Motivasi Belajar Siswa

Top PDF Motivasi Belajar Siswa:

Pengaruh Strategi Numbered Heads Together (NHT) dan The Power Of Two Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa

Pengaruh Strategi Numbered Heads Together (NHT) dan The Power Of Two Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) pengaruh penggunaan strategi NHT dan The Power of Two terhadap hasil belajar matematika, (2) pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika, (3) interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kuasi eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester ganjil MTs N Surakarta 1 tahun ajaran 2015/2016. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalur sel tak sama. Hasil analisis data dengan taraf signifikansi 5% diperoleh: (1) terdapat pengaruh penggunaan strategi NHT dan The Power of Two terhadap hasil belajar matematika, dengan � = , (2) terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matemaika, dengan � = , , (3) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar, terhadap hasil belajar matematika, dengan � = , .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN KONSEP DIRI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DAN XI ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017 - UNS Institutional Repository

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN KONSEP DIRI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DAN XI ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017 - UNS Institutional Repository

Motivasi bukan hanya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga saja, namun diketahui juga bahwa konsep diri dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Konsep diri merupakan suatu yang penting dalam kepribadian manusia. Konsep diri merupakan pandangan perasaan tentang diri sendiri. Konsep diri dinyatakan melalui sikap dirinya sendiri yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Konsep diri merupakan penentu sikap individu ketika bertindak, ketika individu yakin bahwa dia akan berhasil maka hal tersebut merupakan dorongan atau kekuatan yang akan membawanya dalam keberhasilan. Dan sebaliknya ketika individu itu tidak yakin bahwa dia bisa akan berhasil maka dia sama saja menyiapkan diri untuk gagal.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Dosen Pengampu Mohammad Faizal Amir, M.Pd Abstrak - PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 1 DI SDN SIDOKARE 1 SIDOARJO - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Dosen Pengampu Mohammad Faizal Amir, M.Pd Abstrak - PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 1 DI SDN SIDOKARE 1 SIDOARJO - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Pertemuan kedua dilakukan pada hari Senin tanggal 23 April 2018 selama satu pembelajaran. Dalam pertemuan tersebut dikumpulkan data mengenai motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Make a Match. Diperoleh juga data tentang aktivitas belajar, motivasi belajar dan interaksi siswa serta kesesuaian skenario dalam proses pembelajaran menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.

9 Baca lebih lajut

KREATIVITAS GURU PAI DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS UNGGULAN DI SMP NEGERI 1 GONDANG TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

KREATIVITAS GURU PAI DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS UNGGULAN DI SMP NEGERI 1 GONDANG TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Untuk merealisasikan sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai kreativitas dalam pendidikan, upaya pemerintah diantaranya dengan mengeluarkan PP NO. 19 Tahun 2003 tentang Standarisasi Nasional, PP No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen serta pengesahan rancangan undang-undang guru dan dosen sebagai undang-undang serta memberikan kewenangan kepada daerah untuk melakukan berbagai inovasi pendidikan. Diantara kebijakan pemerintah tersebut yaitu pelaksanaan sistem manajemen berbasis sekolah, kurikulum tingkat satuan pendidikan dan pembelajaran kontekstual ( contextual teaching learning ) yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil belajar. 2
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Eksperimentasi pembelajaran matematika dengan metode jigsaw pada pokok bahasan peluang ditinjau dari motivasi belajar siswa kelas XI Ilmu Alam SMA Negeri 3 Surakarta

Eksperimentasi pembelajaran matematika dengan metode jigsaw pada pokok bahasan peluang ditinjau dari motivasi belajar siswa kelas XI Ilmu Alam SMA Negeri 3 Surakarta

dari kerajinannya dalam menyelesaikan tugas, mengikuti program belajar yang lebih banyak tetapi mereka gagal dalam belajar. Hal ini dijawab dalam tinjauan psikologis bahwa motivasi hanyalah pendorong dan bukan penentu. Terlebih lagi, kondisi motivasi merupakan keadaan mental yang sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosional artinya motivasi akan bernilai positif pada diri siswa tetapi juga dapat berpengaruh negatif. Proses ini sangat ditentukan oleh pengalaman masa lalu dan keadaan masa kini. Sebab dijelaskan semakin tinggi motivasi seseorang maka akan semakin berpengaruh positif pada aspek belajar siswa tetapi setelah sampai puncaknya, peranan motivasi berubah sehingga menjadi distraktor dalam proses pengendalian diri.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN LAYANAN INFORMASI MENGGUNAKAN VIDEO MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI SENDANGMULYO 04 SEMARANG

KEEFEKTIFAN LAYANAN INFORMASI MENGGUNAKAN VIDEO MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI SENDANGMULYO 04 SEMARANG

Dari hasil wawancara di atas bahwa kelas V perlu mendapatkan motivasi atau dorongan yang tinggi, terlebih mereka akan naik ke kelas VI sehingga mereka sangat perlu untuk mempunyai motivasi belajar yang sangat tinggi. Teknik yang sudah dilakukan oleh sekolah agar siswa dapat belajar setiap harinya, yaitu dilakukan dengan membuat lesson plan. Lesson plan ini digunakan agar siswa dapat mengingat esok harinya ia akan belajar mengenai pelajaran apa, dengan adanya lesson plan tentu siswa sudah membuka buku pada malam harinya. Apabila siswa belum mengerjakan lesson plan tentu dapat diketahui bahwa siswa tersebut malam harinya tidak belajar, dan resikonya ia tidak diberikan soal untuk di kerjakan di sekolah. Selain itu, guru kelas sudah mencoba untuk memotivasi siswa saat dikelas dengan bercerita mengenai tokoh-tokoh teladan, diharapkan siswa akan tergugah rasa semangatnya dan bisa memberikan inspirasi bagi siswa, tetapi dengan cara ini pun belum berhasil untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Masih ada beberapa siswa yang tidak mau memperhatikan materi pelajaran dengan baik.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MENGGAMBAR TEKNIK DASAR PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2012/2013.

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MENGGAMBAR TEKNIK DASAR PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2012/2013.

yang diungkapkan oleh Arsyad (2002) bahwa : “pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pembelajaran berlangsung”. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DAN SNOWBALLING DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMORI SISWA

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DAN SNOWBALLING DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMORI SISWA

bukan berarti model pembelajaran kooperatif tidak memiliki hubungan timbal balik dengan motivasi belajar siswa. Karena dengan adanya motivasi belajar pada diri siswa maka siswa tersebut akan mempunyai keinginan atau semangat untuk belajar sehingga mampu menguasai materi pelajaran dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Karena juga dilihat dari kelebihan masing-masing model pembelajaran, keunggulan Jigsaw antara lain tanggung jawab masing-masing siswa sama besarnya, siswa dapat menguasai hampir semua materi pelajaran, karena masing-masing siswa mengajari temannya secara bergantian, sedangkan keunggulan Snowballing adalah jawaban bertingkat dari siswa yang lebih sempurna. Juga berdasarkan pemikiran bahwa siswa kelas VIII sudah memiliki kemampuan berdiskusi dengan orang lain dan memiliki pengetahuan tentang sistem pencernaan manusia yang bersifat abstrak meskipun pengetahuan yang dimiliki terbatas yang dapat digunakan untuk membantu mempermudah ketika berdiskusi dengan temannya. Dengan keadaan seperti itu diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa meskipun tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

EFEK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN MODUL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMA ST. THOMAS 1 MEDAN.

EFEK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN MODUL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMA ST. THOMAS 1 MEDAN.

Penelitian dirancang menggunakan ANAVA 2x2 faktorial, yaitu Pengaruh pembelajaran kooperatif antara pembelajaran tanpa Modul dengan pembelajaran berbantuan Modul terhadap hasil belajar siswa, dan pengaruh motivasi belajar siswa antara siswa motivasi tinggi dan siswa motivasi rendah

Baca lebih lajut

Pengaruh Model Problem Based Learning De

Pengaruh Model Problem Based Learning De

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) dengan metode eksperimen disertai teknik Roundhouse Diagram dan Mind Map, gaya belajar, dan motivasi belajar serta interaksinya terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor pada materi Sistem Ekskresi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN Kebakkramat Tahun Pelajaran 2012/2013 Semester II. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I (XI IPA 2) belajar menggunakan model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik Roundhouse Diagram dan kelas eksperimen II (XI IPA 3) belajar menggunakan model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik Mind Map. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk data hasil belajar kognitif, angket dan lembar observasi untuk hasil belajar afektif dan psikomotor serta angket untuk gaya dan motivasi belajar. Uji hipotesis menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil olah data disimpulkan: 1) ada pengaruh model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik Roundhouse Diagram dan Mind Map terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 2) ada pengaruh gaya belajar kinestetik dan visual terhadap hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor; 3) ada pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 4) ada interaksi antara teknik pembelajaran dengan gaya belajar siswaterhadap hasil belajar afektif, tetapi tidak pada hasil belajar kognitif dan psikomotor; 5) tidak ada interaksi antara teknik pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor; 6) ada interaksi antara gaya belajar dengan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar psikomotor, tetapi tidak pada hasil belajar kognitif dan afektif; 7) tidak ada interaksi antara teknik pembelajaran, gaya belajar, dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

View of HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA

View of HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA

Abstrak ; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan motivasi belajar pada siswa di SMP Negeri 11 Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian ini adalah 80 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Alat ukur penelitian menggunakan skala dukungan sosial keluarga dan skala motivasi belajar. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan motivasi belajar pada siswa di SMP Negeri 11 Kota Pasuruan dengan nilai r sebesar 0, 535. Hal ini berarti Semakin tinggi dukungan sosial keluarga yang diterima siswa, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial keluarga yang diterima siswa, maka semakin rendah motivasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Motivasi Belajar | Karya Tulis Ilmiah Motivasi Belajar

Motivasi Belajar | Karya Tulis Ilmiah Motivasi Belajar

Dari konsep-konsep motivasi diatas terihat bahwa makna motivasi itu sangatlah besar pengaruhnya. Namun demikian, konsep motivasi tersebut memiliki konsep yang sama, yakni motivasi adalah pendorong seseorang untuk dapat melakukan sesuatu yang dikehendaki. Dengan kata lain, motivasi adalah keseluruhan atau totalitas kekuatan yang tersembunyi dalam diri seseorang, yang dapat menggerakkan tenaganya atau energinya melakukan sesuatu yang lebih baik dibanding yang sebelumnya dalam mencapai tujuan tertentu. Jadi motivasi adalah identik dengan pendorong atau penggerak yang ada dalam diri seseorang, sehingga ia dapat melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang dikehendaki, dalam hal ini guna meningkatkan motivasi belajar siswa. Ada beberapa bentuk dalam menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah yaitu : memberi angka, memberi hadiah, kompetisi, ego, memberi ulangan, mengetahui hasil, pujian, hukuman, hasrat untuk belajar, minat dan tujuan yang diakui.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI EKSTRINSIK DENGAN HASIL BELAJAR STENOGRAFI PADA SISWA SMKN 14 JAKARTA PUSAT - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

BAB I PENDAHULUAN - HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI EKSTRINSIK DENGAN HASIL BELAJAR STENOGRAFI PADA SISWA SMKN 14 JAKARTA PUSAT - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

Faktor lain yang turut mempengaruhi hasil belajar siswa adalah metode mengajar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi yang diajarkan. Metode yang bervariasi tentu akan membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam mempelajari materi yang diberikan karena materi tersebut akan terlihat menarik bagi siswa ketika guru menyampaikannya dengan berbagai macam metode. Namun sayangnya, fakta di lapangan terlihat bahwa seringkali guru hanya menggunakan satu metode yang kurang menarik bagi siswa sehingga mengakibatkan minat dan motivasi belajar siswa menjadi berkurang. Hal ini tentu akan mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Penerapan Media Pembelajaran Komik Strip Pada Mata Pelajaran Ekonomi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IS di SMA Negeri 1 Wonotunggal Batang

Penerapan Media Pembelajaran Komik Strip Pada Mata Pelajaran Ekonomi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IS di SMA Negeri 1 Wonotunggal Batang

Kata Kunci : Motivasi Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa, Media Komik Strip. Berdasarkan pengamatan awal diketahui bahwa motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI IS 1 SMA N 1 Wonotunggal Batang diperoleh data sebesar 50% yang meliputi kemampuan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik, kemampuan siswa menunjukkan rasa minat dan antusias yang tinggi untuk belajar dan sebagainya masuk dalam kategori rendah. Hasil belajar siswa juga masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan ketuntasan hasil belajar siswa XI IS 1 menunjukkan bahwa dari 45 siswa, hanya 47% siswa yang tuntas, sedangkan 53% lainnya siswa tidak tuntas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa kelas XI IS 1 masih rendah. Oleh karena itu, peneliti akan menerapkan media komik strip pada mata pelajaran ekonomi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IS di SMA Negeri 1 Wonotunggal Batang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IS1 yang berjumlah 45 siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaborasi antara guru dan peneliti. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dan observasi. Teknik Analisis datanya adalah deskriptif persentase dan analisis regresi sederhana.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 METRO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 METRO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Lingkungan sekolah merupakan segala sesuatu yang ada diluar individu, yang berkaitan secara langsung dalam kegiatan pembalajaran.Hal itu meliputi seluruh elemen dalam sekolah tersebut, yang diciptakan guna mencapai tujuan yang diharapkan.Lingkungan sekolah yang nyaman, secara tidak langsung memberikan pengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa.Oleh karena itu, penyelenggara sekolah dan guru tidak bisa mengabaikan begitu saja terhadap lingkungan sekolah.Selain itu terlihat jelas bahwa lingkungan adalah suatu keadaan yang dapat memberikan pengaruh yang besar kepada individu baik pengaruh positif maupun negatif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

 this  file 3015 5436 1 PB

this file 3015 5436 1 PB

dalam membantu kehidupan manusia. Seperti yang diungkapkan oleh Ruseffendi (dalam Susanto, 2013) bahwa, matematika itu penting sebagai alat bantu, sebagai ilmu, sebagai pembimbing pola berpikir, maupun sebagai pembentuk sikap. Begitu banyak peran matematika bagi manusia, namun sampai sekarang pelajaran matematika masih saja merupakan matapelajaran yang kurang diminati dan disukai siswa, karena siswa pada umumnya beranggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Ruseffendi (dalam Djuanda, 2009) yang mengungkapkan bahwa, Matematika (ilmu pasti) bagi anak- anak pada umumnya merupakan mata pelajaran yang tidak disenangi, kalau bukan pelajaran yang paling dibenci. Karena anggapan siswa tersebut, akhirnya prestasi belajar matematika siswa pun ikut menurun, hal itu terlihat dari nilai mata pelajaran matematika yang diperoleh lebih rendah, dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Matematika dianggap sulit karena matematika merupakan ilmu yang penuh dengan hitungan dan rumus-rumus yang membosankan, matematika juga sulit untuk dikomunikasikan karena terbentur dengan simbol-simbol, bersifat abstrak, serta miskin komunikasi terutama komunikasi lisan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Media Audio Visual Bagi Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Mojoagung Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Media Audio Visual Bagi Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Mojoagung Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2012/2013.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dengan bekerjasama dengan guru kelas VI di SDN 2 Mojoagung. Setting dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Mojoagung, sebanyak 15 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Pada pelaksanaan pra siklus ini peneliti bertindak sebagai pengajar sedangkan guru kelas VI bertindak sebagai pengamat. Berdasarkan hasil dialog awal dan observasi pada tanggal 16 mei 2013, dari 11 siswa tersebut umumnya kurang semangat terhadap apa yang disampaikan guru dalam mempelajari mata pelajaran IPA, siswa hanya mendengarkan penjelasan guru saat menyampaikan pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan siswa merasa jenuh ataupun bosan dan bahkan terdapat beberapa siswa yang asik bermain sendiri dan tidak memperhatikan guru.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

39 BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

39 BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

Selain kegiatan akademik, SMA Z Semarang juga memiliki beberapa kegiatan non akademik (ekstrakurikuler) yang dilakukan di luar jam kegiatan belajar mengajar, seperti bulutangkis, kolintang, paduan suara, vocal group, musik ibadah, kimia industry, jurnalistik, Akuntansi Club, Mandarin Club, English Club, dance, band, futsal (regular dan tim), basket (regular dan tim), robotik, Taekwondo, fotografi, dan gitar.

Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MOTIVASI BELAJAR DARI ORANG TUA, MINAT BELAJAR MATEMATIKA, DAN PROBLEMA REMAJA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 200920

PENGARUH PEMBERIAN MOTIVASI BELAJAR DARI ORANG TUA, MINAT BELAJAR MATEMATIKA, DAN PROBLEMA REMAJA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 200920

Dalam bidang pendidikan, keluarga merupakan pusat pendidikan yang utama dan pertama, .Orang tua sebagai pendidik dalam keluarga mempunyai tugas dan kewajiban untuk mengantarkan anak-anaknya menuju kearah kedewasaan agar nantinya dapat mandiri. Salah satunya adalah pemberian motivasi belajar dari orang tua karena tidak semua anak memiliki motivasi intrinsik sehingga perlu adanya motivasi dari orang lain (orang tua). Dengan adanya pemberian motivasi belajar dari orang tua memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik dan tepat sehingga prestasi belajar matematika juga baik. Sebaliknya orang tua yang tidak pernah atau sedikit dalam memberikan motivasi belajar pada anaknya dapat mengakibatkan anak kuramg bersemangat untuk belajar sehingga mereka tidak mampu berprestasi maksimal khususnya dalam bidang studi matematika
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hakikat Motivasi Belajar

Hakikat Motivasi Belajar

Walaupun sudah jelas tentang pentingnya motivasi, tetapi sukar mendefinisikan dan menganalisisnya. Namun, salah satu definisi meng-ungkapkan bahwa motivasi berhubungan dengan arah perilaku, kekuatan respon (yaitu usaha) setelah seseorang memilih mengikuti tindakan tertentu, dan kelangsungan perilaku, atau seberapa lama orang tersebut terus berperilaku (John P. Campbell, et al., Managerial Behaviour, Performance, and Effectivenes. 1970).

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...