Top PDF Arahan Petunjuk Teknis DAK Bidang Sanitasi

Arahan Petunjuk Teknis DAK Bidang Sanitasi

Arahan Petunjuk Teknis DAK Bidang Sanitasi

2 Sub Menu pembangunan tangki septik skala individual perdesaan diprioritaskan di desa/kelurahan yang sudah ODF selama minimal 1 tahun (paling akhir 1 Januari 2018)2. 2 Lokasi juga memen[r]

34 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG SARANA PERDAGANGAN TAHUN ANGGARAN 2012

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG SARANA PERDAGANGAN TAHUN ANGGARAN 2012

Unit Pengawasan Berjalan Tera/Tera Ulang UTTP merupakan infrastruktur yang disiapkan untuk mendekatkan dan mengoptimalkan pelayanan tera dan tera ulang yang dilakukan oleh UPTD Metrologi Legal Provinsi dan kegiatan pengawasan kemetrologian oleh Pemerintah Kabupaten/Kota kepada masyarakat dalam hal ini pemilik/pengguna UTTP. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa UTTP yang digunakan dalam transaksi perdagangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang metrologi legal. Objek kegiatan pelayanan tera dan tera ulang dan kegiatan pengawasan kemetrologian tersebut dilakukan terhadap UTTP sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 08/M- DAG/PER/3/2010 tentang Alat-Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) Yang Wajib Ditera dan Ditera Ulang. Pos Ukur Ulang merupakan sarana atau tempat untuk melaksanakan pengukuran, penakaran, penimbangan ulang terhadap barang-barang yang telah diserahterimakan oleh penjual kepada pembeli. Pos Ukur Ulang memiliki fungsi sebagai tempat:
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PRASARANA PEMERINTAHAN TAHUN ANGGARAN 2013

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PRASARANA PEMERINTAHAN TAHUN ANGGARAN 2013

Berkenaan dengan hal tersebut dan dalam rangka efektivitas penggunaan DAK Bidang Prasarana Pemerintahan (DAK Praspem), perlu ditetapkan petunjuk teknis meliputi dasar pemikiran, persyaratan teknis mencakup penyusunan indikator capaian sasaran, standar jumlah ruang dan luas gedung kantor serta kondisi dan persyaratan teknis lainnya yang harus dipedomani agar gedung kantor prasarana pemerintahan benar-benar berfungsi sebagai fasilitas pendukung kinerja pelayanan publik di daerah. Petunjuk teknis ini juga mengatur mengenai indikator, tolok ukur capaian sasaran program/kegiatan, persyaratan umum dan hal-hal teknis lainnya yang terkait dengan DAK Praspem Tahun 2013 yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik daerah penerima DAK Praspem.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG SARANA PERDAGANGAN TAHUN ANGGARAN 2013

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG SARANA PERDAGANGAN TAHUN ANGGARAN 2013

a. Kebijakan DAK Bidang Sarana Perdagangan secara umum adalah dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana perdagangan untuk mendukung pasokan dan ketersediaan barang (khususnya bahan pokok) sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat terutama di daerah-daerah tertinggal, perbatasan, daerah pemekaran, dan daerah yang minim sarana perdagangannya serta pelaksanaan tertib ukur untuk mendukung upaya perlindungan konsumen dalam hal jaminan kebenaran hasil pengukuran terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi Alat-Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang cukup besar dan belum dapat ditangani.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG SARANA DAN PRASARANA KAWASAN PERBATASAN (DAK SPKP) TAHUN ANGGARAN 2013

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG SARANA DAN PRASARANA KAWASAN PERBATASAN (DAK SPKP) TAHUN ANGGARAN 2013

Secara umum, pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan yang menghubungkan antara satu desa dengan desa lainnya di kecamatan lokpri kawasan perbatasan, antara desa dengan ibukota kecamatan lokpri, antara desa/kecamatan lokpri dengan jalan poros terdekat yang telah ada, serta pembangunan dermaga atau tambatan perahu dan penyediaan moda transportasi perairan/kepulauan (kapal), merupakan tanggungjawab pemerintah kabupaten/kota. Hal ini karena jenis dan tingkat skala pelayanan (level) prasarana dan sarana yang perlu disediakan atau dibangun tersebut adalah level lokal. Namun demikian, mengingat prasarana dan sarana yang diperlukan itu memiliki fungsi strategis di kawasan perbatasan negara, maka Pemerintah melalui BNPP untuk tahun anggaran 2013 menetapkan kebijakan untuk mengalokasikan bantuan anggaran kepada pemerintah kabupaten/kota yang daerahnya memiliki perbatasan negara, guna mengakselerasi pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan atau dermaga di kawasan perbatasan, serta penyediaan sarana moda transportasi perairan/kepulauan (kapal). Bantuan anggaran dimaksud disalurkan ke daerah melalui mekanisme transfer dana langsung ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD kabupaten/kota) dalam bentuk Dana Alokasi Khusus Bidang Sarana dan Prasarana Kawasan Perbatasan (DAK SPKP). Skema pendanaan DAK SPKP yang diterbitkan ini diarahkan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di kawasan perbatasan sebagai kawasan terdepan, baik yang berada di daratan maupun di pulau-pulau kecil terluar, dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah maupun kesenjangan pembangunan kawasan, antara kawasan di wilayah Indonesia dengan kawasan di negara tetangga.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN FORM DAK BIDANG SANITASI T.A. 2017

PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN FORM DAK BIDANG SANITASI T.A. 2017

Kolom 6 diisi dengan nama kegiatan yang sesuai dalam DIPA kab/kota sesuai dengan menu dan jenis kegiatan DAK (pengisian manual). Sebagai contoh adalah “Pembangunan tangki septik individu perkotaan di Kelurahan A”, disesuaikan dengan kegiatan yang dipilih yaitu pembangunan tangki septik individu di perkotaan.

13 Baca lebih lajut

3.1. ARAHAN PEMBANGUNAN BIDANG CIPTA KARYA dan ARAHAN PENATAAN RUANG Arahan Pembangunan Bidang Cipta Karya

3.1. ARAHAN PEMBANGUNAN BIDANG CIPTA KARYA dan ARAHAN PENATAAN RUANG Arahan Pembangunan Bidang Cipta Karya

Visi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam mewujudkan permukiman layak huni dan berkelanjutan. Ditjen Cipta Karya bertekad bekerja tidak sekedar business as usual, tidak bisa hanya bekerja berbasis output tanpa penyempurnaan perangkat dan melakukan terobosan. Perlu dilakukan perbaikan baik dari segi fungsi, teknis, kualitas/mutu, administrasi, dan kelembagaan dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur permukiman. Dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya dikenal dengan “gerakan 100-0-100”, yang penekanannya pada cakupan layanan air minum layak 100%, penanganan permukiman kumuh 0% dan cakupan layanan sanitasi layak 100%.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012

Evaluasi DAK Bidang Kesehatan merupakan evaluasi terhadap pemanfaatan DAK bidang kesehatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota mengacu pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional serta sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan DAK Bidang Kesehatan yang meliputi aspek perencanaan, pengalokasian, pelaksanaan, dan pemanfaatan DAK ke depan. Ruang lingkup evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan meliputi pencapaian sasaran kegiatan DAK berdasarkan input, proses, output sejauh mana bila memungkinkan sampai outcome dan impact.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS DAK BIDANG PRASARANA PEMERINTAHAN TAHUN ANGGARAN 2012

PETUNJUK TEKNIS DAK BIDANG PRASARANA PEMERINTAHAN TAHUN ANGGARAN 2012

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 telah ditetapkan alokasi DAK ke Daerah pada bidang pendidikan, kesehatan, jalan, irigasi, air minum, sanitasi, prasarana pemerintahan, kelautan dan perikanan, pertanian, lingkungan hidup, keluarga berencana, kehutanan, sarana dan prasarana perdesaan, sarana perdagangan, listrik pedesaan, perumahan dan permukiman, keselamatan transportasi darat, transportasi perdesaan serta sarana dan prasarana kawasan perbatasan. DAK Bidang Prasarana Pemerintahan Tahun 2012 dialokasikan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan pelayanan publik di daerah pemekaran dan daerah yang terkena dampak pemekaran sampai dengan tahun 2009 dan daerah lainnya yang prasarana pemerintahannya sudah tidak layak.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS DAK BIDANG PRASARANA PEMERINTAHAN TAHUN ANGGARAN 2012

PETUNJUK TEKNIS DAK BIDANG PRASARANA PEMERINTAHAN TAHUN ANGGARAN 2012

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 telah ditetapkan alokasi DAK ke Daerah pada bidang pendidikan, kesehatan, jalan, irigasi, air minum, sanitasi, prasarana pemerintahan, kelautan dan perikanan, pertanian, lingkungan hidup, keluarga berencana, kehutanan, sarana dan prasarana perdesaan, sarana perdagangan, listrik pedesaan, perumahan dan permukiman, keselamatan transportasi darat, transportasi perdesaan serta sarana dan prasarana kawasan perbatasan. DAK Bidang Prasarana Pemerintahan Tahun 2012 dialokasikan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan pelayanan publik di daerah pemekaran dan daerah yang terkena dampak pemekaran sampai dengan tahun 2009 dan daerah lainnya yang prasarana pemerintahannya sudah tidak layak.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN DAK SUBBIDANG JALAN

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN DAK SUBBIDANG JALAN

Sanitasi merupakan salah satu pelayanan dasar namun kurang mendapatkan perhatian dan belum menjadi prioritas pembangunan di daerah, dampaknya kondisi sanitasi Indonesia masih relatif buruk dan jauh tertinggal dari sektor-sektor pembangunan lainnya. Hal ini terlihat dari capaian akses sanitasi layak tahun 2013 yang secara nasional baru mencapai 60,91 % (BPS tahun 2013) dimana masih terdapat kesenjangan sebesar 39 % yang harus dipenuhi hingga akhir tahun 2019 nanti sesuai dengan target pemenuhan universal akses sanitasi sebesar 100% pada tahun 2019.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

A. PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DEKONSENTRASI BIDANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI PROVINSI

A. PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DEKONSENTRASI BIDANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI PROVINSI

Tim Kerja Program Dekonsentrasi Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri dari Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penguji dan Penandatanganan SPM, Bendahara Pengeluaran serta dibantu 3 (tiga) orang personil dari institusi yang tugas dan fungsinya terkait di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan masa kerja 12 (dua belas) bulan.

19 Baca lebih lajut

3.1. ARAHAN PEMBANGUNAN BIDANG CIPTA KARYA dan ARAHAN PENATAAN RUANG Arahan Pembangunan Bidang Cipta Karya

3.1. ARAHAN PEMBANGUNAN BIDANG CIPTA KARYA dan ARAHAN PENATAAN RUANG Arahan Pembangunan Bidang Cipta Karya

Berdasarkan hasil penentuan zona dalam instrumen area beresiko hanya terdapat 1 Kelurahan yang memilki tipikal sistem offsite kepadatan sedang, yaitu Kelurahan Waiwerang Kota. Sistem pengelolaan air limbah terpusat dengan kepadatan sedang adalah sistem yang dibangun di daerah yang memiliki tingkat kepadatan sedang sekitar 150-300 jiwa/ha dengan menggunakan suatu sistem jaringan perpipaan untuk menampung dan mengalirkan air limbah ke suatu tempat untuk selanjutnya diolah. Sistem penyaluran terpusat adalah fasilitas sanitasi yang berada diluar persil. Contohnya sistem ini adalah sistem penyaluran air limbah yang kemudian dibuang ke suatu tempat pembuangan (disposal site) yang aman dan pembuangan air limbah domestik di daerah kepadatan penduduk tinggi, kemiringan tanah di daerah tersebut >1%, rumah yang sudah dilengkapi dengan tangki septik tetapi tidak mempunyai cukup lahan untuk bidang resapan atau bidang resapan yang tidak efektif atau karena permeabilitas tanah tidak memenuhi syarat.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

Petunjuk OMSPAN DAK Fisik 2018

Petunjuk OMSPAN DAK Fisik 2018

KPPN menyalurkan DAK Fisik tahap I rkan DAK Fisik tahap I (Februari- Juli) sebesar 25% (Februari- Juli) sebesar 25% dari pagu bidang setelah dikurangi nilai kegiatan yang tidak dapat dari pagu bidang setelah dikurangi nilai kegiatan yang tidak dapat disalurkan secara bertahap

27 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN/KOTA

PETUNJUK TEKNIS STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAERAH KABUPATEN/KOTA

Jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis pengendalian pencemaran udara bertambah 5 (lima), sehingga total usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pengendalian pencemaran udara menjadi 9 (sembilan). Prosentase usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pengendalian pencemaran udara menjadi sebesar 9/20 = 45 % (melebihi target minimal yang ditetapkan pada tahun kedua sebesar 40 %). Demikian perhitungan selanjutnya sampai mencapai 100 %.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN DAK SUBBIDANG JALAN

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN DAK SUBBIDANG JALAN

Pasal 23 Undang Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, menyatakan bahwa Pembinaan Jalan Umum meliputi pembinaan jalan secara umum dan jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten dan desa serta jalan kota. Petunjuk Teknis Pelaksanaan DAK Subbidang Jalan disusun untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pemanfaatan dan pelaksanaan DAK, mulai dari proses perencanaan dan pemrograman, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, sampai dengan proses monitoring dan evaluasi. Dengan demikian pelaksanaan penanganan Subbidang Jalan dapat menghasilkan kualitas sesuai umur rencana yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PERLOMBAN

PETUNJUK TEKNIS PERLOMBAN

14. Teknis pelaksanaan perlombaan adalah setiap peserta mempunyai waktu tidak lebih dari 7 menit untuk menampilkan story telling. Time keeper akan menunjukan waktu dimulainya peserta memulai untuk bercerita dengan rambu warna hijau, apabila waktu telah mencapai 5 menit time keeper akan mengingatkan waktu yang tersisa dengan rambu warna kuning dan time keper akan memberikan rambu merah tanda waktu telah 7 menit, peserta harus berhenti bercerita.

26 Baca lebih lajut

PETUNJUK TEKNIS PEMBERKASAN_TPG_GURU

PETUNJUK TEKNIS PEMBERKASAN_TPG_GURU

Ke palape rpustakaan Ke pala satuan pe ndidikan atas pe rse tujuan ke pala dinas pe ndidikanprovinsise suaide ngan ke we nangannyadapat me ngangkat satuorang guru yang me milikikompe[r]

28 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...