Top PDF MANAJEMEN DANA ZAKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT (Studi Kasus di LAZISNU Kabupaten Banyumas)

MANAJEMEN DANA ZAKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT (Studi Kasus di LAZISNU Kabupaten Banyumas)

MANAJEMEN DANA ZAKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT (Studi Kasus di LAZISNU Kabupaten Banyumas)

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi seorang muslim yang telah mencapi pada nishab (batasan), sebagaimana dijelaskan dalam Al- Qur’an Surat At-Taubah ayat 103. Salah satu tujuan pengelolaan zakat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan ibadah zakat. Ketika dana zakat terkumpul maka dapat digunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya bagi para Mustahiq (orang yang berhak menerima zakat). LAZISNU Kabupaten Banyumas memiliki visi bertekad menjadi lembaga pengelola zakat yang didayagunakan secara amanah dan profesional untuk pemandirian umat. Dalam pengelolaan dana zakat LAZISNU menerapkan standar mutu manajemen ISO yang merupakan manajemen berstandar internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen dana zakat sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Inovasi Manajemen Layanan Publik Dalam upaya meningkatkan investasi ekonomi di daerah

Inovasi Manajemen Layanan Publik Dalam upaya meningkatkan investasi ekonomi di daerah

Penerapan dimensi pelayanan publik yang ketiga adalah jaminan. Dimensi jaminan berkenaan dengan pengetahuan dan kesopanan karyawan serta kemampuan mereka dalam menumbuhkan rasa percaya dan meyakinkan pelanggan. Penerapan dimensi ini pada layanan SIUP dapat dilihat dari kemampuan aparatur pelaksana menyampaikan penjelasan yang cukup memadai tentang persyaratan administrasi dan mekanisme prosedur yang harus dilalui, oleh karena itu masyarakat pemohon sangat yakin bahwa izin yang dimohonkan dapat diperoleh dengan cepat dan dengan pelayanan yang sangat baik. Hal ini juga diperkuat lagi dengan kebijakan Walikota Gorontalo yang mengharuskan layanan perizinan SIUP harus dapat diselesaikan dalam jangka waktu 3 (tiga) jam kerja. Oleh karena itu aparatur pada KPPT dapat menjamin bahwa masyarakat dapat mengakses layanan dengan baik, dan juga mendapat jaminan tentang penerbitan surat izin usaha perdagangan (SIUP) yang dimohonkan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat, dana

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat, dana

dan sedekah. Sedangkan baitul tamwil sebagai usaha pengumpul dan penyalur dana komersial. Usaha-usaha tersebut menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari BMT sebagai lembaga pendukung kegiatan ekonomi masyarakat kecil dengan berlandaskan syariah. Sedangkan menurut Ridwan (2004: 73) BMT merupakan lembaga keuangan syariah yag tidak hanya berorientasi pada bisnis namun berorientasi pula pada sosial, dan juga lembaga yang tidak melakukan pemusatan kekayaan pada bagian kecil orang pemilik modal dengan penghisapan pada mayoritas orang, tetapi lembaga yang kekayaannya secara merata dan adil. BMT merupakan lembaga yang terlahir dari kesadaran umat dan ditakdirkan untuk menolong kelompok mayoritas yakni pengusaha mikro atau kecil, dan lembaga yang tidak terjebak pada permainan bisnis untuk keuntungan pribadi, tetapi membangun kebersamaan untuk mencapai kemakmuran bersama.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peranan Zakat, Infak Dan Sedekah (ZIS) Dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kota Metro

Peranan Zakat, Infak Dan Sedekah (ZIS) Dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kota Metro

Sebagai sebuah lembaga daerah nonstruktural yang diberi kewenangan untuk mengelola dan mengembangkan zakat, infak dan sedekah serta harta agama lainnya keberadaan LAZISNU Kota Metro sangat berperan positif dalam peningkatan grafik pertumbuhan ekonomi. Zakat, infak dan sedekah yang dihimpun dan disalurkan bukan hanya yang bersifat konsumtif saja,melainkan juga yang bersifat produktif. Penerapan ZIS produktif pada LAZISNU Kota Metro adalah dengan pemberian bantuan ternak bergulir dengan syarat anak pertama dari ternak tersebut dikembalikan kepada pihak LAZISNU Kota Metro untuk diberikan kepada mustahiq yang lainnya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MANAJEMEN WAKAF DAN ZAKAT PENDIDIKAN SEBAGAI SOLUSI UNTUK PERBAIKAN EKONOMI MELALUI KETERKAITAN PROGRAM PADA UMKM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015

MANAJEMEN WAKAF DAN ZAKAT PENDIDIKAN SEBAGAI SOLUSI UNTUK PERBAIKAN EKONOMI MELALUI KETERKAITAN PROGRAM PADA UMKM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015

Potensi yang ada di Indonesia untuk menghadapi MEA adalah memaksimalkan potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada. Memulai usaha mikro kecil dan menengah adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi tingkat pengangguran. UMKM adalah salah satu pilar perekonomian Indonesia, karena telah terbukti berhasil bertahan selama krisis Asia. Ketika banyak perusahaan besar bangkrut selama krisis dengan meninggalkan sejumlah besar hutang, sebagian besar UMKM Indonesia berhasil mengelola bisnis mereka dan membayar kewajiban mereka.Oleh karena itu, kolaborasi antar instansi pemerintah terkait, otoritas perbankan, dan akademisi, untuk memulai kondisi yang kondusif bagi upaya pengembangan UMKM, tidak bisa dihindari.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengelolaan dana zakat bagi pendidikan masyarakat kurang mampu di dompet dhuafa republika

Pengelolaan dana zakat bagi pendidikan masyarakat kurang mampu di dompet dhuafa republika

Selain pemerintah, masyarakat sebagai salah satu stakeholder pendidikan pun berupaya untuk meningkatkan akses pendidikan terutama bagi masyarakat kurang mampu baik perorangan maupun melalui lembaga, diantaranya lembaga zakat. Telah dibahas sebelumnya bahwa zakat memiliki peran yang amat penting dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Karena zakat dapat menjadi sumber pendanaan alternatif bagi anggaran pendidikan, mengingat potensi dana zakat yang begitu besar namun belum terserap secara efektif. Menurut Data Forum Zakat pada tahun 2008, rata-rata alokasi dana zakat bagi anggaran pendidikan yakni sebesar 47,21% dari keseluruhan dana zakat yang berhasil dihimpun oleh sembilan lembaga amil zakat yang telah diaudit. Ini adalah jumlah yang telah melebihi prosentase alokasi APBN untuk pendidikan yang diamanatkan UUD 1945.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

PENGARUH DANA ALOKASI UMUM DAN DANA ALOKASI KHUSUS DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI

PENGARUH DANA ALOKASI UMUM DAN DANA ALOKASI KHUSUS DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Universitas Pertamina - 19 Hasil dari variabel kedua yang didapatkan dari penelitian ini menyatakan DAU berpengaruh meningkatkan PDRB, tetapi nilai taraf nyata tidak signifikan nilai α = 0,921 dan koefisien sebesar 0,006, artinya ketika total DAU naik sebesar satu persen maka akan meningkatkan PDRB sebesar 0,006 persen, dengan asumsi ceteris paribus. DAU didalam sektor IPM ini mampu mendorong kemajuan pendidikan daerah dan alhasil DAU IPM ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Desentralisasi fiskal yang dilakukan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah berhasil dalam proses pembangunan daerah. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dapat dioptimalkan dalam mendapatkan hasil pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Hal ini juga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, mencerdaskan masyarakat dan mengurangi ketimpangan antar daerah provinsi khususnya. DAU IPM ini bertujuan untuk menambah fasilitas pendidikan, baik berupa fasilitas gedung sekolah, buka, pengajar dan beasiswa untuk masyarakat kalangan menengah kebawah. Pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengembangkan pembangunan manusia daerahnya masing-masing. Karena, dikhawatirkan ketika sumber daya alam dari daerah tersebut sudah habis di eksploitasi, sumber daya manusianya mampu mengembangkan potensi dari daerahnya, contohnya pengembangan renewable energy, industri kreatif, pariwisata dan potensi daerah yang dapat menambah devisa negara.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Perilaku Mustahiq Dalam Memanfaatkan Dana Zakat Perspektif Ekonomi Islam

Perilaku Mustahiq Dalam Memanfaatkan Dana Zakat Perspektif Ekonomi Islam

Secara fungsional, zakat mempunyai makna sangat luas, antara lain; (a) zakat bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para penerimanya, terutama fakir miskin, termasuk didalamnya membantu di bidang pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi,(b) zakat terkait dengan etika bekerja dan berusaha yaitu mencari rezeki yang halal dan baik, (c) zakat terkait dengan aktualisasi potensi dan untuk membangun umat, seperti membangunan sarana pendidikan yang unggul tapi murah, sarana kesehatan, insitusi ekonomi dan lainnya, (d) zakat terkait dengan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan sosial, (e) zakat mengakibatkan ketenangan, kebahagiaan, keamanan dan kesejahteraan hidup (Qs at Taubah [9]:103), (f) zakat terkait dengan upaya menumbuh kembangkan harta yang dimilki dengan cara mengusahakan dan memproduktifkannya (Qs ar Rum [30]: 39), (g) zakat akan menyebabkan orang semakin giat melaksanakan ibadah mahdhah, (Qs al Baqarah [2]: 43, (h) zakat mencerminkan semangat berbagi yang diyakini akan menjadi jalan keluar untuk mengatasi masalah ekonomi, (i) zakat
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PERAN UPZ (UNIT PENGUMPUL ZAKAT) UJUNGBATU DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT SAAT PENDEMI COVID-19

PERAN UPZ (UNIT PENGUMPUL ZAKAT) UJUNGBATU DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT SAAT PENDEMI COVID-19

Kegiatan UPZ Ujungbatudalam peningkatan perekonomian masyarakat. Praktik dalam pemberian modal usaha yang ada dalam program UPZ Ujungbatu memiliki kriteria dan melalui tahap seleksi. Dan dalam setiap tahapnya dilakukan musyawarah dengan semua pengurus UPZ Ujungbatuuntuk mendapatkan pertimbangan hasil survey. Setelah bermusyawarah maka akan dilaporkan oleh UPZ Ujungbatu Pusat dan pencairan dana. Praktik dalam santunan anak yatim dengan mendatangi berbagai panti asuhan untuk memberi bantuan dana. Praktik dalam santunan fakir miskin dengan memberi sedikit dana dengan mendatangi rumah setiap orang yang telah masuk datanya. Praktik dalam Humanitarian Rescue dengan membagikan sembako dan kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat disaat terjadi pandemic
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB IV ANALISIS DATA A. Analisis Optimalisasi Manajemen Dana Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) pada BAZNAS Kota Bandar Lampung - OPTIMALISASI MANAJEMEN DANA ZAKAT, INFAQ DAN SHADAQAH DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP MUSTAHIQ PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KOT

BAB IV ANALISIS DATA A. Analisis Optimalisasi Manajemen Dana Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) pada BAZNAS Kota Bandar Lampung - OPTIMALISASI MANAJEMEN DANA ZAKAT, INFAQ DAN SHADAQAH DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP MUSTAHIQ PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KOT

3. Kurangnya dukungan negara untuk proaktif dalam berjalannya UU tentang zakat. Tugas pemerintah tidak hanya menyediakan pelayanan dan menciptakan kondisi yang kondusif, harus ada ketegasan yang ditunjukkan kepada para muzakki agar terwujudnya pembangunan ekonomi bersama melalui zakat. Pendekatan harus terus dilakukan oleh pemerintah berbarengan dengan penekanan akan pentingnya membayar zakat bagi seorang muslim. Sayangnya tidak ada sanksi yang dijelaskan bagi yang tidak membayar zakat, yang ada sanksi bagi lembaga pengelola yang menyalahi aturan. Berbeda dengan zaman Abu Bakar ash Shiddiq yang tegas terhadap rakyatnya yang tidak membayar zakat, zaman sekarang pemerintah justru tegas terhadap rakyat yang tidak membayar pajak, itupun dirsak citranya karena pengelolaan pajak yang amburadul karena sering menjadi objek korupsi.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN DANA ZAKAT TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Studi pada Badan Amil Zakat dan Lembaga Amil Zakat di Yogyakarta

ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN DANA ZAKAT TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Studi pada Badan Amil Zakat dan Lembaga Amil Zakat di Yogyakarta

lebih besar kepada si miskin. Menurut mereka, satu-satunya cara menciptakan mekanisme dari dalam guna meluruskan keputusan-keputusan alokasi yang sangat adil adalah menjadikan rakyat mempunyai pengaruh. Menurut Kartasismita (1996) dikutip dalam Huri et al., (2008: 87) menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai upaya untuk membangun daya dengan mendorong, memberikan motivasi, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya. Variabel pemberdayaan masyarakat dalam penelitian ini adalah dana zakat untuk penguatan ekonomi keluarga dengan diukur berdasarkan 5 skala likert.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KESOLEHAN SOSIAL DENGAN ZAKAT DAN WAKAF

UPAYA MENINGKATKAN KESOLEHAN SOSIAL DENGAN ZAKAT DAN WAKAF

Berkaitan dengan kasih sayang pada manusia, hal ini tercermin dari adanya kewajiban untuk berzakat dan kesunahan untuk berwakaf. Di tengah problematika perekonomian, zakat dan wakaf muncul sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan umat.Zakat dan wakaf memiliki banyak keunggulan dibandingkan instrumen fiskal konvensional yang kini telah ada.Banyak pemikiran dan teori yang dikemukakan oleh para ahli dalam rangka menanggulangi kemiskinan.Namun tidak semua teori dapat dipraktekkan dan dapat menanggulangi masalah kemiskinan. Zakat adalah kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya, sedangkan wakaf adalah harta yang diserahkankan untuk dikelola dan hasilnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umum dengan syarat yang telah ditentukan, semata-mata hanya mencari ridha Allah. Zakat dan wakaf selain memiliki dimensi ibadah, juga memiliki dimensi sebagai amal ibadah sosial yang inklusif. Sehingga orang yang berzakat atau berwakaf mencerminkan bahwa diri orang tersebut memiliki kesolehan sosial karena ia peka tehadap problematika masyarakat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengembangan Potensi Ekonomi Desa dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa

Pengembangan Potensi Ekonomi Desa dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa

Kegiatan pengembangan potensi untuk usaha BUMDes yang ada di desa Babalan Lor diharapkan dapat ditindaklanjuti, dengan cara mengadakan pelatihan yang dapat menunjang pengelolaan BUMDes yang lebih baik. Tujuannya adalah menjadikan desa memiliki tingkat perekonomian mandiri yang baik. Untuk kedepannya, sebaiknya para akademisi atau pihak universitas memfasilitasi desa-desa lainnya untuk pengembangan lembaga yang ada di desa karena menurut pengamatan penulis, masih sangat jarang program-program yang bernuansa pengembangan manajemen bagi lembaga di desa. PKM yang cukup sering dilakukan di desa biasanya menyasar sektor UMKM atau sektor usaha, padahal, lembaga seperti BUMDes juga memerlukan pembimbingan atau konsultasi dari pihak akademisi. Implikasi pendampingan ini berkaitan dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terutama dalam mengembangkan kemampuan berusaha, peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan. Temuan penelitian juga mampu menumbuhkan dan memupuk jiwa kewirausahaan bagi masyarakat desa serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap sebuah kebijakan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Oleh: Asnaini Abstrak - Membangun Zakat Sebagai Upaya Membangun Masyarakat

Oleh: Asnaini Abstrak - Membangun Zakat Sebagai Upaya Membangun Masyarakat

Ketiga, peran pemerintah. Posisi pemerintah adalah sebagai‘amil (pengelola zakat). Baik bekerja langsung atau tidak langsung, yaitu dengan menunjuk lembaga sebagai pengelola, tetap saja pemerintah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan zakat. Hal ini jelas disebutkan dalam al-Quran surat at-Taubah ayat 60 dan 103. Pengelola zakat sebagai salah satu golongan yang berhak menerima zakat yang ditentukan Allah dalam al-Quran, bukanlah tanpa maksud. Penyebutan posisi ini dalam Alquran mengisyaratkan bahwa Tuhan menginginkan adanya pengelolaan dana zakat yang profesional oleh institusi atau lembaga yang disebut ‘amil. Mereka inilah yang melakukan upaya pengumpulan, sekaligus mengelola dan mendistribusikannya untuk kepentingan tujuan zakat. Untuk kerja mereka inilah mereka berhak mendapat sebagian dana zakat, dan karena itu nama mereka disebut dalam al-Quran. Konsekuensinya, lembaga atau orang yang mengatasnamakan ‘amil namun tidak mengeluarkan daya upaya untuk mengumpulkan, mengelola dan mendistribusikan zakat secara profesional, maka mereka haram mendapatkan porsi dana zakat. ‘Amil semacam ini justru menggerogoti spirit keadilan sosial dan ekonomi dalam zakat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

MANAJEMEN ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI ALTERNATIF MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT MISKIN : STUDI KASUS PADA MASJID Al-AKBAR SURABAYA.

MANAJEMEN ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI ALTERNATIF MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT MISKIN : STUDI KASUS PADA MASJID Al-AKBAR SURABAYA.

Penelit ian dari Hasrullah, “Efektifitas Pelaksanaan Zakat di Badan Amil Zakat Kota Palopo ”memaparkan bahwa yang dilakukan Badan Amil Zakat Kota Palopo sebagai lembaga yang mengatur zakat yang sesuai tugas dan fungsinya yaitu mengelolah zakat agar bisa optimal, transparan dan bisa tepat sasaran pendistribusiannya kepada orang yang berhak menerima zakat. Jadi pengoptimalisasian manajemen zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat ialah: 1. Penghimpunan dana zakat terutama zakat fitrah, infaq rumah tangga muslim dan infaq haji. 2. Penditribusian zakat yang telah dihimpun oleh lembaga zakat dari muzakki untuk dibagikan kepada yang berhak menerima (mustahiq) dengan cara mendistribusikan secara konsumtif dan produktif. 3. Pendayagunaan dana zakat dalam bentuk sebuah program yang dinamakan zakat community development (ZCD) atau bantuan kebajikan (qardhul hasan) yang diberikan kepada para mustahiq terutama kepada usaha kecil mikro (UKM) sejak tahun 2005 dalam bentuk usaha produktif kreatif dan usaha produktif tradisional dengan sistem dana bergulir tanpa bunga dan pengembaliannya dicicil selama 10 bulan. 13
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Manajemen dana zakat, infaq dan sedekah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dhu'afa: Studi kasus pada LAZIS Sabilillah Malang

Manajemen dana zakat, infaq dan sedekah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dhu'afa: Studi kasus pada LAZIS Sabilillah Malang

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui jika LAZIS Sabilillah menerapkan prinsip pemberdayaan ekonomi yaitu lembaga fokus untuk meningkatkan pendapatan Mustahik. Jika tidak memiliki usaha maka akan dibimbing untuk melakukan usaha. Jika sudah memiliki usaha dan berjalan dengan baik maka akan di ajarkan marketing sesuai dengan kondisi saat ini. Upaya pemberdayaan LAZIS Sabilillah kepada Mustahik dengan menggunakan dana zakat, infaq dan shodaqoh disalurkan dalam bentuk dana bantuan atau santunan dan juga disalurkan melalui beberapa program pemberberdayaan yaitu Program Pembinaan, Sabilillah Enterpreneur Iducation (SEI), Kesejahteraan Mustahik (Bina Usaha) , Insentif Rutin Guru Ngaji dan Takmir Musolla binaan dan Santunan 8 asnaf yang ada (Fakir, Miskin, Ghorim, Musafir, Mualaf).
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

Efektivitas Pendayagunaan Dana Zakat, Infaq Dan Shadaqah (ZIS) Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

(Studi Kasus: Baitul Mal Aceh Untuk Program Pemberdayaan Ekonomi)

Efektivitas Pendayagunaan Dana Zakat, Infaq Dan Shadaqah (ZIS) Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus: Baitul Mal Aceh Untuk Program Pemberdayaan Ekonomi)

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas pendayagunaan dana zakat, infak dan shadaqah yang ada di baitul mal aceh untuk program pemberdayaan ekonomi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif, karena metode ini menurut penulis cocok dan relavan dengan objek penelitian. Dalam penelitian ini data yang digunakan ialah data kualitatif yaitu yang bersumber dari data primer dan observasi dan dokumentasi. Semua instrumen tersebut saling menunjang dan melengkapi sehingga diperoleh data yang lengkap dan akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baitul mal aceh telah berhasil mendayagunakan dana zakat, infak dan shadaqah dalam peningkatan kesejahteraan mustahik dengan jumlah 15 mustahik yang berhasil diberdayakan pada program pemberdayaan ekonomi. Program pemberdayaan ekonomi telah berjalan dengan efektif dibuktikan dari tingkat pendapatan yang dirasakan mustahik sebelum dan sesudah menerima bantuan dari program pemberdayaan ekonomi serta peningkatan dalam segi agama para mustahik yang sesuai dengan tujuan program pemberdayaan ekonomi yakni meningkatkan dari segi material dan spiritual para penerima bantuan modal usaha (mustahik).
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

Analisis pendistribusian dana zakat bagi pemberdayaan masyarakat (studi pada Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa Cabang Jawa Tengah)

Analisis pendistribusian dana zakat bagi pemberdayaan masyarakat (studi pada Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa Cabang Jawa Tengah)

Islam sebagai agama universal tidak hanya berisi ajaran mengenai hubungan manusia dengan Tuhannya yang berupa ibadah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia yang disebut muamalah. Muamalah merupakan kegiatan manusia yang berperan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan, melalui kegiatan perekonomian. Kegiatan ekonomi merupakan upaya untuk memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut, manusia senantiasa bertarung dengan kekuatan alam untuk mengeluarkan dari padanya makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal. Karena adanya berbagai macam kebutuhan, situasi dan lingkungan hidup yang berbeda-beda, maka terjadilah pertukaran antar sesama manusia pada berbagai macam kebutuhan.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Dana Zakat, Infaq

dan Shadaqah di Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Tulungagung

Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Dana Zakat, Infaq dan Shadaqah di Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Tulungagung

Rumusan Masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana upaya LMI Tulungagung dalam rangka memberdayakan masyarakat miskin melalui dana zakat, infaq dan shadaqah? (2) Bagaimana pengelolaan dana zakat, infaq dan shadaqah yang dilakukan oleh LMI Tulungagung? (3) Apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh LMI Tulungagung dalam memberdayakan masyarakat miskin melalui dana zakat, infaq dan shadaqah? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui upaya LMI Tulungagung dalam rangka memberdayakan masyarakat miskin melalui dana zakat, infaq dan shadaqah (2) Untuk mengetahui pengelolaan dana zakat, infaq dan shadaqah yang dilakukan oleh LMI Tulungagung (3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh LMI Tulungagung dalam membedayakan masyarakat miskin melalui dana zakat, infaq dan shadaqah. Diharapkan, hasil penelitian ini akan berguna untuk pengembangan aspek sosial ekonomi dalam rangka memperkuat perekonomian Kabupaten Tulungagung. Selain itu, serta evaluasi sosial pengembangan ekonomi dan agama. Dalam skripsi ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode data koleksi melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects