laporan keuangan komersial

Top PDF laporan keuangan komersial:

Laporan Keuangan Komersial dan Laporan K

Laporan Keuangan Komersial dan Laporan K

Laporan keuangan komersial adalah laporan yang disusun dengan prinsip akuntansi bersifat netral atau tidak memihak. Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang disusun khusus untuk kepentingan perpajakan dengan mengindahkan semua peraturan perpajakan. Hal - hal yang perlu tercakup dalam laporan keuangan fiskal terdiri dari:

3 Baca lebih lajut

Perbandingan Nilai Penyusutan Aktiva Tetap Antara Laporan Keuangan Komersial Dengan Laporan Keuangan Fiskal Berdasarkan Metode Garis Lurus (Straight Line Method) (Studi Kasus Pada PT Omedata Electronics, Bandung).

Perbandingan Nilai Penyusutan Aktiva Tetap Antara Laporan Keuangan Komersial Dengan Laporan Keuangan Fiskal Berdasarkan Metode Garis Lurus (Straight Line Method) (Studi Kasus Pada PT Omedata Electronics, Bandung).

dapat diandalkan bagi para pemakainya. Laporan Keuangan perusahaan ada dua jenis, yaitu Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal. Laporan Keuangan Komersial disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berisi informasi yang digunakan untuk tujuan pengambilan keputusan ekonomi perusahaan, sedangkan Laporan Keuangan Fiskal disusun berdasarkan Undang-Undang Perpajakan dan menghasilkan informasi mengenai penghasilan kena pajak yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan pajak penghasilan. Laporan Keuangan Fiskal diperoleh dari hasil koreksi fiskal terhadap Laporan Keuangan Komersial. Koreksi fiskal dilakukan karena secara umum prinsip akuntansi dan perpajakan memiliki asumsi yang berbeda-beda.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Analisis Penerapan Laporan Rekonsiliasi Fiskal Terhadap Laporan Keuangan Komersial Pada PT. Citra Karya Sejati Palembang - eprints3

Analisis Penerapan Laporan Rekonsiliasi Fiskal Terhadap Laporan Keuangan Komersial Pada PT. Citra Karya Sejati Palembang - eprints3

Maka dapat disimpulkan dari penelitian yang dilakukan adalah pelaksanaan pajak yang dilakukan oleh PT. Citra Karya Sejati belum maksimal dalam mengoreksi laporan keuangan komersial yang dimiliki berdasarkan pajak. Dari nilai kurang bayar yang telah dilaporkan perusahaan untuk tahun 2011 sebesar Rp 176.614.600, setelah dikoreksi fiskal masih terdapat nilai kurang bayar yang harus dibayarkan kembali oleh perusahaan sebesar Rp 68.256.100.

9 Baca lebih lajut

ANALISIS KOREKSI FISKAL LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DENGAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL BERDASARKAN PERATURAN PERPAJAKAN UU NO.17 TAHUN 2000. Studi Kasus pada PT. SELECTA Batu - Jatim

ANALISIS KOREKSI FISKAL LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DENGAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL BERDASARKAN PERATURAN PERPAJAKAN UU NO.17 TAHUN 2000. Studi Kasus pada PT. SELECTA Batu - Jatim

Skripsi yang berjudul “Analisis Koreksi Fiskal Laporan Keuangan Komersial dengan Laporan Keuangan Fiskal Berdasarkan Peraturan Perpajakan (Undang-Undang No. 17 Tahun 2000) Studi kasus pada PT SELECTA Batu” disusun untuk memenuhi serta melengkapi syarat memperoleh gelar Kesarjanaan di bidang Ekonomi, program studi Akuntansi pada Universitas Muhammadiyah Malang.

15 Baca lebih lajut

ANALISIS KOREKSI FISKAL LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL TAHUN 2014 DALAM MENETAPKAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PT MUTIARA GANESSHA MAKMUR LUBUKLINGGAU

ANALISIS KOREKSI FISKAL LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL TAHUN 2014 DALAM MENETAPKAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PT MUTIARA GANESSHA MAKMUR LUBUKLINGGAU

Laporan akhir ini dibuat untuk mengetahui perhitungan PPh Badan PT Mutiara Ganessha Makmur atas laba kena pajak yang harus dibayar oleh perusahaan berdasarkan Undang-undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008. Untuk mendapakan data perusahaan, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan riset perpustakaan. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa perlu dilakukan analisis ulang terhadap perhitungan PPh Badan PT mutiara Ganessha Makmur agar dapat diketahui laba kena pajak berdasarkan Undang- undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008. Penulis dapat menyimpulkan bahwa pada tahun 2014 seharusnya PT Mutiara Ganessha Makmur mengalami lebih bayar berdasarkan Undang-undang pajak Nomor 36 Tahun 2008 sedangkan perusahaan telah mengakui kurang bayar. Hal tersebut diakibatkan karena perusahaan belum melakukan koreksi fiskal atas laporan keuangan komersial perusahaan dan belum mengupdate pengetahuan mengenai peraturan pajak yang berlaku. Penulis juga memberi saran agar perusahaan sebaiknya melaporkan kepada pihak pajak atas selisih antara perhitungan laba kena pajak menurut akuntansi keuangan dengan perhitungan laba kena pajak menurut perpajakan sehingga mengakibatkan PPh yang terhutang lebih bayar serta sebaiknya perusahaan melakukan rekonsiliasi fiskal sebelum melaporkan laba kena pajak perusahaan atas pajak penghasilan badan dan mengupdate pengetahuan aturan pajak dengan mengikuti pelatihan atau seminar mengenai pajak.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

REKONSILIASI FISKAL ATAS LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL MENJADI LAPORAN KEUANGAN FISKAL UNTUK MENGHITUNG PPh BADAN TERHUTANG PADA PT FAJAR SELATAN PALEMBANG

REKONSILIASI FISKAL ATAS LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL MENJADI LAPORAN KEUANGAN FISKAL UNTUK MENGHITUNG PPh BADAN TERHUTANG PADA PT FAJAR SELATAN PALEMBANG

Menurut Suandy (2011,h.81) Laporan keuangan komersial merupakan laporan keuangan yang disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Sedangkan Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang disusun sesuai peraturan perpajakan dan digunakan untuk keperluan penghitungan pajak. Undang – undang tidak mengatur secara khusus bentuk dari laporan keuangan fiskal, hanya memberikan pembatasan untuk hal-hal tertentu, baik dalam pengakuan penghasilan maupun biaya.

8 Baca lebih lajut

ANALISIS KOREKSI FISKAL ATAS LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DALAM PENERAPAN PSAK 46 PADA PABRIK GULA GEMPOLKREP MOJOKERTO

ANALISIS KOREKSI FISKAL ATAS LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DALAM PENERAPAN PSAK 46 PADA PABRIK GULA GEMPOLKREP MOJOKERTO

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat dan kasihnya sehingga penylisan skripsi yang berjudul ANALISIS KOREKSI FISKAL ATAS LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DALAM PENERAPAN PSAK 46 PADA PABRIK GULA GEMPOLKREP MOJOKERTO, telah diselesaikan oleh penulis.

18 Baca lebih lajut

laporan keuangan komersial dan fiskal

laporan keuangan komersial dan fiskal

disebabkan adanya perbedaan kepentingan antara akuntansi komersial ang mendasarkan laba pada konsep dasar akuntansi yaitu penandingan antara pendapatan dengan biaya terkait, sedangkan dari segi fiskal tujuan utamanya adl penerimaan negara. Dlm penyusunan lap keu fiskal, WP harus mengacu pada peraturan perpajakan, shg lap keuangan

10 Baca lebih lajut

Materi KELAS A KELAS B

Materi KELAS A KELAS B

Hatta Hari 6 08.00 - 10.15 Penyusunan Laporan Keuangan Komersial Rahmat Mulyono Moh... Nurkhamid Leli Yalestiarini/Nyima s Herleni Tri Widiyono/Muh.[r]

15 Baca lebih lajut

gunadarma 21205422 ssm fe

gunadarma 21205422 ssm fe

KOREKSI FISKAL ATAS LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL UNTUK MENENTUKAN DASAR PERHITUNGAN PAJAK TERUTANG PADA PT.. MAESINDO Nurtamia Ary Madaniah, Radi Sahara, SE., MM.[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Koreksi Fiskal untuk Menentukan Besarnya Pajak Terutang pada PT Furaya Transport

Analisis Koreksi Fiskal untuk Menentukan Besarnya Pajak Terutang pada PT Furaya Transport

Perbedaan pada laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal PT Indomix Perkasa tahun 2010 terdapat pada biaya penyusutan aktiva tetap, imbalan pasca kerja, pembentukan cadangan piutang tak tertagih, biaya perbaikan dan perawatan, pendapatan bunga, biaya asuransi, biaya telepone, biaya traveling dan transport, biaya bahan bakar, biaya sumbangan dan koordinasi, dan biaya staff aminities. Dari hasil analisis penulis, ditemukan jumlah koreksi positif sebesar Rp 5.603.409.426, dan koreksi negatif sebesar Rp 23.750.000. Penelitian Lianata [5]
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PERBEDAAN PELAPORAN LABA AKUNTANSI DAN LABA FISKAL (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PERBEDAAN PELAPORAN LABA AKUNTANSI DAN LABA FISKAL (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

berlaku menurut Standar Akuntansi Keuangan, sehingga secara otomatis menghasilkan laporan keuangan komersial sebagai hasil akhir dan proses akuntansinya. Untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal, pada akhir periode akuntansi dilakukan berbagai penyesuaian (adjustments) yang berkaitan dengan penggolo ngan, pengakuan, pengukuran dan atau penilaian serta pengungkapan me nurut ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang Perpajakan, sehingga diperoleh laporan keuangan fiskal.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH BOOK-TAX DIFFERENCES TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN FOODS AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2013)

PENGARUH BOOK-TAX DIFFERENCES TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN FOODS AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2013)

pembukuan sekaligus, perusahaan hanya perlu menyusun laporan keuangan menurut akuntansi komersial saja, dan ketika perusahaan akan menyusun laporan keuangan fiskal maka akan dilakukan rekonsiliasi fiskal terhadap laporan keuangan komersial. Rekonsiliasi fiskal adalah proses penyesuaian atas laba komersial yang berbeda dengan ketentuan fiskal untuk menghasilkan penghasilan neto atau laba yang sesuai dengan ketentuan perpajakan (Agoes dan Trisnawati , 2010). Dalam rekonsiliasi fiskal dikenal istilah koreksi fiskal positif dan koreksi fiskal negatif, dimana hal ini sebagai akibat terjadinya perbedaan perlakuan antara akuntansi dengan perpajakan. Koreksi positif mengakibatkan pajak yang harus dibayar menjadi besar sedangkan koreksi negatif mengakibatkan pajak yang harus dibayar menjadi kecil.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Peranan Rekonsiliasi Fiskal dalam Rangka Menentukan besarnya Pajak Penghasilan Terhutang (Studi Kasus pada CV. Utama Sejahtera Motor).

Peranan Rekonsiliasi Fiskal dalam Rangka Menentukan besarnya Pajak Penghasilan Terhutang (Studi Kasus pada CV. Utama Sejahtera Motor).

Skripsi yang telah diteliti oleh penulis berjudul “Peranan Rekonsiliasi Fiskal Dalam Rangka Menentukan Besarnya Pajak Penghasilan Terhutang (Studi Kasus Pada CV. Utama Sejahtera Motor)” . Skripsi ini membahas mengenai peranan rekonsiliasi fiskal laporan keuangan komersial dalam rangka menghitung besarnya Pajak Penghasilan Terutang CV. Utama Sejahtera Motor (USM) untuk tahun Fiskal 2011. Dengan adanya perbedaan antara komersial dan fiskal, maka harus dilakukan rekonsiliasi fiskal atas perbedaan tetap dan perbedaan sementara terhadap laporan keuangan komersial sebagai sarana untuk menyesuaikan laporan keuangan komersial menjadi laporan keuangan fiskal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dan metode historis. Alat analisis yang digunakan untuk menguji perbedaan pengakuan pendapatan dan biaya antara Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku umum dengan Undang-Undang Perpajakan adalah analisis regresi dan analisis koefisien. Hipotesis yang terdapat dalam penelitian ini yang dinyatakan dengan Ho adalah bahwa rekonsiliasi fiskal tidak berperan menentukan besarnya jumlah Pajak Penghasilan (PPh) Terhutang dan hipotesis yang dinyatakan dengan H 1
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

 this  file 848 3390 1 PB

this file 848 3390 1 PB

1. Koperasi Wanita Serba Usaha “Setia Budi Wanita” Jawa Timur di dalam melakukan Koreksi Fiskal (Rekonsiliasi) Laporan Keuangan Komersial menjadi Laporan Keuangan Fiskal belum sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku saat ini. Hal ini dapat dilihat pada daftar penyusutan aktiva tetap yang dimiliki Koperasi Wanita Serba Usaha “Setia Budi Wanita” Jawa Timur belum mengikuti Peraturan Perpajakan sebagaimana yang dimaksud pada pasal 11 Undang-Undang Perpajakan Nomor 36 Tahun 2008 tentang penyusutan aktiva tetap. Koperasi Wanita Serba Usaha “Setia Budi Wanita” Jawa Timur menilai penyusutannya tahun 2011 sebesar Rp 295.223.489,00 tahun 2012 Rp 278.06.419,00 dan tahun 2013 Rp 296.260.635,00 sedangkan menurut Undang-Undang Perpajakan Tahun 2011 sebesar Rp 322.637.684,00 tahun 2012 sebesar Rp 328.212.848,00 tahun 2013 sebesar Rp 378.487.411,00 sehingga terjadi koreksi negatif pada tahun 2011 sebesar Rp 27.414.195,00 tahun 2012 sebesar Rp 50.145.429,00 dan tahun 2013 sebesar Rp 82.226.776,00.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS KOREKSI FISKAL DALAM RANGKA PERHITUNGAN PPH BADAN PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT NUSA UTARA | Kalangie | JURNAL RISET AKUNTANSI GOING CONCERN 10556 21028 1 SM

ANALISIS KOREKSI FISKAL DALAM RANGKA PERHITUNGAN PPH BADAN PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT NUSA UTARA | Kalangie | JURNAL RISET AKUNTANSI GOING CONCERN 10556 21028 1 SM

Dalam hasil penelitian pada PT. Bank perkreditan Rakyat Nusa Utara, dapat dilihat bahwa perusahaan memiliki suatu laporan laba-rugi yang sesuai dengan Standart Akuntansi Keuangan tapi belum menerapkan prinsip Undang – Undang Perpajakan yang berlaku. Hal ini mungkin saja dapat membuat pihak perusahaan mengalami kekeliruan dalam pembayaran pajak, akan lebih baik jika laporan Laba – Rugi juga di masukan data koreksi fiskal positif dan negatif. Dari data perusahaan berupa laporan keuangan komersial yaitu laporan Laba – Rugi, maka dilakukan rekonsiliasi (koreksi) atas laporan laba-rugi komersial menjadi laporan laba-rugi menurut fiskal, untuk menentukan laba kena pajak dalam rangka menghitung Pajak Penghasilan (PPh) badan berdasarkan data-data yang diperoleh terkait dengan hal tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  EVALUASI KOREKSI FISKAL PADA PT. FAJAR SULTRA CEMERLANG.

PENDAHULUAN EVALUASI KOREKSI FISKAL PADA PT. FAJAR SULTRA CEMERLANG.

Adanya perbedaan pengakuan pendapatan dan biaya antara akuntansi dan fiskal menimbulkan perbedaan dalam menyusun laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Untuk itu perusahaan melakukan koreksi fiskal terhadap laporan keuangan komersial supaya sesuai dengan peraturan dan undang-undang perpajakan yang berlaku dalam menentukan besarnya penghasilan kena pajak. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah : ”Apakah koreksi fiskal yang dilakukan oleh PT. Fajar Sultra Cemerlang telah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku ?”.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan - ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA WS2JB AREA PALEMBANG - POLSRI REPOSITORY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan - ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA WS2JB AREA PALEMBANG - POLSRI REPOSITORY

2.4 Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP- 100/MBU/2002 tentang penilaian kesehatan keuangan BUMN Tingkat kesehatan perusahaan diperlukan untuk melihat apakah keuangan dalam suatu perusahaan itu dalam keadaan sehat atau tidak. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan rasio keuangan. Dengan membandingkan dan menganalisis rasio keuangan tersebut dapat mengetahui rasio profitabilitas, rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio solvabilitas suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Usaha Kecil Menengah UKM dan Laporan Keu (1)

Usaha Kecil Menengah UKM dan Laporan Keu (1)

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, tujuan laporan keuangan adalah meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...