keyakinan dan empati

Top PDF keyakinan dan empati:

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS LAYANAN CUSTOMER SERVICE CARGO GARUDA INDONESIA DENGAN SIKAP PELANGGAN PERIODE 2014 TERHADAP PERUSAHAAN.

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS LAYANAN CUSTOMER SERVICE CARGO GARUDA INDONESIA DENGAN SIKAP PELANGGAN PERIODE 2014 TERHADAP PERUSAHAAN.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kehandalan, daya tanggap, keyakinan / jaminan, empati dan bukti fisik Kualitas Layanan Customer Service Cargo Garuda Indonesia dengan Sikap Pelanggan terhadap Perusahaan. Hal ini disebabkan karena Cargo Garuda Indonesia lewat pelayanan customer service dalam menghadapi claim barang dapat memenuhi keinginan dan juga harapan pelanggan yang berdampak pada meningkatnya sikap dari aspek kognitif, afektif, dan konatif menjadi positif.

2 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA Dimensi Kualitas Pelayanan

TINJAUAN PUSTAKA Dimensi Kualitas Pelayanan

1. Penerapan dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari ; bukti fisik, empati, kehandalan, korespensipan, dan keyakinan, baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pasien pada RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa. 2. Bukti fisik adalah dimensi kualitas pelayanan yang memberikan pengaruh dominan

8 Baca lebih lajut

Empati dan Kewirausahaan Sosial dan

Empati dan Kewirausahaan Sosial dan

Tulisan ini, yang merupakan nukilan penelitian Soerjoatmodjo (2017) yang diharapkan memberi sumbangsih yang menjembatani hal tersebut dengan fokus pada proses pemaknaan (meaning- making process), yaitu interpretasi terus-menerus terhadap pengetahuan, pengalaman, emosi, keyakinan dan sikap atas situasi tertentu yang tersusun dalam narasi (Stelter, 2007). Garud dan Gulliani (2013) berpendapat proses pemaknaan tak bisa lepas dari interaksi individu-komunitas dalam inisiatif kewirausahaan sosial. Busenitz et al (2003) pun menyarankan lebih banyak kajian di bidang kewirausahaan yang menguak keterkaitan antar individu dalam lingkungan dinamis. Apa yang bisa direkomendasikan dari tulisan ini? Kewirausahaan berpotensi meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Ternyata empati menjadi pintu masuk proses pemaknaan para pelaku wirausaha sosial mengingat Indonesia adalah lahan subur kewirausahaan sosial, diharapkan ada lebih banyak penelitian yang mengkaji hal lebih lanjut. Referensi
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

IMAM SETYAWAN Kemampuan Empati dan Efikasi diri

IMAM SETYAWAN Kemampuan Empati dan Efikasi diri

Pergeseran tersebut memberi tanggung jawab lebih berat pada mahasiswa, yang tidak lagi bersifat pasif melaksanakan perencanaan program dari pengelola KKN (Buku Pedoman KKN PPM Perguruan Tinggi di Indonesia, 2008, h. 8 – 9). Mahasiswa, dalam tataran pelaksanaan, dituntut mengembangkan sifat co- creation. Karakteristik tersebut mewajibkan mahasiswa mampu membangun kolaborasi gagasan dengan masyarakat, pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait (Buku Pedoman KKN PPM Perguruan Tinggi di Indonesia, 2008, h. 9). Pemberdayaan potensi daerah dengan kompleksitas sumber daya di masyarakat, membuat mahasiswa harus memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Keyakinan diri, sangat penting bagi mahasiswa dalam menghadapi masyarakat yang memiliki budaya berbeda, vested interest yang beragam dan persepsi berbeda terhadap program KKN.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN EMPATI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL.

HUBUNGAN EMPATI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL.

Distres diri yaitu reaksi pribadi kita terhadap penderitaan orang lain seperti perasaan terkejut, cemas, kasihan, prihatin, tak berdaya dan lainnya. Sedangkan yang dimaksud rasa empatik (emphatic concern) adalah perasaan simpati dan perhatian terhadap orang lain khususnya untuk berbgai pengalaman atau secara tidak langsung merasakan penderitaan orang lain. Distres diri memotivasikita untuk mengurangi kegelisahan kita sendiri. Sebaliknya rasa empatik hanya dapat dikurangi dengan membantu orang yang berada dalam kesulitan. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa empati meningkatkan prososial (Hoffmann dalam Sears, 1991).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN EMPATI  Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis Dengan Empati.

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN EMPATI Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis Dengan Empati.

3 dilakukan oleh pelaku pada orang lain, yaitu keluarga, media, dan pemerintah. Fenomena-fenomena yang telah dipaparkan di atas menunjukkan bahwa menipisnya empati di kalangan remaja akan membawa dampak negatif dalam perkembangannya. Empati adalah radar sosial yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain, mampu memahami perspektif mereka, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan bermacam-macam orang (Goleman, 2000).

15 Baca lebih lajut

Hubungan antara humility dan empati dengan forgiveness.

Hubungan antara humility dan empati dengan forgiveness.

Penelitian dengan variable yang sama juga dilakukan oleh Ann Macaskill John maltby Lea day (2012) dengan judul “Forgiveness of self and others and emotional empathy”. Dalam penelitian kali ini, 324 mahasiswa s1 inggris (100 pria, 224 wanita), berusia antara 18 dan 51 tahun (m = 22,03, sd = 6,10). Menyelesaikan forgiveness diri, forgiveness orang lain dan empati emosional. Kami menggunakan mauger karena ukuran skala forgiveness mengkonseptualisasikan dua aspek sikap pemaaf dan perilaku - forgiveness diri sendiri dan forgiveness orang lain. Kami menggunakan ukuran empati emosional (mehrabian & epstein) karena mencakup dua pendekatan teoritis yang terkait dengan empati- (a) kecenderungan untuk mengenali perasaan orang lain dan (b) usaha individu untuk berbagi emosi.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

EMPATI PERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWA SKRIPSI  Empati Perawat Pasien Gangguan Jiwa.

EMPATI PERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWA SKRIPSI Empati Perawat Pasien Gangguan Jiwa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi empati pada tugas keperawatan gangguan jiwa dan bagaimana bentuk-bentuk empati yang dilakukan perawat kepada pasien gangguan jiwa. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan tersebut digunakan pada 3 perawat pasien gangguan jiwa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa empati berkontribusi bagi tugas keperawatan gangguan jiwa diantaranya: mempermudah perawat berhubungan dengan pasien, menemukan alamat keluarga pasien, memperoleh bantuan dari warga sekitar, menyesuaikan diri dengan pasien, menjadi lebih sabar, meningkatkan harga diri perawat pada pasien, meningkatkan pemahaman diri. Adapun bentuk-bentuk empati perawat kepada pasien gangguan jiwa adalah secara afektif, kognitif, kognitif dan afektif dan diwujudkan dalam bentuk emphatic concern atau perhatian melalui sikap(non verbal) maupun komunikasi(verbal). Adapun bentuk-bentuk empati perawat secara kognitif meliputi: -menganggap tempat kerja sebagai pengganti rumah, diam dan bersabar, mengingat tugas dan tanggung jawab sebagai perawat, mengingat keberadaan orang lain yang sayang dan menyupport perawat. Sedangkan bentuk-bentuk empati yang dilakukan perawat melalui komunikasi meliputi: -Komunikasi bina hubungan saling percaya(BHSP), komunikasi sebagai upaya membujuk minum obat, komunikasi sebagai sebagai wujud perhatian(emphatic concern), komunikasi memahami karakter pasien, komunikasi sebagai motivasi kepada pasien, komunikasi membujuk pasien dengan pujian dan reward, komunikasi sebagai terapi berbicara pasien, komunikasi sebagai upaya memahami sudut pandang (Perspektive taking) pikiran dan perasaan pasien. Dan dalam tugasnya perawat terkadang perlu membayangkan diri(Fantacy) menjadi seperti pasien, merasakan kemalangan dan ketidakmampuan yang dialami pasien agar terus terdorong tekad untuk menolong dan memberikan pelayanan terbaik. Kata kunci: empati, kontribusi empati, bentuk-bentuk empati, perawat pasien
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISTIK  Hubungan religiusitas dan empati dengan perilaku altruistik.

HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISTIK Hubungan religiusitas dan empati dengan perilaku altruistik.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan empati dengan perilaku altruistik. Subjeknya adalah santri pondok pesantren Al- asy’ari yang berjumlah 90 santri, yang berjenis kelamin laki – laki dengan usia antara 12 sampai 25 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah skala perilaku altruistik, skala empati dan skala religiusitas. Adapun teknik pengambilan data dengan menggunakan Proportionate stratified random sampling. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan progam SPSS for windows 16.0. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang positif dan sangat signifikan antara religiusitas dan empati dengan perilaku altruistik, ada hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dengan perilaku altruistik dan ada hubungan positif yang signifikan antara empati dengan perilaku altruistik. Sumbangan efektif variabel religiusitas dan empati terhadap perilaku altruistik santri di pondok pesantren Al-asy’ari sebesar 49,2%, berarti masih ada 50,8% variabel lain yang berpengaruh terhadap perilaku altruistik santri di pondok pesantren.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN EMPATI  Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis Dengan Empati.

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN EMPATI Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis Dengan Empati.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment Pearson maka diperoleh hasil nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,918 dengan p value = 0,000 < 0,01 yang berarti ada hubungan positif sangat signifikan antara pola asuh demokratis dengan empati pada siswa SMA. Berdasarkan hasil analisis diketahui variabel pola asuh demokratis mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 131,33 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 115 yang berarti pola asuh demokratis subjek penelitian tergolong tinggi. Variabel empati mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 121,87 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 107,5 yang berarti empati pada subjek penelitian tergolong tinggi. Sumbangan efektif pola asuh demokratis terhadap empati sebesar 84,3% yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi (0,918) 2 dikali 100%. Hal ini menunjukkan variable pola asuh demokratis mempengaruhi variabel empati.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH KEYAKINAN AKAN MANFAAT PRODUK, KEYAKINAN AKAN IMAGE PRODUK DAN SIKAP  PENGARUH KEYAKINAN AKAN MANFAAT PRODUK, KEYAKINAN AKAN PRODUK DAN SIKAP TERHADAP IKLAN PADA SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK SHAMPOO SUN SILK DAN SEPEDA MOTOR HONDA(Studi Pada Ma

PENGARUH KEYAKINAN AKAN MANFAAT PRODUK, KEYAKINAN AKAN IMAGE PRODUK DAN SIKAP PENGARUH KEYAKINAN AKAN MANFAAT PRODUK, KEYAKINAN AKAN PRODUK DAN SIKAP TERHADAP IKLAN PADA SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK SHAMPOO SUN SILK DAN SEPEDA MOTOR HONDA(Studi Pada Ma

Pada penelitian ini semua variabel bebas mempunyai pengaruh terhadap pembentukan sikap konsumen terhadap produk, untuk itu perusahaan periklanan perlu mempelajari variabel keyakinan akan manfaat produk dan sikap terhadap iklan dalam penentuan iklannya dalam strategi pemasarannya, dimana hasil penelitian untuk shampoo sun silk menghasilkan keyakinan akan manfaat produk dan sepeda motor honda menghasilkan sikap terhadap iklan mempunyai nilai yang cukup tinggi.

12 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN EMPATI PADA SISWA DI SEKOLA

MENINGKATKAN EMPATI PADA SISWA DI SEKOLA

Empati adalah salah satu aspek penting dalam diri individu. Seperti yang telah disebutkan bahwa terjadinya bullying pada siswa juga disebabkan oleh rendahnya empati dalam diri individu. Bangku Pertemanan adalah salah satu media baru yang diuji coba dalam eksperimen ini dengan menggunakan pendekatan reinforcment terbukti efektif dalam meningkatkan empati siswa. Oleh karena itu sangat perlu untuk dikembangkan kembali penelitian dan pengujian terkait dengan media ini sehingga media ini dapat digunakan secara luas dan diharapkan dapat menekan tindak kekerasan dalam sekolah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Keyakinan yang Benar Mengenai Sifat Allah

Keyakinan yang Benar Mengenai Sifat Allah

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu „ala Rasulillah wa „ala aalihi wa shohbihi ajma‟in. Para pengunjung Rumaysho.com yang semoga dirahmati oleh Allah Ta‟ala. Dalam serial pertama kami telah mengupas sedikit mengenai keyakinan terhadap nama dan sifat Allah. Dalam serial kedua kami melanjutkan pembuktian mengenai keberadaan Allah di atas seluruh makhluk-Nya. Sedangkan dalam serial ketiga ini kami akan membuktikan melalui atsar para sahabat Nabi shallallahu „alaihi wa sallam dan para tabi‟in mengenai keberadaan Allah di atas seluruh makhluk -Nya yang menjadi keyakinan yang disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jama‟ah. Semoga pembahasan ini dapat membuka hati abusalafy dan orang-orang semisalnya yang masih meragukan keberadaan Allah di atas seluruh makhluk-Nya.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

matan keyakinan dan cita cita muhammadiy

matan keyakinan dan cita cita muhammadiy

Pada pertama kalinya ketika masih dalam konsep keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah ini dinamakan ideology Muhammadiyah namun setelah di diskusikan dan ditelaah lebih mendalam akhirnya tim perumus memutuskan istilah ideology perlu diganti dengan mencari padanannya. Semua itu dengan pertimbangan agar pihak lain tidak dengan mudahnya menuduh Muhammadiyah memiliki ideology tandingan terhadap ideology Negara dan akhirnya tim mengganti istilah ideology Muhammadiyah dengan istilah “keyakinan dan cita-cita Muhammadiyah”. Dalam Matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah pokok-pokok persoalan yang bersifat ideologis terkandung dalam angka 1 dan 2 yang mengandung inti persoalan :
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

FAKTOR MEMPENGARUHI TAHAP KEYAKINAN AGIH

FAKTOR MEMPENGARUHI TAHAP KEYAKINAN AGIH

Analisis Pengesahan Faktor (CFA): Ujian pengesahan faktor digunakan bagi menjawab persoalan apakah faktor utama di antara keenam-enam pemboleh ubah yang mempengaruhi secara signifikan keyakinan masyarakat terhadap pengagihan zakat oleh LZS? Kajian ini mencadangkan CFA digunakan untuk mengenalpasti pemboleh ubah tersebut. Namun sebelum itu analisis korelasi perlu dilakukan untuk memastikan keenam-enam pemboleh ubah ini adalah dalam kelompok faktor yang sama diukur melalui analisis korelasi. JADUAL 9 mendapati kesemua pemboleh ubah berkolerasi secara positif melebihi nilai 0.3 seperti yang disarankan [20] dan berkorelasi secara signifikan menunjukkan kesemua pemboleh ubah berkongsi ciri jawapan responden yang sama. Oleh itu kajian ini boleh meneruskan analisis seterusnya iaitu mengunakan CFA.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tingkat tingkat Keyakinan Ilmu dalam Isl

Tingkat tingkat Keyakinan Ilmu dalam Isl

Para ilmuwan Islam juga merumuskan satu prinsip melakukan tabayyun bagi mengelakkan pendustaan perkhabaran atau nukilan ( naqalan ) dan pernyataan atau dakwaan (mud„iyyan) (al-Butiy, 1996:7). Menurut al-Butiy (1996:7-8), sekiranya perkara yang melibatkan perkhabaran, maka pencari ilmu perlu berusaha menentukan perhubungan atau nisbah kesahihan khabar dengan sumbernya. Pada perhubungan itu mungkin terdapat tokok tambah yang menimbulkan keraguan. Jika melibatkan pernyataan pula, maka pencari ilmu perlu memfokuskan bukti-bukti yang bertepatan dengannya seperti dakwaan berbasiskan empirikal perlu dilihat kepada bukti empirikal. Penelitian terhadap keaslian sumber perkhabaran dan ketepatan bukti merupakan proses tabayyun untuk mengesahkan tingkat keyakinan dalam pencarian ilmu menurut perspektif Islam.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Komunikasi dalam konteks sosial budaya dan keyakinan

Komunikasi dalam konteks sosial budaya dan keyakinan

Kampung durian menjadi bukti betapa masyarakat yg berbeda suku dan bahasa dapat terbuka dengan komunitas lain, mereka dapat hidup bersama, membangun komunikasi bersama dan berjuang untuk[r]

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN SIKAP PEMA

HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN SIKAP PEMA

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara empati dengan sikap pemaaf pada remaja putri yang mengalami kekerasan dalam berpacaran. Sampel penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami salah satu dari kekerasan dalam berpacaran seperti kekerasan fisik, mental / psikis, ekonomi dan kekerasan seksual di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Mulawarman sebanyak 60 mahasiswi. Data penelitian ini dikumpulkan dengan skala empati dan sikap pemaaf dengan model skala Likert. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji korelasi produk moment dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciennces (SPSS) 20.0 for Windows.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KEYAKINAN TERHADAP HUKUM KAMMA SEBAGAI P

KEYAKINAN TERHADAP HUKUM KAMMA SEBAGAI P

Hukum Kamma adalah salah satu ajaran Sang Buddha yang sangat penting dan sebagai umat Buddha perlu kiranya untuk memahami dan mengerti hukum ini dengan jelas. Namun demikian, untuk dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup mengenai hukum kamma, terlebih dahulu kita harus mempelajarinya, baik dari kitab suci maupun sumber lainnya. Salah satu contohnya adalah penggolongan kamma. Kamma dapat dikelompokkan dalam empat kelompok. Meskipun kita tidak dapat mengetahui kamma individu seseorang, kita dapat mengelompokkan kamma ke dalam beberapa jenis seperti yang dijelaskan oleh Buddha. Dengan cara demikian kita dapat memprediksi di mana dan bagaimana setiap jenis kamma akan menghasilkan akibatnya. Setelah mempelajari baru kemudian kita mempraktikkannya. Diharapkan dengan pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki barulah kemudian kita dapat mimiliki keyakinan terhadap hukum kamma.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects