Top PDF DAMPAK KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KETERTIBAN UMUM (Studi Deskriptif Masyarakat Gang Sempit Dukuh Larangangan Desa Munjungagung Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal)

DAMPAK KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KETERTIBAN UMUM (Studi Deskriptif Masyarakat Gang 

Sempit Dukuh Larangangan Desa Munjungagung Kecamatan Kramat 

Kabupaten Tegal)

DAMPAK KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KETERTIBAN UMUM (Studi Deskriptif Masyarakat Gang Sempit Dukuh Larangangan Desa Munjungagung Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal)

Dari munculnya prostitusi di gang sempit dapat berdampak dosa besar bagi psk, pengelola ataupun masyarakat sekitar yang tidak sengaja melihat psk dan pengelola melakukan seks bebas di ruang terbuka, apalagi prostitusi dilarang dalam berbagai agama. Namun, hal ini justru menjadi ladang bisnis yang terus berkembang selama ribuan tahun. Tidak peduli ancaman tuhan, para psk terlanjur terjun dalam kubangan dosa dan merasa tidak akan terampuni. masyarakat pekerja seks hanya menyalurkan kebutuhan biologis tetapi agama mengajarkan untuk menyalurkan secara benar agar tidak merusak tatanan masyarakat oleh karena itu agama melarang dengan keras kegiatan prostitusi dari semua sisi. Larangan itu mencangkup pelacuran, mucikari, semua orang yang terkait dengan kegiatan prostitusi yang dapat menimbulkan dosa
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN PERMASALAHAN SAMPAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (Studi implementasi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2000 Tentang Pembinaan Umum, Ketertiban, Keamanan, Kebersihan, Kesehatan dan Keapikan dalam Wilayah Kota Bandar Lampung Tahun

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN PERMASALAHAN SAMPAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (Studi implementasi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2000 Tentang Pembinaan Umum, Ketertiban, Keamanan, Kebersihan, Kesehatan dan Keapikan dalam Wilayah Kota Bandar Lampung Tahun

Permasalahan lingkungan yang umum terjadi di sebagian ibukota adalah adanya sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS). Keberadaan sampah dapat menjadikan lahan pencaharian baru bagi sebagian orang, namun tidak menutup kemungkinan sampah dengan jumlah banyak menjadi masalah lingkungan dan kesehatan. Bagi masyarakat pedesaan mungkin adanya sampah belum terlalu berpengaruh terhadap kehidupan mereka karena dengan lahan yang masih luas, masyarakat mudah untuk mengelola sampah. Akan tetapi bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan adanya sampah menjadi masalah yang tidak mudah untuk dipecahkan. Sampah di perkotaan telah menjadi perhatian bagi pemerintah pada khususnya serta pihak swasta dan masyarakat pada umumnya. Adanya timbunan sampah akan menyebabkan berbagai dampak negatif seperti timbulnya berbagai penyakit, saluran air yang tersumbat, pencemaran air dan tanah, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Implementasi Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum (Studi Kasus Penertiban Pkl Di Monumen Nasional)

Implementasi Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum (Studi Kasus Penertiban Pkl Di Monumen Nasional)

Istilah kebijakan (policy) seringkali penggunaannya diperlukan dengan istilah-istilah lain seperti tujuan (goals), program, keputusan, undang-undang, ketentuan-ketentuan, usulan- usulan dan rancangan besar. Bagi para pembuat kebijakan (policy makers), istilah-istilah tersebut tidak akan menimbulkan masalah apapun karena mereka menggunakan referensi yang sama. Syafiie mengemukakan bahwa kebijakan (policy) hendaknya dibedakan dengan kebijaksanaan (wisdom) karena kebijaksanaan merupakan pengejawantahan aturan yang sudah ditetapkan sesuai situasi dan kondisi setempat oleh person pejabat yang berwenang. Untuk itu, Syafiie mendefinisikan kebijakan publik adalah semacam jawaban terhadap suatu masalah karena akan merupakan upaya memecahkan, mengurangi, dan mencegah suatu keburukan serta sebaliknya menjadi penganjur, inovasi, dan pemuka terjadinya kebaikan dengan cara terbaik dan tindakan terarah. (Inu Kencana Syafiie, 2006:104).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Upaya Penegakkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2001 Tentang Kebersihan Dan Ketertiban Umum Terhadap Gelandangan Dan Pengemis Di Kabupaten Badung.

Upaya Penegakkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2001 Tentang Kebersihan Dan Ketertiban Umum Terhadap Gelandangan Dan Pengemis Di Kabupaten Badung.

Sektor pariwisata menjadi sektor unggulan dan sumber pendapatan utama di kabupaten badung. Sejalan dengan perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung membawa dampak positif maupun negatif. Permasalahan yang ada seperti gelandangan dan pengemis (gepeng) merupakan salah satu dampak negatif dari keberhasilan pembangunan di wilayah kabupaten badung. Peran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Badung sebagai penegak Peraturan Daerah harus menegakkan Peraturan Daerah terutama masalah ketentraman dan ketertiban di wilayah Kabupaten Badung dalam hal ini terhadap Gelandangan dan Pengemis (gepeng) yang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2001 tentang kebersihan dan ketertiban umum.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EVALUASI IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PADANG NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT.

EVALUASI IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PADANG NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT.

Akan tetapi meskipun Kota Padang sudah memiliki Perda ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang didukung Peraturan Walikota Padang Nomor 18 Tahun 2005, serta telah diimplementasikan selama lebih kurang 7 tahun, berbagai bentuk pelanggaran terhadap Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 11 Tahun 2005 khususnya pasal 8 ayat 1 tentang tertib pedagang kaki lima yang dapat dikategorikan sebagai penyakit masyarakat tetap marak terjadi. Seakan- akan Perda tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat ini kurang efektif dan tujuan diterbitkannya Perda tersebut tidak tercapai secara maksimal.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

EVALUASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG KETERTIBAN UMUM  (Studi di Kecamatan Tembilahan)

EVALUASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG KETERTIBAN UMUM (Studi di Kecamatan Tembilahan)

Pesatnya pertumbuhan penduduk selain membawa keuntungan dengan tumbuh dan berkembangnya kota-kota menjadi pusat kegiatan ekonomi, industri, sosial dan budaya juga membawa dampak terhadap meningkatnya biaya sosial, sehingga pada akhirnya kawasan perkotaan akan sampai pada tingkat skala disekonomi (kemunduran ekonomi). Hal ini merupakan akibat dari banyaknya warga yang membangun tempat tinggal di bantaran sungai dan pinggir parit, sehingga terjadinya kemerosotan kualitas lingkungan hidup perkotaan seperti pencemaran air di sungai yang disebabkan oleh limbah industri dan rumah tangga yang tinggal disekitar parit atau sungai. Maka hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah khususnya dalam lingkungan hidup yang mana dalam hakikatnya seperti pencemaran air sungai. Adapun tindakan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk mengatasi masalah pencemaran air tersebut maka dikeluarkanlah kebijakan melalui peraturan perundang-undangan seperti Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Nomor 21 tahun 2008 Tentang Ketertiban Umum.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN DEMAK NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN DEMAK NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG

Salah satu kebijakan Pemerintah Daerah dibidang telekomunikasi seluler yang perlu segera ditempuh adalah pengaturan dalam hal penyelenggaraan Menara Telekomunikasi. Menara Telekomunikasi merupakan salah satu kelengkapan perangkat telekomunikasi yang pembangunan dan pemanfaatannya akan berkaitan erat dengan kaidah tata ruang, lingkungan dan estetika, sehingga terhadap kegiatan tersebut perlu dilakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan melalui mekanisme perizinan pembangunan Menara Telekomunikasi.

32 Baca lebih lajut

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 7 TAHUN 2011 SERI C.5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 7 TAHUN 2011 SERI C.5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG

(4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada penuntut umum melalui Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang hukum acara pidana yang berlaku.

17 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 37 TAHUN 2002 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 37 TAHUN 2002 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

Bahwa dengan semakin maju dan berkembangnya pembangunan dewasa ini, maka permasalahan yang timbul dan berkembang dalam masyarakat semakin komplik, hal ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap tingkat keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Karna itu masalah ketertiban sangat memegang peranan penting untuk terciptanya serta terpeliharannya pembangunan yang telah dilaksanakan tersebut.

15 Baca lebih lajut

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 02 TAHUN 2005 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 02 TAHUN 2005 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

(1) Setiap orang atau badan hukum yang sengaja atau karena kelalaiannya melanggar ketentuan pasal 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11 dan 13 Peraturan Daerah ini, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan, atau denda paling banyak Rp. 5.000.000,-. (Lima Juta Rupiah);

14 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 37 TAHUN 2002 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 37 TAHUN 2002 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

Bahwa dengan semakin maju dan berkembangnya pembangunan dewasa ini, maka permasalahan yang timbul dan berkembang dalam masyarakat semakin komplik, hal ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap tingkat keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Karna itu masalah ketertiban sangat memegang peranan penting untuk terciptanya serta terpeliharannya pembangunan yang telah dilaksanakan tersebut.

11 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN UMUM DI KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN UMUM DI KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 11 TAHUN 2009 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 11 TAHUN 2009 TENTANG KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

(2) Setiap pemakai jasa angkutan umum yang naik atau turun dari kendaraan di tempat yang terlarang bagi kendaraan untuk berhenti, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp. 150,000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah).

32 Baca lebih lajut

BUPATI BUTON PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BUTON PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

7. Badan adalah sekumpulan orang dan/ atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.

17 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH DKI JAKARTA NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG KETERTIBAN UMUM (STUDI KASUS PENERTIBAN PKL DI MONUMEN NASIONAL)

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH DKI JAKARTA NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG KETERTIBAN UMUM (STUDI KASUS PENERTIBAN PKL DI MONUMEN NASIONAL)

Masing-masing instansi telah melakukan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan prosedur peraturan dan perundangan-undangan. Inovasi dan improvasi petugas di lapangan agaknya masih kurang sehingga kebijakan masih bersifat top-down dan birokrasi yang levelnya lebih tinggi. Lebih tepatnya mereka bekerja hanya menunggu instruksi pimpinan dan hal tersebut akan menyebabkan beberapa permasalahan antara lain terjadinya kesalahpahaman antar pelaksana kebijakan, kebijakan juga tidak berjalan efisien dan efektif serta terjadinya tumpang tindih tugas pokok dan fungsi. Suatu implementasi kebijakan akan dikatakan efektif apabila para implementor tidak hanya mengetahui apa yang mereka lakukan atau memiliki kemampuan untuk melakukan kebijakan itu, tetapi juga mereka harus mempunyai kemauan, komitmen, kejujuran, tanggung jawab dan sikap demokratis untuk melaksanakan kebijakan tersebut.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2014 NOMOR 7 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2014 NOMOR 7 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG

Dengan dilakukannya perubahan terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang Nomor 1 Tahun 1988 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban di Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang ini, diharapkan implementasi terhadap penyelenggaraan ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum dapat diterapkan secara optimal guna menciptakan ketenteraman, ketertiban, kenyamanan, kebersihan dan keindahan. Terkait dengan hal tersebut, maka dalam Peraturan Daerah ini mengatur substansi materi muatan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2011 NOMOR : 7 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2011 NOMOR : 7 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG

(4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang- Undang Hukum Acara Pidana.

11 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR 7 TAHUN 2003 TENTANG KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR 7 TAHUN 2003 TENTANG KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU

Tertib tempat-tempat umum/fasilitas umum diarahkan guna melindungi tempat umum/fasilitas umum yang dibangun, disediakan dan ditempatkan oleh Pemerintah Daerah atau masyarakat tetap berfungsi sebagaimana mestinya, terawat, indah, bersih dan dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat umum.

9 Baca lebih lajut

Peraturan Daerah Kabupaten Tolitoli Nomor 7 Tahun 2011

Peraturan Daerah Kabupaten Tolitoli Nomor 7 Tahun 2011

(3) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang – undang Hukum Acara Pidana yang berlaku.

14 Baca lebih lajut

Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 7 Tahun 2011

Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 7 Tahun 2011

(3) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini memberi tahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku.

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects