Laju aliran Fluida

Top PDF Laju aliran Fluida:

Gaya angkat (Fa) Gaya berat (W)

Gaya angkat (Fa) Gaya berat (W)

Dalam modul ini anda akan mempelajari konsep dasar fluida dinamis yang didalamnya dibahas: konsep fluida ideal, konsep laju aliran fluida, tekanan, debit, konsep kontinuitas pada aliran fluida, energi potensial, azas Bernoulli, aplikasi azas Bernoulli, Hukum Bernoulli dan penerapannya, serta dilengkapi soal-soal sederhana untuk mendukung pemahaman konsep terhadap materi fluida dinamis ini.

60 Baca lebih lajut

Pengujian Pengaruh Variasi Jumlah dan Jarak Antar Disk Pada Rancang Bangun Turbin Testa dengan Kapasitas Air Konstan

Pengujian Pengaruh Variasi Jumlah dan Jarak Antar Disk Pada Rancang Bangun Turbin Testa dengan Kapasitas Air Konstan

memanfaatkan viskositas dan laju aliran fluida dalam gesekan ruang tertentu menjadikan kelebihan Turbin Tesla, tetapi Turbin Tesla mempunyai kelemahan yaitu torsi yang rendah. Umumnya Turbin Tesla menggunakan uap atau udara bertekanan sebagai media penggeraknya, namun pada penelitian ini dicoba untuk aplikasi fluida air dengan head ketinggian sebagai tinggi air jatuhnya dan pegas ukur sebagai torsimeter. Penelitian ini melewati tahap studi literatur untuk menghitung secara teoritis maupun pengujian untuk menghasilkan putaran, torsi, daya dan efisiensi turbin tesla. Dari penilitan didapatkan bahwa untuk turbin tesla dengan tebal dan jarak disk yang berbeda menghasilkan efisiensi maksimum sebesar 16,81 %, daya maksimum sebesar 17,56 pada putaran sebesar 329 rpm dengan beban 60 N. Sedangkan untuk turbin tesla dengan tebal dan jarak disk yang sama menghasilkan efisiensi maksimum sebesar 17,89 %, daya maksimum sebesar 18,69 W pada putaran sebesar 262,6 rpm dengan beban 80 N.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PPT Fluida Dinamis

PPT Fluida Dinamis

ALIRAN FLUIDA PADA PIPA PIPA BERLUAS PE-NAMPANG BESAR A1 DENGAN LAJU ALIRAN FLUIDA v1 PIPA BERLUAS PE-NAMPANG KECIL A2 DENGAN LAJU ALIRAN FLUIDA v2 A1 A2 A1 v1 v2 v1 Untuk f[r]

29 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR LAJU ALIRAN

RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR LAJU ALIRAN

Mempelajari ilmu fisika dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu analitis dan pembuktian melalui eksperimen. Pendekatan secara analitis pada umumnya diberikan pada saat pembelajaran di kelas, kemudian untuk mempertajam pemahaman konsep dapat dilakukan eksperimen. Laboratorium Fisika Universitas Indraprasta PGRI belum memiliki alat untuk eksperimen yang berkaitan dengan pengukuran laju aliran fluida. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang alat untuk mengukur laju aliran fluida, yaitu pipa venturimeter. Teknik pengambilan data menggunakan metode eksperimen. Observasi cara kerja alat dilakukan berdasarkan kerja dari instalasi venturimeter yang telah dibuat. Hasil analisis data eksperimen laju aliran air adalah sebesar 𝑣 = (67,35 ± 1,50) cm s ⁄ sehingga venturimeter yang dibuat dalam penelitian ini dapat dinyatakan layak untuk digunakan sebagai alat mengukur laju aliran fluida.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

MEKANIKA FLUIDA Bagian II HIDRODINAMIKA

MEKANIKA FLUIDA Bagian II HIDRODINAMIKA

Dari persamaan kontinuitas dapai disimpulkan : yang termampatkan dengan pipa dimana fluida mengalir Perkalian antara luas penampang pipa A dengan laju aliran fluida v sama dengan debi[r]

17 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Turbin Tesla Sebagai Turbin Air Dan Analisa Perbandingan Variasi Jumlah Disk dan Jarak Antar Disk

Rancang Bangun Turbin Tesla Sebagai Turbin Air Dan Analisa Perbandingan Variasi Jumlah Disk dan Jarak Antar Disk

Turbin tesla merupakan turbin yang memiliki bentuk yang unik dan sifat yang khusus. Adapun sifat yang dimiliki oleh Turbin Tesla adalah mempunyai putaran yang sangat tinggi dalam bentuk yang kecil serta fluida yang beragam dengan memanfaatkan viskositas dan laju aliran fluida dalam gesekan ruang tertentu menjadikan kelebihan turbin tesla, tetapi turbin tesla mempunyai kelemahan yaitu torsi yang rendah. Umumnya turbin tesla menggunakan uap atau udara bertekanan sebagai media penggeraknya, namun pada rancang bangun ini dicoba untuk aplikasi fluida air dengan head ketinggian sebagai tinggi air jatuhnya. Penelitian ini melewati tahap studi literatur untuk menghitung secara teoritis, tahap perancangan turbin, perancangan poros, perancangan bantalan, perancangan mur dan baut serta performansi turbin tesla yang meliputi putaran, torsi, daya dan efisiensi turbin tesla. Hasil perhitungan secara teoritis didapatkan bahwa untuk turbin tesla dengan tebal dan jarak disk yang berbeda menghasilkan putaran 400 rpm dan daya sebesar 7,519 W serta efisiensi 27,89 %. Sedangkan untuk turbin tesla dengan tebal dan jarak disk yang sama menghasilkan putaran 420 rpm dan daya sebesar 9,418 W serta efisiensi 30,74 %.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

UJI KAJI ALAT PRAKTIKUM COMPACT HEAT EXCHANGER TIPE TUBE WAVY FIN

UJI KAJI ALAT PRAKTIKUM COMPACT HEAT EXCHANGER TIPE TUBE WAVY FIN

Untuk menentukan heat transfer dari tube, maka perlu dilakukan analisa terlebih dahulu terhadapa koefisien konveksi dari aliran fluida yang mengalir di dalam tube (oli), setelah diketahui bahwa aliran yang mengalir di dalam tube dikategorikan sebagai aliran internal dimana aliran tersebut dikelilingi oleh permukaan solid. Aliran yang akan memasuki tube kecepatannya adalah seragam kemudian profil aliran di dalam tube menjadi tidak seragam lagi dikarenakan alirannya yang bersifat viscous sehingga membentuk lapisan batas yang secara besar dipengaruhi oleh gesekan. Lapisan batas ini akan terus berkembang sampai bertemu di suatu titik, pada kondisi ini aliran sudah dikatakan fully developed flow.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

ANALISIS MANAJEMEN TERMAL PADA SISTEM PENDINGIN SEL BATERAI LI-ION BENTUK PRISMATIK DENGAN VARIASI LAJU ALIRAN MASSA DAN LEBAR CHANNEL MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)

ANALISIS MANAJEMEN TERMAL PADA SISTEM PENDINGIN SEL BATERAI LI-ION BENTUK PRISMATIK DENGAN VARIASI LAJU ALIRAN MASSA DAN LEBAR CHANNEL MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)

Baterai Litium Ion sebagai sistem penyimpanan energi memegang peranan kunci dalam pengembangan kendaraan listrik. Hal ini dikarenakan untuk menciptakan kendaraan listrik yang memiliki efisiensi tinggi, dibutuhkan baterai dengan spesific power density dan spesific energy density yang tinggi. Diantara banyak kelebihan yang dimiliki, Litium Ion sangat sensitif terhadap temperatur. Sehingga untuk menjaga keamanan dan performansi dari baterai Litium Ion, dibutuhkan sistem manajemen termal berupa pendingin berbentuk mini channel cold plate menggunakan fluida pendingin berupa air. Pengaruh inlet laju aliran massa air dan lebar dari channel dianalisa dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa sistem pendingin berbentuk mini channel cold plate menggunakan fluida pendingin air memiliki performansi pendinginan yang efisien dalam menjaga temperatur baterai di bawah temperatur operasi. Performansi pendinginan meningkat seiring dengan semakin besarnya inlet laju aliran massa air, namun laju aliran massa air lebih dari 1x10 -3 kg/s tidak berpengaruh
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Slide CIV 103 CIV 103 005 006 IDS DINAMIKA FLUIDA

Slide CIV 103 CIV 103 005 006 IDS DINAMIKA FLUIDA

Fluida Bergerak Karakteristik aliran fluida: • aliran tunak steady yang maksudnya laju pada setiap partikel fluida yang bergerak mengalir dan setiap saat adalah konstan, karena bila[r]

25 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Alat Peraga Oscillating Water Column untuk Matakuliah Energi Baru dan Terbarukan T1 612010023 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Alat Peraga Oscillating Water Column untuk Matakuliah Energi Baru dan Terbarukan T1 612010023 BAB II

Kolom udara Oscillating Water Column memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan prinsip Bernoulli. Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah didalam mekanika fluida yang menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut. Definisi persamaan fluida menyatakan bahwa jumlah energi pada suatu titik didalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yang sama.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH JUMLAH SUDU STATIC RADIAL FIN T (1)

PENGARUH JUMLAH SUDU STATIC RADIAL FIN T (1)

Energi merupakan hal yang sangat penting untuk pengembangan industri dan itu merupakan isu yang penting akhir-akhir ini yaitu mengenai penghematan energi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Pemanfaatan energi secara ekonomis adalah cara yang efektif untuk mengurangi permasalahan energi. Salah satunya adalah alat heat exchanger yang sering digunakan di dalam dunia industri perlu inovasi untuk meningkatkan efisiensinya. Heat exchanger adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan energi kalor. Proses perpindahan panas yang terjadi adalah pada dua atau lebih jenis fluida dengan temperatur yang berbeda. Pada perkembangan yang ada dibutuhkan perpindahan panas secara
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS KOLEKTOR ENERGI SURYA PADA KONFIGURASI PARALEL SERPENTINE | W | MEKTEK 1028 3315 1 PB

EFEKTIFITAS KOLEKTOR ENERGI SURYA PADA KONFIGURASI PARALEL SERPENTINE | W | MEKTEK 1028 3315 1 PB

Ditempat berbeda, Astuti (2010) berhasil melakukan pengujian kolektor surya profil bertingkat, pipa jenis aluminium pada kedua kolektor dengan konfigurasi pipa serpentine- serpentine yang pengamatannya dimulai pada pukul 09.30 sampai 15.00 lebih awal 30 menit dan 1 jam lebih cepat dari pengamatan Tirtoatmojdo dan Handoyo (1999) dan Handoyo (2000). Sementara Astuti (2010) memvariasikan 4 debit aliran air yang melewati kolektor untuk mendapatkan perbandingan hasil panas air yang maksimal mulai dari 0.04 liter/menit sampai 0.18 liter/menit. Hasilnya, semakin besar debit aliran, semakin menurun panas air yang melewati kolektor surya. Panas maksimum diperoleh pada intensitas radiasi matahari pukul 12.30-13.30.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

2. Dr. Dieky Adzkiya, S.Si, M.Si DEPARTEMEN MATEMATIKA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2017 - Magnetohidrodinamik Tak Tunak Pada Konveksi Campuran Yang Mengalir Melalui Bola Teriris Dalam Fluida K

2. Dr. Dieky Adzkiya, S.Si, M.Si DEPARTEMEN MATEMATIKA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2017 - Magnetohidrodinamik Tak Tunak Pada Konveksi Campuran Yang Mengalir Melalui Bola Teriris Dalam Fluida K

Fluida mempunyai dua sifat fisik yaitu viskositas dan densitas. Dimana viskositas adalah sifat fluida yang diberikannya tahanan terhadap tegangan geser oleh fluida tersebut. Besar kecilnya viskositas fluida tergantung pada suhu fluida tersebut. Untuk fluida cair, makin tinggi suhunya, maka viskositasnya makin kecil, sedang untuk fluida gas, makin tinggi suhunya, maka viskositasnya makin besar. Sedangkan densitas atau kerapatan suatu fluida didefinisikan sebagai massa per satuan volume [10]. Berdasarkan tegangan geser (shear strees) dan laju geser atau laju regangan geser (shear rate) fluida dibagi menjadi dua yaitu fluida Newtonian dan fluida Non- Newtonian [11].
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Simulasi Numerik Aliran Fluida DI Dalam

Simulasi Numerik Aliran Fluida DI Dalam

Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, dapat dilihat dengan jelas aliran fluida yang terjadi di dalam rumah pompa yang ditunjukkan dalam bentuk kontur, vektor dan diperihatkan data oleh grafik, maka untuk ini diambil kesimpulan :

8 Baca lebih lajut

Analisa Aliran Fluida pada Mobil Dengan

Analisa Aliran Fluida pada Mobil Dengan

Permukaan meshing daripada mobil tanpa spoiler ditunjukkan pada gambar 2. Table 1,Table 2, ditunjukan pada Solver Setting. Asumsi yang diambil adalah aliran udara inlet pada keadaan steady state dengan kecepatan konstan, datang dengan sudut 0°, no slip wall boundary condition pada vehicle road dan sidewalls of virtual wind tunnel.

6 Baca lebih lajut

II. Persamaan Dalam Aliran Fluida (bilangan Reynold) - FLUIDA-2

II. Persamaan Dalam Aliran Fluida (bilangan Reynold) - FLUIDA-2

Gambar: Dengan mengatur kecepatan udara pada sisi bawah sayap (v 2 ) lebih lambat dari kecepatan udara sisi atasnya (v 1 ), akan timbul resultan gaya F yang timbul akibat perbedaan tekanan udara pada kedua sisi tersebut kecepatan fluida yang makin

47 Baca lebih lajut

Analisis Numerik Aliran Fluida pada Kapa

Analisis Numerik Aliran Fluida pada Kapa

Tugas ini merupakan tugas terakhir mata kuliah “Metode Perhitungan Dinamika Fluida”. Pada tugas ini dilakukan analisis aliran fluida yang terjadi pada kapal selam. Dengan membandingkan hasil antara kapal selam yang tidak menggunakan sirip dan kapal selam yang menggunakan sirip. Tujuannya juga untuk mencari tau, apakah keuntungan menggunakan sirip ini, dan desain posisi sirip yang lebih baik. Parameter yang menentukan perbandingan dalam analisis ini adalah besarnya gaya tahanan yang terjadi pada kapal selam akibat tahanan air laut. Semakin kecil gaya tahanan yang dialami, maka semakin baik pula desain kapal selam tersebut. Tingkat kestabilan kapal selam juga diperhitungkan dalam analisis ini, yaitu dengan menghitung gaya yang bekerja pada arah horizontal (kiri/kanan) dan arah vertikal (atas/bawah) yang dialami kapal selam/
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH JUMLAH SUDU DAN DIAMETER ORIFICE TERHADAP KINERJA TURBIN AIR ALIRAN VORTEX

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH JUMLAH SUDU DAN DIAMETER ORIFICE TERHADAP KINERJA TURBIN AIR ALIRAN VORTEX

Mikrohidro atau pembangkit listrik skala kecil saat ini masih memanfaatkan air terjun, aliran sungai ataupun bendungan yang mempunyai beda ketinggian dan kecepatan aliran air yang besar. Sedangkan untuk aliran sungai dan saluran irigasi dengan kecepatan dan head jatuh yang relatif kecil belum termanfaatkan dengan optimal. Hal ini menjadi referensi untuk menaikkan kecepatan aliran tersebut dengan mengubahnya menjadi aliran vortex. Aliran vortex yang juga dikenal sebagai aliran pulsating atau pusaran dapat terjadi pada suatu fluida yang mengalir dalam suatu saluran yang mengalami perubahan mendadak. Aliran vortex atau pusaran air yang didapat mempunyai kecepatan yang cukup tinggi, yang pada akhirnya dimanfaatkan untuk menggerakkan sudu turbin.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Dan Minor losses

Laporan Praktikum Dan Minor losses

Kerugianminor adalah kehilangan tekanan akibat gesekan yang terjadi pada katup-katup, T Junction, sambungan da pada penampang yang tidak konstan. Kerugian minor meliputi sebagian kecil penampang sistem aliran, sehingga pergunakan istilah “minor”. Head losses minor dapat dihitung dengan persamaan (3):

29 Baca lebih lajut

TORQUE CONVERTER ALIRAN FLUIDA PADA TRAN

TORQUE CONVERTER ALIRAN FLUIDA PADA TRAN

Begitu turbin mulai bergerak, kekuatan aliran oli dari turbin ke stator mulai menurun karena turbin mulai terimbas oleh gaya sentrifugal saat aliran oli menuju stator. Pelipatan tenaga puntir (torsi/torque) tertinggi saat stall (kira-kira 2.2:1) dan menurun seiring putaran turbin meningkat. Ketika putaran turbin melambat relatif terhadap impeller disebabkan baik oleh peningkatan beban mesin atau oleh peningkatan rpm mesin, maka pelipatan tenaga puntir (torsi/torque) semakin meningkat.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects