Top PDF Gender Dalam Syariah : Relasi Antara Laki-laki Dan Perempuan

Gender Dalam Syariah : Relasi Antara Laki-laki Dan Perempuan

Gender Dalam Syariah : Relasi Antara Laki-laki Dan Perempuan

ada laki-laki yang suaranya halus dan lembut. Begitu pun dengan rambut panjang, juga bukan milik manusia berjenis kelamin perempuan karena laki-laki pun ada yang berambut panjang (tidak hanya masa sekarang, dahulu pun tepatnya pada zaman raja- raja masa lalu di Inggris, misalnya.) Berbeda dengan seks, gender tidak bersifat universal. Ia bervariasi dari masyarakat yang satu ke masyarakat yang lain dan dari waktu ke waktu. Sekalipun demikian, ada dua elemen gender yang bersifat universal : 1) Gender tidak identik dengan jenis kelamin; 2) Gender merupakan dasar dari pembagian kerja di semua masyarakat. Gender dapat beroperasi di masyarakat dalam jangka waktu yang lama karena di dukung oleh sistem kepercayaan gender (Gender belief system). Sistem kepercayaan gender ini mengacu pada serangkaian kepercayaan dan pendapat tentang laki-laki dan perempuan dan tentang kualitas maskulinitas dan femininitas. Citra laki-laki dan perempuan ini pertama kali terbentuk mengenaigambaran ideal tentang laki-laki dan perempuan melalui sosialisasi dalam keluarga. Sosialisasi sendiri merupakan proses yang berlangsung seumur hidup dan dapat terjadi di berbagai institusi selain keluarga, misalnya sekolah dan Negara (baca : Riyadi, S.sos., M.I.Kom,
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PER-SATU-TUBUH-AN SEBAGAI SIMBOL POLA RELASI  LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN  (Sebuah Konsep Kesetaraan Gender dalam Al-Quran)

PER-SATU-TUBUH-AN SEBAGAI SIMBOL POLA RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Sebuah Konsep Kesetaraan Gender dalam Al-Quran)

Since the last decades of twentieth century, gender discourse has become a hot issue among Indonesian Muslim intellectuals. This phenomenon cannot be detached from international socio-intellectual constellation. In 1970’s, gender issue became a significant discourse in England. From then on, the discourse spread to many countries, including Indonesia. The result is that many Western perspectives on the issue inspired Muslim intellectuals. One of the influences is the using of terms such as “domination”, “sub- ordination”, and “equality”. This article tries to describe how the perceptions of domination, sub-ordination, and equality emerged in Western culture. This is followed by examples of Muslim intellectuals’ thoughts inspired by the perspective. Finally, the writer will provide a concept of relationship of man and woman based on an understanding on Qur’anic verses. It is argued that man and woman are equal in terms of quality. Yet, man and woman may differ if quantity is concerned.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KONTEKSTUALISASI KITAB QURROT AL ‘UYUN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN GENDER Studi Relasi Interaksi Laki-laki dan Perempuan dalam Pernikahan di Pesantren - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

KONTEKSTUALISASI KITAB QURROT AL ‘UYUN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN GENDER Studi Relasi Interaksi Laki-laki dan Perempuan dalam Pernikahan di Pesantren - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Kitab kuning Qurrot al ‘Uyun, adalah kitab fiqh munakahaat yang membahas tentang pernikahan. Penulis sengaja membatasi penelitian ini hanya kepada pembahasan kewajiban dan hak-hak suami-istri dalam lingkup pernikahan (al huquuq az-Zauwjayn). Sebagaimana lazimnya kitab kuning, Qurrot al ‘Uyun ini memakai ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber rujukan primer 2 , dan fatwa para sahabat, tabiin serta ulama sebagai rujukan sekunder di dalam penentuan hukum yang berhubungan dengan hak-hak istri dalam perkawinan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka penulis lebih memilih prinsip maqashid as-syariah, dengan pertimbangan bahwa memahami al-Qur’an dan Hadits tidak semata-mata didasarkan kepada pemaknaan literal teks, melainkan juga pemaknaan kontekstual teks yang mengacu kepada prinsip maqashid as- syariah sebagai tujuan dasar syari’at. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al Juwaini, penting bagi seseorang memahami maqashid as- syariah dalam menetapkan suatu hukum. Seseorang tidak akan bisa menetapkan hukum dalam islam sampai ia betul-betul memahami tujuan Allah dalam dalam menetapkan berbagai perintah dan larangannya. 3 Sementara As Syatibi dalam muwafaqatnya menyatakan bahwa konsep maqashid as- syariah
Baca lebih lanjut

169 Baca lebih lajut

RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas)

RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas)

Secara konteks sosial-empirik, kajian relasi suami-istri baru dilakukan oleh Norwanto. Norwanto mengurai bahwa terjadi pergeseran relasi gender pada keluarga TKW. Keluarga yang ditinggalkan oleh istri harus melakukan proses dialektik alamiah untuk menjawab tantangan budaya baru. Ketidakseimbangan dalam ekosistem keluarga menghasilkan pergeseran peran gender sebagai tanggapan menuju keseimbangan baru. Ruang kosong yang ditinggal istri menjadi tanggung jawab bersama (kolektif) antara suami, orang tua atau kerabat lain. Kesadaran ini tidak terlepas dari pola kekerabatan dalam keluarga yaitu eratnya hubungan emosional antara keluarga inti dan keluarga luas. Norwanto lebih detail mengelaborasi bahwa terdapat tiga pola pergeseran peran, yaitu: Pertama, suami mengambil peran yang ditinggal istri; kedua, suami mengambil sebagian peran yang ditinggal istri; ketiga, suami tidak mengambil peran sama sekali. Pola tersebut dibagi menjadi sub pola, yakni suami bekerja dan suami tidak bekerja. Kondisi tersebut mengharuskan suami mengambil peran ganda, yaitu sebagai penggerak ekonomi keluarga dan sekaligus melakukan pekerjaan domestik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Laki-Laki dan Perempuan Identitas Berbedah Analisis Gender dan Politik Perspektif Post-Feminisme

Laki-Laki dan Perempuan Identitas Berbedah Analisis Gender dan Politik Perspektif Post-Feminisme

Realitas ini menggerakkan feminism sosial melalui perjuangan gerakan, dengan pola pertama, ditujukan pada pola budaya melalui penekanan pada tindakan atau upaya pembebasan perempuan dan hubungan diantara kaum perempuan sendiri. Kedua, penekanan pada analisis struktural dan basis ekonomi masyarakat. Hal ini difokuskan pada hal-hal yang berhubungan dengan relasi- relasi produksi yang tidak berpihak ke perempuan. Strategi gerakan yang harus dijalankan antara lain mereformasi dan memperjuangkan kehidupan kaum perempuan, memberikan kesadaran akan kekuatan dan potensi perempuan serta mampu memahami hubungan kekuatan yang dibangun perempuan. Kelompok ini menentang keras adanya organisasi tunggal yang membawahi perempuan, bahkan mendorong keragaman organisasi untuk memperjuangkan kepentingan perempuan sebagai kekuatan maupun strategi untuk menumbangkan berbagai kekuasaan yang menghalangi perempuan dalam memperoleh kesempatan yang sama dalam berbagai bidang
Baca lebih lanjut

163 Baca lebih lajut

Anda itu laki laki atau perempuan Trans (1)

Anda itu laki laki atau perempuan Trans (1)

Contoh lain, kajian antropologis misalnya, kontruksi gender acapkali muncul dalam kajian-kajian yang berkaitan dengan kinship dan relasi sosial didalamnya. Dalam hal ini bagaimana perempuan dan laki-laki diletakkan dalam satu skema kultural yang bernama kekerabatan, dan dari skema itu pula diatur mengenai hak dan kewajiban setiap orang. Dalam tradisi antropologi, skema ini diperkenalkan oleh Lewis Morgan, yang menyatakan: “the family relationships are as ancient as the family. They exsisted ion virtue of the law of derivation, which expressed by the perpetuation of the species through the marriage relation (Morgan, 1871:10)”. Dengan landasan itu, Morgan kemudian mengambil kesimpulan jika pola kekerabatan adalah genetik dan karenanya pola tersebut berlaku secara sosial di semua tempat karena pada dasarnya setiap orang berbagi gen yang sama melalui proses perkawinan, dan melalui proses perkawinan itulah suatu kebudayaan muncul dan berkembang (lihat Wiesner-Hank 2004). Pertanyaannya adalah, jika benar pola kekerabatan adalah genetik, mengapa antropolog harus repot-repot menjelaskan pola di berbagai wilayah? Di sisi lain, terma “pola” itu sendiri bermasalah dalam terma itu sendiri. Sesuatu tidak dikatakan sebagai pola jika sesuatu itu hanya satu-satunya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hubungan antara kesadaran kesetaraan gender pada laki-laki dewasa awal dan tindak pelecehan seksual terhadap perempuan - USD Repository

Hubungan antara kesadaran kesetaraan gender pada laki-laki dewasa awal dan tindak pelecehan seksual terhadap perempuan - USD Repository

Berbagai bentuk ketidakadilan terhadap perempuan tersebut membuat banyak pihak yang peduli terhadap nasib kaum perempuan berupaya memperjuangkan kesetaraan gender dengan cara mensosialisasikan nilai- nilai kesetaraan melalui publikasi, aksi-aksi, strategi pembangunan dan pelatihan atau seminar-seminar yang melibatkan kaum laki- laki di dalamnya (Tukiran & Darwin, 2001:251; Subono, 2002:101). Berbagai informasi tentang kesetaraan gender diharapkan dapat menambah pengetahuan, mengubah keyakinan, membantu memperluas gagasan- gagasan baru mengenai relasi gender dan pandangan yang telah melekat di dalam diri individu dari keyakinan terhadap ketidaksetaraan menjadi keyakinan akan kesetaraan gender (Nurhayati, 2005:74). Dalam proses sosialisasi nilai-nilai kesetaraan baik melalui publikasi, aksi-aksi, strategi pembangunan dan pelatihan atau seminar, ada laki- laki yang mengambil gagasan dalam sosialisasi nilai- nilai kesetaraan gender tersebut secara serius namun ada juga yang tidak terlalu serius menanggapi berbagai bentuk sosialisasi kesetaraan gender (Staggenborg, 2003:43).
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

Pesan dakwah buku Tuhan laki-laki ataukah perempuan dalam perspektif gender: analisis wacana model Sara Mills.

Pesan dakwah buku Tuhan laki-laki ataukah perempuan dalam perspektif gender: analisis wacana model Sara Mills.

tidaklah berbeda, hanya saja kalau sifatmenunjuk pada makna dari makna- makna yang dilekatkan pada zat Tuhan, sedangkan nama menunjuk pada zat dengan jalan menangkap sifat-Nya. Misalnya, al-hayah fcehidupan) adalah sifat, sedangkan alhayy (hidup) adalah nama." Lepas dari perbedaan klaim di atas, dalam sejarah Islam bisa dilihat bahwa kalangan ahli Kalam dan perspektif umum syariah, dalam konteks atribut Tuhan ini, menekankan Allah sebagai Yang Maha Agung, Maha Keras dan beberapa Maha yang Menakutkan. Jika kita jeli menelaah Al-Qur'an, dalam zat Tuhan dan di sana kesan-kesan atas kontradiksi memang ada. Misalnya, Ia adalah lembut, penuh kasih sayang, tetapi sekaligus juga cepat dan keras siksaan-Nya. Jika pola ini dikembangkan lebih lanjut, kita akan menemukan beragam citra-citra Tuhan lewat kosmos dan diri manusia dalam daftaryang cukup panjang. Dan ini implikasinya akan memunculkan suatu gugatan atas konsepsi yang ada dalam tradisi Islam klasik yang membatasi citra Tuhan dalam al-asma al-husna yang jumlahnya dipatok 99. Berdasarkan citra-citra.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

RELASI LAKI LAKI DAN PEREMPUAN DALAM AL

RELASI LAKI LAKI DAN PEREMPUAN DALAM AL

Abstrak: Tulisan ini menganalisis pandangan Amina Wadud tentang problem gender dalam Islam. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana konstruksi pembacaan Amina Wadud terhadap relasi laki-laki dan perempuan dalam al-Qur’an. Dalam tulisan ini ditemukan bahwa bagi Wadud, al-Qur’an memiliki tiga prinsip utama dalam menyelesaikan problem gender yakni prinsip tauhid, takwa dan khalifah. Prinsip tauhid dan takwa menunjukkan kesetaraan, sebab al-Qur’an menegaskan bahwa tidak ada yang lebih mulia kecuali dengan takwa. Wadud menyebut prinsip ini dengan istilah paradigma tauhid. Sedangkan prinsip khalifah dalam al-Qur’an menekankan agar semua Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, menjadi agen moral untuk menjaga keharmonisan dunia. Ia juga menyarankan agar al-Qur’an dibaca secara holistik dengan memperhatikan tiga aspek seperti konteks pewahyuan ayat, komposisi dan gramatika teks, dan pandangan dunia teks. Ia menyebut metolodogi ini dengan istilah hermeneutika tauhid, yang dijadikan argumen bahwa al-Qur’an memandang laki-laki dan perempuan setara.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

View of Konsepsi Peran Laki-laki dan Perempuan

View of Konsepsi Peran Laki-laki dan Perempuan

Kaum perempuan hanya bisa menerima dan menikmati hasil dari pekerjaan yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Hal ini dikarenakan Seperti yang terjadi oleh budaya patriarkhi yang memposisikan kaum laki-laki sebagai pemimpin dan pencari nafkah bagi perempuan. Dengan demikian, posisi perempuan hanya dianggap sebagai pembantu atau perawat yang melakukan pekerjaan sebatas melayani kepentingan laki- laki. Munculnya anggapan yang menyudutkan pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: (1) bentuk fisik laki-laki dan fisik perempuan, dimana fisik perempuan dikatakan tidak sekuat tubuh laki-laki yang dimitoskan tidak kuat dalam bekerja; (2) perempuan adalah makhluk yang berperasaan halus, lemah-lembut, suka merapikan, dan melakukan pekerjaan yang sifatnya menata. Mansour Fakih dalam analisis gender menyatakan bahwa persoalan mendasar dari perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan adalah lahirnya ketimpangan relasi dan ketidak-adilan. Selain itu pandangan di masyarakat yang menganggap bahwa laki laki itu kuat dan perempuan lemah, semakin menyuburkan kekerasan yang terjadi di masyarakat. Padahal dalam kenyataannya, bisa saja laki laki lemah dan perempuan lebih kuat dari laki-laki.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengalaman Kegagalan Pada Laki-Laki Dan Perempuan

Pengalaman Kegagalan Pada Laki-Laki Dan Perempuan

Situasi sukses dan kegagalan merupakan reperesentasi dari keinginan dan tujuan hidup yang ingin dicapai, perbedaan harapan antara laki-laki dan perempuan akan membuat perbedaan kegagalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pen- galaman kegagalan pada remaja. Penelitian ini mensurvei 605 (laki-laki : 217, per- empuan : 388) orang remaja di tiga perguruan tinggi berbeda di Pekanbaru, dengan menggunakan questioner (pertanyaan) terbuka. Subjek diminta untuk menjawab per- tanyaan “pengalaman kegagalan apa yang paling menyakitkan dalam hidup?”, dikem- bangkan oleh Kim dan Park (2006). Analisis data menggunakan pendekatan Indig- enous psychology, dengan kategorisasi, frekuensi, dan cross tabulasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima pengalaman kegagalan pada remaja, yaitu: akademik (48,1%), harapan (17%), hubungan personal (15,9), kompetisi (10,4%), manajemen diri (3,1%). Penelitian ini juga menunjukkan ada perbedaan pengalaman kegagalan antara laki-laki dan perempuan, laki-laki lebih merasa gagal dalam harapan (9,3%) dan kompetisi (6,6%), sedangkan perempuan lebih merasa gagal dalam akademik (36,4%) dan hubungan personal (10,6%). Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa perbedaan pengalaman kegagalan antara laki-laki dan perempuan disebabkan oleh adanya perbedaan peran sosial antara laki-laki dan perempuan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan

Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Uji Validitas Item Pertanyaan Varia[r]

30 Baca lebih lajut

Tindak Tutur Perempuan Dan Laki-Laki.

Tindak Tutur Perempuan Dan Laki-Laki.

Gender stereotyping has shaped the ways by which males and females communicate one with another. Males, or those one who are masculine in characters, tend to dominate, while females, or those having feminine characters, tend to treat their speech partners equally. The research, the objects of which are two English dramas (Tea and Sympathy, and Pygmalion), tries to prove this theory. It attempts to point out which characters in the dramas are dominant. Speech acts indicating domination are categorised according to Evans’s classification of verbal abuse. Having analysed the data, the writers came to a conclusion that males, or those with a set of the so-called masculine characters, have more tendency to dominate their speech partners, and that the larger part of the verbal abuse categories as proposed by Evans is used in the speeches analysed.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS PARTISIPASI KELAS SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

ANALISIS PARTISIPASI KELAS SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

The purpose of this study is to analyze the participation of students in the class both male and female students. This research uses quantitative design. There are 16 students of English Language Study Program which become research participants. They consist of 8 students (male) and 8 female students (women) study program in English faculty of education and teacher's training UIN Suska Riau. The 16 students are used as sample of research by using purposive sampling technique. In the data collection, researchers used observations and questionnaires. Observations were made to see student participation in the classroom. And the questionnaire is distributed to see what kind of participation that more students do. There are 5 indicators in the questionnaire that indicate student participation; first, attendance in the classroom; second, ask in class; third, answer questions in the classroom; fourth, participate in the discussion class; and fifth, refreshing activity in class. For data processing used percentage. The results show that, female students participate actively in the presence and listening in the classroom. Meanwhile, more male students participated in classroom discussions, asking questions and answering questions in class. Overall, this study can be concluded that male students are more active in the class compared with female students. Keywords: Gender (male and female), Participation in Class
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Anda itu laki laki atau perempuan Trans (1)

Anda itu laki laki atau perempuan Trans (1)

Menyoal dikotomi • dikotomi domestik versus publik, nature versus culture, dan produksi versus reproduksi • dikotomi ini adalah hubungan struktral antara laki-laki dan perempuan di [r]

5 Baca lebih lajut

Laki Laki dan Perempuan dalam Bingkai St

Laki Laki dan Perempuan dalam Bingkai St

Dalam bukunya, Arief Budiman menelusuri sebab-sebab adanya pembagian kerja secara seksual, yang disebutnya sebagai lembaga sosial tertua di dunia karena umurnya telah mencapai ribuan tahun. Ia memulainya dengan mencoba menjawab sebuah pertanyaan mahapenting dalam dunia gender: apa yang membuat laki-laki dan perempuan mendapat perlakuan yang berbeda? Apakah karena kondisi biologisnya, atau karena pola didik yang berbeda, dimana pola didik ini diturunkan melalui konstruksi sosial yang sudah mengakar? Manakah yang benar: teori nature atau teori nurture?
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TRADISI PEREMPUAN MEMINANG LAKI LAKI DI

TRADISI PEREMPUAN MEMINANG LAKI LAKI DI

Dalam kalangan masyarakat Jawa dikenal beberapa sistem pernikahan. Misalnya: sistem pernikahan magang atau ngenger, yaitu seorang jejaka yang telah mengabdikan dirinya pada kerabat si gadis; sistem pernikahan triman, yaitu seorang yang mendapatkan istri sebagai pemberian atau penghadiahan dari salah satu lingkungan keluarga tertentu, sebagai contoh: keluarga keraton atau keluarga priayi agung; sistem pernikahan ngunggah-ngunggahi, yaitu pihak si gadis yang meminang si jejaka; dan sistem pernikahan peksan atau paksa, yaitu suatu pernikahan antara seorang laki-laki dan perempuan atas kemauan orang tua mereka. Pada umumnya pernikahan semacam ini banyak terjadi dalam pernikahan anak-anak atau pernikahan di masa terdahulu.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP ANTARA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PORNOGRAFI

PERBEDAAN SIKAP ANTARA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PORNOGRAFI

pikiran dan perasaan (Basri, 2004). Seiring meningkatnya hormon seksual, remaja cenderung mencari informasi mengenai seks dengan bertanya pada teman sebayanya, membaca buku tentang seks, atau ingin mencoba dengan jalan masturbasi, bercumbu, atau bersenggama (Hurlock, 1999). Remaja pada umumnya mengetahui bahwa produk pornografi tidak memberikan informasi yang tepat tentang seks dan melanggar norma, namun karena adanya dorongan rasa ingin tahu tentang seks, mereka tetap mengkonsumsi produk pornografi. Sifat remaja laki-laki lebih terbuka terhadap dorongan seksual, memiliki fantasi erotik yang agresif, pernah mengalami orgasme dan tahu bagaimana menggunakan organ seks mereka (Kartono, 2006). Sifat remaja perempuan penuh dengan keragu-raguan, ketidakpastian emosi, konflik batin, rela mengorbankan segala sesuatu untuk orang yang dicintainya, membutuhkan kemesraan, dan mudah dirangsang dengan sentuhan dari lawan jenis. Kebutuhan seks remaja perempuan umumnya disalurkan dalam bentuk fantasi, kegelisahan secara fisik dan psikis, konflik batin, serta mimpi (Kartono, 2006).
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. diciptakan terbagi menjadi laki-laki dan perempuan. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan hanyalah fisiknya dan

BAB I PENDAHULUAN. diciptakan terbagi menjadi laki-laki dan perempuan. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan hanyalah fisiknya dan

Berdasarkan perspektif kekerasan seksual yang diungkapkan oleh Komnas Perempuan, menggoda seorang perempuan di jalan sudah termasuk kedalam kekerasan seksual, bahkan hanya menatap tajam tubuh perempuan dari ujung kaki hingga kepala saja sudah masuk kedalam pelecehan seksual. Batasan yang dibuat oleh Komnas Perempuan ini jika dicatat, maka jumlah kekerasan seksual yang akan tertulis di CATAHU akan berkali-kali lipatnya dari jumlah kekerasan seksual yang tercatat saat ini.

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...