SUNGAI WINONGO

Top PDF SUNGAI WINONGO:

KERAGAMAN PEMANFAATAN SUNGAI OLEH MASYARAKAT   PADA BANTARAN SUNGAI WINONGO   Keragaman Pemanfaatan Sungai Oleh Masyarakat Pada Bantaran Sungai Winongo Di Kecamatan Ngampilan Dan Mantrijeron Kota Yogyakarta Tahun 2010.

KERAGAMAN PEMANFAATAN SUNGAI OLEH MASYARAKAT PADA BANTARAN SUNGAI WINONGO Keragaman Pemanfaatan Sungai Oleh Masyarakat Pada Bantaran Sungai Winongo Di Kecamatan Ngampilan Dan Mantrijeron Kota Yogyakarta Tahun 2010.

Tujuan dari penelitian ini antara lain yaitu 1). Mengetahui perbedaan pemanfaatan bantaran Sungai Winongo oleh masyarakat di Kecamatan Ngampilan dan Kecamatan Mantrijeron, 2). Mengidentifikasi perbedaan pemanfaatan Sungai Winongo oleh masyarakat bantaran Sungai Winongo di Kecamatan Ngampilan dan Matrijeron berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, 3). Mengetahui perbedaan faktor–faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memanfaatkan Sungai Winongo di Kecamatan Ngampilan dan Kecamatan Mantrijeron.

15 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK PERMUKIMAN DI BANTARAN SISI TIMUR SEBAGIAN SUNGAI WINONGO Fauza Holida fauzaholidaagmail.com Djaka Marwasta marwasta_dgeo.ugm.ac.id Abstract - KARAKTERISTIK PERMUKIMAN DI BANTARAN SISI TIMUR SEBAGIAN SUNGAI WINONGO

KARAKTERISTIK PERMUKIMAN DI BANTARAN SISI TIMUR SEBAGIAN SUNGAI WINONGO Fauza Holida fauzaholidaagmail.com Djaka Marwasta marwasta_dgeo.ugm.ac.id Abstract - KARAKTERISTIK PERMUKIMAN DI BANTARAN SISI TIMUR SEBAGIAN SUNGAI WINONGO

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik kondisi fisik prasarana lingkungan dan sosial ekonomi penghuni daerah perumahan dan perkampungan, serta mengetahui hubungan antara kedua kondisi tersebut di bantaran sisi timur sebagian Sungai Winongo. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling yang meliputi satu kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan karakteristik fisik prasarana lingkungan maupun sosial ekonomi penghuni kompleks perumahan dan perkampungan di bantaran Sungai Winongo. Kompleks perumahan menunjukkan kualitas fisik lingkungannya lebih baik, sedangkan diperkampungan kualitasnya sangat bervariasi. Begitu pula kondisi sosial ekonomi dimana penghuni kompleks perumahan memiliki status sosial ekonomi yang lebih baik. Hasil analisis korelasi antara kondisi fisik dengan sosial ekonomi penghuni mengemukakan bahwa total pendapatan keluarga dan pendidikan terakhir yang ditempuh kepala keluarga memiliki hubungan positif, sedangkan variabel jumlah anggota keluarga memiliki hubungan negatif terhadap kualitas fisik lingkungan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

AKUMULASI LOGAM BERAT KROMIUM (Cr) PADA DAGING IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp) DALAM KARAMBA JARING APUNG (KJA) DI SUNGAI WINONGO YOGYAKARTA

AKUMULASI LOGAM BERAT KROMIUM (Cr) PADA DAGING IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp) DALAM KARAMBA JARING APUNG (KJA) DI SUNGAI WINONGO YOGYAKARTA

dan Bugisan dimanfaatkan oleh warga sebagai lahan budidaya ikan menggunakan KJA. Sistem budidaya dalam wadah berupa jaring yang mengapung (floating net cage) dengan bantuan pelampung dan ditempatkan di perairan seperti Sungai, sehingga memungkinkan pertukaran air dari dalam (Irzal 2004). KJA adalah kegiatan budidaya ikan dalam karamba menggunakan pakan buatan sebagai pakan utama (Niken et al., 2006). Kualitas air sungai sangat menentukan kelangsungan hidup usaha tersebut. Kualitas Sungai saja tidak cukup untuk menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan, namun juga berkaitan dengan jaminan keamanan konsumen yang mengkonsumsi ikan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta (2012) terdapat berbagai macam industri, pelayanan kesehatan dan obyek pariwisata yang membuang limbahnya ke Sungai Winongo Kabupaten Sleman tepatnya di Daerah Badran (Stasiun 1) antara lain rumah sakit, puskesmas, industri tekstil, industri susu, peternakan babi dan sapi, pengolahan sayuran dan buah, industri tahu, industri tempe, industri batik, industri percetakan, bengkel, laundri, rumah makan. Beberapa industri, pelayanan kesehatan dan obyek pariwisata yang membuang limbah ke Sungai Winongo Kota Yogyakarta tepatnya di Daerah Serangan (stasiun 2) antara lain rumah sakit, puskesmas, industri lapis logam, industri penyamakan kulit, industri mie, industri batik, industri percetakan,rumah potong hewan, laundri, perhotelan, rumah makan dan mallserta industri, pelayanan kesehatan dan obyek pariwisata yang membuang limbahnya ke Sungai Winongo Kabupaten Bantul tepatnya di Daerah Bugisan (stasiun 3) adalah rumah sakit, puskesmas, industri lapis logam, industri penyamakan kulit, industri gula, industri mie, SPBU, laundri,cucian mobil dan motor, perhotelan dan rumah makan.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL FILTRASI BUATAN UNTUK MENGUBAH AIR SUNGAI MENJADI AIR BERSIH (Study Kasus Sungai Winongo PatangpuluhanWirobrajan)

ANALISIS MODEL FILTRASI BUATAN UNTUK MENGUBAH AIR SUNGAI MENJADI AIR BERSIH (Study Kasus Sungai Winongo PatangpuluhanWirobrajan)

pembangunan hotel dan apartement yang makin tidak terkendali, oleh karena itu diperlukan suatu terobosan untuk mendapatkan sumber air bersih, salah satunya adalah dengan pengoptimalan pemanfaatan air sungai. Karena kapasitas volume air sungai yang cukup besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan air bersih. Namun dari hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap titik stasiun memiliki kualitas air yang berbeda. Berdasarkan kualitas air, setiap titik stasiun memiliki daya dukung pemanfaatan air yang berbeda-beda. Kualitas air dan kesesuaian pemanfaatan disetiap titik stasiun dipetakan untuk menentukan kebijakan pengolahan daerah aliran sungai. Kebijakan pengolahan daerah aliran sungai di setiap titik stasiun berbeda-beda disesuaikan dengan tipe penggunaan lahan, sumber pencemar, dan kualitas air di setiap titik stasiun. Kualitas Sungai Winongo daerah Hulu (Kweni, Panggungharjo, Sewon) pada tahun 2010 Kab. Bantul didapat data dari Pergub No. 20 Tahun 2008, Mutu Air Kelas II dengan nilai DO sebesar 3,2 Mg/l, Kekeruhan sebesar 0,392 NTU dan pH sebesar 7.0. Dari data di atas nilai kadar DO tidak memenuhi syarat kualitas air bersih yang disarankan KEPMENKES. Untuk menjadi air bersih kadar DO minimal 4 mg/l. Maka diperlukan pengolahan sederhana terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan. Pengolahan yang bisa dimanfaatkan dalam upaya pengoptimalan air sungai salah satunya menggunakan filtrasi dengan media berupa pasir kuarsa, zeolit, dan arang batok.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Telaah Potensi Materi Ajar Biologi SMP Berbasis pada Potensi Lokal di Bantaran Sungai Winongo Kabupaten Bantul

Telaah Potensi Materi Ajar Biologi SMP Berbasis pada Potensi Lokal di Bantaran Sungai Winongo Kabupaten Bantul

Kebutuhan akan materi pembelajaran yang berbasis pada potensi lokal belum banyak ditemukan dalam referensi/buku pegangan guru. Materi ajar yang kontekstual sangat diharapkan dalam pengembangan standar isi pada Kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui potensimateri ajar biologi yang ditemukan di bantaran sungai winongo Kabupaten Bantul, (2) mengetahui kesesuaian temuan-temuan materi berbasis potensi lokal dengan kebutuhan materi ajar biologi SMP yang memenuhi prinsip-prinsip relevansi, adequacy , dan konsistensi, dan (3) mengetahui kualitas prototipe/desain suplemen materi ajar yang dikembangkan dengan isi/bahan materi ajar berbasis potensi lokal untuk 3 Kompetensi Dasar versi Kurikulum 2013 di jenjang SMP.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Keragaman Pemanfaatan Sungai Oleh Masyarakat Pada Bantaran Sungai Winongo Di Kecamatan Ngampilan Dan Mantrijeron Kota Yogyakarta Tahun 2010.

PENDAHULUAN Keragaman Pemanfaatan Sungai Oleh Masyarakat Pada Bantaran Sungai Winongo Di Kecamatan Ngampilan Dan Mantrijeron Kota Yogyakarta Tahun 2010.

Permasalahan pemanfaatan sungai oleh penduduk terjadi pula pada kota- kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi, seperti kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang dilalui oleh tiga sungai. Sungai-sungai tersebut antara lain Sungai Gajah Wong, Sungai Code dan juga Sungai Winongo. Dalam fokus kebijakan penataannya, Sungai Gajah Wong dan Sungai Code telah terlebih dahulu mendapat perhatian yang lebih. Sungai Gajah Wong lebih maju dari segi penataan lingkungannya maupun dari segi karakteristik masyarakatnya. Pada tahun 2009, Pemerintah Kota Yogyakarta menitikberatkan pada fokus penataan lingkungan pada Sungai Winongo yang masih kurang mendapat perhatian. Semakin bertambahnya jumlah penduduk yang berada di Kota Yogyakarta, maka akan mengakibatkan adanya pertumbuhan penduduk yang tinggi. Pertumbuhan penduduk yang tinggi ini akan menimbulkan adanya penduduk yang bertempat tinggal di pinggiran sungai, yang sebenarnya hal tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi penduduk itu sendiri. Kegiatan yang dilakukan oleh pemukim masuk dalam perilaku masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dimana perilaku tersebut dijadikan sebagai kebiasaan. Hal tersebut disebabkan karena para pemukim lebih memilih mempertimbangkan ekonomi yang murah dan kenyamanan yang terbentuk secara alami dan memanfaatkan kondisi alam yang telah ada.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

 ekoper acara 1 ekoper acara 1

ekoper acara 1 ekoper acara 1

pada saat praktikum dilaksanakan berada dibawah suhu normal suatu perairan. Hal tersebut dikarenakan keadaan sekitar sungai yang rimbun sehingga cahaya dan/atau panas matahari sedikit terserap oleh air sungai. Faktor lain yang dapat menyebabkan rendahnya suhu air adalah terjadinya hujan deras saat praktikum. Berdasarkan grafik diatas, stasiun 2 memiliki suhu air yang paling rendah diantara tiga stasiun. Hal tersebut karena hujan deras yang terus- menerus mengguyur di stasiun 2, yaitu sungai Winongo bagian tengah, serta letak sungai yang berada di bawah pemukiman warga dan tertutup bambu-bambu, juga pepohonan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

101314 AKJ 28 Desember 2004 Talud Longsor

101314 AKJ 28 Desember 2004 Talud Longsor

Derasnya hujan yang berlangsung selama beberapa jam/ kemarin malam/ membuat ambrolnya talud sungai winongo di kampung jlagran/ gedongtengen/ jogjakarta// Tanah seluas 25 meter longsor dari ketinggian 20 meter// Kejadian ini berlangsung pada waktu sore hari kemarin//Oleh karena itu/ pada malam harinya/ segenap warga meronda dan meningkatkan kewaspadaan pada kejadian susulan yang mungkin terjadi// Apalagi waktu itu/ volume air sungai cukup besar hingga bergerak mendekati pemukiman warga//

1 Baca lebih lajut

PENANGANAN KONFLIK ANTAR MASYARAKAT OLEH PEMERINTAH KOTA MADIUN (Studi di Perguruan Persaudaraan Setia Hati Madiun)

PENANGANAN KONFLIK ANTAR MASYARAKAT OLEH PEMERINTAH KOTA MADIUN (Studi di Perguruan Persaudaraan Setia Hati Madiun)

Salah satu sebab terjadinya konflik adalah alasan idiologis yang mungkin mencoba menghadapi masalah itu secara radikal dengan saling menghancurkan satu sama lain atau menggunakan kekerasan fisik untuk mengubah harapan dan tingkah laku masing-masing, tetapi sebelum keadaan ini tercapai, mungkin ditemukan saluran alternatif untuk memotifisir situasi ini. Konflik muncul karena kesalahpahaman antara anggota perguruan yang dapat mengakibatkan konflik berkepanjangan secara regenerasi. Konflik terjadi biasanya pada hari-hari besar yang melibatkan kedua perguruan tersebut misalkan 17 Agustus malam 1 asyuro. Pada tanggal 1 Maret 2005 kejadian konflik masal, kejadian tersebut permasalahannya klasik terjadi pada 1 asyuro setelah perguruan PSH Winongo mengadakan acara tahunan yaitu sungkeman kepada guru besar silaturahim dapat dibayangkan masa dari berbagai penjuru daerah kota Madiun berkumpul mengadakan sungkeman konflik terjadi setelah masa dari Winongo pulang, hal ini memancing reaksi masa yang kebetulan basis dari PSH terate secara spontan masa PSH terate menunggu dan melempari masa PSH Winongo yang berada dalam truk, secara otomatis tawuran pun terjadi, dan berlangsung secara besar.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Barru

Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Barru

Sungai merupakan sumber air terbesar di Kabupaten Barru yaitu Sungai Bojo, Sungai Kupa, Sungai Nepo, Sungai Mamba, Sungai Ceppaga, Sungai Takkalasi, Sungai Ajakkang, Sungai Palakka, Sungai Bungi, Sungai Sikapa, Sungai Parempang, Sungai Jalanru, dan diantara sungai-sungai tersebut terdapat Sungai yang terbesar adalah Sungai Sikapa yang berhulu di daerah Kecamatan Tanete Riaja yang mengalir melalui daerah persawahan serta bermuara ke Selat Makassar. Sungai- sungai yang ada selain airnya dimanfaatkan untuk keperluan irigasi, industri, rumah tangga juga sungai-sungai yang ada berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan untuk budidaya perikanan
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Asal Mula desa golo  Nama

Asal Mula desa golo Nama

Menurut bahasa Melayu tua, kata lembang berarti dataran rendah yang banyak digenangi air, kadang tenggelam kadang kering. Jadi, penduduk dataran tinggi yang hendak ke Palembang sering mengatakan akan ke Lembang. Begitu juga para pendatang yang masuk ke Sungai Musi mengatakan akan ke Lembang.

2 Baca lebih lajut

PROFIL NEGARA THAILAND

PROFIL NEGARA THAILAND

b) Daerah pegunungan bagian utara dan barat secara geomorfologi merupakan kelanjutan pegunungan dari Myanmar yang tingginya rata-rata 1000-2000 m di atas permukaan air laut. Puncaknya adalah gunung Inthanon (2.570m), berupa tanah pegunungan yang tertutup oleh hutan (terutama hutan jati). Karena banyaknya sungai yang mengalir di daerah tersbeut, tanahnya menjadi subur. c) Wilayah Semenanjung Thailand, yang merupakan daratan sempit, bagian paling

6 Baca lebih lajut

DANAU ROMBEBAI

DANAU ROMBEBAI

Danau Rombebai termasuk dalam kawasan Suaka Margasatwa Mamberamo-Foya dengan luas 1.440.000 ha yang terentang dari daerah pantai di utara sampai ke pegunungan tinggi di selatan. Suaka ini mencakup beragam tipe habitat, mulai dari hutan mangrove di kawasan pantai, rawa gambut, sungai dan danau serta hutan pegunungan tinggi. Suaka Margasatwa ini terkenal mempuyai keanekaragaman hayati yang sangat kaya atau sebagai kawasan megadiversity, dan telah diusulkan untuk menjadi Taman Nasional dan Situs Warisan Dunia (World Heritage Site).

8 Baca lebih lajut

SKALA PRIORITAS REHABILITASI BENDUNG DAN FASILITASNYA DI AREAL GUNUNG MERAPI (Studi Kasus di Wilayah Kabupaten Magelang).

SKALA PRIORITAS REHABILITASI BENDUNG DAN FASILITASNYA DI AREAL GUNUNG MERAPI (Studi Kasus di Wilayah Kabupaten Magelang).

Di areal Gunung Merapi terdapat beberapa sungai yang berasal pada Gunung Merapi yaitu Sungai Pabelan, Sungai Blongkeng, Sungai Putih, Sungai Batang, Sungai Krasak adalah termasuk Wilayah Sungai Progo dan Sungai Kuning termasuk Wilayah Sungai Kuning. Sungai Gendol termasuk wilayah sungai Gendol. Sungai Simping termasuk wilayah sungai Woro. Dalam rangka penanggulangan dan penanganan bencana alam maka untuk menahan aliran debris flow dibuatkan beberapa bangunan sabo dan yang berfungsi sebagai sabo dam/ groundsill/ konsolidasi dam dan ada juga yang dimanfaatkan sebagai jembatan penghubung antar desa dan fasilitas irigasi. Lokasi pembangunan sabo dam dan bendung terletak pada setiap sungai di wilayah Sungai Progo, wilayah Sungai Kuning, wilayah Sungai Gendol, serta wilayah Sungai Woro.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI WILAYAH PENYEBAB BANJIR DAS OPAK  DENGAN MEMANFAATKAN   Analisis Potensi Wilayah Penyebab Banjir DAS Opak Dengan Memanfaatkan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis.

ANALISIS POTENSI WILAYAH PENYEBAB BANJIR DAS OPAK DENGAN MEMANFAATKAN Analisis Potensi Wilayah Penyebab Banjir DAS Opak Dengan Memanfaatkan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Opak adalah salah satu DAS yang kondisi fisiknya terpengaruh oleh aktifitas manusia dan juga aktifitas Gunung Api yang terletak di daerah hulunya. Banyaknya kebutuhan manusia dan kondisi alam yang dinamis membuat lingkungan DAS dapat berubah sewaktu – waktu, terutama karena bencana. Bencana seringkali mengganggu struktur atau keseimbangan alam yang akan mempengaruhi siklus hidrologi, salah satunya yaitu banjir. Bencana Gunung Merapi dan kebutuhan akan ruang membuat sistem hidrologi di wilayah DAS Opak menjadi terganggu. Hal ini disebabkan karena, material yang dihasilkan Gunung Merapi berupa sedimen menumpuk di sungaisungai yang dilaluinya, sehingga Sub – Sub DAS di DAS Opak akan mengalami pendangkalan sungai yang mengakibatkan naiknya debit ketika hujan datang. Letusan tahun 2010 menghasilkan aliran gelombang piroklastik yang melingkupi area seluas ± 22,3 km 2 dan sekitar 6,9 % mengisi lembah – lembah sungai dan sisanya
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

MODEL MANAJEMEN KONFLIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL: KONFLIK PERGURUAN PENCAK SILAT DI MADIUN – JAWA TIMUR

MODEL MANAJEMEN KONFLIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL: KONFLIK PERGURUAN PENCAK SILAT DI MADIUN – JAWA TIMUR

Secara khusus, Suparlan (2006) menegaskan bahwa konflik yang merupakan perluasan dari konflik individual, terwujud dalam bentuk konflik fisik atau perang antar dua kelompok atau lebih yang biasanya selalu terjadi dalam keadaan berulang. Kondisi tersebut juga diistilahkan sebagai conflict trap, yakni ketika suatu kelompok, wilayah, atau bahkan negara yang pernah mengalami konflik di masa lalu maka secara signifikan beresiko mengalami episode konflik skala besar di kemudian hari (Collier, Elliot, Hegre, Hoeffler, Querol, & Sambanis, 2003; Walter, 2010). Sasaran dalam konflik ialah keseluruhan golongan atau kelompok, sehingga penghancuran terhadap diri atau harta milik orang per orang dari pihak lawan, diposisikan sama dengan penghancuran kelompok pihak lawan (Suparlan, 2006). Mengacu pada penjelasan tersebut, konflik antara perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda tergolong konflik yang terjadi secara berulang yang terjadi mulai tahun 1980 – an.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI WILAYAH PENYEBAB BANJIR DAS OPAK  DENGAN MEMANFAATKAN   Analisis Potensi Wilayah Penyebab Banjir DAS Opak Dengan Memanfaatkan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis.

ANALISIS POTENSI WILAYAH PENYEBAB BANJIR DAS OPAK DENGAN MEMANFAATKAN Analisis Potensi Wilayah Penyebab Banjir DAS Opak Dengan Memanfaatkan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis.

Banjir seringkali terjadi di beberapa sungai yang ada di Daerah Aliran Sungai Opak. banjir tersebut dapat merendam berbagai fasilitas dan merugikan serta menganggu aktivitas masyarakat daerah banjir. Penelitian ini bertujuan 1).Menentukan besarnya debit puncak (Qp) Sub DAS Opak menggunakan metode rasional, 2).Mengetahui Sub Das Opak yang berpotensi penyebab banjir,3). Menganalisis parameter biofisik yang berpengaruh pada perbedaan debit air di Sub DAS Opak berdasarkan metode rasional..

11 Baca lebih lajut

Fenomena Kelompok Perguruan Silat Di Kab

Fenomena Kelompok Perguruan Silat Di Kab

Selain persoalan prestise, ternyata, pengurus organisasi juga membangun orientasi ekonomi dalam proses rekrutmen anggota. Semakin banyak anggota yang direkrut, berarti semakin banyak pendapatan yang akan diperoleh organisasi. Setiap anggota baru yang akan masuk dikenakan biaya yang tidak sedikit. Seorang anggota Terate di Sampung Kidul, misalnya, dia harus membayar 700 ribu rupiah untuk biaya latihan setahun yang bisa dicicil dua kali. Sedangkan Winongo mematok harga 100 ribu dengan jadwal latihan yang tidak tetap. Jiujitsu tidak mematok biaya keanggotaan, hanya saja setiap anggota diwajibkan membayar iuran untuk membayar pajak listrik tempat latihan. Dari tarikan biaya sebesar itu, kita bisa menghitung berapa pendapatan yang akan diperoleh setiap organisasi silat. Ambil satu contoh, Terate. Untuk satu kali pelantikan setiap bulan Sura [bulan pertama dalam kalender Jawa], Terate melakukan pelantikan sejumlah 1000-2000 anggota baru, jika satu anggota membayar 700 ribu rupiah, maka uang yang akan masuk ke organisasi dalam satu tahun adalah 700 juta hingga 1,4 milyar rupiah!!! Jumlah yang fantastis. Ini menarik sekali, sebuah organisasi silat dengan jumlah anggota 35.000 orang dan pemasukan 700 juta hingga 1,4 milyar rupiah per tahun. Sebuah kekuatan yang sangat besar untuk kabupaten 'kecil' seperti Ponorogo. Kasus perkelahian antar anggota kelompok silat seperti yang terjadi di wilayah Ponorogo oleh elite organisasi silat dianggap sebagai suatu kenakalan remaja yang wajar, karena pelakunya kebanyakan adalah anggota organisasi yang masih berusia muda Oleh karena itu pihak elite kelompok silat tersebut secara terus terang lebih banyak menyerahkan penanganannya kepada pihak aparat keamanan yang mempunyai kewenangan dalam mengatasi persoalan tersebut. Walaupun pada akhirnya proses penyelesaiannya selalu berakhir dengan ketidak terangan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Konformitas Dan Obedience Dengan Perilaku Agresi Pada Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (Psht).

PENDAHULUAN Hubungan Konformitas Dan Obedience Dengan Perilaku Agresi Pada Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (Psht).

Perilaku agresi berujung pada kekerasan yang dilakukan Persaudaraan Setia Hati Terate tidak hanya bentrok dengan Setia Hati Tunas Muda Winongo saja, tetapi dengan perguruan pencak silat lainnya juga demikian seperti yang dilansir oleh Detiknews.com (2001) terjadi bentrok antara Perguruan Pencak Silat Kera Sakti dengan PSHT di Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang pada tanggal 12 November 2001 kejadian ini melibatkan ratusan orang dan terdapat 6 korban luka parah dari pihak Kera Sakti. Perselisihan tersebut diakhiri dengan tanda tangan MoU kesepakatan damai oleh semua perguruan, yang dilakukan oleh jajaran Muspida dan semua ketua perguruan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PengumumanPemenang Pembangunan Perkerasan Jalan

PengumumanPemenang Pembangunan Perkerasan Jalan

Bagi peserta yang merasa keberatan dengan pengumuman ini dapat mengajukan sanggahan kepada Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan Pembangunan Perkerasan Jalan Operasional TPA Winongo pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Madiun dengan alokasi waktu 5 (lima) Hari kerja terhitung setelah pengumuman ini diterbitkan.

2 Baca lebih lajut

Show all 9687 documents...

Related subjects