Motivasi Belajar Siswa

Top PDF Motivasi Belajar Siswa:

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN KONSEP DIRI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DAN XI ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017 - UNS Institutional Repository

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN KONSEP DIRI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DAN XI ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017 - UNS Institutional Repository

Motivasi bukan hanya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga saja, namun diketahui juga bahwa konsep diri dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Konsep diri merupakan suatu yang penting dalam kepribadian manusia. Konsep diri merupakan pandangan perasaan tentang diri sendiri. Konsep diri dinyatakan melalui sikap dirinya sendiri yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Konsep diri merupakan penentu sikap individu ketika bertindak, ketika individu yakin bahwa dia akan berhasil maka hal tersebut merupakan dorongan atau kekuatan yang akan membawanya dalam keberhasilan. Dan sebaliknya ketika individu itu tidak yakin bahwa dia bisa akan berhasil maka dia sama saja menyiapkan diri untuk gagal.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Dosen Pengampu Mohammad Faizal Amir, M.Pd Abstrak - PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 1 DI SDN SIDOKARE 1 SIDOARJO - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Dosen Pengampu Mohammad Faizal Amir, M.Pd Abstrak - PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 1 DI SDN SIDOKARE 1 SIDOARJO - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Pertemuan kedua dilakukan pada hari Senin tanggal 23 April 2018 selama satu pembelajaran. Dalam pertemuan tersebut dikumpulkan data mengenai motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Make a Match. Diperoleh juga data tentang aktivitas belajar, motivasi belajar dan interaksi siswa serta kesesuaian skenario dalam proses pembelajaran menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.

9 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN LAYANAN INFORMASI MENGGUNAKAN VIDEO MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI SENDANGMULYO 04 SEMARANG

KEEFEKTIFAN LAYANAN INFORMASI MENGGUNAKAN VIDEO MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI SENDANGMULYO 04 SEMARANG

Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan One Group Pre-Test and Post-Test Design . Variabel bebas adalah layanan informasi menggunakan video motivasi (X), motivasi belajar siswa (Y). Populasi penelitian seluruh siswa kelas V SD Negeri Sendangmulyo 04 Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sampel diambil 2 kelas dari seluruh siswa kelas V SD N Sendangmulyo 04 Semarang yang terdiri dari 3 kelas. Pengumpulan data menggunakan skala psikologi, metode analisis adalah deskriptif prosentase dan uji T-test. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai terendah dari perbedaan (lower) = 4,284, dalam tabel paired samples test. Sedangkan t tabel = 2,003. Jadi, nilai lower = 4,284 > t tabel
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Pengaruh Strategi Numbered Heads Together (NHT) dan The Power Of Two Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa

Pengaruh Strategi Numbered Heads Together (NHT) dan The Power Of Two Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) pengaruh penggunaan strategi NHT dan The Power of Two terhadap hasil belajar matematika, (2) pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika, (3) interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kuasi eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester ganjil MTs N Surakarta 1 tahun ajaran 2015/2016. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalur sel tak sama. Hasil analisis data dengan taraf signifikansi 5% diperoleh: (1) terdapat pengaruh penggunaan strategi NHT dan The Power of Two terhadap hasil belajar matematika, dengan � = , (2) terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matemaika, dengan � = , , (3) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar, terhadap hasil belajar matematika, dengan � = , .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN  MOTIVASI BELAJAR SISWA  Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Motivasi Belajar Siswa.

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Motivasi Belajar Siswa.

Hipotesis yang diajukan ada hubungan positif antara efikasi diri dengan motivasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Boyolali dan diperoleh sampel untuk penelitian sebanyak 2 kelas, keseluruhan sampel berjumlah 60 siswa. Tehnik penelitian mengunakan Claster Random Sampling. Alat ukur penelitiannya adalah skala efikasi diri dengan motivasi belajar siswa.

16 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN   Pengaruh Strategi Numbered Heads Together (Nht) Dan The Power Of Two Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas Viii Mts Negeri Surakarta 1 Tahun Ajaran 2015/2016.

PENGARUH STRATEGI NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN Pengaruh Strategi Numbered Heads Together (Nht) Dan The Power Of Two Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas Viii Mts Negeri Surakarta 1 Tahun Ajaran 2015/2016.

Strategi pembelajaran NHT dan The Power of Two merupakan strategi pembelajaran yang efektif digunakan karena lebih baik dari strategi pembelajaran konvensional serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian terdahulu yang ada hubungannya dengan strategi NHT, The Power of Two dan motivasi belajar siswa. Penelitian Ali (2012) menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa dengan strategi pembelajaran aktif The Power of Two lebih baik dibandingkan dengan strategi konvensional. Penelitian Kusumaningrum (2015) menunjukkan bahwa model pembelajaran dengan berpasangan lebih efektif daripada belajar dengan berkelompok yang anggotanya 4-5 siswa. Penelitian Munawaroh (2015) menunjukkan bahwa prestasi belajar dengan model pembelajaran NHT lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran STAD. Penelitian Chrisnawati (2007) menunjukkan bahwa Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi mempunyai kemampuan problem solving yang lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dan sedang. Hal tersebut juga diungkapkan pada penelitian Yuzianah (2011) yang menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa dengan motivasi berprestasi tinggi lebih baik dibanding siswa dengan motivasi berprestasi sedang dan rendah.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI AMBULU TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016 - Digilib IAIN Jember

PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI AMBULU TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016 - Digilib IAIN Jember

untuk pengaturan kognitif, memori dan emosional. Matematika adalah pelajaran yang membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi ketika anak sering terpapar game online hal ini dapat mengganggu bagian otak yaitu pada bagian korteks yang berfungsi dalam pengatuaran kognitif, memori dan emosional. Ketika bagian kognitif anak terganggu biasanya anak ini akan susah untuk berkonsentrasi dengan pelajaran matematika hal ini akan menyebakan terjadi penurunan prestasi belajar metematika anak. oleh karena itu, salah satu yang dapat dilakukan oleh guru untuk memotivasi peserta didiknya adalah dengan memberikan penghargaan kepada peserta didik. Agar, terjadi peningkatan dalam hal belajar. 41 Sehingga dari keterangan tersebut menjelaskan bahwa game online berpengaruh terhadap motivasi ekstrinsik belajar yang dimiliki oleh anak.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KREATIVITAS GURU PAI DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS UNGGULAN DI SMP NEGERI 1 GONDANG TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

KREATIVITAS GURU PAI DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS UNGGULAN DI SMP NEGERI 1 GONDANG TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Alat pelajaran yang biasa juga disebut alat peraga ini dikenal dengan istilah media pendidikan. Guru harus memandang media pendidikan sebagai alat bantu utama untuk menunjang keberhasilan mengajar dan memperkembangkan metode-metode yang dipakainya dengan memanfaatkan media pendidikan. Ditangan gurulah alat-alat itu bermakna bagi pertumbuhan pengetahuan, keterampilan dan pembentukan sikap keagamaan siswa. Di

14 Baca lebih lajut

Eksperimentasi pembelajaran matematika dengan metode jigsaw pada pokok bahasan peluang ditinjau dari motivasi belajar siswa kelas XI Ilmu Alam SMA Negeri 3 Surakarta

Eksperimentasi pembelajaran matematika dengan metode jigsaw pada pokok bahasan peluang ditinjau dari motivasi belajar siswa kelas XI Ilmu Alam SMA Negeri 3 Surakarta

Pembelajaran matematika memerlukan strategi dan metode pembelajaran yang tepat. Karena pada umumnya dalam pembelajaran matematika siswa selalu mengalami kesulitan dalam memahami atau mempelajari kosep tersebut. Lebih khusus pada pokok bahasan peluang. Pokok bahasan ini berhubungan dengan kemampuan verbal yang tinggi dan didukung oleh daya analisis-sintesis yang tinggi. Materi dengan karakteristik seperti ini akan menjadi sangat sulit apabila siswa hanya dibiarkan menjadi pendengar setia tanpa melakukan sendiri untuk bereksplorasi. Kemampuan verbal akan menjadi efektif apabila mereka terbiasa untuk mengkomunikasikan ide mereka secara aktif. Pendekatan pembelajaran dengan jigsaw adalah pendekatan yang sesuai, karena dalam metode ini siswa harus menjadi ahli dari suatu masalah tertentu. Keterangan teman sebaya akan mudah diterima anak karena lebih sedikitnya jarak komunikasi dibandingkan keterangan dari guru. Selain itu, interaksi antar siswa akan meningkatkan rasa percaya diri anak sehngga mereka akan lebih bereksplorasi dengan cara berfikirnya sendiri. Dari sini ada pemikiran yang lebih logis bahwa pembelajaran dengan pendekatan jigsaw akan lebih berhasil dibandingkan dengan metode konvensional yang meletakkan siswa sebagai objek belajar bukan sebagai subjek belajar.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA  Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Motivasi Belajar Siswa.

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Motivasi Belajar Siswa.

muncul menyertai aktivitas belajar mengajar tetapi jarang menjadi pembahasan dalam wacana pendidikan Indonesia. Dalam sebuah studi menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen - hingga 80 persen - para pelajar dilaporkan pernah menyontek (KR Kompas, Senin, 18 Agustus 2008). Kurangnya pembahasan mengenai masalah ini dikarenakan orang menganggap kasus ini merupakan hal yang remeh dan wajar, serta tidak berbahaya karena tidak mengandung unsur kekerasan (violence). Karena dengan sikap menyontek maka menunjukkan bahwa siswa memiliki dorongan belajar yang rendah sehingga siswa tidak mempunyai keyakinan terhadap diri sendiri, maka mengakibatkan siswa bertindak curang dengan menyotek.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MENGGAMBAR TEKNIK DASAR PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2012/2013.

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MENGGAMBAR TEKNIK DASAR PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2012/2013.

Salah satu lembaga pendidikan formal yang diharapkan mampu melaksanakan tujuan pendidikan nasional adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang menghasilkan siswa yang terampil, cakap, serta siap bekerja dalam dunia usaha. SMK sebagai lembaga memiliki bidang keahlian yang berbeda-beda menyesuaikan dengan lapangan kerja yang ada. Di SMK para siswa dididik dan dilatih keterampilan agar profesional dalam bidang keahliannya masing-masing. Bidang keahlian yang ada di SMK diantaranya bidang keahlian bangunan, bidang keahlian elektronika, bidang keahlian listrik, bidang keahlian mesin produksi dan bidang keahlian mesin otomotif serta masih banyak lagi bidang keahlian lainnya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

View of HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA

View of HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA

Motivasi belajar sangat penting dimiliki oleh seseorang terutama bagi siswa yang sedang menempuh pendidikan di sekolah, tinggi rendahnya motivasi belajar siswa sangat menentukan kualitas perilaku siswa dalam melaksanakan suatu tugas yang diberikan, hal ini dapat dilihat dari kualitas perilaku yang ditunjukkan pada saat menyelesaikan tugas tersebut yaitu ditunjukkan dengan adanya sikap kesungguhan, ketekunan, perhatian dan ketabahan (Sardiman, 2011). Adanya motivasi belajar siswa akan mendorong siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, supaya menghasilkan hasil yang positif dan minat belajar siswa akan meningkat sehingga menimbulkan proses pembelajaran aktif di kelas yang berdampak pada prestasi yang diperoleh siswa di sekolah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Media Audio Visual Bagi Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Mojoagung Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Media Audio Visual Bagi Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Mojoagung Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2012/2013.

Penelitian yang dilakukan Siti Endang Listyowati dengan judul“ Apakah dengan penerapan metode Demonstrasi dan Penggunaan penggunaan media dalam mata pelajaran IPA tentang Hubungan struktur tubuh tumbuhan dengan fungsinya dapat Meningkatkan Motivasi Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Genengadal Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan semester I tahun pelajaran 2009/2010.” Penelitian tersebut hamper sama dengan peneliti lakukan yaitu sama-sama meneliti tentang motivasi belajar dan disini penelitian yang dilakukan saudara Siti Endang Listyowati dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 85%, namun dengan media yang berbeda.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DAN SNOWBALLING DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMORI SISWA

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DAN SNOWBALLING DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMORI SISWA

bukan berarti model pembelajaran kooperatif tidak memiliki hubungan timbal balik dengan motivasi belajar siswa. Karena dengan adanya motivasi belajar pada diri siswa maka siswa tersebut akan mempunyai keinginan atau semangat untuk belajar sehingga mampu menguasai materi pelajaran dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Karena juga dilihat dari kelebihan masing-masing model pembelajaran, keunggulan Jigsaw antara lain tanggung jawab masing-masing siswa sama besarnya, siswa dapat menguasai hampir semua materi pelajaran, karena masing-masing siswa mengajari temannya secara bergantian, sedangkan keunggulan Snowballing adalah jawaban bertingkat dari siswa yang lebih sempurna. Juga berdasarkan pemikiran bahwa siswa kelas VIII sudah memiliki kemampuan berdiskusi dengan orang lain dan memiliki pengetahuan tentang sistem pencernaan manusia yang bersifat abstrak meskipun pengetahuan yang dimiliki terbatas yang dapat digunakan untuk membantu mempermudah ketika berdiskusi dengan temannya. Dengan keadaan seperti itu diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa meskipun tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA  Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa.

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh koefisien korelasi (rxy) = 0,463 dengan p≤0,01, yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan motivasi belajar. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi motivasi belajar siswa, dan sebaliknya semakin rendah efikasi diri semakin rendah motivasi belajar siswa. Rerata empirik pada variabel efikasi diri sebesar 58,08 dengan rerata hipotetik sebesar 57,5, yang berarti mempunyai tingkat efikasi diri yang sedang. Selanjutnya rerata empirik variabel motivasi belajar sebesar 127,45 dengan rerata hipotetik sebesar 107,5, yang berarti mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Peranan efikasi diri terhadap motivasi belajar (SE) sebesar 21,4%, sehingga masih terdapat 76,8% faktor lain selain efikasi diri yang mempengaruhi motivasi belajar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI EKSTRINSIK DENGAN HASIL BELAJAR STENOGRAFI PADA SISWA SMKN 14 JAKARTA PUSAT - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI EKSTRINSIK DENGAN HASIL BELAJAR STENOGRAFI PADA SISWA SMKN 14 JAKARTA PUSAT - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

Faktor lain yang turut mempengaruhi hasil belajar siswa adalah metode mengajar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi yang diajarkan. Metode yang bervariasi tentu akan membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam mempelajari materi yang diberikan karena materi tersebut akan terlihat menarik bagi siswa ketika guru menyampaikannya dengan berbagai macam metode. Namun sayangnya, fakta di lapangan terlihat bahwa seringkali guru hanya menggunakan satu metode yang kurang menarik bagi siswa sehingga mengakibatkan minat dan motivasi belajar siswa menjadi berkurang. Hal ini tentu akan mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Problem Based Learning De

Pengaruh Model Problem Based Learning De

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) dengan metode eksperimen disertai teknik Roundhouse Diagram dan Mind Map, gaya belajar, dan motivasi belajar serta interaksinya terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor pada materi Sistem Ekskresi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN Kebakkramat Tahun Pelajaran 2012/2013 Semester II. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I (XI IPA 2) belajar menggunakan model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik Roundhouse Diagram dan kelas eksperimen II (XI IPA 3) belajar menggunakan model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik Mind Map. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk data hasil belajar kognitif, angket dan lembar observasi untuk hasil belajar afektif dan psikomotor serta angket untuk gaya dan motivasi belajar. Uji hipotesis menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil olah data disimpulkan: 1) ada pengaruh model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik Roundhouse Diagram dan Mind Map terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 2) ada pengaruh gaya belajar kinestetik dan visual terhadap hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor; 3) ada pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 4) ada interaksi antara teknik pembelajaran dengan gaya belajar siswaterhadap hasil belajar afektif, tetapi tidak pada hasil belajar kognitif dan psikomotor; 5) tidak ada interaksi antara teknik pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 6) ada interaksi antara gaya belajar dengan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar psikomotor, tetapi tidak pada hasil belajar kognitif dan afektif; 7) tidak ada interaksi antara teknik pembelajaran, gaya belajar, dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DALAM POKOK BAHASAN SPLDV KELAS VIIIDI SMP N 2 KRANGKENG - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PENGARUH STRATEGI COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DALAM POKOK BAHASAN SPLDV KELAS VIIIDI SMP N 2 KRANGKENG - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Dalam pelaksanaannya Strategi Cooperative Learning tipe STAD di terapkan untuk menambah motivasi belajar akan siswa dengan cara siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga nantinya mereka akan mampu memecahkan setiap soal yang di berikan oleh guru dengan cara bekerja sama dengan teman . Penelitian ini di lakukan di SMP N 2 Krangkeng Indramayu dengan subjek penelitian sebanyak 32 Siswa yang berasal dari kelas VIII E. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar angket untuk mengetahui respon motivasi belajar siswa terhadap penerapan strategi Cooperative Learning tipe STAD, sedangkan tes tertulis untuk mengetahui hasil belajar siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah uji validitas , realibilitas , tingkat kesukaran, daya pembeda, normalitas, homogenitas dan regresi.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

 this  file 3015 5436 1 PB

this file 3015 5436 1 PB

Pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan problem based learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Peningkatan motivasi belajar siswa diperoleh karena pembelajaran yang dirancang dengan pemberian masalah setiap pembelajaran membuat siswa tertantang untuk bisa menyelesaikannya dan melalui kegiatan berdiskusi siswa menjadi termotivasi untuk menjadi kelompok paling cepat dari kelompok yang lainnya dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Selain itu, pemberian reward yang tepat akan meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditandai dengan antusiasnya siswa saat proses diskusi. Pendekatan ekspositori juga dapat meningkatkan motivasi belajar. Peningkatan motivasi belajar siswa pada kelas kontrol ini tidak terlepas dari peran guru dalam merencanakan pembelajaran yang menyenangkan dan melaksanakan pembelajaran dengan optimal sehingga menarik minat siswa untuk belajar lebih aktif. Dengan demikian pembelajaran ekspositori pun bila dilaksanakan secara optimal maka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi perbandingan. Namun memang dapat terlihat bahwa peningkatan motivasi belajar siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem based learning lebih baik daripada peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika secara ekspositori. Dengan tahap pembelajaran Problem Based Learning diantaranya berdiskusi dalam suatu kelompok dapat memberikan nuansa baru dalam belajar serta siswa bisa saling bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Selain itu, dengan adanya pemberian reward yang tepat dapat meningkatkan antusias
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI IKLIM KELAS DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMK PATRIOT 2 BEKASI - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI IKLIM KELAS DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMK PATRIOT 2 BEKASI - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

Namun dalam mencapai sukses disekolah dan mendapat prestasi belajar yang baik tidaklah semudah yang dibayangkan oleh setiap orang, maka perlu diperhatikan faktor internal maupun faktor eksternal. Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya tingkat intelegensi siswa, disiplin belajar siswa, minat belajar siswa, motivasi belajar siswa, Lingkungan keluarga, Lingkungan masyarakat, Lingkungan sekolah yaitu pada iklim kelas. Faktor yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya prestasi belajar siswa adalah tingkat intelegensi. Tingkat intelegensi merupakan kemampuan yang dimiliki siswa dalam menyelesaikan masalah belajar. Siswa akan lebih mudah dalam memahami materi pelajaran jika didukung dengan intelegensi yang tinggi. Dalam sebuah kelas terdapat bermacam – macam siswa dengan tingkat intelegensi yang berbeda – beda, hal ini dapat dilihat saat guru mengajar seperti siswa memperhatikan guru, bertanya apabila tidak mengerti, ada pula siswa bila ditanya masih belum bisa menjawab.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...