Tingkat Kemampuan

Top PDF Tingkat Kemampuan:

TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DALAM PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI TRIGONOMETRI KELAS X DI SMAN 1 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2017/2018 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DALAM PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI TRIGONOMETRI KELAS X DI SMAN 1 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2017/2018 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4. Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Subyek Dalam Pengajuan Masalah Setelah diketahui pencapaian indikator berpikir kreatif, maka dapat ditentukan pencapaian tingkat berpikir kreatif (TBK) subyek dalam mengajukan masalah trigonometri. TBK tertinggi yang dicapai oleh subyek adalah TBK 3 (Kreatif), hal ini ditunjukkan dengan tercapainya komponen berpikir kreatif yakni kefasihan dan fleksibilitas. Adapun tingkat berpikir kreatif terendah yang dicapai oleh subyek adalah TBK 1 (Kurang Kreatif), hal ini ditunjukkan dengan hanya tercapainya indikator kefasihan. Adapun TBK yang paling dominan dicapai oleh subyek adalah TBK 1 (kurang Kreatif) karena dicapai oleh tiga dari lima subyek. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Siswono, dimana kemampuan berpikir kreatif siswa kelas I SMP dalam mengajukan masalah matematika yang informasinya berupa teks maupun gambar cenderung kurang kreatif atau berada pada TBK 1. 122
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BARISAN DAN DERET KELAS XI APK 3 SMK PGRI 1 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2016/2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BARISAN DAN DERET KELAS XI APK 3 SMK PGRI 1 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2016/2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa yang Berkemampuan Sedang.... Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa yang Berkemampuan Rendah ...[r]

3 Baca lebih lajut

PREDIKSI TINGKAT KEMAMPUAN ANAK BERDASAR

PREDIKSI TINGKAT KEMAMPUAN ANAK BERDASAR

Prediksi tingkat kemampuan anak dalam penelitian ini adalah mencari jumlah nilai setiap anak berdasarkan aspek psikomotorik. Dengan demikian diharapkan akan muncul suatu pola dimana dengan pola masukan berupa nilai-nilai yang ada pada aspek psikomotorik dan komputer akan memberikan pola keluaran prediksi sesuai dengan data yang dilatihkan. Hasil dari pengembangan metode pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mengetahui tingkat ketercapaian kompetensi dasar anak, mengetahui perkembangan kemampuan anak berdasarkan aspek psikomotoriknya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

TINGKAT KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA KATEGORI RINGAN DI SLB NEGERI PEMBINA GIWANGAN UMBULHARJO YOGYAKARTA.

TINGKAT KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA KATEGORI RINGAN DI SLB NEGERI PEMBINA GIWANGAN UMBULHARJO YOGYAKARTA.

Hasil penelitian data kuantitatif tingkat kemampuan motorik kasar anak tunagrahita kategori ringan berada pada kategori sangat baik yang menunjukan tingkat kemampuan motorik kasar sebanyak 13 siswa (59,1%) pada kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan motorik kasar siswa SLB Negeri Pembina Yogyakarta kelas I-VI yang meliputi indikator tes lari cepat dengan jarak 40 meter, tes melempar bola tangan sejauh-jauhnya, tes meloncat dari balok setinggi 15 cm, tes lompat jauh tanpa awalan dan tes berdiri dengan satu kaki selama 10 detik dalam kategori sangat baik yang ditunjukkan oleh persentase terbesar perolehan skor tersebut, hal tersebut menunjukan kondisi yang sangat baik terkait kemampuan motorik kasar siswa. Selanjutnya, dibuktikan juga dengan hasil analisis data yang menunjukan rata-rata skor sebesar 10,45; median sebesar 11,00; modus 12; standar deviasi sebesar 2,154; skor minimum sebesar 6; dan skor maksimum sebesar 15, berarti “sangat baik”. Dengan demikian, dalam hal ini berarti tingkat kemampuan motorik kasar anak tunagrahita kategori ringan sangat baik.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat kemampuan pengusaha UMK mengakses kredit perbankan di kota Binjai

Analisis Tingkat kemampuan pengusaha UMK mengakses kredit perbankan di kota Binjai

Melihat tingginya jumlah usaha mikro di kota Binjai berarti usaha mikro di kota binjai telah berkembang. Perkembangan usaha mikro di Kota Binjai tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah ataupun swasta dalam bentuk pemberian bantuan modal usaha yang di salurkan melalui berbagai koperasi bukan kredit perbankan. Berdasarkan uraian di atas maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Tingkat Kemampuan Pengusaha Umk Mengakses Kredit Perbankan Di Kota Binjai” 1.2 Perumusan Masalah

76 Baca lebih lajut

TINGKAT KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA SMA NEGERI DI KABUPATEN SLEMAN DALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI.

TINGKAT KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA SMA NEGERI DI KABUPATEN SLEMAN DALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI.

Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Tingkat kemampuan problem solving pada siswa SMA Negeri di Kabupaten Sleman berada pada kategori nilai sangat tinggi sebanyak 2,78 %, tinggi sebanyak 79,44 %, dan rendah sebanyak 17,78 %, (2) Terdapat perbedaan kemampuan problem solving pada siswa berdasarkan gender siswa. Siswa perempuan memiliki kemampuan problem solving lebih tinggi dari siswa laki-laki (3) Terdapat perbedaan kemampuan problem solving pada siswa berdasarkan jenjang kelas siswa. Siswa kelas XI memiliki kemampuan problem solving lebih tinggi dari siswa kelas X.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

TAP.COM -   TINGKAT KEMAMPUAN IKAN KOAN (CTENOPHARYNGODON IDELLA VAL ... C08yre abstract

TAP.COM - TINGKAT KEMAMPUAN IKAN KOAN (CTENOPHARYNGODON IDELLA VAL ... C08yre abstract

Gulma air eceng gondok dapat menimbulkan kerugian, diantaranya mempercepat pendangkalan, tersumbatnya saluran air, dan memperbesar kehilangan air melalui proses evapotranspirasi. Untuk itu harus ada upaya pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biomassa ikan koan dalam memanfaatkan biomassa eceng gondok sebagai pakan dan suatu bentuk upaya pengendalian gulma air eceng gondok di perairan. Penelitian dilakukan pada bulan Februari'Maret 2008, di Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Budidaya Air Tawar Cijeruk, Bogor. Metode yang digunakan yaitu penimbangan biomassa (berat basah) eceng gondok, penghitungan jumlah rumpun, pengukuran persen penutupan, penimbangan biomassa ikan koan, penimbangan bobot individu dan pengukuran panjang individu ikan koan dengan perlakuan biomassa eceng gondok 1000 gram dan perlakuan ikan koan 500 gram, 1000 gram dan 1500 gram. Hasil penelitian yaitu pada hari ke'14 biomassa ikan koan 1500 gram dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok paling besar (52 %) dengan pertambahan biomassa ikan sebesar 127 gram, penekanan laju pertumbuhan relatif '5,26±0,62 %/hari dan pengurangan persen penutupan sebesar 35,83 %. Pada hari ke'28 dan ke'42 biomassa ikan mengalami penurunan dan biomassa eceng gondok cenderung mengalami peningkatan. Hal ini diduga dipengaruhi keterbatasan kemampuan ikan koan dalam memperoleh makanan walaupun makanan tersedia namun ikan tidak dapat menjangkau karena letak daun (anakan) eceng gondok melebihi ketinggian permukaan air dan sudah tidak terdapat akar, hal ini berpotensi menyebabkan ikan stres dan mengurangi nafsu makan, sehingga dapat menurukan biomassa ikan. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian adalah biomassa ikan koan 1500 gram mampu menghambat pertumbuhan eceng gondok paling besar, hal ini ditunjukkan dari nilai perubahan biomassa eceng gondok serta tingkat pemangsaan ikan koan. Perbedaan waktu pengamatan dapat menyebabkan perubahan sifat pola pertumbuhan ikan koan dari allometrik negatif menjadi isometrik. Perlakuan biomassa ikan koan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap penekanan populasi pertumbuhan eceng gondok.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN TINGKAT KEMAMPUAN MELAKSANAKAN AKTIVITAS DASAR SEHARI-HARI PADA LANJUT USIA DI PSTW SABAI NAN ALUIH SICINCIN.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN TINGKAT KEMAMPUAN MELAKSANAKAN AKTIVITAS DASAR SEHARI-HARI PADA LANJUT USIA DI PSTW SABAI NAN ALUIH SICINCIN.

Menurut penelitian Ausril (2008) bahwa depresi mempunyai urutan ketiga pengaruhnya terhadap disabilitas fisik setelah stressor demensia dan umur. Disabilitas fisik yang disajikan meliputi gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan mobilisasi, kesulitan berpakaian, berjalan terganggu, kesulitan toileting, kesulitan mandi, kesulitan merapikan diri, pola tidur terganggu, kelemahan otot ekstremitas bawah, dan kelemahan otot ekstremitas atas. Sedangkan menurut Kuntjoro (2002), gejala fisik umum dari depresi antara lain menurunnya tingkat aktivitas dan produktivitas kerja. Dengan demikian menurunnya aktivitas sebagai akibat dari terjadinya depresi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Assesmen Model Pertanyaan

Assesmen Model Pertanyaan

Bagaimana tingkat prestasi membaca, apa kekuatan dan kelemahan Bagaimana kemampuan matematika, apa kekuatan dan kelemahan Bagaimana tingkat kemampuan bahasa lisan, apa kekuatan dan kel[r]

2 Baca lebih lajut

Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VIII Pada Pokok Bahasan Bangun Datar di MTs PSM Jeli, Karangrejo, Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VIII Pada Pokok Bahasan Bangun Datar di MTs PSM Jeli, Karangrejo, Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VIII MTs PSM Jeli pada pokok bahasan bangun datar dalam penelitian ini adalah pengukuran terhadap aspek kognitif yaitu pada tingkat kemampuan penalaran matematika siswa kelas VIII MTs PSM Jeli pada pokok bahasan bangun datar dengan mengukur pada tahap Analisis, Sintesis dan Evaluasi yang diukur melalui soal-soal tes untuk memperoleh skor atau nilai tentang tingkat kemampuan penalaran matematika pokok bahasan bangun datar. Untuk benar setiap soalnya (2,5) dan salah (0), dengan kriteria semakin tinggi skor yang diperoleh akan semakin tinggi pula tingkat kemampuan penalaran matematika siswa tersebut.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

8 Daftar tabel, Gambar, Lampiran, Abstrak

8 Daftar tabel, Gambar, Lampiran, Abstrak

Tujuan penelitian (1) Untuk mengetahui tingkat kemampuan proses kognitif dalam belajar aljabar siswa kelas VIII pada kategori mengingat. (2) Untuk mengetahui tingkat kemampuan proses kognitif dalam belajar aljabar siswa kelas VIII pada kategori memahami. (3) Untuk mengetahui tingkat kemampuan proses kognitif dalam belajar aljabar siswa kelas VIII pada kategori mengaplikasikan. (4) Untuk mengetahui tingkat kemampuan proses kognitif dalam belajar aljabar siswa kelas VIII pada kategori menganalisis.

5 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MTS AL-HIKMAH TAYAN HILIR DITINJAU DARI PENALARAN ANALOGI

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MTS AL-HIKMAH TAYAN HILIR DITINJAU DARI PENALARAN ANALOGI

Berdasarkan analisis terhadap hasil tes pemecahan masalah matematika, wawancara dan analisis dari hasil penelitian, dapat diketahui kemampuan pemecahan masalah matematika tiap kelompok tingkat kemampuan penalaran analogi berbeda-beda. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel berpengaruh terhadap tingkat kemampuan penalaran analogi. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan English (Napitupulu, 2008: 174) yaitu penalaran analog berfungsi sebagai sumber nyata (pasti) yang darinya anak dapat membangun model mental untuk konsep matematik. Penalaran analog lebih menuntut kita melihat pada sifat-sifat yang berhubungan dari suatu fenomena atau ide ketimbang pernak-pernik (features) di permukaan. Dan manakala hal ini gagal dilakukan, maka belajar anak menjadi tidak bermakna. Berikut ini pembahasan lebih mendalam mengenai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan tingkat kemampuan penalaran analogi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI ORGANISASI DENGAN KEMAMPUAN BEREMPATI PADA UNIT KEGIATAN MAHASISWA FAKULTAS  Hubungan Antara Partisipasi Organisasi Dengan Kemampuan Berempati Pada Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI ORGANISASI DENGAN KEMAMPUAN BEREMPATI PADA UNIT KEGIATAN MAHASISWA FAKULTAS Hubungan Antara Partisipasi Organisasi Dengan Kemampuan Berempati Pada Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kemampuan berempati merupakan dasar dari semua keterampilan sosial, bagi seseorang secara pribadi maupun sebagai bagian dari kelompok sosialnya. Kemampuan berempati dapat ditingkatkan dalam diri individu melalui lingkungan rumah, lingkungan akademik, dan lingkungan masyarakat. Salah satu factor yang mempengaruhi kemampuan empati di lingkungan masyarakat yaitu partisipasi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara partisipasi organisasi dengan kemampuan berempati, (2) tingkat partispasi organisasi, (3) tingkat kemampuan berempati, dan (4) Peran partisipasi terhadap kemampuan berempati pada Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan positif antara partisipasi organisasi dengan kemampuan berempati pada Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VIII Pada Pokok Bahasan Bangun Datar di MTs PSM Jeli, Karangrejo, Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VIII Pada Pokok Bahasan Bangun Datar di MTs PSM Jeli, Karangrejo, Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Diketahui dari hasil penelitian didapatkan hasil data yaitu tingkat kemampuan penalaran matematika pada materi bangun datar siswa kelas VIII MTs PSM Jeli adalah 69,36% sedangkan angka ini dalam criteria interpretasi berada dalam kriteria 66% – 75%, yaitu pada tingkat angka cukupbaik. Jadi (X) berkriteria cukup baik.

20 Baca lebih lajut

Bentuk Dan Tes Kemampuan Membaca Dalam Bahasa Jepang.

Bentuk Dan Tes Kemampuan Membaca Dalam Bahasa Jepang.

Dalam bidang pendidikan pada umumnya dan bidang pengajaran pada khususnya, tes adalah sebagai alat, prosedur atau rangkaian kegiatan yang digunakan untuk memperoleh contoh tingkah laku seseorang yang memberikan gambaran tentang kemampuannya dalam suatu bidang ajaran tertentu. Melalui tes diharapkan diperoleh informasi tentang seberapa banyak dan seberapa mendalam kemampuan yang dimiliki seorang siswa dalam bidang pengajaran itu. Dalam pengajaran bahasa, tes semacam itu dikenal sebagai tes bahasa yang sasaran pokoknya adalah tingkat kemampuan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

t ptk 0705153 table of content

t ptk 0705153 table of content

...102 4.3.3 Nilai Post -Test mahasiswa Pendidikan Teknik Sipil serta Tingkat Kemampuan Soal Post-Test Menggambar Kontur dengan Surfer...103... kemampuan serta tingkat kesulitan soal [r]

5 Baca lebih lajut

t ips 0707645 chapter3

t ips 0707645 chapter3

102 Varia bel Konsep Indikator Ukuran Skala Tingkat kemampuan materi pelajaran wiraswasta menumbuhkan sikap keriwausahaan siswa Tingkat kemampuan metode pembelajaran wiraswasta d[r]

21 Baca lebih lajut

S KTP 0906174 Chapter1

S KTP 0906174 Chapter1

Menurut Heinich (1996) yang termasuk karakteristik umum adalah umur, tingkat kemampuan, faktor budaya atau sosial ekonomi. Biasanya analisis awal dari karakteristik siswa dapat membantu dalam menyeleksi metode dan media pembelajaran. tetapi nyatanya banyak guru yang tidak bisa menganalisis kemampuan peserta didiknya sendiri, padahal seharusnya salah satu tugas seorang guru adalah mampu mengenal karakteristik yang dimiliki peserta didikinya, kelemahan itu terbukti pada penelitian yang dilakukan oleh ( Rudi susilana:2005).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA

KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA

ditinjau dari gaya belajar visual Total nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa bergaya belajar visual adalah 36,11. Nilai tersebut masuk dalam kategori kurang (tabel 2). Rerata kemampuan siswa pada indikator menganalisis adalah 47,92 tergolong kategori cukup. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual memiliki tingkat kemampuan menganalisis yang cukup baik. Siswa cukup mampu memeriksa dan mengurai informasi yang masuk dan membagi – bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih sederhana untuk mengenali pola atau hubungan yang ada, memformulasikan masalah, serta mengidentifikasi / merumuskan pertanyaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB 7 Menemukan dan Menggunakan Kekuatan Negosiasi

BAB 7 Menemukan dan Menggunakan Kekuatan Negosiasi

Pada umumnya, para negosiator yang tidak peduli terhadap kemampuan mereka atau mereka yang telah mencocokkan tinggi rendahnya tingkat kemampuan – yang menemukan bahwa proses deliberasi dengan pendorong yang lebih baik dan secara sederhana melalui sebuah kepuasan yang secara seimbang dan hasil yang diterima. Kebalikannya, para negosiator yang peduli terhadap kemampuan mereka dan menggali untuk mencocokkan atau menghasilkan kemampuan yang lainnya biasanya memungkinkan mendapatkan sebuah solusi yang tidak keluar dari negosiasi (sebuah bentuk pertahanan) atau mendominasi negosiatoran (sebuah bentuk penyerangan).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...