Top PDF Pembersihan, Sortasi, dan Grading Bahan Hasil Pertanian

Pembersihan, Sortasi, dan Grading Bahan Hasil Pertanian

Pembersihan, Sortasi, dan Grading Bahan Hasil Pertanian

bahan asing seperti tanah, kerikil, rumput, batang, daun, akar yang telah rusak, serta pengotoran lainnya harus dibuang. Hal tersebut dikarenakan tanah merupakan salah satu sumber mikroba yang potensial. Sehingga, pembersihan tanah dapat mengurangi kontaminasi mikroba pada bahan obat. Sedangkan sortasi kering pada dasarnya merupakan tahap akhir pembuatan simplisia. Tujuannya untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian-bagian tanaman yang tidak diinginkan dan pengotoran lain yang masih tertinggal pada simplisia kering. Sortasi dapat dilakukan dengan atau secara mekanik (Anonim, 1985).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Kinerja industri pengupasan, pembersihan dan sortasi kopi di Indonesia

Kinerja industri pengupasan, pembersihan dan sortasi kopi di Indonesia

4.9.5. Analisis produktivitas tenaga kerja industri pengupasan, pembersihan dan sortasi kopi Secara umum produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, alat produksi dan keahlian yang dimiliki oleh tenaga kerja. Produktivitas tenaga kerja merupakan perbandingan antara nilai output (Rp) dengan jumlah tenaga kerja (Orang). Pada enam tahun terakhir (2012-2017) dapat dilihat bahwa nilai produktivitas tenaga kerja berfluktuaasi, dengan tingkat pertumbuhan yang sangat signifikan pada tahun 2014 sebesar 308,,09 persen. Hal ini dikarenakan penurunan jumlah tenaga kerja yang digunakan pada tahun 2013 sebanyak 38.721 orang lebih besar daripada penurunan jumlah output yang dihasilkan. Tingkat pertumbuhan produktivitas tenaga kerja yang berfluktuasi, diharapkan industri pengupasan, pembersihan dan sortasi kopi di Indonesia mampu merebut pasar kopi dunia dengan memiliki nilai produktivitas tenaga kerja yang cukup tinggi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PEMBERSIHAN PRODUK PEMBERSIHAN, SORTASI, DAN GRADING 10/22/2014

PEMBERSIHAN PRODUK PEMBERSIHAN, SORTASI, DAN GRADING 10/22/2014

umumnya memiliki efektivitas yang tinggi.Metode ini efektif untuk menghilangkan pasir, tanah lempung, atau residu pestisida.Lama waktu pencucian ditentukan oleh pergerakan relatif antara produk dan sikat.Sikat dapat terbuat dari serat, karet, atau spon atau bahan lain yang dapat diganti setelah usang.

9 Baca lebih lajut

Pengembangan Alat Grading Limbah Serbuk Gergaji untuk Pemanfaatannya sabagai Bahan Campuran Komposit | Makky | Rona Teknik Pertanian 7571 19053 1 PB

Pengembangan Alat Grading Limbah Serbuk Gergaji untuk Pemanfaatannya sabagai Bahan Campuran Komposit | Makky | Rona Teknik Pertanian 7571 19053 1 PB

Pengujian kebisingan saat alat beroperasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana kekuatan suara yang tidak dikehendaki (dinyatakan dalam satuan desibel (Db)) terpapar pada operator saat alat dioperasikan. Kebisingan terjadi karena terdapat bagian alat yang bergesekan dan lentingan bak pengayak yang keras saat pengayakan berlangsung. Tingkat kebisingan pada alat ini ditentukan dengan menggunakan alat sound level meter.Hasil kebisingan yang didapat berkisar antara 79 – 92,9 Db. Dapat dilihat pada tabel tingkat kebisingan menggunakan bahan dan tanpa bahan tidak jauh berbeda, hal ini dikarenakan bahan serbuk gergaji yang diolah memiliki bobot yang ringan, sehingga tidak mampu meredam suara yang dihasilkan alat pengayak. Beberapa komponen yang menjadi sumber kebisingan pada alat adalah terjadinya gesekan antara tuas ayun terhadap bak pengayak, bunyi gerakan tuas engkol, serta bunyi bak pengayak. Tingkat kebisingan alat ini masih berada diatas ambang batas yang diijinkan sesuai dengan standard keselamatan kerja (Gambar 6). Untuk itu, maka operator alat perlu menggunakan alat pelindung suara selama pengoperasian alat berlangsung.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kelas11 penanganan bahan hasil pertanian dan perikanan 2 1411

Kelas11 penanganan bahan hasil pertanian dan perikanan 2 1411

Umbi kentang (Solanum tuberosum L) merupakan ujung-ujung stolon yang membesar. Ada beberapa jenis kentang. Jenis kentang dibedakan berdasarkan perbedaan warna,yaitu kentang putih, kentang kuning, kentang ungu, kentang merah dan kentang biru. Dari sekian banyak jenis kentang yang banyak diusahakan adalah jenis kentang putih dan kentang kuning. Kebanyakan kentang dipejualbelikan dalam bentuk segar. Struktur umbi kentang adalah memiliki kulit luar sangat tipis, sehingga penanganan kentang harus hati-hati agar tidak terjadi luka. Luka yang terjadi dapat mengakibatkan kentang menjadi busuk akibat infeksi mikrobia. Kentang yang muda bagian kulitnya lebih mudah lecet ataupun luka daripada yang tua. Umbi yang telah dipanen, selanjutnya dilakukan curing yaitu dibiarkan selama kurang lebih 2 jam lalu dibersihkan dari tanah dan lumpur. Penghilangan tanah pada kentang dapat dilakukan menggunakan sikat halus. Pembersihan dengan sikat dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya luka. Bila diadakan pencucian, maka setelah pencucian kentang harus dikeringkan airnya di bawah sinar matahari atau dikeringkan dengan lap kering yang halus. Umbi yang cacat atau busuk dipisahkan dan dibuang.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Penanganan Bahan Hasil Pertanian dan Perikanan 2

Penanganan Bahan Hasil Pertanian dan Perikanan 2

Umbi kentang (Solanum tuberosum L) merupakan ujung-ujung stolon yang membesar. Ada beberapa jenis kentang. Jenis kentang dibedakan berdasarkan perbedaan warna,yaitu kentang putih, kentang kuning, kentang ungu, kentang merah dan kentang biru. Dari sekian banyak jenis kentang yang banyak diusahakan adalah jenis kentang putih dan kentang kuning. Kebanyakan kentang dipejualbelikan dalam bentuk segar. Struktur umbi kentang adalah memiliki kulit luar sangat tipis, sehingga penanganan kentang harus hati-hati agar tidak terjadi luka. Luka yang terjadi dapat mengakibatkan kentang menjadi busuk akibat infeksi mikrobia. Kentang yang muda bagian kulitnya lebih mudah lecet ataupun luka daripada yang tua. Umbi yang telah dipanen, selanjutnya dilakukan curing yaitu dibiarkan selama kurang lebih 2 jam lalu dibersihkan dari tanah dan lumpur. Penghilangan tanah pada kentang dapat dilakukan menggunakan sikat halus. Pembersihan dengan sikat dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya luka. Bila diadakan pencucian, maka setelah pencucian kentang harus dikeringkan airnya di bawah sinar matahari atau dikeringkan dengan lap kering yang halus. Umbi yang cacat atau busuk dipisahkan dan dibuang.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Kelas 10 SMK Penanganan Bahan Hasil Pertanian dan Perikanan 2

Kelas 10 SMK Penanganan Bahan Hasil Pertanian dan Perikanan 2

Umbi kentang (Solanum tuberosum L) merupakan ujung-ujung stolon yang membesar. Ada beberapa jenis kentang. Jenis kentang dibedakan berdasarkan perbedaan warna,yaitu kentang putih, kentang kuning, kentang ungu, kentang merah dan kentang biru. Dari sekian banyak jenis kentang yang banyak diusahakan adalah jenis kentang putih dan kentang kuning. Kebanyakan kentang dipejualbelikan dalam bentuk segar. Struktur umbi kentang adalah memiliki kulit luar sangat tipis, sehingga penanganan kentang harus hati-hati agar tidak terjadi luka. Luka yang terjadi dapat mengakibatkan kentang menjadi busuk akibat infeksi mikrobia. Kentang yang muda bagian kulitnya lebih mudah lecet ataupun luka daripada yang tua. Umbi yang telah dipanen, selanjutnya dilakukan curing yaitu dibiarkan selama kurang lebih 2 jam lalu dibersihkan dari tanah dan lumpur. Penghilangan tanah pada kentang dapat dilakukan menggunakan sikat halus. Pembersihan dengan sikat dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya luka. Bila diadakan pencucian, maka setelah pencucian kentang harus dikeringkan airnya di bawah sinar matahari atau dikeringkan dengan lap kering yang halus. Umbi yang cacat atau busuk dipisahkan dan dibuang.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Modul Penanganan Bahan Hasil Pertanian dan perikanan 2

Modul Penanganan Bahan Hasil Pertanian dan perikanan 2

Umbi kentang (Solanum tuberosum L) merupakan ujung-ujung stolon yang membesar. Ada beberapa jenis kentang. Jenis kentang dibedakan berdasarkan perbedaan warna,yaitu kentang putih, kentang kuning, kentang ungu, kentang merah dan kentang biru. Dari sekian banyak jenis kentang yang banyak diusahakan adalah jenis kentang putih dan kentang kuning. Kebanyakan kentang dipejualbelikan dalam bentuk segar. Struktur umbi kentang adalah memiliki kulit luar sangat tipis, sehingga penanganan kentang harus hati-hati agar tidak terjadi luka. Luka yang terjadi dapat mengakibatkan kentang menjadi busuk akibat infeksi mikrobia. Kentang yang muda bagian kulitnya lebih mudah lecet ataupun luka daripada yang tua. Umbi yang telah dipanen, selanjutnya dilakukan curing yaitu dibiarkan selama kurang lebih 2 jam lalu dibersihkan dari tanah dan lumpur. Penghilangan tanah pada kentang dapat dilakukan menggunakan sikat halus. Pembersihan dengan sikat dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya luka. Bila diadakan pencucian, maka setelah pencucian kentang harus dikeringkan airnya di bawah sinar matahari atau dikeringkan dengan lap kering yang halus. Umbi yang cacat atau busuk dipisahkan dan dibuang.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Memahami Prinsip Kerjaproses Grading Dan Kualitas TBS Yang Dilakukan Oleh Bagian Sortasi

Memahami Prinsip Kerjaproses Grading Dan Kualitas TBS Yang Dilakukan Oleh Bagian Sortasi

6. Karyawan sortasi mengisi pada SP ( surat pengantar ) TBS jumlah buah pulang,  potongan berupa ( sampah, air atau berondolan) sesuai dengan keadaan TBS yang diterima dan menghitung komidel ( berat rata-rata) TBS yang dibawa kendaraan agar diketahui TBS yang dibawa termasuk kategori buah sedang,  besar ataupun buah super.

12 Baca lebih lajut

Penyimpanan hasil pertanian hasil pertanian

Penyimpanan hasil pertanian hasil pertanian

Bahan hasil pertanian yang memiliki daya simpann lebih lama atau bisa dikatakan awet memiliki nilai harga yang lebih tinggi karena resiko terjadinya kerusakan pada bahan hasil pertaniannya lebih kecil. Bahan hasil pertanian yang awet meskipun mengalami perubahan- perubahan tetapi terjadinya sangat lambat. Karena mengalami perubahan yang berlangsung lambat, maka bahan yang mula-mula bermutu baik akan tetap baik sampai jangka waktu tertentu.

7 Baca lebih lajut

PEMBERSIHAN NODA TEKSTIL

PEMBERSIHAN NODA TEKSTIL

Analisa kotoran (dirts) yang berupa debu (dust) dan noda (stains) pada konservasi tekstil menjadi bagian terpenting dan menarik untuk dibahas ini. Terlebih- lebih definisi kotoran pada tulisan ini meliputi zat-zat yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Penggolongan noda dimaksudkan untuk memudahkan pembaca dalam mencari bahan-bahan kimia yang cocok untuk menghilangkannya. Kemudian dengan mempertimbangkan hasil-hasil analisa serat dan bahan pewarna, bahan-kimia yang digunakan tidak merusak bahan tekstil itu sendiri.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

udg Pembersihan Encalint

udg Pembersihan Encalint

Apabila saudara membutuhkan keterangan dan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi kami sesuai alamat tersebut diatas sampai dengan batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran Pejabat Pe[r]

1 Baca lebih lajut

III. PEMBERSIHAN MINYAK

III. PEMBERSIHAN MINYAK

menggunakan kaustik soda atau natrium karbonat. Penambahan bahan kimia tersebut ke dalam miscella yang mengalir dalam ketel ekstraksi, dilakukan pada suhu yang sesuai dengan titik didih pelarut. Sabun yang terbenuk dapat dipisahkan dengan cara menambahkan garam,

25 Baca lebih lajut

Zakat Hasil Pertanian Hasil Pertanian

Zakat Hasil Pertanian Hasil Pertanian

Dalam zakat hasil pertanian tidak menunggu haul, setiap kali panen ada kewajiban zakat. Kewajiban zakat disyaratkan ketika biji tanaman telah keras (matang), demikian pula tsimar (seperti kurma dan anggur) telah pantas dipetik (dipanen). Sebelum waktu tersebut tidaklah ada kewajiban zakat.[16] Dan di sini tidak mesti seluruh tanaman matang. Jika sebagiannya telah matang, maka seluruh tanaman sudah teranggap matang.[17]

5 Baca lebih lajut

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian dan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian dan

Bahan analisis yang digunakan adalah De Mann Ragosa Sharp (MRS) Broth, MRS Agar sebagai media tumbuh dan analisis Bakteri Asam Laktat, aquadest, larutan NaCl, alkohol 70%, larutan NaOH 0,1N, indikator phenolphtlein, DPPH 0,08 mM, etanol, PBS Tablet, KCl, Buffer phosphat, potassium chloride, sodium chloride, TBA, BHT, HCl, TCA dan bahan analisis lainnya.

17 Baca lebih lajut

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Hasil Pertanian,

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Hasil Pertanian,

Jenis dan jumlah asam organik ditentukan menggunakan high performance liquid chromatography (HPLC) Hitachi 4200 UV/VIS dengan menggunakan kolom C-18 (octadecyl silica 224; 220 x 4,6 mm). Sebanyak 20 µl filtrat (filtrat diperoleh dari hasil penyaringan 10 ml sampel yang disaring dengan menggunakan penyaring vacum), dimasukan ke dalam kolom kromatografi dm dielusi menggunakan 0,013 N H 2 SO 4 (Merck) dengan kecepatan alir (flow rate)

13 Baca lebih lajut

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan

ml. Kemudian dilarutkan dengan 100 ml aquades tambahkan Pb Asetat untuk penjernihan. Lalu ditambahkan Na2CO3 untuk menghilangkan kelebihan Pb, ditambah aquades hingga tepat 250 ml. 25 ml larutan diambil dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer, ditambahkan 25 ml larutan luff schrool. Perlakuan blanko dibuat yaitu 25 ml larutan luff schrool ditambah 25 ml aquades. Setelah ditambah beberapa butir batu didih, erlenmeyer dihubungkan dengan pendingin balik dan didihkan selama 10 menit. Kemudian cepat-cepat didinginkan, ditambahkan 15 ml KI 20% dan dengan hati-hati ditambahkan 25 ml H2SO4 26,5%. Yodium yang dibebaskan dititrasi dengan larutan Na-thiosulfat 0,1 N memakai indikator pati 1% sebanyak 2-3%. Titrasi diakhiri setelah timbul warna krem susu. Hasil titrasi sampel yang diperoleh dimasukkan dalam Tabel 3.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kajian Pengembangan Industri yang berbasis bahan baku hasil produk pertanian.

Kajian Pengembangan Industri yang berbasis bahan baku hasil produk pertanian.

PE 08-01 LAPORAN PENELITIAN KAJIAN PENGEMBANGAN INDUSTRI YANG BERBASIS BAHAN BAKU HASIL PRODUK PERTANIAN Studi Kasus Pengolahan Kakao Terfermentasi BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANG[r]

2 Baca lebih lajut

PENGARUH DEBIT AIR TERHADAP LAJU PEMBERSIHAN BAHAN ORGANIK PADA PENDEDERAN GURAMI (Osprhonemus gouramy) DENGAN SISTEM RESIRKULASI

PENGARUH DEBIT AIR TERHADAP LAJU PEMBERSIHAN BAHAN ORGANIK PADA PENDEDERAN GURAMI (Osprhonemus gouramy) DENGAN SISTEM RESIRKULASI

Tingginya tingkat kematian dalam pembenihan gurami berkorelasi positif dengan turunnya kualitas air. Naik turunnya kualitas air tidak lepas dari keberadaan bahan organik yang berasal dari sisa pakan dan feses. Bahan organik dapat dikurangi dengan adanya debit air (flushing rate) yang akan mengangkutnya dari kolom air Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air yang paling efektif untuk mengangkut bahan organik yang ada dalam wadah pemeliharaan gurami sistem resirkulasi. Perlakuan yang diberikan berupa debit air sebesar 0,02 L/detik (perlakuan A), 0,025 L/detik (perlakuan B) dan 0,03 L/detik (perlakuan C). Penentuan debit air berdasarkan perhitungan kebutuhan oksigen terlarut dan biomassa ikan. Debit air yang paling efektif untuk mengangkut bahan organik yang ada dalam wadah pemeliharaan gurami adalah perlakuan 0,03 L/detik. Perlakuan tersebut mampu membawa bahan organik tertinggi yaitu sebanyak 0,0095 mg/L TOM/hari.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...