Top PDF Panduan Perlindungan Terhadap Kekerasan Fisik

Panduan Perlindungan Terhadap Kekerasan Fisik

Panduan Perlindungan Terhadap Kekerasan Fisik

digolongkan kedalam kelompok yang beresiko tinggi karena umur, kondisi atau kebutuhan yang bersifat kritis. Untuk itu Rumah Sakit berupaya mencegah dan bertanggung jawab melindungi pasien dari kekerasan fisik yang tiba-tiba oleh pengunjung, pasien lain dan staf rumah sakit. Ada beberapa kelompok pasien yang menjadi prioritas utama bagi Rumah Sakit Bethsaida dalam mencegah kekerasan yang bersifat tiba-tiba, kelompok pasien tersebut adalah :

11 Baca lebih lajut

Panduan Perlindungan Pasien Terhadap Kekerasan Fisik 2

Panduan Perlindungan Pasien Terhadap Kekerasan Fisik 2

Adalah ekspresi dari hal-hal yang dilakukan secara fisik yang mencerminkan tindakan agresi f dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang. Kekerasan fisik dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang.

8 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Kekerasan Anak Oleh Ibunya Sendiri

Perlindungan Hukum Terhadap Kekerasan Anak Oleh Ibunya Sendiri

Tindakan kekerasan atau pelanggaran terhadap hak anak tersebutdapat terwujud setidaknya dalam empat bentuk. 5 Pertama, kekerasan fisik. Bentuk ini paling mudah dikenali. Terkategorisasi sebagai kekerasan jenis ini adalah; menampar, menendang, memukul/meninju, mencekik mendorong, menggigit, membenturkan, mengancam dengan benda tajam dan sebagainya. Korban kekerasan jenis ini biasanya tampak secara langsung pada fisik korban seperti; luka memar, berdarah, patah tulang, pingsan dan bentuk lain yang kondisinya lebih berat. Kedua, kekerasan psikis. Kekerasan jenis ini, tidak begitu mudah untuk dikenali. Akibat yang dirasakan oleh korban tidak memberikan bekas yang nampak jelas bagi orang lain. Dampak kekerasan jenis ini akan berpengaruh pada situasi perasaan tidak aman dan nyaman, menurunkan harga diri serta martabat korban. Wujud konkrit kekerasan atau
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Anak dari Tindakan Kekerasan

Perlindungan Hukum terhadap Anak dari Tindakan Kekerasan

Kedudukan anak sebagai generasi muda yang akan meneruskan cita-cita luhur bangsa, calon-calon pemimpin bangsa di masa mendatang dan sebagai sumber harapan bagi generasi terdahulu, perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar, baik secara rohani, jasmani dan sosial. Perlindungan anak merupakan usaha dan kegiatan seluruh lapisan masyarakat dalam berbagai kedudukan dan peranan, yang menyadari betul pentingnya anak bagi nusa dan bangsa di kemudian hari. Jika mereka telah matang pertumbuhan fisik maupun mental dan sosialnya, maka tiba saatnya menggantikan generasi terdahulu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perlindungan Anak Korban Tindakan Kekerasan

Perlindungan Anak Korban Tindakan Kekerasan

Anak merupakan generasi penerus baik dalam sebuah keluarga maupun masyarakat dan bangsa, sehingga diperlukan perlindungan serta pembinaan pada anak dalam menjamin perkembangan mental dan fisiknya serta sosialnya. Menurur Chamidah (2009) bahwa kualitas anak dipengaruhi oleh proses tumbuh kembang anak, dan dalam proses tumbuh kembang anak juga dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor lingkungan (lingkungan biologis, fisik, psikologis dan sosial) dan faktor genetik/keturunan dari orang tua. Disamping itu, anak juga merupakan kelompok yang rentan mengalami tindakan kekerasan, baik kekerasan psikis, kekerasan seksual maupun kekerasan fisik. Menurut Richard J (Probosiwi & Bahransyaf, 2015) faktor-faktor penyebab kekerasan pada anak yaitu (1) Struktur keluarga, dimana keluarga tunggal/single parent lebih memungkinkan melakukan kekerasan pada anak dibandingkan keluarga utuh; (2) Stress sosial, seperti penganggurran, kondisi rumah yang buruk dan kematian salah satu anggota keluarga; (3) Isolasi sosial dan keterlibatan masyarakat bawah; (4) Pewarisan kekerasan antar generasi, seperti ketika seseorang mengalami kekerasan pada masa kecilnya, maka cenderung akan menjadi pelaku kekerasan. Laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (2019) mencatat data kasus pengaduan kekerasan anak yang dilaporkan di KPAI pada tahun 2015 mencapai 4.309 kasus, dan tahun 2016 meningkat menjadi 4.622 kasus, serta tahun 2017 berjumlah 4.579 kasus dan tahun 2018 berjumlah 4.885 kasus.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA (Studi di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Padang)

PELAKSANAAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA (Studi di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Padang)

Pengertian rumah tangga atau keluarga hanya dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang apa yang menjadi objek pembicaraan tentang kekerasan terhadap perempuan. Karena terjadinya kekerasan dalam sebuah rumah tangga sebenarnya bukan merupakan hal yang baru. Namun selama ini selalu dirahasikan oleh keluarga, maupun korban sendiri. Budaya masyarakat ikut berperan dalam hal ini, karena tindak kekerasan apapun bentuknya yang terjadi dalam sebuah rumah tangga atau keluarga adalah merupakan masalah keluarga, dimana orang luar tidak boleh mengetahuinya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Kekerasan pada Anak

Perlindungan Hukum Terhadap Kekerasan pada Anak

Tindak kekerasan pada anak di rumah dilakukan oleh orang, keluarga atau orang di sekitar anak. Sebab-sebab tindak kekerasan dilakukan karena ada perilaku anak yang menjengkelkan orang tua, sehingga orang tua mudah memukul fisik anaknya dan mengeluarkan kata-kata verbal yang menyakiti perasaan.. Tindakan kekerasan orang tua pada anak sangat mudah dilakukan bilamana orang tua sedang menghadapi masalah dan kurang dapat mengendalikan emosinya dengan baik. Akibat pemukulan fisik dan psikis pada anak akan berdampak buruk, baik yang berkaitan dengan fisik, berupa luka, memar, pendarahan pada anggota tubuh, penyiksaan, cacat seumur hidup bahkan dapat menyebabkan kematian pada anak. Kekerasan verbal pada anak dapat berupa cacian, ancaman, penghinaan, dan kata- kata yang menyakitkan perasaan anak. Tindakan kekerasan pada anak tidak saja dilakukan oleh orang tua tetapi orang-orang terdekat lainnya yang berada di sekitar anak. Kakak, abang, kakek, nenek, atau pihak keluarga yang lain. Anak-anak sangat mudah dan rentan mendapatkan kekerasan. Karena pada dasarnya anak-anak sering melakukan kesalahan dan kadang-kadang membuat jengkel orang tua dan keluarganya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KEKERASAN PADA ANAK Bentuk, Penanggulangan, dan Perlindungan Pada Anak Korban Kekerasan

KEKERASAN PADA ANAK Bentuk, Penanggulangan, dan Perlindungan Pada Anak Korban Kekerasan

Dalam Bab IX tentang Penyelenggaraan Perlindungan ditetapkan beberapa bentuk perlidungan anak yang mencakup perlindungan agama, kesehatan, sosial, dan pendidikan. Dalam perlindungan tersebut tidak disebut- kan secara khusus tentang perlindungan bagi anak korban kekerasan. Baru dalam bagian kelima (Pasal 59-71) diatur tentang perlindungan khusus, namun sayangnya dalam ketentuan ini juga ditegaskan tentang bentuk perlidungan khusus bagi anak korban kekerasan. Dalam ketentuan ini hanya ditetapkan tentang proses dan pihak yang bertanggungjawan atas perlindungan anak korban kekerasan. Misalnya, perlindungan anak korban tindak pidana (Pasal 64 ayat 3) hanya ditentukan prosesnya, yaitu melalui: (1) upaya rehabilitasi, baik dalam lembaga maupun di luar lembaga; (2) upaya perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan menghindari labelisasi; (3) pemberian jaminan keselamatan bagi saksi korban dan saksi ahli, baik fisik, mental maupun sosial; dan (4) pemberian aksesibilitas untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan perkara.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI  IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN ATAS KEKERASAN FISIK DALAM MASA PACARAN DI KOTA YOGYAKARTA.

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN ATAS KEKERASAN FISIK DALAM MASA PACARAN DI KOTA YOGYAKARTA.

Puji syukur kepada tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum yang berjudul “IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN ATAS KORBAN KEKERASAN FISIK DALAM MASA PACARAN DI KOTA YOGYAKARTA” dengan baik. Sebuah usaha yang tidak sia–sia dan membuahkan hasil yang memuaskan setelah melalui berbagai halangan dan rintangan namun dengan dorongan dari teman–teman yang sangat spesial bagi penulis maka kesulitan tersebut hendak dijadikan motivasi dalam menyelesaikan penulisan hukum.

13 Baca lebih lajut

Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan

Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan

3. Pasal 19 yang menyatakan bahwa Negara harus mengambil semua tindakan legislatif, administratif, sosial dan pendidikan yang tepat untuk melindungi anak dari semua bentuk kekerasan fisik atau mental, luka-luka atau penyalahgunaan, penelantaran atau perlakuan alpa, perlakuan buruk atau eksploitasi, termasuk penyalahgunaan seks selama dalam pengasuhan (para) orang tua, wali hukum atau orang lain manapun yang memiliki tanggung jawab mengasuh anak.

16 Baca lebih lajut

2.2.1.3 Perlindungan Terhadap Kekerasan Psikis

2.2.1.3 Perlindungan Terhadap Kekerasan Psikis

Di negara kita, tidak terhitung banyaknya kasus kekerasan psikis yang dialami anak di lingkungan rumah maupun sekolahnya, namun hanya sedikit yang terekspos di media. Bahkan pada kacamata kelam dunia pendidikan, ada banyak kasus kekerasan psikis yang benar-benar parah namun sama sekali belum ada penanganan serius karena sepertinya masyarakat terlalu fokus pada kekerasan fisik saja. Padahal anak yang mengalami kekerasan psikis akan mengalami kemunduran dalam kesejahteraan hidup apabila tidak ditangani dengan sungguh-sungguh.

7 Baca lebih lajut

Penerapan  Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari  Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan  Pengadilan Negeri)

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

Pada tahap munculnya ketegangan yang mungkin disebabkan percekcokan terus menerus atau tidak saling memperhatikan yang kadang-kadang disertai kekerasan kecil. Namun semua ini dianggap sebagai bumbu perkawinan. Kemudian pada tahap kedua, kekerasan yang terjadi semakin hebat dan menimbulkan luka fisik yang parah. Kekerasan ini baru terhenti apabila istri pergi dari rumah atau suami sadar apa yang dia lakukan atau salah satu perlu dibawa ke rumah sakit. Sedangkan pada tahap ketiga yakni tahap bulan madu, suami sering menyesali perbuatannya lalu berjanji untuk tidak mengulangi lagi dan istri menjadi luluh lalu memaafkan. Itulah sebabnya perempuan memilih bertahan dan cenderung mengabaikan kekerasan yang dialaminya tersebut. 6
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

bertentangan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Kekerasan terhadap perempuan diartikan sebagai setiap tindakan beedasarkan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, seksual, dan psikologi, termasuk ancaman tindakan-tindakan semacam itu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang- wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi. 48 Dengan adanya deklarasi tersebut, dunia internasional memberikan perhatian serius pada tindak kekerasan terhadap perempuan sehingga dilahirkan sebuah deklarasi yang secara jelas menentang terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apapun diseluruh dunia.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Perlindungan Anak terhadap Kekerasan Menurut Undang-undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Perlindungan Anak terhadap Kekerasan Menurut Undang-undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Dari rumusan Pasal 1 butir 1 tersebut dapat dirinci adanya empat macam kekerasan, yaitu: (1) kekerasan fisik, (2) kekerasan seksual, (3) kekerasan psikologis, dan (4) penelantaran rumah tangga. Keempat macam kekerasan ini akan dibahas satu persatu. Juga dalam Pasal 5 ditentukan bahwa setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara: a. kekerasan fisik; b. kekerasan psikis; c. kekerasan seksual; atau d. penelantaran rumah tangga. Istilah penelantaran rumah tangga ini dapat juga disebut sebagai kekerasan ekonomi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

Persfektif Hukum Pidana Islam Mengenai Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.. Padang: Pascasarjana Il[r]

3 Baca lebih lajut

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

Diberlakukannya delik aduan dalam ketentuan pasal ini dilatarbelakangi oleh karena akibat yang timbulkan dari kekerasan fisik sebagaimana tercantum dalam pasal tersebut tidak menimbulkan akibat atau penderitaan yang parah seperti sakit, jatuh sakit, ataupun luka parah. Sehingga penyelesaian dari tindak pidana tersebut selain dengan ketentuan hukum pidana, dapat juga diselesaikan secara kekeluargaan atau mediasi apabila pihak yang menjadi korban tindak pidana mencabut tuntutannya.

27 Baca lebih lajut

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

Sehingga dapat diketahui bahwa pengaturan tindak pidana kekerasan fisik terhadap istri yang diatur dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga merupakan ketentuan yang bersifat khusus yang mengatur mengenai sanksi pidana serta perlindungan terhadap korban. Namun dalam penerapannya masih memfokuskan pada penjatuhan sanksi pidana terhadap pelaku sedangkan perlindungan terhadap korban cenderung diabaikan.

1 Baca lebih lajut

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

Penerapan Ketentuan Pidana Dalam Kekerasan Fisik Terhadap Istri Dintinjau Dari Aspek Perlindungan Terhadap Korban (Studi Terhadap 4 (empat) Putusan Pengadilan Negeri)

BAB II BATASAN KEKERASAN FISIK TERHADAP ISTRI JIKA DIKAITKAN DENGAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN MENURUT KETENTUAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA A. Batasan Pengaturan Kekerasan Fisik terhadap Istri dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga................. 44

8 Baca lebih lajut

Model Pelayanan Sosial Anak Korban Kekerasan Fisik di Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur

Model Pelayanan Sosial Anak Korban Kekerasan Fisik di Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui model pelayanan sosial anak yang dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur terhadap anak dari tindak kekerasan fisik; (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelayanan sosial anak korban kekerasan fisik di Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan landasan teori model pelayanan Half-Way House Services dan analisis SWOT. Adapun model pelaksanaan pelayanan terdiri dari iedntifikasi masalah, penyelidikan, intervnsi sosial dan terminasi yang berfokus pada anak yang menjadi korban kekerasan fisik. Pada pelayanan sosial anak di Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur yaitu (a) Pelaporan; (b) Kunjungan; (c) Rujukan; (d) Monitoring dan Evaluasi; serta (e) Terminasi. Kendala yang dialami dalam pelaksanaan pelayanan sosial anak adalah kesadaran keluarga dan masyarakat tentang perlindungan anak serta haknya, dan SDM pendamping dalam pelayanan sosial anak. Pencegahan kekerasan fisik pada anak bisa dimulai dari keluarga, masyarakat, sekolah sehingga sistem perlindungan anak yang dibangun menjadi sistem pencegahan kekerasan fisik yang terjadi pada anak .
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

 PENULISAN HUKUM / SKRIPSI  PERLINDUNGAN HUKUM PIDANA TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN FISIK DAN PSIKIS.

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI PERLINDUNGAN HUKUM PIDANA TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN FISIK DAN PSIKIS.

Puji Syukur ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum / skripsi ini dengan judul “PERLINDUNGAN HUKUM PIDANA TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN FISIK DAN PSIKIS ” Penulis memiliki har apan dengan adanya karya tulis yang berjudul “ PERLINDUNGAN HUKUM PIDANA TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN FISIK DAN PSIKIS ” ini tidak semata-mata untuk dibaca saja tetapi perlu diresapi bahwa masih banyak para perempuan yang harus dilindungi hukum yang tidak hanya menyoroti pelaku saja, tetapi memandang tinggi martabat korban kekerasan perempuan bahwa para perempuan juga berhak meminta perlindungan di mata hukum dan tidak ada ketidakadilan lagi bagi para perempuan generasi ke depan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects