Top PDF Kebijakan Keamanan Informasi di lingkungan

Kebijakan Keamanan Informasi di lingkungan

Kebijakan Keamanan Informasi di lingkungan

Disamping kebijakan yang bersifat umum, dapat pula diperkenalkan kebijakan yang secara khusus mengatur hal-hal yang diluar kebiasaan atau bersifat ad-hoc (maupun non-rutin). Misalnya adalah hak akses terhadap sumber daya teknologi yang diberikan kepada penegak hukum ketika terjadi proses atau insiden kejahatan kriminal; atau wewenang akses terhadap pihak eksternal yang sedang melakukan aktivitas audit teknologi informasi; atau hak khusus bagi pemilik perusahaan atau pemegang saham mayoritas yang ingin melihat kinerja organisasi atau perusahaan yang dimilikinya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

KOMUNITAS KEAMANAN TERPADU DALAM MEWUJUDKAN KETERTIBAN DAN KEAMANAN DI LINGKUNGAN SUKARAME (Studi Kasus Kebijakan Lurah Sukarame) - Raden Intan Repository

KOMUNITAS KEAMANAN TERPADU DALAM MEWUJUDKAN KETERTIBAN DAN KEAMANAN DI LINGKUNGAN SUKARAME (Studi Kasus Kebijakan Lurah Sukarame) - Raden Intan Repository

Kegiatan komunitas keamanan terpadu yaitu penangkapan pelaku tindak kejahatan, pembinaan masyarakat terutama pembinanaan anak kost karena dekat dengan lokasi kampus UIN RIL, rembuk pekon 17 April 2016, sweeping miras 8 Juni 2016 , patroli bersama Polsek Sukarame 18 Agustus 2017, pemasangan lampu jalan di sepanjang jalur dua belakang kampus yang dianggap menjadi titik rawan tindak kejahatan 3 Mei 2018 6 . K2T juga membuat piket rutin bagi setiap warga masyarakat untuk berjaga malam, kelurahan bekerja sama dengan Polsek Sukarame.Polsek giat melakukan patroli yang dimulai pukul 22.00 malam hingga pagi hari. Komunitas Keamanan Terpadu membekali alat berupa HT yang memudahkan anggota dalam menindak kejahatan, anggotanya yang tercatat berjumlah 200 orang.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

TA : Audit Keamanan Sistem Informasi Manajemen Aset Berdasarkan Standar ISO 27002 (Studi Kasus: PT. Varia Usaha Beton).

TA : Audit Keamanan Sistem Informasi Manajemen Aset Berdasarkan Standar ISO 27002 (Studi Kasus: PT. Varia Usaha Beton).

c. Hasil Maturity Level pada Klausul 8 Keamanan Sumber Daya Manusia Hasil dari proses perhitungan maturity level pada klausul 8 keamanan sumber daya manusia adalah 3.10 yaitu defined. Hasil tersebut munjukkan bahwa proses keamanan sumber daya manusia yang ada dilakukan secara rutin sesuai dengan prosedur yang tertulis. Hal trsebut dapat dilihat pada peran penanggung jawab umum dalam penerapan kebijakan telah didokumentasikan dan diterapkan dengan baik. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.16 di halaman 71. Hasil perhitungan maturity level pada klausul 8 keamanan sumber daya manusia dapat direpresentasikan dalam bentuk grafik. Hasil representasi perhitungan maturity level klausul 8 keamanan sumber daya manusia dapat dilihat pada Gambar 4.6 di halaman 72. Setelah dilakukan penilaian maturity level telah ditemukan fakta yang tidak sesuai dengan standar ISO 27002, temuan tersebut dapat dilihat pada lampiran 13.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Kebijakan Kesetan Pertambangan  Lingkungan Hidup  Keamanan dan Pembangunan Berkesinambungan  KPLK   PB

Kebijakan Kesetan Pertambangan Lingkungan Hidup Keamanan dan Pembangunan Berkesinambungan KPLK PB

KPC bertekad untuk menyediakan lingkungan kerja di mana karyawan KPC dan kontraktornya dapat melaksanakan pekerjaan mereka bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja harus mendapatkan prioritas dalam semua aspek operasional perusahaan. Semua pihak, termasuk karyawan KPC dan kontraktor, memiliki tanggung jawab bersama untuk bekerja dengan aman dan sehat sesuai dengan prosedur dan standard keselamatan dan kesehatan kerja KPC. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan dan membangun perilaku aman dan sehat.

2 Baca lebih lajut

1. LATAR BELAKANG - System Keamanan Informasi bagi KPU

1. LATAR BELAKANG - System Keamanan Informasi bagi KPU

Data atau informasi berarti adalah perlindungan pada informasi terhadap ancaman ataupun serangan yang dapat merusak atau menghalangi alurnya, sehingga keberlangsungan kegiatan pemilihan dapat berjalan sebagaimana mestinya dan meminimalkan kerugian yang bersifat moril maupun materiil bagi institusi maupun negara. Pertimbangan sebagaimana dimaksud antara lain memuat pertimbangan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan/ atau pertahanan dan keamanan Negara sehingga berperan sangat strategis di dalam pemanfaatan data sebagai informasi menentukan hasil akhir kegiatan KPU. Data yang berkualitas yaitu akurat dan cepat tentunya harus di lengkapi dengan pemenuhan aspek keamanan seperti kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Berkurangnya aspek kerahasiaan, integritas, dan ketersedaiaan tentunya akan menghambat kegiatan hasil akhir dari suatu pemilihan umum/daerah di lingkungan KPU dan KPUD.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

11e4a2aede8399d6bd21313032313036

11e4a2aede8399d6bd21313032313036

Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan kebijakan teknis di bidang informasi, hukum, dan kerja sama penyelenggaraan keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

13 Baca lebih lajut

Audit Keamanan Informasi Menggunakan SNI ISO 27001:2009 pada Institut Teknologi Nasional.

Audit Keamanan Informasi Menggunakan SNI ISO 27001:2009 pada Institut Teknologi Nasional.

1. Pada klausul 5.1 terkait dengan kebijakan keamanan informasi merupakan klausul yang paling utama, karena pada klausul 5.1 merupakan isi dari keseluruhan klausul mulai dari klausul 5 sampai dengan klausul 15. Untuk saat ini pihak manajemen ITENAS sebenarnya sudah mengetahui serta memahami terkait dengan keamanan informasi, hanya saja belum terdapat suatu kebijakan khusus terkait dengan keamanan informasi. Pihak manajemen yaitu pihak rektorat masih belum terlalu memfokuskan pada pentingnya subuah keamanan informasi, tetapi lebih banyak di fokuskan pada kegiatan akademik. Meskipun ITENAS belum menerapkan kebijakan keamanan informasi, tetapi sudah terdapat dokumen kebijakan pengelolaan sistem informasi ITENAS yang secara tidak langsung telah menunjang dalam penerapan keamanan informasi. Kemudian untuk kaji ulang keamanan informasi masih belum terdapat dikarenakan belum ada prosedur khusus terkait dengan kebijakan keamanan informasi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

02   AMIKOM Yogyakarta INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM

02 AMIKOM Yogyakarta INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM

¾ Kebijakan keamanan, atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Security Policy. Contoh kebijakan keamanan ini misalnya adalah sebagai berikut: Semua kejadian pelanggaran keamanan dan setiap kelemahan sistem informasi harus segera dilaporkan dan administrator harus segera mengambil langkah-langkah keamanan yang dianggap perlu. Akses terhadap sumber daya pada jaringan harus dikendalikan secara ketat untuk mencegah akses dari yang tidak berhak. Akses terhadap sistem komputasi dan informasi serta periferalnya harus dibatasi dan koneksi ke jaringan, termasuk logon pengguna, harus dikelola secara benar untuk menjamin bahwa hanya orang/ peralatan yang diotorisasi yang dapat terkoneksi ke jaringan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Keamanan Jaringan dan Keamanan Informasi

Keamanan Jaringan dan Keamanan Informasi

Di ‗era informasi‘ ini, kemudahan akses informasi telah mengubah cara kita hidup, bekerja dan bermain. ‗Ekonomi di j ital‘ (digital economy), yang juga dikenal sebagai ‗ekonomi pengetahuan‘ (knowledge economy) , ‗ekonomi jaringan‘ (networked economy) atau ‗ekonomi baru‘ (new economy), ditandai dengan pergeseran dari produksi barang ke penciptaan ide. Pergeseran tersebut menunjukkan semakin pentingnya peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan. Akibatnya, pemerintah di seluruh dunia semakin fokus kepada penggunaan TIK untuk Pembangunan (dikenal dengan ICT for Development-ICTD). TIK untuk Pembangunan tidak hanya berarti pengembangan industri atau sektor TIK, tetapi juga mencakup penggunaan TIK yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan politik. Namun demikian, salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam penyusunan kebijakan TIK adalah para penyusun kebijakan seringkali kurang akrab dengan teknologi yang mereka manfaatkan untuk pembangunan nasional. Karena seseorang tidak mungkin mengatur sesuatu yang tidak dimengerti olehnya, banyak penyusun kebijakan yang akhirnya menghindar dari penyusunan kebijakan di bidang TIK. Akan tetapi melepaskan penyusunan kebijakan TIK kepada para teknolog juga kurang benar karena teknolog seringkali kurang mawas akan implikasi kebijakan atas teknologi yang mereka kembangkan dan gunakan.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Keamanan, Organisasi Keamanan Informasi, Pengelolaan Aset, dan Keamanan Sumber Daya Manusia Berdasarkan ISO 27001 pada Sistem TKK PT. Pos Indonesia.

Analisis Kebijakan Keamanan, Organisasi Keamanan Informasi, Pengelolaan Aset, dan Keamanan Sumber Daya Manusia Berdasarkan ISO 27001 pada Sistem TKK PT. Pos Indonesia.

1. Divisi TI pada PT. Pos Indonesia telah memahami proses-proses dalam mengelola dokumentasi kebijakan keamanan informasi, namun belum dikaji secara utuh dalam satu dokumentasi dan belum adanya pengkajian secara regular dalam interval waktu yang terencana, pengkajian dilakukan masih secara ad-hoc atau pada waktu yang dibutuhkan saja. Dokumentasi kebijakan keamanan sudah disetujui oleh dewan direksi dan dapat memastikan kesesuaian, kecakupan, dan keefektifan tetapi belum secara efektif berjalan pada bagian divisi IT pada PT.Pos Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan visi dan misi perusahaan untuk menyediakan layanan yang handal dan terpercaya kepada pelanggan dan seluruh pemagku kepentingan. Dengan hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa GAP kesesuaian antara proses pada PT. Pos Indonesia dan proses dalam ISO 27001:2005 menyangkut Kebijakan Keamanan cukup kecil.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Kebijakan Keamanan, Organisasi, Aset dan Sumber Daya Manusia Berbasis ISO 27001:2005 (Studi Kasus: Unit TI PT. KAI).

Analisis Pengendalian Kebijakan Keamanan, Organisasi, Aset dan Sumber Daya Manusia Berbasis ISO 27001:2005 (Studi Kasus: Unit TI PT. KAI).

Ruang lingkup kajian penelitian dilakukan pada Unit TI di PT.KAI, standar yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah ISO 27001:2005 yang mendukung perlindungan memberikan gambaran secara umum mengenai apa saja yang harus dilakukan oleh Unit TI PT.KAI untuk mengevaluasi, mengimplementasikan, dan memelihara keamanan informasi di perusahaan, yang menggunakan 4 kontrol di antaranya adalah:

24 Baca lebih lajut

Strategi Korporat Mengamankan Diri. pdf

Strategi Korporat Mengamankan Diri. pdf

Ini  merupakan  tempat  dimana  kebanyakan  karyawan  bekerja,  yaitu  terdiri  dari  sejumlah  meja dengan komputer dan/atau notebook di atasnya. Dalam konteks  ini,  perusahaan perlu  membuat  kebijakan  dan  peraturan  yang  harus  disosialisasikan  kepada  karyawannya,  terutama  terkait  dengan  masalahan  keamanan  informasi  ditinjau  dari  sisi  keamanan  �isik.  Salah satu kebiasaan yang baik untuk disosialisasikan dan diterapkan adalah “clear table and  clean monitor policy” – yaitu suatu kebiasaan membersihkan meja dan “mematikan” monitor  komputer  setiap  kali  karyawan  sebagai  pengguna  hendak  meninggalkan  meja  –  baik  sementara atau pun sebelum pulang ke rumah. 
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Antisipasi Cybercrime Dalam Bidang Keuangan

Antisipasi Cybercrime Dalam Bidang Keuangan

Penutup Dimensi keamanan komputer / informasi tidak dibatasi hanya pada teknologi Luas dan dalamnya kebijakan keamanan menentukan gerak dan proses keamanan sebuah sistem Membangun sis[r]

43 Baca lebih lajut

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERDASARKAN ISO 27002:2005 PADA RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERDASARKAN ISO 27002:2005 PADA RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI

1. Pelaksanaan audit keamanan sistem informasi dengan standar ISO 27002:2005 telah berhasil dilakukan pada Rumah Sakit Islam Jemursari. Hasil dari perhitungan maturity level pada seluruh klausul adalah 3,47 yaitu defined. Hal tersebut menunjukan bahwa sebagian besar proses keamanan sistem informasi sudah mempunyai aturan dan dilakukan secara rutin. Tetapi masih ada beberapa kebijakan, peraturan dan prosedur yang belum ada pada organisasi seperti: peraturan tentang keamanan password, keamanan kriptografi dan prosedur perlindungan penempatan peralatan. Selain hal tersebut masih ditemui beberapa karyawan yang tidak melaksanakan kebijakan, peraturan dan prosedur yang ada
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KONSEP KEAMANAN MANUSIA kasus dowry murder

KONSEP KEAMANAN MANUSIA kasus dowry murder

Paris sudah mengarah kepada pemahaman human security sebagai rallying cry . Artinya menurut Paris konsep keamanan manusia ini sangat bermuatan politik menurut. Maka selanjutnya yang menjadi kritik utamanya adalah kemanan manusia apakah betul-betul pergantian paradigma atau hanya retorika kosong yang secara prinsip tidak ada perbedaan sama sekali dengan konsep keamanan tradisional.

4 Baca lebih lajut

Index of /ProdukHukum/Sekneg

Index of /ProdukHukum/Sekneg

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 7, KKH PRG mempunyai kewenangan menugaskan Tim Teknis Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik yang selanjutnya disingkat TTKH PRG untuk melakukan pengkajian dokumen teknis dan uji lanjutan keamanan hayati.

12 Baca lebih lajut

Contoh Keamanan Sistem Informasi díkominfo

Contoh Keamanan Sistem Informasi díkominfo

meliputi : spam suratelektronik, spam pesaninstan,spam Usenet newsgroup, spam mesinpencari informasi web (web search engine spam),spam blog, spam wiki, spam iklanbaris dan spam jejaringsosial. Beberapa contoh lain darispam, yaitu pos-el berisi iklan, surat masa singkat (SMS) pada telepongenggam, berita dalam suatu forum kelompok warta berisi promosi barang yang tidak terkait dengan kegiatan kelompok warta tersebut, spamdexing yang menguasai suatu mesinpencari (search engine) untuk mencari popularitas bagi suatu URL tertentu, berita yang tak berguna dan masuk dalamblog, buku tamu situs web, Transmisi faks, iklan televisi & spam jaringan berbagi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Efektivitas Implementasi Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Di Kota Bandung (Studi Mengenai Pemanfaatan Ruang Di Wilayah Bandung Utara).

Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Efektivitas Implementasi Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Di Kota Bandung (Studi Mengenai Pemanfaatan Ruang Di Wilayah Bandung Utara).

Lingkungan sosial tersusun dari sembilan indikator dimana setiap indikator terdiri dari beberapa item yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya serta disimpulkan valid dan reliable. Keseleuruhan indikator yang dimunculkan memiliki kekuatan yang signifikan berdasarkan Tabel I mengenai lignkungan sosial. Dari perhitungan statistik juga tampak, bahwa komponen lingkungan tersebut memiliki nilai cukup penting untuk mendapat perhatian dari seluruh pemangku kepentingan. Hal demikian dapat dikaitkan jika pelaksanaan kebijakan memerlukan penelurusuran dari sisi yang satu ini. Rusli (2000) telah mendorong untuk mengkaji penelitian dari sisi lingkungan, kendati yang bersangkutan tidak mengkajinya secara khusus. Demikian halnya Raharjo (2007) memperkirakan jika partidsipasi masyarakat pun terkait dengan lingkungan yang terkait dalam penyusunan perencaan tata ruang di wilayah yang sama.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...