Top PDF Media Gambar Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini

Media Gambar Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini

Media Gambar Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang meningkatnya kemampuan berbicara anak khususnya dalam mengemukakan pendapat, bercerita ataupun merespon guru. Hal tersebut dikarenakan kurang stimulus dari guru, media kurang bervariatif dan lingkungan kurang kondusif. Penelitian ini dilaksanakan di TK Al-Danazar Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang khususnya pada Kelas A dengan jumlah partisipan sebanyak 14 orang yang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 8 orang anak perempuan. Permasalahan yang ada di kelas A ini diselesaikan dengan menggunakan media gambar bercerita. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penggunaan media gambar bercerita, (2) menggambarkan aktivitas peningkatan kemampuan berbicara anak melalui media gambar bercerita serta (3) memaparkan hasil peningkatan kemampuan berbicara anak setelah menggunakan pembelajaran dengan media gambar bercerita. Peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian model Elliot. Peneliti mengumpulkan data menggunakan penilaian performa, observasi, wawancara, catatan lapangan serta dokumentasi. Dalam penilaian performa, peneliti menggunakan indikator ketercapaian untuk melihat dan mengukur ketercapaian perkembangan kemampuan berbicara anak. Berdasarkan data yang diperoleh, ada dua cara penggunaan media gambar bercerita yakni dibuat oleh peneliti dan dibuat oleh anak serta diceritakan sendiri oleh ank. Selanjutnya aktivitas anak mengalami peningkatan. Pada siklus III, anak yang mau merespon sebanyak 75,67%, antusiasme anak sebanyak 91,89%, tidak bermain saat pembelajaran sebanyak 78,37%, mau berpendapat sebanyak 64,84% dan mau mengikuti seluruh kegiatan sebanyak 100%. Lalu rata-rata kemampuan berbicara anak sebagai berikut: siklus I rata-rata kemampuan berbicara anak sebesar 10,43%, siklus II menjadi sebesar 35,26% dan siklus III menjadi 44,55%. Dari hasil persentase tersebut, media gambar bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak. Adapun rekomendasi yang peneliti ajukan yaitu penggunaan media gambar bercerita untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak akan lebih optimal jika didukung oleh metode yang lebih bervariatif dan lebih menarik serta melibatkan anak dalam setiap kegiatannya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengembangan Literasi Sains Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita Menggunakan Media Gambar Seri

Pengembangan Literasi Sains Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita Menggunakan Media Gambar Seri

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di TK Mekar Arum, bahwa kemampuan literasi sains anak usia dini masih rendah. Salah satu penyebab dari kondisi ini karena guru kurang mengoptimalkan media pembelajaran dalam meningkatkan aspek perkembangan kognitif khususnya pada literasi sains. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan literasi sains anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran melalui metode bercerita menggunakan media gambar seri. Selain itu, penelitian ini dilaksanakan untuk dapat memaparkan proses dan peningkatkan dari penerapan metode bercerita menggunakan media gambar seri. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B dengan jumlah 19 anak. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan desain John Elliot yang dilaksanakan dalam tiga siklus dan tiga tindakan pada setiap siklusnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen penilaian performa dengan menggunakan tiga indikator, lembar observasi, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi kegiatan berupa foto. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh, dapat dinyatakan bahwa upaya meningkatkan kemampuan literasi sains anak usia dini melalui metode bercerita menggunakan media gambar seri telah berhasil meningkat. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata skor yang diperoleh anak pada setiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata skor yang didapat yaitu 2,2. Siklus II rata-rata skor yang diperoleh anak yaitu 2,99. Dan pada siklus III anak mendapat rata-rata skor 3,48. Dari hasil rata-rata skor yang meningkat, maka penelitian ini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains anak usia dini.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN PERMAINAN KATA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN PERMAINAN KATA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR.

Kemampuan membaca anak Kelompok B di PAUD Al-Istiqomah masih relatif rendah. Hal ini terjadi karena pembelajaran membaca terfokus pada buku bacaan yang tidak menarik dan bersifat membosankan. Anak usia dini umumnya enggan untuk membaca sesuatu yang bersifat abstrak. Selain itu tuntutan orang tua yang menginginkan anak cepat bisa membaca. Ditambah lagi tuntutan dari SD yang mengadakan penerimaan siswa dengan menggunakan tes baca tulis. Guru memerlukan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN GAMBAR SERI DALAM AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA.

PENGGUNAAN GAMBAR SERI DALAM AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA.

Media pembelajaran sangat bermanfaat bagi peserta didik, guru atau pun masyarakat umum karena media berfungsi mempermu- dah gerak seseorang untuk mengetahui hal yang belum pernah dilihat, didengar atau di- ketahui, media juga memperjelas sesuatu yang dikatakan secara verbal, memperkecil atau memperbesar sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung serta dapat berfungsi sebagai alat yang membuat peserta didik bergairah dalam belajar dan jelas dalam menyerap materi pembelajaran. Sehingga da- ri berbagai fungsi yang dimilikinya media banyak digunakan oleh satu orang untuk me- nyampaikan gagasan atau ide kepada orang lain, dapat memperjelas pesan, dapat menya- lurkan pesan dengan baik, mengatasi keterba- tasan ruang dan waktu bahkan dapat membe- rikan hiburan bagi orang yang yang melihat- nya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita.

PENDAHULUAN Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita.

Pendidikan merupakan usaha sadar menyiapkan peserta didik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewariskan nilai-nilai luhur budaya bangsa sehingga membentuk manusia yang berkualitas. Pemenuhan tuntutan tersebut, ditempuh jalur pendidikan. Jalur pendidikan merupakan media yang efektif.

5 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK MELALUI METODE  BERCERITA  DENGAN  MEDIA BARANG  BEKAS   Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Melalui Metode Bercerita Dengan Media Barang Bekas Pada TK 03 Kaliwuluh Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BARANG BEKAS Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Melalui Metode Bercerita Dengan Media Barang Bekas Pada TK 03 Kaliwuluh Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Media Big Book terhadap Kemampuan Berbicara pada Anak Usia Dini

Pengaruh Media Big Book terhadap Kemampuan Berbicara pada Anak Usia Dini

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media big book terhadap kemampuan berbicara anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Subjek kelompok eksperimen B3 dan subjek kelompok kontrol B6. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi. Teknik analisis menggunakan (uji t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam kemampuan berbicara (thitung ñUðïó H Œ] š tabel 2,145) dengan rata-rata kelompok eksperimen 13,7 (baik) dan kelompok kontrol 13,1 (baik). Berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada guru untuk dapat menggunakan media big book sebagai alternatif dalam pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berbicara pada anak usia dini.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI  MELALUI METODE BERCERITA PADA TK PERTIWI PULUHAN I   Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA PADA TK PERTIWI PULUHAN I Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa dalam kelancaran berbahasa melalui metode bercerita. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di TK Pertiwi Puluhan I Kabupaten Klaten. Subyek penelitian adalah anak TK Pertiwi Puluhan I yang berjumlah 10 anak.

14 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA GAMBAR SERI  Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Gambar Seri Kelompok B di TK Aisiyah Sambon Tahun Ajaran 2016/2017.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA GAMBAR SERI Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Gambar Seri Kelompok B di TK Aisiyah Sambon Tahun Ajaran 2016/2017.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut anak untuk cepat tanggap terhadap segala bentuk perubahan, sehingga sejak usia Taman Kanak- kanak diharapkan bisa berbahasa asing, walaupun sebenarnya prinsip pembelajaran yang ada di Taman Kanak-kanak adalah bermain sambil belajar yang artinya aktivitas-aktivitas lebih ditekankan pada cirri-ciri bermain. Melalui bermain, anak dapat memperoleh berbagai kemampuan, seperti kemampuan manajemen emosi, dan kemampuan berpikir logis-matematis.

14 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA GAMBAR SERI  Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Gambar Seri Kelompok B di TK Aisiyah Sambon Tahun Ajaran 2016/2017.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA GAMBAR SERI Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Gambar Seri Kelompok B di TK Aisiyah Sambon Tahun Ajaran 2016/2017.

Whinda Tri Hastutik/ A520130046. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA GAMBAR SERI KELOMPOK B DI TK AISIYAH SAMBON TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Maret, 2017.

14 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK  MELALUI BERCERITA DENGAN GAMBAR SERI  Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Melalui Bercerita Dengan Gambar Seri (Penelitian Pada Anak Kelompok Usia 4-5 Tahun di KB Dahlia Sengon Tahun Pelajaran 2012/2013

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI BERCERITA DENGAN GAMBAR SERI Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Melalui Bercerita Dengan Gambar Seri (Penelitian Pada Anak Kelompok Usia 4-5 Tahun di KB Dahlia Sengon Tahun Pelajaran 2012/2013

Dengan ini, saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

16 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERCERITA  PADA ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR KARTUN  Pengembangan Kemampuan Bercerita Pada Anak Melalui Media Gambar Kartun Pada Kelompok B RA Sudirman Waru Kebakkramat Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013.

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERCERITA PADA ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR KARTUN Pengembangan Kemampuan Bercerita Pada Anak Melalui Media Gambar Kartun Pada Kelompok B RA Sudirman Waru Kebakkramat Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013.

Teriring doa, semoga semua bantuan dan amal kebaikan yang telah di berikan kepada penulis mendapatkan imbalan pahala dan keridhoan Allah SWT. Semoga skripsi ini dapat memberi konstribusi positif bagi dunia pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini. Akhirnya, penulis mengharap kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini karena penulis sadar skripsi ini masih banyak kekurangannya.

15 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE BERCERITA MEDIA KOTAK GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN DI TK KUMARA DIPA

PENERAPAN METODE BERCERITA MEDIA KOTAK GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN DI TK KUMARA DIPA

berhitung permulaan pada anak. Santyasa (dalam Admin 2012:5.4)mengemukakan bahwa anak dapat diajar tentang berhitung pemula pada usia prasekolah yaitu pada Usia Taman Kanak-Kanak (TK). Durkin (dalam Dhien, 2007:5.3) mengatakan bahwa tidak ada pengaruh negatif pada anak-anak tentang berhitung pemula sejak usia dini. Anak-anak yang telah diajarkan berhitung pemula sebelum melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi, pada umumnya lebih maju di sekolah dari anak-anak yang belum pernah memperoleh pembelajaran tentang berhitung sejak usia dini. Ahli lain yaitu Stainberg (dalam Dhien, 2007:5.3) telah berhasil dalam eksperimennya tentang berhitung pemula sejak usia dini untuk anak-anak berusia antara 1-4 tahun. Stainberg juga menemukan bahwa anak- anak yang telah mendapat pelajaran tentang berhitung pemula pada usia dini umumnya lebih maju di sekolah dibandingkan dengan anak yang belum mendapatkan pengajaran tentang berhitung pemula pada usia dini. Steinberg (dalam Dhien (2007:5.3) mengemukakan bahwa, setidaknya ada empat keuntungan mengenalkan anak berhitung pemula sejak usia dini dilihat dari segi proses belajar mengajar: belajar berhitung pemula sejak usia dini meningkatkan kemampuan kognitif anak. Situasi akrab di rumah dan di KB atau di TK merupakan faktor yang kondusif bagi anak untuk belajar. Anak-anak usia dini umumnya cepat mengingat tentang perhitungan, dan pemikiran anak bisa terstruktur dan memiliki kepastian dalam bertindak bertingkah laku dapat diatur. Anak-anak yang berusia dini dapat mempelajari sesuatu dengan mudah dan cepat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE BERCERITA DISERTAI GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B TK KUSUMA PUGERAN SURYODININGRATAN YOGYAKARTA

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE BERCERITA DISERTAI GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B TK KUSUMA PUGERAN SURYODININGRATAN YOGYAKARTA

Hasil Observasi Kemampuan Bicara Anak Pra Tindakan diatas menunjukan persentase kemampuan berbicara anak sebelum dilakukan tindakan, maka dapat diketahui bahwa ketuntasan belajar anak Pra Tindakan adalah 7,14% (satu anak) pada kriteria sangat baik, 64,29% (sembilan anak) pada kriteria baik dan 28,57% (empat anak) pada kriteria cukup. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara anak Pra Tindakan masih rendah dan belum berkembang dengan optimal. Rendahnya kemampuan berbicara dikarenakan anak belum terbiasa berkomunikasi dan berinteraksi didepan kelas, dan pembelajaran cenderung monoton, kurang memberikan stimulasi anak untuk berbicara, dan masih bersifat individu, penggunaan media kurang menarik minat anak dan belum diberi kesempatan untuk mengungkapkan ide atau pendapat. Berdasarkan data diatas, peneliti menemukan berbagai macam permasalahan yang kemudian peneliti jadikan bahan refleksi untuk merencakan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Adapun masalah yang peneliti temukan antara lain:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Media Gambar Foto Keluarga Di Kelompok B Tk Pertiwi Butuhan Delanggu Tahun 2012/2013.

PENDAHULUAN Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Media Gambar Foto Keluarga Di Kelompok B Tk Pertiwi Butuhan Delanggu Tahun 2012/2013.

Belajar berbicara dapat dilakukan anak dengan bantuan dari orang dewasa melalui percakapan. Dengan bercakap-cakap, anak akan menemukan pengalaman dan meningkatkan pengetahuannya dengan mengembangkan bahasanya. Anak membutuhkan reinforcement (penguat), reward (hadiah, pujian), stimulasi, dan model atau contoh yang baik dari orang dewasa agar kemampuannya dalam berbahasa dapat berkembang secara maksimal.

4 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A DI TK BENER YOGYAKARTA.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A DI TK BENER YOGYAKARTA.

Kelompok A berada dalam tahap kemampuan berbahasa usia 3,4 sampai 4,5 tahun dan 4,5 sampai 6,5 tahun. Usia 3,4 sampai 4,5 tahun terjadi aspek-aspek bahasa secara tepat dan kontinyu, perkembangan tanggapan dan perbendaharaan kata semakin banyak melebihi kemampuan ekspresi dan artikulasinya. Anak ingin bisa bercerita lebih cepat daripada kemampuan lidahnya, anak mungkin mempunyai kawan secara khayal dan senang bercakap-cakap dengan kawan yang anak khayalkan, pertanyaan makin luas dan menggunakan kata mengapa dan bagaimana, sifat ingin tahunya mendalam tentang segala situasi, banyak mengenai cerita khayal dan cerita berbelit-belit diantara fantasi dan kenyataan, namun masih memakai substusi artikulasi yang belum jelas. Usia 4,5 sampai 6,5 tahun perbendaharaan kata sementara tidak berkembang sampai usia enam tahun, berbicara sudah mirip tingkatan anak dewasa, walaupun artikulasinya belum matang sampai usianya kurang lebih delapan tahun. Anak menjadi lebih cepat menggunakan gramatikal atau tata bahasa. Anak sanggup membuat pertanyaan yang lebih baik untuk hal-hal yang baru. Suaranya makin mendewasa dan tidak mengalami perubahan sampai usia puber.
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA DINI.

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA DINI.

Dunia pendidikan sekarang ini secara nyata telah berkembang pesat, hal ini terlihat jelas dengan adanya usaha meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, melalui proses belajar mengajar dengan paradigma baru yaitu bahwa pengetahuan tidak begitu saja bisa ditransfer oleh guru ke pikiran siswa, tetapi pengetahuan tersebut dikonstruksi di dalam pikiran siswa itu sendiri. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered), tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Dalam kondisi seperti ini, guru atau pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran.Jadi, siswa atau pebelajar sebaiknya secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar, berupa lingkungan.Lingkungan yang dimaksud adalah guru itu sendiri, siswa lain, kepala sekolah, petugas perpustakaan, bahan atau materi ajar (berupa buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video, atau audio, dan yang sejenis).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN

Keterampilan menulis merupakan kete- rampilan berbahasa yang sangat kompleks dan sukar dikuasai, karena bila dibandingkan dengan keterampilan menyimak dan berbicara. Tarigan (1993: 8) menganggap keterampilan bahasa yang relatif sukar adalah membaca dan menulis. Meskipun demikian keterampilan menulis sangatlah penting untuk dikuasai. Sekarang ini semakin jarang guru memberikan tugas tersebut dalam kegiatan pembelajaran terutama pada anak-anak sekolah dasar. Demikian pula halnya dengan menilai tugas mengarang, tentunya tidak bisa hanya mengukur panjang atau pendek tulisan yang dibuat siswa, tetapi guru harus membaca isi dan sistematika karangan, termasuk jalan pikiran
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

METODE BERCERITA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK USIA DINI (Studi Kasus di TK Pertiwi Mustika Jaya Bekasi) Sri Sukatmi

METODE BERCERITA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK USIA DINI (Studi Kasus di TK Pertiwi Mustika Jaya Bekasi) Sri Sukatmi

ABSTRAK; Tujuan penelitaian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode bercerita yang dirancang dan diterapkan di lembaga pendidikan anak usia dini pada TK Pertiwi, Mustika Jaya, bekasi ini dapat mengembangkan kemampuan berbicara pada anak usia dini. Selanjutnya para guru-guru yang berkecimpung dalam pendidikan anak usia dini dapat mengembangkan metode tersebut sesuai dengan kondisi yang ada diwilayahnya. Berbagai permasalahan yang ditemukan dilapangan terkait dengan kemampuan anak dalam berbicara, sejauhmana kemampuan anak berbicara setelah dikembangkannya metode bercerita dan bagaimana penerapan metode bercerita pada anak usia dini dalam mengembangkan kemampuan berbicara pada anak usia dini. Penelitian ini dilaksanakan di TK-Pertiwi, Mustika Jaya, Bekasi yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan dimana sebelum melakukan penelitian tindakan kelas sebesar 43% anak dapat berkomunikasi dengan baik, sebesar 34% dapat berkomunikasi cukup baik dan 23% kurang dapat berkomunikasi dengan baik namun setelah melaksanakan Siklus perbaikan pembelajaran peneliti menyimpulkan bahwa sebesar 73% dapat berkomunikasi dengan baik, sebesar 21% dapat berkomunikasi dengan cukup baik dan sebesar 6% kurang dapat berkumunikasi dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua anak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik dan aktif.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA GAMBAR

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA GAMBAR

peningkatan kemampuan menyimak melalui metode bercerita dengan media gambar melalui perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada anak usia 5-6 tahun di TK Tunas Bangsa Sanggau Ledo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan bentuk penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus terhadap18 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisa. Hasil penelitian diperoleh bahwa bercerita dengan media gambar dalam pembelajaran untuk meningkatan kemampuan menyimak, yang dilaksanakan dalam dua siklus, meningkat pada semua aspek yaitu, anak dapat menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita dan menjawab pertanyaan tentang isi cerita, terjadi peningkatan sebesar 86,57%. Ketercapaian tersebut tergolong sangat baik. Hal ini menunjukan bahwa bercerita dengan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menyimak anak.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects