Program Kesejahteraan Sosial Anak

Top PDF Program Kesejahteraan Sosial Anak:

11 PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK(PKSA) DALAM MEMENUHI KESEJAHTERAAN ANAK JALANAN

11 PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK(PKSA) DALAM MEMENUHI KESEJAHTERAAN ANAK JALANAN

Keberadaan anak jalanan merupakan akibat langsung dari pemenuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Anak yang merupakan bagian dari keluarga, tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Anak tidak mencukupi kebutuhan makan, pendidikan, rasa nyaman hingga tidak mampu menjalankan fungsi sosial sebagai anak secara wajar. Belum adanya Undang- undang khusus mengenai anak jalanan seperti peraturan daerah, peraturan pusat, atau yang lainnya juga menyebabkan aparat penegak hukum sulit mengadakan tindakan hukum dan pencegahan anak- anak untuk tidak berada di jalan. Sehingga perlu adanya dukungan dari keluarga maupun pemerintah untuk memulihkan keberfungsian sosial anak itu sendiri. Salah satu program untuk menangani anak jalanan yaitu Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA). Program ini dibentuk atas dasar semakin bertambahnya anak-anak jalanan di Indonesia. Secara konseptual PKSA lebih komprehensif dan berkelanjutan dibandingkan program pelayanan sosial anak pada tahun-tahun sebelumnya karena sudah berdasarkan pendekatan anak, orang tua dan keluarga (family based care), dan kepada masyarakat yaitu Lembaga kesejahteraan sosial yang khusus menangani anak (LKSA). PKSA dirancang sebagai upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan dan bantuan kesejahteraan sosial anak bersyarat yang meliputi bantuan sosial/subsidi pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan aksesibilitas terhadap pelayanan sosial dasar (akte kelahiran, pendidikan, kesehatan, tempat tinggal dan air bersih, rekreasi, keterampilan dan lain-lain), penguatan dan tanggungjawab orangtua/keluarga dalam pengasuhan dan perlindungan anak, penguatan kelembagaan kesejahteraan sosial anak.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pekerjaan Sosial pada Program Kesejahteraan Sosial Anak (Pksa) di Kota Bandung

Pekerjaan Sosial pada Program Kesejahteraan Sosial Anak (Pksa) di Kota Bandung

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis tentang bagaimana Praktik Pekerjaan Sosial Anak pada Program Kesejahteraan Sosial Anak di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus pada sembilan orang informan Sakti Peksos yang telah menjadi sakti peksos minimal tiga tahun dan sedang menangani kasus di kota Bandung. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sakti Peksos telah melakukan praktik pekerjaan sosial dengan anak pada PKSA walaupun belum sesuai dengan standar praktik pekerjaan sosial dengan anak seperti dirumuskan NASW (2013) dan berdasarkan perspektif pekerjaan sosial dengan anak menurut Petr.C.G (2004) Praktik pekerjaan sosial yang diteliti dilihat dari: 1) praktik membangun relasi dengan anak sebagaian besar dilakukan dengan memperhatikan perkembangan anak, pendekatan dengan anak; 2) praktik asesmen dengan anak sebagaian besar tergantung pada instrument yang tersedia, namun beberapa informan sudah menggunakan ‘tools’asesmen yang mudah bekerja dengan anak; 3) praktik penyusunan rencana intervensi untuk anak belum optimal, dan masih tergantung pada lembaga dimana peksos bekerja sehingga kurang memperhatikan kepentingan terbaik untuk anak; 4) praktik intervensi belum dilakukan secara optimal karena lebih berorientasi pada penyaluran dana PKSA; dan 5) praktik evaluasi atau review masih belum dilaksanakan dan belum adanya supervisi dari supervisor (senior pekerja sosial) yang memantau praktik pekerja sosial anak.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) UNTUK ANAK RENTAN JALANAN DI YAYASAN DOMORE.

PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) UNTUK ANAK RENTAN JALANAN DI YAYASAN DOMORE.

Hasil dari penelitian tersebut antara lain : 1) karakteristik kehidupan anak jalanan pada umumnya tidak berbeda dengan anak-anak pada umumnya, hanya yang membedakan antara anak jalanan dengan anak normal adalah karakter fisik dan psikis. 2) style yang diterapkan anak jalanan dalam kehidupan sehari- hari berpenampilan lusuh dan rambut kemerahan, sedangkan gaya hidup yang diterapkan antara lain : merokok, mewarnai rambut, mabuk-mabukan, namun setelah masuk rumah singgah kebiasaan tersebut telah ditinggalkan oleh anak. 3) bentuk interaksi dalam pendidikan yang diberikan anak jalanan oleh pihak rumah singgah antara lain : program pelatihan berupa program life skill , pendampingan belajar kepada anak jalanan, program PKSA sebagai serangkaian layanan khusus berupa layanan pemenuhan kebutuhan dasar. Sedangkan dalam penelitian ini, peneliti akan mendeskripsikan tentang Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) untuk anak rentan jalanan di Yayasan DoMore dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

PENDAMPINGAN ANAK MELALUI PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK PKSA) DI RUMAH SINGGAH AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA.

PENDAMPINGAN ANAK MELALUI PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK PKSA) DI RUMAH SINGGAH AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pendampingan program kesejahteraan sosial anak (PKSA) ada dua tahap, (1) proses awal pendampingan PKSA meliputi penjangkaun anak dan sosialisasi PKSA; (2) pelaksanan pendampingan PKSA meliputi pendampingan pemenuhan kebutuhan identitas, pendampingan pemenuhan kebutuhan fisik, pendampingan pemenuhan kebutuhan emosional, pendampingan pemenuhan kebutuhan sosial serta home visit sebagai tahap akhir dalam pendampingan. (3) Faktor pendukung dalam pendampingan PKSA yaitu : (a) keinginan anak untuk di dampingi dalam pemanfaatan dana PKSA, (b) keakrapan antara pendamping dengan anak menjadikan pendukung proses berlangsungnya pendampingan karena anak dampingan akan merasa nyaman selama proses pendampingan berlangsung, sedangkan faktor penghambatnya yaitu: (a) jarak yg jauh antara si anak dengan tempat pendampingan yang menjadikan mereka malas untuk mengikuti pendampingan, (b) sebagian anak dalam pemanfaatan bantuan PKSA tidak sebagai mestinya (c) sebagian orang tua yang salah dalam memanfaatkan dana PKSA, dana dipakai untuk keperluan orang tua bukan untuk keperluan anak.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

PENDAMPINGAN ANAK MELALUI PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) DI RUMAH SINGGAH AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA SKRIPSI

PENDAMPINGAN ANAK MELALUI PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) DI RUMAH SINGGAH AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA SKRIPSI

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pendampingan program kesejahteraan sosial anak (PKSA) ada dua tahap, (1) proses awal pendampingan PKSA meliputi penjangkaun anak dan sosialisasi PKSA; (2) pelaksanan pendampingan PKSA meliputi pendampingan pemenuhan kebutuhan identitas, pendampingan pemenuhan kebutuhan fisik, pendampingan pemenuhan kebutuhan emosional, pendampingan pemenuhan kebutuhan sosial serta home visit sebagai tahap akhir dalam pendampingan. (3) Faktor pendukung dalam pendampingan PKSA yaitu : (a) keinginan anak untuk di dampingi dalam pemanfaatan dana PKSA, (b) keakrapan antara pendamping dengan anak menjadikan pendukung proses berlangsungnya pendampingan karena anak dampingan akan merasa nyaman selama proses pendampingan berlangsung, sedangkan faktor penghambatnya yaitu: (a) jarak yg jauh antara si anak dengan tempat pendampingan yang menjadikan mereka malas untuk mengikuti pendampingan, (b) sebagian anak dalam pemanfaatan bantuan PKSA tidak sebagai mestinya (c) sebagian orang tua yang salah dalam memanfaatkan dana PKSA, dana dipakai untuk keperluan orang tua bukan untuk keperluan anak.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun

Efektivitas Pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun

2010-2014 dan menjadi acuan utama dalam pengembangan pola operasional Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) ( Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak, 2011). Setiap anak mempunyai hak yang sama untuk hidup, tumbuh dan berkembang secara maksimal sesuai potensinya. Secara berlapis, dimulai dari lingkar keluarga dan kerabat, masyarakat sekitar, pemerintah lokal sampai pusat, hingga masyarakat internasional yang berkewajiban untuk menghormati, melindungi, dan mengupayakan pemenuhan atas hak-hak anak. Hanya jika setiap lapisan pemangku tugas tersebut dapat berfungsi dengan baik dan mampu menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya, maka anak akan dapat memiliki kehidupan berkualitas yang memungkinkannya tumbuh-kembang secara optimal sesuai potensinya. Meskipun banyak upaya telah dilakukan, masih banyak anak Indonesia harus hidup dalam beragam situasi sulit yang membuat kualitas tumbuh kembang dan kelangsungan hidupnya terancam. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (2006), jumlah anak Indonesia usia dibawah 18 tahun mencapai 79.898.000 jiwa dan mengalami peningkatan menjadi 85.146.600 jiwa pada tahun 2009. ( Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak, 2011).
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun

Efektivitas Pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun

Pada tanggal 30 Agustus 2012 di Kota Medan, Sumatera Utara pemerintah meluncurkan Program Kesejahteraan Sosial Anak. Program ini dibentuk atas dasar semakin bertambahnya anak-anak jalanan di Indonesia. Keberadaan anak jalanan merupakan akibat langsung dari pemenuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Anak yang merupakan bagian dari keluarga, tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik, phisikis, sosial, dan spiritual. Anak tidak mencukupi kebutuhan makan, pendidikan, rasa nyaman hingga tidak mampu menjalankan fungsi sosial sebagai anak secara wajar. Sehingga perlu adanya dukungan dari keluarga maupun pemerintah untuk memulihkan keberfungsian sosial anak itu sendiri.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAMPINGAN ANAK MELALUI PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) DI RUMAH SINGGAH AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA ARTIKEL JURNAL

PENDAMPINGAN ANAK MELALUI PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) DI RUMAH SINGGAH AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA ARTIKEL JURNAL

pemanfaatan yang benar oleh anak jalanan. PKSA terbentuk atas Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang program pembangunan yang berkeadilan, ditetapkan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) sebagai program prioritas Nasional, meliputi semua permasalahan anak. Pelaksanaan PKSA akan dilaksanakan secara bertahap melalui mekanisme desentralisasi dengan tujuan setiap Pemda dapat mengelola PKSA secara mandiri. Hal itu sangat positif dengan harapan, penerima bantuan berusaha merubah sikap dan berperilaku ke arah yang lebih baik. Bagi anak jalanan melalui PKSA diharapkan tidak ada lagi anak kembali ke jalan. Melainkan kembali ke keluarga, ke sekolah dan mendapatkan akses pelayanan sosial (Makmur Sunusi, 2012). PKSA tidak hanya untuk anak jalanan saja melainkan juga untuk anak-anak terlantar, balita terlantar, anak rentan jalanan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 15 A/ HUK / 2010 TENTANG PANDUAN UMUM PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 15 A/ HUK / 2010 TENTANG PANDUAN UMUM PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK

Kebijakan pelayanan sosial anak pada masa lalu cenderung dilaksanakan secara sektoral/fragmentaris, jangkauan pelayanan sosial terbatas, reaktif merespon masalah yang aktual, fokus pada pelayanan berbasis institusi/panti sosial, serta belum adanya rencana strategis nasional yang dijadikan acuan bagi pemangku kepentingan dalam mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan anak. Untuk itu pada masa yang akan datang diperlukan kebijakan dan program kesejahteraan sosial anak yang terpadu dan berkelanjutan, serta dapat menjangkau seluruh anak yang mengalami masalah sosial, melalui sistem dan program kesejahteraan sosial yang melembaga dan profesional dan mengedepankan peran dan tanggung jawab keluarga dan masyarakat.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak Jalanan oleh Yakmi Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun

Efektivitas Pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak Jalanan oleh Yakmi Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di kampung aur Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun ditemukan bahwa jumlah responden pria dan wanita tidak jauh beda sebanyak pria 60% sedangkan wanita 40%. Semua responden masih berstatus bersekolah. Semua responden memiliki kedudukan dalam keluarga statusnya sebagai anak karena mereka masih dalam tanggungan orang tua. Terdapat paling dominan usia 13-14 tahun (54%) yang mendapat kan bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak, sedangkan usia 10- 12 tahun (46%) baru mendapatkan bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak. Dalam segi agama semua responden beragama Islam. Dominana responden yang sudah saya wawancara bersuku Minang (69%), posisi kedua bersuku melayu (15%). Berdasarkan pekerjaan 75% responden memiliki pekerjaan menjajakan Koran di jalanan sehabis pulang sekolah, 15% responden memiliki pekerjaan pedegang asongan dan 10% responden memiliki pekerjaan tukang semir sepatu sehabis pulang sekolah. semua responden mengaku bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Program ini, karena sangat mengurangi waktu mereka bekerja dijalanan, dan mereka mengaku bahwa mereka bisa memberikan waktu bermain dan belajar ditengah pekerjaan mereka. Bantuan dana yang diberikan oleh lembaga YAKMI tidak digunakan untuk modal berdagang responden, baik sebelum maupun setelah mengikuti kegiatan PKSA ini. Melainkan digunakan untuk kebutuhan dasar sekolah anak. Setelah mengikuti kegiatan ini, adanya peningkatan pendapatan untuk biaya pendidikan anak yang diterima oleh responden serta terpenuhinya kebutuhan dasar sekolah anak dan dapat memberikan motivasi anak dalam menjalani pendidikan. Sehingga anak lebih bermotivasi dalam melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK JALANAN OLEH YAKMI KELURAHAN AUR KECAMATAN MEDAN MAIMUN

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK JALANAN OLEH YAKMI KELURAHAN AUR KECAMATAN MEDAN MAIMUN

Temuan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di kampung aur Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun ditemukan bahwa jumlah responden pria dan wanita tidak jauh beda sebanyak pria 60% sedangkan wanita 40%. Semua responden masih berstatus bersekolah. Semua responden memiliki kedudukan dalam keluarga statusnya sebagai anak karena mereka masih dalam tanggungan orang tua. Terdapat paling dominan usia 13-14 tahun (54%) yang mendapat kan bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak, sedangkan usia 10- 12 tahun (46%) baru mendapatkan bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak. Dalam segi agama semua responden beragama Islam. Dominana responden yang sudah saya wawancara bersuku Minang (69%), posisi kedua bersuku melayu (15%). Berdasarkan pekerjaan 75% responden memiliki pekerjaan menjajakan Koran di jalanan sehabis pulang sekolah, 15% responden memiliki pekerjaan pedegang asongan dan 10% responden memiliki pekerjaan tukang semir sepatu sehabis pulang sekolah. semua responden mengaku bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Program ini, karena sangat mengurangi waktu mereka bekerja dijalanan, dan mereka mengaku bahwa mereka bisa memberikan waktu bermain dan belajar ditengah pekerjaan mereka. Bantuan dana yang diberikan oleh lembaga YAKMI tidak digunakan untuk modal berdagang responden, baik sebelum maupun setelah mengikuti kegiatan PKSA ini. Melainkan digunakan untuk kebutuhan dasar sekolah anak. Setelah mengikuti kegiatan ini, adanya peningkatan pendapatan untuk biaya pendidikan anak yang diterima oleh responden serta terpenuhinya kebutuhan dasar sekolah anak dan dapat memberikan motivasi anak dalam menjalani pendidikan. Sehingga anak lebih bermotivasi dalam melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Respon Anak Jalanan Terhadap Program Kesejahteraan Sosial Anak Oleh Yakmi Di Pinggiran Rel Kereta Api Gaperta Kecamatan Medan Helvetia.

Respon Anak Jalanan Terhadap Program Kesejahteraan Sosial Anak Oleh Yakmi Di Pinggiran Rel Kereta Api Gaperta Kecamatan Medan Helvetia.

ABSTRAK Skripsi ini diajukan guna memenuhi syarat untuk meraih gelar Sarjana Sosial dengan judul “RESPON ANAK JALANAN TERHADAP PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK OLEH YAKMI DI PINGGIRAN REL KERETA API GAPERTA KECAMATAN MEDAN HELVETIA”. Program Kesejahteraan Sosial Anak adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar, aksesbilitas pelayanan sosial dasar, peningkatan potensi diri dan kreativitas anak, penguatan orang tua/keluarga dan penguatan lembaga kesejahteraan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon anak jalanan terhadap Program Kesejahteraan Sosial Anak oleh YAKMI di pinggiran rel kereta api Gaperta Kecamatan Medan Helvetia.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Respon Anak Jalanan Terhadap Program Kesejahteraan Sosial Anak Oleh Yakmi Di Pinggiran Rel Kereta Api Gaperta Kecamatan Medan Helvetia.

Respon Anak Jalanan Terhadap Program Kesejahteraan Sosial Anak Oleh Yakmi Di Pinggiran Rel Kereta Api Gaperta Kecamatan Medan Helvetia.

Skripsi ini diajukan guna memenuhi syarat untuk meraih gelar Sarjana Sosial dengan judul “RESPON ANAK JALANAN TERHADAP PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK OLEH YAKMI DI PINGGIRAN REL KERETA API GAPERTA KECAMATAN MEDAN HELVETIA”. Program Kesejahteraan Sosial Anak adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar, aksesbilitas pelayanan sosial dasar, peningkatan potensi diri dan kreativitas anak, penguatan orang tua/keluarga dan penguatan lembaga kesejahteraan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon anak jalanan terhadap Program Kesejahteraan Sosial Anak oleh YAKMI di pinggiran rel kereta api Gaperta Kecamatan Medan Helvetia.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Penilaian Cepat Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA)

Penilaian Cepat Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA)

Oleh sebab itu, panduan mengatur bahwa setelah menerima bantuan, orangtua harus memperlihatkan peningkatan sikap dan perilaku mereka dalam: (1) mengasuh anak mereka secara bertanggung [r]

83 Baca lebih lajut

Evaluasi Program Kesejahteraan Sosial Anak Balita (Pksab) Di Kota Semarang

Evaluasi Program Kesejahteraan Sosial Anak Balita (Pksab) Di Kota Semarang

The result indicate that PKSAB effective accordance with the procedures. The program is managed in accordance with the indicators of program better fulfill meet the toddler need, improve the child in meeting basic needs, improving accessibility to basic social services, strengthening parental responsibility and institutional strengthening. Inhibiting factor program is the responsibility of parents, parents less conscious of the import ance of education for toddler, toddler growth monitoring is neglected, and the parents have not been able to meet the toddler basic needs. Recommendations for PKSAB in Semarang is strengthening the Social Workers knowledge on PKSAB, the clarity of the main tasks given to Social Workers, as well as participation of Social Service of Semarang office. Keywords: Toddler Welfare, Strengthening Parental Responsibility, Indicators of Success Program.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SKRIPSI DAMPAK PELAKSANAAN PROGRAM LAYANAN LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK

SKRIPSI DAMPAK PELAKSANAAN PROGRAM LAYANAN LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK

Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) adalah program dukungan sosial khusus yang diselenggarakan Kementerian Sosial untuk menyelamatkan anak-anak yang rentan mengalami atau telah berada dalam situasi krisis perlindungan anak yang membahayakan keselamatan, kesejahteraan, dan kelangsungan tumbuh-kembangnya di masa depan. Dikembangkan dan diselenggarakan dengan melibatkan dan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan organisasi kemasyarakatan, PKSA diharapkan tumbuh menjadi sebuah model penanganan permasalahan sosial yang akan berkontribusi pada terbangunnya sistem layanan di seluruh tingkatan pemerintahan dan masyarakat dalam menjamin pemenuhan hak dasar anak dan terlindunginya anak dari ketelantaran, kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan diskriminasi sehingga dapat terjaga kelangsungan hidupnya, tumbuh dan berkembang, serta dapat berpartisipasi secara optimal sesuai dengan potensinya.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

RESPON PENERIMA BANTUAN PROGRAM PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) OLEH LEMBAGA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT INDONESIA (YAKMI) DI DAERAH

RESPON PENERIMA BANTUAN PROGRAM PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) OLEH LEMBAGA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT INDONESIA (YAKMI) DI DAERAH

Daerah Pinggir Rel Gaperta Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Fenomena yang perlu mendapat perhatian saat ini adalah maraknya anak- anak terlantar. Pada umumnya anak-anak terlantar mengalami masalah ganda seperti kesulitan ekonomi, menderita gizi buruk, kurang perhatian dan kasih sayang orang tua, tidak bisa mendapat layanan pendidikan secara maksimal, dan lain sebagainya. Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) mulai dikembangkan dengan perspektif jangka panjang sekaligus untuk menegaskan komitmen Kementerian Sosial untuk merespon tantangan dan upaya mewujudkan kesejahteraan sosial anak yang berbasis hak. Salah satu lembaga yang menangani permasalahan anak untuk kota Medan adalah Lembaga Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YAKMI). Lembaga ini telah memenuhi persyaratan oleh Kementerian Sosial RI untuk menyelenggarakan PKSA. Pinggiran rel Gaperta merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran PKSA, dimana daerah ini merupakan daerah pemukiman yang kumuh, yang rata-rata hidup dengan penghasilan yang rendah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PROGRAM PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK JALANAN DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI KOTA SURABAYA

EFEKTIVITAS PROGRAM PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK JALANAN DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI KOTA SURABAYA

Gibson yang memiliki 7 (tujuh) kriteria keefektifan. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan proses untuk melihat seberapa jauh ektivitas pelaksanaan program dapat [r]

12 Baca lebih lajut

Dinamika Pelaksanaan Kebijakan Program Pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Anak Jalanan

Dinamika Pelaksanaan Kebijakan Program Pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Anak Jalanan

ABSTRAK Abstract This research is motivated by the relatively high number of people with social welfare problems for street children in North Jakarta compared to other cities in the DKI Jakarta Province. Therefore, serious efforts from the government are needed to overcome this problem. This study discusses the dynamics of the implementation of the policy on the service program for people with social welfare problems for street children in North Jakarta.. This study uses a qualitative method. To select informants, researchers used purposive sampling. To measure the validity of the study, the researcher used source triangulation by comparing data from observations and interviews, conditions with people's perspectives, and interviews with document content. The results showed that the communication process in the implementation of handling street children has not been implemented properly. This occurs because there are conditions in the delivery of information that are still ineffective. Furthermore, resources related to staff, information, authority, and facilities also each have shortcomings so that they lack effectiveness in terms of policy resources. In the context of disposition, it shows that policy implementers have not yet optimal responses in implementing policies on handling street children in North Jakarta. Meanwhile, from the bureaucratic structure, the implementing institution has its own SOP. The implementation of policies on handling street children in North Jakarta has not experienced fragmentation.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...