1) Perbedaan pengaruh latihan

15 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN DENSITAS LATIHAN KECEPATAN (3X, 4X, DAN 5X DALAM SATU MINGGU) TERHADAP HASIL PENINGKATAN KECEPATAN LARI ATLET.

PERBANDINGAN DENSITAS LATIHAN KECEPATAN (3X, 4X, DAN 5X DALAM SATU MINGGU) TERHADAP HASIL PENINGKATAN KECEPATAN LARI ATLET.

Maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui densitas latihan kecepatan manakah yang lebih signifikan meningkatkan kecepatan lari atlet, diantara densitas latihan 3x, 4x, dan 5x dalam satu minggu yang mewakili densitas rendah, sedang, dan tinggi. Adapun metode latihan yang diberikan adalah menggunakan metode latihan interval training. Populasi yang digunakan adalah siswa-siswa SSB Karya Praja Kabupaten Belitung dengan sampel 18 orang siswa dengan umur 15-20 tahun.

35 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEKUATAN TUNGKAI DAN KECEPATAN LARI TERHADAP HASIL LOMPATAN DALAM LOMPAT JAUH.

HUBUNGAN KEKUATAN TUNGKAI DAN KECEPATAN LARI TERHADAP HASIL LOMPATAN DALAM LOMPAT JAUH.

Dari uraian diatas, kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan, karena kekuatan memegang peranan yang sangat penting dalam melindungi atlet atau orang dari kemungkinan cedera, dan karena kekuatan, atlet akan dapat lari lebih cepat, melempar atau menendang lebih jauh. Dan lebih efisien, memukul lebih keras serta demikian pula dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi. Seperti yang dikemukakan Hendrayana (2007: 33 ) bahwa “apab ila kekuatan menolak dan kecepatan lari dilakukan dengan teknik awalan dan tolakan yang baik, maka hasil lompatanpun akan baik pula”. Dari uraian diatas menyatakan bahwa kekuatan otot pada tungkai sangat berpengaruh terhadap hasil yang baik pada tolakan lompat jauh.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA WAKTU REAKSI, POWER TUNGKAI, DAN DAYA TAHAN KECEPATAN DENGAN KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

HUBUNGAN ANTARA WAKTU REAKSI, POWER TUNGKAI, DAN DAYA TAHAN KECEPATAN DENGAN KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

Data yang diperoleh dari hasil tes merupakan data yang sesuai dengan hasil penelitian di lapangan. Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk memperoleh informasi dalam rangka menguji hipotesis dan disimpulkan hasil penelitian. Setelah semua data diperoleh terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah mengolah data dan menganalisis data tersebut, sehingga data-data tersebut mengandung arti. Untuk mengelolah dan menganalisis data-data tersebut diperlukan pendekatan statistika, sehingga dapat diketahui hubungan antara waktu reaksi, power tungkai, dan daya tahan kecepatan dengan kecepatan lari sprint 100 meter. Berikut langkah-langkah rumus perhitungan statistika yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Sumbangan Kecepatan Lari Terhadap Hasil Latihan Lompat Jauh Siswa Putra Kelas 2 MTs Ar-Rohman Lambangan Kulon Kecamatan Bulu.

Sumbangan Kecepatan Lari Terhadap Hasil Latihan Lompat Jauh Siswa Putra Kelas 2 MTs Ar-Rohman Lambangan Kulon Kecamatan Bulu.

Simpulan, berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan latihan lompat jauh dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 6 minggu pada siswa MTs Ar-Rohman Lambangan Kulon Kabupaten Rembang dapat menunjukan bahwa kecepatan lari berhubungan pada lompat jauh. Saran, kecepatan lari sangat berpengaruh pada hasil lompatan, hal ini dapat digunakan bahan pertimbangan guru atau pelatih untuk meningkatkan hasil yang maksimal pada prestasi lompat jauh dengan memberikan latihan kecepatan dahulu sebelum lompat jauh.

1 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN STRENGTHENING LEG EXTENSION EXERCISE TERHADAP KECEPATAN LARI JARAK PENDEK  Pengaruh Pemberian Strengthening Leg Extension Exercise Terhadap Kecepatan Lari Jarak Pendek.

PENGARUH PEMBERIAN STRENGTHENING LEG EXTENSION EXERCISE TERHADAP KECEPATAN LARI JARAK PENDEK Pengaruh Pemberian Strengthening Leg Extension Exercise Terhadap Kecepatan Lari Jarak Pendek.

Dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara pemberian strengthening leg extension exercisedengan kelompok kontrol terhadap peningkatan kecepatan lari jarak pendek. Hal ini dikarenakan pada pemberian strengthening leg extension exercisememacu serabut otot tipe I dan peningkatkan jumlah protein sarcoplasmic, dengan tahanan dan waktu yang cukup lama dalam melakukan latihan sehingga akan mengakibatkan pada peningkatan massa otot yang diikuti dengan peningkatan kekuatan otot(Emrani et al., 2006).

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Panjang Tungkai dan Daya Ledak Otot Terhadap Kecepatan Lari

Pengaruh Panjang Tungkai dan Daya Ledak Otot Terhadap Kecepatan Lari

Daya ledak otot tungkai adalah kemampuan komponen kondisi fisik yang terdapat pada anggota badan bagian kaki. Daya ledak otot tungkai adalah perpaduan dari kecepatan lari dan kekuatan. Daya ledak otot tungkai sangat dibutuhkan dalam berbagai cabang olahraga apalagi cabang olahraga yang menuntut aktifitas yang berat dan cepat atau kegiatan yang harus dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin dengan beban yang berat untuk mampu melaksanakan aktifitas penggabungan antara kekuatan dan kecepatan otot tungkai yang dikerahkan secara bersama-sama dalam mengatasi tahan beban dalam waktu yang relatif singkat. Dengan adanya daya ledak otot tungkai yang baik maka akan dapat memberikan kontribusi yang lebih dengan kecepatan lari lari 100 meter
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

PENDAHULUAN HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

Menurut penelitian (David dkk, 2005) stretching sebelum melakukan aktivitas olahraga sangatlah dianjurkan, karena fleksibilitas merupakan hal yang paling penting dalam kesiapan otot untuk bekerja. Dimana bila otot kaku atau stifness maka dalam melakukan aktifitas tidak akan mendapatkan hasil yang optimal. Dari sinilah penelti ingin meneliti sejauh mana fleksibilitas otot terutama otot hamstring berpengaruh terhadap kecepatan lari sprint.

11 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KECEPATAN LARI AWALAN DAN KELENTUKAN TOGOK TERHADAP HASIL LOMPATAN NOMOR LOMPAT JAUH.

KONTRIBUSI KECEPATAN LARI AWALAN DAN KELENTUKAN TOGOK TERHADAP HASIL LOMPATAN NOMOR LOMPAT JAUH.

Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yaitu bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan dari kecepatan lari awalan, dan kelentukan togok terhadap hasil lompatan nomor lompat jauh, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Mengenai metode deskriptif diungkap oleh Arikunto (2010:3) yaitu sebagai berikut : “ Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelediki keadaan, kondisi, atau hal-hal lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian”.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Ripitabilitas Sifat Kecepatan Lari dan Korelasi Fenotipiknya dengan Tinggi Badan pada Kuda Pacu Indonesia

Ripitabilitas Sifat Kecepatan Lari dan Korelasi Fenotipiknya dengan Tinggi Badan pada Kuda Pacu Indonesia

Perbedaan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor genetis maupun faktor lingkungan seperti manajemen reproduksi, program pelatihan, dan manajemen pakan. Hal ini dapat diamati pada Tabel 5 yang menyajikan nilai ragam genetis dan lingkungan untuk sifat kecepatan lari KPI pada berbagai kelompok umur. Faris (2009) menyatakan bahwa pemberian pakan pada kuda pacu sebaiknya memiliki rasio hijauan : konsentrat sebesar 30:70 dengan frekuensi pemberian 2–3 kali dalam sehari. Pemberian pakan kuda pacu sebaiknya mempertimbangkan bobot badan, skor tubuh, dan umur kuda; namun hal ini belum diterapkan dalam manajemen pemeliharan kuda pacu di Indonesia. Dijelaskan lebih lanjut bahwa kuda muda memerlukan lebih banyak pakan (Faris, 2009), dengan kadar protein 2%–4% lebih tinggi untuk kegiatan latihan ringan, kerja menengah, dan kerja berat (Cunningham et al., 2005).
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER

Siswa putra ekstrakurikuler SMK Bina Patria 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2011/2012 adalah subyek yang akan digunakan dalam penelitian ini untuk membuktikan dan menjawab permasalahan yang muncul dalam penelitian ini. Ditinjau dari pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler telah berjalan dengan baik, namun dari kegiatan yang dilaksanakan khususnya dalam melakukan lari 100 meter para siswa ektrakurikuler belum menunjukkan kemampuan yang optimal, sehingga prestasi para siswa masih belum maxsimal. Masih rendahnya kecepatan lari tersebut perlu ditelusuri faktor – faktor penyebabnya, apakah penguasaan teknik, kemampuan fisik yang tidak mendukung ataukah metode latihan yang kurang tepat. Kondisi yang demikian seorang guru atau pelatih harus mampu mengevaluasi dari berbagai faktor baik dari pihak guru (pelatih) sendiri ataukah dari pihak siswa. Menguasai suatu keterampilan olahraga terutama kemampuan berlari dibutuhkan cara atau metode latihan yang tepat dan harus didukung kemampuan fisik yang memadai dari siswa itu sendiri. Metode latihan dan kemampuan fisik merupakan dua komponen yang saling berhubungan untuk menguasai suatu keterampilan, dalam hal ini khususnya keterampilan lari 100 meter.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

EFESIENSI LATIHAN CORE STABILITY SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN INTI TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER

EFESIENSI LATIHAN CORE STABILITY SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN INTI TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER

Syukur Alhamdulillah penulis haturkan atas kehadirat allah swt, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efisiensi Latihan Core Stability Sebelum dan Sesudah Latihan Inti Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Pada Atlet Putra Bahurekso Atletik Klub Kabupaten Kendal 2015”. Skripsi ini disusun dalam rangka menyelesaikan studi strata satu untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN ALAT UKUR KECEPATAN LARI BERBASIS MICROKONTROLER DENGAN INTERFACING PERSONAL COMPUTER.

PENGEMBANGAN ALAT UKUR KECEPATAN LARI BERBASIS MICROKONTROLER DENGAN INTERFACING PERSONAL COMPUTER.

Desain Produk atau model pengembangan yang dihasilkan adalah terciptanya alat pengukuran kecepatan lari yang menkombinasikan antara sistem sensor pada phototransistor yang akan mengirimkan sinyal ke microkontroller yang nantinya akan diproses menjadi tampilan data waktu tempuh dan kecepatan yang ditampilkan dalam layar monitor. Rangkaian elektonika ini bekerja sebagai sistem pengendali perhitungan waktu otomatis pada kecepatan lari dan waktu tempuh atlet. Berikut ini adalah rangcangan desain yang akan dibuat.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

PENDAHULUAN Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

ekstrakurikuler sepak bola SMA PGRI 1 Amlapura tahun ajaran 2013/2014. Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang pemain futsal yang ingin meningkatkan permainanya tidak cukup hanya dengan berlatih teknik futsal namun juga mesti ditunjang dengan peningkatan kecepatan berlari. Supaya dapat mengetahui latihan yang efektif guna meningkatkan kecepatan lari pemain futsal, maka peneliti berkeinginan untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Pelatihan Zig-zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal. Indikasi keberhasilan penelitian akan ditunjukan pada ada tidaknya peningkatan kecepatan lari pemain futsal.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KECEPATAN LARI PEMAIN FUTSAL  Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

PENGARUH LATIHAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KECEPATAN LARI PEMAIN FUTSAL Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji bagi Allah atas limpahan karunia - Nya yang tidak terbatas sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal ”. Skripsi ini disusun guna memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Fisioterapi di Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN LARI INTERVAL TERHADAP KECEPATAN LARI PADA PEMAIN SEPAK BOLA DI SEKOLAH SEPAK BOLA RUKUN  Pengaruh Latihan Lari Interval Terhadap Kecepatan Lari Pada Pemain Sepak Bola Di Sekolah Sepak Bola Rukun Agawe Santosa (RAS) Klaten.

PENGARUH LATIHAN LARI INTERVAL TERHADAP KECEPATAN LARI PADA PEMAIN SEPAK BOLA DI SEKOLAH SEPAK BOLA RUKUN Pengaruh Latihan Lari Interval Terhadap Kecepatan Lari Pada Pemain Sepak Bola Di Sekolah Sepak Bola Rukun Agawe Santosa (RAS) Klaten.

Salah satu bentuk latihan yang digunakan untuk dapat meningkatkan kecepatan berlari adalah lari interval. Latihan lari interval sendiri adalah sistem latihan lari yang diselingi oleh interval-interval berupa masa-masa istirahat (Kardjono, 2010). Dimana apabila interval kerja pendek akan melibatkan partisipasi dari metabolisme anaerobik sehingga dengan latihan lari interval yang terprogram akan meningkatkan power (daya ledak) otot tungkai dan menghasilkan peningkatan kecepatan lari (Powers & Howley, 2012).

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI   HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

Hasil penelitian Korelasi Product Moment didapatkan nilai p = 0,006 untuk variabel kekuatan otot hamstring, sehingga ada hubungan antara kekuatan otot hamstring terhadap kecepatan lari sprint 100 meter. Dan untuk variabel fleksibilitas otot hamstring didapatkan nilai p = 0,429 dimana nilai p > 0,05. Sehingga tidak ada hubungan antara fleksibilitas otot hamstring terhadap kecepatan lari sprint 100 meter.

15 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN ALAT ANALISIS KECEPATAN LARI BERBASIS ACCELEROMETER.

PENGEMBANGAN ALAT ANALISIS KECEPATAN LARI BERBASIS ACCELEROMETER.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: (1) Tercipta Pengembangan Pengembangan Alat Analisis Kecepatan Lari Berbasis Accelerometer dengan spesifikasi: (a) Data Transmision: HM-TRP 433S, (b) Data control: Serial Rx-Tx TTL level, (c) CPU: ATmega8, (d) Sensor: MPU6050, (e) Batrei sistem: 7.4V/500mAh, (f) Jangkauan komunikasi: max 120m (dengan antenna tambahan), Max 50 m (dengan antenna asli). (2) Produk layak digunakan dari segi sistem kerja alat maupun ketahanan alat terhadap gangguan eksternal seperti ketahanan goncangan dari tubuh atlet. (3) Produk alat analisis telah dilengkapi panduan petunjuk penggunaan yang telah disusun oleh peneliti.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Show all 7051 documents...