Top PDF Kelas 11 SMK Seni Lukis Realis 1

Kelas 11 SMK Seni Lukis Realis 1

Kelas 11 SMK Seni Lukis Realis 1

Mereka berdua memiliki sifat bawaan yang berbeda, Affandi memiliki sifat pendiam, sedangkan S.Sudjojono adalah tokoh yang keras, emosional dan kritis. S. Sudjojono selain sebagai pelukis, juga berprofesi sebagai kritikus seni lukis yang sangat disegani. Basoeki Abdullah adalah salah satu pelukis yang sering dijadikan sasaran kritikan pedasnya. Dia dikecam sebagai pelukis yang tidak nasionalis, karena hanya melukis perempuan cantik dan keindahan pemandangan alam. Kritikan inilah yang membuat marah Basoeki Abdullah. S. Soedjojono dan Basoeki Abdullah kemudian dianggap sebagai sateru bebuyutan, seperti air dan api. S. Soedjojono dikalangan seniman sering dipanggil dengan nama Pak Djon, S. Soedjojono memiliki pengikut dan murid cukup banyak, sehingga dilingkungan para seniman, memberi gelar kehormatan sebagai Bapak Seni Lukis Indonesia Baru. Semua ini karena pengabdian beliau dibidang seni, terutama seni lukis. Lukisan karya pelukis S. Soedjojono yang menonjol dan memiliki nilai sejarah serta monumental antara lain berjudul : Di Depan Kelambu Terbuka, Cap Go Meh, Pengungsi dan Seko.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Kelas 11 SMK Wawasan Seni dan Desain 1

Kelas 11 SMK Wawasan Seni dan Desain 1

Ketika Anda melakukan presentasi hasil pembelajaran, Anda dapat menggunakan berbagai media secara tertulis seperti laporan tertulis, artikel yang dilengkapi power point, gambar foto, dan bahkan video. Semakin lengkap Anda menggunakan media, maka kan semakin lengkap teman-teman Anda untuk mendapatkan informasi/data pembelajaran. Dengan melakukan presentasi akan memperkaya wawasan dan pengetahuan Anda khususnya tentang karya seni murni seperti seni lukis, patung dan grafis, apabila setiap peserta/kelompok mampu mengumpulkan informasi yang berbeda, unik, dan lengkap. Tuliskan masukan-masukan yang Anda peroleh dari presentasi yang Anda sajikan di kelas atau forum ilmiah lain yang dapat digunakan untuk temuan Anda.
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

ANALISIS KARYA SENI LUKIS POTRET REALIS DENGAN PASTEL OLEH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KABANJAHE T.A 2015/2016.

ANALISIS KARYA SENI LUKIS POTRET REALIS DENGAN PASTEL OLEH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KABANJAHE T.A 2015/2016.

Sekolah di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara sebagian besar mempelajari seni rupa. Pelajaran seni rupa dari bidang menggambar atau melukis sudah dipelajari siswa sejak menduduki sekolah dasar (SD), atau bahkan sejak mereka berada ditaman kanak-kanak (TK) sampai mereka menginjakkan kaki di sekolah menengah atas (SMA). Untuk itu, sangatlah wajar jika siswa SMA diharapkan mampu melukis dengan berbagai gaya atau aliran, seperti seni realis, dekoratif, naturalis dan sebagainya. Pelajaran seni lukis ini menuntut siswa untuk berkreasi, berimaginasi dan berekspresi dalam hal melukis.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Kelas 11 SMK Seni Budaya

Kelas 11 SMK Seni Budaya

Kata “teater” berasal dari kata Yunani kuno, theatron, yang dalam bahasa Inggris seeing place, dan dalam bahasa Indonesia “tempat untuk menonton”. Tapi pada perkembangan selanjutnya kata teater dipakai untuk menyebut nama aliran dalam teater (teater Klasik, teater Romantik, teater Ekspresionis, teater Realis, teater Absurd, dst). Kata teater juga dipakai untuk nama kelompok (Bengkel Teater, teater Mandiri, teater Koma, teater Tanah Air, dst). Dan pada akhirnya berbagai bentuk pertunjukan (drama, tari, musical) disebut sebagai teater. Richard schechner, sutradara dan professor di Universitas New York (NYU) memperluas batasan teater sedemikian rupa, sehingga segala macam upacara, termasuk upacara penaikan bendera, bisa dimasukkan sebagai peristiwa teater. Bahkan Peter Brook melalui bukunya “Empty Spece” berpendapat lebih ekstrem tentang teater, bahwa; “sebuah panggung kosong, lalu ada orang lewat”, itu adalah teater. Berbagai pendapat di atas melukiskan betapa luasnya pengertian teater.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Seni Budaya Kelas 11 Semester 1

Seni Budaya Kelas 11 Semester 1

Kata “teater” berasal dari kata Yunani kuno, theatron, yang dalam bahasa Inggris seeing place, dan dalam bahasa Indonesia “tempat untuk menonton”. Tapi pada perkembangan selanjutnya kata teater dipakai untuk menyebut nama aliran dalam teater (teater Klasik, teater Romantik, teater Ekspresionis, teater Realis, teater Absurd, dst). Kata teater juga dipakai untuk nama kelompok (Bengkel Teater, teater Mandiri, teater Koma, teater Tanah Air, dst). Dan pada akhirnya berbagai bentuk pertunjukan (drama, tari, musical) disebut sebagai teater. Richard schechner, sutradara dan professor di Universitas New York (NYU) memperluas batasan teater sedemikian rupa, sehingga segala macam upacara, termasuk upacara penaikan bendera, bisa dimasukkan sebagai peristiwa teater. Bahkan Peter Brook melalui bukunya “Empty Spece” berpendapat lebih ekstrem tentang teater, bahwa; “sebuah panggung kosong, lalu ada orang lewat”, itu adalah teater. Berbagai pendapat di atas melukiskan betapa luasnya pengertian teater.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

KAJIAN PROSES PEMBELAJARAN SENI LUKIS KACA SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS XII DI SMK KESEHATAN DONOHUDAN BOYOLALI TAHUN AJARAN 2014/2015.

KAJIAN PROSES PEMBELAJARAN SENI LUKIS KACA SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS XII DI SMK KESEHATAN DONOHUDAN BOYOLALI TAHUN AJARAN 2014/2015.

The aims of this research as to identity and describe: (1) The implementation process of learning painting glass at SMK Kesehatan Donohudan Boyolali, (2) The enabling and inhibiting factors of glasses painting learning, (3) The role of glasses painting learning as character building of student SMK Kesehatan Donohudan Boyolai, (4) Visualization of student’s art work in glasses painting which terms of visual element.

18 Baca lebih lajut

PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SENI LUKIS (1)

PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SENI LUKIS (1)

Dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa-siswi dibidang seni, khususnya seni rupa serta untuk memenuhi salah satu tugas dalam pelajaran seni budaya. Potensi siswa dalam berorganisasi dipandang perlu untuk digali. Kreatifitas, kemampuan, dan bakat siswa di bidang seni juga perlu terus diasah, ditingkatkan, dan disalurkan dalam bentuk pameran. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka penulis selaku siswa kelas XII SMK NEGERI 2 DEPOK, ingin mengadakan kegiatan pameran seni lukis. Oleh karena itu, kami berharap bapak/ ibu guru dapat memberikan dukungan terhadap acara yang akan diadakan tersebut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KARAKTER KREATIF DAN DISIPLIN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN  Pengembangan Karakter Kreatif dan Disiplin pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Studi Kasus pada Siswa Kelas X Seni Lukis SMK Neg

PENGEMBANGAN KARAKTER KREATIF DAN DISIPLIN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Pengembangan Karakter Kreatif dan Disiplin pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Studi Kasus pada Siswa Kelas X Seni Lukis SMK Neg

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Pengembangan Karakter Kreatif dan Disiplin pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Studi Kasus Kelas X Seni Lukis SMK Negeri 9 Surakarta), dapat berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik tanpa halangan yang berarti. Alhamdulillah, dengan ridho Allah SWT penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan S-1 Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Uji Praktek Kejuruan (UPK) pada Kelas XII Jurusan Seni Lukis SMK Negeri 9 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016 Halaman Awal

Uji Praktek Kejuruan (UPK) pada Kelas XII Jurusan Seni Lukis SMK Negeri 9 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016 Halaman Awal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persiapan uji praktek kejuruan seni lukis yang dilakukan oleh sekolah, jurusan dan siswa, (2) Proses uji praktek kejuruan seni lukis adalah sketsa awal pada kanvas, pewaranan dengan cat, fhinising dengan pembigkaian karya dan hasil karya dipamerkan. Ujian dilakukan selama 3 hari dengan waktu 8 jam per hari. (3) Hasil karya uji praktek kejuruan seni lukis mengahasilkan karya lukis dengan aliran dekoratif, realis, dan modern, (3) Keteknikan karya menggunakan cat minyak diatas kanvas, dan acrylic
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kelas 11 SMK Seni Lukis Realis 2

Kelas 11 SMK Seni Lukis Realis 2

DIREKTORAT PEMBINAAN SMK 2013 19 Pada awal tahun 1934 resin akrilik telah dikenalkan dan digunakan pertama kali oleh syarikat kimia Jerman BASF, yang dipatenkan oleh Rohm and Haas. Antara 1946 dan 1949, Leonard Bocour dan Sam Golden mencipta larutan cat akrilik di bawah perusahaan Magna paint. Ini merupakan cat yang mengandung alkohol galian "mineral spirits" Cat akrilik mulai dijual dipasaran di Jerman pada 1950-an. Cat yang dapat larut didalam air ini awalnya dikenal sebagai "Aquatec" kemudian menyusul penemuan Otto Rohm menciptakan formula baru resin akrilik, yang dengan cepat dikenal dengan nama cat akrilik. Pada tahun 1953, tahun di mana Rohm dan Haas membangunkan rumusan formula akrilik pertama. Kemudian perkembangan cat akrilik pada saat itu sangay pesat, Jose L. Gutierrez menemukan sebuah formula Politec Acrylic Artists' Colors di Mexico, sedangkan perusahaan cat Permanent Pigments Co. of Cincinnati, Ohio, menghasilkan warna Liquitex. Dua keluaran produk cat akrilik ini merupakan cat khusus diperuntukkan untuk para pelukis, sekaligus merupakan emulasi akrilik pertama untuk seni lukis. Cat akrilik menggunakan medium air sebagai pengencernya. Cat akrilik untuk melukis mula dijual secara besar-besaran pada sekitar tahun1950-an, ditawarkan oleh Liquitex, dengan cat kepekatan tinggi, tidak berbeda dengan yang ada di pasaran saat ini.
Baca lebih lanjut

201 Baca lebih lajut

PROSES PEMBELAJARAN SENI LUKIS REALIS DI KELAS XI JURUSAN SENI LUKIS SMK NEGERI 9 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 SEMESTER II.

PROSES PEMBELAJARAN SENI LUKIS REALIS DI KELAS XI JURUSAN SENI LUKIS SMK NEGERI 9 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 SEMESTER II.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) proses pembelajaran seni lukis realis kelas XI Jurusan Seni Lukis SMK Negeri 9 Surakarta smester II tahun ajaran 2015/2016 ditinjau dari tujuan, materi, metode, media dan evaluasi pembelajaran, (2) hasil karya seni lukis realis siswa ditinjau konsep karya meliputi aspek tema, material, dan teknik.

16 Baca lebih lajut

TINJAUAN UMUM GALERI SENI LUKIS MODERN GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA.

TINJAUAN UMUM GALERI SENI LUKIS MODERN GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA.

Seni Lukis adalah sebuah bahasa ungkapan dari pengalaman artistik maupun ideologis yang menggunakan warna dan garis, guna mengungkapkan perasaan, mengapresiasikan emosi, gerak, ilusi, maupun ilustrasi dari kondisi subjektif seseorang dalam bidang dua dimensional (Susanto, 2002). Media yang digunakan dalam seni lukis dapat berupa kertas, kanvas, kayu, dinding, maupun kaca. Alat yang digunakan untuk melukis dapat berupa pensil, kuas, pisau, lidi, bahkan ada yang menggunakan jari tangan. Seseorang yang melakukan praktek seni lukis sering disebut seniman lukis atau pelukis.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Seni Lukis I.doc

Seni Lukis I.doc

Selesai menempuh mata kuliah Seni Lukis-I ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenal dan mengetahui serta memahami dasar-dasar mutu teknis maupun estetis berangkat dari ide berkarya seni lukis pada tataran berkarya seni murni. Selain itu mendapat pengalaman estetis dalam mempelajari bahasa formalisme dunia seni lukis untuk dipakai proses penciptaan pada kerangka latihan olah kreasi dengan berbagai media.

3 Baca lebih lajut

Celeng Sebagai Tema dalam Karya Seni Lukis 1.PERSETUJUAN

Celeng Sebagai Tema dalam Karya Seni Lukis 1.PERSETUJUAN

Penulis memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir. Berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak pula penulis dapat menyelesaikan Pengantar Tugas Akhir yang berjudul “Celeng sebagai tema dalam Karya Seni Lukis”.

13 Baca lebih lajut

Seni Lukis III.doc

Seni Lukis III.doc

akademik (penelitian ilmu budaya), memperhatikan kearifan lokal sebagai kompetensi alam lingkungan beserta kehidupan masyarakatnya. Aspek tersebut seyogyanya mendapat perhatian disikapi secara peduli untuk dilakukan preservasi, konservasi, dan inovasi yang nilai-nilainya sarat ideologi estetis, pada gilirannya nanti akan menjadi bahan kajian ilmiah dalam proses implementasi berkarya seni lukis. Mata kuliah ini sebagai muara pelatihan taksonomi budaya secara mandiri yang meliputi pengembangan kepribadian berkarya seni lukis, keteguhan percaya diri menentukan landasan keilmuan dengan pertimbangan prospek berkarya seni lukis, menjadikan muara ujian pengelanaan budaya yang dituangkan menjadi kumpulan karya TA (Tugas Akhir).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Seni Lukis II.doc

Seni Lukis II.doc

Dalam mata kuliah Seni Lukis-II ini mengutamakan pembelajaran praktika berkarya seni murni khususnya latihan cipta karya seni lukis melalui pengamatan obyek langsung maupun tak langsung yaitu memory system secara runutan menggubah bentuk menghasilkan impresi form maupun shape. Melatih diri bersikap pluralisme dan bertanggung jawab dengan hasil karya seni lukisnya serta menanamkan landasan berkarya seni lukis melalui sumber intuisi diri pribadinya (Primadi Tabrani: Citra Manusia) serta menampilkan cara pelukisan ekspresif sebagai bahasa visual estetik dengan penuh penghayatan. Menyiapkan pemikiran alternatif dalam setiap praktik melukis untuk keteguhan mengembangkan ide berkarya seni melalui proses menggubah obyek menjadi subyek matter melalui proses deformasi, distorsi, akhirnya menemukan stylasi atau gaya seni lukisnya yang khas sehingga mampu menampilkan pada tingkat mutu karya seni lukis akademik. Melakukan kerja studio praktik melukis dengan tata manajemen waktu yang sebaik- baiknya melalui kontemplasi dan selanjutnya ditingkatkan dalam stimulasi berkarya sampai elaborasi kreatifitas mencapai pengalaman estetik pada kreasi seni lukis tanpa kehilangan jati diri. Berlatih mengolah unsur-unsur seni rupa dalam upaya melakukan implementasi dan keselarasan pemakaian media (alat dan bahan cipta karya seni) konvensional maupun non konvensional untuk kebutuhan penampilan karya seni lukis modern. Menanamkan pendidikan budaya berkarya seni lukis dan menyadarkan peranan humanisme dengan cara memperhatikan keadaan kompetensi alam lingkungan beserta kehidupan masyarakat di sekitarnya yakni peduli terhadap kearifan lokal yang akan menjadi bahan kajian pada setiap proses kreasi seni lukis.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN SENI RUPA MELALUI PRAKTEK PENCIPTAAN SENI PARTISIPATORI DENGAN MEDIA LUKIS BATIK DI KELAS IPA 1 SMA N 1 SUKOHARJO 20162017 20162017

PEMBELAJARAN SENI RUPA MELALUI PRAKTEK PENCIPTAAN SENI PARTISIPATORI DENGAN MEDIA LUKIS BATIK DI KELAS IPA 1 SMA N 1 SUKOHARJO 20162017 20162017

Penelitian ini bertujuan untuk (1) pembelajaran seni rupa dengan menerapkan metode penciptaan (partisipatori art). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2016/2017 (2) untuk mengetahui hasil visual karya siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2016/2017. Sumber data didapat dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, kajian dokumen, dan tes. Uji validitas data dengan triangulasi data dan sumber data serta review key informan. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis secara kualitatif dan teknik penciptaanya menggunakan teknik partisipatori art.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Bab I - BAB 1 Seni Lukis

Bab I - BAB 1 Seni Lukis

6HWLDSPDQXVLDPHPLOLNLVXGXWSDQGDQJ\DQJEHUEHGDGLGDODP menjalani hidup ini. Begitu pula saat kita membuat suatu lukisan, PDVLQJPDVLQJPHPLOLNLVXGXWSDQGDQJ\DQJEHUEHGDEHGD3HU EHGDDQVXGXWSDQGDQJGDSDWGLSHQJDUXKLROHKVXDVDQDZDNWXGDQ NRQGLVL JHRJUDÀV 7HPD DGDODK JDJDVDQ LGH DWDX SRNRN SLNLUDQ \DQJDGDGLGDODPVHEXDKNDU\DVHQLEDLNGDODPEHQWXNNDU\DVHQL rupa dua dimensi maupun seni rupa tiga dimensi. Memahami tema \DQJDGDSDGDVHEXDKNDU\DVHQLUXSDPXUQLEHUDUWLNLWDGDSDW PHPDKDPL WXMXDQ SHQFLSWDDQ NDU\D VHQL WHUVHEXW 7HPDWHPD GLGDODP SHPEXDWDQ NDU\D VHQL UXSD PXUQL DQWDUD ODLQ VHEDJDL berikut.

22 Baca lebih lajut

ABSTRAKSI BIOLA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN LUKISAN ABSTRAK.

ABSTRAKSI BIOLA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN LUKISAN ABSTRAK.

Pelaksanaan aktivitas mencipta seni lukis merupakan kegiatan untuk merealisasikan konsep penciptaan. Yakni konsep yang berdasarkan pada sumber inspirasi seni dipetik dari kehidupan psikologis pelaku yang kreatif. Karenanya jenis seni ini kurang objektif, tapi lebih bersifat subjektif, namun sangat penting dalam usaha membentuk keseimbangan antara kehidupan rohani dan jasmani seorang insan. Proses kreatif mencipta melalui karya seni rupa ini memerlukan beberapa peralatan yang harus dipersiapkan, antara lain : kanvas, palet, kuas, cucian kuas, cat minyak, kain lap, dan perlengkapan lain yang dipandang perlu. Melalui karya lukis seseorang dapat mengenal jiwa pelukis. Jacob Sumardjo memaparkan pemikiran Leo Tolstoy tentang hubungan antara karya seni, seniman dan masyarakat, yang menyatakan bahwa seniman memberikan perasaan atas pengalaman hidupnya kepada manusia lain (masyarakat) lewat benda seni. Menurutnya, seni adalah ungkapan perasaan seniman yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakannya. (Sumarjo, 2000 : 62).
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...