Top PDF Memahami Maulid Nabi Saw Secara Mendalam

Memahami Maulid Nabi Saw Secara Mendalam

Memahami Maulid Nabi Saw Secara Mendalam

Demikianlah beberapa pernyataan para intelektual Barat tentang Nabi Muhammad saw. Namun jika kita kembali berbicara tentang perayaan Maulid Nabi saw –terlepas dari sikap kontra sebagian kalangan terhadap kegiatan Peringatan Maulid Nabi saw; penulis mencermati bahwa Maulid masih terkesan seremonial belaka dan setengah-setengah. Karena itu, tulisan ini mencoba untuk memaknai Maulid Nabi saw secara mendalam, sehingga umat Islam mampu membawa semangat Maulid Nabi saw dalam konteks dunia modern dan mampu mewujudkan cinta hakiki terhadap Rasul saw secara benar.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

contoh proposal maulid nabi muhammad saw

Tanggal 12 Rabiul Awal 1432 H, seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun. Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

9. MEMAHAMI SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW. - MEMAHAMI SEJARAH NABI

9. MEMAHAMI SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW. - MEMAHAMI SEJARAH NABI

Karena melihat peluang dakwah Islam di Makkah, nabi Muhammad berfikir untuk hijrah ke Yasrib (Madinah). Karena Yasrib mempuyai arti hubungan yang mendalam. Bahkan sangat dekat, karena ayah beliau Abdullah bin Abdul Muthalib dikubur di Yasrib. Famili-familinya dari pihak Bani Najjar juga ada di sana.

5 Baca lebih lajut

14. MEMAHAMI SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW - 13 memahami sejarah nabi

14. MEMAHAMI SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW - 13 memahami sejarah nabi

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Muslim) Selain melaksanakan amal saleh secara umum, lebih khusus lagi beliua beliau memberi posisi special pada satu hal yaitu “ilmu”. Dengan ilmu menjadi pintu kita agar bermanfaat di dunia. Sehingga kemuliaan manusia dapat diraih dengan ilmu.

8 Baca lebih lajut

Sosiologi Maulid Nabi

Sosiologi Maulid Nabi

Nabi SAW lahir pada tahun gajah (571 M) dalam lingkungan sosial budaya jahiliyah. Disebut tahun gajah, karena saat itu tentara gajah di bawah pimpinan Raja Abrahah menyerang Ka'bah, karena marah dan merasa iri dengan Ka'bah di Makkah yang banyak dikunjungi orang dari berbagai pelosok negeri sambil bertransaksi ekonomi, sementara Ka'bah palsu yang dibuatnya sepi pengunjung. Secara sosiologis, kelahirannya disuasanai persaingan sosial ekonomi dengan penistaan dan penyerangan Ka'bah. Dan, para penista dan penyerang Ka'bah itu dihancurkan oleh "tentara langit " (burung ababil) yang melempari mereka dengan batu panas yang membuat mereka seperti daun yang dimakan ulat (QS al-Fil [105]: 1-5).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Asal Muasal Maulid Nabi Muhammad SAW Ber

Asal Muasal Maulid Nabi Muhammad SAW Ber

Setelah Dinasti Fatimiyah, perayaan maulid selanjutnya dilakukan oleh orang-orang sunni yang ketika itu diselenggarakan oleh Sultan Atabek Nuruddin (569 H) yang merupakan seorang penguasa di Shuriah. Perayaan maulid ketika itu dilaksanakan pada malam hari dengan mendeklamasikan syair yang berisi puji-pujian kepada raja. Di Mosul (Irak) perayaan maulid dilaksanakan oleh seorang ulama yang bernama Umar al Malla. Perayaan maulid dilaksanakan setiap tahun dengan mengundang para tokoh masyarakat, ulama, dan fuqaha ke kediamannya. Sementara di Ibril (10 km dari Mosul), pada masa pemerintahan Muzafaruddin, perayaan maulid pertama kali dirayakan secara besar-besaran dan populer hingga ke berbagai daerah, sehingga setiap tahun perayaan ini selalu menarik perhatian orang-orang dari berbagai daerah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MEMAHAMI ESENSI PERINGATAN MAULID NABI SHALLALLÂHU ‘ALAIHI WA SALLAM

MEMAHAMI ESENSI PERINGATAN MAULID NABI SHALLALLÂHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Acara Maulid di luar bulan Rabi ’ ul Awwal sebenarnya telah ada dari zaman dahulu, yang terjadi secara kultural pada kalangan masyarakat tertentu, seperti acara pembacaan kitab Dibâgh wal Barjanji atau kitab-kitab yang berisi shalawat-shalawat yang lain yang diadakan satu minggu sekali di desa-desa dan pesantren, hal itu sebenarnya adalah masuk dalam kategori Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam , walaupun di Indonesia, masyarakat tidak menyebutnya dengan sebutan maulid. Dan jika kita berkeliling di negara-negara Islam yang lain, maka kita pun akan menemukan bentuk acara dan waktu yang berbeda-beda dalam acara Maulid Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam , karena ekspresi ‘ syukur ’ (nikmat) tidak hanya bisa dilakukan dalam satu waktu tertentu, tetapi harus terus menerus dan dapat berganti-ganti cara, selama ada nilai ketaatan (bersesuaian dengan prinsip dan nilai syari’at Islam) dan tidak bercampur dengan kemaksiatan. Seperti di Yaman, Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam , diadakan setiap Malam Jumat, yang berisi bacaan shalawat-shalawat Nabi dan ceramah agama dari para ulama, dengan tema utama: “ Meneladani Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam ” .
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TRADISI MALAMANG DALAM PROSESI ACARA MAULID NABI SAW DI PARIAMAN

TRADISI MALAMANG DALAM PROSESI ACARA MAULID NABI SAW DI PARIAMAN

Setelah itu lamang masak dan dibungkus dengan kertas koran, sedang- kan lauk pauk sudah di dalam jamba dan dibungkus dengan kain dan dalamak. Kemudian pengkarya berkumpul deng- an ibu-ibu di Nagari Gunuang Padang Alai tersebut untuk berangkat bersama- sama menuju surau. Sesampai di surau pengkarya melihat berbagai macam perilaku masyarakat yang sangat an- tusias dengan maulid Nabi ini. Rom- bongan ibu-ibu yang membawa jamba dan lamang disambut oleh masyarakat laki-laki di luar surau dan menyusunnya di dalam surau. Pengkarya juga melihat ada orang baretong, yaitu kegiatan mengumpulkan uang atau sedekah dengan menyebutkan secara langsung penyumbang dan berapa nominal uang yang diberikan dan dicatat oleh panitia. Uang itu digunakan untuk pembangunan surau yang belum selesai.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI IDENTITAS NAHDHATUL ULAMA’ DALAM PERINGATAN MAULID KANZUS SHOLAWAT DI KOTA PEKALONGAN

KONSTRUKSI IDENTITAS NAHDHATUL ULAMA’ DALAM PERINGATAN MAULID KANZUS SHOLAWAT DI KOTA PEKALONGAN

Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Pekalongan yang diselenggarakan oleh Habib Luthfi bin Yahya Ra‟is „Am Jam‟iyah Ahlu Thariqah al Mu‟tabarah an Nahdiyah (badan otonom Nahdhatul Ula ma‟) sering disebut dengan Maulid Kanzus Sholawat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya secara seremonial pengajian saja, melainkan penuh dengan pesan dan simbol- simbol yang merupakan langkah Nahdhatul Ulama‟ untuk merekonstruksi identitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam rangkaian Maulid Kanzus Sholawat di Kota Pekalongan, (2) mengetahui identitas yang dibangun oleh Nahdhatul Ulama‟ melalui peringatan Maulid Kanzus Sholawat di Kota Pekalongan, (3) mengetahui upaya- upaya yang dilakukan Nahdhatul Ulama‟ dalam merekonstruksi identitas tersebut pada peringatan Maulid Kanzus Sholawat di Kota Pekalongan.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Maulid Dan Nabi Dan SAW.doc

Maulid Dan Nabi Dan SAW.doc

Peringatan maulid Nabi belum pernah dilakukan dari kaum salafus soleh yang hidup pada 3 abad pertama yang mulia, melainkan baru ada setelah itu di kemudian. Dan umat Islam di semua daerah dan kota-kota besar senantiasa mengadakan peringatan maulid pada bulan kelahiran Rasulullah. Mereka mengadakan jamuan-jamuan makan yang luar biasa dan di isi dengan hal-hal yang menggembirakan dan baik. Pada malam harinya, mereka mengeluarkan berbagai macam sedekah, mereka menampakan kegembiraan dan suka cita. Mereka melakukan kebaikan- kebaikan dari biasanya. Mereka bahkan meramaikan bahkan dengan membaca buku-buku maulid. Dan tampaklah keberkahan Nabi dan maulid secara merata. Dan semua ini telah teruji.”(al-Imam al-Hafizh as-Sakhawi dalam al-Ajwibah al-Mardliyyah). 10
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN RASA CINTA ATAS RASULULLAH SAW [Studi Kasus di Majelis Maulid Watta’lim Roudlotussalaf Tulungagung, Ds. Sumberdadi, Kec. Sumbergempol. Kab Tulungagung] - Institutional Repository of IAIN Tulungagung AGUS BAB I

PENGEMBANGAN RASA CINTA ATAS RASULULLAH SAW [Studi Kasus di Majelis Maulid Watta’lim Roudlotussalaf Tulungagung, Ds. Sumberdadi, Kec. Sumbergempol. Kab Tulungagung] - Institutional Repository of IAIN Tulungagung AGUS BAB I

Kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW begitu menggelora dan mendalam sepanjang hayatnya, bahkan setelah wafatnya. Bentuk cinta dan hormat itu diwujudkan dengan bersholawat. Nabi Muhammad SAW adalah nikmat terbesar dan anugerah teragung yang Allah berikan kepada alam semesta. Ketika manusia saat itu berada dalam kegelapan syirik, kufur, dan tidak mengenal Tuhan pencipta mereka. Senada dengan pernyataan Muzayyin Arifin dalam bukunya Kapita Selekta Pendidikan Islam, mengatakan bahwa:‘’Agama Islam yang diwahyukan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Surat Undangan Maulid Nabi Muhammad Saw

Surat Undangan Maulid Nabi Muhammad Saw

Membangun pemuda dan masyarakat yang memeiliki loyalitas terhadap islam merupakan tanggung jawab besar demi kemaslahatan umat. Maka pemahaman terhadap ajaran agama islam adalah modal utama yang melandasinya, suatu yang mustahil membangun komunitas pemuda dan masyarakat yang berperadaban islam tanpa di topang dengan adanya pemahaman yang menyeluruh dan mendalam.

13 Baca lebih lajut

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Perbuatan yang dilarang di sini, misalnya adalah perbuatan-perbutan bid'ah dan mengandung unsur syirik serta memuja-muja Nabi Muhammad saw secara berlebihan, seperti membaca wirid-wirid atau bacaan-bacaan sejenis yang tidak jelas sumber dan dalilnya. Nabi Muhammad saw sendiri telah menyatakan dalam sebuah hadis:

2 Baca lebih lajut

Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara

Hukum Memperingati Hari Besar Islam: Studi Terhadap Pendapat Ormas Islam di Sumatera Utara - Repository UIN Sumatera Utara

Fatwa boleh memperingati maulid Nabi saw. yang dikeluarkan oleh Tim Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah ini penulis temukan di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dalam keadaan tidak tersusun perjilid, sehingga penulis menelusuri rak buku di mana sebelumnya penulis menemukan satu di antara lima jilid yang ada sebagai pedoman pencarian. I ndikator yang lain, setelah tidak tersosialisasikan fatwa tersebut secara merata, bahwa faktor rujukan yang diterima secara merata oleh tokoh dan da’i Muhammadiyah. Dalam hal ini I bn Taimiyah sebagai rujukan. Artinya, ketika orang Muhammadiyah mendengarkan kata-kata yang bersumber dari syaikh I bn Taimiyah maka kata tersebut layak untuk diikuti. Hasyimsyah sendiri mengakui akan hal ini, ia mengatakan:
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Pelajaran 8 Memahami Peristiwa Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Pelajaran 8 Memahami Peristiwa Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Tafakur yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. adalah memikirkan dan merenungkan keadaan penduduk Makkah yang sesat. Cara beribadah seperti itu juga disebut dengan ta ḥ annus, yaitu beribadah selama beberapa malam dan menjauhkan diri dari dosa. Beliau mengadukan kepada Allah Swt. tentang perbuatan masyarakat Arab yang jauh dari martabat kemanusiaan. Mereka sering melakukan tindakan yang tercela. Nabi Muhammad Saw. sangat prihatin dengan keadaan tersebut dan berharap suatu ketika dapat memperbaikinya.

11 Baca lebih lajut

STANDAR KOMPETENSI Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW

STANDAR KOMPETENSI Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW

Nabi tidak hanya diutus untuk penduduk Makkah saja, atau bagi bangsa Arab saja, namun nilai-nilai yang dibawanya adalah nilai-nilai universal yang dapat meningkatkan martabat umat manus[r]

37 Baca lebih lajut

Assalamualaikum Wr

Assalamualaikum Wr

Emalem tanggal settong e bulan Muharram aropaaghi settong mu’jizat se eparengaghi da’ guste Nabi Muhammad saw se epasalamet dari ancaman oreng-oreng kafir. Karana ampon kasokanna guste Allah swt, nabi Muhammad saw epasalamet eparjhalanan e bakto malem dari kotta mekkah, istirahat e pan saponapan tempat, nerrosaghi parjhalanan epon kantos tandhuk dha’ settong kotta engghi kadhinto kota al-munawarrah se samangken esebbhut kota Madina dalem parjhalanan, korang langkong 10 are.

2 Baca lebih lajut

MEWASPADAI KEKELIRUAN METODE INTERPRETASI DALAM MEMAHAMI HADIS NABI SAW

MEWASPADAI KEKELIRUAN METODE INTERPRETASI DALAM MEMAHAMI HADIS NABI SAW

Urgensi dan kedudukan Hadits atau Sunnah dalam membentuk tatanan kehidupan dan dalam menyempurnakan keberagamaan seseorang sudah tak diragukan lagi, sebab Sunnah atau Hadits yang merupakan sumber utama kedua ajaran Islam setelah Al-Quran memiliki peran dan fungsi yang sangat besar dalam memahami agama. Jika Al-Quran dianggap sebagai landasan teoritis ajaran Islam maka Hadits adalah landasan operasional dan aplikasinya melalui seorang figure yang mana perkataan, perbuatan dan tindak tanduknya selalu dijadikan penjelas dan penafsir isi kandungan Al-Quran. Dengan demikian implementasi makna dan kandungan Al-Quran sangat dipengaruhi oleh penguasaan dan pemahaman seseorang terhadap Hadits atau Sunnah. Hal inilah yang menjadi postulasi pemikiran imam As-Sya`bi yang melahirkan sebuah statemen:
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi

Sesungguhnya seutama-utama kewajiban atas seorang mu’min adalah keyakinannya, yaitu beriman secara man tap bahwa Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi kita dan mencukupkan nikmat-Nya atas kita dengan dibangkitkannya serta diutusnya seorang rasul yaitu Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “ Pada hari ini te lah Kusempurnakan untuk kalian agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.” (Q.S. Al-Maidah 3). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda : “Aku telah meninggalkan kalian atas hujjah yang terang, malamnya seperti siangnya, maka orang yang menyimpang dari hujjah (keterangan) tersebut setelahku pasti akan binasa.” (H.S.R. Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah, hadits no. 5). Oleh karena itu bagi seorang mu’min yang menginginkan dan sedang mencari jalan keselamatan harus membatasi tingkah laku dan ibadahnya sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuknya melalui lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, serta tidak boleh ridha terhadap dirinya atau orang lain siapapun dia jika ada yang membuat syariat dalam agama Allah subhanahu wa ta’ala atau menganggap sesuatu itu baik berdasarkan akalnya semata dan hawa nafsunya apa -apa yang tidak diizinkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PROGRAM SEMESTER KLS 4 SMT 1 & 2

PROGRAM SEMESTER KLS 4 SMT 1 & 2

No Kompetensi Dasar 3 Memahami hijrah Nabi Muhammad Saw ke Thaif  Mengidentifikasi sebab-sebab Nabi Muhammad Saw hijrah ke Thaif  Menceritakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw [r]

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...