Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan

Top PDF Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan:

ANALISIS PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, KUALITAS AUDITOR, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN  Analisis Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Kualitas Auditor, Opini Audit Tahun Sebelumnya Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern (Stud

ANALISIS PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, KUALITAS AUDITOR, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN Analisis Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Kualitas Auditor, Opini Audit Tahun Sebelumnya Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern (Stud

Skripsi yang berjudul “Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Kualitas Auditor, Opini Audit Tahun Sebelumnya, dan Ukuran Perusahaan terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2012- 1014)” merupakan salah satu syarat yang dilakukan oleh mahasiswa untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, penelitian dan penulisan skripsi ini tidak akan berjalan lancar. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, DAN OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2015)

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, DAN OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2015)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memberi bukti empiris pengaruh kondisi keuangan perusahaan, pertumbuhan perusahaan, dan opini audit tahun sebelumnya terhadap opini audit going concern pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi logistik (logistic regression), berdasarkan hasil purposive sampling diperoleh 27 perusahaan yang memenuhi kreteria. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC.

(ABSTRAK) PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC.

Hasil Regresi Logistik dengan SPSS versi 16.00 diperoleh persamaan dimana kondisi keuangan perusahaan yang diproksikan dengan Altman Z Score berpengaruh negatif terhadap pemberian opini audit going concern, sedangkan pertumbuhan perusahaan berpngaruh negatif namun tidak secra signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC.

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC.

Auditor memberikan opini audit berdasarkan atas pertimbangan- pertimbangan dan dengan melihat kondisi dilapangan, sekiranya perusahaan tersebut mengalami berbagai masalah yang mengancam kelangsungan hidup usahanya maka auditor memberikan pendapat khsusus atau paragraf penjelas pada laporan auditanya. Menurut Robbins (2003), terdapat langkah-langkah dalam model pengambilan keputusan rasional, yaitu menetapkan masalah, identifikasi kriteria keputusan, mengembangkan alternatif, mengevaluasi alternatif, dan memilih alternatif baik, dengan demikian auditor dalam mengambil keputusan untuk memberikan opini audit going concern harus didasarkan pada kondisi keuangan perusahaan yang terjadi untuk kemudian mengambil keputusan yang rasional mengenai kelangsungan hidup perusahaan.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL  PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat memperluas wawasan pembaca di bidang akuntansi keuangan khususnya pada topik kondisi keuangan perusahaan dan manipulasi aktivitas riil. Penulisan skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa saran, dukungan, bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

PENDAHULUAN PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

Penelitian ini menggunakan arus kas operasi untuk mendeteksi operasi abnormal dari aktivitas riil. Oktorina dan Hutagaol (2009) menemukan bahwa perusahaan melakukan manipulasi aktivitas riil melalui arus kas operasi dan berdampak pada kinerja pasar.

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, KUALITAS AUDITOR, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN  Analisis Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Kualitas Auditor, Opini Audit Tahun Sebelumnya Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern (Stud

ANALISIS PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, KUALITAS AUDITOR, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN Analisis Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Kualitas Auditor, Opini Audit Tahun Sebelumnya Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern (Stud

Dalam memberikan opini audit going concern suatu perusahaan, auditor harus mempertimbangkan kondisi dan peristiwa tertentu yang menunjukkan adanya kesangsian besar tentang kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu yang pantas. Kondisi dan peristiwa yang menjadi pertimbangan auditor atas kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya antara lain: trend negatif, petunjuk lain tentang kemungkinan kesulitan keuangan, masalah intern, dan masalah luar yang terjadi SPAP (2011: Seksi 341.3 paragraf 6).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENUTUP  PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

PENUTUP PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

1. Peneliti menganalisis kondisi keuangan perusahaan hanya berdasarkan aspek ekonomi perusahaan. Pada kenyataannya, terdapat banyak aspek non ekonomi yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan suatu perusahaan. Aspek non ekonomi yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan antara lain sumber daya manusia, teknologi, dan berbagai aspek lainnya. Oleh sebab itu, penelitian ini tidak dapat menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. 2. Sampel perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini hanya
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

SOX berisi peraturan yang mendorong perusahaan agar menerapkan prinsip keterbukaan, memastikan perusahaan memiliki sistem pengendalian yang kuat, dan memastikan perusahaan memiliki sistem pengawasan yang ketat. Beberapa peraturan di dalam SOX di antaranya mewajibkan setiap perusahaan memiliki komite audit independen, mewajibkan penyajian transaksi off balance sheet dan setiap perubahan yang bersifat material. Peraturan SOX menyebabkan manajemen laba akrual dapat dengan mudah terdeteksi oleh pihak pengawas, sehingga membatasi fleksibilitas perusahaan saat akan melakukan manajemen laba akrual. Oleh sebab itu, manajer cenderung menggunakan manipulasi aktivitas riil agar tetap dapat memanipulasi laba dengan tingkat risiko terdeteksi yang lebih rendah dibandingkan dengan manajemen laba akrual.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap kondisi keuangan perusahaan dan harga saham dengan menggunakan analisis regresi dapat diketahui bahwa kondisi keuangan perusahaan mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Hal ini dapat ditunjukkan dengan melihat hasil pengujian dalam tabel ANOVA. Dalam tabel ditunjukkan bahwa nilai F hitung dalam penelitian lebih besar jika dibandingkan dengan F tabel. Selain itu dalam tabel ANOVA juga menunjukkan bahwa nilai probabilitas yang dihasilkan dalam penelitian lebih kecil jika dibandingkan dengan taraf nyata yang digunakan yaitu sebesar 5%. Dalam tabel output yang lain juga dapat diketahui bahwa nilai t hitung dalam penelitian lebih besar jika dibandingkan dengan nilai t tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi keuangan perusahaan berpengaruh terhadap harga saham.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN UKURAN  PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN.

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN UKURAN PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan opini audit going concern. Faktor-faktor yang diteliti yaitu, kondisi keuangan perusahaan, pertumbuhan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya dan ukuran perusahaan. Sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang listing pada BEI pada periode 2005-2009. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi logistik.

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia TAHUN 2010-2014.

PENDAHULUAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia TAHUN 2010-2014.

sangat signifikan terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan kedepan. Kesalahan yang terjadi dalam memberikan opini akan sangat fatal akibatnya. Atas banyaknya kasus manipulasi yang menyebabkan berbagai perusahaan besar bangkrut, maka dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor kondisi keuangan perusahaan, ukuran perusahaan, opini audit tahun sebelumnya, auditor client tenure, opinion shopping, dan reputasi auditor yang diprediksi akan mempengaruhi pemberian opini audit going concern.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Ramadhany, Alexander. 2004. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Mengalami Financial Distress Di Bursa Efek Indonesia . Tesis S2, Universitas Diponegoro, Semarang. Tidak Dipublikasikan.

Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Dalam Perusahaan Manufaktur Di Indonesia Tahun 2012-2014.

DAFTAR PUSTAKA Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Dalam Perusahaan Manufaktur Di Indonesia Tahun 2012-2014.

Azizah, Rizki dan Indah Anisykurlillah. 2014. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Debt Default, dan Kondisi Keuangan Perusahaan Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern (Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2010-2013). Accounting Analysis Journal. Universitas Negeri Semarang.

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS AUDIT, KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT

PENGARUH KUALITAS AUDIT, KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN, OPINI AUDIT TAHUN SEBELUMNYA, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI AUDIT

dengan tingkat signifikansi sebesar 0,475 lebih besar dari 0,05 (5 persen). Artinya dapat di- simpulkan bahwa H4 tidak berhasil didukung, dengan demikian terbukti bahwa rasio pertum- buhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Temuan empiris pada penelitian ini konsisten dengan penelitian Fanny dan Saputra (2005). Fanny dan Saputra (2005) menemukan bukti empiris bahwa rasio pertumbuhan aktiva tidak berpengaruhsignifikan terhadap kemungkinan penerimaan opini audit going concern. Penelitian ini memberikan tam- bahan bukti empiris bahwa rasio pertumbuhan yang lain yaitu rasio pertumbuhan penjualan yang positif tidak bisa menjamin auditee untuk tidak menerima opini audit going concern. Dari 295 sampel yang diamati nilai rata-rata dari rasio pertumbuhan penjualan kelompok aud- itee dengan opini GCAO maupun NGCAO ber- nilai positif. Hal ini berarti auditee yang menja- di sampel baik auditee dengan opini GCAO maupun NGCAO mengalami peningkatan dal- am penjualan bersihnya, tetapi peningkatan penjualan bersih ini tidak diikuti dengan ke- mampuan auditee untuk menghasilkan laba serta meningkatkan saldo labanya. Nilai rata- rata dari ROA 295 sampel auditee yang ber- nilai negatif merupakan bukti empiris yang nya- ta bahwa peningkatan dalam penjualan bersih tidak menjamin peningkatan pada laba bersih setelah pajak yang akan diterima oleh auditee Tanda koefisien variabel SALE yang positif menunjukkan hubungan yang s e a r a h , yang berarti semakin tinggi rasio pertumbuhan pe- jualan auditee semakin besar kemungkinan auditor untuk menerbitkan opini audit going concern.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Earning Per Share, Kondisi Keuangan Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pemberian Opini Audit Going Concern

Pengaruh Earning Per Share, Kondisi Keuangan Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pemberian Opini Audit Going Concern

Salah satu tolak ukur yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah ukuran aktiva dari perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama, selain itu juga mencerminkan bahwa perusahaan relatif lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibanding perusahaan dengan total asset yang kecil Basuki, Ismu, (2006). Cooke (1992) meneliti pengaruh size perusahaan, status pendaftaran dan jenis industri terhadap luas pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan Jepang yang terdaftar dibursa. Size perusahaan merupakan variabel penting yang menjelaskan luas pengungkapan dalam laporan tahunan, sedangkan untuk jenis industri ditemukan bahwa perusahaan manufaktur berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan dibandingkan dengan jenis industri lain.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Kondisi Keuangan, Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2015

Analisis Pengaruh Kondisi Keuangan, Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2015

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) kondisi keuangan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern , (2) ukuran perusahaan berpengaruh tidak signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern , (3) pertumbuhan perusahaan berpengaruh tidak signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern .

Baca lebih lajut

Bab 2 PENGARUH RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY DAN CORPORATE SOCIAL  TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

Bab 2 PENGARUH RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY DAN CORPORATE SOCIAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

(2.4) Seperti terlihat di atas bahwa ada beberapa cara untuk mengukur tingkat profitabilitas perusahaan. Namun, penulis membatasi hanya akan menggunakan dengan rasio Return on Total Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE). Analisis ROA dalam analisis laporan keuangan mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah satu teknik analisis keuangan yang bersifat menyeluruh (komprehensif). Semakin tinggi ROA ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin efektif dalam memanfaatkan aktiva untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak. Dengan demikian, semakin tinggi ROA, kinerja perusahaan semakin efektif. Hal ini selanjutnya akan meningkatkan daya tarik perusahaan kepada investor. Peningkatan daya tarik perusahaan menjadikan perusahaan tersebut makin diminati investor, karena tingkat kembalian akan semakin besar (Ang, 2006). Hal ini juga akan berdampak bahwa harga saham dari perusahaan tersebut di Pasar Modal juga akan semakin meningkat. Dengan kata lain ROA akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Return On Equity (ROE) merupakan suatu cara untuk mengukur seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Salah satu indikator yang digunakan investor untuk mengukur kinerja perusahaan adalah profitabilitas yang diukur dengan ROE, karena semakin tinggi laba, semakin tinggi pula nilai suatu perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN

PENGARUH KONDISI KEUANGAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN

kebangkrutan auditor mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualiandan kasus Lehman Brother yang perauditannya dilakukan oleh kantor akuntan publik Ernst and Young (KAP Big Four) mengalami hal yang sama yaitu auditor mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian pada periode sebelum terjadinya kebangkrutan dikarenakan Lehman Brother memanipulasi data keuangan untuk menutupi ketergantungan perusahaan pada pinjaman. Kedua auditor tersebut dianggap gagal dalam memberikan peringatan dini mengenai kelangsungan hidup entitas (going concern) tersebut dan peringatan dini bagi para pihak ketiga perusahaan dalam mempersiapkan diri menghadapi kebangkrutan. Dari kasus- kasus yang terjadi diatas, American Institute of certified public accounting mensyaratkan bahwa auditor harus mengemukakan secara eksplisit apakah perusahaan klien akan dapat mempertahankan hidupnya selama satu tahun kedepan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KONDISI KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP BUSINESS RISK  Analisis Pengaruh Kondisi Keuangan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Business Risk (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

ANALISIS PENGARUH KONDISI KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP BUSINESS RISK Analisis Pengaruh Kondisi Keuangan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Business Risk (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

Bank harus berhati-hati dalam menyalurkan kredit agar tidak terjadi NPL yang tinggi. Salah satu cara untuk mengurangi risiko yang ada bank biasanya mencari alternatif investasi lainnya yang lebih rendah risikonya, seperti menempatkan dana pada instrumen keuangan seperti Sertifikat Bank Indonesia yang memiliki risiko rendah tetapi memberikan kepastian hasil (Daelawati, et.al, 2013). Menurut Ali (2004) dalam Prasetyo (2013) semakin kecil non performing loan (NPL), maka semakin kecil pula risiko kredit yang ditanggung oleh bank. Sebaliknya semakin besar non performing loan (NPL) maka semakin besar pula risiko yang ditanggung oleh bank. Penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo (2013), dan Godlewski (2004) menunjukkan bahwa non performing loan (NPL) berpengaruh terhadap risiko bisnis (SDROA). Dari pernyataan tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects