Top PDF Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Mengelompokkan Makhluk Hidup Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN 4 Tuladenggi

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Mengelompokkan Makhluk Hidup Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN 4 Tuladenggi

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Mengelompokkan Makhluk Hidup Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN 4 Tuladenggi

Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah penerapan pendekatan keterampilan proses dalam mengelompokkan makhluk hidup dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Bentuk penelitian ini adalah PTK dengan subyek penelitian 24 siswa (14 Laki-laki dan 10 Perempuan) kelas IV SDN 4 Tuladenggi. Rancangan penelitian mengikuti alur yang di kembangkan oleh Kemmis dan Mc.taggart melalui dua siklus dan setiap siklus memiliki tahapan perencanaan, pelaksanaan, tindakan, dan observasi Prosedur pengumpulan data melalui tes, observasi. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa pada tes materi pra syarat materi pengelompokkan makhluk hidup, kemampuan siswa rendah dengan persentase KBK = 37,5%, namun pada siklus I sudah meningkat menjadi 62,5%,dan pada siklus II mencapai 91,6%. Serta aktivitas guru dan siswa sudah berada dalam kategori baik, Hal ini dapat terlihat dari hasil observasi aktivitas guru menunjukkan 76,6% (baik), dan aktivitas siswa 72,2% berada pada kategori (cukup). dan pada siklus II aktivitas guru sudah mencapai 93,3% (sangat baik), dan siswa 88,8% (Sangat baik). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan penerapan pendekatan proses pada pengelompokkan makhluk hidup dapat meningkatkan hasil belajar.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Mengelompokkan Makhluk Hidup Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas IV SDN 4 Tuladenggi | Dewi | Jurnal Kreatif Tadulako Online 3429 10718 1 PB

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Mengelompokkan Makhluk Hidup Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas IV SDN 4 Tuladenggi | Dewi | Jurnal Kreatif Tadulako Online 3429 10718 1 PB

Kondisi di atas juga terjadi di SDN 4 Tuladenggi Kecamatan Taopa khususnya pada kelas IV. Hal ini terlihat dari hasil tes awal yang dilakukan di kelas IV hanya 6 orang siswa yang mampu menyelesaikan soal dengan baik, sedangkan siswa yang lain mendapatkan nilai di bawah standar KKM yang sudah di tentukan oleh sekolah untuk mata pelajaran IPA yaitu 65. Rendahmya hasil pekerjaan siswa ini disebabkan karena salah satu konsep yang masih sulit dipahami siswa pada mata pelajaran IPA. Selama ini dalam mengajarkan mata pelajaran IPA (1) guru Kelas IV kebanyakan hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan sehingga mengakibatkan kegiatan pembelajaran terbatas dan siswa cepat bosan dalam kegiatan pembelajaran, (2) guru kurang melibatkan siswa pada lingkungan belajar yang konkrit, memperhatikan masalah tersebut maka salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membantu siswa kelas IV SDN 4 Tuladenggi Kecamatan Taopa dalam meningkatkan hasil belajar siswa adalah melalui penerapan pendekatan keterampilan proses dengan menggunakan alat peraga untuk melakukan percobaan yang cocok diterapkan pada mata pelajaran IPA agar motivasi belajar siswa meningkat dan proses belajar dapat lebih efektif dan efisien yang akhirnya akan menghasilkan hasil belajar siswa dapat memuaskan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Inquiry Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN 3 Siwalempu

Penerapan Metode Inquiry Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN 3 Siwalempu

Namun pada kenyataannya pendidikan di Sekolah Dasar khususnya untuk pembelajaran IPA belum sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh masih banyak guru-guru Sekolah Dasar menyelenggarakan pembelajaran secara tidak menarik seperti dominasi metode ceramah yang menuntut peserta didik untuk mendengar, memperhatikan, dan mencatat penjelasan guru. Padahal proses pembelajaran merupakan peristiwa yang menyediakan berbagai kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, karena proses belajar itu sendiri adalah perubahan perilaku yang menyangkut pengetahuan, sikap, dan keterampilan atau aspek kognitif, afektif, dan psikomotor .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI PERUBAHAN SIFAT BENDA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS III SDN TUGU 11 KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK.

PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI PERUBAHAN SIFAT BENDA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS III SDN TUGU 11 KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK.

Setelah melakukan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para guru khususnya, maupun pihak-pihak yang terkait pada dunia pendidikan dalam rangka mensukseskan serta mengejawantahkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Refublik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Mendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, serta PeraturanMendiknas Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Setidaknya manfaat penelitian tindakan kelas ini di jabarkan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Pendekatan Contekstual Teaching Learning (CTL) Pada Siswa Kelas IV SDN Santigi

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Pendekatan Contekstual Teaching Learning (CTL) Pada Siswa Kelas IV SDN Santigi

Berdasarkan hasil analisis aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran diperoleh gambaran bahwa dengan penerapan CTL, mampu meningkatkan aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator, dimana guru lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa agar mereka lebih aktif. Adapun proses pembelajaran dilaksanakan dalam suasana yang menyenagkan dengan bentuk diskusi kelompok sehingga proses pembelajaran lebih afektif. Aktivitas tersebut sesuai dengan pendekatan CTL yaitu lebih ditekankan pentingnya lingkungan alamiah yang diciptakan GDODP VHWLDS NHJLDWDQ SHPEHODMDUDQ DJDU NHODV OHELK ³KLGXS´ GDQ OHELK ³EHUPDNQD´ 3HQJHWDKXDQ LWX DNDQ OHELK EHUPDNQD PDQDNDODK GLWHPXNDQ GDQ dibangun sendiri oleh siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan akdemik mereka dalam berbagai macam tatanan kehidupan baik di sekolah maupun diluar sekolah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Pendekatan Contekstual Teaching Learning  (CTL) Pada Siswa Kelas IV SDN Santigi

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Pendekatan Contekstual Teaching Learning (CTL) Pada Siswa Kelas IV SDN Santigi

Berdasarkan hasil analisis aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran diperoleh gambaran bahwa dengan penerapan CTL, mampu meningkatkan aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator, dimana guru lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa agar mereka lebih aktif. Adapun proses pembelajaran dilaksanakan dalam suasana yang menyenagkan dengan bentuk diskusi kelompok sehingga proses pembelajaran lebih afektif. Aktivitas tersebut sesuai dengan pendekatan CTL yaitu lebih ditekankan pentingnya lingkungan alamiah yang diciptakan dalam setiap kegiatan pembelajaran, agar kelas lebih “hidup” dan lebih “bermakna”. Pengetahuan itu akan lebih bermakna manakalah ditemukan dan dibangun sendiri oleh siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan akdemik mereka dalam berbagai macam tatanan kehidupan baik di sekolah maupun diluar sekolah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK  MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPA PADA  SISWA KELAS V SDN PAMINGGIR V KECAMATAN GARUT KOTA  KABUPATEN GARUT

PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SDN PAMINGGIR V KECAMATAN GARUT KOTA KABUPATEN GARUT

a. Kertas duplikator 1 rim, @ Rp. 25.000 Rp 25.000 b. Kertas bergaris 1 rim, @ Rp. 30.000,- Rp. 30.000 c. Kertas Ukuran A4 4 rim, @ Rp. 30.000 Rp 120.000 d. Pita komputer 3 buah, @ Rp. 35.000 Rp 105.000 e. Refill Tinta Printer 3 buah, @ Rp. 27.500 Rp 82.500

6 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Pada Mata Pelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa  Kelas IV SDN Inti Tomoli

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Pada Mata Pelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inti Tomoli

Berdasarkan hasil tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus II, meliputi kegiatan memotivasi siswa, penyampaian materi yang lebih jelas dan pembimbingan siswa dalam proses pembelajaran. Perbaikan tersebut dilakukan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan mengadakan pendekatan dan memberikan pemahaman bahwa belajar dengan sungguh-sungguh dan saling berdiskusi serta kerja sama akan lebih mempermudah dalam memahami pelajaran. Guru berusaha untuk bersikap dan bertindak lebih tegas lagi dalam menetapkan peraturan kedisiplinan ketika pembelajaran berlangsung. Guru juga berusaha mendorong siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan baik melalui pemberian penghargaan terhadap aktifitas afektif dan psikomotor siswa yang baik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Konsep Energi Panas Pembelajaran IPA Kelas IV SDN No 2 Balukang

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Konsep Energi Panas Pembelajaran IPA Kelas IV SDN No 2 Balukang

Setelah menelaah masalah yang terjadi, kemudian melakukan diskusi dengan kepala sekolah, guru kelas IV, dan teman sejawat, maka peneliti menyusun serangkaian langkah±langkah perencanaan untuk melakukan tindakan siklus I. Adapun langkah±langkah perencanaan/persiapan tersebut adalah sebagai berikut: (1) mencari materi pelajaran di buku paket yang relevan dengan KTSP dan silabus; (2) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses; (3) membuat lembar kerja kelompok; (4) membuat serangkaian soal±soal yang digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran; (5) membuat pedoman observasi aktivitas guru dan siswa; (6) menyiapkan kamera sebagai alat dokumentasi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas V SD Negeri 1 Maibua Tolitoli

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas V SD Negeri 1 Maibua Tolitoli

Permasalahan penelitian ini adalah bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada konsep gaya magnet mata pelajaran IPA hanya mencapai 65, nilai tersebut masih jauh dari standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan di sekolah tersebut yaitu 70. Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 1 Maibua dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1). Perencanaan (2). Pelaksanaan (3). Observasi (4). Releksi. Pengumpulan data menggunakan observasi lapangan dan tes tindakan serta hasil observasi guru dan siswa. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan baik pada aktivitas guru maupun siswa, hasil analisis data menunjukkan ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 70% sedangkan siklus II mencapai 95% dan nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 71 sedangkan pada siklus II mencapai 78. Jadi penggunaan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA khususnya materi konsep gaya magnet.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV  SDN 1 Binangga Kecamatan Marawola Palu

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Binangga Kecamatan Marawola Palu

Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran diduga disebabkan oleh kegiatan pembelajaran selama ini, siswa hanya bertindak pasif menerima informasi tanpa mengalaminya sendiri. Sementara itu, guru lebih mendominasi kegiatan pembelajaran tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi sendiri pemahamannya, siswa kurang dilibatkan untuk melakukan observasi di lapangan, akibatnya siswa tidak dapat mengembangkan kreativitasnya. Hasilnya adalah siswa sekedar memperoleh informasi dan kemudian menghafalnya. Padahal yang lebih penting dalam pembelajaran adalah bagaimana guru memberikan pengalaman berarti kepada siswa yang dapat meninggalkan bekas (Harun, 1993:5). Oleh karena itu, sudah saatnya siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan diri.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Tandur untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Induktif dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas Ivb Sdn 1 Putat Lor Menganti Gresik

Penerapan Pendekatan Tandur untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Induktif dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas Ivb Sdn 1 Putat Lor Menganti Gresik

Ketidak tuntasan siklus I disebabkan karena penerapan pendekatan TANDUR baru pertama kalinya dilakukan oleh guru maupun siswa sehingga dalam pelaksanaannya kurang maksimal, karena guru kurang menguasai tahapan-tahapan dari pendekatan TANDUR dan siswa belum terbiasa dengan pembelajaran yang dilakukan. Sedangkan proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir induktif tidak hanya menggunakan otak kiri tetapi perlu didukung oleh pergerakan otak kanan, misalnya dengan memasukkan unsur-unsur yang dapat mempengaruhi emosi, yaitu unsur estetika melalui proses belajar yang menyenangkan dan menggairahkan serta siswa di dorong untuk mengadakan pengamatan dan memfokuskan pengamatan melalui pertanyaan- pertanyaan sehingga siswa mampu mengidentifikasi data yang relevan, mengelompokkan data dan menyimpulkan data secara induktif. Keberhasilan siklus II dikarenakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan TANDUR sudah mulai efektif dan siswa sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran yang dilakukan serta perhatian siswa juga sudah mulai terpusat pada kegiatan pembelajaran sehingga ketika siswa di dorong untuk mengadakan pengamatan dan memfokuskan pengamatan melalui pertanyaan-pertanyaan, siswa mampu mengidentifikasi data yang relevan, mengelompokkan data dan menyimpulkan data secara induktif dengan baik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL CIRCUIT LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN 4 TANJUNG TAHUN AJARAN 20162017

PENERAPAN MODEL CIRCUIT LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN 4 TANJUNG TAHUN AJARAN 20162017

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN 4 Tanjung Tahun Ajaran 2016/2017dengan menerapkan model Circuit Learning, pokok bahasan daur hidup hewan dan cara memelihara hewan peliharaan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan dua kali evaluasi dengan jumlah siswa 20 orang. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes evaluasi sedangkan data aktivitas siswa dikumpulkan melalui lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 ke siklus 2 yaitu 68,65 dengan ketuntasan klasikal 60% menjadi 77,25 dengan ketuntasan klasikal 85% sehingga mengalami peningkatan sebanyak 8,6 atau 25%. Sedangkan Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran siklus I menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran termasuk dalam kategori cukup aktif, karena dalam mengikuti pelajaran siswa telah mampu mencapai skor 49. Sedangkan pada siklus II skor diproleh sebanyak 62,5 termasuk dalam kategori aktif. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kategori aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II dengan jumlah peningkatan sebesar 13,5. Aktivitas guru dalam mengajar termasuk dalam kategori baik. Hal ini dibuktikan dari hasil observasi yang dilakukan dengan perolehan skor pada siklus I yaitu 12,5.Sedangkan pada siklus II skor yang diproleh 33 dengan peningkatan sebanyak 20,5.Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I yang dimana aktivitas guru termasuk dalam kategori baik menjadi sangat baik. Jadi,dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Circuit Learning Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV Sdn 4 Tanjung Tahun Ajaran 2016/2017.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 04 Lakea | Warda | Jurnal Kreatif Tadulako Online 3838 12176 1 PB

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 04 Lakea | Warda | Jurnal Kreatif Tadulako Online 3838 12176 1 PB

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar belajar pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN 04 Lakea Kabupaten Buol melalui penggunaan pendekatan keterampilan proses. Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas yang bersiklus melalui empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 23 yang terdiri dari 14 orang perempuan dan 9 orang laki-laki. Jenis data dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa dan hasil belajar siswa dalam memahami organ-organ tubuh manusia. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan yang berarti baik pada aktivitas guru dan siswa pada saat proses belajar maupun hasil belajar. Peningkatan itu dapat dilihat pada setiap siklus yaitu pada tes awal daya serap klasikal 58%, lalu mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 74,34% dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 82,39%, sehingga tingkat keberhasilan daya serap klasikal berada pada kategori baik. Ketuntasan belajar klasikal dari tes awal 21,73% lalu pada siklus I 69,56% lalu meningkat lagi menjadi pada siklus II 95,65%, hal ini menunjukkan bahwa taraf keberhasilan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan data tersebut maka disimpulkan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN 04 Lakea Kabupaten Buol.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA TENTANG MATERI GAYA.

PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA TENTANG MATERI GAYA.

Penelitian tindakan kelas ini berkenaan dengan Penerapan Pendekatan Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA tentang Materi Gaya pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri IV Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya dengan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar siswa pada materi gaya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 4 Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 27 siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dua siklus dengan menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Adapun instrumen pengumpulan data berupa lembar tes tertulis dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa pendekatan inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Data menunjukkan bahwa pada pra siklus, persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 44% dengan nilai rata-rata 59,7. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 67% dengan nilai rata-rata kelas 68,1. Pada siklus II, persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 100% dengan nilai rata-rata 82,9. Penerapan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran mencakup lima langkah yaitu: merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan. Adapun saran bagi guru yang bertugas sebagai fasilitator hendaknya lebih kreatif dalam merancang kegiatan pembelajaran agar memotivasi siswa untuk bereksplorasi sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Sehingga dapat membuat siswa aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN No 3 Siwalempu

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN No 3 Siwalempu

67 Pada tahap orientasi siswa kepada masalah tujuannya siswa mengetahui tujuan pembelajaran dan termotivasi agar terlibat secara aktif pada aktivitas pembelajaran. Pada tahap mengelola pengetahuan awal siswa terhadap masalah tujuannya adalah agar siswa memiliki pengetahuan awal terhadap materi perubahan wujud benda (Konstruktivisme). Tahap mengorganisasi, serta membimbing penyelidikan individual dan kelompok, guru mengarahkan siswa membentuk kelompok-kelompok belajar (learning community), setelah kelompok terbentuk siswa melakukan penyelidikan dengan mengisi lembar kerja siswa, masing-masing kelompok melakukan percobaan dengan menggunakan alat dan bahan yang sudah dibagikan dalam kelompok. Tahap selanjutnya adalah mengembangkan dan menyajikan hasil karya, guru membimbing siswa untuk membuat laporan hasil kegiatan yang telah dilakukan secara kelompok. Kegiatan siswa yaitu membuat laporan hasil kegiatan yang telah dilakukan selama proses pembelajaran (pemodelan).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Kelas IV SD Inpres Kabonena

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Kelas IV SD Inpres Kabonena

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Dalam setiap siklus terdiri atas empat langkah yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan/observasi, dan refleksi, rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD Inpres Kabonena. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan keterampilan proses pada pelajaran IPA di kelas IV SD Inpres Kabonena. Siswa yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 22 orang siswa di kelas IV SD Inpres Kabonena tahun ajaran 2014-2015. Hasil Penelitian pada siklus I siswa yang tuntas 13 orang (persentase tuntas klasikal 59,1% dan daya serap klasikal 63,6 Pada siklus II meningkat menjadi siswa yang tuntas 20 orang atau persentase ketuntasan klasikal 90,9% dan daya serap klasikal 86,4%. Pada siklus II sudah memenuhi standar ketuntasan belajar, demikian pula dengan hasil observasi terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru. Pada siklus I dan siklus II dikategorikan cukup dan sangat baik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses hasil belajar siswa kelas IV SDN Inpres Kabonena pada pelajaran IPA khususnya materi energi dan perubahannya meningkat dengan kriteria cukup dan sangat baik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses IPA untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa Kelas III Sdn 01 Ketiat

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses IPA untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa Kelas III Sdn 01 Ketiat

kemampuan dari guru dalam memilih pendekatan yang tepat, sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa, dalam hal ini peneliti menyarankan agar guru mencoba menggunakan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, karena dengan pendekatan keterampilan proses berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, siswa sangat antusias dalam belajar dan hasil belajarnya juga mengalami peningkatan yang cukup berarti dan cukup bermakna bagi siswa, (2) Pendekatan keterampilan proses merupakan salah satu pendekatan yang dapat dipilih pada kegiatan pembelajaran dan bukan hanya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam saja, tetapi dapat diaplikasikan pada mata pelajaran yang lain, (3) Guru hendaknya memberikan bimbingan bagi siswa baik dalam mengerjakan LKS maupun dalam menyimpulkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses. Hal tersebut sangat diperlukan dalam proses pembelajaran guna memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN Sijoli Melalui Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IV SDN Sijoli Melalui Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat

Selain media, pemilihan model pembelajaran turut mempengaruhi hasil pembelajaran siswa. Kelebihan yang dimiliki model pembelajaran inkuiri yakni, (1). Membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan dan proses kognitif siswa; (2) Membangkitkan gairah pada siswa misalkan siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan; (3) Memberi kesempatan pada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuan; (4) Membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses- proses penemuan; (5) Siswa terlibat langsung dalam belajar sehingga termotivasi untuk belajar; (6) Strategi ini berpusat pada anak, misalkan memberi kesempatan kepada mereka dan guru berpartisipasi sebagai sesama dalam mengecek ide. Guru menjadi teman belajar, terutama dalam situasi penemuan yang jawabanya belum diketahui.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penerapan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains (Sifat Benda) Di Kelas IV SDN 2 Karamat

Penerapan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains (Sifat Benda) Di Kelas IV SDN 2 Karamat

Selain itu, pendekatan proses juga memiliki keunggulan keunggulan yang dikemukakan oleh Ginda (2014: 3), yaitu: “(1) merangsang ingin tau siswa, (2) siswa akan aktif dalam pembelajaran dan mengalami sendiri proses mendapatkan konsep, (3) Pemahaman siswa lebih baik ”. Dengan menerapakan konsep pendekatan keterampilan proses dan keunggulan-keunggulan tersebut maka siswa akan dapat menambah pengetahuan, menambah keterampilan berpikir siswa, menambah minat belajar siswa, menambah keaktifan dalam proses pembelajaran berlangsung dan siswa akan mengalami sendiri proses mendapatkan konsep sehingga akan melekat dalam ingatan siswa. Kuatnya berbagai informasi dalam ingatan siswa dan juga pengaruh dari pendekatan keterampilan proses yang diterapkan dalam proses pembelajaran secara tidak langsung akan berdampak terhadap meningkatnya kemampuan berpikir siswa. Dengan meningkatnya kemampuan berpikir siswa maka akan berdampak terhadap hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects