Pengeboran Minyak

Top PDF Pengeboran Minyak:

Kajian resiko radiologis pada lingkungan operasi pengeboran minyak di pt. pertamina ep region jawa AWAL

Kajian resiko radiologis pada lingkungan operasi pengeboran minyak di pt. pertamina ep region jawa AWAL

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi limpahan rahmat dan hidayah sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Kajian Potensi Resiko Radiologis Pada Lingkungan Operasi Pengeboran Minyak Di PT. PERTAMINA EP Region Jawa”. Penyusunan skripsi ini merupakan suatu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan Strata 1 (S1) di Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

15 Baca lebih lajut

Toksisitas Limbah Pengeboran Minyak terhadap Benur Udang Windu (Penaeus monodon)

Toksisitas Limbah Pengeboran Minyak terhadap Benur Udang Windu (Penaeus monodon)

Peralatan terdiri dari satu buah akuarium berukuran 100 x 50 x 30 cm, penampung air (tandon), akuarium berukuran 30 x 30 x 30 cm sebanyak 18 buah, pemanas air (water heater), blower, serokan, gelas ukur volume 10 ml, 100 ml dan 500 ml. Media uji yang digunakan adalah supernatan limbah pengeboran minyak bumi pada berbagai konsentrasi dan air laut. Limbah hasil pengeboran minyak bumi terdiri dari tanah pembentuk formasi (cutting), lumpur pengeboran (drilling mud) dan semen yang digunakan untuk casing sumur minyak. Air laut yang digunakan berasal dari toko akuarium laut Bunaken yang berlokasi di kota Bogor. Media air yang digunakan untuk hewan uji selama aklimatisasi adalah air laut yang telah diaerasi selama 24 jam.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Studi Load Shedding pada Sistem Kelistrikan Pengeboran Minyak Lepas Pantai, Kasus di Perusahaan X

Studi Load Shedding pada Sistem Kelistrikan Pengeboran Minyak Lepas Pantai, Kasus di Perusahaan X

Dunia perminyakan dan gas sudah tidak asing lagi di telinga kita, sebagaimana yang kita ketahui pengeboran minyak ada yang terdapat di lepas pantai disebut offshore . Pada dasarnya di suatu sistem pembangkitan di offshore terdapat suatu sistem distribusi listrik yang didalamnya terdapat banyak mesin-mesin pendukung jalannya proses produksi. Perubahan beban yang bervariatif berdampak pada kestabilan sistem. Perubahan yang terjadi secara signifikan akan menyebabkan sistem bekerja diluar batas normal. Bila beban yang ditanggung oleh suatu pembangkit melebihi kemampuan akan menyebabkan generator overload yang bekerja diluar batas kerja generator itu sendiri sehingga akan terjadi penurunan frekuensi. Kestabilan sistem itu harus memenuhi beberapa syarat yaitu mampu memenuhi daya secara terus menerus, mampu senjalankan sistem secara normal dengan standard tegangan dan frekuensi, mampu utuk kembali kekeadaan normal saat terjadi gangguan (Chevron, 1996; Sheldrake, 1993).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGEBORAN MINYAK BUMI DI LEPAS PANTAI

PENGEBORAN MINYAK BUMI DI LEPAS PANTAI

Pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya pencemaran laut. Pada umumnya, pengeboran minyak bumi di laut menyebabkan terjadinya peledakan (blow aut) di sumur minyak. Ledakan ini mengakibatkan semburan minyak ke lokasi sekitar laut, sehingga menimbulkan pencemaran. Contohnya, ledakan anjungan minyak yang terjadi di teluk meksiko sekitar 80 kilometer dari Pantai Louisiana pada 22 April 2010. Pencemaran laut yang diakibatkan oleh pengeboran minyak di lepas pantai itu dikelola perusahaan minyak British Petroleum (BP). Ledakan itu memompa minyak mentah 8.000 barel atau 336.000 galon minyak ke perairan di sekitarnya. Tumpahan minyak di laut berasal dari kecelakaan kapal tanker. Contohnya tumpahan minyak terbesar yang terjadi pada tahun 2006 di lepas pantai Libanon. Selain itu, terjadi kecelakaan Prestige pada tahun 2002 di lepas pantai Spanyol. Bencana alam seperti badai atau banjir juga dapat menyebabkan tumpahan minyak. Sebagai contoh pada tahun 2007, banjir di Kansas menyebabkan lebih dari 40.000 galon minyak mentah dari kilang tumpah ke perairan itu yang terendam dalam laut yang tercemar limbah minyak bumi. Akibat yang ditimbulkan dari terjadinya pencemaran minyak bumi di laut adalah:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

APLIKASI PENDATAAN PENGIRIMAN ALAT DAN MATERIAL PENGEBORAN MINYAK PADA PT. GINTING JAYA ENERGI - POLSRI REPOSITORY

APLIKASI PENDATAAN PENGIRIMAN ALAT DAN MATERIAL PENGEBORAN MINYAK PADA PT. GINTING JAYA ENERGI - POLSRI REPOSITORY

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas berkat, rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir ini dengan judul “Aplikasi Pendataan Pengiriman Alat dan Material Pengeboran Minyak pada PT. Ginting Jaya Energi”. Laporan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang dilakukan pada PT. Ginting Jaya Energi.

16 Baca lebih lajut

Sistem Pengolahan Limbah Lumpur Pengeboran Minyak Bumi  Di PT. Chevron Pacific Indonesia Duri  Tahun 2011

Sistem Pengolahan Limbah Lumpur Pengeboran Minyak Bumi Di PT. Chevron Pacific Indonesia Duri Tahun 2011

Lumpur bor dari lokasi pengeboran yang masuk ke CMTF Arak dibawa oleh vaccum truck berkapasitas 60 bbls. Vaccum Truck adalah sebuah truk yang dilengkapi tangki dibagian badannya untuk menampung limbah lumpur bor yang disedot dari pit di lokasi pengeboran minyak bumi. Limbah lumpur bor yang akan diolah di CMTF Arak pertama kali ditampung di Pit penampungan awal yang dinamakan Pit A berkapasitas 5777 bbls. Setelah dari Pit A lumpur mengalir secara gravitasi ke Pit kedua yaitu Pit B berkapasitas 6457 bbls melalui pipa bawah tanah yang disebut syphon. Fungsi dari kedua Pit ini adalah tempat terjadinya pengendapan awal (pre separation) sehingga adanya penurunan jumlah padatan pada lumpur. Pengendapan yang terjadi berdasarkan perbedaan densitas, dimana densitas lumpur lebih berat sehingga lumpur terpisah dan berada didasar pit, sedangkan air berada di antara lapisan lumpur dan minyak. Pada kedua pit ini lumpur yang masuk masih mengandung oil dan grease (minyak dan lemak). Sehingga lumpur berwarna hitam pekat dan berbau.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Perancangan Instalasi Listrik Aplikasi Sistem Pemilihan Kabel dan Pemutus pada Proses Pengeboran Minyak dan Gas di Daerah “X”

Perancangan Instalasi Listrik Aplikasi Sistem Pemilihan Kabel dan Pemutus pada Proses Pengeboran Minyak dan Gas di Daerah “X”

Penelitian ini merupakan perhitungan untuk menentukan kapasitas kabel dan pemutus yang digunakan. Perhitungan yang dilakukan berdasarkan pada standar-standar yang digunakan dalam industri pengeboran minyak dan gas. Penentuan kapasitas kabel dan pemutus, terlebih dahulu menghitung arus nominal, arus hubung singkat dan tegangan jatuh. Dalam hal ini diterapkan faktor beban serta faktor akibat tata letak instalasi kabel. Hasil dari perhitungan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan, yaitu untuk drop tegangan 5 % ketika normal dan 15 % ketika pengasutan motor.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN PRESIDEN BARACK OBAMA MENYETUJUI PENGEBORAN MINYAK DI KUTUB UTARA

KEBIJAKAN PRESIDEN BARACK OBAMA MENYETUJUI PENGEBORAN MINYAK DI KUTUB UTARA

Segala puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kebijakan Barack Obama Menyetujui Pengeboran Minyak Di Kutub Utara”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.

19 Baca lebih lajut

Perhitungan Teknis Perbaikan Menara Atas (Upper Mast) dari Rig Pengeboran Minyak 77

Perhitungan Teknis Perbaikan Menara Atas (Upper Mast) dari Rig Pengeboran Minyak 77

Telah dilakukan inspeksi dengan Non Destructive Inspection (NDI) terhadap struktur Upper Mast dari Rig Pengeboran Minyak #77 (Rig #77) yang beroperasi dilapangan pengeboran. Dari hasil NDI diketahi bahwa struktur telah mengalami penipisan sampai melebihi 10% dari dimensi asal. Sesuai dengan standar yang berlaku, maka struktur yang mengalami penipisan tersebut harus diganti dengan material baru yang sesuai sebelum dioperasikan kembali seperti sediakala. Struktur yang telah mengalami penipisan diganti dengan material baru dengan penyambungan yang sesuai dengan welding procedure specification (WPS) seperti yang tertera pada standar AWS D.1.1. tahun 2000. Selanjutnya struktur yang telah diperbaiki harus dibuktikan laik operasi dengan melakukan perhitungan teknis (engineering calculation) terhadap struktur baru tersebut. Hasil perhitungan teknis dengan Theory of Elastic Failure maupun dengan metoda numerik menunjukkan kecenderungan yang sama, bahwa struktur yang baru aman dioperasikan pada static Hook Load - SHL 26,1 ton.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB JOINT OPERATING BODY (JOB) PERTAMINA- TALISMAN JAMBI MERANG TERHADAP PERLINDUNGAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM KEGIATAN PENGEBORAN MINYAK.

TANGGUNG JAWAB JOINT OPERATING BODY (JOB) PERTAMINA- TALISMAN JAMBI MERANG TERHADAP PERLINDUNGAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM KEGIATAN PENGEBORAN MINYAK.

Puji Syukur kepadaAllah SWTataskarunia dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Hukum (Skripsi) yang berjudulTANGGUNG JAWAB JOINT OPERATING BODY (JOB) PERTAMINA-TALISMAN JAMBI MERANG TERHADAP PERLINDUNGAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM KEGIATAN PENGEBORAN MINYAK

13 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN KOROSI BAJA KARBON DALAM LINGKUNGAN SESUAI KONDISI PIPA PENGEBORAN MINYAK BUMI MENGGUNAKAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) SEBAGAI ALTERNATIF INHIBITOR.

PERLINDUNGAN KOROSI BAJA KARBON DALAM LINGKUNGAN SESUAI KONDISI PIPA PENGEBORAN MINYAK BUMI MENGGUNAKAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) SEBAGAI ALTERNATIF INHIBITOR.

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, dengan kasih sayang dan pertolongan-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PERLINDUNGAN KOROSI BAJA KARBON DALAM LINGKUNGAN SESUAI KONDISI PIPA PENGEBORAN MINYAK BUMI MENGGUNAKAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) SEBAGAI ALTERNATIF INHIBITOR” ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada suri tauladan sepanjang zaman, Nabi Muhammad SAW.

32 Baca lebih lajut

Sistem penunjang keputusan cerdas perencanaan industri pengolahan batang kelapa sawit menjadi serbuk sawit untuk proses pengeboran minyak

Sistem penunjang keputusan cerdas perencanaan industri pengolahan batang kelapa sawit menjadi serbuk sawit untuk proses pengeboran minyak

Pemenuhan kebutuhan bahan aditif (LCM) didalam lumpur pengeboran merupakan faktor yang cukup penting didalam proses pengeboran minyak bumi. Bahan aditif (LCM) mengambil peran sebesar 10% didalam komposisi lumpur pengeboran bersamaan dengan fasa cair sebesar 70% dan fasa padat (Clay-Bentonite) sebesar 20%. Suatu perusahaan pengeboran yang menggunakan lumpur pengeboran akan terlihat jelas volume minyak yang diperoleh. Berdasarkan wawancara dengan pakar di bidang pengeboran minyak, jumlah volume minyak yang didapat akan lebih besar dibandingan dengan yang tidak menggunakan lumpur pengeboran. Selain itu harga jual minyak bumi yang diperoleh juga akan lebih mahal dengan persentasi margin 10-50% dari harga jual yang tidak menggunakan lumpur pengeboran. Dilihat dari margin harga jual minyak bumi yang mencapai 50%, akan sangat prospektif sekali untuk membangun suatu industri LCM serbuk sawit dimana peran LCM sebagai aditif didalam lumpur pengeboran juga cukup penting. Captivated market dari serbuk sawit selain digunakan sebagai LCM dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan (persentase sebesar 25%) yang digunakan dalam pembuatan hydrolite polyakrilamit dengan campuran surfaktan yang nantinya akan digunakan dalam membantu proses pengeboran. Akan tetapi, produk tersebut sampai saat ini belum dilakukan penelitian sehingga produk tersebut belum dapat digunakan untuk membantu proses pengeboran.
Baca lebih lanjut

319 Baca lebih lajut

SURVEY TOPOGRAFI UNTUK DESAIN PENGEBORAN MINYAK DAN GAS DI LOKASI B 1602 PT.PERTAMINA EP REGION KTI FIELD BUNYU KALIMANTAN TIMUR.

SURVEY TOPOGRAFI UNTUK DESAIN PENGEBORAN MINYAK DAN GAS DI LOKASI B 1602 PT.PERTAMINA EP REGION KTI FIELD BUNYU KALIMANTAN TIMUR.

Pengeboran Minyak dan Gas saat ini merupakan salah satu bidang usaha yang sangat berprospek tinggi, Hal ini ditunjukan dengan adanya kegiatan pembukaan lahan untuk pengeboran Minyak dan Gas diberbagai lokasi ditanah air indonesia, khususnya daerah Sumatera, Kalimantan Dan Papua. Pengeboran Minyak Dan Gas merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena dapat digunakan sebagai bahan bakar berbagai produksi seperti, untuk transportasi kendaraan dan kebutuhan rumah tangga.

35 Baca lebih lajut

ANALISIS ALIRAN BEBAN UNIT OIL DAN GAS DI PENGEBORAN MINYAK LEPAS PANTAI SEPINGGAN.

ANALISIS ALIRAN BEBAN UNIT OIL DAN GAS DI PENGEBORAN MINYAK LEPAS PANTAI SEPINGGAN.

Untuk menghindari hal tersebut, perlu dilakukan prediksi yang memperkirakan kondisi pengoperasian dengan cara analisa aliran beban, sistem tenaga listrik bertujuan untuk menentukan opera[r]

7 Baca lebih lajut

677 Kisi Teknik Pengeboran Minyak dan Gas

677 Kisi Teknik Pengeboran Minyak dan Gas

5 Pedagogik Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial,kultural, emosional,dan intelektual Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam [r]

11 Baca lebih lajut

MAKALAH PENGELOLAAN LINGKUNGAN MINYAK DA

MAKALAH PENGELOLAAN LINGKUNGAN MINYAK DA

Oleh karena itu harus dilakukan pengolahan yang dapat mengurangi dampak pencemaran pada lingkungan yang dihasilkan dari pengeboran minyak dan gas ini... Apa Rumusan Masalah Rumusan..[r]

15 Baca lebih lajut

D FILE 64 Edisi Mei Juni 2013

D FILE 64 Edisi Mei Juni 2013

Berstatus pemain baru di pasar Shaped Charges di tengah dominasi raksasa perusahaan jasa pengeboran minyak dunia, tak lantas menyurutkan langkah Divisi Minyak & Gas (Migas) PT DAHANA (Persero) bersaing di bahan peledak untuk operasi drilling ini. Berbagai upaya dilakukan guna mempercepat penetrasi pasar dalam negeri yang terbilang masih tebatas. Untuk secara ber tahap bisa mensubtitusi Shaped Charges impor yang membanjiri pasar pertambangan Migas. Angin segar berhembus dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Lembaga yang dinakhodai Jero Wacik ini menelurkan regulasi baru terkait kandungan lokal dalam negeri. Aturan yang mengharuskan Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) ini
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KECELAKAAN KARENA KEGAGALAN STRUKTUR DAL

KECELAKAAN KARENA KEGAGALAN STRUKTUR DAL

Sekitar pukul 18.30 pada tanggal 27 Maret 1980, platform pengeboran minyak semi- submersible "Alexander Kielland" terbalik di dekat ladang minyak Ekofisk Norwegia yang terletak di garis lintang 56 derajat 28 menit ke utara dan garis bujur 3 derajat 7 menit (Gbr.3) , dalam badai dengan kecepatan angin antara 16 sampai 20 m/s, suhu 4 sampai 6 C, dan

9 Baca lebih lajut

MAKALAH ETIKA PROFESI Contoh Pelanggaran

MAKALAH ETIKA PROFESI Contoh Pelanggaran

Tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan tragedi tumpahan minyak Horizon Deepwater di Teluk Meksiko bulan April 2010 lalu. Melainkan, serangkaian kegagalan berturut- turut yang melibatkan berbagai pihak sehingga menyebabkan ledakan dan kebakaran rig pengeboran minyak lepas pantai tersebut. Tragedi ini menewaskan 11 orang dan menyebabkan polusi di perairan Teluk Meksiko . BP (British Petroleum) telah menerbitkan laporan investigasi internalnya yang menyimpulkan bahwa beberapa perusahaan dan tim pelaksana pekerjaan turut menyumbang terjadinya kecelakaan, mencakup "serangkaian kegagalan yang kompleks dan saling terkait satu sama lain, diantaranya kegagalan mekanik, penilaian manusia, rekayasa desain, pelaksanaan operasi dan kerjasama (antarmuka) tim"Mark Bly, BP’s Head of Safety and Operations, memimpin tim investigasi terdiri dari lebih dari 50 ahli teknik dan ahli lainnya yang berasal dari internal BP sendiri dan pihak eksternal, seperti yang disampaikan dalam press release tanggal 8 September 2010, dan telah menemukan penyebab kecelakaan tersebut, sbb: · The cement and shoe track barriers – and in particular the cement slurry that was used – at
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Jenis dan jenis Dan Pengeboran

Jenis dan jenis Dan Pengeboran

Berdasarkan gambaran peta bawah permukaan dapat ditentukan titik pengeboran untuk membuktikan keberadaan minyak dan gas bumi dalam cekungan. Setelah dilakukan penentuan titik pengeboran dan pemetaan lokasi kemudian dilakukan pengeboran. Pembagian pengeboran minyak dan gas bumi dibedakan berdasarkan :

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...