Siswa membuat pertanyaan yang tidak dipahami

Top PDF Siswa membuat pertanyaan yang tidak dipahami:

Efektifitas Pelatihan Keterampilan Membuat Pertanyaan pada Guru Di SD Negeri 1 Kuluran

Efektifitas Pelatihan Keterampilan Membuat Pertanyaan pada Guru Di SD Negeri 1 Kuluran

sebesar 53,9% terhadap hasil belajar ips siswa kelas X. Lingkungan yang baik dalam hal ini berarti lingkungan belajar yang dapat mendukung tercapainya tujuan belajar. Lingkungan yang ada di sekitar anak merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk mencapai proses dan hasil pendidikan yang berkualitas bagi anak. Dengan lingkungan belajar yang kondusif pula siswa akan lebih tertarik untuk belajar, sehingga akan belajar dalam jangka waktu yang lebih lama. Di samping itu, untuk memahami satu pelajaran yang dianggap sulit, siswa harus memiliki waktu belajar yang lebih dari cukup.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Mengapa Harus dipahami dengan Bermadzab

Mengapa Harus dipahami dengan Bermadzab

Pertama, Pertanyaan semacam ini bagi sebagian kalangan mungkin layak dikatakan abang- abang lambe. Betapa tidak, banyak diantara kita yang mempertanyakan hal ini, namun sejatinya belum bisa memahami konsekuensinya. Kebanyakan orang yang kebingungan harus memilih madzhab tertentu, dia sendiri sebenarnya tidak memahami isi madzhab-madzhab itu.

5 Baca lebih lajut

Mengapa harus dipahami dengan demerger

Mengapa harus dipahami dengan demerger

Lima hal di atas adalah hal—hal yang harus diperhatikan perusahaan agar sukses di industri hotel. Setelah Accor melakukan langkah demerge, selain lima faktor diatas, yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah koordinasi antara divisi HotelServices dengan divisi HotelInvest. Meski analisis lokasi dan analisis kebutuhan konsumen dilakukan secara akurat, bisnis hotel tidak akan bertahan dan berkembang di industri jika manajemen dua divisi tidak berkoordinasi dengan baik dalam rangka memuaskan konsumen dan memikat investor untuk mendanai bisnis. Maka dari itu, komitmen manajemen Accor dalam hal koordinasi akan membuat kinerja divisi HotelInvest dan divisi HotelServices efektif dan efisien.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUAT PERTANYAAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA.

PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUAT PERTANYAAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA.

Lembar observasi ini telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan di mana tempatnya. Pedoman observasi ini dipegang dan diisi oleh observer serta digunakan saat pembelajaran berlangsung untuk mengamati seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Lemba observasi ini terdiri dari deskripsi aktivitas kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran.

17 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat dipahami oleh beberapa siswa yang telah mampu berpikir abstrak (Fatmawati,

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat dipahami oleh beberapa siswa yang telah mampu berpikir abstrak (Fatmawati,

perlu mengubah proses menjadi formula dan persamaan kimia secara simbolis (Helsy, dkk, 2017). Menurut Supasorn (2015), bahwa pada umumnya peserta didik menghadapi kesulitan dalam memvisualisasikan dan menghubungkan apa yang terjadi pada tingkat submikroskopik (tingkat molekul) terhadap pengamatan makroskopis (pengamatan eksperimen) dan tingkat simbolis, sehingga konsep sel Volta tidak dapat dipahami secara utuh. Berdasarkan penelitian Lerianti, dkk (2014) dan Saptorini, dkk (2014) mengungkapkan bahwa kurang berkembangnya kemampuan peserta didik untuk menghubungkan tiga level representasi kimia dikarenakan ketersediaan media belajar masih sangat terbatas khususnya beberapa sekolah di daerah. Selain itu, kegiatan pembelajaran juga terkadang tidak melibatkan kegiatan eksperimen karena keterbatasan alat praktikum.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. dipahami sebagai sebuah usaha dalam mempersiapkan siswa agar dapat tumbuh dan

BAB I PENDAHULUAN. dipahami sebagai sebuah usaha dalam mempersiapkan siswa agar dapat tumbuh dan

6 Penyebaran dari penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, Ibukota provinsi Hubei China, dan pada saat itu hingga sekarang menyebar secara global mengakibatlan pandemik COVID-19. Adanya virus tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat diberbagai Negara menjadi terganggu karna membuat masyarakat didunia harus tetap diam dirumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Pemerintah kemudian menetapkan kebijakan work from home untuk seluruh masyarakat sebagai sebuah upaya menyelesaikan pekerjaan dari rumah. Dalam pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bidang yang mendapatkan dampak dari adanya pandemik COVID-19 dimana kementerian pendidikan Indonesia mengelurkan kebijakan proses kegiatan belajar mengajar menggunakan system dalam jaringan (Siahaan, 2020 : 2).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA. memulainya dengan mengajar siswa-siswanya melalui pertanyaan-pertanyaan,

II. TINJAUAN PUSTAKA. memulainya dengan mengajar siswa-siswanya melalui pertanyaan-pertanyaan,

Berpikir kritis bukan merupakan hal yang baru dalam studi perkembangan kognisi. Menurut Maxwell (2008b), sekitar 2400 tahun yang lalu Socrates sudah memulainya dengan mengajar siswa-siswanya melalui pertanyaan-pertanyaan, dialog, dan debat untuk menemukan berbagai definisi filosofi seperti kebahagiaan, keadilan, kebajikan, dan lain-lain. Percakapan-percakapan yang dilakukan Socrates dengan siswa-siswanya tersebut dicatat oleh Plato, salah seorang siswa kesayangan Socrates, dan diterbitkan dalam buku Gorgias, Euthyphro, Apology, dan Republic. Dalam dialog-dialognya tersebut, Socrates memberi pertanyaan- pertanyaan yang menguji keyakinan pemikiran siswanya dan kemudian dikonfrontir dengan pemikiran siswa lain. Socrates memimpin debat bukan untuk menemukan jawaban sesungguhnya melainkan untuk membuat siswa bingung dengan pemikirannya sendiri. Socrates, dengan sikap yang rendah hati dan ragu- ragu, memposisikan dirinya sebagai siswa yang ingin mengetahui kebenaran jawaban dari gurunya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Adipocere Apa yang telah dipahami setela

Adipocere Apa yang telah dipahami setela

Bekerja di London, Mant dan Furbank mencatat bahwa lemak di seluruh tubuh berpotensi mengalami hidrolisa dan hidrogenasi. Mereka juga membuat observasi kunci bahwa tubuh itu sendiri mengandung jumlah air yang mencukupi untuk memungkinkan pembentukan adipocere. Mereka mengjukn lingkungan lembab akan lebih kondusif untuk pembentukan adipocere dibandingkan dengan sangat kering atau pada keadaan tenggelam di air. Mereka mencatat bahwa tubuh dengan pakaian akan lebih cepat dan lebih sempurna dalam pembentukan adipocere. Mereka menemukan kondisi anaerobik dapat mendukung tapi tidak esensial. Mant dan Furbank juga mencatat bahwa “karena banyaknya derajat hidrolisis dan hidrogenasi, keberadaan adipocere tak terlalu jelas dengan mata telanjang pada awal tahap pembentukannya dan keberadaannya bisa dipastikan dengan analisis tambahan”. Observasi ini memberi panggung untuk definisi kimia untuk keberadaan adipocere di masa datang. Saran mereka untuk mengadakan riset biokimia yang sangat spesifik juga merupakan suatu hal baru.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hal-hal yang Perlu dipahami dalam Trading

Hal-hal yang Perlu dipahami dalam Trading

Dengan kata lain fundamental sebagai pengumuman data ekonomi, ancaman dari perang atau peristiwa individu dapat membuat pasar berada dalam keadaan gila-gilaan. Hal ini perlu diperhatikan ketika membuat keputusan untuk bertransaksi atau tidak. Pasar selalu bereaksi sebelum data ekonomi diumumkan, secara umum penempatannya menurut pada pengharapan pasar dari data. Jika terdapat perbedaan dari pengharapan – pengharapan tersebut, pasar akan bereaksi secara negatif atau positif. Kadangkala, strategi yang baik ditemukan dalam pasar yang diam adalah penempatan pesanan untuk transaksi baik sisi dari harga pasar saat ini sebelum data utama diumumkan dan perdagangan akan diaktifkan jika terdapat pergerakan mendadak. Hal ini tidak mempengaruhi ke arah mana perdagangan akan pergi, paling tidak satu transaksi akan diaktifkan dengan arah yang benar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam P

Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam P

Analisis terhadap percakapan yang terjadi di dalam kelas menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran guru sering menggunakan teknik bertanya. Hasil penelitian ini juga memberikan konfirmasi terhadap penelitian-penelitian sebelumnya bahwa pertanyaan yang diajukan guru jauh lebih banyak dibandingkan dengan pertanyaan siswa. Penelitian ini mengungkapkan bahwa guru menggunakan pertanyaan bukan hanya untuk membimbing siswa dalam memahami materi pelajaran, namun juga untuk keperluan pengelolaan kelas. Setengah dari jumlah pertanyaan yang ditanyakan guru ternyata merupakan pertanyaan terkait pengelolaan kelas. Hasil analisis tentang pemanfaatan waktu praktikum dan materi yang dikaji dalam pembelajaran (Widodo & Ramdhaningsih; Widodo, 2006) yang menyatakan bahwa banyak waktu pembelajaran yang tersita untuk hal-hal yang tidak terkait langsung dengan materi yang dikaji mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan pertanyaan pengelolaan kelas mungkin akan bisa meningkatkan efisiensi pembelajaran.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. yang sudah dipahami oleh para ahli fisika pada umumnya (Suparno, 2013). Siswa

BAB I PENDAHULUAN. yang sudah dipahami oleh para ahli fisika pada umumnya (Suparno, 2013). Siswa

Siswa dalam suatu proses pembelajaran harus diarahkan untuk bisa memahami materi pembelajaran dengan baik. Kebanyakan selama proses pembelajaran siswa tidak selalu menyerap informasi sepenuhnya, terutama pada mata pelajaran fisika yang mengandung banyak konsep ilmiah. Sehingga sering kali apa yang sudah dipahami siswa mengenai suatu konsep ilmiah berbeda dengan konsep yang sudah dipahami oleh para ahli fisika pada umumnya (Suparno, 2013). Siswa tentunya sudah membawa konsepsi awal (prakonsep) tentang fisika yang merupakan hasil dari pengalaman sehari-hari yang telah mereka kontruksi dari awal. Prakonsepsi ini dapat sesuai dengan konsep ilmiah dan dapat juga tidak sesuai dengan konsep ilmiah. Hanya saja prakonsepsi ini kurang lengkap sehingga prakonsepsi ini perlu dikembangkan dan dibenahi di dalam pembelajaran supaya tidak menimbulkan miskonsepsi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Lampiran. Nara sumber : Pak Prakoso Windupurnomo, M.Si. 1. Pertanyaan: Jika kami ingin membuat standarisasi kurikulum di antara para guru dalam

Lampiran. Nara sumber : Pak Prakoso Windupurnomo, M.Si. 1. Pertanyaan: Jika kami ingin membuat standarisasi kurikulum di antara para guru dalam

3. Pertanyaan: Apakah anda setuju adanya pengumuman dari sekolah secara on-line? Jawaban: Saya setuju, sebenarnya sudah ada system seperti itu namun hanya segelintir siswa yang mau mengakses dan melihat pengumuman tersebut, jadi diharapkan dengan system yang kalian buat dimana siswa diharuskan untuk menggunakan keseluruhan system tersebut untuk kegiatan belajar mengajar, jadi sanget memungkinkan murid untuk melihat berita ataupun pengumuman yang diberikan oleh pihak sekolah baik sengaja melihatnya atupun tidak sengaja melihatnya.

34 Baca lebih lajut

Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sains

Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sains

harus lebih memvariasikan lagi jenjang kognitif pertanyaannya sehingga siswa juga dirangsang untuk berpikir. Diskusi Analisis terhadap percakapan yang terjadi di dalam kelas menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran guru sering menggunakan teknik bertanya. Hasil penelitian ini juga memberikan konfirmasi terhadap penelitian-penelitian sebelumnya bahwa pertanyaan yang diajukan guru jauh lebih banyak dibandingkan dengan pertanyaan siswa. Penelitian ini mengungkapkan bahwa guru menggunakan pertanyaan bukan hanya untuk membimbing siswa dalam memahami materi pelajaran, namun juga untuk keperluan pengelolaan kelas. Setengah dari jumlah pertanyaan yang ditanyakan guru ternyata merupakan pertanyaan terkait pengelolaan kelas. Hasil analisis tentang pemanfaatan waktu praktikum dan materi yang dikaji dalam pembelajaran (Widodo & Ramdhaningsih; Widodo, 2006) yang menyatakan bahwa banyak waktu pembelajaran yang tersita untuk hal-hal yang tidak terkait langsung dengan materi yang dikaji mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan pertanyaan pengelolaan kelas mungkin akan bisa meningkatkan efisiensi pembelajaran.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI PERTANYAAN-PERTANYAAN INOVATIF PADA  PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI PERTANYAAN-PERTANYAAN INOVATIF PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN (PTK Di SMP N 1 BOYOLALI Kelas VIII Semest

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI PERTANYAAN-PERTANYAAN INOVATIF PADA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI PERTANYAAN-PERTANYAAN INOVATIF PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN (PTK Di SMP N 1 BOYOLALI Kelas VIII Semest

Dalam pembelajaran matematika diharapkan siswa benar-benar kreatif. Sehingga akan berdampak pada ingatan siswa yang akan lebih lama bertahan tentang apa yang akan dipelajari. Suatu konsep akan mudah dipahami dan diingat oleh siswa jika konsep tersebut disajikan melalui prosedur dan langkah-langkah yang tepat, jelas dan menarik.

7 Baca lebih lajut

Beberapa pertanyaan mendasar akan muncul dalam kaitannya dengan keandalan sistem. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi:

Beberapa pertanyaan mendasar akan muncul dalam kaitannya dengan keandalan sistem. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi:

Kegagalan pada konteks keandalan rekayasa memiliki pengertian yang sedikit berbeda dengan kegagalan pada umumnya yang dipahami oleh masyarakat. Dalam konteks keandalan rekayasa, sistem dikatakan gagal jika tidak dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan persyaratan diminta. Sebuah pompa dengan debit harapan sebesar 5 m 3 /jam dikatakan gagal jika hanya mampu mensuplai air pada debit 4 m 3 /jam saja. Kegagalan dalam konteks keandalan rekayasa juga tidak selalu dikotomis. Sistem jaringan pompa dikatakan 100% gagal jika seluruh pompa dari 4 pompa yang harus beroperasi secara paralel gagal beroperasi, dan dikatakan 50% gagal jika hanya 2 pompa saja yang beroperasi serta sebailknya 100% sukses jika semua pompa beroperasi normal. Dengan demikian pompa dikatakan gagal bukan hanya berarti bahwa pompa tersebut rusak dan tidak dapat dipergunakan sama sekali.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB III KOMUNISME DAN ISLAM DALAM PANDANGAN H. M. MISBACH. dipahami olehnya. Mengetahui bagaimana Komunisme yang dipahami H. M.

BAB III KOMUNISME DAN ISLAM DALAM PANDANGAN H. M. MISBACH. dipahami olehnya. Mengetahui bagaimana Komunisme yang dipahami H. M.

Namun dari ulasan pemahaman H. M. Misbach terhadap kritik terhadap kapitalisme tersebut, peneliti mengajukan pertanyaan untuk menguji sejauh mana pemahaman H. M. Misbach betul-betul lengkap sebagaimana kaum Komunisme mengkritik kapitalisme. Pertanyaan itu adalah apakah sebab kepemilikan faktor produksi atas pribadi-pribadi itu menjadi sebab utama dari penindasan dan kemiskinan tersebut? apakah benar kepemilikan kapital oleh pribadi itu dengan sendirinya akan menyebabkan timbul keserakahan dan melahirkan pemerasan terhadap kaum buruh? Kaum Komunis sangat percaya akan sebab keserakahan dan lahirnya penindasan adalah sebab kepemilikan faktor produksi atau kapital oleh pribadi-pribadi. kepemilikan atas nama pribadi faktor-faktor produksi dan kapital adalah kejahatan, oleh karenanya kepemilikan itu harus ditransformasikan menjadi kepemilikan bersama untuk komunitas. Tapi nampaknya H. M. Misbach tidak cukup jelas akan pandangan ini, yang jelas bagi H. M. Misbach adalah pemilik modal atau
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

JAWAPAN-JAWAPAN MULUT BAGI PERTANYAAN- PERTANYAAN

JAWAPAN-JAWAPAN MULUT BAGI PERTANYAAN- PERTANYAAN

lain-lain pelabur yang mungkin berminat dalam projek Bakun melalui cara tender terbuka, dan kedua, apakah skala sedikit pulangan yang dipegang oleh Ekran Bhd. ini melalui sokongan politiknya yang berkuasa ini. Rakyat Malaysia memang tidak berkeyakinan bahawa Menteri Tenaga, Telekom dan Pos akan berupaya mewakili kepentingan para pengguna semasa merundingkan isu harga elektrik yang akan dibekalkan oleh Bakun ini, memandangkan hubungan politik yang dinikmati oleh Pengerusi Eksekutif Ekran, Tan Sri Ting Pek Khiing merupakan yang paling ketara dan kuat sekali dalam lanskap politik dan korporat masa kini. Hubungan politik Ting Pek Khiing dapat dilihat dari fakta bahawa beliau berani mengambil alih jabatan Alam Sekitar di Kuala Lumpur pada April tahun lepas untuk membuat pengumuman bahawa kerajaan telah meluluskan bahagian pertama EIA Bakun, memberikan gambaran bahawa kelulusan adalah diberikan oleh DOE, walhal pada hakikatnya seminggu sebelum itu, DOE telah menyerahkan kuasanya sebagai pihak muktamad menentukan nasib EIA Bakun kepada Lembaga Sumber Asli dan Alam Sekitar Sarawak.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

JAWAPAN-JAWAPAN MULUT BAGI PERTANYAAN- PERTANYAAN

JAWAPAN-JAWAPAN MULUT BAGI PERTANYAAN- PERTANYAAN

kalau sekiranya mana-mana kerajaan negeri ataupun Persekutuan ataupun agensi mengambil tanah itu, mereka hendaklah membayar sebagai tanah yang telah mempunyai title. Ini adalah satu perkara yang penting. Oleh sebab itu, apa yang saya sebut tadi Kerajaan Persekutuan melalui Majlis Tanah Negara hendaklah mengadakan suatu garis panduan supaya semua kerajaan negeri boleh mengikuti garis panduan itu bila mana kerajaan negeri hendak membangunkan sesuatu kawasan. Misalannya nilai tanah, mungkin tanah di Terengganu, tanah di Kelantan, tanah di Perlis, di kawasan luar bandar berbeza nilainya. Tetapi apabila ada satu garis panduan, maka kerajaan negeri tidak boleh menindas mana-mana pihak lebih-lebih lagi kalaulah kerajaan negeri itu dikuasai oleh parti pembangkang ataupun oleh mana-mana pihak yang boleh membuat tafsiran sendiri seperti pihak-pihak pejabat daerah ataupun pihak pejabat tanah dan sebagainya. Sebab kita sudah perhati banyak berlaku penindasan ataupun ketidakadilan yang dibuat terhadap rakyat dan kita tahu rakyat ini orang biasa, mereka tidak tahu bagaimana cara hendak mengemukakan masalah mereka dan kita lihat ada negeri-negeri yang telah membuat perkara-perkara yang tidak adil kepada rakyat dalam membangunkan tanah.
Baca lebih lanjut

291 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERTANYAAN PADA MATERI BIOLOGI

IDENTIFIKASI PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERTANYAAN PADA MATERI BIOLOGI

Berdasarkan jawaban pada gambar 3, siswa langsung menggunakan pengetahuan sepenuhnya untuk menjawab tanpa memperhatikan pertanyaan yang ada bahkan terkesan mengulang pengetahuan yang pernah diperoleh tanpa memperhatikan kebutuhan jawaban yang tepat berdasarkan soal yang ada. Hal ini sesuai dengan indikator proses berpikir semi konseptual jawaban kurang dapat mengungkapkan apa yang diketahui dalam soal dengan kalimat sendiri, kurang mampu mengungkapkan dengan kalimat sendiri yang ditanya dalam soal, dalam menjawab cenderung menggunakan konsep yang sudah dipelajari walaupun tidak lengkap, tidak sepenuhnya mampu menjelaskan langkah yang ditempuh.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengembangan konsep vektor secara bertahap pada siswa sekolah menengah atas kelas X semester 1 melalui pertanyaan-pertanyaan dalam lembar kegiatan siswa - USD Repository

Pengembangan konsep vektor secara bertahap pada siswa sekolah menengah atas kelas X semester 1 melalui pertanyaan-pertanyaan dalam lembar kegiatan siswa - USD Repository

untuk merangsang siswa aktif belajar; mempelajari keadaan siswa, mengerti kelemahan dan kelebihan siswa serta; mempelajari pengetahuan awal siswa. Tahap pelaksanaan meliputi mengajak siswa aktif belajar; siswa dibiarkan bertanya; menggunakan metode ilmiah dalam proses penemuan sehingga siswa merasa menemukan sendiri pengetahuan mereka; mengikuti pikiran dan gagasan siswa; menggunakan variasi metode pembelajaran seperti studi kelompok, studi di luar kelas, di luar sekolah; kunjungan ke tempat pengembangan bidang studi di luar sekolah seperti museum, tempat laboratorium, tempat bersejarah; mengadakan praktikum terpimpin maupun bebas; tidak mencerca siswa yang berpendapat salah atau lain; menerima jawaban alternatif dari siswa; kesalahan konsep siswa ditunjukkan dengan arif; menyediakan data anomali untuk menantang siswa berpikir; siswa diberi waktu berpikir dan merumuskan gagasan mereka; siswa diberi kesempatan mengungkapkan pikirannya; siswa diberi kesempatan untuk mencari pendekatan dengan caranya sendiri dalam belajar dan menemukan sesuatu; evaluasi yang kontinu dengan segala prosesnya. Tahap evaluasi meliputi guru memberi pekerjaan rumah, mengumpulkannya, dan mengoreksinya; memberikan tugas lain untuk pendalaman dan tes yang membuat siswa berpikir bukan hafalan (Suparno, 1997: 45-46)
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...