Top PDF Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi

Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi

Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi

ungkapan beliau: “cara-cara mereka pada saat ini telah mencemari agama, karena kebiasaan mereka dalam perkumpulan tersebut hanya menyanyi dan bersorak-sorai, mereka telah mempengaruhi orang-oramg awam kaum muslimin bahwa hal yang demikian adalah ibadah yang sangat agung untuk dilakukan pada waktu tersebut, dan merupakan jalan para wali Allah, sedangkan kenyataan mereka adalah kaum yang bodoh, yang mana diantara mereka banyak yang tidak mengetahui hukum-hukum yang diwajibkan kepadanya dalam sehari-hari, sebenarnya mereka adalah para pesuruh setan untuk menyesatkan orang awam kaum muslimin, dengan menghiasi kebatilan kepada mereka, mereka telah memasukan kedalam agama Allah sesuatu yang tidak termasuk kedalamnya, karena bernyanyi dan bersorak-sorai adalah termasuk dalam senda-gurau dan main-main, mereka menganggap hal yang demikian adalah perbuatan para wali Allah, ini adalah suatu kebohongan dibuat di atas nama mereka, sebagai salah satu jalan bagi mereka untuk memakan harta manusia dengan cara haram, karena itu kebiasaan mereka adalah menyendiri supaya mereka bebas melakukan hal-hal yang dilarang, maka apa yang diwakafkan untuk hal tersebut hukumnya batil karena tidak menurut cara yang benar (disyari’atkan oleh agama), maka dianjurkan bagi orang yang berwakaf tadi untuk mengalihkan wakafnya kepada hal lain yang dianjurkan dalam syari’at, kalau seandainya ia tidak mampu maka hendaklah ia ambil untuk dirinya sendiri, semoga Allah menuntun kita selalu untuk mengikut sunnah nabiNya Muhammad  , dan mengikuti para salaf sholih karena keselamatan terdapat dalam langkah mereka”.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

KHUTBAH JUM’AT (26) Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi

KHUTBAH JUM’AT (26) Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Selasa 12 Rabi’ul Awal 1435 H, kita bersama-sama memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Adalah sudah menjadi tradisi mayoritas umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi tersebut. Bagi muslim Indonesia, tradisi maulid sudah membumi di benak kolektif masyarakat. Peringatan maulid merupakan salah satu bukti kecintaan kita terhadap Nabi SAW. Ungkapan cinta itu diluapkan dengan ekpresi yang beraneka ragam. Misalnya, di Yogyakarta dan Surakarta kita menemukan sekaten, di banjar ada istilah Baayun Maulid, demikian pula di daerah-daerah lain, mereka memiliki istilah dan tradisi sendiri dalam memperingati maulid Nabi SAW.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

Tanggal 12 Rabiul Awal 1432 H, seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun. Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

11 Baca lebih lajut

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (1)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (1)

Di bulan Rabi’ul Awwal yang lebih dikenal dengan bulan maulid atau bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya tanggal 12 rabi’ul awwal, biasanya kaum muslimin merayakan peringatan mauld Nabi Muhammad SAW, baik dirumah dengan mengundang tetangga dan handai taulan. Atau diadakan oleh lembaga, organisasi, masyarakat kampung dengan bentuk pengajian umum dan ceramah, ada juga dengan bakti sosial, khitanan masal, dan bentuk amal-amal sholeh yang lain.

7 Baca lebih lajut

Surat Undangan Maulid Nabi Muhammad Saw

Surat Undangan Maulid Nabi Muhammad Saw

Dengan mengharapkan ridho Allah SWT. dan restu kaum muslimin dan muslimat kami selaku panitia peringatan Hari Besar Islam (PPHBI) Masjid jami AL-Muhajiriin, akan merayakan Ta’diman watakriman Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW.Untuk itu kami selaku panitia hari besar islam mengetuk hati kaum muslimin dan muslimat untuk memberikan do’a restu dan sekaligus memberikan bantuan sebesar Rp. 250.000 ( Dua puluh lima ribu Rupiah)

13 Baca lebih lajut

Rangkul Kepolisian Untuk Selesaikan Konflik Agraria - Serikat Petani Indonesia

Rangkul Kepolisian Untuk Selesaikan Konflik Agraria - Serikat Petani Indonesia

Terkait dengan kriminalisasi petani yang sedang merayakan Maulid Nabi di Ogan Ilir Sumatera Selatan beberapa hari lalu, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia SPI Henry Saragih dengan tegas[r]

16 Baca lebih lajut

Hadits Tentang Maulid Nabi dan Sedekah untuk Almarhum ORTU

Hadits Tentang Maulid Nabi dan Sedekah untuk Almarhum ORTU

Setelah kami lacak dan teliti dalam kitab-kitab hadits, kami tidak mendapatkan hadits tersebut. Kami cenderung untuk mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits maudhu' atau palsu. Kecurigaan kami terhadap hadits ini karena beberapa sebab, antara lain hadits tersebut tidak ada perawinya. Selain itu, redaksinya juga menunjukkan bahwa itu bukan sabda Rasulullah saw, karena di dalam redaksinya disebutkan amalan yang kecil (sedekah satu dirham) dibalas dengan pahala yang sangat besar (seakan-akan telah mendermakan satu gunung emas). Tambahan pula dalam masalah maulid (hari kelahiran) Nabi saw itu memang banyak hadits palsu yang dibuat untuk mengagungkan perayaan hari kelahiran tersebut oleh orang-orang yang mengaku mencintai Nabi saw. Mereka membuat hadits palsu itu dengan alasan tidak mengapa berbohong untuk (kepentingan) Nabi saw. Padahal Nabi saw tidak perlu kepada pembohongan mereka itu. Menurut pendapat kami, memperingati hari kelahiran Nabi saw itu hukumnya bukan wajib, tetapi ia boleh dilakukan dengan syarat menjauhi perkara-perkara bid'ah dan syirik.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Maulid Dan Nabi Dan SAW.doc

Maulid Dan Nabi Dan SAW.doc

Pendapat Imam Jalaluddin As-Suyuthi, ada sebuah pertanyaan tentang perayaan maulid Nabi pada bulan Rabiul Awal bagaimana hukumnya menurut Syara’. Apakah terpuji atau tercela? Dan apakah orang yang melakukan diberi pahala ataukah tidak? Beliau menjawab “Jawabannya menurut saya bahwa semula perayaan maulid Nabi yaitu manusia berkumpul, membaca Al-qur’an dan kisah-kisah teladan Nabi sejak kelahirannya sampai perjalanan hidupnya, kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukan diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi, menampakkan sukacita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.” 7
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Yang diminta pada hari Senin setiap seminggu sekali adalah puasanya, tidak lebih dari itu, maka mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berpuasa di hari Senin saja, tidak terikat dengan tanggal tertentu, sedangkan mereka mengkhususkannya satu hari dalam setahun pada bulan Rabiul Awwal, ditambah lagi bahwa mereka tidak mengagungkan wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk berpuasa pada setiap hari Senin yang mempunyai banyak keutamaan, tetapi mereka mengagungkannya dengan makan dan minum dan menabuh rebana, ini sekurang-kurangnya, padahal sebagaimana telah diketahui olehmu bahwa ibadah itu adalah tauqifiyyah sehingga mengkhususkan hari tertentu untuk beribadah dan bertaqarrub (mendekatkan diri pada Allah subhanahu wa ta’ala) secara tertentu pula membutuhkan kepada dalil syar’i dan nyatanya tidak ada dalilnya atas perbuatan bid’ah tersebut. Dan jangan lupa pula sebagaimana telah kami sebutkan bahwa pada tanggal dua belas Rabiul Awwal adalah hari wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan terputusnya wahyu dari langit ini yang masyhur dari ulama Salaf. Maka katakanlah kepadaku demi Rabbmu apakah engkau merayakan wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau hari kelahirannya? Apakah mungkin menyatukan antara keduanya?
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Asal Muasal Maulid Nabi Muhammad SAW Ber

Asal Muasal Maulid Nabi Muhammad SAW Ber

dan egalitarian yang dibingkai dalam figura al Quran dan al Hadits. Dengan demikian, 12 Rabiul Awal merupakan tonggak sejarah yang memotivasi masyarakat untuk merayakan maulid Nabi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kehadiran beliau di tengah-tengah masyarakat dunia. Situasi dan kondisi umat yang semakin terpuruk akibat kontak budaya dan peradaban yang ‘menggila’, juga turut mengundang motivasi masyarakat untuk merayakan kelahiran Nabi sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya oleh Shalahuddin al Ayyubi pada abad ke XII. Kedua: motivasi teologis, aspek teologis ternyata juga memiliki peran yang cukup strategis dalam memotivasi masyarakat merayakan maulid Nabi. Hal ini dapat dilihat dari fatwa-fatwa yang dikemukakan oleh para ulama madzhab Hanafi dan Maliki yang mengemukakan bahwa “diktum hukum yang ditetapkan dengan diktum tradisi sama dengan diktum hukum yang ditetapkan berdasarkan hukum syar’i”. Hal yang senada pernah juga diungkapkan oleh Syarakhsyi yang menyebutkan bahwa “menetapkan hukum dengan tradisi seolah-olah menetapkan hukum dengan nash”. Namun hukum yang ditetapkan berdasarkan tradisi tersebut sejatinya harus memiliki relevansi dan senafas dengan nilai-nilai al Quran dan al Hadits. Ketiga: motivasi filosofis-sosiologis, masyarakat merupakan sebuah sistem yang terdiri dari kumpulan sekian banyak individu kecil maupun besar yang terikat oleh satuan adat, tradisi, hukum dan hidup bersama. Masyarakat akan dapat hidup tegak berdiri jika instrumen dalam masyarakat tersebut dapat berinteraksi dengan harmonis, tanpa adanya ketimpangan-ketimpangan sosial yang dapat menyuburkan benih-benih pertikaian. Dengan demikian, secara filosofis-sosiologis, perayaan maulid Nabi dapat dijadikan sebagai suplemen yang akan menggugah semangat serta sebagai pondasi yang akan memperkokoh bangunan ukhuwah masyarakat yang diwujudkan dalam sebuah kebersamaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BUKU PEDOMAN Maulid Nabi Muhammad 1439H

BUKU PEDOMAN Maulid Nabi Muhammad 1439H

Sebagai Generasi Berakhakul Karimah yang mengikuti sunnah Rasulullah untuk memasyarakatkan kebiasaan islami maka diperlukan upgrading dalam hal spiritual. Salah satu Upgrading ini yaitu dengan memperingati hari besar Islam, sebagai wujud peningkatan spiritual. Hari besar Islam salah satunya Isra Mi’raj dan Mauli d Nabi. Serta untuk mewujudkan Misi Lembaga Pengembangan Spiritual (LPS) PHM DKM luqmanul Hakim yaitu Mengajak warga polban senantiasa meningkatkan aktivitas spiritual, ruhiyah serta iman dan taqwa..

19 Baca lebih lajut

Memahami Maulid Nabi Saw Secara Mendalam

Memahami Maulid Nabi Saw Secara Mendalam

Menurut M. Shiddiq al-Jawi (hizbut-tahrir.or.id; 5/1/2014), bulan Muharram memang patokan awal perhitungan tahun Hijriyah. Tapi hijrahnya sendiri bukan pada bulan Muharram, melainkan bulan Rabiul Awwal. Beliau saw mulai berhijrah meninggalkan Gua Tsur malam Senin, tanggal 1 Rabiul Awwal tahun I Hijriyah (16 September 622 M). Nabi saw sampai di Quba’ hari Senin, 8 Rabiul Awwal tahun 1 H (23 September 622 M), lalu berdiam di sana selama empat hari: Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Beliau lalu memasuki Madinah hari Jumat, 12 Rabiul Awwal tahun 1 H. (Shafiyurrahman Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah (terj), hal. 232-233; Ahmad Ratib Armusy, Qiyadah ar-Rasul, hal. 40).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PIDATO SINGKAT PERINGATAN MAULID NABI MU

PIDATO SINGKAT PERINGATAN MAULID NABI MU

Dengan memperhatikan arti dan makna ayat-ayat tersebut diatas maka jelaslah bahwa Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW ini, juga merupakan kesempatan untuk mawas diri sampai dimana kesanggupan kita dalam mengikuti bimbingan dan suri tauladan yang telah diberikan oleh Nabi kita Muhammad SAW.

6 Baca lebih lajut

Proposal Maulid Nabi 2016   Umum

Proposal Maulid Nabi 2016 Umum

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan Program Tahunan yang dikemas dengan kreatifitas siswa organisasi ROHIS di bawah naungan SMA PGRI 4, dimana sekolah yang didirikan sejak tahun 1981 t[r]

10 Baca lebih lajut

Download Contoh Proposal Maulid Nabi Muh

Download Contoh Proposal Maulid Nabi Muh

Sehingga akhirnya tercipta sebuah generasi yang selalu mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw dan senantiasa berusaha untuk menjadi pribadi muslim yang sesuai dengan harapan beliau. Dan akhirnya semoga kita semua dijadikan sebagai umat yang mendapat syafa’at dari beliau kelak di hari yang tidak akan ada syafa’at kecuali dari beliau.

10 Baca lebih lajut

080242 AKJ 2006 08 25 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

080242 AKJ 2006 08 25 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Judul : Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tempat : Argodalem Samigaluh Kulonprogo Rep : Widi Tanggal : 25 Agustus Peringatan maulid nabi Muhammad di Argodalem Kulonprogo tadi malam d[r]

1 Baca lebih lajut

MAULID NABI MUHAMMAD SAW INDONESIA

MAULID NABI MUHAMMAD SAW INDONESIA

Muhammad (SAW) kepada kaum jahil yang selalu terdorong oleh nafsu dan keberpihakan sia- sia serta tergoda oleh kehidupan dunia. Sebab itu, mereka tidak dapat melihat kebenaran atau tidak dapat dituntun ke jalan yang benar. Allah SWT berfirman [Dan kalian berada di tepi jurang Neraka, dan Ia menyelamatkan kalian darinya]. Pengutusan Nabi Muhammad (SAW) telah menghidupkan era baru di mana manusia telah dituntun ke jalan yang lurus dan tidak menyimpang serta segala kesalahan dan kesesatan telah dihapuskan. [Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Makalah PAI Maulid Nabi di sekolah

Makalah PAI Maulid Nabi di sekolah

Adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi –orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub –katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 3179 documents...