Manajemen Penyelenggaraan

Top PDF Manajemen Penyelenggaraan:

Perkulian Ketramp Lanjut PS. Materi Manajemen  Penyelenggaraan Pertand

Perkulian Ketramp Lanjut PS. Materi Manajemen Penyelenggaraan Pertand

Pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen penyelenggaraan pertandinagn ini dipandang perlu bagi insan pencak silat, sebagai patokan apabila disuatu saat akan menyelenggarakan pertandingan. Dengan mengetahui dan memahami tatacara yang benar dalam penyelenggaraan pertandingan, diharapkan pelaksanaan pertandingan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta efektif dan efisien.

20 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MEDAN.

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MEDAN.

Hasil penelitian terhadap proses implementasi diklat di BDK Medan meliputi: (1) pelaksanaan manajemen penyelenggaraan diklat dilakukan tidak sesuai tupoksi jabatannya; (2) kendala dalam diklat yaitu dari segi kualitas belum seluruhnya atau semua pagawai dan widyaiswara memahami fungsi dan tugas BDK Medan. Hasil penelitian terhadap proses evaluasi diklat di BDK Medan meliputi: (1) pengisian lembar evaluasi oleh peserta pada akhir kegiatan (2) apresiasi peserta diklat dapat dilihat pada saat diklat sedang berlangsung dimana kuota peserta langsung terpenuhi; (3) kesesuaian jadwal dengan pelaksanaan diklat; (4) kesesuaian antara permintaan dan penawaran diklat belum selalu berdasarkan kebutuhan instansi pemakai yang ada di wilayah kerja BDK Medan; (5) pengecekan terhadap kredibilitas peserta dilakukan oleh panitia dengan dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan dua hari menjelang penutupan diklat dan merekapitulasi nilai dari peserta, baik nilai dalam penguasaan materi maupun sikap, prakarsa, tanggung jawab, kerja sama yang akan diakumulasi menjadi nilai akhir dari peserta yang menentukan kelulusan peserta.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF SEKOLAH X DI KOTA BANDUNG.

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF SEKOLAH X DI KOTA BANDUNG.

Manajemen Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Sekolah X di Kota Bandung” . Penelitian ini tentang manajemen sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif yang mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengontrolan pada komponen-komponen manajemen sekolah: kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, kesiswaan, keuangan, sarana prasarana, dan hubungan sekolah dan masyarakat, dengan tujuan untuk menggali, menghimpun, dan menganalisis informasi empirik penyelenggaraan pendidikan inklusif sekolah X. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara terhadap beberapa sumber data terkait dengan garapan manajemen, observasi semi terstruktur, dan triangulasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, data disajikan proses verifikasi penarikan penarikan kesimpulan awal. Dari data yang ditemukan dan dianalisis, menghasilkan gambaran bahwa sekolah X sudah menjalankan manajemen pendidikan inklusif mulai dari perencanaan, mengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan terhadap komponen-komponen manajemen sekolah, namun ada beberapa hal yang belum dilaksanakan secara optimal, kurikulum direncanakan di awal tahun berdasarkan asesmen namun pada proses pembelajaran masih terkesan terpisah antara siswa reguler dan siswa ABK, belum menerima siswa dengan berbagai jenis ABK, tenaga pendidik belum 100% memenuhi kualifikasi akademik, belum seluruh guru mengajar sesuai dengan pendidikan yang diampunya, sudah memiliki tenaga khusus yang tergabung dalam tim TSI, sarana prasarana sekolah dipenuhi oleh yayasan dengan mempertimbangkan kebutuhan sekolah, asesibilitas ABK belum sepenuhnya terpenuhi, pembiayaan sepenuhnya oleh yayasan, sekolah hanya merencanakan dan melaporkan yang dipenuhi oleh yayasan. Sekolah sudah menjalin hunbungan dengan pihak lain. Rekomendasi untuk sekolah penyelenggara inklusi, kurikulum yang dimodifikasi dapat dilaksanakan dengan melibatkan ABK dalam pembelajaran, siswa ABK jenis apa pun bisa diterima dengan diimbangi tenaga khusus yang sesuai kulaifikasi akademik, dan kompetensi pendidik, sarana prasarana memberi asesibilitas bagi ABK, anggaran dirumuskan dalam RKAS/RKS, hubungan (net working) dengan pihak lain agar dijalin, dibina dan diperluas.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS  Manajemen Penyelenggaraan Pembelajaran Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus SMK Negeri 8 Surakarta).

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Manajemen Penyelenggaraan Pembelajaran Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus SMK Negeri 8 Surakarta).

Penyelenggaraan pembelajaran inklusi di SMK Negeri 8 Surakarta berlatar belakang sebagai sekolah pelestari budaya sangat menarik untuk diteliti karena juga didukung dengan sarana prasarana dan guru reguler yang harus menguasai layanan pembelajaran bagi ABK. Dengan demikian model penyelenggaraan dan karakteristik dalam pembelajaran terdapat keunikan tersendiri dalam penyelenggaraannya, sehingga fokus penelitian ini membahas tentang ; Manajemen Penyelenggaraan Pembelajaran Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus , dengan studi kasus di SMK Negeri 8 Surakarta.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KAJIAN MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PROGRAM IMUNISASI DIFTERI DI PUSKESMAS SUBOH KABUPATEN SITUBONDO

KAJIAN MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PROGRAM IMUNISASI DIFTERI DI PUSKESMAS SUBOH KABUPATEN SITUBONDO

Difteri adalah suatu penyakit infeksi akut yang sangat menular dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya yang terus meningkat. Kabupaten Situbondo merupakan salah satu kabupaten yang dinyatakan berstatus KLB difteri karena ditemukannya kasus dan kejadian kematian akibat difteri. Penemuan kasus difteri tertinggi berada di Kecamatan Suboh yaitu terdapat 20 kasus dengan 2 kematian.pada tahun 2013 dan 17 kasus pada tahun 2014. Kemampuan penyelenggaraan program imunisasi perlu ditingkatkan agar program imunisasi rutin dapat berjalan dengan baik. Apabila program berjalan dengan baik maka penanggulangan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi khususnya difteri juga dapat berjalan dengan baik. Salah satu penurunan pencapaian program imunisasi di Puskesmas Suboh disebabkan oleh tidak dilakukannya salah satu indikator perencanaan program imunisasi difteri, pelaksana imunisasi yang tidak mendapatkan pelatihan teknis imunisasi serta adanya keterlambatan pelaporan hasil cakupan imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji manajemen penyelenggaraan program imunisasi difteri di Puskesmas Suboh Kabupaten Situbondo.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS  Manajemen Penyelenggaraan Pembelajaran Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus SMK Negeri 8 Surakarta).

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Manajemen Penyelenggaraan Pembelajaran Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus SMK Negeri 8 Surakarta).

Penyelenggaraan pembelajaran inklusi di SMK Negeri 8 Surakarta didasarkan pada Permendinas Nomer 70 tahun 2009 dan penunjukan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model penyelenggaraan dan karakteristik pembelajaran inklusi bagi anak berkebutuhan khusus di SMK Negeri 8 Surakarta.

17 Baca lebih lajut

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PAUD

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PAUD

Mata kuliah ini membahas tentang penyelenggaraan lembaga pendidikan anak usia dini yang mencakup; karakteristik dan konsepsi peserta didik dan tenaga kependidikan; konsep dasar penyelenggaraan PAUD; manajemen pendirian; menajemen pemasaran atau promosi; menajemen input, proses, dan out put; serta pengawasan lembaga PAUD.

18 Baca lebih lajut

Manajemen Penyelenggaraan makanan di Restoran Sunda di Kota Bogor

Manajemen Penyelenggaraan makanan di Restoran Sunda di Kota Bogor

Menurut Alhamidi (2006) metode pembelian yang sering dipakai oleh institusi penyelenggaraan makanan adalah metode EOQ (Economic Order Quantity). Setiap institusi penyelenggaraan makanan selalu berusaha untuk menentukan policy penyediaan bahan pangan yang tepat, dalam arti tidak mengganggu proses produksi dan disamping itu biaya yang ditanggung tidak terlalu tinggi. Untuk keperluan itu metode EOQ digunakan. Metode ini menekankan pada efektifitas pembelian. Berdasarkan hasil wawancara semua restoran sudah menerapkan metode ini. Hal ini dapat dilihat dari data pembelian lalapan yang menunjukkan lalapan yang disukai dibeli dalam jumlah yang lebih banyak dibading dengan lalapan yang kurang disukai.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

S TS 1002560 Abstarct

S TS 1002560 Abstarct

Sistem Manajemen Mutu ISO (International Standard Organization) 9001:2008 adalah sistem yang digunakan untuk menetapkan kebijakan (policy) atau pernyataan resmi oleh manajemen puncak berkaitan dengan perhatian dan arah organisasinya dibidang mutu. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Bandung yang telah mendapatkan sertifikat International Standard Organization 9001 : 2008. Maka, peneliti melakukan penelitian mengenai penerapan Sistem Manajemen Mutu International Standard Organization 9001:2008 dalam penyelenggaraan pendidikan terutama pada workshop Teknik Gambar Bangunan dan Teknik Konstruksi Batu Beton di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Bandung. Dalam implementasi Sistem Manjemen Mutu International Standard Organization 9001:2008 masih adanya keluhan dari siswa-siswi dan guru di workshop dari segi sarana dan prasarana. Tujuan penelitian ini diantarnya mengetahui penerapan Sistem Manajemen Mutu International Standard Organization 9001:2008 dalam penetapan manajemen penyelenggaraan workshop pada keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton dan Teknik Gambar Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Bandung. Dan untuk mengetahui kedisiplinan siswa pada pembelajaran diworkshop yang telah menerapkan International Standard Organization 9001:2008. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal. Sumber data yang diperoleh peneliti yaitu sumber data informan, dokumen, dan observasi. Sampel penelitian ini menggunakan sampel Randomm dengan jumlah sampel 99 responden untuk angket, dan untuk wawancara 4 responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah angket, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini validitas data dengan menggunakan rumus pearson product moment . Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Bandung sudah mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu International Standard Organization 9001:2008 khususnya dalam workshop Teknik Gambar Bangunan dan Teknik Konstruksi Batu Beton. Maka dengan mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu International Standard Organization 9001:2008 pada sekolah siswa telah melaksanakan tata tertib atau telah menjalankan kedisiplinan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T0 3111011 Daftar Pustaka

T0 3111011 Daftar Pustaka

Yogyakarta: CV ANDI OFFSET Sulastiyono, Agus, 1999.. Manajemen Penyelenggaraan Hotel.[r]

1 Baca lebih lajut

D ADPEND 1302810 Chapter6

D ADPEND 1302810 Chapter6

Penelitian mengkaji tentang efektivitas penyelenggaraan pelatihan di tiga lokasi yaitu di STMIK Nusa Mandiri Jakrta, STMIK Nusa Mandiri Sukabumi dan STMIK Nusa Mandiri Sukabumi dan STIBA Nusa Mandiri Ciputat. Secara umum dapat disimpulkan bahwa penyeleggaraan pelatihan masih belum efektif, yang diukur dengan indikator-indikator dalam manajemen penyelenggaraan pelatihan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan dampak pelatihan berupa peningkatan kompetensi individu dan organisasi. Berdasarkan pengukuran tersebut, peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

S ADP 1202255 Chapter 1

S ADP 1202255 Chapter 1

Sutopo & Suryanto, 2006, hlm. 33 mengatakan “s alah satu indikator adanya kepuasan pelanggan adalah tidak adanya keluhan dari pelanggan”. Pada kenyataannya di Balai Diklat VI Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat masih terdapat keluhan keluhan yang datang dari peserta pendidikan, hal ini menunjukan masih perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi yang mendalam untuk meningkatkan mutu layanan manajemen penyelenggaraan diklat selanjutnya.

9 Baca lebih lajut

ARON.M.DAVINCHY 21020110120077 DAFTAR PUSTAKA

ARON.M.DAVINCHY 21020110120077 DAFTAR PUSTAKA

The McGraw-Hill Companies Neufert, Ernest 1996.. Manajemen Penyelenggaraan Hotel.[r]

1 Baca lebih lajut

KETERBUKAAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA CIRI-CIRI KETERBUKAAN SIKAP TERBUKA

KETERBUKAAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA CIRI-CIRI KETERBUKAAN SIKAP TERBUKA

Pandangan tentang kepemerintahan yang baik :  World Bank 2000, yaitu suatu penyelenggaraan manajemen pemerintahan yang solid dan bertanggungjawab yang sejalan dengan prinsip demokras[r]

47 Baca lebih lajut

Format Makalah Manajemen Pembiayaan Sesu

Format Makalah Manajemen Pembiayaan Sesu

peneliti simpulkan bahwa Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan proses pengaturan dan pengelolaan biaya secara efektif dan efesien dalam usaha pembiayaan pendidikan yang menyangkut perencanaan, pemenuhan, evaluasi dan pertanggung jwaban baik dari mana perolehan dana tersebut. 2

9 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Manajemen Perkantoran Pada Pt. Pln (Persero) Wilayah Sumatera Utara

Pelaksanaan Manajemen Perkantoran Pada Pt. Pln (Persero) Wilayah Sumatera Utara

Mengingat bahwa peranan Manajemen Perkantoran adalah suatu peranaan yang luas alam mencapai tujuan perusahaan agar dapat megalamai perkembangan kearah yang lebih maju, maka “ Bagaimana Manajemen Perkantoran dilaksanakan pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara sehingga dapat mencapai tujuan? ”

5 Baca lebih lajut

RPS GIZ 261 Manajemen Institusi Penyelenggaraan Makanan S. Ganjil 2017

RPS GIZ 261 Manajemen Institusi Penyelenggaraan Makanan S. Ganjil 2017

6 Post Mahasiswa mampu menjelaskan penerapan higiene sanitasi makanan dalam pengelolaan makanan di berbagai institusi atau industri pelayanan makanan degan benar minimal 4 aspek Maha[r]

15 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH METRO PUSAT

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH METRO PUSAT

Ouput yang di lihat mengenai Manajemen Sekolah, Manajemen Kurikulum dan pelaksanaan Pembelajaran, manajemen peserta didik, manajemen Tendik (sumberdaya manusia), manajemen sarana prasarana, manajemen keuangan, manajemen partisipasi masyarakat. Fokus terakhir tentang peran Komite sekolah dalam peningkatan dan kontrol mutu atau kwalitas pembelajaran, kemudian respon orang tua/masyarakat sebab para orang tua memilih SD Muhammadiyah sebagai tempat pendidikan bagi anaknya. Apabila manajemen dilaksakan secara optimal sehingga menghasilkan output yang baik berupa mutu pendidikan di SD Muhammadiyah Metro. Berikut gambar kerangka berpikir penelitian mengenai manajemen di SD Muhammadiyam Metro adalah sebagai berikut
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PERMEN permen kukm nomor 20 tahun 2015 tentang penerapan akuntabilitas koperasi

PERMEN permen kukm nomor 20 tahun 2015 tentang penerapan akuntabilitas koperasi

(1) Penerapan aspek akuntabilitas organisasi dan manajemen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a, untuk penyelenggaraan dan pengelolaan organisasi dan manajemen koperasi dilaksanakan sesuai dengan nilai, prinsip, jati diri koperasi, peraturan perundang- undangan yang berlaku, baik dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta kebijaksanaan organisasi koperasi yang telah ditetapkan.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects