Sistem informasi Geografis

Top PDF Sistem informasi Geografis:

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGENALA

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGENALA

Hasil penelitian ini menghasilkan sebuah Sistem Informasi Geografis dan Pembelajaran Museum Di Surabaya Berbasis Android. Aplikasi ini terbatas pada museum yang berada di Surabaya dan dilengkapi maps yang dapat digunakan untuk melakukan pencarian tempat museum yang berada di Surabaya. Aplikasi yang digunakan adalah berbasis android dengan menggunakan software operating system windows 7 Utimate 32 bit dan Delphi XE5

8 Baca lebih lajut

Pembangunan Sistem Informasi Geografis U

Pembangunan Sistem Informasi Geografis U

Abstrack: Developing of Geographical Information System of Web base is aimed to show kinds of micro entrepreneur which are limited recently, it is proofed in kudus regency. Kudus is one of many regencies which has many potencials. Early, the industrial of micro entrepreneur and cooperation department of kudus regency do not have facility in monitoring the development of all industrial of micro entrepreneur and cooperation as entirely and efficiently. This is become a problem is caused of the using of computer in saving archieve files manually. Because of this problem, the raising of micro entrepreneur geographical information in kudus regency is needed to make in inputing data more easier and efficient. This research is conducted by doing observation. Visiting the industrial of micro entrepreneur and cooperation department Kudus regency as the technique in collecting data. Through application of Geographical Information System, it will help in sharing many information and supervising for all industrial of micro entrepreneur and cooperation are being in Kudus regency. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis , Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Dalam Sistem Informasi Geografis ini, layer yang digunakan adalah layer-layer yang sesuai dengan data yang telah dikumpulkan, yaitu layer lembar peta rupa bumi Indonesia, layer peta dasar yaitu batas kabupaten, sungai, jalan dan kota di Indonesia, layer data dasar peta geologi yaitu geologi disederhanakan, formasi batuan pembawa logam dan formasi batuan pembawa batubara dan layer komoditi sumber daya mineral logam, non logam, batubara, gambut, bitumen padat dan panas bumi. Setelah seluruh lembar metadata tersebut selesai, kemudian diubah atau dikonversi menjadi file JPEG, file ini akan dijadikan keluaran (output) dari aplikasi WebGIS metadata sumber daya mineral dan energi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Sistem Informasi Geografis dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam mendapatkan data-data yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk dijital. Sistem ini merelasikan data spasial (lokasi geografis) dengan data non spasial, sehingga para penggunanya dapat membuat peta dan menganalisa informasinya dengan berbagai cara. SIG merupakan alat yang handal untuk menangani data spasial, dimana dalam SIG data dipelihara dalam bentuk digital sehingga data ini lebih padat dibanding dalam bentuk peta cetak, tabel, atau dalam bentuk konvensional lainya yang akhirnya akan mempercepat pekerjaan dan meringankan biaya yang diperlukan [2].
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Sistem informasi geografis perguruan tinggi di Kota Medan Berbasis Web

Sistem informasi geografis perguruan tinggi di Kota Medan Berbasis Web

Pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) tidak sekedar membeli perangkat keras dan perangkat lunaknya. Bagian terpenting dari proes pengembangan SIG adalah pengembangan basis datanya. Tugas ini yang paling banyak memerlukan waktu, biaya dan usaha-usaha perencanaan dan manajemen. Siklus pengembangan SIG dimulai dengan Penaksiran kebutuhan- kebutuhan (Needs assessment) dimana fungsi-fungsi SIG beserta kebutuhan data geografisnya diidentifikasi. Informasi ini didapat dengan beberapa cara seperti pengumpulan quistioner, wawancara, atau interview terhadap pengguna SIG yang vectoral. Perancangan Konseptual Sistem SIG, aktifitas ini mencangkup pemodelan formal basis data SIG-nya dan tingkatan awal dari aktivitas yang paling penting dalam pengembangan SIG. Survey data, survey mengenai data yang tersedia dapat segera dimulai jika semua data yang dibutuhkan telah diidentifikasi pada tahap penaksiran kebutuhan. Survey perangkat SIG.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Sistem Informasi Geografis dengan Teknologi EclipseLink: Studi Kasus Demam Berdarah di Kota Salatiga T1  Full text

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Sistem Informasi Geografis dengan Teknologi EclipseLink: Studi Kasus Demam Berdarah di Kota Salatiga T1 Full text

Sebuah penelitian mengenai sistem informasi geografis yang berjudul “Aplikasi Sistem Informasi Geografis Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue Berbasis Web (Studi Kasus : Kabupaten Kudus)” menyampaikan bahwa SIG merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi persebaran penyakit dan membantu menganalisis kondisi suatu daerah terhadap penyakit untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan untuk menangani penyakit. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi berbasis web yang mampu menampilkan peta persebaran DBD menggunakan Google Maps API, serta grafik yang menggambarkan data insidence rate penderita DBD. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kasus insidence rate tertinggi di Kabupaten Kudus pada tahun 2007 sampai 2009 terdapat pada tahun 2007 di Kecamatan Mejobo, kemudian IR tertinggi pada tahun 2008 sampai 2009 terdapat pada tahun 201 0 di Kecamatan Jati, IR tertinggi pada tahun 2009 sampai 2011 terdapat pada tahun 2010 di Kecamatan Jati, IR tertinggi tahun 2010 sampai 2012 terdapat pada tahun 2010 di Kecamatan Jati, kemudian IR tertinggi pada tahun 2011 sampai 2013 terdapat pada tahun 2013 di Kecamatan Jati [6].
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS. pptx

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS. pptx

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS kecamatan Rumbai Pesisir OLEH :.[r]

5 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KAWASAN BERPOTENSI MINYAK BUMI DI KABUPATEN LANGKAT

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KAWASAN BERPOTENSI MINYAK BUMI DI KABUPATEN LANGKAT

Perkembangan teknologi semakin pesat, dimana masyarakat membutuhkan informasi secara cepat dan tepat khususnya pada sistem informasi geografis. Belum adanya media bagi pekerja pengeboran minyak bumi dalam menemukan suatu lokasi menjadikan pekerja sulit menemukan suatu informasi titik eksplorasi di Kabupaten Langkat. Pekerja membutuhkan informasi tentang letak geografis titik eksplorasi secara digital agar pekerja lebih mudah menemukan lokasi dan informasi tentang sumur minyak bumi. Oleh karena itu, perlunya dibuat suatu aplikasi sistem informasi geografis berbasis web yang menyajikan informasi tentang kawasan minyak bumi dan visualisasi peta sehingga dapat memberikan keterangan yang cukup akurat kepada penggunanya. Dengan adanya aplikasi sistem informasi geografis kawasan berpotensi minyak bumi pekerja dapat dengan mudah menemukan kawasan yang mengandung minyak bumi di Kabupaten Langkat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SMP DI KABUPA

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SMP DI KABUPA

Sistem Informasi Geografis adalah sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau ฀eospatial. Informasi yang kurang lengkap tentang letak geografis SMP yang ada di Kabupaten Tegal. Maka dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis akan lebih mudah bagi masyarakat untuk mencari letak geografis sekolah khususnya smp di Kabupaten Tegal.

5 Baca lebih lajut

Buku Ajar Sistem Informasi Geografis.

Buku Ajar Sistem Informasi Geografis.

Rajabidfard dan Wiliamson (2000), menerangkan bahwa terdapat dua pendorong utama dalam pembangunan data spasial. Pertama adalah pertumbuhan kebutuhan suatu pemerintahan dan dunia bisnis dalam memperbaiki keputusan yang berhubungan dengan keruangan dan meningkatkan efisiensi dengan bantuan data spasial. Faktor pendorong kedua adalah mengoptimalkan anggaran yang ada dengan meningkatkan informasi dan sistem komunikasi secara nyata dengan membangun teknologi informasi spasial. Didorong oleh faktor-faktor tersebut, maka banyak negara, pemerintahan dan organisasi memandang pentingnya data spasial, terutama dalam pengembangan informasi spasial atau yang lebih dikenal dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Tujuannya adalah membantu pengambilan keputusan berdasarkan kepentingan dan tujuannya masing-masing, terutama yang berkaitan dengan aspek keruangan. Oleh karena itu data spasial yang telah dibangun, sedang dibangun dan yang akan dibangun perlu diketahui keberadaanya.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

makalah SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS FIRLI

makalah SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS FIRLI

Adapun yang dapat diambil kesimpulan dari makalah ini adalah Sistem informasi geografis merupakan sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi. Sistem Informasi geografis dapat dimanfaatkan dalam banyak bidang terutama agribisnis .Para pelaku bisnis yang bergerak di bidang pemasaran, periklanan, real estate, dan ritel saat ini sudah menggunakan GIS untuk melakukan analisa pasar, mengoptimalkan kampanye periklanan melalui media masa, analisis terhadap bidang-bidang tanah, dan membuat model atas pola pengeluaran.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

Merupakan sekumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tersebut tidak lengkap maupun terduplikasi. Data akan dikumpulkan dengan apa adanya sesuai dengan kedatangannya. Dalam Sistem Informasi Geografis Identifikasi Saluran Air dan Lokasi Air Bersih berbasis Web ini, bentuk tidak normalnya yaitu sebagai berikut: Kecamatan, Kelurahan, Node, lebar_atas, lebar_bawah, tinggi_sal, tinggi_air, jenis_saluran, bentuk_saluran, material_dinding, tebal_dinding, kelas_sal, kondisi_umum, debit, koord. X, Koord. Y, Kecamatan, Kelurahan, RT, RW, Nama_Jalan, Tahun_Buat, Jenis, Kondisi, Distribusi, Koordinat_X, Koordinat_Y, Tanggal_Posting, Judul, Penulis, Isi_Berita, Setuju, Tidak Setuju, Ragu-ragu. 1. Bentuk Normal Kesatu (1 NF)
Baca lebih lanjut

203 Baca lebih lajut

Pengembangan Sistem Informasi Geografis DENGAN

Pengembangan Sistem Informasi Geografis DENGAN

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan permasalahan sistem drainase wilayah Monang-maning. (2) merancang jalur saluran sistem drainase dengan berbasis local genius subak. (3) mengimplementasikan model rancangan sistem drainase berbasis local genius subak khususnya untuk jalur saluran wilayah Monang-Maning, Kecamatan Denpasar Barat, Kotamadya Denpasar dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis.

10 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Informasi Geografis Pemetaan Sekolah Menengah Atas di Salatiga Berbasis Multimedia

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Informasi Geografis Pemetaan Sekolah Menengah Atas di Salatiga Berbasis Multimedia

Sistem Informasi Geografis adalah salah satu sistem yang diperlukan saat ini, karena berfungsi sebagai dasar dalam mendukung berbagai aplikasi di berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Salatiga mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bidang pendidikan di wilayah Kota Salatiga. Penyediaan informasi kepada masyarakat mengenai pendidikan, khususnya sekolah, menjadi hal yang sangat penting guna mendukung kegiatan pelayanan Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Masih sedikitnya informasi geografis berbasis multimedia tentang sekolah di Dinas Pendidikan Kota Salatiga, sehingga perlu untuk memiliki sistem informasi geografis pemetaan sekolah. Metode yang dipakai dalam merancang Sistem Informasi Geografis Pemetaan Sekolah Berbasis Multimedia adalah prototype model. Hasil menunjukan bahwa Sistem ini memberikan informasi tentang sekolah menengah atas di kota dalam bentuk peta digital, yang berisi data spasial dan data atribut, menghasilkan informasi tentang indikator pendidikan dan juga bermanfaat bagi pihak terkait untuk meningkatkan layanan pendidikan di Kota Salatiga.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Informasi Geografis Pemetaan Sekolah Menengah Atas di Salatiga Berbasis Multimedia

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Informasi Geografis Pemetaan Sekolah Menengah Atas di Salatiga Berbasis Multimedia

Sistem Informasi Geografis adalah salah satu sistem yang diperlukan saat ini, karena berfungsi sebagai dasar dalam mendukung berbagai aplikasi di berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Salatiga mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bidang pendidikan di wilayah Kota Salatiga. Penyediaan informasi kepada masyarakat mengenai pendidikan, khususnya sekolah, menjadi hal yang sangat penting guna mendukung kegiatan pelayanan Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Masih sedikitnya informasi geografis berbasis multimedia tentang sekolah di Dinas Pendidikan Kota Salatiga, sehingga perlu untuk memiliki sistem informasi geografis pemetaan sekolah. Metode yang dipakai dalam merancang Sistem Informasi Geografis Pemetaan Sekolah Berbasis Multimedia adalah prototype model. Hasil menunjukan bahwa Sistem ini memberikan informasi tentang sekolah menengah atas di kota dalam bentuk peta digital, yang berisi data spasial dan data atribut, menghasilkan informasi tentang indikator pendidikan dan juga bermanfaat bagi pihak terkait untuk meningkatkan layanan pendidikan di Kota Salatiga.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Studi Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah dengan Metode Sistem Informasi Geografis (GIS) di Kota Tebing Tinggi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Studi Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah dengan Metode Sistem Informasi Geografis (GIS) di Kota Tebing Tinggi

Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu system manual (analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer. Sedangkan SIG otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS WEB.

PENDAHULUAN PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS WEB.

Sistem Informasi Geografis ini dibangun berbasis web dengan menggunakan media peta yang akan menyajikan informasi mengenai letak geografis daerah mana saja yang rawan banjir. Sistem informasi ini akan dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman ASP. Net 2005, untuk database menggunakan SQL SERVER 2005 serta menggunakan Arc view 3.3 untuk pemetaannya. Sistem Informasi Geografis ini diharapkan dapat membantu dalam menyajikan informasi daerah rawan banjir di Provinsi Kalimantan Tengah.

5 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Geografis Arif Roziqin

Sistem Informasi Geografis Arif Roziqin

Penginderaan jauh: Ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung den[r]

22 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

 T omlin ( 1990), SIG adalah fasilitas untuk mempersiapkan, merepresentasikan dan menginterprestasikan fakta-fakta yang terdapat di permukaan bumi. Untuk definisi yang lebih khusus, S IG adalah konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak sistem komputer yang secara khusus dirancang untuk proses akuisisi, pengelolaan dan penggunaan data kartograpi

15 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBAGAI IMPLE

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBAGAI IMPLE

Tanah mempunyai kekuatan ekonomis di mana nilai atau harga tanah sangat tergantung pada penawaran dan permintaan. Dalam jangka pendek penawaran sangat inelastis, ini berarti harga tanah pada wilayah tertentu akan tergantung pada faktor permintaan, seperti kepadatan penduduk dan tingkat pertumbuhannya, tingkat kesempatan kerja dan tingkat pendapatan masyarakat serta kapasitas sistem transportasi dan tingkat suku bunga (Eckert 1990).

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...