Top PDF HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA LANJUT USIA (LANSIA) PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KALIMANAH PURBALINGGA

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA LANJUT USIA (LANSIA) PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KALIMANAH PURBALINGGA

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA LANJUT USIA (LANSIA) PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KALIMANAH PURBALINGGA

Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet rendah garam pada lanjut usia (Lansia) penderita hipertensi di Puskesmas Kalimanah Purbalingga Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang tercatat di Puskesmas Kalimanah sebanyak 106 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik Sample Random Sampling sejumlah 78 sampel. Analisis data menggunakan uji Chi Square.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI UNTUK MEMERIKSAKAN DIRI PASIEN HIPERTENSI PADA LANJUT USIA   Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi untuk Memeriksakan Diri Pasien Hipertensi pada Lanjut Usia di Puskesmas Kerjo Karanganyar.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI UNTUK MEMERIKSAKAN DIRI PASIEN HIPERTENSI PADA LANJUT USIA Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi untuk Memeriksakan Diri Pasien Hipertensi pada Lanjut Usia di Puskesmas Kerjo Karanganyar.

Kurangnya pengetahuan akan mempengaruhi pasien hipertensi untuk dapat mengatasi kekambuhan atau melakukan pencegahan agar tidak terjadi komplikasi. Hal ini dikarenakan sebagian besar penderita hipertensi lansia bertempat tinggal di pedesaan dan pendidikannya masih rendah. Pendidikan yang rendah pada pasien hipertensi lansia tersebut mempengaruhi tingkat pengetahuan mengenai penyakit hipertensi secara baik. Pengetahuan pasien hipertensi lansia yang kurang ini berlanjut pada kebiasaan yang kurang baik dalam hal perawatan hipertensi. Lansia tetap mengkonsumsi garam berlebih, kebiasaan minum kopi merupakan contoh bagaimana kebiasaan yang salah tetap dilaksanakan. Pengetahuan yang kurang dan kebiasaan yang masih kurang tepat
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA DEWASA DI DUSUN KARANG TENGAH NOGOTIRTO SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET PAD

HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA DEWASA DI DUSUN KARANG TENGAH NOGOTIRTO SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET PAD

Berdasarkan hasil Studi Pendahuluan yang di lakukan oleh peneliti pada tanggal 26 Januari 2017 di Dusun Karang Tengah Nogotirto Sleman Yogyakarta didapatkan data kejadian hipertensi pada dewasa sebanyak 30 penderita. Data yang di dapat menunjukkan bahwa penderita hipertensi di Dusun Karang Tengah banyak yang berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 18-60 tahun. Hasil wawancara peneliti dengan kepala dukuh Karang Tengah, dikatakan bahwa upaya pengontrolan hipertensi pada warganya masih sangat rendah. Pada umumnya warga hanya berobat ketika gejala yang dirasakan sudah berat seperti stroke dan pingsan. Selain itu hasil wawancara terhadap 10 penderita hipertensi di dusun Karang Tengah ditemukan masalah yang berhubungan dengan konsumsi makanan yang tidak sesuai dengan aturan, yaitu penderita pada pengolahan makanannya ditambahkan garam dapur dan tetap makan makanan yang bersantan. Dusun Karang Tengah belum pernah dikaji terkait hubungan faktor demografi dan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGA Hubungan Status Gizi dan Kepatuhan Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.

HUBUNGA Hubungan Status Gizi dan Kepatuhan Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.

Pendahuluan: Hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko, diantaranya jenis kelamin dan genetis (keturunan), obesitas, kurang olahraga, merokok, dan stress. Penanggulangan hipertensi dilakukan dengan pengobatan dan diet rendah garam. Kepatuhan diet penderita hipertensi sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam terapi dietnya diantaranya dengan diet rendah garam.

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDAMPINGAN PERILAKU DIET HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KAMPUNG SANGGRAHAN

PENGARUH PENDAMPINGAN PERILAKU DIET HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KAMPUNG SANGGRAHAN

World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan hipertensi adalah salah satu kontributor paling penting untuk penyakit jantung dan stroke yang bersama-sama menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomor satu. Hipertensi memberikan kontribusi untuk hampir 9,4 juta kematian akibat penyakit kardiovaskuler setiap tahun. Hal ini juga meningkatkan risiko kondisi seperti gagal ginjal dan kebutaan. Hipertensi diperkirakan mempengaruhi lebih dari satu dari tiga orang dewasa berusia 25 tahun ke atas, atau sekitar satu miliar orang di seluruh dunia (WHO 2012).
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Status Gizi dan Kepatuhan Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Status Gizi dan Kepatuhan Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.

2 Pedoman British Hypertension Society (2004) juga menganjurkan untuk melakukan perubahan gaya hidup yang konsisten bagi penderita hipertensi dengan menjaga berat badan dalam keadaan normal dengan status indeks masa tubuh (IMT) berada diantara 18,5-22,9, mengurangi asupan yang mengandung natrium (garam), melakukan aktivitas fisik (olahraga) secara teratur, menciptakan keadaan rileks, berhenti merokok. Menurut Casey dan Benson (2012), hampir 50% orang yang memiliki penyakit hipertensi sensitif terhadap garam yang berarti terlalu banyak mengkonsumsi garam, secara tidak langsung dapat menaikkan tekanan darah mereka.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN  TERHADAP PENGETAHUAN DAN  KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI PADA LANJUT USIA    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Kepatuhan Diit Hipertensi Pada Lanjut Usia Di Desa Wironanggan Kecamatan Gatak Sukoharjo.

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI PADA LANJUT USIA Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Kepatuhan Diit Hipertensi Pada Lanjut Usia Di Desa Wironanggan Kecamatan Gatak Sukoharjo.

Semua dosen UMS khususnya Fakultas Ilmu Kesehatan Jurusan S1 keperawatan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan dan bimbingannya. Sahabat-sahabatku yang selalu menyemanggati dan menemani dalam mengerjakan skripsi ( Risa, Risqi(sokik), Asih, Rizki(julio), mas dedy dan teman-teman KEPERAWATAN S1 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan do’a

16 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kepatuhan Diet Rendah Garam, Kepatuhan Minum Obat, Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Rehospitalisasi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Chapter III VI

Hubungan Antara Kepatuhan Diet Rendah Garam, Kepatuhan Minum Obat, Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Rehospitalisasi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Chapter III VI

Dari segi pendidikan, bagi setiap orang memiliki arti masing-masing. Pendidikan pada umumnya diperlukan dalam merubah pola pikir, pola bertingkah laku dan pola pengambilan keputusan (Notoatmodjo, 2000). Orang yang memiliki pendidikan rendah cenderung memiliki ketidakpatuhan yang lebih besar dari pada yang berpendidikan tinggi. Sesuai dengan hasil penelitian ini, responden mayoritas pendidikan tingkat SMA. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Bradke (2009), bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pasien CHF minum obat adalah rendahnya pendidikan dan kurangnya pendidikan kesehatan tentang bagaimana perawatan di rumah, penggunaan obat-obat yang tidak tepat, kurangnya komunikasi dan pemberi layanan kesehatan (caregiver), dan kurangnya perencanaan tindak lanjut saat pasien pulang dari rumah sakit.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI UNTUK MEMERIKSAKAN DIRI PASIEN HIPERTENSI PADA LANJUT USIA  Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi untuk Memeriksakan Diri Pasien Hipertensi pada Lanjut Usia di Puskesmas Kerjo Karanganyar.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI UNTUK MEMERIKSAKAN DIRI PASIEN HIPERTENSI PADA LANJUT USIA Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi untuk Memeriksakan Diri Pasien Hipertensi pada Lanjut Usia di Puskesmas Kerjo Karanganyar.

Hipertensi banyak ditemukan pada masyarakat di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2004 sekitar 14%, sedangkan pada tahun 2008 meningkat menjadi sekitar 18%. Kurangnya pengetahuan akan mempengaruhi pasien hipertensi untuk dapat mengatasi kekambuhan atau melakukan pencegahan agar tidak terjadi komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan dengan motivasi untuk memeriksakan diri pasien hipertensi pada lansia di Puskesmas Kerjo Karanganyar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif karena peneliti hanya ingin mendeskriptifkan data sampel dan tidak membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi dimana sampel diambil. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 75 pasien hipertensi lansia yang berkunjung untuk berobat di Puskesmas Kerjo Karanganyar pada bulan Maret 2013 sampai Mei 2013. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, maka disimpulkan: (1) Karakteristik responden penderita hipertensi di Puskesmas Kerjo Karanganyar mayoritas berjenis kelamin perempuan, berusia lebih dari 60 tahun, memiliki tingkat pendidikan setingkat SMP, dan bekerja sebagai petani; (2) Tingkat pengetahuan penderita hipertensi di Puskesmas Kerjo Karanganyar tentang hipertensi mayoritas termasuk kategori rendah.; (3) Motivasi penderita hipertensi di Puskesmas Kerjo Karanganyar dalam menjalani kontrol pengobatan mayoritas te rmasuk kategori kurang; (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan motivasi untuk memeriksakan diri. Hasil analisis bivariate dengan analisis Chi-Square memperoleh nilai χ 2 hitung sebesar
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM DENGAN ASUPAN NATRIUM PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSI PKU MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN. - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM DENGAN ASUPAN NATRIUM PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSI PKU MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN. - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

dengan terjadinya menopause. Faktor risiko terjadinya hipertensi yang lebih banyak pada perempuan adalah karena kegemukan yang cenderung dialami perempuan saat mereka menua, dan ketidakpedulian mereka pada diri mereka sendiri karena lebih mementingkan urusan keluarga. Penjelasan lain menyatakan bahwa wanita dipengaruhi oleh beberapa hormon termasuk hormon estrogen yang melindungi wanita dari hipertensi dan komplikasinya termasuk penebalan dinding pembuluh darah atau aterosklerosis. Perubahan hormonal pada wanita menopause menyebabkan kenaikan berat badan dan tekanan darah menjadi lebih reaktif terhadap konsumsi garam, sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah (Dea, 2016).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN  TERHADAP PENGETAHUAN DAN  KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI PADA LANJUT USIA    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Kepatuhan Diit Hipertensi Pada Lanjut Usia Di Desa Wironanggan Kecamatan Gatak Sukoharjo.

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI PADA LANJUT USIA Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Kepatuhan Diit Hipertensi Pada Lanjut Usia Di Desa Wironanggan Kecamatan Gatak Sukoharjo.

Kasus kejadian hipertensi pada lansia tertinggi di Desa Wironaggan tahun 2014 paling tinggi dibanding penyakit lain yang tercatat 206 penderita. Tingginya kejadian hipertensi disebabkan masih buruknya kepatuhan diet hipertensi, dan buruknya diet hipertensi sebagai akibat pengetahuan lansia tentang diet hipertensi masih banyak yang belum baik. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu cara peningkatan pengetahuan lansia lewat metode ceramah dan media leaflet. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuandan kepatuhan diet hipertensi pada lanjut usia di desa Wironanggan Kecamatan Gatak Sukoharjo. Rancangan penelitian menggunakan “ Quasi Eksperiment, dengan rancangan penelitian Pretest - Posttest with control group design.sampel penelitian adalah anggota posyandu lansia sebanayk 33 lansia kelompok perlakuan dan 33 lansia kelompok control. Teknik pengambilan sampel menggunaka proportional random sampling. Instrument penelitian menggunakan SAP diet hipertensi, kuesioner pengetahuan, dan kepatuhan diet hipertensi. Alat analisis data menggunakan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji wilcoxon Sign Rank test pre test post test pengetahuan kelompok perlakuan dengan p =0,015. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji Paired sample test pre test post test kepatuhan diet hipertensi kelompok perlakuan dengan p =0,445. Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lanjut usia dan tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan diet hipertensi pada lanjut usia. Masih diperlukan perilaku disiplin dari lansia untuk patuh melakukan diet hipertensi agar tidak terjadi kekambuhan hipertensi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI PADA LANJUT USIA DI DESA BEGAJAH  Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diit Hipertensi Pada Lanjut Usia Di Desa Begajah Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI PADA LANJUT USIA DI DESA BEGAJAH Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diit Hipertensi Pada Lanjut Usia Di Desa Begajah Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diakui dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANJUT  USIA  PADA  PENDERITA  HIPERTENSI  DI   Hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup lanjut usia pada penderita hipertensi di Kelurahan gayam kabupaten sukoharjo.

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANJUT USIA PADA PENDERITA HIPERTENSI DI Hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup lanjut usia pada penderita hipertensi di Kelurahan gayam kabupaten sukoharjo.

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Lansia akan memiliki status kesehatan yang buruk setelah hipertensi dan berisiko kematian, dimana dukungan sosial dipercaya memungkinkan lansia terdorong menyesuaikan lebih efektif sehingga kualitas hidupnya optimal. Pada tahun 2013, di Desa Gayam terdapat 74 orang mempunyai riwayat penyakit hipertensi pada usia 55-59 tahun dan 136 orang pada usia 60-69 tahun, dari data tersebut dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan lansia hipertensi usia 55-69 tahun pada tahun sebanyak 210 lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui dukungan sosial dan kualitas hidup lansia penderita hipertensi serta menganalisis hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Kelurahan Gayam Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi lansia penderita hipertensi di Kelurahan Gayam Sukoharjo sebanyak 210 orang diambil sampel 68 orang dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas berupa dukungan sosial sedangkan variabel terikat kualitas hidup lansia, instrumen yang digunakan dengan kuesioner. Teknik analisis data dengan analisis Chi-Square (X 2 ). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lanjut usia penderita hipertensi mempunyai dukungan sosial baik dengan kualitas hidup baik, dan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup lanjut usia hipertensi di Kelurahan Gayam Sukoharjo (p-value = 0,031; X 2 = 4,666). Disarankan bagi keluarga dan teman agar lebih aktif untuk memberikan motivasi dan perhatian kepada lansia hipertensi sehingga diharapkan akan terbentuk kualitas hidup yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Manfaat Dari Diet Rendah Garam

Manfaat Dari Diet Rendah Garam

Diet rendah garam merupakan salah satu kategori pengaturan pola makan atas mengkonsumsi garam yg berlebih. Di Mana dalam diet ini para penderita mesti membatasi jumlah garamnya, dikarenakan seandainya berlangsung penumpukan garam yg makin berlebih, bisa menyebabkan ragam penyakit lain. Maka, seorang tersebut mesti mengolah, mengatur sekaligus membatasi jumlah mengonsumsi garam di tiap-tiap harinya, termasuk juga dalam aneka type makanan maupun minuman yg di konsumsinya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN DIET RENDAH GARAM I PADA MAKANAN BIASA DAN LUNAK TERHADAP LAMA KESEMBUHAN PASIEN HIPERTENSI

KEEFEKTIFAN DIET RENDAH GARAM I PADA MAKANAN BIASA DAN LUNAK TERHADAP LAMA KESEMBUHAN PASIEN HIPERTENSI

memperlihatkan bahwa penderita hipertensi di Indonesia sebanyak 25,8% namun pengontrolan hipertensi belum sepenuhnya dapat dilakukan meskipun sudah tersedia obat-obatan yang efektif. Mengontrol hipertensi dapat dilakukan dengan menjaga pola makan, melakukan aktivitas setiap hari dan mengkonsumsi obat hipertensi. Mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi secara terus menerus akan berdampak pada timbulnya penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui keefektifan makanan dengan diet rendah garam I dalam bentuk makanan biasa dan makanan lunak pada penyakit hipertensi terhadap lama kesembuhan pasien hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan jenis penelitian komparasi atau perbandingan. Teknik pengumpulan data sekunder berupa data rekam medik di setiap bangsal rumah sakit. Data rekam medik yang digunakan adalah hasil tekanan darah pasien selama 3 hari. Hasil penelitian didapati perbandingan antara tekanan darah awal dengan tekanan darah akhir pasien diet biasa menunjukan signifikansi 0,000 dengan nilai p value <0,05, dan hasil perbandingan tekanan darah awal- tekanan darah akhir pasien diet lunak menunjukkan signifikansi 0,000. Kesimpula dari penelitian ini ialah diet rendah garam I pada makanan dengan diet biasa dan diet lunak dapat menurunkan tekanan darah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANJUT  USIA  PADA  PENDERITA  HIPERTENSI  DI   Hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup lanjut usia pada penderita hipertensi di Kelurahan gayam kabupaten sukoharjo.

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANJUT USIA PADA PENDERITA HIPERTENSI DI Hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup lanjut usia pada penderita hipertensi di Kelurahan gayam kabupaten sukoharjo.

Penelitan lain yang semakna adalah penelitian yang dilakukan oleh Novarina (2012) yang menyimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Dukungan Sosial dengan tingkat keaktifan lansia dalam melaksanakan senam lansia di Posyandu Lansia Peduli Insani Mendungan. Adanya dukungan sosial terhadap lansia dapat menyebabkan ketenangan batin dan perasaan senang dalam diri lansia. Selain itu dengan adanya dukungan sosial berdampak pada kemudahan lansia untuk mengikuti kegiatan di masyarakat. Keluarga dan masyarakat juga mempunyai peran utama dalam memberi dorongan kepada lansia sebelum pihak lain turut memberi dorongan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI PADA LANJUT USIA DI DESA BEGAJAH  Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diit Hipertensi Pada Lanjut Usia Di Desa Begajah Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI PADA LANJUT USIA DI DESA BEGAJAH Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diit Hipertensi Pada Lanjut Usia Di Desa Begajah Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.

Data Puskesmas Sukoharjo pada tahun 2013 angka hipertensi pada lanjut usia sebesar 3018 kasus. Tingginya angka kejadian hipertensi pada lanjut usia dapat dipengaruhi oleh gaya hidup. Kurangnya dukungan secara penuh dari anggota keluarga dapat mempengaruhi perilaku kepatuhan pelaksanaan diit hipertensi. Berdasarkan studi pendahuluan diketahui bahwa asupan makan penderita hipertensi masih mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung garam, sehingga masih sulit dalam pelaksanaan diit hipertensi. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diit Hipertensi pada Lanjut Usia di Desa Begajah Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif, metode penelitan adalah deskriptif korelasional, pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 71 lansia dengan teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan diit hipertensi yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian diketahui 25 responden (35,2%) dengan dukungan keluarga dengan baik, 46 responden (64,8%) kurang mendapat dukungan keluarga. Sebanyak 21 responden (29,6%) sudah baik dalam kepatuhan diit hipertensi, sementara 50 responden (70,4%) kurang patuh dalam diit hipertensi. Hasil uji hipotesis diketahui nilai nilai 2 = 6.287 dengan p = 0,012. Simpulan penelitian adalah ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diit hipertensi pada lanjut usia di Desa Begajah Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN HIPERTENSI PADA KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM LANSIA HIPERTENSI DI KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN HIPERTENSI PADA KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM LANSIA HIPERTENSI DI KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI

maksimum dan fungsi lain dari jantung juga berangsur-angsur menurun. Elastisitas jantung usia 70 tahun menurun sekitar 50% dibanding pada usia 20 tahun. Perubahan yang jauh lebih bermakna dalam kehidupan lanjut usia adalah yang terjadi pada pembuluh darah, yang disebut ateriosklerosis atau pengapuran dinding pembuluh darah sehingga elastisitas pembuluh darah berkurang dan meningkatkan kerja jantung yang mengakibatkan hipertensi. (Azizah, 2011). Hipertensi dan komplikasinya dapat dicegah dengan mengkonsumsi obat dan melakukan perubahan gaya hidup antara lain pengurangan berat badan, berhenti merokok, berhenti mengkonsumsi alkohol, melakukan aktifitas atau olahraga ringan, mengubah pola makan dan mengurangi pemakaian garam disertai dengan asupan kalsium, magnesium dan kalium yang cukup (Mahdiar, 2010).
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET DIABETES MELITUS PADA PENDERITA  Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Pada Penderita Diabetes Melitus Di Desa Gonilan.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET DIABETES MELITUS PADA PENDERITA Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Pada Penderita Diabetes Melitus Di Desa Gonilan.

Penelitian ini menerangkan bahwa penderita yang bersikap positif beranggapan bahwa diet diabetes melitus sangat penting bagi kesehatannya, serta mereka tekut bila tidak melaksanakan diet dengan benar akan memperburuk kondisi penyakitnya. Faktor lain yang mendikung sikap positif adalah pendidikan, semakin tinggi pendidikan responden maka akan semakin mudah menerima informasi yang akan meningkatkan pengetahuan penderita diabetes melitus dan akan bersikap positif terhadap penyakitnya seperti melaksanakan diet dengan benar.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Status Gizi dan Kepatuhan Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Status Gizi dan Kepatuhan Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.

Hubungan Diet Natrium dengan Kestabilan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Primer di Desa Jatitentah Puskesmas Sukodono Kabupaten Sragen.. Diakses dari http : www.fkm.undip.ac.id Soen[r]

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects