Trichoderma spp

Top PDF Trichoderma spp:

Key words: Antagonism, Trichoderma spp., Phytophthora palmivora, Cacao pod

Key words: Antagonism, Trichoderma spp., Phytophthora palmivora, Cacao pod

Penelitian dilakukan dalam dua tahap percobaan. Percobaan pertama adalah uji antagonisme beberapa isolat Tricoderma spp. terhadap P. palmivora penyebab penyakit busuk buah kakao secara in vitro. Uji antagonisme ini dilakukan dengan metode kultur ganda atau dual culture method (Mahadtanapuk et al., 2007). Percobaan kedua adalah uji kemampuan penghambatan beberapa isolat Trichoderma spp. terhadap perkembangan gejala penyakit busuk pada buah kakao akibat P. palmivora di laboratorium. Pada uji ini digunakan dua cara yang dibedakan atas dasar urutan inokulasi dan aplikasi perlakuan. Pada cara pertama, buah kakao sehat didesinfeksi permukaannya menggunakan alkohol 70% dan selanjutnya diinokulasi dengan biakan murni P. palmivora berukuran diameter 5mm dan dibungkus dalam plastik tranparan untuk menjaga kelembaban selama diinkubasi dalam suhu ruang. Setelah 24 jam diinkubasi, permukaan buah kakao disemprot dengan suspensi Trichoderma spp. secara merata. Pada cara yang kedua, inokulasi biakan murni P. palmivora dilakukan setelah buah kakao disemprot terlebih dahulu dengan suspensi Trichoderma spp.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN BEBERAPA ISOLAT TRICHODERMA spp. PADA MEDIA YANG MENGANDUNG TRIADIMEFON, BELERANG ATAU UREA

PERTUMBUHAN BEBERAPA ISOLAT TRICHODERMA spp. PADA MEDIA YANG MENGANDUNG TRIADIMEFON, BELERANG ATAU UREA

Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah adalah jamur Trichoderma spp. Jamur ini disamping berperan sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agensia hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Biakan jamur Trichoderma dalam media aplikatif seperti dedak dapat diberikan ke areal pertanaman dan berlaku sebagai biodekomposer, mendekomposisi limbah organik (rontokan dedaunan dan ranting tua) menjadi kompos yang bermutu. Trichoderma juga dapat berlaku sebagai biofungisida, karena dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur penyebab penyakit pada tanaman antara lain Rigidiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, dan Phytophthora spp. Pupuk biologis Trichoderma dapat dibuat dengan cara menginokulasikan biakan murni pada media aplikatif, misalnya dedak. Sedangkan biakan murni dapat dibuat melalui isolasi dari
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Base Stem Rot (Ganoderma spp.) On plant oil palm is an important disease faced by oil palm plantations in Indonesia. Several control techniques have been done, such as fungicides, technical culture and the addition of organic material but not effectively control these pathogens. Control is the metabolite is an alternative to control Ganoderma spp. as a biocontrol agent. This research aims to extract the metabolites derived from Trichoderma spp. potential as a biocontrol agent for controlling Ganoderma spp. on oil palm plantations. This research was conducted at the Laboratory of Plant Pathology Faculty of Agriculture, University of North Sumatra in August and September 2015. This study used a completely randomized design with treatments nonfaktorial giving some Trichoderma spp. treatment: Control, Trichoderma spp.1, Trichoderma sp.2, Trichoderma sp.3, Trichoderma Trichoderma sp.4 and Trichoderma sp.5. The results showed that Trichoderma sp.3 and Trichoderma sp5. has a better potential in suppressing the population of Ganoderma sp. as indicated by inhibition of late.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

UJI DAYA HAMBAT JAMUR ANTAGONIS Trichoderma spp DALAM FORMULASI KERING BERBENTUK TABLET TERHADAP LUAS BERCAK Phytophthora palmivora PADA BUAH KAKAO | Asrul | AGRISAINS 2151 6327 1 PB

UJI DAYA HAMBAT JAMUR ANTAGONIS Trichoderma spp DALAM FORMULASI KERING BERBENTUK TABLET TERHADAP LUAS BERCAK Phytophthora palmivora PADA BUAH KAKAO | Asrul | AGRISAINS 2151 6327 1 PB

The research was carried out at the Laboratory of Plant Disease, Faculty of Agriculture, Tadulako University. A various number of Trichoderma spp tablets was diluted into 10 ml of sterilized water in accordance with the treatment dosages, namely 1, 2, 3, 4, 5, 6 and 7 tablets to form suspension. Each Trichoderma spp suspension mixed with P. palmivora suspension (3 ml) were invested into 30 g of soil, then incubated for 0, 3, 6, 9, 12 and 15 days. As much as 5 g of the soil was inserted into a hole made on cacao and incubated for 3, 6, 9, 12, 15 dan 18 days in a series. Then the size of spotted area on cacao was observed in accordance with the day of incubation period. The research result indicated that the treatment of 4 tablet Trichoderma spp has the largest inhibiting power (99,99%), but it was not significantly different with the treatments of 5, 6 and 7 tablets.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Base Stem Rot (Ganoderma spp.) On plant oil palm is an important disease faced by oil palm plantations in Indonesia. Several control techniques have been done, such as fungicides, technical culture and the addition of organic material but not effectively control these pathogens. Control is the metabolite is an alternative to control Ganoderma spp. as a biocontrol agent. This research aims to extract the metabolites derived from Trichoderma spp. potential as a biocontrol agent for controlling Ganoderma spp. on oil palm plantations. This research was conducted at the Laboratory of Plant Pathology Faculty of Agriculture, University of North Sumatra in August and September 2015. This study used a completely randomized design with treatments nonfaktorial giving some Trichoderma spp. treatment: Control, Trichoderma spp.1, Trichoderma sp.2, Trichoderma sp.3, Trichoderma Trichoderma sp.4 and Trichoderma sp.5. The results showed that Trichoderma sp.3 and Trichoderma sp5. has a better potential in suppressing the population of Ganoderma sp. as indicated by inhibition of late.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Penapisan Isolat Trichoderma spp Dari Beberapa Sentra Produksi Pisang Di Sumatera Barat Yang Berpotensi Dalam Pengendalian Fusarium oxysporum f.sp cubense Penyebab Penyakit Panama Pada Pisang.

Penapisan Isolat Trichoderma spp Dari Beberapa Sentra Produksi Pisang Di Sumatera Barat Yang Berpotensi Dalam Pengendalian Fusarium oxysporum f.sp cubense Penyebab Penyakit Panama Pada Pisang.

Masalah yang dihadapi dalam penggunaan Trichoderma spp. Untuk pengendalian Foc adalah belum didapatkan strain-stain yang spesifik yang berpotensi untuk menekan pertumbuhan patogen ini. Diketahui bahwa Trichoderma mempunyai habitat yang tersebar luas pada berbagai jenis tanah dan substrat organik, bagaimanapun juga secara genetika masing-masing spesies dan strain ini akan memiliki daya tumbuh dan kemampuan yang berbeda-beda dalam pengendalian patogen tanaman.

Baca lebih lajut

ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN ANTAGONISME IN VITRO ISOLAT TRICHODERMA SPP. ASAL KEBUN KARET BLIMBING, PEKALONGAN, JAWA TENGAH

ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN ANTAGONISME IN VITRO ISOLAT TRICHODERMA SPP. ASAL KEBUN KARET BLIMBING, PEKALONGAN, JAWA TENGAH

Uji antagonisme dilakukan dengan metode dua biakan (dual culture method) pada cawan petri berdiameter 9 cm yaitu dengan menempatkan isolat Trichoderma spp. dan isolat R. microporus pada satu cawan petri berisi medium PDA. Inokulasi kedua isolat tersebut dilakukan pada hari yang sama karena dari penelitian sebelumnya terlihat keduanya mempunyai laju pertumbuhan yang sama. Masing- masing isolat Trichoderma spp. dan isolat R. microporus diambil dengan cork borer ukuran 5 mm (Suazo, Opazo, Zaldua, Gonzales, & Sanfuentes, 2011). Isolat Trichoderma spp. diletakkan dengan jarak 4 cm dari batas tepi cawan petri, sedangkan isolat R. microporus diletakkan pada jarak 3 cm dari batas tepi cawan petri pada garis diameter yang sama. Pengamatan daya hambat dilakukan selama 7 hari (Purwantisari & Hastuti, 2009). Pengamatan uji daya hambat mengikuti persamaan (1) yang dikembangkan oleh Jeyaseelan et al. (2012) dan Taufiq (2012) sebagai berikut sedangkan skema uji antagonis berdasarkan rumus (1) tersebut diilustrasikan pada Gambar berikut. Selanjutnya perlakuan yang diuji-cobakan dalam penelitian dirangkum dalam Tabel 1.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa

Rafika Husna. “ Cara Aplikasi Trichoderma spp. untuk Menekan Infeksi Busuk Pangkal Batang (Athelia rolfsii (Curzi)) pada Beberapa Varietas Kedelai di Rumah Kassa”. Dibawah bimbingan Irda Safni dan Suzanna Fitriany Sitepu. Athelia rolfsii (Curzi) merupakan penyakit tular tanah yang mempunyai kisaran inang yang luas antara lain padi, kacang hijau, kacang tanah, kedelai, ubi jalar, pisang, gandum, dan kentang. Trichoderma spp. merupakan jamur sebagai agen antagonis yang dapat menekan beberapa patogen penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji cara aplikasi Trichoderma spp. dengan cara perendaman benih dan sebar langsung terhadap Athelia rolfsii (Curzi) penyebab penyakit busuk pangkal batang dengan tiga jenis varietas tanaman kedelai yaitu, Anjasmoro, Willis dan Grobogan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan di Rumah Kassa Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. mulai bulan November 2015 sampai dengan Februari 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yaitu 2 faktor, dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas serangan tertinggi terdapat pada perlakuan A0V1 dan A0V3 sebesar 80 %. Sedangkan yang terendah pada perlakuan A1V1, A1V3 dan A2V3 sebesar 0 %. Semua varietas yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap semua perlakuan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Base Stem Rot (Ganoderma spp.) On plant oil palm is an important disease faced by oil palm plantations in Indonesia. Several control techniques have been done, such as fungicides, technical culture and the addition of organic material but not effectively control these pathogens. Control is the metabolite is an alternative to control Ganoderma spp. as a biocontrol agent. This research aims to extract the metabolites derived from Trichoderma spp. potential as a biocontrol agent for controlling Ganoderma spp. on oil palm plantations. This research was conducted at the Laboratory of Plant Pathology Faculty of Agriculture, University of North Sumatra in August and September 2015. This study used a completely randomized design with treatments nonfaktorial giving some Trichoderma spp. treatment: Control, Trichoderma spp.1, Trichoderma sp.2, Trichoderma sp.3, Trichoderma Trichoderma sp.4 and Trichoderma sp.5. The results showed that Trichoderma sp.3 and Trichoderma sp5. has a better potential in suppressing the population of Ganoderma sp. as indicated by inhibition of late.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kata kunci: Antagonisme, Ganoderma sp., Sengon, Trichoderma spp., in vitro

Kata kunci: Antagonisme, Ganoderma sp., Sengon, Trichoderma spp., in vitro

Ganoderma sp. adalah cendawan patogen yang dapat menyebabkan penyakit busuk akar pada tanaman sengon (Falcataria mollucana). Ganoderma sp. sulit dideteksi karena gejalanya mirip dengan gejala penyakit akar lainnya. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Kehutanan IPB yang bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan diameter koloni Ganoderma sp. dan Trichoderma spp. dan mempelajari kemampuan Trichoderma spp. dalam menghambat pertumbuhan koloni isolat Ganoderma sp. pada media PDA dan MEA secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan diameter koloni isolat Ganoderma sp. pada media PDA (7,09 mm/hari) lebih cepat daripada pertumbuhan pada media MEA (5,41 mm/hari). Laju pertumbuhan diameter koloni isolat Trichoderma spp. pada media PDA diperoleh nilai rata-rata secara berturut-turut yaitu T. viride (69,67 mm/hari), T. harzianum (56,49 mm/hari), dan T. pseudokoningii (42,04 mm/hari). Sedangkan pada media MEA diperoleh nilai rata-rata tertinggi dari pertumbuhan diameter koloni isolat berturut-turut untuk T. pseudokoningii (77,29 mm/hari), T. harzianum (66,50 mm/hari), dan T. viride (59,67 mm/hari). Persentase penghambatan Trichoderma spp. tertinggi ditunjukkan oleh T. harzianum (73,60%) dibandingkan T. pseudokoningii (59,76%), dan T. viride (46,47%).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Potensi Trichoderma spp. Sebagai Agens Hayati dalam Pengendalian Ganoderma sp. yang Menyerang Tanaman Sengon.

Potensi Trichoderma spp. Sebagai Agens Hayati dalam Pengendalian Ganoderma sp. yang Menyerang Tanaman Sengon.

pasal 22 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap orang dan/atau badan hukum dilarang menggunakan sarana dan atau cara yang dapat mengganggu kesehatan dan/atau mengancam keselamatan manusia, menimbulkan gangguan dan kerusakan sumber daya alam dan atau lingkungan hidup. Konsep perlindungan hutan juga dijabarkan dalam PP No. 6 Tahun 1995 yang menyatakan agar setiap orang tidak sembarangan menggunakan cara dan sarana melakukan perlindungan tanaman. Ayat ini memprioritaskan cara-cara perlindungan tanaman non-kimiawi agar tidak mengganggu kesehatan, merusak sumber daya alam dan membunuh agens hayati. Pengendalian Ganoderma sp. yang mempertimbangkan kelestarian lingkungan membutuhkan agens hayati yang berpotensi sebagai pengendali. Salah satu agens hayati adalah Trichoderma spp., yang merupakan salah satu dari agens hayati dalam mencari bahan pengganti pestisida kimia untuk mengendalikan penyakit patogen tular tanah termasuk Ganoderma sp.. Trichoderma dilaporkan mempunyai sifat antagonistik terhadap patogen tular tanah (Widyastuti. 1998; Widyastuti et al. 1999).
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Identifikasi Ganoderma spp dan Trichoderma spp menggunakan marka molekuler ITS-RFLP

Identifikasi Ganoderma spp dan Trichoderma spp menggunakan marka molekuler ITS-RFLP

Ciri morfologi dari isolat Trichoderma spp yang ditumbuhkan pada medium padat PDA adalah miselium berwarna putih dengan koloni berwarna putih keabu- abuan dan konidia berwarna hijau keputihan hingga hijau tua tergantung spesiesnya. Koloni Trichoderma spp tumbuh menyebar di permukaan cawan dengan berpusat pada satu titik (Gambar 1). Koloni ini diperoleh dari penanaman satu cuplikan dari kultur Trichoderma spp yang telah ada dan tumbuh setelah diinkubasi selama 3-5 hari. Ciri umum Trichoderma spp antara lain bersifat kosmopolitan pada tanah, kayu lapuk, dan sayuran serta merupakan komponen mikroflora dominan. Pertumbuhan optimum Trichoderma spp adalah pada suhu 25 0 C-30 0 C dan dapat dideteksi di tanah dengan mengeluarkan aroma β -pentyl- α - pyrone ( Widyastuti 2007 ). Menurut Mishra (2013), konidiofornya bercabang vertikal atau tidak beraturan dan memiliki warna konidia variatif yaitu putih, hijau, atau terang kecoklatan. Walaupun Trichoderma spp kebanyakan ditemukan di pohon dan sebagai jamur liar, tetapi tanah telah diketahui sebagai habitat utamanya. Spesies Trichoderma spp paling resisten terhadap hasil aktivitas glukosa oksidase dibandingkan dengan cendawan patogen dan dapat menghasilkan enzim pendegradasi dinding sel. Inilah yang menyebabkan Trichoderma spp banyak digunakan sebagai biofungisida ( El-Katatny 2000 ).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Purwantisari S, Hastuti RH. 2009. Uji Antagonisme Jamur Phytopthora infestans Penyebab Penyakit Busuk Daun dan Umbi Kentang dengan Menggunakan Trichoderma spp. Isolat Local. Jurnal Bioma 11 (1):24-32 Srinon W, Chuncheen K, Jirattiwarutkul K, Soytong K, Kanotmedhakul S.2006.

3 Baca lebih lajut

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Efektifitas Metabolit Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Ganodermadspp. secara In Vitro

Trichoderma sp. merupakan salah satu jamur antagonis yang telah banyak diteliti terhadap beberapa jamur patogen tanaman. T. koningii dapat memperlambat munculnya gejala dan dapat menekan intensitas serangan jamur Ganoderma sp. pada pembibitan kelapa sawit. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa T. harzianum dapat menekan pertumbuhan Ganoderma sp. dan bersifat antagonis terhadap jamur patogen Ganoderma (Andriani et al., 2012).

Baca lebih lajut

PENGARUH Trichoderma spp. TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum capsici) PADA VARIETAS FEROSA DAN LARIS

PENGARUH Trichoderma spp. TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum capsici) PADA VARIETAS FEROSA DAN LARIS

yang berhubungan dengan mekanisme pertahanan terhadap patogen. Ketahanan terimbas akan mengurangi gejala penyakit tanaman dan menyebabkan tanaman menjadi tahan terhadap penyakit. Perubahan struktural inang terkait dengan perubahan reaksi biokimia dalam tanaman sehingga senyawa kimia tertentu membentuk struktur ketahanan. Trichoderma yang diaplikasikan ke tanaman mengeluarkan senyawa kimia yaitu senyawa fenol, senyawa fenol dapat bersifat racun langsung terhadap patogen sehingga berfungsi sebagai fitoaleksin,

37 Baca lebih lajut

ENGARUH APLIKASI Trichoderma spp TERHADAP PENYAKIT REBAH BATANG Rhizoctonia solani PADA PERSEMAIAN BIBIT KOPI ROBUSTA

ENGARUH APLIKASI Trichoderma spp TERHADAP PENYAKIT REBAH BATANG Rhizoctonia solani PADA PERSEMAIAN BIBIT KOPI ROBUSTA

Effect of Application Trichoderma spp against disease soothing Trunk Rhizoctonia solani Seedlings in Nursery Coffee Robusta. Zaenal Mustafa, 061510101156; 2011; 30 + xiv pages; Department of Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Jember.

15 Baca lebih lajut

PROS Sutarman Seleksi Trichoderma Spp abstract

PROS Sutarman Seleksi Trichoderma Spp abstract

This study aims to get the best of Trichoderma isolates under pine stands in various locations in East Java and test the carrying capacity of the selected isolates on the growth and yield of agroforestry lowland crops candidate namely tomatoes and mustard. The research was conducted in the nursery Perhutani Unit II East Java in South Pujon (KPH Malang - Malang) and Celaket (KPH Pasuruan - Mojokerto) and Microbiology Laboratory and Greenhouse of Faculty of Agriculture, Muhamamdiyah University of Sidoarjo in August 2015 until April 2016. Selections are made on 30 different isolates from different locations pine forest to choose the order of the best isolates of pathogens by inhibition induced pine seedlings and seed resilience against blight pathogen. Three Isolates elected applied as biofertilizer formulated in flour husk compost on tomato and cabbage plants are grown in pots and compared with controls.Each treatment in this experiment was repeated four times and all the variables of growth and production was observed. Data were analyzed using ANOVA followed by testing HSD 5%. From the selection isolates obtained sequence with the best score is then determined isolates Celaket, Jatirejo, and Jatijejer 2 as selected bacteria; test results show the influence of its implications for growth and production responses of mustard and tomatoes were higher than without the application of Trichoderma.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PROS Sutarman Seleksi Trichoderma Spp fulltext

PROS Sutarman Seleksi Trichoderma Spp fulltext

diperoleh dari tanah lapisan atas di bawah tegakan pinus dan/atau di tapak pesemaian dilakukan yang dilakukan sejak Maret sampai Juli 2015 oleh Tim Peneliti Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Sebanyak 30 isolat Trichoderma, yang dianggap paling potensial untuk tiap titik lokasi pengambilan sampel, digunakan dalam percobaan ini yang pelak- sanaanya dilakukan mulai Agustus 2015 sampai April 2016 di Laboratorium Mikrobiologi dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian UMSIDA. Untuk seleksi kemampuan menghambat patogen dan kemampuan penginduksian ketahanan dilakukan pengujian secara: (i) in vivio yang bertujuan untuk me-ngetahui daya hambat Trichoderma terhadap patogen Pestalotia theae isolat Celaket-Pacet (Mojokerto) dan isolat Pujon Selatan (Malang), dan (ii) secara in vitro dengan mengukur perkembangan indeks penyakit hawar daun bibit pinus yang disebabkan oleh patogen.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

NALISIS RISIKO PENGGUNAAN Trichoderma spp. DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG

NALISIS RISIKO PENGGUNAAN Trichoderma spp. DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG

Trichoderma spp. is one of the bio-agents that has considerable potential and is effective as a bio-restraining agent in the disease control managed to corn plants. This research was directed toward identifying the risk in the application of Trichoderma spp. on corn plants, with the hypothesis that Trichoderma spp. could cause the risk of growth degeneration to the plants. The research was conducted at the Laboratory of Plant Pathology and on the Department of Plant Protection’s experiment plots, Faculty of Agriculture, University of Lampung, from January – June 2010. The treatments in the experiment were arranged factorially in randomized block design with three replications. The first factor is three isolates of Trichoderma spp. that originated from two locations: two isolates of Trichoderma harzianum obtained from the collection of Klinik HPT (Plant Pathology Clinic) i.e. an isolate of Trichoderma harzianum from North Lampung and an isolate of Trichoderma viride from South Lampung and one control isolate. The second factor is three varieties of corn which consist of Jagung Manis Hibrid F1, Bisi 816, and Bisi 16. The combinations of treatments with replications resulted in 36 experiment units, each consisting of 2 polybags. Observation was managed 6 days after infestation. The data obtained were analyzed using ANOVA test the next with least significant different (LSD) 5%. The result reveals that infestation of T. harzianum and T. viride on the root system of corn plants has significant effect in reducing plant’s height and dry mass 6 days after infestation (15 days after seeding) or at the vegetative phase. Three varieties corn of varieties JMH F1, varieties Bisi 816 and varieties Bisi 16 employed in the research show no significant effect on lessening the plant ’ s dry mass at the end of observation 43 days after infestation (83 days after seeding).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Evaluasi Populasi Beberapa Cendawan Pada Piringan Kelapa Sawit (Elaeis guinnensis Jacq.) Akibat Pemberian Pupuk NPK Kompleks

Evaluasi Populasi Beberapa Cendawan Pada Piringan Kelapa Sawit (Elaeis guinnensis Jacq.) Akibat Pemberian Pupuk NPK Kompleks

Di pasaran dijual pupuk yang terdiri dari kombinasi pupuk buatan, pupuk organik dan pupuk hayati yang kami namakan pupuk NPK Kompleks. Hal ini menarik, karena secara teoritis aplikasi pupuk buatan menurunkan populasi mikroorganisme di dalam tanah.Maka pada penelitian ini akan dievaluasi populasi beberapa jenis cendawan tanah di piringan kelapa sawit akibat pemberian pupuk NPK kompleks dengan piringan tanpa aplikasi pupuk NPK kompleks sebagai pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di areal perkebunan kelapa sawit Desa Gajah Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batubara, Laboratorium Biologi Tanah, dan Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, pada bulan Januari sampai Juli 2016. Metode survey yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah keseluruhan sampel sebanyak 60, terdiri dari 30 sampel dengan aplikasi NPK kompleks dan 30 sampel tanpa aplikasi NPK kompleks. Pemberian pupuk NPK kompleks meningkatkan secara nyata populasi Trichoderma spp., Aspergillus spp., dan derajat infeksi akar mikoriza arbuskular pada tanaman kelapa sawit. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa adanya perbedaan nyata C-organik dan N-total pada tanah piringan kelapa sawit. Terdapat korelasi antara populasi cendawan terhadap kerapatan lindak dan kelembaban tanah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 2620 documents...