Top PDF Metode Memperoleh Ilmu Pengetahuan

Metode Memperoleh Ilmu Pengetahuan

Metode Memperoleh Ilmu Pengetahuan

3an! dimaksud den!an metode empirik $aitu pen!etahuan $an! didapatkan melalui pen!alaman indera%i dan akal men!olah bahan&bahan $an! diperoleh dari pen!alaman den!an "ara induksi' alam metode ini terdapat beberapa unusur $aitu sub$ek# ob$ek dan hubun!an antara sub$ek  dan ob$ek' Sub$ek adalah $an! mene!atahui atau manusi itu sendiri sebab manusia sejatin$a adalah kno%er dimana dalam diri setiap manusia terdapat kampuan untuk dapat men!etahui (dalam arti luas)# kemampuan&kemampuan tersebut adalah (a) Kemampuan ko!nitif# $aitu kemampuan untuk mene!tahu \dalam artin$a se"ara luas dan lebih mendalam seperti men!erti# memahami dan men!ha$ati \ dan men!in!at apa $an! diketahui' ,andasan ko!nitifitas manusia adalah rasio atau akal' Kemampuan ko!nitif manusia bersifat netral' (b) kemampuan afektif $aitu kemampuan untuk merasakan tentan! apa $an! diketahuin$a seperti rasa "inta# indah dan seba!ain$a' kemampuan afektif berlandas pada rasa tau 2albu dan disebut pula den!an hati nurani# kemampuan ini bersifat tidak netral' (") kemampuan konatif $aitu kemampuan untuk  men"apai apa $an! dirasakan# kemampuan ini menjadi da$a doron! untuk men"apai (atau menjauhi) se!ala apa $an! diditekan oleh rasa' Adapun ob$ek adalah $an! diketahui baik bersifat a priori maupun a posteriori dan terakhir adalah proses terjadin$a hubun!an anatara sub$ek dan ob$ek'
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN. pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip

BAB III METODE PENELITIAN. pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip

Angket ialah daftar pertanyaan atau pertanyaan yang dikirimkan kepada responden baik secara langsung atau tidak langsung (melalui pos atau perantara). 51 Instrument dari angket ini akan diberikan kepada siswa dan siswi yang mengikuti mata pelajaran fiqih di kelas VIII semester II, angket ini berisi beberapa pertanyaan untuk mengungkap peningkatan motivasi belajar siswa dalam mata pelajara fiqih melalui metode SAVI (somatic, auditory,

15 Baca lebih lajut

METODE MEMPEROLEH ILMU H{UD{U> >RI< DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT MULLA< S{ADRA<

METODE MEMPEROLEH ILMU H{UD{U> >RI< DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT MULLA< S{ADRA<

Ilmu h}ud}u>ri> terdiri dari dua tingkatan. Pertama, berupa wahyu, yakni bagi jiwa yang suci dari tabiat yang kotor dan buruk- nya per buatan maksiat, dan suci dari akhlak yang tercela, sehingga mampu menghadap kepada Tuhannya, berserah diri kepada-Nya, dan bersandar pada pancaran-Nya. Oleh sebab itu, Allah berkenan mem perhatikannya dengan sebaik-baik pertolongan dan menyambut pang hadapannya dengan penuh, sehingga Allah menjadikan jiwa nya bagai kan lembaran kertas dan pena dari akal universal. Selanjut nya Allah menggoreskan semua ilmu dari sisi-Nya, sebagaimana Allah ber firman dalam QS. al-Kahfi: 65: “ Kami telah mengajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.” Akal universal berperan sebagai guru dan jiwa yang suci berstatus murid, sehingga berhasil memperoleh semua ilmu dan gambaran semua hakikat dengan tanpa proses belajar. Kedua, berupa ilham, yaitu bagi jiwa yang memperoleh pancar an ilahi sesuai dengan kapasitas dan kersiapannya untuk meng akses apa yang ada di lembaran catatan segala sesuatu. Ilham itu mirip dengan wahyu, hanya saja wahyu lebih jelas dan lebih kuat dari pada ilham. Wahyu merupakan ilmu kenabian, dan ilham adalah ilmu ladunni> yang keadannya bagaikan cahaya sebuah pelita dari alam gaib yang me mancar pada hati yang jernih dan bersih. Jadi, ilmu h}ud}u>ri> yang berupa wahyu maupun ilham adalah ilmu yang langsung diberi kan oleh Allah Swt. ke dalam hati manusia yang bersih dari berbagai kotoran.”
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGETAHUAN ILMU PENGETAHUAN DAN METODOL

PENGETAHUAN ILMU PENGETAHUAN DAN METODOL

Metode induksi adalah suatu cara atau jalan yang dipakaiuntuk mendapatkan ilmu pengetahuan ilmiah dengan bertitik tolak dari pengamatan atas hal hal atau masalah yang bersifat khusus,kemudian menarik kesimpulan yang bersifat umum. Apabila orang menerapkan cara penalaran ini berarti orang tersebut mengawali suatu penalaran dengan memberikan contoh contoh tentang peristiwa khusus yang sejenis kemudian menarik kesimpulan yang bersifat umum.

4 Baca lebih lajut

ILMU DAN HAKEKAT ILMU PENGETAHUAN DALAM

ILMU DAN HAKEKAT ILMU PENGETAHUAN DALAM

pengetahuan yang rasional, sistematik, konfrehensif, konsisten, dan bersifat umum tentang fakta dari pengamatan yang telah dilakukan. Dan berdasarkan definisi di atas terlihat jelas ada hal prinsip yang berbeda antara ilmu dengan pengetahuan. Pengetahuan adalah keseluruhan ilmu pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang ada dan berupa common sense, tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar- samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN. Metode berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan

BAB III METODE PENELITIAN. Metode berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan

Cara mengambil sampel dari populasi dengan memberikan kesempatan yang sama bagi anggota populasi untuk terpilih menjadi anggota sampel. Cara mengambil dari sampling random ini ada tiga cara: Undian, Ordinal, dan Table bilangan random. untuk efisien waktu, tenaga dan pikiran, peneliti memakai cara undian. Pada pengambilan sampel dengan cara undian ini, peneliti memakai dasar pemikiran Suharsimi Arikunto, populasi lebih dari 100 dapat diambil sampel 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih. Peneliti ingin meneliti secara lengkap agar diketahui di SMP itu terdapat kelas khusus dan reguler kelas khusus A sedangkan lainnya kelas reguler. Apakah metode ini hasilnya sama setelah metode Snowball Drilling
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN. Tanpa penelitian ilmu pengetahuan tidak akan bertambah, padahal

BAB III METODE PENELITIAN. Tanpa penelitian ilmu pengetahuan tidak akan bertambah, padahal

Yaitu mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis dan terjun langsung terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. 66 Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi berkaitan dengan keadaan lokasi dan kondisi obyek penelitian serta untuk mengetahui upaya-upaya pengendaliannya dan perilaku subyek peneliti.

13 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dasar Tentang Filsafat Ilmu dan Pengetahuan

Pengetahuan Dasar Tentang Filsafat Ilmu dan Pengetahuan

1. Empirisme, menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalaman (empereikos = pengalaman). Dalam hal ini harus ada 3 hal, yaitu yang mengetahui (subjek), yang diketahui (objek) dan cara mengetahui (pengalaman). Tokoh yang terkenal: John Locke (1632 –1704), George Barkeley (1685 -1753) dan David Hume.

9 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE SQ3R DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP

PENERAPAN METODE SQ3R DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai sarana dalam meningkatkan pemahaman terhadap fenomena sosial dan menyikapinya perlu dilakukan dengan baik agar siswa mempunyai bekal yang cukup dalam menghadapi tantangan sosial masa kini dan masa yang akan datang. Pembelajaran IPS juga berfungsi dalam meningkatkan kesadaran warga negara bertumbuh dalam peran serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Peningkatan kompetensi siswa dalam bidang sosial perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai macam strategi dan model pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa. Pembelajaran kooperatif tipe SQ3R mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai ranah tujuan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB I PENGETAHUAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN TELAAH FILOSOFIS - Filosofi Ilmu Pengetahuan

BAB I PENGETAHUAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN TELAAH FILOSOFIS - Filosofi Ilmu Pengetahuan

universal tersebut direfleksikan atau dipikir secara kritis dengan tujuan untuk mendapatkan unsur-unsur yang hakiki, sehingga dihasilkan pemahaman yang mendalam. Kemudian apa perbedaan Ilmu Pengetahuan dengan Filsafat. Apabila ilmu pengetahuan sifatnya taat fakta, objektif dan ilmiah, maka flsafat sifatnya mempertemukan berbagai aspek kehidupan di samping membuka dan memperdalam pengetahuan. Apabila ilmu pengetahuan objeknya dibatasi, misalnya Psikologi objeknya dibatasi pada perilaku manusia saja, flsafat objeknya tidak dibatasi pada satu bidang kajian saja dan objeknya dibahas secara flosofs atau reflektif rasional, karena flsafat mencari apa yang hakikat. Apabila ilmu pengetahuan tujuannya memperoleh data secara rinci untuk menemukan pola-polanya, maka flsafat tujuannya mencari hakiki, untuk itu perlu pembahasan yang mendalam. Apabila ilmu pengetahuannya datanya mendetail dan akurat tetapi tidak mendalam, maka flsafat datanya tidak perlu mendetail dan akurat, karena yang dicari adalah hakekatnya, yang penting data itu dianalisis secara mendalam.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Pertemuan 2 Metode Penelitian - Pertemuan 2 Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

Pertemuan 2 Metode Penelitian - Pertemuan 2 Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

Menurut pendapat Gordon (1994 : 57) pengertian pengetahuan adalah struktur organisasi pengetahuan yang biasanya merupakan suatu fakta prosedur dimana jika dilakukan akan memenuhi kinerja yang mungkin. Nadler (1986 : 62) berpendapat pengetahuan adalah proses belajar manusia mengenai kebenaran atau jalan yang benar secara mudahnya mengetahui apa yang harus diketahui untuk dilakukan. Sedangkan menurut Notoatmodjo (2007) pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN METODE EXAMPLE NON-EXAMPLE

MENINGKATKAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN METODE EXAMPLE NON-EXAMPLE

Gagne (dalam Dimyati, Mudjiono, 2006:10) belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan sikap dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari : (i) stimulus yang berasal dari lingkungan dan (ii) proses kognitif yang dilakukan oleh pebelajar. Dengan demikian belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi menjadi kapabilitas baru. Belajar menurut konsepsi modern adalah proses perubahan tingkah laku dalam arti seluas-luasnya, meliputi: pengamatan, pengenalan, pengertian, pengetahuan, keterampilan, perasaan, minat penghargaan sikap (Cicih Sunarsih, 2007:3). Menurut Bruner dan Nyimas Aisyah (2007: 1.5)
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Ilmu Manajemen

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Ilmu Manajemen

d. Joseph John Thompson ( 1856 M – 1940 M ) adalah seorang ilmuan dengan penelitiannya yang membuahkan penemuan Elektron. Thompson mengungkapkan bahwa gas mampu mengantarkan listrik. Ia menjadi seorang perintis ilmu fisika nuklir. Dia juga menemukan sebuah metode untuk memisahkan jenis atom dan sinar molekul yang berbeda dengan menggunakan sinar positif.

12 Baca lebih lajut

Makalah Perbedaan Pengetahuan Dan Ilmu Pengetahuan

Makalah Perbedaan Pengetahuan Dan Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan berdasar pada metode ilmiah. Dalam ilmu pengetahuan alam Ilmu pengetahuan berdasar pada metode ilmiah. Dalam ilmu pengetahuan alam (( sains  sains), ), met metoda oda yan yang g dipe dipergu rgunak nakan an ada adalah lah met metoda oda pen pengam gamatan atan, , eks eksper perimen imen,, generalisasi, dan verifikasi. Sedang ilmu sosial dan budaya juga menggunakan generalisasi, dan verifikasi. Sedang ilmu sosial dan budaya juga menggunakan metode pengamatan, wawancara, eksperimen, generalisasi, dan verifikasi. Dalam metode pengamatan, wawancara, eksperimen, generalisasi, dan verifikasi. Dalam common sense
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pengetahuan yang

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pengetahuan yang

Berdasarkan uraian di atas, maka diduga kurikulum IPA di Indonesia belum diimplementasikan oleh kebanyakan sekolah. Hal ini dikuatkan oleh Dasar Pemikiran yang ditulis pada Panduan Seminar Sehari Hasil Studi Internasional Prestasi Siswa Indonesia dalam Bidang Matematika, Sains, dan Membaca, yang menyebutkan bahwa salah satu sebab rendahnya mutu lulusan adalah belum efektifnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran selama ini masih terlalu berorientasi terhadap penguasaan teori dan hafalan dalam semua bidang studi yang menyebabkan kemampuan belajar peserta didik menjadi terhambat. Metode pembelajaran yang terlalu berorientasi kepada guru (teacher centered) cenderung mengabaikan hak-hak dan kebutuhan, serta pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan kurang optimal.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGERTIAN PENGETAHUAN ILMU DAN ILMU PEN

PENGERTIAN PENGETAHUAN ILMU DAN ILMU PEN

2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah. 3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek,

6 Baca lebih lajut

Implementasi Metode Inkuiri dalam Peningkatan Aktivitas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial

Implementasi Metode Inkuiri dalam Peningkatan Aktivitas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial

Berdasarkan hasil pengamatan dengan menggunakan model konvensional dan sebelum dilakukan tindakan dengan menggunakan metode inkuiri persentase aktivitas belajar peserta didik sangat rendah yaitu aktivitas fisik sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata sebesar 11,42%, aktivitas mental sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata sebesar 8,57%, aktivitas emosional sebelum dilaksanakan tindakan dengan rata-rata sebesar 8,57%. Berdasarkan indikator kinerja juga masih banyak yang belum muncul. Secara keseluruhan dari lima belas indikator kinerja yang ditetapkan dalam penelitian ini, berdasarkan hasil refleksi awal hanya muncul sembilan (9) indikator saja, yaitu mencatat, menjawab pertanyaan, menganalisa, menanggapi, perhatian terhadap pelajaran, berani bertanya, antusias terhadap pelajaran dan gembira dalam mengikuti pelajaran.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN. Ilmu pengetahuan atau science adalah sekelompok pengetahuan yang

BAB III METODE PENELITIAN. Ilmu pengetahuan atau science adalah sekelompok pengetahuan yang

Arikunto (2006, hal.156) menjelaskan observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera Menurut Rahayu dan Ardani (2004, hal.1) merupakan kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Dalam penelitian ini digunakan metode observasi non sistematis metode ini adalah observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan (Arikunto, 2006, hal.156).

21 Baca lebih lajut

MANUSIA MEMPEROLEH PENGETAHUAN

MANUSIA MEMPEROLEH PENGETAHUAN

Pengetahuan dengan korespondensi (pengetahuan hushuli) adalah sejenis pengetahuan yang melibatkan obyek subyektif maupun obyek obyektif secara terpisah, dan yang mencakup hubungan korespondensi antara salah satu obyek ini dengan yang lain. Dalam kenyataannya, kombinasi obyek-obyek luar dan dalam beserta derajat maksimum korespondensi antara mereka membentuk esensi jenis pengetahuan ini. Karena korespondensi betul-betul merupakan hubungan dua pihak secara hakiki, maka dapat dikatakan dengan logis bahwa apabila hubungan ini terjadi, pasti ada konjungsi antara satu obyek, A, dengan obyek lain B. Hubungan itu tidak berlaku apabila salah satu arah konjungsi tidak benar. Seandainya tidak terdapat obyek eksternal, maka tidak akan ada gambaran dan representasinya. Akibatnya, tidak terdapat kemungkinan lahirnya hubungan korespondensi antara keduanya, dengan demikian tidak ada pula kemungkinan bagi eksistensi jenis pengetahuan itu sama sekali. Sebagaimana dipaparkan di atas, obyek eksternal memainkan peran utama dan mendasar dalam esensialitas ilmu hushuli (pengetahuan dengan korespondensi tetapi hal ini tidaklah menjadi bagian pembentuk ilmu hudhuri (pengetahuan dengan kehadiran). Sekarang ada keharusan untuk mendiskusikan ciri-ciri masing-masing spesies pengetahuan ini. 21
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ILMU SEBAGAI PROSEDUR (Metode MeMPeroleh Pengetahuan IlMIah)

ILMU SEBAGAI PROSEDUR (Metode MeMPeroleh Pengetahuan IlMIah)

“Dictionary of Phylosophy” oleh Runes diartikan : Knowledge ; relation know. Apprehended truth. Opposite of opinion. Certain knowledge is more than opinion, less than truth. Runes, Dagobert D. ( 1983 : 161 ), ( ilmu pengetahuan, yang berhubungan dengan tahu. Kebenaran yang dimengerti. Lawan dari opini. Ilmu pengetahuan tertentu lebih daripada pendapat, tetapi ukurannya di bawah jika dibandingkan dengan kebenaran). Lebih lanjut di dalam “American Peoples Encyclopedia.” Kata knowledge diartikan: knowledge, ideally a full and evident awarness of the truth with respect to anything; practically, an orderly awarness of whatever can definetly be accepted as real. ( t.th : 944 ) (Ilmu pengetahuan, suatu kesadaran penuh dan terbuktikan dari suatu kebenaran mengenai sesuatu; bersifat praktis, tersusun secara definitif yang dapat diterima sebagai realita).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...