SYSTEM OF INSTRUCTION (PSI)

Top PDF SYSTEM OF INSTRUCTION (PSI):

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION (PSI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP.

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION (PSI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP.

Penelitian ini dilatarbelakangi dari masih rendahnya kemampuan siswa dalam matematika, salah satunya kemampuan komunikasi matematis siswa. Rendahnya kemampuan tersebut dikarenakan pembelajaran yang seringkali dipakai di sekolah masih bersifat teacher centre, sehingga kurang menstimulus siswa untuk aktif berpikir dan memahami konsep secara mendalam. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan menggunakan metode Personalized System of Instruction (PSI) dimana metode ini menekankan pada interaksi antara siswa dengan berbagai objek belajar yang diharapkan dapat menumbuhkembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui metode Personalized System of Instruction (PSI) menunjukkan peningkatan ke arah yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran melalui metode ekspositori, mendeskripsikan kualitas peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang memperoleh pembelajaran melalui PSI, mengetahui ketuntasan belajar siswa yang memperoleh pembelajaran melalui PSI dan ekspositori, dan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran melalui metode Personalized System of Instruction (PSI). Subjek pada penelitian ini adalah siswa SMPN 8 Bandung kelas VIII semester 1 tahun ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel pada penelitian ini tidak secara acak siswa, tetapi secara acak kelas sehingga metode penelitian ini disebut penelitian kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes dan non tes. Instrumen tes berupa tes awal (pretes) dan tes akhir (postes) sedangkan non tes berupa angket respon siswa, lembar observasi, dan wawancara guna memperoleh data mengenai tanggapan siswa terhadap pembelajaran PSI. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh metode PSI lebih baik daripada siswa yang memperoleh metode ekspositori dengan kualitas peningkatan rendah. Adapun hasil ketuntasan belajar yang diperoleh kedua kelompok kelas menunjukkan bahwa 100 % siswa tidak tuntas. Secara keseluruhan siswa merespon positif kegiatan pembelajaran melalui metode Personalized System of Instruction (PSI) karena mereka menganggap pembelajarannya menarik.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION (PSI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP.

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION (PSI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP.

Penelitian ini dilatarbelakangi dari masih rendahnya kemampuan siswa dalam matematika, salah satunya kemampuan komunikasi matematis siswa. Rendahnya kemampuan tersebut dikarenakan pembelajaran yang seringkali dipakai di sekolah masih bersifat teacher centre, sehingga kurang menstimulus siswa untuk aktif berpikir dan memahami konsep secara mendalam. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan menggunakan metode Personalized System of Instruction (PSI) dimana metode ini menekankan pada interaksi antara siswa dengan berbagai objek belajar yang diharapkan dapat menumbuhkembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui metode Personalized System of Instruction (PSI) menunjukkan peningkatan ke arah yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran melalui metode ekspositori, mendeskripsikan kualitas peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang memperoleh pembelajaran melalui PSI, mengetahui ketuntasan belajar siswa yang memperoleh pembelajaran melalui PSI dan ekspositori, dan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran melalui metode Personalized System of Instruction (PSI). Subjek pada penelitian ini adalah siswa SMPN 8 Bandung kelas VIII semester 1 tahun ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel pada penelitian ini tidak secara acak siswa, tetapi secara acak kelas sehingga metode penelitian ini disebut penelitian kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes dan non tes. Instrumen tes berupa tes awal (pretes) dan tes akhir (postes) sedangkan non tes berupa angket respon siswa, lembar observasi, dan wawancara guna memperoleh data mengenai tanggapan siswa terhadap pembelajaran PSI. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh metode PSI lebih baik daripada siswa yang memperoleh metode ekspositori dengan kualitas peningkatan rendah. Adapun hasil ketuntasan belajar yang diperoleh kedua kelompok kelas menunjukkan bahwa 100 % siswa tidak tuntas. Secara keseluruhan siswa merespon positif kegiatan pembelajaran melalui metode Personalized System of Instruction (PSI) karena mereka menganggap pembelajarannya menarik.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION DENGAN MENGGUNAKAN MODUL DALAM PELAJARAN MENGGAMBAR TEKNIK DASAR DI SMK NEGERI 7 GARUT.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION DENGAN MENGGUNAKAN MODUL DALAM PELAJARAN MENGGAMBAR TEKNIK DASAR DI SMK NEGERI 7 GARUT.

Dari kenyataan dan pandangan di atas, dirasakan perlu suatu upaya penelitian yang memfokuskan pada model pembelajaran PSI ini, sehingga hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Menggambar Teknik Dasar dapat meningkat. Dengan demikian judul skripsi yang diajukan adalah sebagai berikut: “Penerapan Model Pembelajaran Personalized System of Instruction (PSI) Dengan Menggunakan Modul Dalam Pembelajaran Menggambar Teknik Dasar di SMK Negeri 7 Garut “

26 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA YANG MENDAPATKAN METODE PEMBELAJARAN PSI DENGAN KONVENSIONAL

PERBANDINGAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA YANG MENDAPATKAN METODE PEMBELAJARAN PSI DENGAN KONVENSIONAL

Abstract: This research used two models of learning they were methods personalized system of instruction (PSI) and the conventional learning models. This paper about contains a study on the comparison of mathematical concept understanding ability improvement among students who get a personalized system of instruction (PSI) methods with the conventional learning models. The results of this research, that increased the ability of understanding the mathematical concepts among students who get the personalized system of instruction methods learning is better than students who get conventional learning models. The attitudes of students about personalized system of instruction methods learning a positive indicated attitude and good interpretation.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

s mat 050318 chapter1

s mat 050318 chapter1

Penelitian ini dilatarbelakangi dari masih rendahnya kemampuan siswa dalam matematika, salah satunya kemampuan komunikasi matematis siswa. Rendahnya kemampuan tersebut dikarenakan pembelajaran yang seringkali dipakai di sekolah masih bersifat teacher centre, sehingga kurang menstimulus siswa untuk aktif berpikir dan memahami konsep secara mendalam. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan menggunakan metode Personalized System of Instruction (PSI) dimana metode ini menekankan pada interaksi antara siswa dengan berbagai objek belajar yang diharapkan dapat menumbuhkembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui metode Personalized System of Instruction (PSI) menunjukkan peningkatan ke arah yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran melalui metode ekspositori, mendeskripsikan kualitas peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang memperoleh pembelajaran melalui PSI, mengetahui ketuntasan belajar siswa yang memperoleh pembelajaran melalui PSI dan ekspositori, dan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran melalui metode Personalized System of Instruction (PSI). Subjek pada penelitian ini adalah siswa SMPN 8 Bandung kelas VIII semester 1 tahun ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel pada penelitian ini tidak secara acak siswa, tetapi secara acak kelas sehingga metode penelitian ini disebut penelitian kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes dan non tes. Instrumen tes berupa tes awal (pretes) dan tes akhir (postes) sedangkan non tes berupa angket respon siswa, lembar observasi, dan wawancara guna memperoleh data mengenai tanggapan siswa terhadap pembelajaran PSI. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh metode PSI lebih baik daripada siswa yang memperoleh metode ekspositori dengan kualitas peningkatan rendah. Adapun hasil ketuntasan belajar yang diperoleh kedua kelompok kelas menunjukkan bahwa 100 % siswa tidak tuntas. Secara keseluruhan siswa merespon positif kegiatan pembelajaran melalui metode Personalized System of Instruction (PSI) karena mereka menganggap pembelajarannya menarik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Pustaka 1. Pembelajaran Personalized System Of Instruction a. Pengertian Pembelajaran - IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERPERSONAL SISWA PADA MATA PELAJA

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Pustaka 1. Pembelajaran Personalized System Of Instruction a. Pengertian Pembelajaran - IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERPERSONAL SISWA PADA MATA PELAJA

Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Salah satunya adalah pembelajaran dengan Personalized System of Instructions, dimana pembelajaran yang merumuskan sejumlah tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa, menentukan patokan penguasaan pembelajaran yang akan dipelajari, merumuskan satuan pelajaran yang merupakan pokok -pokok bahasa yang akan dipelajari daklam rangka mencapai tujuan, pokok-pokok bahasa itu dipecah ke dalam bagian bagian lebih kecil sehingga dapat dipelajari secara tuntas, dan prosedur pembelajaran ditentukan untuk dilakukan siswa dalam rangka mencapai tujuan. Penggunaan pembelajaran dengan Personalized System of Instructions dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional atau dalam arti lain penggunaan metode pembelajaran dengan Personalized System of Instructions lebih baik dari pada pembelajaran konvensional jika ditinjau dari hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

s mat 050318 chapter3

s mat 050318 chapter3

Angket respon siswa digunakan untuk mengetahui respon terhadap pembelajaran matematika dengan metode Personalized System of Instruction (PSI), termasuk juga didalamnya tanggapan siswa terhadap matematika, soal- soal tes kemampuan komunikasi matematis dan sikap guru pada saat mengajar. Data yang terjaring melalui angket masih merupakan data mentah. Oleh karena itu, agar data tersebut menjadi bermakna dan dapat menjawab rumusan masalah penelitian, maka dilakukan pengolahan data dengan langkah sebagai berikut:

20 Baca lebih lajut

BUKU | SAIDNA ZULFIQAR BIN TAHIR (VIKAR)

BUKU | SAIDNA ZULFIQAR BIN TAHIR (VIKAR)

- The need for process knowledge which will enable teachers to become more aware of their practical theory and its implications on their classroom action. It is about ways other knowledge is developed and understood in the context of a person’s experience. This knowledge is derived from the teacher’s awareness of himself/herself as a person, his/her own beliefs, values and attitudes towards his/her actions and relationships with other people. The content of process knowledge are reflection, self awareness, facilitation skills, effective communication, critical and thinking skills. Teachers need these skills to understand themselves as educators and to inculcate good values amongst their students.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Prospective Career of the Graduates

Prospective Career of the Graduates

Today’s successful IT organization cannot be hierarchical. It must be fluid team based, and driven by roles and skills. Problems must be “swarmed”, an project or crisis teams often must be assembled on a just-in-time, ad hoc basis to ensure that the right skills are in place to deliver service on time, on budget, an to the right user constituency. The skills needed in today’s IT organization are as varied as those needed in any business unit in the company. All types of skills are necessary, not just technical skills. For IT people to advance, they need to develop capabilities related to project management, financial management, performance measurement, one-on-one and group communications as well as written communications, organizational and people development, and relationship management. (Lutchen, Mark D, 2004, Managing IT as A Business : A Survival Guide for CEOs, John Wiley and Sons, Inc.)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

s mat 050318 chapter5

s mat 050318 chapter5

1. Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Personalized System of Instruction (PSI) lebih baik daripada peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran matematika dengan metode ekspositori.

2 Baca lebih lajut

Students’ perception of English as a Medium of instruction in teaching English at senior high schools in Palangka Raya - Digital Library IAIN Palangka Raya

Students’ perception of English as a Medium of instruction in teaching English at senior high schools in Palangka Raya - Digital Library IAIN Palangka Raya

(EFL) to English being the medium of instruction (EMI) for academic subjects. EMI is also increasingly being used in universities, secondary schools and even primary schools. The EMI phenomenon it is highly unlikely that the majority of countries, certainly in the tertiary phase, will seek to reverse the decision to push forward with even more courses taught in English which. If the phenomenon cannot be slowed down to a speed that will allow reflection, then at the very least it is encumbent on researchers and teachers alike to strive to make the experience for their learners as enabling and as rewarding as possible. 14
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MASALAH SEKSUAL PADA LANSIA WANITA

MASALAH SEKSUAL PADA LANSIA WANITA

Adanya peningkatan jumlah lansia, menyebabkan masalah kesehatan yang dihadapi bangsa Indonesia menjadi semakin kompleks, terutama yang berkaitan dengan gejala penuaan. Proses penuaan umumnya terlihat jelas pada saat memasuki usia 40 tahun keatas, khususnya pada pria mulai menampakan kemunduran perilaku seksual dalam hal sifat dan kemampuan fisik (aktivitas seksual dan frekuensi hubungan mulai menurun). Kebutuhan seksual merupakan salah satu kebutuhan dasar amnesia sepanjang rentang kehidupannya. Begitupun pada lanjut usia (Lansia), walaupun sudah terjadi penurunan pada berbagai system orgam tubuh, namun kebutuhan seksual itu masih tetap ada, akan tetapi tidak semua lansia tetap memiliki pasangan hidup sampai akhir hayatnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

McGraw-Hill’s ARIS (Assessment Review and Instruction System) for General Chemistry

McGraw-Hill’s ARIS (Assessment Review and Instruction System) for General Chemistry

Atomic Mass and Molar Mass The mass of an atom, which is ex- tremely small, is based on the carbon-12 isotope scale. An atom of the carbon-12 isotope is assigned a mass of exactly 12 atomic mass units (amu). To work with the more convenient scale of grams, chemists use the molar mass. The molar mass of carbon-12 is ex- actly 12 g and contains an Avogadro’s number (6.022 ⫻ 10 23 ) of atoms. The molar masses of other elements are also expressed in grams and contain the same number of atoms. The molar mass of a molecule is the sum of the molar masses of its constituent atoms. Percent Composition of a Compound The makeup of a compound is most conveniently expressed in terms of its percent composition, which is the percent by mass of each element the compound contains. A knowledge of its chemical formula enables us to calculate the percent composition. Experimental determination of percent composition and the molar mass of a compound enables us to determine its chemical formula. Writing Chemical Equations An effective way to represent the outcome of a chemical reaction is to write a chemical equation, which uses chemical formulas to describe what happens. A chemi- cal equation must be balanced so that we have the same number and type of atoms for the reactants, the starting materials, and the products, the substances formed at the end of the reaction. Mass Relationships of a Chemical Reaction A chemical equa- tion enables us to predict the amount of product(s) formed, called the yield, knowing how much reactant(s) was (were) used. This information is of great importance for reactions run on the laboratory or industrial scale. In practice, the actual yield is al- most always less than that predicted from the equation because of various complications.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

A user authorization based on captcha system.

A user authorization based on captcha system.

There are many attackers in the internet that is widely used by humans and sometime can be auto generated by worm, spam or malware, search engine bots, auto generates bots and the others tool that created by humans. The example of the implementation of CAPTCHA into other practical application is free email services. The attacker of this application is absolutely worms, spam and bots. Bots can sign up for thousands of email account every minute with unlimited activities. From this situation the CAPTCHA is the one of the security method to prevent from attackers. This situation has been improved by requiring users to prove they are human before they can get a complete free email account. The other example is the Online-Polls that are exploited by automated bots so that their outcome is manipulated by auto generate bots.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

implementing functional languages 2000

implementing functional languages 2000

The > mark in the left margin indicates that this is a line of executable Miranda code. Not only does this distinguish Miranda code from Core-language programs (which are also written in typewriter fount), but Miranda itself recognises this convention, so the text of each chapter of this book is executable Miranda code! Indeed, it has all been executed. (Actually, a small amount of pre-processing is required before feeding the text to Miranda, because we sometimes write several versions of the same function, as we refine the implementation, and Miranda objects to such multiple definitions. The pre-processing is simply a selection process to pick the particular version we are interested in.)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T POR 1201264 Chapter5

T POR 1201264 Chapter5

rata-rata menunjukan bahwa model pembelajaran inkuiri lebih besar dari pada model pembelajaran, (2) Terdapat perbedaan keterampilan dasar permainan bola basket antara model pembelajaran Personalyzed System Instruction dengan model pembelajaran Inkuiri dilihat dari nilai rata-rata menunjukan bahwa model pembelajaran PSI lebih besar dari pada model pembelajaran inkuiri (3) Terdapat perbedaan keterampilan sosial dan keterampilan dasar permainan bola basket antara model pembelajaran Personalyzed System Instruction dengan model pembelajaran Inkuiri, dilihat dari nilai rata-rata menunjukan bahwa model pembelajaran PSI lebih kecil dari pada model pembelajaran inkuiri
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Instruction of A80 H8 development system

Instruction of A80 H8 development system

It is time consuming if we just modify a file on the android system, and don't want to compile the whole android system to buffer packaging upgrade again. The more efficient method is pushed the result of the local compile generates to the small machine. If you modify the kernel of a file,you may need to compile the kernel, and then produce boot.img under the android, brush with fast boot tools to small machine again.

21 Baca lebih lajut

pwc 19th annual global ceo survey

pwc 19th annual global ceo survey

It’s no wonder, then, that 72% of CEOs are concerned about the availability of key skills, particularly with 48% planning to increase headcount in the coming year. And it explains why by far the most CEOs (75%) say that a skilled, educated and adaptable workforce should be a priority for business in the country where they’re based (see Figure 14). This is such a vital factor that CEOs see it as a top priority for both business and government – together. Brian Moynihan, Chief Executive Oficer at Bank of America Corporation acknowledges the importance of people, “Even with all the new technology, people skills are actually more important now. Whether it’s providing day-to- day services in our bank branches or managing our data analytics: it’s all about people.” So what are CEOs doing to develop the workforce they need for today and tomorrow? Nearly half are making changes to how they develop their leadership pipeline (see Figure 13). It’s not hard to understand why. This new generation of leaders has grown up in a different world and is better equipped to tackle thorny societal issues.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODELPEMBELAJARAN PERSONALYZED SYSTEM INSTRUCTION (PSI) DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN KETERAMPILAN DASAR PERMAINAN BOLA BASKET.

IMPLEMENTASI MODELPEMBELAJARAN PERSONALYZED SYSTEM INSTRUCTION (PSI) DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN KETERAMPILAN DASAR PERMAINAN BOLA BASKET.

The aim of the experiment is for knowing the influence of PSI teaching model and inquiry to the social skill and the basic skill in basket ball at the eight grade student. the research method that is used for gasp this problem throw experiment method with rendomizepretes-posttest group design. The example of research is a half of student from class A and C have taken by two stage randome sampling from all student of eight class at SMPN 2 Lemahabang Cirebon regency. The voting is doing by two times, the first is with the cluster random sampling to make a group class from six class which vote and the second voting with an individual choose select class are A and C. The research is doing in 3 times meet every week for 4 weeks, 12 times meet. The instrument in social skill is SSRS (social skill rating system) and basic play test skill like (dribbling, pasingg, and shooting) for the skill basket ball which is tested in validity and reliability. The process of data used SPSS 16 throwing hypothesis experiment with MANOVA model. The result of experiment is 1) there is a different social skill between Personalyzed System Instruction teaching model and inquiry teaching model. 2) there is different basic skill in basket ball between Personalyzed System Instruction teaching model with inquiry teaching model. 3) there is different social skill and basic skill in basket ball between Personalyzed System Instruction teaching model with inquiry teaching model. According to the result, can be said that PSI teaching model and inquiry give an influence throw social skill and basic skill in basket ball, but if we see from the analysis data result of PSI teaching model, the basic skill in basket ball is better than inquiry teaching model, but for the social skill, the inquiry teaching model is better than PSI teaching model. However, if we see from the result test inquiry teaching model more give influence to social skill and basic skill in basket ball.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T POR 1201264 Chapter1

T POR 1201264 Chapter1

dilakukan oleh guru penjas pada umumnya dengan menghabiskan banyak waktu aktif belajar dan membatasi anak untuk selalu melakukan apa yang guru demonstrasikan. Metzler (2000, hlm. 311) menyatakan bahwa pengajaran penjas dengan pola student centered juga sering disebut dengan indirect teaching, problem solving, exploration teaching dan guided discovery . Keempat nama dari strategi pengajaran itu digunakan dalam periode waktu jangka pendek, namun keempatnya menggunakan beberapa pertanyaan dan tugas gerak untuk membimbing pembelajaran yang menjadi dasar dalam pembelajaran menggunakan model Personalyzed System Instruction dengan model inkuiri . Ainswoth & Fox (dalam Suherman, 1998, hlm. 30) menyatakan bahwa direct teaching sebagai tradisional approach dan indirect teaching sebagai cognitive approach.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...