Top PDF PENDAHULUAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

PENDAHULUAN  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

PENDAHULUAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

Populasi lansia di dunia yang pada tahun 2006 sejumlah 650 juta, diperkirakan akan mencapai 2 miliar pada tahun 2050. Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, pada saat itu akan ada lebih banyak orang tua dari pada anak-anak usia 0-14 tahun di populasi (Depkes RI, 2012).

6 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayahNya yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi yang berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

15 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Dalam Kegiatan Posyandu Di Desa Plumbon Kec.Mojolaban Sukoharjoul.

Hasil penelitian diketahui lansia yang berjenis kelamin laki-laki dengan kunjungan baik 5 orang (29,4%) sedangkan lansia perempuaan dengan kunjungan baik sebanyak 30 orang (53,6%). Ini menunjukan bahwa lansia perempuan mempunyai tingkat kunjungan ke posyandu yang lebih baik dibandingkan dengan lansia laki-laki. Hal ini sejalan dengan penelitian Rosyid (2009) bahwa lansia perempuan cenderung mempunyai perilaku yang tinggi untuk mengikuti posyandu karena perempuan lebih tekun dan senang berkumpul dengan teman seusianya, sedangkan laki-laki mempunyai perilaku mengikuti kegiatan posyandu yang rendah karena laki- laki secara psikologis cepat bosan dan memilih untuk bekerja. Dari hasil uji statistik diketahui bahwa jenis kelamin bukan merupakan faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia dalam kegiatan posyandu. Hal ini sejalan dengan penelitian Fadhilah (2012) bahwa
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Kauman Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten.

PENDAHULUAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Kauman Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten.

Salah satu hasil pembangunan kesehatan di Indonesia adalah meningkatnya angka harapan hidup. Pembangunan di Indonesia sudah cukup berhasil karena angka harapan hidup bangsa kita meningkat secara bermakna. Namun, dengan meningkatnya harapan hidup, populasi penduduk lanjut usia semakin meningkat. Hal ini berarti kelompok resiko dalam masyarakat lebih tinggi lagi. Meningkatnya populasi lansia ini bukan hanya fenomena di Indonesia tetapi juga secara global (Darmojo, 2000).

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lanjut Usia Ke Posyandu Lanjut Usia Desa Tegalgiri Nogosari Boyolali.

PENDAHULUAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lanjut Usia Ke Posyandu Lanjut Usia Desa Tegalgiri Nogosari Boyolali.

Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di RW VII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Surabaya”. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi lansia berjumlah 32 orang. Sampel diambil 30 lansia dengan teknik Simple Random Sampling. Variable independen penelitian ini kunjungan lansia ke posyandu lansia, sedangkan variable dependen penelitian ini adalah jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, tingkat pengetahuan, dan pola tempat tinggal. Data dianalisis dengan uji statistik Regresi Linier Berganda. Hasil menunjukkan bahwa faktor pekerjaan, dan pendapatan merupakan faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Kauman Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Kauman Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten.

Tujuan Posyandu lanjut usia adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku positif, serta meningkatkan mutu dan derajat kesehatan lansia. Sehingga diperlukan kemauan yang kuat bagi lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu yang diadakan rutin oleh kader Posyandu. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Posyandu lansia Desa Kauman, Kecamatan Polanharjo, diperoleh informasi dari kader Posyandu pada periode Januari – Desember 2011, dari 132 anggota Posyandu lansia, rata-rata ketidak hadiran lansia mencapai 60%. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu lansia di Desa Kauman Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. Metode penelitian adalah diskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian adalah seluruh anggota Posyandu desa Kauman sebanyak 132 orang. Teknik pengambilan sampel proportional random sampling diperoleh 100 responden. Data penelitian diperoleh dari kuesioner pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi dan check list keluhan fisik. Keaktifan responden diperoleh dari data kehadiran di Posyandu lansia. Data penelitian dilakukan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan 72 responden (72%) memiliki pengetahuan yang kurang, 73 responden (73%) kurang mendapat dukungan keluarga, 65 orang (65%) memiliki motivasi kurang, dan 56 responden (56%) memiliki keluhan fisik sedang. Keaktifan responden paling banyak mengikuti sebanyak 5 kali kegiatan. Hasil uji regresi diperoleh persamaan Y = -0,020 + 0,206X 1 +0,123X 2 +0,117 X 3 -0,035 X 4 . Faktor dukungan keluarga merupakan
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Kauman Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia Di Desa Kauman Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten.

Tujuan Posyandu lanjut usia adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku positif, serta meningkatkan mutu dan derajat kesehatan lansia. Sehingga diperlukan kemauan yang kuat bagi lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu yang diadakan rutin oleh kader Posyandu. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Posyandu lansia Desa Kauman, Kecamatan Polanharjo, diperoleh informasi dari kader Posyandu pada periode Januari – Desember 2011, dari 132 anggota Posyandu lansia, rata-rata ketidak hadiran lansia mencapai 60%. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu lansia di Desa Kauman Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. Metode penelitian adalah diskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian adalah seluruh anggota Posyandu desa Kauman sebanyak 132 orang. Teknik pengambilan sampel proportional random sampling diperoleh 100 responden. Data penelitian diperoleh dari kuesioner pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi dan check list keluhan fisik. Keaktifan responden diperoleh dari data kehadiran di Posyandu lansia. Data penelitian dilakukan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan 72 responden (72%) memiliki pengetahuan yang kurang, 73 responden (73%) kurang mendapat dukungan keluarga, 65 orang (65%) memiliki motivasi kurang, dan 56 responden (56%) memiliki keluhan fisik sedang. Keaktifan responden paling banyak mengikuti sebanyak 5 kali kegiatan. Hasil uji regresi diperoleh persamaan Y = -0,020 + 0,206X 1 +0,123X 2 +0,117 X 3 -0,035 X 4 . Faktor dukungan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN ANAK NELAYAN

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN ANAK NELAYAN

TanggunganBanyaknya tanggungan dalam keluarga berimplikasi pada besar kecilnya pengeluaran dalam satu keluarga. Berdasarkan hasil penelitian Suryani (2004) di Desa Karangjaladri Ciamis, semakin banyak jumlah tanggungan mengakibatkan persepsi masyarakat nelayan terhadap pendidikan formal semakin rendah.5) Nilai Anak dalam Keluarga Nilai anak adalah peranan yang dimainkan oleh anak dalam kehidupan orangtuanya. Pada dasarnya semua orang tua menginginkan kondisi anaknya lebih baik dari kondisi orang tua dalam menjalani kehidupan yang dapat ditunjukkan dengan harapan orang tua terhadap masa depan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Departemen Kesehatan RI mempunyai tiga program kesehatan bagi lansia berupa Puskesmas santun usia lanjut, pembinaan kelompok usia lanjut, dan posyandu usia lanjut (Depkes RI, 2005). Pelaksanaan kegiatan posyandu merupakan salah satu usaha pendekatan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan primer, semakin tinggi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, semakin meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. Salah satu keberhasil an dalam rangka pelaksanaan posyandu adalah memperbaiki atau meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat.(Sarwono, 2000).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Menurut Mubarak (2009) permasalahan yang terjadi pada lansia antara lain:Permasalahan yang berkaitan dengan pencapaian kesejahteraan lansia: Ketidakberdayaan fisik, sehingga menyebabkan ketergantungan pada orang lain;Ketidakpastian ekonomi, sehingga membutuhkan perubahan total dalam pola hidup; Membuat teman baru untuk mendapat ganti mereka yang telah meninggal/pindah;Mengembangkan aktivitas baru untuk mengisi waktu luang yang bertambah banyak;Belajar memperlakukan anak-anak yang telah tumbuh dewasa.

13 Baca lebih lajut

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Departemen Kesehatan RI. 2006 dalam Henniwati. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. Medan: Program Pasca Sarjana, Universitas Sumatera Utara. USU e-Repository @2009.

2 Baca lebih lajut

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Elderly people’s visits to Posyandu for the Elderly are influenced of many factors, and one of them is socio-cultural factors. The objective of the research was to find out the influence of socio- cultural factors on elderly people’ visiting Posyandu for the elderly in the Primary Service Unit of Medan Johor Puskesmas (Public Health Service). The research used descriptive method. The population was 150 elderly people who visited Posyandu for the Elderly in the working area of Medan Johor Puskesmas, ans 60 of them were used as the samples, using proportional random sampling technique. The data were gathered by collecting the attendance list and questionnaires. Respondents’ characteristics and socio -cultural factors were knowledge, spirituality, family support, and social organizational system which were described by using descriptive analysis to find out their frequency and percentage. The result of the research showed that 35 respondents (58%) always visited Posyandu for the Elderly, 24 respondents (40%) had spirituality with supporting category in visiting Posyandu for the Elderly, 32 respondents (53%) had good family support in visiting Posyandu for the Elderly, and 28 respondents (47%) had supporting socio-cultural support in visiting Posyandu for the Elderly. Good knowledge, good supporting spirituality, good family support, and good supporting organizational system will eventually get good visiting rate. It is recommended that the next researches study on the influence of each socio- cultural factor on elde rly people’s visits to Posyandu for the Elderly.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah Bapa Yang Maha Kuasa untuk segala berkat atas selesainya skripsi dengan judul “ Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor” sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan tugas akhir di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

10 Baca lebih lajut

UNIVERSITAS NEGERI MANADO FAKULTAS TEKNIK P T I K 2010 KATA PENGANTAR - MAKALAH Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan anak

UNIVERSITAS NEGERI MANADO FAKULTAS TEKNIK P T I K 2010 KATA PENGANTAR - MAKALAH Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan anak

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan memiliki nuansa berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, sehingga banyak bermunculan pemikiran – pemikiran yang dianggap sebagai penyesuaian proses pendidikan dengan kebutuhan yang diperlukan. Karenanya banyak teori yang dikemukakan para pemikir yang bermuara pada munculnya berbagai aliran pendidikan. Oleh karena itu perlu kita ketahui faktorfaktor apa saja yang dominan pengaruhnya dalam perkembangan peserta didik.

10 Baca lebih lajut

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Unit Pelayanan Primer Puskesmas Medan Johor

jawaban bagi keinginan sebagian besar lansia untuk bertemu dengan teman-teman lansia untuk berbagi cerita. Bahan pembicaraan apa pun bisa bergulir dalam pertemuan posyandu, mulai dari cara pencegahan penyakit, anak, hingga cucu mereka. Spiritualitas ini merupakan karakteristik hubungan spiritualitas dengan alam dan orang lain (Hamid, 1999). Hubungan ini lahir dari kebutuhan akan keadilan dan kebaikan, menghargai kelemahan dan kepekaan orang lain, rasa takut akan kesepian, keinginan dihargai dan diperhatikan. Dengan demikian apabila seseorang mengalami kekurangan atau mengalami stress maka orang lain dapat memberi bantuan psikologis dan sosial (Carm & Carm, 2000).
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Kunjungan Masyarakat Ke Posyandu Di Kelurahan Sukagalih Kota Bandung Tahun 2005.

Kunjungan Masyarakat Ke Posyandu Di Kelurahan Sukagalih Kota Bandung Tahun 2005.

Metode penelitian yang digunakan adalah analitik, rancangan cross sectional dengan instrumen penelitian berupa kuesioner yang berisi 29 pertanyaan. Subyek penelitian adalah Ibu/pengganti ibu yang pada bulan Juni 2005 mempunyai balita dan bermukim di Kelurahan Sukagalih. Teknik sampling yang digunakan adalah whole sample dengan jumlah responden 225 orang. Analisis data mencakup uji Chi square ( χ 2 ) untuk membuktikan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya partisipasi masyarakat ke Posyandu di Kelurahan Sukagalih, dengan batas kemaknaan (P value) < 0,05 (5%).
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

TAP.COM -   ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ... 1604 6090 1 PB

TAP.COM - ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ... 1604 6090 1 PB

Dewasa ini bisnis properti memberikan peluang besar yang menguntungkan bagi pihak-pihak pengelola dan konsumennya. Dimungkinkan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bisnis ini antara lain; pengadaan rumah selalu berkurang dibandingkan kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal, tingkat suku bunga KPR relatif rendah dan cenderung tidak stabil. Selain itu, bisnis ini juga didukung oleh permintaan pasar yang terus meningkat. Sebelum para pemain bisnis ini terjun ke bisnis Properti dan Real Estate, ada baiknya para investor dan kreditur memahami pentingnya laporan keuangan dalam mengambil sebuah keputusan. Laporan keuangan berguna dalam pengambilan keputusan yang mana nantinya dapat memaksimalkan nilai investasi yang dialirkan para investor. Bagi pihak kreditur, laporan keuangan berguna dalam memutuskan pinjaman dan bunga yang harus dibayar dan dibagi kepada pemerintah, laporan keuangan juga digunakan untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak, dan untuk menyusun statistik pendapatan nasional (Subramanyam dan Wild, 2010).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

p 2011 10090 b68bed8b92e148d18710b61217358c91

p 2011 10090 b68bed8b92e148d18710b61217358c91

Kajian ini dilaksanakan dengan harapan dapat membantu pihak tertentu bagi menangani masalah dalam mengamalkan pengambilan makanan sihat yang boleh mempengaruhi kehidupan seharian terutamanya kepada pelajar-pelajar sekolah di seluruh Malaysia. Selain itu dapatan kajian ini juga kelak dapat menjawab persoalan-persoalan kajian berkenaan pengaruh faktor- faktor seperti pengetahuan, kesihatan, emosi, kewangan, pengiklanan dan aktiviti fizikal kepada pemilihan makanan sihat dalam kalangan pelajar.

32 Baca lebih lajut

Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia pada Posyandu lansia Desa Kotarih Baru di Wilayah Kerja Puskesmas Kotarih Kabupaten Serdang Bedagai 2014

Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia pada Posyandu lansia Desa Kotarih Baru di Wilayah Kerja Puskesmas Kotarih Kabupaten Serdang Bedagai 2014

Alat untuk memonitoring daya listrik ini dengan merancang ACS 712 sebagai sensor untuk pendeteksi arus listrik, trafo sebagai sensor tegangan dan mikrokontroler ATMega 8535 yang digu[r]

112 Baca lebih lajut

STUDI DESKRIPTIF TENTANG FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE DI POSYAN DUBALITA DESA DARSONO RT 01 RW 02 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJASA KABUPATEN JEMBER

STUDI DESKRIPTIF TENTANG FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE DI POSYAN DUBALITA DESA DARSONO RT 01 RW 02 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJASA KABUPATEN JEMBER

Berdasarkan pada karakteristik responden didapatkan bahwa sebagian besar responden berusia > 35 tahun (57%).Sedang pada usia > 35 tahun atau lebih, dimana usia ini produktivitas dan kreativitas tinggi yang ditujukan baik untuk diri sendiri atau orang lain. Semakin bertambah umur pasien, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman dan kematangan jiwanya (Hurlock, 1998). Hal ini dikuatkan oleh pendapat Long (1996) bahwa makin tua seseorang makin konstruktif dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi. Bahwa semakin tinggi pendidikan maka kecemasan akan semakin berkurang. Berdasarkan data tingkat pendidikan terbanyak dari responden adalah SLTP/SLTA (57 %). Makin tinggi tingkat tingkat pendidikan seseorang, makin mudah menerima informasi. Faktor pendidikan seseorang sangat menetukan kecemasan, tingkat pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga prilaku seseorang akan pola hidup sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup, klien dengan tingkat pendidikan tinggi akan lebih mampu mengatasi, menggunakan koping yang efektif dan konstruktif daripada seseorang dengan pendidikan rendah.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...