Top PDF Makanan Khas Bandung Nabati Bahan

Makanan Khas Bandung Nabati Bahan

Makanan Khas Bandung Nabati Bahan

www.tokopedia.com Nah, jajanan atau makana khas Bandung yang satu ini pasti semua sudah pernah coba. Keripik ini merupakan singkong yang diolah dan dibumbui dengan bumbu cabai yang sangat pedas. Keripik ini ada berbagai merek, akan tetapi dijaman sekarang dan paling hits adalah “Keripik Maichi” yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

28 Baca lebih lajut

Buku Guru • Prakarya dan Kewirausahaan • Kelas XI SMAMASMKMAK

Buku Guru • Prakarya dan Kewirausahaan • Kelas XI SMAMASMKMAK

Peta konsep atau peta materi adalah sebuah rancangan cakupan materi pokok yang merupakan penjabaran dari kompetensi dari pembahasan pokok pikiran yang terkandung dalam buku untuk aspek pengolahan. Pokok pikiran ini merupakan KI-KD yang tercantum dalam Kurikulum 2013 sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pokok pikiran pada bagian ini adalah pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah. Pembahasan pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah adalah: A. Perencanaan Usaha Makanan Khas Daerah, B. Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah, C. Menghitung Titik Impas (Break Even Point) Makanan Khas Daerah, D. Promosi Produk Hasil Usaha Makanan Khas Daerah, dan E. Laporan kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah. Guru dapat menyampaikan apa, mengapa, dan bagaimana tentang makanan khas daerah yang ada di daerah setempat dan di nusantara sebagai kekayaan budaya bangsa. Kompetensi akhir yang diharapkan pada bab ini adalah peserta didik dapat melakukan kegiatan berwirausaha dengan makanan khas daerah sebagai objek peluang usahanya.
Baca lebih lanjut

425 Baca lebih lajut

prawira kurtilas xi bukuguru rev2017 terampilmatematika blogspot com

prawira kurtilas xi bukuguru rev2017 terampilmatematika blogspot com

Peserta didik mengamati dan mengumpulkan informasi tentang berbagai macam proses produksi pengolahan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah, serta mampu mengkomunikasikan kepada peserta didik lainnya. Secara tertulis peserta didik diminta menjelaskan terlebih dahulu peralatan dan cara pemakaian keselamatan kerja pada proses produksi pengolahan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah. Kemudian secara tertulis menjelaskan bahan dan alat, proses penyiapan dan proses pengerjaan produksi pengolahan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah. Sebaiknya jawaban peserta didik disertai dengan sketsa maupun skema alur sehingga akan menjadi semakin jelas. Guru mengawasi dan membimbing pekerjaan peserta didik. Sikap yang dikembangkan adalah kejujuran, kemandirian, dan tanggung jawab. Guru membuat pedoman penskoran untuk menilai masing-masing soal secara proporsional. Pedoman penskoran harus dapat nenghargai kreativitas peserta didik.
Baca lebih lanjut

426 Baca lebih lajut

Buku Guru Kelas 11 Prakarya dan Kewirausahaan

Buku Guru Kelas 11 Prakarya dan Kewirausahaan

Peta konsep atau peta materi adalah sebuah rancangan cakupan materi pokok yang merupakan penjabaran dari kompetensi dari pembahasan pokok pikiran yang terkandung dalam buku untuk aspek pengolahan. Pokok pikiran ini merupakan KI-KD yang tercantum dalam Kurikulum 2013 sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pokok pikiran pada bagian ini adalah pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah. Pembahasan pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah adalah: A. Perencanaan Usaha Makanan Khas Daerah, B. Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah, C. Menghitung Titik Impas (Break Even Point) Makanan Khas Daerah, D. Promosi Produk Hasil Usaha Makanan Khas Daerah, dan E. Laporan kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah. Guru dapat menyampaikan apa, mengapa, dan bagaimana tentang makanan khas daerah yang ada di daerah setempat dan di nusantara sebagai kekayaan budaya bangsa. Kompetensi akhir yang diharapkan pada bab ini adalah peserta didik dapat melakukan kegiatan berwirausaha dengan makanan khas daerah sebagai objek peluang usahanya.
Baca lebih lanjut

426 Baca lebih lajut

Kelas XI PRAKARYA BG

Kelas XI PRAKARYA BG

Peta konsep atau peta materi adalah sebuah rancangan cakupan materi pokok yang merupakan penjabaran dari kompetensi dari pembahasan pokok pikiran yang terkandung dalam buku untuk aspek pengolahan. Pokok pikiran ini merupakan KI-KD yang tercantum dalam Kurikulum 2013 sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pokok pikiran pada bagian ini adalah pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah. Pembahasan pengolahan dan kewirausahaan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah adalah: A. Perencanaan Usaha Makanan Khas Daerah, B. Penerapan Sistem Produksi Makanan Khas Daerah Berdasarkan Daya Dukung Daerah, C. Menghitung Titik Impas (Break Even Point) Makanan Khas Daerah, D. Promosi Produk Hasil Usaha Makanan Khas Daerah, dan E. Laporan kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah. Guru dapat menyampaikan apa, mengapa, dan bagaimana tentang makanan khas daerah yang ada di daerah setempat dan di nusantara sebagai kekayaan budaya bangsa. Kompetensi akhir yang diharapkan pada bab ini adalah peserta didik dapat melakukan kegiatan berwirausaha dengan makanan khas daerah sebagai objek peluang usahanya.
Baca lebih lanjut

424 Baca lebih lajut

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 4. Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah   Database www.dadangjsn.com

Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas XI. Bab 4. Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah Database www.dadangjsn.com

Makanan khas daerah pada masa lampau biasanya dikemas dengan menggunakan kemasan tradisional seperti kendil dari tanah liat, anyaman daun pisang, daun kelapa, kelobot jagung, dll. Sesuai dengan kemajuan zaman teknologi dan kebutuhan manusia, produk kemasan pun berkembang terus-menerus. Saat ini, makanan khas daerah banyak dikemas menggunakan kertas, plastik, kaca/gelas, aluminium foil, dan ada pula yang dikombinasikan dengan kemasan tradisional.

40 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 3 PURWOREJO.

LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 3 PURWOREJO.

158 Kompetensi Dasar KD Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alok proses produksi usaha pengolah an dari bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah yang dimodifik asi [r]

281 Baca lebih lajut

Bab 4 Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah

Bab 4 Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah

Makanan khas daerah pada masa lampau biasanya dikemas dengan menggunakan kemasan tradisional seperti kendil dari tanah liat, anyaman daun pisang, daun kelapa, kelobot jagung, dll. Sesuai dengan kemajuan zaman teknologi dan kebutuhan manusia, produk kemasan pun berkembang terus-menerus. Saat ini, makanan khas daerah banyak dikemas menggunakan kertas, plastik, kaca/gelas, aluminium foil, dan ada pula yang dikombinasikan dengan kemasan tradisional.

40 Baca lebih lajut

49. KI KD K13 Prakarya dan Kewirausahaan SMA MA SMK MAK Kls 10 11 12

49. KI KD K13 Prakarya dan Kewirausahaan SMA MA SMK MAK Kls 10 11 12

3.3 mengevaluasi kegiatan usaha pengolahan makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani 4.3 menyusun rencana pengembangan usaha pengolahan makanan khas daer[r]

24 Baca lebih lajut

PKBM Prakarya dan Kewirausahaan 11-01

PKBM Prakarya dan Kewirausahaan 11-01

dari bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah 3.3 Menganalisis proses produksi pengolahan dari bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah di wilayah setempat melalui[r]

63 Baca lebih lajut

BAHAN NABATI DAN HEWANI MENJADI MAKANAN

BAHAN NABATI DAN HEWANI MENJADI MAKANAN

Kandungan dan Manfaat Makanan Khas Daerah Makanan khas daerah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan bahan baku, bahan tambahan, dan teknik pengolahan yang digu[r]

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Minuman Berkarbonasi Terhadap Kadar Ureum Darah Mencit (Mus musculus) Galur Swiss Webster.

PENDAHULUAN Pengaruh Minuman Berkarbonasi Terhadap Kadar Ureum Darah Mencit (Mus musculus) Galur Swiss Webster.

Berdasarkan data observasi yang dilakukan di kampus 1 dan 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta, dapat disimpulkan bahwa dari berbagai mahasiswa di kampus 1 dan 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta lebih banyak yang memilih dan mengkonsumsi minuman berkarbonasi merk Big Cola rasa stroberi tanpa mempertimbangkan efek samping dari minuman tersebut. Pada minuman berkarbonasi merk Big cola terdapat bahan tambahan pangan yang disertakan pada label komposisi diantaranya: (Air, Gula, CO 2 , pengatur keasaman asa

5 Baca lebih lajut

Analisa Natrium Benzoat dalam Minuman Isotonik Di Kota Medan Tahun 2011.

Analisa Natrium Benzoat dalam Minuman Isotonik Di Kota Medan Tahun 2011.

Menurut penelitian Dwi Mulyanti, terdapat perbedaan secara nyata pada kadar air, vitamin C, nilai pH, nilai total padatan terlarut, kadar natrium benzoat, dan kadar pewarna tartrazine. Penelitian pada empat merk saos tomat di mana penambahan natrium benzoat berada dibawah Standar Peraturan Menteri Kesehatan RI yaitu 600- 1000 mg/kg. Pada saos ABC (472,06 ppm), saos Eco (404,06 ppm)dan saos Del Monte (584,28 ppm). Kandungan natrium benzoat lebih rendah dibandingkan standar, hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi gangguan kesehatan akibat dari penggunaan natrium benzoat yang berlebihan. Sedangkan pada saos Lucky sudah sesuai dengan standar yaitu sebesar 676,24 ppm. Dari keempat merk saos tersebut ditinjau dari segi bahan pengawet yang digunakan layak untuk dikonsumsi.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Agreement Establishing The World Trade Organization (Lembaran

Agreement Establishing The World Trade Organization (Lembaran

pundi, tempat peta, tempat rokok, kantong tembakau, tas perkakas, tas olah raga, tempat botol, kotak perhiasan, kotak bedak, tempat pisau dan kemasan semacam itu dari kulit samak atau dari kulit komposisi, dari lembaran plastik, atau dari bahan tekstil, atau dari serat vulkanisasi atau dari kertas karton seluruhnya atau sebagian besar dibungkus bahan tersebut atau dengan kertas.

511 Baca lebih lajut

Informasi  Materi Prakerin | SMK TKM Pertambangan Kebumen

Informasi Materi Prakerin | SMK TKM Pertambangan Kebumen

PENGOLAHAN BAHAN NABATI DAN HEW ANI UNTUK M AKANAN KHAS DAERAH KEBUM EN SESUAI DAERAH ASAL NO NAM A PRODUK BAHAN CARA M EM BUAT CIRI KHAS ASAL DAERAH NABATI HEW ANI Sat e Am [r]

4 Baca lebih lajut

II.  TINJAUAN PUSTAKA  KUALITAS SIRUP GOJI BERRY (Lycium barbarum L.) DENGAN KOMBINASI KADAR ANGKAK DAN SUHU PEMANASAN.

II. TINJAUAN PUSTAKA KUALITAS SIRUP GOJI BERRY (Lycium barbarum L.) DENGAN KOMBINASI KADAR ANGKAK DAN SUHU PEMANASAN.

Bahan tambahan pangan (BTP) adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi (termasuk organoleptik) pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut (Anonim, 1995).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lemak Dan Minyak 1. Definisi Minyak dan Lemak - 12. BAB II baru

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lemak Dan Minyak 1. Definisi Minyak dan Lemak - 12. BAB II baru

Kerusakn lemak atau minyak yang utama adalah karena peristiwa oksidasi dan hidrolitik baik enzimatik maupun non enzimatik. Diantara kerusakn minyak yang mungkin terjadi ternyata kerusakan karena autooksidasi yang paling besar terhadap cita rasa makanan. Hasil yang diakibatkan dari oksidasi lemak antara lain peroksida, asam lemak, aldehid dan keton. Bau tengi atau rancid terutama disebabkanoleh aldehid dan keton. Untuk mengetahui tingkat kerusakan minyak dapat dinyatakan sebagai mana angka peroksida (Feri,2010).

19 Baca lebih lajut

Analisa Bakteri Escherichia coli dan Kandungan Zat Pewarna Rhodamin B Pada Makanan Jajanan di Kantin dan Luar Sekolah di Sekolah Dasar Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Pada Tahun 2017

Analisa Bakteri Escherichia coli dan Kandungan Zat Pewarna Rhodamin B Pada Makanan Jajanan di Kantin dan Luar Sekolah di Sekolah Dasar Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Pada Tahun 2017

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang diperlukan setiap saat dan harus ditangani dan dikelola dengan baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Pengolahan yang baik dan benar pada dasarnya adalah mengelola makanan berdasarkan kaidah-kaidah dari prinsip higiene dan sanitasi makanan. Prinsip- prinsip ini penting untuk diketahui karena berperan besar sebagai faktor kunci keberhasilan usaha makanan. Menurut Depkes RI 2004, enam prinsip makanan dan minuman, yaitu :

33 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SAKARIN(Studi Pada Pedagang Makanan Takjil di Kelurahan Tlogosari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang ) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SAKARIN(Studi Pada Pedagang Makanan Takjil di Kelurahan Tlogosari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang ) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan sering terjadi melalui proses sensorik dari mata dan telinga terhadap objek tertentu. Pengetahuan merupakan faktor domain yang penting untuk terbentuknya perilaku terbuka pada seseorang khususnya pedagang makanan jajanan. 36 Perilaku yang didasari pengetahuan umumnya bersifat paten. Pengetahuan dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu tahu bahwa bahan tambahan makanan apa saja yg ditambahkan pada makanan jajanan, tahu bagaimana mendapatkan bahan tambahan makanan, tahu tentang bahaya bahan tambahan makanan pada makanan jajanan, dan tahu mengapa pedagang menggunakan bahan tambahan makanan pada makanan jajanan tersebut. 10
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Bab 8 Wirausaha Pengolahan Produk Kesehatan Khas Daerah

Bab 8 Wirausaha Pengolahan Produk Kesehatan Khas Daerah

Kemasan produk kesehatan khas daerah berfungsi menjaga agar produk tetap higine dan awet, mudah dikonsumsi dan mudah didistribusikan. Kemasan yang melekat pada produk disebut sebagai kemasan primer. Kemasan sekunder berisi beberapa kemasan primer yang berisi produk. Kemasan untuk distribusi disebut kemasan tersier. Produk kesehatan setengah jadi berbeda dengan produk kesehatan jadi yang siap dikonsumsi. Kemasan primer produk kesehatan yang siap dikonsumsi, selain melindungi produk juga berfungsi memberikan kemudahan pemakaian serta menampilkan daya tarik bagi konsumen. Kemasan produk kesehatan setengah jadi, seperti kemasan minyak atsiri, lebih berfungsi sebagai pelindung dari mikroorganisme dan memberikan kemudahan untuk distribusi dari tempat produksi ke tempat penjualan. Perlindungan dapat diperoleh pula dari kemasan tersier. Setiap kemasan diberikan label yang berisi keterangan teknis menyangkut kandungan bahan dari produk kesehatan tersebut. Kemasan produk kesehatan khas daerah sebaiknya menampilkan identitas daerahnya.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...