kinerja aparat unit-unit pelayanan publik

Top PDF kinerja aparat unit-unit pelayanan publik:

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT  PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada Aparat Unit-

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada Aparat Unit-

Alhamdulillah, segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat taufiq dan hidayah-Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Budaya Organisasi , Locus of Control, dan Penerapa n Sistem Informasi Terhadap Kinerja Aparat Unit-unit Pelayanan Publik” (Survei Pada Aparat Unit-unit Pelayanan Publik di Kabupaten Karanganyar). Adapun maksud dan tujuan penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi tugas dan syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah surakarta.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Pada Polsek Serengan Surakarta).

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Pada Polsek Serengan Surakarta).

dan diharapkan memberi kontribusi praktis bagi organisasi, khususnya kepolisian agar pemimpin melakukan gaya kepemimpinan yang sesuai untuk memotivasi bawahan dalam rangka meningkatkan kinerja mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang pengaruh tingkat keahlian terhadap partisipasi pengguna yang diberikannya dalam pengembangan sistem informasi dan menjelaskan bagaimana informasi yang didapatkan untuk kemudian diterapkan pada kantor kepolisian tersebut serta berusaha untuk menjelaskan pengaruh individual (motivasi) dan pengaruh situasional (kepemimpinan) serta penerapan tegnologi khususnya sistem informasi terhadap kinerja aparat unit-unit pelayanan publik. Melihat beberapa permasalahan tersebut mencerminkan bahwa masih diperlukan upaya efektivitas kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat berkaitan dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat pada umumnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUALITAS INFORMASI  MEMPENGARUHI KINERJA APARAT UNIT-UNIT  TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUALITAS INFORMASI MEMPENGARUHI KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey pada Pegawai Pemerintah Daerah di Kabupaten Magelang).

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUALITAS INFORMASI MEMPENGARUHI KINERJA APARAT UNIT-UNIT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUALITAS INFORMASI MEMPENGARUHI KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey pada Pegawai Pemerintah Daerah di Kabupaten Magelang).

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga atas karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Teknologi Informasi dan Kualitas Informasi Mempengaruhi Kinerja Aparat Unit-Unit Pelayanan Publik (Survey pada Pegawai Pemerintah Daerah di Kabupaten Magelang)”. Skripsi ini disusun untuk melengkapi syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada Badan Pelayanan Terpadu di Kabupaten Sragen).

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada Badan Pelayanan Terpadu di Kabupaten Sragen).

Pelayanan publik merupakan suatu kegiatan yang harus mendahulukan kepentingan umum, mempermudah urusan publik, mempersingkat waktu pelayanan, dan memberikan kepuasan kepada publik (Thaha, 1994: 14). Senada dengan itu (Munir, 1995: 21) mengemukakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan fungsi material melalui sistem, prosedur, dan metode tertentu dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan orang lain sesuai dengan haknya.

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUALITAS INFORMASI MEMPENGARUHI KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey pada Pegawai Pemerintah Daerah di Kabupaten Magelang).

PENDAHULUAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUALITAS INFORMASI MEMPENGARUHI KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey pada Pegawai Pemerintah Daerah di Kabupaten Magelang).

Perkembangan menjelang dimulainya abad ke-21 ditandai dengan semakin pentingnya informasi dan pengolahan data didalam banyak aspek kehidupan manusia. Seiring dengan lajunya gerak pembangunan, organisasi- organisasi publik maupun swasta semakin banyak yang mampu memanfaatkan teknologi informasi baru yang dapat menunjang efektivitas, produktivitas, dan efisien mereka. Perkembangan teknologi otomasi dalam hal ini teknologi komputer dapat menunjang pembuatan keputusan di dalam organisasi- organisasi modern yang memungkinkan pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan efisien. Para manajer sekarang ini dituntut kemampuan mereka untuk dapat memanfaatkan informasi yang membanjiri organisasi dan membuat keputusan secara tepat berdasarkan informasi-informasi tersebut. Seperti yang dikemukakan Beresford (2000) dalam Kaiman Turnip (2003) bahwa dalam globalisasi yang sudah mulai bergulir, menuntut reformasi tidak terkecuali pada birokrasi publik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI  TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUALITAS INFORMASI MEMPENGARUHI KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey pada Pegawai Pemerintah Daerah di Kabupaten Magelang).

LANDASAN TEORI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUALITAS INFORMASI MEMPENGARUHI KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey pada Pegawai Pemerintah Daerah di Kabupaten Magelang).

pendukung lainnya, dengan sifat dan jenis komputer tersebut dapat digunakan aparat untuk dapat memotivasi dalam menyelesaikan tugasnya. Sebagai pihak yang dipercaya mengetahui kondisi suatu organisasi, aparat membutuhkan teknologi yang benar-benar mengerti keadaanya. Setiap proses data yang dihasilkan dapat meghasilkan informasi yang berbeda tergantung pemakainya. Keberhasilan sistem informasi yang dibangun memerlukan dukungan banyak pihak, seperti pihak luar organisasi juga ikut berperan di dalamya, hal itulah yang digunakan aparat sebagai pertimbangan untuk meningkatkan kemampuannya agar jasanya tetap digunakan. Harapannya bahwa penguasaan terhadap teknologi tetap menjadi modal utamanya sebagai penghasil informasi bagi organisasi. Kunci kesuksesan suatu teknologi yang diterapkan dalam sistem informasi dipengaruhi oleh teknologi itu sendiri dan tingkat kemampuan atau keahlian individu yang menggunakannya. Meskipun demikian persepsi tiap-tiap individu atas teknologi yang diterapkan dapat dikaitkan dengan sistem informasi, dan pemahaman tiap individu secara positif terhadap hubungan antara lingkungan dan kegunaan informasi. Dengan menggunakan pendekatan sosio teknis (Laudon dan Laudon, 1991) dapat diketahui bahwa pelaksanaan sistem informasi yang baik memerlukan koordinasi dari tiga komponen utama sistem informasi yaitu:
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada Aparat Unit-unit Pelayanan Publik di Kabupaten Karanganyar).

PENDAHULUAN PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada Aparat Unit-unit Pelayanan Publik di Kabupaten Karanganyar).

Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan tentu saja terkait dengan kualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh unit-unit pelayanan publik atau aparat pelaksana unit-unit pelayanan publik tersebut. Oleh karena itu, pemerintah sebagai organisasi yang mempunyai aparat harus mampu mengembangkan dan mendayagunakan mereka, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas mereka.

5 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK.

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT-UNIT PELAYANAN PUBLIK.

Pelayanan publik menurut Thaha (1994) dalam Falikhatun (2003) merupakan suatu kegiatan yang harus mendahulukan kepentingan umum, mempermudah urusan publik, mempersingkat waktu pelayanan dan memberikan kepuasan kepada publik. Senada dengan itu, Munir, dkk (1995) dalam Falikhatun (2003) mengemukakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan fungsi material melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan orang lain sesuai dengan haknya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA  PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada PT. TASPEN (Persero) Sur

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada PT. TASPEN (Persero) Sur

Dengan mengucap syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmad, taufik dan hidayah-Nya serta dengan usaha sungguh-sungguh penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul ” PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL , DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey pada PT. TASPEN (Persero) Surakarta)” sebagai salah satu tugas akhir untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada PT. TASPEN (Persero) Surakarta).

PENDAHULUAN PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA APARAT UNIT PELAYANAN PUBLIK (Survey Pada PT. TASPEN (Persero) Surakarta).

Disamping faktor budaya organisasi, kinerja pegawai dapat dipengaruhi oleh faktor individual, antara lain berupa karakteristik psikologis yaitu locus of control (Falikhatun, 2003). Menurut Greenhalgh dan Rosenblatt (dalam Abdulloh, 2006), locus of control didefinisikan sebagai keyakinan masing-masing individu pegawai tentang kemampuannya untuk bisa mempengaruhi semua kejadian yang berkaitan dengan dirinya dan pekerjaannya.

7 Baca lebih lajut

KINERJA KEPALA DESA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI DESA TEGALMLATI KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG -

KINERJA KEPALA DESA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI DESA TEGALMLATI KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG -

5) Hasil penelitian relevan yang sesuai dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Safril (2012) tentang Evaluasi Kinerja Aparatur Kelurahan Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Dalam Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sama-sama mengkaji tentang kinerja dalam pelayanan publik. Perbedaannya dalam penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada lokasi dan bidang kajiannya. Lokasi dalam penelitian ini adalah di Desa Kerjan, Kecamatan Bungo Dani, sedangkan penelitian yang akan dilakukan peneliti berada di Desa Tegalmlati, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Perbedaan yang lain adalah dilihat dari bidang kajiannya, jika penelitian yang sudah ada mengkaji tentang evaluasi kinerja dalam meningkatkan pelayanan publik sedangkan peneliti akan meneliti tentang bentuk-bentuk pelayanan publik dan kinerja Kepala Desa dalam pelayanan publik serta menganalisis kepuasan masyarakat dilihat dari kualitas pelayanan yang diberikan.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Brosur Produk Layanan Konsultan Manajeme

Brosur Produk Layanan Konsultan Manajeme

Penguatan Unit Kerja yang Menangani Fungsi Organisasi, Tata Laksana, Pelayanan Publik, Kepegawaian, dan Diklat Jasa Layanan yang menyiapkan Unit kerja yang menangani fungsi organisasi, [r]

2 Baca lebih lajut

Kualitas Sumberdaya Aparatur Sipil Negara Dalam Pelayanan Administrasi Di Kantor Kelurahan Pandu | Kapoh | JURNAL ILMIAH SOCIETY 12439 24792 1 SM

Kualitas Sumberdaya Aparatur Sipil Negara Dalam Pelayanan Administrasi Di Kantor Kelurahan Pandu | Kapoh | JURNAL ILMIAH SOCIETY 12439 24792 1 SM

Disiplin waktu dan disiplin kerja ASN Kelurahan Pandu sangat rendah karena masih didapati ASN yang tidak disiplin dengan berbagai alasan sehingga melanggar ketentuan masuk kerja dan tidak menaati ketentuan jam kerja sehingga tidak memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Disiplin merupakan jenis disiplin yang paling mudah dikontrol dan dilihat baik oleh atasan maupun oleh masyarakat, misalnya mengenai disiplin jam kerja, apel kerja dan sebagainya. Masih ada pegawai yang jarang masuk kantor karena mengerjakan tugas yang lain diluar kantor dan juga ASN sering terlambat masuk kantor walaupun selalu diingatkan dan sampaikan oleh atasan untuk hadir tepat waktu. Situasi ini tidak terlepas juga dari tempat tinggal dari ASN yang jauh dengan tempat bekerja.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Sistem Pengelolaan Kas Imprest (Kas Kecil) Pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Dan Jaringan Bandung Utara

Sistem Pengelolaan Kas Imprest (Kas Kecil) Pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Dan Jaringan Bandung Utara

Bertanggungjawab dan mengawasi kinerja SPV dalam peyelenggaraan fungsi masing-masing, seperti pelayanan kepada pelanggan melalui pengembangan inovasi sistem pelayanan, peningkatan pemasaran, pembacaan meter, kepemilikan dan pengelolaan Alat Pengukur & Pembatas (APP), penagihan dan administrasi serta keuangan untuk target kinerja pengusahaan (terrmasuk penurunan piutang ) dan kepuasan pelanggan.

37 Baca lebih lajut

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Kinerja Pelayanan Publik di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kota Padang Sidimpuan dalam Peningkatan

Selain defenisi kinerja yang dipaparkan diatas ada defenisi kinerja yang lain, yang menyatakan bahwa kinerja adalah penentuan secara periodik efektifitas operasional organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran,standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (Srimindarti,2006). Menurut Mangkunegara (2001) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai yang diberikan kepadanya. Selanjutnya kinerja adalah penampilan hasil karya personil baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kerja kelompok personil. Penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personil yang memangku jabatan fungsional maupun struktural, tetapi juga kepada keseluruhan personil dalam organisasi (Ilyas,2001).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

KINERJA APARAT DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LAMPUNG TIMUR DALAM PELAYANAN PUBLIK

KINERJA APARAT DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LAMPUNG TIMUR DALAM PELAYANAN PUBLIK

Memperhatikan pendapat di atas, jelas mengisyaratkan bahwa upaya yang ditempuh untuk meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh aparatur negara dan sekaligus memperdayakan masyarakat adalah dengan melakukan pemisahan antara fungsi mengemudi/mengarah (Sterring) dan fungsi mendorong/mendayung (Rowing). Fungsi mengemudi/mengarahkan dilaksanakan oleh aparatur negara, dengan melakukan upaya-upaya yang senantiasa mengarahkan segenap potensi yang ada untuk mencapai tujuan negara. Upaya ini dapat dilakukan dengan kebijakan publik sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Sedangkan masyarakat yang melaksanakan fungsi mendayung, harus mempunyai keberdayaan untuk menggerakkan sumber daya yang dimilikinya untuk mendorong sesuai dengan arah yang telah ditentukan oleh aparatur negara.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP DAN AKU

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP DAN AKU

eksternal (penilaian kinerja organisasi publik di mata masyarakat) berupa responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas, akan mengarah pada terwujudnya akuntabilitas kinerja aparatur dan instansi pemerintah. Selama ini, penilaian akuntabilitas kinerja instansi pemerintah umumnya didasarkan pada standar eksternal, padahal sebagai bentuk organisasi publik, instansi pemerintah memiliki karakteristik khusus yakni sifat birokratis dalam internal organisasinya. Oleh karena itu, untuk menilai pelaksanaan mekanisme kerja internal tersebut unit kerja pelayanan publik harus memiliki acuan untuk menilai pelaksanaan kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai dengan tata hubungan kerja dalam organisasi yang bersangkutan dalam bentuk standar operasional prosedur.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Respons Pasien Pada Kinerja Pelayanan Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015

Respons Pasien Pada Kinerja Pelayanan Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015

Lumbantobing. 2010. Respon Anak yang Berkonflik dengan Hukum terhadap Program Pelayanan Sosial oleh Pusat Pengkajian dan Perlindungan Anak (PKPA). http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/22529 diakses pada tanggal 7 Juli 2015

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...