Kecepatan Lari

Top PDF Kecepatan Lari:

PENDAHULUAN  Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

PENDAHULUAN Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

ekstrakurikuler sepak bola SMA PGRI 1 Amlapura tahun ajaran 2013/2014. Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang pemain futsal yang ingin meningkatkan permainanya tidak cukup hanya dengan berlatih teknik futsal namun juga mesti ditunjang dengan peningkatan kecepatan berlari. Supaya dapat mengetahui latihan yang efektif guna meningkatkan kecepatan lari pemain futsal, maka peneliti berkeinginan untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Pelatihan Zig-zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal. Indikasi keberhasilan penelitian akan ditunjukan pada ada tidaknya peningkatan kecepatan lari pemain futsal.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN LARI CEPAT DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN LARI (Eksperimen Perbedaan Pengaruh Latihan Hollow Sprint Dan Sprint Training Pada Siswa Putri Kelas V Sekolah Dasar Se-Dabin V Kecamatan Mojolaban Tahun Ajaran 2010/2011)

PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN LARI CEPAT DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN LARI (Eksperimen Perbedaan Pengaruh Latihan Hollow Sprint Dan Sprint Training Pada Siswa Putri Kelas V Sekolah Dasar Se-Dabin V Kecamatan Mojolaban Tahun Ajaran 2010/2011)

dan terhadap kecepatan lari 40 meter pada siswa putri kelas V SD Se-Dabin V Kecamatan Mojolaban tahun ajaran 2010/2011. (2) Perbedaan pengaruh panjang tungkai terhadap kecepatan lari 40 meter pada siswa putri kelas V SD Se-Dabin V Kecamatan Mojolaban tahun ajaran 2010/2011. (3)

15 Baca lebih lajut

Sumbangan Kecepatan Lari Terhadap Hasil Latihan Lompat Jauh Siswa Putra Kelas 2 MTs Ar-Rohman Lambangan Kulon Kecamatan Bulu.

Sumbangan Kecepatan Lari Terhadap Hasil Latihan Lompat Jauh Siswa Putra Kelas 2 MTs Ar-Rohman Lambangan Kulon Kecamatan Bulu.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan the One-Group pretest-postest Design, populasi dalam penelitian ini adalah siswa MTs Ar-Rohhman Lambangan kulon Kabupaten Rembang yang berjumlah 22 siswa. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dimana dalam penelitian ini sampel bertindak langsung sebagai pelaku pelaksana latihan. Variabel dalam penelitian ini ada dua macam variabel, yaitu : variabel bebas atribut adalah kecepatan lari yang diukur dengan tes lari 30 meter, variable bebas dengan perlakuan adalah latihan lompat jauh dan variabel terikat adalah hasil lompat jauh yang dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis dengan uji-t, korelasi dan regresi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN STRENGTHENING LEG EXTENSION EXERCISE TERHADAP KECEPATAN LARI JARAK PENDEK  Pengaruh Pemberian Strengthening Leg Extension Exercise Terhadap Kecepatan Lari Jarak Pendek.

PENGARUH PEMBERIAN STRENGTHENING LEG EXTENSION EXERCISE TERHADAP KECEPATAN LARI JARAK PENDEK Pengaruh Pemberian Strengthening Leg Extension Exercise Terhadap Kecepatan Lari Jarak Pendek.

Dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara pemberian strengthening leg extension exercisedengan kelompok kontrol terhadap peningkatan kecepatan lari jarak pendek. Hal ini dikarenakan pada pemberian strengthening leg extension exercisememacu serabut otot tipe I dan peningkatkan jumlah protein sarcoplasmic, dengan tahanan dan waktu yang cukup lama dalam melakukan latihan sehingga akan mengakibatkan pada peningkatan massa otot yang diikuti dengan peningkatan kekuatan otot(Emrani et al., 2006).

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Panjang Tungkai dan Daya Ledak Otot Terhadap Kecepatan Lari

Pengaruh Panjang Tungkai dan Daya Ledak Otot Terhadap Kecepatan Lari

Daya ledak otot tungkai adalah kemampuan komponen kondisi fisik yang terdapat pada anggota badan bagian kaki. Daya ledak otot tungkai adalah perpaduan dari kecepatan lari dan kekuatan. Daya ledak otot tungkai sangat dibutuhkan dalam berbagai cabang olahraga apalagi cabang olahraga yang menuntut aktifitas yang berat dan cepat atau kegiatan yang harus dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin dengan beban yang berat untuk mampu melaksanakan aktifitas penggabungan antara kekuatan dan kecepatan otot tungkai yang dikerahkan secara bersama-sama dalam mengatasi tahan beban dalam waktu yang relatif singkat. Dengan adanya daya ledak otot tungkai yang baik maka akan dapat memberikan kontribusi yang lebih dengan kecepatan lari lari 100 meter
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN ACCELERATION SPRINT DENGAN IN AND OUT TERHADAP HASIL KECEPATAN LARI DAN KECEPATAN MENGGIRING BOLA PADA PEMAIN FUTSAL EKSTRAKURIKULER MAN 1 MEDAN TAHUN 2015 / 2016.

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN ACCELERATION SPRINT DENGAN IN AND OUT TERHADAP HASIL KECEPATAN LARI DAN KECEPATAN MENGGIRING BOLA PADA PEMAIN FUTSAL EKSTRAKURIKULER MAN 1 MEDAN TAHUN 2015 / 2016.

Guna meningkatkan kemampuan lari dan menggiring bola secara optimal perlu latihan yang tepat karena latihan selama ini belum menunjukkan hasil yang maksimal. Berdasarkan dari hasil pre-test, peneliti berkeinginan untuk dapat mengungkapakan secara ilmiah, dalam bentuk penelitian tentang latihan, maka peneliti memilih bentuk latihan yang dapat meningkatkan kecepatan lari dan menggiring bola yaitu Acceleration Sprint dengan In And Out. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan manakah yang lebih besar pengaruh latihan Acceleration Sprint dan In And Out terhadap kecepatan lari dan kecepatan menggiring bola dalam kegiatan ekstrakurikuler MAN 1 Medan Tahun 2015/2016. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa latihan Acceleration Sprint tidak lebih baik pengaruhnya dibandingkan dengan In And Out terhadap peningkatan hasil kecepatan lari dan kecepetan menggiring bola pada pemain futsal ekstrakurikuler MAN I Medan Tahun 2015/2016.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN LARI INTERVAL TERHADAP KECEPATAN LARI PADA PEMAIN SEPAK BOLA DI SEKOLAH SEPAK BOLA RUKUN  Pengaruh Latihan Lari Interval Terhadap Kecepatan Lari Pada Pemain Sepak Bola Di Sekolah Sepak Bola Rukun Agawe Santosa (RAS) Klaten.

PENGARUH LATIHAN LARI INTERVAL TERHADAP KECEPATAN LARI PADA PEMAIN SEPAK BOLA DI SEKOLAH SEPAK BOLA RUKUN Pengaruh Latihan Lari Interval Terhadap Kecepatan Lari Pada Pemain Sepak Bola Di Sekolah Sepak Bola Rukun Agawe Santosa (RAS) Klaten.

Total 19 100 19 100 Dari tabel di atas, diketahui bahwa kategori kecepatan lari sedang dan lambat pada saat pre test berjumlah 14 orang atau 73,69% dan 5 orang atau 26,31%. Sedangkan pada post test kecepatan meningkat menjadi kategori cepat dan cepat sekali dengan jumlah 9 orang atau 47,37% dan 4 orang atau 21,05% dan kecepatan sedang menurun menjadi 6 orang atau 31,58%. Hal ini menunjukkan bahwa latihan lari interval memiliki pengaruh terhadap peningkatan hasil kecepatan berlari.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KECEPATAN LARI PEMAIN FUTSAL Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

PENGARUH LATIHAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KECEPATAN LARI PEMAIN FUTSAL Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

Berdasarkan hasil penelitian pada kelompok perlakuan selisih nilai rata-rata kecepatan lari sebesar 0,77 detik, sedangkan pada selisih nilai rata-rata kecepatan lari kelompok kontrol sebesar 0,13 detik. Berdasarkan hasil uji statistik pengaruh latihan lari zig zag pada kelompok perlakuan diperoleh nilai signifikasi p = 0,002, sehingga disimpulkan ada pengaruh latihan zig zag terhadap peningkatan kecepatan lari 60 meter pada pemain futsal. Sedangkan pada kelompok kontrol berdasarkan hasil uji statistic antara pre test dan post test lari 60 meter diperoleh nilai p = 0,213 sehingga disimpulkan tidak ada perbedaan pada kelompok kontrol.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN ALAT ANALISIS KECEPATAN LARI BERBASIS ACCELEROMETER.

PENGEMBANGAN ALAT ANALISIS KECEPATAN LARI BERBASIS ACCELEROMETER.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: (1) Tercipta Pengembangan Pengembangan Alat Analisis Kecepatan Lari Berbasis Accelerometer dengan spesifikasi: (a) Data Transmision: HM-TRP 433S, (b) Data control: Serial Rx-Tx TTL level, (c) CPU: ATmega8, (d) Sensor: MPU6050, (e) Batrei sistem: 7.4V/500mAh, (f) Jangkauan komunikasi: max 120m (dengan antenna tambahan), Max 50 m (dengan antenna asli). (2) Produk layak digunakan dari segi sistem kerja alat maupun ketahanan alat terhadap gangguan eksternal seperti ketahanan goncangan dari tubuh atlet. (3) Produk alat analisis telah dilengkapi panduan petunjuk penggunaan yang telah disusun oleh peneliti.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KECEPATAN LARI PEMAIN FUTSAL  Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

PENGARUH LATIHAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KECEPATAN LARI PEMAIN FUTSAL Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal.

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji bagi Allah atas limpahan karunia - Nya yang tidak terbatas sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Terhadap Kecepatan Lari Pemain Futsal ”. Skripsi ini disusun guna memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Fisioterapi di Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

18 Baca lebih lajut

Pelatihan lari akselerasi lebih meningkatkan kecepatan lari 100 meter daripada pelatihan lari interval pada siswa SMA di Kabupaten Badung.

Pelatihan lari akselerasi lebih meningkatkan kecepatan lari 100 meter daripada pelatihan lari interval pada siswa SMA di Kabupaten Badung.

Namun terdapat perbedaan efek yang terjadi pada kedua pelatihan ini. Dari hasil yang didapat oleh peneliti, pelatihan lari akselerasi lebih meningkatkan kecepatan lari 100 meter daripada pelatihan lari interval. Hali ini dipertegas dengan kajian dan teori yang telah ada. Pada pelatihan lari akselerasi, efek yang didapat adalah power tungkai meningkat, secara otomatis kecepatan dan kekuatan otot juga meningkat, ini terjadi karena terdapat komponen lari cepat (sprint) didalam pelatihannya, dan dilihat juga dari segi repetisi dan beban yang digunakan pada pelatihan lari akselerasi. Jika repetisi sedang dengan beban yang sedang pula, akan menghasilkan power atau daya tahan otot. Dalam lari 100 meter, komponen biomotorik power tungkai sangat penting untuk meningkatkan kecepatan lari seseorang. Selain itu, pelatihan lari akselerasi juga terdapat komponen lari pelan (jogging) dan langkah cepat yang nantinya kita dapat memperbaiki teknik lari dari atlet, meningkatkan frekuensi langkah, panjang langkah, serta yang paling pentin adalah merangsang serabut otot putih untuk bekerja secara maksimal pada aktivitas lari cepat (sprint) dalam pelatihan lari akselerasi, sehingga terjadilah kecepatan yang diharapkan. Keunggulan dari pelatihan ini adalah rendahnya terjadi cedera pada otot, karena komponen atau aktivitasnya bertahap, yaitu mulai dari lari pelan, langkah cepat, lari cepat dan jalan dengan tujuan pemulihan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PELATIHAN LARI SAMBUNG BACK TO BACK 20 METER ENAM REPETISI EMPAT SET DAN LARI SAMBUNG BACK TO BACK 30 METER EMPAT REPETISI EMPAT SET MENINGKATKAN KECEPATAN LARI 80 METER SISWA PUTRA SMP DHARMA PRAJA B.

PELATIHAN LARI SAMBUNG BACK TO BACK 20 METER ENAM REPETISI EMPAT SET DAN LARI SAMBUNG BACK TO BACK 30 METER EMPAT REPETISI EMPAT SET MENINGKATKAN KECEPATAN LARI 80 METER SISWA PUTRA SMP DHARMA PRAJA B.

Lari 80 meter merupakan salah satu nomor pada cabang atletik yang diperlombakan pada anak usia dini. Kondisi fisik dan pikiran anak usia dini dapat dikembangkan secara terus-menerus dan sistematis. Pelatihan usia dini harus memiliki unsur bermain dan kompetisi, dengan demikian dalam penelitian ini dicoba mengembangkan kecepatan dengan dua tipe pelatihan yaitu pelatihan lari sambung back to back 20 meter enam repetisi empat set dan lari sambung back to back 30 meter empat repetisi empat set. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kecepatan lari 80 meter. Sampel pada penelitian ini berjumlah 24 orang dipilih secara acak sederhana dari siswa SMP Dharma Praja Badung Kelas VII yang memenuhi persyaratan inklusi dan eksklusi. Sampel masing-masing kelompok 12 orang. Masing-masing kelompok diberi pelatihan yang berbeda yaitu Kelompok-1 diberi pelatihan lari sambung back to back 20 meter enam repetisi empat set dan Kelompok-2 diberi pelatihan lari sambung back to back 30 meter empat repetisi empat set. Pelatihan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali seminggu dengan tujuan meningkatkan kecepatan. Data berasal dari waktu tempuh lari 80 meter sebelum dan sesudah pelatihan, dengan uji t berpasangan untuk mengetahui beda rerata kecepatan waktu tempuh sebelum dan sesudah pelatihan pada masing-masing kelompok. Uji t tidak berpasangan digunakan untuk beda rerata peningkatan kecepatan antar kedua kelompok dengan batas kemaknaan 0,05. Rerata waktu tempuh lari 80 meter Kelompok-1 sebelum pelatihan 13,51 detik dan sesudah pelatihan 12,31 dengan selisih 1,16 detik menunjukkan perbedaan bermakna, sedangkan Kelompok-2 rerata waktu tempuh lari 80 meter sebelum pelatihan 13,66 dan sesudah pelatihan 12,67 dengan selisih 0,98 detik menunjukkan perbedaan bermakna. Perbedaan kecepatan lari 80 meter setelah pelatihan pada kedua kelompok menunjukkan perbedaan tidak bermakna yaitu p =0,361 (p >0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pada Kelompok-1 dan pelatihan pada Kelompok-2 dapat meningkatkan kecepatan waktu tempuh lari 80 meter. Pelatihan pada Kelompok-1 dan Kelompok-2 dapat meningkatkan kecepatan lari 80 meter. Dengan demikian pembina dan pelatih atletik dapat menerapkan pelatihan lari sambung back to back 20 meter enam repetisi empat set maupun lari sambung back to back 30 meter empat repetisi empat set.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN HOLLOW SPRINT TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI PADA PEMAIN  SEPAK  PENGARUH LATIHAN HOLLOW SPRINT TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI PADA PEMAIN SEPAK BOLA SEKOLAH SEPAK BOLA PUMA MUDA DESA MANTINGAN.

PENGARUH LATIHAN HOLLOW SPRINT TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI PADA PEMAIN SEPAK PENGARUH LATIHAN HOLLOW SPRINT TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI PADA PEMAIN SEPAK BOLA SEKOLAH SEPAK BOLA PUMA MUDA DESA MANTINGAN.

Metode : Penelitian ini dilakukan bulan Agustus-September 2015. Metode penelitian menggunakan Pre eksperimental dengan pendekatan pre and post test without control group design. Sampel penelitian adalah 20 pemain sepak bola yang mengikuti SSB di Desa Mantingan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan Latihan hollow sprint yang dilakukan 3x seminggu selama 1 bulan dengan dosis latihan 2 set latihan dengan selang istirahat 2 menit. Pengukuran kecepatan lari 150 meter menggunakan stopwatch dalam satuan detik. Analisis data menggunakan uji wilcoxon test.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI   HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan karunia Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas penulisan skripsi dengan judul “HUBUNGAN KEKUATAN DAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER”.

15 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN ALAT UKUR KECEPATAN LARI BERBASIS MICROKONTROLER DENGAN INTERFACING PERSONAL COMPUTER.

PENGEMBANGAN ALAT UKUR KECEPATAN LARI BERBASIS MICROKONTROLER DENGAN INTERFACING PERSONAL COMPUTER.

Masalah yang ada saat ini pengukurang kecepatan lari sebagai bahan analisis dan evaluasi masih menual mengunakan stopwatch sehingga memungkinan terjadinya human error. Penelitian serupa pernah dilakukan di UNY dengan membuat alat pengukur kecepatan lari yang dapat mengalisis kecepatan tiap 10 meter. Namun penelitian ini perlu dikembangkan kembali sehingga tercipta alat pengukur kecepatan lari yang lebih efektif, efisien dan terjangkau secara biaya.

19 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Panjang Tungkai terhadap Kecepatan Lari Cepat 60 Meter Siswa Kelas IV, V di SD N Serutsadang dan SDN Pulorejo 02 Pati Tahun Ajaran 2010 2011

Hubungan Antara Panjang Tungkai terhadap Kecepatan Lari Cepat 60 Meter Siswa Kelas IV, V di SD N Serutsadang dan SDN Pulorejo 02 Pati Tahun Ajaran 2010 2011

Kenyataan sering kita ketahui atau bahkan kita alami sewaktu di sekolah. Untuk membina seorang atlit seorang guru olahraga sering kurang menyadari pentingnya unsur-unsur fisik tertentu perlu mendapat porsi latihan yang lebih dibanding gerak fisik yang lainnya. Hal ini bertujuan agar dalam melakukan latihan tidak memakan waktu yang terlalu lama untuk mencapai kecepatan maksimal. Seorang guru olahraga diharapkan mampu menganalisa gerak dari suatu teknik yang diajarkannya ditinjau dari sudut mekanika olahraga. Dengan kemampuan menganalisa itu akan memudahkan dalam membimbing dan membantu siswa atau atlit karena mampu mengetahui bagaimana teknik itu harus dilakukan untuk menghasilkan gerak yang efektif dan efisien sesuai dengan kehendak yang diinginkan (Engkos Kosasih 1993 : 21).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA WAKTU REAKSI, POWER TUNGKAI, DAN DAYA TAHAN KECEPATAN DENGAN KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

HUBUNGAN ANTARA WAKTU REAKSI, POWER TUNGKAI, DAN DAYA TAHAN KECEPATAN DENGAN KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER.

Data yang diperoleh dari hasil tes merupakan data yang sesuai dengan hasil penelitian di lapangan. Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk memperoleh informasi dalam rangka menguji hipotesis dan disimpulkan hasil penelitian. Setelah semua data diperoleh terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah mengolah data dan menganalisis data tersebut, sehingga data-data tersebut mengandung arti. Untuk mengelolah dan menganalisis data-data tersebut diperlukan pendekatan statistika, sehingga dapat diketahui hubungan antara waktu reaksi, power tungkai, dan daya tahan kecepatan dengan kecepatan lari sprint 100 meter. Berikut langkah-langkah rumus perhitungan statistika yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEKUATAN TUNGKAI DAN KECEPATAN LARI TERHADAP HASIL LOMPATAN DALAM LOMPAT JAUH.

HUBUNGAN KEKUATAN TUNGKAI DAN KECEPATAN LARI TERHADAP HASIL LOMPATAN DALAM LOMPAT JAUH.

Dari uraian diatas, kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan, karena kekuatan memegang peranan yang sangat penting dalam melindungi atlet atau orang dari kemungkinan cedera, dan karena kekuatan, atlet akan dapat lari lebih cepat, melempar atau menendang lebih jauh. Dan lebih efisien, memukul lebih keras serta demikian pula dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi. Seperti yang dikemukakan Hendrayana (2007: 33 ) bahwa “apab ila kekuatan menolak dan kecepatan lari dilakukan dengan teknik awalan dan tolakan yang baik, maka hasil lompatanpun akan baik pula”. Dari uraian diatas menyatakan bahwa kekuatan otot pada tungkai sangat berpengaruh terhadap hasil yang baik pada tolakan lompat jauh.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN DENSITAS LATIHAN KECEPATAN (3X, 4X, DAN 5X DALAM SATU MINGGU) TERHADAP HASIL PENINGKATAN KECEPATAN LARI ATLET.

PERBANDINGAN DENSITAS LATIHAN KECEPATAN (3X, 4X, DAN 5X DALAM SATU MINGGU) TERHADAP HASIL PENINGKATAN KECEPATAN LARI ATLET.

Maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui densitas latihan kecepatan manakah yang lebih signifikan meningkatkan kecepatan lari atlet, diantara densitas latihan 3x, 4x, dan 5x dalam satu minggu yang mewakili densitas rendah, sedang, dan tinggi. Adapun metode latihan yang diberikan adalah menggunakan metode latihan interval training. Populasi yang digunakan adalah siswa-siswa SSB Karya Praja Kabupaten Belitung dengan sampel 18 orang siswa dengan umur 15-20 tahun.

35 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECEPATAN LARI DAN KELINCAHAN DENGANKETERAMPILAN MENGGIRING BOLA PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET PUTRA DI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL.

HUBUNGAN KECEPATAN LARI DAN KELINCAHAN DENGANKETERAMPILAN MENGGIRING BOLA PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET PUTRA DI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL.

basket, maka semakin baik seseorang dapat menggiring, menembak, dan mengoper maka semakin baik kemungkinannya untuk menjadi seorang pemain yang sukses. Tetapi keahlian olahraga tersebut akan menjadi terbatas oleh kondisi fisik yang lemah. Kondisi fisik dibagi menjadi 10 komponen yaitu kekuatan, daya tahan, power, kecepatan, kelentukan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan, dan reaksi (Sajoto, 1990: 10). Dari banyak komponen kondisi fisik tersebut, pada cabang olahraga tertentu memerlukan prioritas kondisi fisik tertentu pula. Demikian pula pada cabang olahraga bola basket, komponen kondisi fisik pada cabang olahraga bolabasket yaitu kebulatan sistem pernapasan, kekuatan otot, ketahanan otot, kelenturan dan komposisi tubuh (Greg Britenham, 2002: 11). Selanjutnya (Pate, terjemahan Imam Sodikun, 1992: 36) menyatakan bahwa komponen kondisi fisik pada cabang olahraga bolabasket yaitu kekuatan, kelincahan, kecepatan, ketahan aerobik dan anaerobik dan kelentukan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 7051 documents...