Top PDF MUTU FISIK DAN NILAI SUN PROTECTING FACTOR LOSIO TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus Merr.)

MUTU FISIK DAN NILAI SUN PROTECTING FACTOR 

LOSIO TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS 

(Ananas comosus Merr.)

MUTU FISIK DAN NILAI SUN PROTECTING FACTOR LOSIO TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus Merr.)

Kulit buah nanas merupakan limbah yang tidak dimanfaatkan secara baik namun memiliki kandungan yang bermanfaat. Flavonoid dan tanin yang dimiliki kulit buah nanas dapat dijadikan bahan kosmetik losio. Tabir surya adalah produk yang dapat melindungi kulit terhadap sinar UV yang kerjanya mengabsorbsi sinar UV kemudian diubah menjadi zat yang tidak berbahaya. Kosmetik yang dibuat perlu dilakukan pengujian mutu yaitu fisik dan nilai SPF. Penelitian ini bertujuan mengetahui losio yang dibuat memenuhi persyaratan mutu berdasarkan SNI. Tahapan penelitian ini meliputi pengumpulan kulit buah nanas, pembuatan simplisia, pemeriksaan mutu simplisia, pembuatan ekstrak, identifikasi senyawa flavonoid dan tanin, pembuatan losio, dan uji mutu losio. Parameter yang diamati meliputi organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, bobot jenis, pH, dan nilai SPF. Hasil penelitian menunjukkan mutu fisik yang dihasilkan yaitu organoleptis berwarna coklat, bau khas nanas, tekstur yang cair agak kental, dan merupakan sediaan yang homogen. Nilai daya sebar 9,8233cm±0,8648, viskositas 3000Cps±0, bobot jenis 1,0459±0,003166, pH 5,407±0,03915, SPF losio 0,8193±0,0174. Nilai SPF yang tidak memenuhi SNI dipengaruhi beberapa faktor mulai dari pembuatan simplisia hingga pengujian nilai SPF. Kesimpulannya losio ekstrak kulit buah nanas memiliki organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, bobot jenis, dan pH yang sesuai dengan SNI 16-4399-1996. Namun nilai SPF losio belum memenuhi persyaratan SNI.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

AKTIVITAS NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comusus L. Meer)

AKTIVITAS NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comusus L. Meer)

mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat bekerja sebagai bahan aktif tabir surya. Menurut Sestili (1998) flavonoid dan tanin sebagai antioksidan yang kuat dan pengikat ion logam yang diyakini mampu mencegah efek berbahaya dari sinar UV atau dapat mengurangi kerusakan pada kulit (Suryanto, 2012). Hasil rendemen ekstrak kulit buah nanas diperoleh 7,8179 %. Semakin rendah nilai rendemen yang dihasilkan maka semakin tinggi pula mutu yang didapatkan.

9 Baca lebih lajut

Formulasi Dan Uji Potensi KRIM TABIR SURYA Dengan Bahan Aktif Ekstra Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Formulasi Dan Uji Potensi KRIM TABIR SURYA Dengan Bahan Aktif Ekstra Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Sediaan tabir surya dibuat dalam bentuk sediaan krim. Sediaan krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi yang mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar yang terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok (Dirjen POM, 1979: 8). Sediaan krim digunakan karena sediaan ini merupakan sediaan yang menyenangkan, mudah menyebar rata, dan praktis digunakan (Ansel, 2008: 515). Selanjutnya dilakukan Penentuan nilai SPF (Sun Protecting Factor), %Te, dan %Tp sediaan krim ekstrak kulit nanas, dengan cara masing-masing dari formula (formula I, II, III, dan IV) ditimbang sebanyak 2 gram, lalu dilarutkan dengan etanol p.a dan dicukupkan volumenya hingga 10 mL dalam labu ukur yang telah disaring sebelumnya, setelah itu diukur absorbansinya pada panjang gelombang 290-400 nm dengan interval 5 nm dan diukur transmitan pada panjang gelombang 272,5-372,5 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Dilakukan 3 kali pengujian untuk setiap formula. Pengukuran absorban dilakukan untuk menentukan nilai SPF dari masing-masing formula, sedangkan pengukuran transmitan dilakukan untuk menentukan %Te dan %Tp dari masing-masing formula.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

MUTU FISIK DAN NILAI SPF SEDIAAN KRIM TABIR SURYA

EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas Comosus. L).

MUTU FISIK DAN NILAI SPF SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas Comosus. L).

Uji pH bertujuan untuk mengetahui keamanan sediaan sehingga pada saat krim digunakan tidak mengiritasi kulit. nilai pH untuk sediaan krim berdsarkan acuan SNI 16-4399- 1996 tentang sediaan tabir surya yaitu berkisar antara 4,5-8,0. Nilai pH yang diperoleh dri hasil pengujian ketiga sediaan krim sama yaitu 6. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan krim yang dibuat aman dan dapat digunakan pada kulit karena telah memenuhi persyaratan pH pada SNI. Jika pH krim tidak sesuai dengan yang ditetapkan maka dapat menyebabkan perubahan pada pH mantel kulit yang dapat mengakibatkan iritasi atau penyakit kulit lainnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr)) SEBAGAI TABIR SURYA

FORMULASI SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr)) SEBAGAI TABIR SURYA

Kulit buah Nanas (Ananas comosus L. Merr) mengandung flavonoid dan tanin yang mampu bekerja sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan losio tabir surya dari ekstrak kulit buah Nanas dengan konsentrasi 8, 10 dan 12%, menguji sediaan losio ekstrak kulit buah Nanas berdasarkan persyaratan sediaan losio meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH dan uji daya sebar dan menguji sediaan losio ekstrak kulit buah Nanas sebagai sediaan tabir surya dengan pengukuran nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Kulit buah Nanas konsentrasi 8, 10 dan 12% dapat diformulasikan sebagai sediaan losio. Losio yang dibuat memenuhi persyaratan sediaan losio meliputi uji organoleptik dengan bentuk semisolid, warna kuning-kehijauan dan bau khas buah Nanas. Uji homogenitas dengan tidak terdapatnya partikel-partikel kecil pada seluruh sediaan losio; uji pH dengan nilai pH 6 yang masih dalam interval pH kulit yaitu 4-7,5 dan uji daya sebar dengan luas diameter sebar 6-7 cm yang menunjukkan konsistensi semisolid yang sangat nyaman dalam penggunaan. Efektivitas sediaan tabir surya dilakukan dengan penentuan SPF menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Seluruh losio memenuhi syarat sebagai tabir surya dengan nilai SPF berturut-turut 2,66; 2,72 dan 2,83.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Mutu Manisan Kering Bonggol Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Terhadap Penilaian Sensori

Mutu Manisan Kering Bonggol Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Terhadap Penilaian Sensori

Bonggol nanas dipilih dari buah nanas dengan kriteria kulitnya berwarna kuning dan tingkat kematangan 75-80%. Bonggol nanas sebanyak 500 gram kemudian bonggol dibelah menjadi dua bagian sehingga menghasilkan irisan bonggol dengan panjang dan lebar 5x2 cm serta ketebalan lebih kurang 0,5 cm. Irisan bonggol ditusuk menggunakan garpu sebanyak 10 kali. Bonggol dicuci dan direbus dengan suhu 90°C selama 10 menit lalu ditiriskan. Bonggol nanas direndam dalam larutan garam 0,1% selama 30 menit kemudian dicuci dan ditiriskan. Setelah itu, bonggol direndam dalam larutan kapur 0,2% selama 60 menit kemudian dicuci dengan air panas untuk membersihkan dari sisa larutan kapur lalu ditiriskan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK NANAS (Ananas comosus (L) Merr) SEBAGAI ANTIHELMINTIK TERHADAP WAKTU KEMATIAN CACING

PENGARUH EKSTRAK NANAS (Ananas comosus (L) Merr) SEBAGAI ANTIHELMINTIK TERHADAP WAKTU KEMATIAN CACING

Nanas merupakan tanaman buah yang selalu tersedia sepanjang tahun. Herba tahunan atau dua tahunan, tinggi 50-150 cm, terdapat tunas merayap pada bagian pangkalnya. Daun berkumpul dalam roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang, tebal, liat, panjang 80-120 cm, lebar 2-6 cm, ujung lancip menyerupai duri, tepi berduri tempel yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya terminal dan bertangkai panjang. Buahnya buah buni majemuk, bulat panjang, berdaging, berwarna hijau, jika masak warnanya menjadi kuning. Buah nanas rasanya enak, asam sampai manis. Bijinya kecil, seringkali tidak jadi. Tanaman buah nanas dapat diperbanyak dengan mahkota, tunas batang, stek atau tunas ketiak daunnya (Rohrbach et al., 2003).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Nanas ( Ananas Comosus L. Merr ) Dan Lama Perendaman Terhadap Kualitas Tahu

Pengaruh Pemberian Ekstrak Nanas ( Ananas Comosus L. Merr ) Dan Lama Perendaman Terhadap Kualitas Tahu

Pada Gambar 12 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah nanas maka tekstur akan menurun. Hal ini disebabkan karena proses penggumpalan tahu dipengaruhi oleh kandungan bahan kering, kadar air, dan percepatan saat penggumpalan. Hou dkk(1999), menyatakan bahwa tahu dipengaruhi oleh kandungan bahan kering, kadar air, dan percepatan saat penggumpalan. Penambahan konsentrasi ekstrak nanas akan menaikan kecepatan reaksi protealisis yang menyebabkan makin lemahnya agregat tahu yang terbentuk, sehingga saat penggabungan saat penggumpalan untuk dicetak akan menghasilkan tekstur yang kurang kompak lembek, yang ditandai dengan banyak nya pori-pori pada tahu yang dihasilkan. (Pontecorvo dan Bourne, 1998). Di dukung oleh Winarno (1993) sifat fisik tahu seperti kekompakan tekstur dipengaruhi oleh senyawa protein, yang terdiri dari globulin sebesar 70% yang dapat digumpalkan
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

ISOLASI DAN KARAKTERISASI PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BUAH PADA TANAMAN NANAS (Ananas comosus [L.] Merr.)

ISOLASI DAN KARAKTERISASI PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BUAH PADA TANAMAN NANAS (Ananas comosus [L.] Merr.)

Nanas (Ananas comosus L. Merr.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mendominasi perdagangan buah tropika dunia. Indonesia merupakan negara yang menempati posisi ketiga sebagai negara penghasil nanas olahan dan segar setelah Thailand dan Filipina. Salah satu kendala dalam peningkatan produksi nanas adalah adanya penyakit busuk buah (fruit collapse) yang disebabkan oleh bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi penyebab penyakit busuk buah nanas dari perkebunan PT Nusantara Tropical Farm (NTF) dan mengetahui identitas patogen tersebut. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama berupa isolasi dari jaringan buah dan crown nanas yang sakit untuk mendapat isolat-isolat murni. Tahap kedua adalah karakterisasi yang dilakukan melalui uji morfologi,biokimia, dan patogenisitas untuk mengetahui karakteristik isolat patogen yang diperoleh. Dari hasil isolasi diketahui bahwa penyebab penyakit busuk buah nanas yang ada di PT NTF adalah bakteri. Isolat bakteri tersebut merupakan bakteri Gram negatif, bersifat soft rot, anaerob fakultatif dan virulen. Gejala penyakit antara lain berupa busuk buah, pada daun terbentuk garis-garis berwarna coklat dan melepuh. Berdasarkan gejala yang khas pada daun tanaman sakit serta hasil karakterisasi isolat bakteri, diduga bahwa penyebab penyakit busuk buah pada tanaman nanas di perkebunan PT NTF adalah bakteri Erwinia chrysanthemi. Kata kunci: Erwinia chrysanthemi, fruit collapse, isolasi, karakterisasi bakteri, penyakit busuk buah nanas.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Uji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar bromelain terhadap Bovine Serum Albumin (BSA) dari ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Uji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar bromelain terhadap Bovine Serum Albumin (BSA) dari ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Untuk melihat potensi antioksidan dari enzim protease yang telah digunakan dalam perawatan luka, dalam penelitian ini dilakukan pemeriksaan aktivitas antioksidan terhadap kulit buah nanas. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kulit nanas mempunyai kemampuan sebagai antioksidan dan aktivitas biologis lainnya (Hossain dan Rahman, 2011; da Silva et al , 2010; Erukainure et al , 2012). Kulit dari buah nanas merupakan salah satu bagian dari limbah buah nanas, selain bonggol dan daunnya. Limbah tersebut umumnya dapat digunakan sebagai pakan ternak. Khususnya kulit buah nanas dapat digunakan untuk produksi kertas, baju, dan uang kertas. Hal tersebut disebabkan kulit buah nanas banyak mengandung selulosa, hemiselulosa, dan karbohidrat yang lain (Bartholomew et al. , 2003). Bromelain diduga terkandung dalam kulit, selain di bonggol, dan daun (Ketnawa, Rawdkuen, dan Chaiwut, 2010).
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

SIFAT ORGANOLEPTIK DAGING AYAM PETELUR TUA YANG DIRENDAM DALAM EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr)

SIFAT ORGANOLEPTIK DAGING AYAM PETELUR TUA YANG DIRENDAM DALAM EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr)

310 data dihasilkan dapat diketahui bahwa semakin lama perendaman daging ayam petelur tua dalam ekstrak kulit nanas maka tingkat kesukaan terhadap aroma daging ayam petelur tua semakin menurun. Hal ini disebabkan semakin lama perendaman maka protein menjadi terurai yang mempengaruhi senyawa-senyawa volatil terlepas. Menurut Warris (2000) dalam Fernando (2007), aroma atau bau dihasilkan dari substansi-substansi volatil yang ditangkap oleh reseptor penciuman yang ada di belakang hidung yang selanjutnya diinterpretasikan oleh otak.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Uji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar bromelain terhadap Bovine Serum Albumin (BSA) dari ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr).

Uji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar bromelain terhadap Bovine Serum Albumin (BSA) dari ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr).

mengandung bromelain diambil sebagai crude extract. Crude extract umumnya mempunyai aktivitas yang rendah karena masih merupakan campuran dari beberapa enzim dan ada kemungkinan masih terkandung senyawa-senyawa yang lain selain enzim. Purifikasi dilanjutkan dengan pendinginan ekstrak kasar pada suhu 4°C, kemudian dilakukan penambahan etanol dingin (90%) dengan perbandingan 1:3. Campuran kemudian diaduk dengan menggunakan magnetic stirrer untuk membantu etanol menarik senyawa-senyawa selain bromelain untuk terpisah. Etanol merupakan pelarut organik yang sesuai untuk memisahkan senyawa selain bromelain karena menurut Englard dan Seifter (1990), pelarut organik seperti etanol akan mengakibatkan pengendapan terhadap protein. Campuran kemudian didiamkan selama 24 jam dalam lemari pendingin. Hal ini untuk memberi waktu bagi campuran untuk terpisah membentuk endapan koloidal, dimana bromelain tidak larut dalam pelarut organik.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

FORMULASI DAN PENGUJIAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr.))

FORMULASI DAN PENGUJIAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr.))

Pada penelitian ini dibuat tiga formulasi granul effervescent sari buah Nanas dengan perbedaan asam dan basa. Berdasarkan perbandingan standar asam dan basa suatu sediaan effervescent yaitu 3 : 2 : 1 dibuat variasi rasio Natrium bikarbonat dan asam (asam tartrat dan asam sitrat) sebagai berikut : formula 1 = 2,5 : (2:1), formula 2 = 3: (2:1), formula 3 = 3,5 : (2:1). Formula dapat dilihat pada tabel 1.

6 Baca lebih lajut

EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR KRIM EKSTRAK ETANOLIK DAUN NANAS (Ananas comosus Merr)  EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR KRIM EKSTRAK ETANOLIK DAUN NANAS (Ananas comosus Merr) PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI JANTAN NEW ZEALAND.

EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR KRIM EKSTRAK ETANOLIK DAUN NANAS (Ananas comosus Merr) EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR KRIM EKSTRAK ETANOLIK DAUN NANAS (Ananas comosus Merr) PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI JANTAN NEW ZEALAND.

Dengan memanjatkan puji syukur Alhamdulillah atas ke hadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ Efek Penyembuhan Luka Bakar Krim Ekstrak Etanolik Daun Nanas ( Ananas comosus Merr) pada Kulit Punggung Kelinci Jantan New Zealand “ yang merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) pada Universitas Muhammdiyah Surakarta.

20 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus L.) Dalam Pembuatan Hand Wash Sebagai Antibakteri

Pemanfaatan Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus L.) Dalam Pembuatan Hand Wash Sebagai Antibakteri

In general, pineapple skin waste is discarded and becomes untreated waste, whereas the results of the phytochemical test of pineapple skin contain flavonoids, tannins and saponins and contain compounds that have potential as antibacterial properties. One of the utilization of pineapple skin waste (Ananas comosus L.) is by adding pineapple skin which is processed into an extract which is then added to the process of making Hand Wash or hand washing liquid soap. The purpose of this study was to determine the effect of pineapple skin extract (Ananas comosus L.) as an anti-bacterial in the manufacture of Hand Wash. Then the antibacterial activity was tested on Eschericia coli and Staphylococcus aureus. The test results showed that pineapple peel extract which was applied as Hand Wash could inhibit bacterial growth well which resulted in inhibition zones of 9.9 mm in Eschericia coli and 10.9 mm in Staphylococcus aureus.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit buah nanas dosis 125 mg/kg bb, 250 mg/kg bb, dan 500 mg/kg bb memberikan penurunan kadar glukosa darah yang berbeda nyata dengan kelompok kontrol natrium carboxy methyl cellulose (CMC). Pemberian ekstrak etanol kulit buah nanas dosis 250 mg/kg bb tidak berbeda nyata dengan pemberian metformin dosis 65 mg/kg bb dan terjadi peningkatan kadar superoksida dismutase seiring dengan pemberian ekstrak etanol kulit buah nanas. Intensitas warna tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan hewan coba yang diberi ekstrak etanol kulit buah nanas dosis 250 mg/kg bb.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dankaruniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian EEKBN dosis 125 mg/kg bb, 250 mg/kg bb, dan 500 mg/kg bb telah dapat menurunkan KGD mencit yang diinduksi aloksan. Pemberian EEKBN dosis 250 mg/kg bb menghasilkan efek penurunan KGD mencit yang tidak berbeda nyata dengan pemberian metformin dosis 65 mg/kg bb, hal ini dapat disebabkan senyawa seperti flavonoid yang terdapat didalam ekstrak etanol kulit buah nanas diduga berperan secara signifikan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan dan mampu meregenerasi sel- sel β pankreas yang rusak sehingga defisiensi insulin dapat diatasi. Selain itu flavonoid juga dapat memperbaiki sensitivitas reseptor insulin, menghalangi penyerapan insulin, dan meregulasi aktifitas enzim dalam jalur metabolisme karbohidrat (Brahmachari, 2011).
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

al., 2012b). Flavonoid diduga berperan secara signifikan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan dan mampu meregenerasi sel- sel β pankreas yang rusak sehingga defisiensi insulin dapat diatasi. Flavonoid yang terkandung dalam tanaman juga dapat memperbaiki sensitivitas insulin (Abdelmoaty, et al., 2009). Penelitian terdahulu tentang kulit nanas diuraikan pada Tabel 1.1.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Terhadap Glukosa Darah Dan Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Pada Mencit Hiperglikemia Secara In Vivo

Di Indonesia, nanas ditanam di kebun-kebun, pekarangan, dan tempat- tempat lain yang cukup mendapat sinar matahari. Tanaman tahunan atau dua tahunan, terdapat tunas merayap pada bagian pangkalnya. Daun berkumpul pada roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun berbentuk pedang, tebal, liat, ujung lancip menyerupai duri, tepi berduri tempel yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Buah nanas merupakan gabungan buah-buah sejati yang dalam perkembangannya bergabung bersama-sama tongkol bunga majemuk menjadi satu buah besar. Perbanyakannnya saat ini lebih banyak secara vegetatif melalui penanaman “mahkota” buah. Buahnya bulat panjang, berdaging, berwarna hijau, jika masak warna menjadi kuning (Satya, 2013).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects