Top PDF ANALISIS KASUS PENDIDIKAN PENDIDIKAN RAM

ANALISIS KASUS PENDIDIKAN PENDIDIKAN RAM

ANALISIS KASUS PENDIDIKAN PENDIDIKAN RAM

 Cara mengenali orang-orang mencurigakan di lingkungan anak Dalam kebanyakan kasus, pelaku adalah seseorang yang dikenal oleh anak. Tak heran bila kondisi ini menjadi sulit bagi anak untuk memahami bahwa apa yang dilakukan orang tersebut adalah bentuk penyiksaan. Untuk mengatasi hal ini, orangtua tidak boleh putus komunikasi dengan anak, pastikan setiap hari bertanya kepada anak apakah ada seseorang yang memberikannya hadiah atau memperlakukannya lebih dari biasanya.

30 Baca lebih lajut

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Prog ram Studi Bimbingan dan Konseling

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Prog ram Studi Bimbingan dan Konseling

Instrumen penelitian adalah kuesioner yang disusun oleh peneliti sendiri. Instrumen tersebut memuat tiga komponen kebiasaan proaktif, yaitu: (1) mampu mengambil keputusan; (2) memilih nilai-nilai hidup yang positif; (3) tidak menyalahkan pihak-pihak eksternal (orang lain, situasi dan hal-hal di luar diri sendiri) ketika menghadapi suatu permasalahan. Teknik analisis data yang digunakan adalah mengadaptasi teknik perhitungan skor dengan menggunakan rumus Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I. Untuk penggolongan kebiasaan proaktif yaitu: ”sangat tinggi”, ”tinggi”, ”cukup tinggi”, ”rendah”, dan ”sangat rendah”.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KEGAWATDARURATAN DAN ANALISIS KETERAMPILAN PADA AGEN MANTAP DI DESA MUNCA, KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG

PERBEDAAN PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KEGAWATDARURATAN DAN ANALISIS KETERAMPILAN PADA AGEN MANTAP DI DESA MUNCA, KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG

Desa Munca terletak di sisi gunung terpencil Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Satu-satunya akses menuju desa tersebut adalah dengan melewati jalan aspal rusak sejauh 3 kilometer, kemudian jalan berbatu rusak sejauh 3 kilometer, dan jalan tanah yang juga rusak sejauh 3 kilometer yang semuanya menanjak. Selain itu, di Desa Munca hanya terdapat 2 posyandu dan 1 puskesmas pembantu dengan 1 orang bidan sebagai tenaga kesehatan yang hanya berkompeten dalam menangani ibu hamil dan imunisasi balita. Kasus kegawatdaruratan sering terjadi di Desa Munca. Kasus tersebut adalah luka-luka, patah tulang, hingga kehilangan kesadaran. Letak Desa Munca jauh dari pusat kesehatan dan akses yang susah dirasa sangat merugikan apabila terjadi suatu kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat (Pemerintah Kabupaten Pesawaran, 2015).
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

ANALISIS PRAGMATIK TERHADAP AMBIGUITAS PEMBERITAAN KASUS PEDOFILIA DI MEDIA ONLINE - repository UPI S IND 1005836 Title

ANALISIS PRAGMATIK TERHADAP AMBIGUITAS PEMBERITAAN KASUS PEDOFILIA DI MEDIA ONLINE - repository UPI S IND 1005836 Title

Moch.Idam Ramdani, 2014 ANALISIS PRAGMATIK TERHADAP AMBIGUITAS PEMBERITAAN KASUS PEDOFILIA DI MEDIA ONLINE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.ed[r]

5 Baca lebih lajut

ANALISIS BRAND LOYALTY PADA PRODUK PASTA GIGI MEREK PEPSODENT (Studi Kasus pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Reguler Angkatan 2005-2007 Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Jember)

ANALISIS BRAND LOYALTY PADA PRODUK PASTA GIGI MEREK PEPSODENT (Studi Kasus pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Reguler Angkatan 2005-2007 Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Jember)

Penelitian ini meneliti tingkatan brand loyalty pasta gigi merek Pepsodent yang meliputi switcher buyer, habitual buyer, satisfied buyer, liking of the brand, dan commited buyer. Selain itu peneliti membahas bagaimana kemungkinan terjadinya perpindahan merek dan bagaimana gambaran piramida brand loyalty pada konsumen pengguna pasta gigi merek Pepsodent di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Reguler Angkatan 2005-2007, Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Jember.

17 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMBIAYAAN PENDIDIKAN LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA (STUDI KASUS PADA LEMBAGA PENDIDIKAN KURSUS DI KOTA CIREBON) | - | Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis 10643 23273 1 PB

ANALISIS PEMBIAYAAN PENDIDIKAN LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA (STUDI KASUS PADA LEMBAGA PENDIDIKAN KURSUS DI KOTA CIREBON) | - | Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi dan Bisnis 10643 23273 1 PB

Pengelolaan keungan lembaga pendidikan non formal (khususnya lembaga kursus) merupakan salah satu substansi manajamen lembaga kursus itu sendiri yang akan turut menentukan berjalannya penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Sumber pendanaan lembaga kursus yang pada umumnya bersumber dari masyarakat dan pemerintah sebagai stimulan mengharuskan lembaga mempersipakan perencanaan sampai dengan evaluasi terhadap sumber pendanaan lembaga tersebut. Strategi kemitraan yang dibangun dengan lembaga pemerintah atau lembaga lainnya memungkinkan meningkatkan sumber dana dan keberlangsungan lembaga itu sendiri. Upaya-upaya yang dilakukan oleh lembaga non formal di Kota Cirebon diantaranya dibentuknya himpunan lembaga kursus seperti Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI), menjalin kemitraan dengan lembaga pemerintah misalnya Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, Dewan Pendidikan serta instansi terkait, untuk peningkatan kompetensi siswa, mengadakan workshop dan sebagainya. Pengelolaan administrasi keuangan juga perlu menerapkan prinsip-prinsip laporan agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan perencanaan, dapat berjalan dengan transparan, efektif dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS BIAYA PENDIDIKAN SATUAN PENDIDIKAN DASAR (Studi Kasus di Kabupaten Sragen)

ANALISIS BIAYA PENDIDIKAN SATUAN PENDIDIKAN DASAR (Studi Kasus di Kabupaten Sragen)

Menurut Miles (2005) biaya operasional pendidikan adalah biaya yang dibutuhkan agar satuan pendidikan/sekolah dapat menjalankan aktivitas operasional hariannya. Jacques dan Brorsen (2002) mengklasifikasikan biaya operasional pendidikan menjadi 11 kategori, yaitu 1) biaya instruksional; 2) biaya pendukung instruksional; 3) biaya pendukung siswa; 4) biaya administrasi sekolah; 5) biaya administrasi umum dan bisnis; 6) biaya jasa transportasi siswa; 7) biaya operasional, perawatan, nutrisi anak, operasional pelayanan masyarakat; 8) other outlays; 9) biaya konstruksi; 10) beasiswa; 11) repayment. Biaya instruksional yaitu biaya yang berhubungan langsung dengan interaksi guru-siswa termasuk di dalamnya gaji guru, guru, pelatih dan instruktur lainnya, peralatan/sarana mengajar. Biaya pendukung instruksional yaitu biaya yang mendukung personil pengajar untuk sarana pengembangan proses belajar lebih lanjut. Biaya pendukung siswa adalah biaya untuk memberikan sarana pendukung untuk siswa seperti kehadiran, kesehatan dan gizi, konseling siswa, dan sebagainya. Biaya administrasi sekolah adalah biaya untuk operasional manajemen sekolah termasuk untuk kepala sekolah, staf dan tenaga kependidikan. Biaya administrasi umum dan bisnis adalah biaya untuk kantor pengawas distrik dalam aktivitas operasional. Biaya konstruksi adalah biaya untuk pembangunan gedung dan rehabilitasi gedung serta fasilitas fisik lainnya.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MIKRO (Studi Kasus pada Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UNS Tahun Akademik 2012/2013).

ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MIKRO (Studi Kasus pada Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UNS Tahun Akademik 2012/2013).

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif berjenis studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang mahasiswa yang mengikuti pembelajaran mikro semester 6C Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNS. Dua orang tersebut terdiri dari 1 orang yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan 1 orang memiliki kemampuan akademik rendah. Pemilihan subjek dilakukan dengan cara purposive sampling . Pada penelitian ini, peneliti menggunakan observasi partisipasi pasif. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan alat perekam berupa handycam . Pengambilan data pendukung dilakukan dengan melakukan wawancara semiterstruktur ( Semistructure Interview ) yang direkam menggunakan alat perekam berupa handycam . Penelitian ini mengikuti tiga tahapan analisis data kualitatif sebagaimana digariskan oleh Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan software Nvivo 2.0 sebagai alat bantu dalam mereduksi data. Uji credibility dalam penelitian ini dilaksanakan dengan membercheck .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pedoman Pendidikan FT 2015 2016 Teknik Sipil

Pedoman Pendidikan FT 2015 2016 Teknik Sipil

Pokok Bahasan : Pendahuluan, Konsep Metode Elemen Hingga, Deformasi dan Tegangan Satu Dimensi, Prilaku pondasi tiang akibat beban aksial, konsolidasi 1D, Pondasi tiang beban lateral, Analisa Perambatan Gelombang pada Tiang Pancang, Elemen segitiga dan elemen segi empat dengan satu derajat kebebasan, MEH untuk analisis rembesan, Problem deformasi dua dimensi dan persamaan dasar solid mechanics, Constant Strain Triangle (CST) dan aplikasinya pada kasus plane stress, Elemen quadrilateral dan aplikasinya pada masalah plane strain, Pemodelan tanah : model Mohr-Coulomb, model Hiperbolik dan model Critical State, MEH untuk analisis galian dan terowongan, Elemen antar muka (interface), elemen batang dan elemen balok, MEH untuk analisis interaksi tanah struktur (3SKS), Aplikasi program komputer.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA BIROKRASI PEMERINTAH (KASUS PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BONE) | Karya Tulis Ilmiah

ANALISIS KINERJA BIROKRASI PEMERINTAH (KASUS PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BONE) | Karya Tulis Ilmiah

Berdasarkan pendekatan analisis kinerja organisasi menurut Huseini seperti yang diuraikan di atas bahwa ada tiga pendekatan yang dapat digunakan dalam menganalisis yaitu; (1) pendekatan sumber, pendekatan proses dan pendekatan sasaran. Sebagai acuan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan prosas (internal process approach) dalam menganalisis kinerja organisasi. Pendekatan ini menganggap kinerja organisasi sebagai efisiensi dan kondisi (kesehatn) dari organisasi internal. Pada organisasi yang kinerjanya baik; proses internal berjalan dengan lancar, pegawai bekerja dengan kegembiraan dan kepuasan yang tinggi, kegiatan masing-masing bagian terkoordinasi dengan baik dengan produktivitas yang tinggi, tingginya perhatian atasan terhadap bawahan, semangat, kerjasama dan loyalitas kelompok kerja, saling percaya dan komunikasi antara pegawai dengan pimpinan, desentralisasi dalam pengambilan keputusan, komunikasi vertikal dan horizontal yang lancar, adanya usaha dari setiap individu maupun keseluruhan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan, sistem imbalan yang merangsang pimpinan untuk mengusahakan terciptanya kelompok- kelompok kerja yang efektif, organisasi dan bagian-bagian bekerjasama secara baik dan tumbuhnya yang tinggi serta konflik selalu diselesaikan dengan acuan kepentingan organisasi.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA BIROKRASI PEMERINTAH (KASUS PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BONE)

ANALISIS KINERJA BIROKRASI PEMERINTAH (KASUS PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BONE)

3. Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dalam membangun kerjasama tim yang prima untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi dinas terbentuk berdasarkan atas dasar saling percaya, saling menjunjung tinggi dan saling mengisi diantara semua unsur dan lapisan dinas. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan kerjasama tim yang diciptakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bone berada dalam taraf sedang. Proses kerjasama yang terjadi dalam menciptakan kerjasama tim bersifat berdasarkan pendekatan kewenangan yang tertulis dan secara psikologis pegawai terikat dalam satu kerjasama tim (teamwork) yang utuh. 4. Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dalam menciptakan hubungan kerja antara pimpinan dengan bawahan berada dalam taraf tinggi, yaitu melalui dukungan, pemberdayaan, partisipasi dan tanggung jawab dalam batasan kewenangan yang dimiliki. Hubungan yang terjalin diidasarkan atas kekuasaan sehingga bawahan harus tunduk kepada kewenangan yang dimiliki oleh pimpinan untuk melakukan perintah dan mengambil keputusan serta memberi sanksi.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

MAKALAH WAWASAN PENDIDIKAN DASAR

MAKALAH WAWASAN PENDIDIKAN DASAR

Anak Indonesia memiliki perkembangan moral yang tidak jauh berbeda dengan anak didunia pada umumnya. Faktor-faktor pembentuk munculnya perbedaan moral manusia diantaranya kenyataan hidup, tantangan yang dihadapi dan harapan yang dicita-cita oleh komunitas manusia itu sendiri. Masalah yang paling penting dalam pendidikan moral bagi anak Indonesia adalah bagaimana upaya kita sebagai seorang guru atau orang tua agar setiap perbedaan yang muncul dapat kita arahkan menjadi suatu materi pendewasaan sikap dan perilaku anak dalam sosialisasinya. Tidak ada salahnya kita sisipkan pendidikan yang sesuai dengan tingkat dan pemahaman mereka.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Tugas Pendidikan Kewarganegaraan   Kasus

Tugas Pendidikan Kewarganegaraan Kasus

Hingga tindak lanjutnya, setelah tetangga sekitar menduga adanya kasus penelantaran anak yang dilakukan pasangan suami istri T dan N, tetangga sekitar dan RT setempat melaporkan dugaan kasus tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan kepolisian. Tetangga sekitar sering melihat AD dalam kondisi kelaparan. Keadaan AD sangat berbanding terbalik dengan keadaan orang tuanya yang kaya serta fasilitas-fasilitas dalam rumah yang begitu memanjakan.

13 Baca lebih lajut

PENGATAR TEKNOLOGI INFORMASI (PTI)

PENGATAR TEKNOLOGI INFORMASI (PTI)

– Ram bersifat sementara dan tidak stabil chip ram akan kehilangan dta jika listrik dimatikan – Terdapat dua jenis RAM • Dynamic RAM DRAM • Static RAM SRAM – cache – Teknologi yang[r]

97 Baca lebih lajut

ANALISIS LAYANAN PENDIDIKAN

ANALISIS LAYANAN PENDIDIKAN

Tahap ini bertujuan memberikan gambaran tentang layanan pendidikan saat ini di kabupaten/kota. Oleh karena gambaran tersebut akan membentuk dasar bagi langkah berikutnya dalam proses perencanaan, sehingga akan lebih memudahkan untuk menyiapkan program khusus bagi desa-desa dan sekolah yang memerlukan dukungan khusus. Analisis ini akan dilaksanakan dalam tiga langkah :

14 Baca lebih lajut

Kasus Pendidikan dan Perkembangan sektor

Kasus Pendidikan dan Perkembangan sektor

Wawancara Dari hasil wawancara yang kami lakukan kepada guru-guru yang mengajar di kelas B dan kepala sekolah mengatakan : Pemicu anak tidak berkonsentarasi itu adalah biasanya dari rum[r]

4 Baca lebih lajut

Pendidikan Karakter Pada Jenjang Pendidikan Dasar | Karya Tulis Ilmiah

Pendidikan Karakter Pada Jenjang Pendidikan Dasar | Karya Tulis Ilmiah

Saat setiap manusia belajar untuk mengatasi dan memperbaiki kelemahannya, serta memunculkan kebiasaan positif yang baru, inilah yang disebut dengan Karakter . Misalnya, seorang dengan kepribadian Sanguin yang sangat suka bercanda dan terkesan tidak serius, lalu sadar dan belajar sehingga mampu membawa dirinya untuk bersikap serius dalam situasi yang membutuhkan ketenangan dan perhatian fokus, itulah Karakter. Pendidikan Karakter adalah pemberian pandangan mengenai berbagai jenis nilai hidup, seperti kejujuran, kecerdasan, kepedulian dan lain-lainnya. Dan itu adalah pilihan dari masing-masing individu yang perlu dikembangkan dan perlu di bina, sejak usia dini(idealnya).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

S IND 1005836 Table of content

S IND 1005836 Table of content

Tabel 2.1 teks berita dalam Data 1 detik.com ............................................ 54 Tabel 2.2 Jenis Tindak Tutur yang terdapat pada pemberitaan kasus pedofilia dalam data 1 detik.com …………………...................................... 55 Tabel 2.3 Presuposisi yang terdapat pada maksud pemberitaan dalam Data detik.com ……….……………………………….................................... 59 Tabel 1.1 teks berita dalam Data 1 Okezone.com ………… ....................... 63 Tabel 1.2 Jenis Tindak Tutur yang terdapat pada pemberitaan kasus pedofilia dalam data 1 detik.com …………………………………………... 64 Tabel 1.3 Presuposisi yang terdapat pada maksud pemberitaan dalam
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PANDANGAN PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kasus :  Pendidikan Karakter Dalam Pandangan Pendidikan Islam (Studi Kasus : Pemikiran Doni Koesoema Albertus).

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PANDANGAN PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kasus : Pendidikan Karakter Dalam Pandangan Pendidikan Islam (Studi Kasus : Pemikiran Doni Koesoema Albertus).

Materi yang dimaksudkan oleh Doni Koesoema Albertus adalah setiap individu harus menghayati nilai-nilai yang baik, perilaku kehidupan, moral yang berhadapan dengan dirinya, sesama, dan Tuhan. Sedangkan, dalam pandangan pendidikan Islam, materi yang paling utama adalah perilaku seseorang untuk melakukan tugas dan kewajibannya terhadap dirinya, masyarakat, lingkungan (alam, social), Negara, dan Tuhan yang maha Esa.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...