ketidakefektifan bersihan jalan napas

Top PDF ketidakefektifan bersihan jalan napas:

KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN BRONKOPNEUMONIA DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS (Studi Kasus di Ruang Seruni Rumah Sakit Umum Daerah, Jombang)

KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN BRONKOPNEUMONIA DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS (Studi Kasus di Ruang Seruni Rumah Sakit Umum Daerah, Jombang)

Studi kasus merupakan rancangan penelitian yang mencakup satu unit. Satu unit disini dapat berarti satu klien, keluarga, kelompok, komunitas, atau institusi. Unit yang menjadi kasus tersebut secara mendalam dianalisis baik dari segi yang berhubungan dengan keadaan kasus itu sendiri, faktor-faktor yang mempengaruhi, kejadian-kejadian khusus yang muncul sehubungan dengan kasus, maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan atau pemaparan tertentu. Meskipun di dalam studi kasus ini yang di teliti hanya berbentuk unit tunggal, namun dianalisis secara mendalam, meliputi berbagai aspek yang cukup luas (Soekidjo, 2012). Dalam penelitian studi kasus ini peneliti akan melakukan penelitian studi kasus pada klien Bronkopneumonia dengan masalah Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas. 3.2 Batasan Istilah
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO - Elib Repository

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO - Elib Repository

Gangguan sistem respirasi merupakan gangguan yang menjadi masalah besar di dunia khususnya Indonesia salah satunya asma. Salah satu tanda gejala asma yaitu sesak napas. Tujuan Penulisan ini yaitu memaparkan hasil Analisis asuhan keperawatan pada klien dengan masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil pengkajian, klien mengatakan batuk berdahak dan sulit untuk dikeluarkan dan data obyektif klien terlihat batuk terus-menerus namun dahaknya sulit keluar, terdengar suara wheezing pada saat ekspirasi, klien terlihat gelisah dan keluar keringat dingin, klien tampak sulit untuk mengeluarkan suara. Tindakan yang dilakukan dalam ketidakefektifan bersihan jalan napas pada klien, penulis melakukan mengajarkan batuk efektif. Hasil evaluasi menunjukkan pemberian batuk efektif dapat mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH : STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS Di RUANG MELATI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGIL PASURUAN

KARYA TULIS ILMIAH : STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS Di RUANG MELATI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGIL PASURUAN

Penyakit Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan di dunia (Amin & Bahar, 2009). TB paru menjadi penyebab kematian ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan pada semua kelompok umur serta penyebab kematian nomer satu dari golongan penyakit infeksi pernapasan (Departemen Kesehatan, 2007). Gambaran klinik TB paru dapat dibagi menjadi 2 golongan, gejala respiratorik dan gejala sistemik, gejala respiratorik antara lain batuk dan sesak nafas (Andra & Yessie, 2013). Reaksi infeksi membentuk kavitas dan merusak parenkim paru yang menyebabkan edema trakeat atau faringeal, peningkatan produksi sekret, pecahnya pembuluh darah jalan nafas yang berakibat munculnya batuk produktif, batuk darah, sesak napas dan penurunan kemampuan batuk efektif sehingga mengakibatkan ketidakefektifan bersihan jalan napas (Muttaqin, 2008).
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository

Gagal nafas terjadi bilamana pertukaran oksigen terhadap karbon-dioksida dalam paru-paru tidak dapat memelihara laju konsumsi oksigen dan pembentukan karbondioksida dalam sel-sel tubuh. Hal ini akan menyebabkan tekanan oksigen kurang dari 50 mmHg (Hipo-ksemia) dan peningkatan tekanan karbondioksida lebih besar dari 45 mmHg/ hiperkapnia (Smeltzer & Bare, 2004). Beberapa kasus gagal nafas berakhir dengan pemberian ventillator mekanik, yang bertujuan untuk membantu atau mengambil alih fungsi pernafasan. Resiko pemasangan ventilator mekanik pada pasien yang mengalami gangguan sistem pernafasan merupakan hal yang harus dihadapi dalam upaya menyelamatkan hidup seseorang. Jika ventilator dapat berfungsi dengan baik maka perlu dipasang articial airway (jalan nafas buatan) dengan endotracheal tube atau tracheostomy. Tindakan invasive dari pemasangan articial airway ini merupakan masalah yang paling sering terjadi diantaranya hipoksia, trauma jaringan, meningkatkan resiko infeksi dan stimulasi vagal dan bronkoskopasme (Hudak & Gallo, 1998).
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Modalitas Penatalaksanaan Gangguan Pernapasan

Modalitas Penatalaksanaan Gangguan Pernapasan

Tujuan batuk efektif adalah meningkatkan mobilisasi sekresi dan mencegah risiko tinggi retensi sekresi (pneumonia, atelektasi, dan demam). Pemberian latihan batuk efektif dilaksanakan terutama pada klien dengan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas dan masalah risiko tinggi infeksi saluran pernapasan bawah yang berhubungan dengan akumulasi sekret pada jalan napas yang sering disebabkan oleh kemampuan batuk yang menurun atau adanya nyeri setelah pembedahan thoraks atau pembedahan abdomen bagian atas sehingga klien merasa malas atau takut melakukan batuk.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH  Asuhan Keperawatan Pada An. A Dengan Gangguan Sistem Pernapasan : Bronkiolitis Di Ruang Mina Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta.

KARYA TULIS ILMIAH Asuhan Keperawatan Pada An. A Dengan Gangguan Sistem Pernapasan : Bronkiolitis Di Ruang Mina Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta.

Kesimpulan : Diagnosa yang muncul pada An. A dengan bronkiolitis adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan produksi mukus dan penyempitan jalan napas, ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan metabolisme dan output yang berlebih, gangguan pola tidur berhubungan dengan distress pernapasan dan ketidakseimbangan antara suplai dengan kebutuhan oksigen.

15 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN GANGGUAN SISTEM IMUNOLOGI (HIVAIDS) DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN GANGGUAN SISTEM IMUNOLOGI (HIVAIDS) DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS

1. Ketidakefektifan koping kemungkinan penyebabnya karena kronisitas kondisi dan perawatan diri yang komplek. Data subyektif: pasien mengatakan bahwa dirinya disantet orang lain. Data obyektif: pasien belum bisa menerima sakitnya sekarang, hubungan pasien dan keluarga tidak baik karena pasien selalu ingin dituruti oleh keluarganya, jika keinginannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pasien, pasien selalu marah-marah dan membentak keluarga, apabila pasien ditanya tentang masa lalu pekerjaannya sebagai sopir dan pemasang CCTV pasien tidak mau menjawab, terkadang pasien tidak percaya dengan perawat atau petugas lainnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

CONTOH ASKEP KEPERAWATAN LINTAS BUDAYA T

CONTOH ASKEP KEPERAWATAN LINTAS BUDAYA T

Serangan bronchitis akut dapat timbul dalam serangan tunggal atau dapat timbul kembali sebagai eksaserbasi akut dari bronchitis kronis. Pada umumnya virus merupakan awal dari serangan bronchitis akut pada infeksi saluran napas bagian atas. Dokter akan mendiagnosis bronchitis kronis jika pasien mengalami batuk atau mengalami produksi sputum selama kurang lebih tiga bulan dalam satu tahun atau paling sedikit dalam dua tahun berturut-turut.

Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. M   Asuhan Keperawatan Pada An. M Dengan Gangguan Sistem Pernafasan: Infeksi Saluran Pernafasan Akut Di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.

NASKAH PUBLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. M Asuhan Keperawatan Pada An. M Dengan Gangguan Sistem Pernafasan: Infeksi Saluran Pernafasan Akut Di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo.

Simpulan: Pengkajian yang dilakukan perulis dengan cara observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik. Pengkajian yang dilakukan difokuskan terhadap pengkajian yang terdapat pada tinjauan teori yaitu meliputi: pengkajian dada, aktifitas dan istirahat, observasi perilaku, observasi adanya tanda-tanda nyeri, intregitas ego dan makanan/cairan. Dari hasil pengkajian klien didapatkan data yang mengarah pada diagnosa infeksi saluran pernafasan akut. Dari lima diagnosa yang terdapat dalam tinjauan teori penulis hanya menemukan empat diagnosa yang muncul pada kasus nyata. Diagnosa tersebut adalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan inflamasi dan peningkatan sekresi; kurangnya volume cairan berhubungan dengan tidak adekuatnya intake cairan dan evaporasi air akibat dari peningkatan suhu, gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, ansietas berhubungan dengan hospitalisasi. Dalam perencanaan tindakan diambil dari teori namun ada beberapa rencana tindakan dari teori yang tidak diambil karena tidak sesuai dengan kondisi klien dalam kasus nyata.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH : STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK YANG MENGALAMI ISPA DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI RUANG ANAK RSUD BANGIL PASURUAN

KARYA TULIS ILMIAH : STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK YANG MENGALAMI ISPA DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI RUANG ANAK RSUD BANGIL PASURUAN

ISPA merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyerang salah satu atau lebih dari saluran pernapasan mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksinya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Kemenkes, 2010). ISPA di sebabkan oleh virus, bakteri dan reketsia (Widoyono,2011:204), dan infeksi ini paling sering terjadi pada anak karena beberapa faktor seperti terpapar asap rokok, pencemaran lingkungan, makanan yang kurang bersih dan lain-lain, anak akan mengalami masalah pernafasan berupa sesak nafas, kesulitan bernafas, batuk dan bentuk-bentuk masalah lainnya sebagai akibat infeksi saluran pernafasan. Karena itu masalah yang berhubungan dengan pernafasan pada ISPA yang paling utama adalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas, yang pada akhirnya akan mengganggu sistem pernafasan klien (Saputri,2013).
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWA TAN BRONKHOPNEUMONIA PADA

ASUHAN KEPERAWA TAN BRONKHOPNEUMONIA PADA

Sesak napas, retraksi dada, melaporkan anak sulit bernapas, pernapasan cuping hidung, ronki, wheezing, takipnea, batuk produktif atau non produktif, pergerakan dada asimetris, pernapasan tidak teratur/ireguler, kemungkinan friction rub, perkusi redup pada daerah terjadinya konsolidasi, ada sputum/sekret. Orang tua cemas dengan keadaan anaknya yang bertambah sesak dan pilek.

Baca lebih lajut

Upaya Mempertahankan Bersihan Jalan Napas Pada Anak dengan ISPA.

Upaya Mempertahankan Bersihan Jalan Napas Pada Anak dengan ISPA.

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara berkembang. Infeksi saluran pernapasan akut ini menyebabkan empat dari 15 juta perkiraan kematian pada anak berusia dibawah 5 tahun pada setiap tahunnya, sebanyak dua pertiga kematian tersebut adalah bayi. Insiden menurut kelompok umur Balita diperkirakan 0,29 episode per anak/tahun di negara berkembang dan 0,05 episode per anak/tahun di negara maju. Episode batuk-pilek pada Balita di Indonesia diperkirakan 2-3 kali per tahun. Masalah yang biasanya terjadi yaitu ketidakefektifan bersihan jalan napas. Bersihan jalan napas merupakan hal yang penting karena jalan napas merupakan jalan utama untuk melakukan proses sirkulasi udara dalam tubuh sehingga dalam mempertahankan kelangsungan metabolisme sel diperlukan fungsi respirasi yang adekuat. Apabila bersihan jalan napas tidak dipertahankan maka pasien akan mengalami sumbatan pada jalan napas sehingga terjadi ketidakefektifan bersihan jalan napasTujuan: memberikan pengalaman yang nyata kepada penulis dalam penatalaksanaan upaya yang harus dilakukan untuk memberikan asuhan keperawatan guna mempertahankan bersihan jalan napas pada pasien anak dengan infeksi saluran pernapasan akut. Metode: Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan studi kasus pada pasien ISPA di Puskesmas Polokarto dan dirumah pasien. . Cara yang digunakan penulis yaitu melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi langsung ke pasien, wawancara langsung dengan pasien dan keluarga, pemeriksaan fisik sedangkan data sekunder diperoleh dengan melihat data rekam medis, dan didukung dengan jurnal serta buku yang menyangkut tema ISPA. Hasil: pasien menunjukkan kepatenan/kelonggaran jalan napas, hidung sudah tidak terasa tersumbat, batuk sudah berkurang setelah diberikan tindakan. Adanya pengaruh inhalasi uap untuk mempertahankan bersihan jalan napas. Kesimpulan: masalah bersihan jalan napas teratasi. tindakan keperawatan memposisikan semifowler untuk memaksimalkan ventilasi, inhalasi uap, pembuatan obat tradisional untuk ISPA berupa jeruk nipis dan kecap sesudah diberikan intervensi mempengaruhi kebersihan jalan napas. Direkomendasikan untuk pasien dan keluarga pasien untuk melakukan tindakan mandiri keperawatan seperti inhalasi uap dan pembuatan obat tradisional ISPA berupa jeruk nipis dan kecap.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO - Elib Repository

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO - Elib Repository

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Majampoh (2013) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh pemberian posisi semi fowler terhadap kestabilan pola nafas pada pasien TB paru di Irina C5 RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Kemudian, berdasarkan jumlah pasien tuberculosis paru yang di dapatkan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Prof.dr.Margono Soekarjo pada bulan Agustus 2016 sampai April 2017 sejumlah 253 orang. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk membuat Karya Tulis Akhir yang berjudul “A nalisis Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas di Intalasi Gawat Darurat di RSUD Prof.dr. Margono Soekarjo”.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH : STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ASFIKSIA NEONATORUMDENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI RUANG PERINATOLOGIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGIL PASURUAN

KARYA TULIS ILMIAH : STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ASFIKSIA NEONATORUMDENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI RUANG PERINATOLOGIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGIL PASURUAN

Faktor risiko kejadian asfiksia sangatlah beragam dan banyak hal yang mempengaruhi dan berhubungan dengan kejadian asfiksia (Fahrudin, 2003). Asfiksia bayi baru lahir dapat dihubungkan dengan beberapa keadaan kehamilan dan kelahiran. Bayi tersebut dalam keadaan resiko tinggi dan ibu dalam keadaan hamil resiko tinggi. Pada umur kehamilan 30 minggu paru janin sudah menunjukkan kematangan baik secara anatomis dan fungsional. Penyebab asfiksia pada bayi antara lain karena faktor gangguan pertukaran gas atau pengangkutan selama kehamilan persalinan akan terjadi asfiksia yang lebih berat. Menurut Nurarif dan Kusuma (2015) Masalah gangguan pernapasan pada asfiksia neonatorum salah satunya adalah bersihan jalan napas. Keadaan ini akan mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila tidak teratasi akan menyebabkan kematian. Asfiksia akan bertambah buruk apabila penanganan bayi tidak dilakukan secara sempurna. Sehingga perlu dilakukan suatu asuhan keperawatan pada bayi yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan membatasi gejala-gejala lanjut yang mungkin timbul. Salah satunya gangguan ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan adanya cairan yang masuk ke dalam saluran pernafasan, pernafasan cepat dan dalam, denyut jantung terus menerus, tekanan darah mulai menurun, bayi terlihat lemas, menurunnya tekanan O 2, meningginya CO 2, dan
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH:STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI RUANG PAVILIUN CEMPAKA RSUD JOMBANG

KARYA TULIS ILMIAH:STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI RUANG PAVILIUN CEMPAKA RSUD JOMBANG

Pada tinjauan kasus, pengkajian yang dilakukan peneliti Tn. S yang mengalami PPOK dengan Masalah Keperawatan Ketidakefektfan Bersihan Jalan Nafas. Pada pengkajian ini kedua klien mengalami batuk dan sesak.. Hasil tanda-tanda vital klien yaitu: tekanan darah: 130/ mmHg, Nadi: 95 x/menit, Suhu: 36,1 ℃ ,RR: 26 x/menit, dan menggunakan O2 nasal kanule 4 lpm, terdapat suara nafas tambahan ronchi, adanya pernafasan cuping hidung, adanya tarikan otot bantu nafas. Sedangkan pada Tn.S (klien 2) tidak jauh berbeda dengan Tn. S (klien 2) juga menglami PPOK dengan masalah Ketidak efektifan bersihan jalan nafasterdapat pernafasan cuping hidung, tarikan otot bantu nafas, dan terdapat suara nafas tambahan ronchi. Menggunakan O2 masker 5 lpm. Hasil observasi tanda-tanda vital tekanan darah: 140/100 mmHg, Nadi: 98 x/menit, RR: 32 x/menit, Suhu: 37,1 ℃ . Setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan cara latihan batuk efektif diharapkan kedua klien dengan masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas bisa teratasi.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN CEREBRO VASKULER ACCIDENT ATAU STROKE DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI RUANG HCU RSUD BANGIL PASURUAN - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN CEREBRO VASKULER ACCIDENT ATAU STROKE DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI RUANG HCU RSUD BANGIL PASURUAN - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

3. Intervensi yang diberikan adalah NOC Respiratory status : Airway manajemen dengan kriteria hasil mendemontrasikan batuk efektif dan suara napas yang bersih, tidak ada sinosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernapas dengan mudah), menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal), mampu mengidentifikasikan dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas, dalam tahap ini peneliti mendapatkan bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dan fakta. Hal ini terjadi karena intervensi direncanakan
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH  Asuhan Keperawatan Pada An. F Dengan Gangguan Sistem Pernapasan: Asma Bronchiale Di Ruang Edelweiss Rsud Pandanarang Boyolali.

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Asuhan Keperawatan Pada An. F Dengan Gangguan Sistem Pernapasan: Asma Bronchiale Di Ruang Edelweiss Rsud Pandanarang Boyolali.

1. Setelah melakukan asuhan keperawatan pada An. F selama tiga hari dan melakukan pengkajian kembali baik secara teoritis maupun secara tinjauan kasus didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Setelah dilakukan pengkajian dan analisa kasus muncul tiga diagnosa pada pasien. Diagnosa yang muncul antara lain Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan bronkospasme, Gangguan bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan respons alergenik dan inflamasi pada percabangan bronchial, Ansietas berhubungan dengan hospitalisasi dan distress pernapasan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Asuhan Keperawatan pada Tn.J dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar Oksigenasi Di RS. Haji Adam Malik Medan

Asuhan Keperawatan pada Tn.J dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar Oksigenasi Di RS. Haji Adam Malik Medan

Auskultasi dilakukan langsung dengan menggunakan stetoskop. Bunyi yang terdengar digambarkan berdasarkan nada, intensitas durasi, atau kualitasnya. Untuk mendapatkan hasil yang lebih valid atau akurat, auskultasi sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali. Pada pemeriksaan fisik paru, auskultasi dilakukan untuk mendengar bunyi napas vasikuler, bronchial, bronkovasikular, ronkhi, juga untuk mengetahui adanya perubahan bunyi napas serta lokasi dan waktu terjadinya (Wahit Iqbal.2005).

Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Bersihan Jalan Napas Keluarga Tn.B Dengan Tuberkulosis Paru Di Sukoharjo.

Upaya Peningkatan Bersihan Jalan Napas Keluarga Tn.B Dengan Tuberkulosis Paru Di Sukoharjo.

Rencana keperawatan dilakukan untuk diagnosa ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada Ny.S keluarga Tn.B berhubungan dengan ketidakmmapuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit adalah menurut Murwani (2011), intervensi yang harus dilakukan pada pasien dengan tuberculosis adalah mengeluarkan sputum yang menghambat bersihan jalan nafas dengan cara: posisi postural drainage dan pembatukan, inhalasi, dan memberikan obat untuk mengencerkan lendir. Berdasarkan teori tersebut maka penulis akan mengajarkan teknik batuk efektif pada Ny.S dan kelaurga, menurut (Apriyadi,2013) batuk efektif adalah suatu metode batuk dengan bena, dimana klien dapat menghemat energy sehingga tidak mudah lelah mengeluarkan dahak secara maksimal. Batuk efektif adalah batuk yang dilakukan dengan sengaja, namun dibandingkan dengan batuk biasa yang bersifat respon reflek tubuh terhadap benda asing yang masuk dalam saliuran pernafasan, batuk efektif dilakukan dengan gerakan yang terencana atau dilatihkan sebelumnya. Gerakan batuk ini terjadi atau dilakukan tubuh sebagai mekanisme alamiah terutama untuk melindungi paru-paru. Berdasarkan landasan teori tersebut maka penulis membuat rencana intervensi untuk mengajarkan teknik batuk efektif pada Ny.S dan juga pada keluarganya.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Upaya Memperbaiki Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Ispa.

Upaya Memperbaiki Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Ispa.

Pemeriksaan fisik keadaan umum pasien lemah. Tingkat kesadaran composmentis: Tanda-tanda vital Respiration 34 x/menit, pasien mengalami takikardi dikarenakan Nadi 112x/menit, normal anak (70- 11x/menit), Suhu 39 0 C. Berat badan 12 Kg, berdasarkan WHO berat badan ideal anak usia 3 tahun adalah 11,3 s/d 16,2kg dan tinggi badan 80 cm, lingkar kepala 45 cm. Untuk pemeriksaan tanda-tanda vital pada anak nilai normal dari masing-masing tanda vital tersebut yaitu suhu tubuh 36,5 – 37,5 o C, RR 20-30 kali/menit (Alimul, 2010). IMT : 3,60 X 2 + 8= 15,2 Kg Pemeriksaan kepala mesochepal, rambut hitam. Mata konjungtiva tidak anemis. Telinga simetris,bersih adaserumen. Hidung bersih, ada serumen. Mulut mukosa kering, mulut bersih dan gigi bersih. Leher tidak ada pembekakan tiroid. Dada (thoraks) inspeksi pengembangan dada kanan dan kiri simetris, tidak ada retraksi dada, palpasi tidak ada nyeri tekan, perkusi sonor, auskultasi tidak ada suara napas tambahan. Hal ini membuktikan bahwa pasien mengalami infeksi saluran napas non pneumonia yang ditandai dengan tidak adanya retraksi dada bagian bawah ke arah dalam, dan tidak ada napas cepat (Widoyono, 2008).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...