Top PDF PENELITIAN PENGUKURAN KADAR AIR BUAH

PENELITIAN PENGUKURAN KADAR AIR BUAH

PENELITIAN PENGUKURAN KADAR AIR BUAH

Habitus pohon dengan tinggi 5 - 10 m. Batangnya kuat dan bercabang, kulit luarnya tebal berwarna coklat kekuningan dan ranting berduri. Helaian daun besar dan bersayap lebar, bentuknya bulat telur memanjang atau elips dengan ujung meruncing, panjangnya 5 - 20 cm. Bunganya berwarna putih kekuningan. Buahnya berbentuk bola tertekan atau bentuk buah pir, kulit buahnya tebal sekitar 1,5 - 2 cm, daging buahnya putih atau merah muda dengan gelembung yang lepas satu sama lain, rasanya agak asam. Bijinya sedikit, ada juga yang tidak berbiji sama sekali. Di Indonesia jeruk ini tumbuh dengan baik dari
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Ekstrak Albedo Kulit Durian dengan Sari Buah Markisa Terhadap Mutu Jelly Agar

Pengaruh Perbandingan Ekstrak Albedo Kulit Durian dengan Sari Buah Markisa Terhadap Mutu Jelly Agar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan ekstrak albedo kulit durian dengan sari buah markisa dan lama pemasakan terhadap mutu jelly agar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu perbandingan ekstrak albedo kulit durian dengan sari buah markisa (K): 90% : 10%, 80% : 20%, 70% : 30%, 60% : 40% dan lama pemasakan (L): 15 menit, 20 menit, 25 menit, 30 menit. Parameter yang dianalisa adalah kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, total asam, total padatan terlarut, uji hedonik warna, aroma, rasa, dan uji skor tekstur.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Markisa Dengan Sari Buah Belimbing Dan Konsentrasi Gum Arab Terhadap Mutu Permen Jelly

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Markisa Dengan Sari Buah Belimbing Dan Konsentrasi Gum Arab Terhadap Mutu Permen Jelly

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sari buah markisa dengan sari buah belimbing memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air,kadar vitamin C, total padatan terlarut, total asam, nilai hedonik rasa, nilai skor rasa dan tekstur . Konsentrasi gum arab memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, dan kadar vitamin C, dan berbeda nyata terhadap nilai skor tekstur. Interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air. Perbandingan sari buah markisa dengan sari buah belimbing 70%:30% dan konsentrasi gum arab 2,0% menghasilkan mutu permen jelly terbaik dan dapat diterima.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Markisa Dengan Sari Buah Belimbing Dan Konsentrasi Gum Arab Terhadap Mutu Permen Jelly

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Markisa Dengan Sari Buah Belimbing Dan Konsentrasi Gum Arab Terhadap Mutu Permen Jelly

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan sari buah markisa dengan sari buah belimbing dan konsentrasi gum arab terhadap mutu permen jelly. Penelitian ini dilakukan pada Juni 2015 di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu perbandingan sari buah markisa dengan sari buah belimbing (S) (70%:30%, 60%:40%, 50%:50%, 40%:60%) dan konsentrasi gum arab (0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 2,0%). Parameter yang dianalisa adalah kadar air (%), kadar abu (%), kadar vitamin C (mg/100 g bahan), total padatan terlarut (ºBrix), total asam (%), dan uji organolpetik warna, rasa, tekstur, dan aroma.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Buah Naga Merah Dengan Sirsak Dan Konsentrasi Agar-Agar Terhadap Mutu Selai Lembaran

Pengaruh Perbandingan Buah Naga Merah Dengan Sirsak Dan Konsentrasi Agar-Agar Terhadap Mutu Selai Lembaran

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan buah naga merah dengan sirsak dan konsentrasi agar-agar pada mutu selai lembaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu perbandingan buah naga merah dengan sirsak (80%:20%, 60%:40%, 50%:50%, 40%:60%, dan 20%:80%) dan konsentrasi agar-agar (0,5%, 1,0%, dan 1,5%). Parameter yang dianalisa adalah kadar air, total padatan terlarut, kadar vitamin C, kadar serat kasar, kadar pektin kasar, uji skor terhadap warna, aroma, tekstur, dan uji organoleptik warna, aroma, rasa, tekstur.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Buah Naga Merah Dengan Sirsak Dan Konsentrasi Agar-Agar Terhadap Mutu Selai Lembaran

Pengaruh Perbandingan Buah Naga Merah Dengan Sirsak Dan Konsentrasi Agar-Agar Terhadap Mutu Selai Lembaran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan buah naga merah dengan sirsak memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar vitamin C, kadar serat kasar, kadar pektin kasar, nilai skor warna, aroma, tekstur, nilai organoleptik warna, rasa, dan tekstur. Konsentrasi agar-agar memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, total padatan terlarut, kadar serat kasar, nilai skor tekstur, nilai organoleptik tekstur, dan memberi pengaruh berbeda nyata terhadap nilai organoleptik rasa. Interaksi perbandingan buah naga merah dengan sirsak dan konsentrasi agar-agar memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air. Perbandingan buah naga merah dengan sirsak 20%:80% dan konsentrasi agar-agar 1,5% menghasilkan mutu selai lembaran yang terbaik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sirsak Dan Daun Katuk Dengan Konsentrasi Gum Arab Terhadap Mutu Fruit Leather Berlapis Cokelat

Pengaruh Perbandingan Sirsak Dan Daun Katuk Dengan Konsentrasi Gum Arab Terhadap Mutu Fruit Leather Berlapis Cokelat

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan bubur buah sirsak dan bubur daun katuk dengan berbagai konsentrasi gum arab terhadap mutu dan uji organoleptik fruit leather berlapis cokelat campuran sirsak dan daun katuk. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian USU, Medan, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor yaitu perbandingan bubur buah sirsak dan bubur daun katuk (P) : (90% : 10% ; 80% : 20% ; 70% : 30% ; 60% : 40%) dan konsentrasi gum arab (K) : (0.5% ; 1% ; 1,5% ; 2%). Parameter yang dianalisa adalah kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, kadar serat kasar, total padatan terlarut, total asam, kadar protein, uji organoeptik skor warna, rasa dan tekstur, uji organoleptik hedonik aroma, rasa dan tekstur.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Bubur Buah Sirsak (Annona Muricata L.) Dengan Jahe (Zingiber Officinale Rosc) Dan Konsentrasi Gum Arab Terhadap Mutu Fruit Leather

Pengaruh Konsentrasi Bubur Buah Sirsak (Annona Muricata L.) Dengan Jahe (Zingiber Officinale Rosc) Dan Konsentrasi Gum Arab Terhadap Mutu Fruit Leather

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan bubur buah sirsak dan bubur jahe dengan berbagai konsentrasi gum arab terhadap mutu dan uji organoleptik fruit leather campuran sirsak dan jahe. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan dan Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian USU, Medan, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2faktor yaitu perbandingan bubur buah sirsak dan bubur jahe (S) : (75% : 25% ; 80% : 20% ; 85% : 15% ; 90% : 10%; 95%:5%) dan konsentrasi gum arab (K) : (0.5% ; 1% ; 1,5%). Parameter yang dianalisa adalah kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, kadar serat kasar, total padatan terlarut, total asam, uji organoeptik skor warna, rasa dan tekstur, uji organoleptik hedonic warna, aroma, rasa dan tekstur.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Ekstrak Albedo Kulit Durian dengan Sari Buah Markisa Terhadap Mutu Jelly Agar

Pengaruh Perbandingan Ekstrak Albedo Kulit Durian dengan Sari Buah Markisa Terhadap Mutu Jelly Agar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan ekstrak albedo kulit durian dengan sari buah markisa memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, total asam, total padatan terlarut, uji hedonik warna dan rasa dan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap uji hedonik aroma dan uji skor tekstur. Lama pemasakan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar vitamin C, dan total asam dan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kadar abu, total padatan terlarut, uji hedonik warna, aroma, rasa, dan uji skor tekstur. Interaksi antara perbandingan ekstrak albedo kulit durian dengan sari buah markisa dan lama pemasakan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar vitamin C dan total asam. Perbandingan ekstrak albedo kulit durian dengan sari buah markisa 60% : 40% dan lama pemasakan 15 menit menghasilkan jelly agar terbaik
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PENGUJIAN KAPASITAS SAMBUNGAN GIGI TUNGGAL DAN SAMBUNGAN GIGI MAJEMUK PADA BERBAGAI JENIS KAYU

ANALISIS DAN PENGUJIAN KAPASITAS SAMBUNGAN GIGI TUNGGAL DAN SAMBUNGAN GIGI MAJEMUK PADA BERBAGAI JENIS KAYU

Penelitian diawali dengan melakukan pengujian material yang terdiri dari pengujian kadar air kayu dan berat jenis (SNI -6850-2002 Metode Pengujian Pengukuran Kadar Air Kayu dan Bahan Kayu ), kuat geser kayu (SNI 03-3400-1994 Metode Pengujian Kuat Geser Kayu di Laboraturium ) serta pengujian kuat desak (SNI 03-3958-1995 Metode Pengujian Kuat Tekan Kayu di Laboraturium ) dengan tiga jenis kayu berbeda yaitu kayu Bangkirai, kayu Keruing, dan kayu Kamper. Kemudian dilakukan perencanaan sambungan guna untuk mengetahui kedalaman takikan pada sambungan dengan beban rencana 3600 kg. Selanjutnya buat benda uji berdasarkan perencanaan sambungan dengan tiga jenis kayu yang berbeda. Pengujian sambungan gigi tunggal dan sambungan gigi majemuk dilakukan dengan memberikan beban secara kontinu hingga mencapai beban maksimum.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) SIAP SAJI YANG DIPASARKAN DI KOTA PALU | Anggriana | AGROTEKBIS 1 PB

KARAKTERISTIK BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) SIAP SAJI YANG DIPASARKAN DI KOTA PALU | Anggriana | AGROTEKBIS 1 PB

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia dan organoleptik buah nangka siap saji yang dipasarkan di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 4 lokasi penjualan buah nangka siap saji di sekitar Kota Palu dan setiap satu lokasi diwakili oleh 4 penjual sebagai ulangan, sehingga terdapat 16 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah aroma, tekstur, warna, rasa, bobot buah segar dan kadar air. Analisis data menggunakan uji anova, jika terdapat pengaruh maka dilakukan uji lanjut dengan dengan menggunakan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi tempat penjualan buah nangka berpengaruh nyata terhadap aroma, tekstur, warna dan rasa, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot buah segar dan kadar air.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

engaruh Teknik Konservasi Air Terhadap Ketersedian Air Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Studi kasus: PT.SAWIT ASAHAN INDAH, Rokan Hulu, Riau)

engaruh Teknik Konservasi Air Terhadap Ketersedian Air Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Studi kasus: PT.SAWIT ASAHAN INDAH, Rokan Hulu, Riau)

Ketersediaan air merupakan salah satu faktor pembatas utama bagi pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit. Teknik konservasi air merupakan salah satu upaya yang digunakan untuk mengantisipasi dan menanggulangi dampak kekeringan pada saat sebelum, selama dan setelah musim hujan agar curah hujan dapat diserapkan secara maksimal ke dalam tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh teknik konservasi air dalam meningkatkan ketersediaan air di perkebunan kelapa sawit dengan cara pengukuran kadar air tanah pada blok perlakuan dan blok kontrol di perkebunan kelapa sawit menggunakan sensor kadar air tanah. Teknik konservasi air berupa rorak di perkebunan kelapa sawit memberikan pengaruh untuk meningkatkan ketersediaan air dan kemampuan tanah dalam menyimpan air lebih lama. Kadar air tanah rata-rata pada blok perlakuan lebih besar daripada blok kontrol, yaitu masing-masing sebesar 15.3 dan 6.4% volume pada kedalaman 0 cm – 100 cm, 25.9 dan 7.5% volume pada kedalaman 100 cm - 200 cm.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Pengukuran kadar kromium pada sampel air Preparasi sampel

Pengukuran kadar kromium pada sampel air Preparasi sampel

Kromium heksavalen merupakan salah satu senyawa kimia yang dapat mencemari lingkungan dan merupakan racun yang berbahaya bagi organisme. Penentuan kromium(VI) dapat dilakukan dengan tes kit kromium yang dibuat dengan cara pembentukan kompleks Cr(VI)-difenilkarbazida. Pembentukan kompleks ini dapat dilakukan dalam suasana asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi kromium(VI) yang dapat digunakan pada pembuatan komparator warna larutan dan keakuratan aplikasi tes kit kromium apabila dibandingkan dengan metode standar. Pembuatan tes kit kromium dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi kromium(VI) yaitu 0-1 ppm dengan interval 0,1 ppm dan 0-10 ppm dengan interval 1 ppm pada kondisi optimum dari penelitian sebelumnya yang meliputi panjang gelombang 542 nm, pH 1, waktu kestabilan kompleks 20 menit, dan konsentrasi difenikarbazida 4x10 -4 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Cr(VI) 0-1 ppm dengan interval 0,1 ppm dan Cr(VI) 0-5 ppm dengan interval 1 ppm dapat digunakan untuk pembuatan komparator warna larutan. Hasil aplikasi pada air limbah kromium menunjukkan bahwa tes kit kromium yang dibuat memiliki akurasi yang baik karena dari uji validasi memberikan nilai akurasi sebesar 95,83 %.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Seleksi bahan organik untuk meningkatkan pertumbuhan semai jati< Tectona grandis L.f. dan kolonisasi cendawan mikoriza arbuskula lokal

Seleksi bahan organik untuk meningkatkan pertumbuhan semai jati< Tectona grandis L.f. dan kolonisasi cendawan mikoriza arbuskula lokal

Media yang digunakan untuk media sapih terdiri dari tanah dan sekam padi dengan perbandingan 2 : 1. Setelah media penanaman siap untuk digunakan, benih jati terlebih dahulu dikeringanginkan di dalam rumah kaca dengan cara ditabur diatas kertas dan dibiarkan selama 3 hari sampai kadar airnya menurun, kemudian dilakukan pengukuran kadar air dengan menggunakan parameter berat basah dan berat kering benih. Dengan menggunakan persamaan kadar air diperoleh nilai kadar air benih yaitu sebesar 6,863%. Selesai dikeringanginkan, kemudian dilakukan kegiatan pematahan dormansi benih jati. Menurut Mulawarman et al. (2002) dormansi adalah istilah yang digunakan untuk keadaan dimana benih yang baik tidak bisa berkecambah meskipun berada pada kondisi atau lingkungan yang sesuai untuk perkecambahan. Pematahan dormansi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan cara merendam benih dengan larutan akumulator yang telah dicampur air dengan perbandingan 1 : 10. Benih jati direndam selama 7 menit kemudian ditiriskan selama 20 menit. Setelah ditiriskan maka benih siap ditabur pada media tabur.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

KUALITAS PERMEN JELI RENDAH KALORI KOMBINASI PARE (Momordica charantia L.) DAN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DENGAN PENAMBAHAN SORBITOL.

KUALITAS PERMEN JELI RENDAH KALORI KOMBINASI PARE (Momordica charantia L.) DAN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DENGAN PENAMBAHAN SORBITOL.

Pare merupakan salah satu hasil pertanian di Indonesia yang cukup melimpah, tetapi kurang diminati oleh masyarakat Indonesia karena rasa pahit yang berasal dari glikosida kukurbitasin pare. Rasa pahit dari pare tidak dapat dihilangkan sehingga cara untuk menutupi rasa pahit dan memudahkan untuk mengkonsumsinya, maka sari buah pare dibuat dalam bentuk permen jeli. Penambahan daun pandan bertujuan untuk mengurangi aroma yang dihasilkan gelatin dan pare serta memberi warna hijau. Penggantian bahan sukrosa dengan sorbitol bertujuan untuk menciptakan permen yang memiliki kalori yang rendah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kombinasi jus pandan dan jus pareyaitu, 80:120, 60:140, 40:160, serta satu kontrol (tanpa penambahan jus pandan dan jus pare), dan setiap perlakuan diulang tiga kali. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adalah produk permen jeli mengandung kadar air 23,63% - 28,86%, kadar abu 0,2782% - 0,7311%, kadar gula pereduksi 6,12% - 6,83%, total fenolik 23,68 mg GAE/100g – 51,52 mg GAE/100g, tekstur 1354,43 gmm – 3012,00 gmm, serta uji mikrobiologi meliputi perhitungan angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir yang telah memenuhi standar SNI permen jeli. Permen jeli kombinasi pare dan pandan perbandingan 80:120 memberikan kualitas yang terbaik ditinjau dari sifat fisik, kimia, dan mikrobiologi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Bubur Buah Sirsak dan Pepaya Serta Penambahan Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

Pengaruh Perbandingan Bubur Buah Sirsak dan Pepaya Serta Penambahan Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bubur buah sirsak dengan bubur buah pepaya memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, kadar serat kasar, total padatan terlarut, total asam, uji organoleptik skor warna, rasa, tekstur, uji organoleptik hedonik warna, aroma, rasa dan tekstur. Konsentrasi gum arab memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar serat kasar, dan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar vitamin C, total asam. Interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air. Perbandingan bubur buah sirsak dengan bubur buah pepaya (30% : 70%) dan konsentrasi gum arab (1%) menghasilkan kualitas fruit leather yang terbaik dan lebih diterima.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan sari buah mengkudu dengan sari buah durian dan jumlah gum arab terhadap mutu permen jelly. Penelitian ini dilakukan pada September 2014 di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu perbandingan sari buah mengkudu dengan sari buah durian (P) (60%:40%, 70%:30%, 80%:20%) dan jumlah gum arab (0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, 2,5%). Parameter yang dianalisa adalah kadar air (%), kadar abu (%), kadar vitamin C (mg/100 g bahan), total padatan terlarut (ºBrix), total asam (%), dan nilai organoleptik skor warna, rasa, tekstur, dan aroma.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDUGAAN UMUR SIMPAN BUBUK DAGING BUAH PALA (Myristicae fructus) MENGGUNAKAN METODE ARRHENIUS

PENDUGAAN UMUR SIMPAN BUBUK DAGING BUAH PALA (Myristicae fructus) MENGGUNAKAN METODE ARRHENIUS

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa parameter kritis yang terpilih untuk menduga umur simpan BDBP adalah kadar air. Berdasarkan metode Arrhenius konstanta laju penurunan mutu untuk menduga umur simpan BDBP mengikuti persamaan k = 6,685 . e -1.343,65 (1/T) , sehingga didapatkan umur simpan BDBP selama 103 hari pada suhu 27 o C. BDBP mengalami peningkatan kadar air, redness (nilai a*), dan yellowness (nilai b*) serta penurunan lightness (nilai L*) dan uji hedonik terhadap warna, aroma, dan tekstur selama penyimpanan 48 hari.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Pengaruh Perbandingan Sari Buah Mengkudu dengan Sari Buah Durian dan Jumlah Gum Arab terhadap Mutu Permen Jelly Mengkudu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sari buah mengkudu dengan sari buah durian memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, total asam, nilai skor warna, rasa, dan aroma. Jumlah gum arab memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar vitamin C, total padatan terlarut, nilai skor tekstur, dan berbeda nyata terhadap kadar abu. Interaksi kedua faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar vitamin C, dan berbeda nyata terhadap kadar air dan kadar abu. Perbandingan sari buah mengkudu dengan sari buah durian 60%:40% dan jumlah gum arab 2,5% menghasilkan mutu permen jelly terbaik dan dapat diterima.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pemanenan dan pengolahan buah Rotan Jernang (Daemonorops draco (Willd.) Blume dalam upaya peningkatan produksi serta mutu Jernang

Pemanenan dan pengolahan buah Rotan Jernang (Daemonorops draco (Willd.) Blume dalam upaya peningkatan produksi serta mutu Jernang

Berdasarkan data BPS (2010), produksi jernang semakin menurun. Produksi terakhir pada tahun 1995 tercatat sebanyak 15 ton jernang yang dihasilkan di Provinsi Jambi. Setelah tahun 1995 sampai 2010, produksi jernang tidak tercatat lagi. Produk jernang di Kabupaten Sarolangun sampai tahun 2010 juga tidak tercatat. Menurut Sumarna (2009), secara keseluruhan populasi rotan (Daemonorops draco (Willd.) Blume) di TN Bukit 12 Jambi relatif semakin menurun, selain karena tidak berlangsungnya sistem regenerasi alami secara optimal, juga lebih disebabkan oleh pola panen produksi buah yang dilakukan masyarakat terkadang dengan cara menebang batang rotan. Menurut masyarakat, mereka menghindari memotong batang rotan walaupun sulit mengambil buah. Pencari jernang menyatakan bahwa tidak ada pemeliharaan rotan di dalam hutan. Apabila dilihat dari kondisi di lapangan tergambar bahwa proses pengambilan buah rotan jernang bersifat hanya mengambil apa yang disediakan alam.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...