Top PDF Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Untuk menghindari kerusakan gabah dan sekaligus penurunan kualitas beras maka petani hanya melakukan penjemuran hingga batas kadar air giling (±14 %), sehingga waktu untuk penjemuran diperpendek. Apabila peta- ni akan menggunakan sebagai konsumsi atau akan dijual maka akan dilakukan penjemuran kembali. Untuk mempertahankan kualitas beras maka perlakuan pengeringan dengan menggunakan alat mesin pengering perlu dilakukan. Hasil pengamatan di beberapa lokasi RMU, ternyata pemilik RMU juga mempunyai mesin pengering yang disatukan dengan maksud untuk menghindari waktu dalam menangani proses pengeringan. Mesin- mesin pengering yang ada memegang peran penting saat petani menjual gabah basah sehingga pemilik RMU dapat langsung mena- ngani proses pengeringan untuk menghindari
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

The use of wood for pulp, paper, and other cellulose-based products reveals several weaknesses. The favorable alternatives is microbial cellulose synthesized by Acetobacter. The addition of kaolin of 5.0 %, tapioca 2.5 %, and combination of kaolin (5 %) and tapioca (2.5 %) on physical characteristics of microbial cellulose are studied. Control prepared by using no addition of the both additives. This experiment proceeded in stages of microbial cellulose synthesis, pulping, paper sheet forming, and physical test. Prior sheet forming, additives added to the microbial cellulose pulp, and alum of 2 % added as retention aid. The yield of microbial cellulose pulp was 38.125 % in average (dry basis). Physical-test results on the corresponding paper revealed in the real basis weight (31.2-49.5 g m -2 ), tensile index
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Produksi Kertas Selulosa Mikroba Nata de Coco dan Analisis Biokonversinya (Production of Microbial Celluose Paper from Nata de Coco and Its Bioconversion Analysis) Khaswar Syamsu, Han Roliadi, Krishna Purnawan Candra, Siti Sartika Hardiyanti ................................................................................................................ 60-68 Pengaruh Bahan Pengikat (Karagenan, Albumen dan Gelatin) dan Lemak terhadap Komposisi Kimia, Kualitas Fisik dan Karakteristik Sensoris Sosis Sapi (Effect of Binders (Carrageenan, Albumen and Gelatine) and Fat on Chemical Composition, Physical Quality, and Sensory Characteristic of Beef Sausage) Arif Ismanto ...................... 69-74
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Penggunaan bahan pengikat memberi- kan pengaruh yang sangat nyata terhadap karakteristik sensoris rasa (P<0,10). Peng- gunaan bahan pengikat yang berbeda meng- hasilkan rata-rata skor rasa yang menurun berturut-turut albumen, gelatin dan karaginan. Ayadi (2009) dalam penelitiannya, peng- gunaan karaginan pada level 1,5 % akan menurunkan skor rasa. Karaginan yang ditam- bahkan pada penelitian ini adalah sebesar 5 %, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya tersebut.

10 Baca lebih lajut

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Dalam suatu sistem pangan, pati dan hidrokoloid pada umumnya berinteraksi dengan ingredient lain, misalnya garam. Garam memiliki efek signifikan terhadap karakteristik gelatinisasi dan reologi dari berbagai jenis pati. Sudhakar et al. (1996) menyatakan bahwa keberadaan garam pada sistem pati dapat mengontrol pengembangan granula. Kemampuan garam dalam mempe- ngaruhi karakteristik pati sangat tergantung pada jenis garam yang digunakan dan kon- sentrasinya dalam sistem pangan tersebut (Eliasson dan Gudmundsson, 2006). Peneli- tian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh garam CaCl 2 dan gum guar terhadap kualitas
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Pengaruh CaCl2 dan Gum Guar terhadap Kualitas Bihun Sukun (Effects of CaCl

Note: For each parameter, value followed by different letters was significantly different (DMRT at  5 %). The data in shaded rows and columns show the influence of sugar and kombucha starter, respectively. While the data in non- shaded space show the influence of combination of sugar and kombucha starter. The samples, each of 3 replications, fermented on aerobic middle condition for 8 days at room temperature, then assayed by hedonic test by 10 panelists (scale 1-5 for dislike very much to like very much).

9 Baca lebih lajut

Pengaruh CaCl2 terhadap Karakteristik Gelatinisasi Campuran Tepung Sukun dan

Pengaruh CaCl2 terhadap Karakteristik Gelatinisasi Campuran Tepung Sukun dan

Bahan tambahan pangan yang banyak digunakan dalam produk pangan berbahan dasar tepung/pati adalah hidrokoloid. Inter- aksi tepung/pati dengan hidrokoloid dalam bahan pangan bersifat unik dan menguntung- kan karena dapat memodifikasi tekstur dan sifat reologi dari bahan pangan tersebut. Beberapa karakteristik bahan pangan seperti rasa atau tekstur yang tidak diinginkan dapat diatasi dengan melakukan substitusi sebagian kecil pati dengan hidrokoloid seperti gum xanthan, gum guar, carboxymethyl cellulose

9 Baca lebih lajut

Kajian Pengaruh Hidrokoloid dan CaCl2 Terhadap Profil Gelatinisasi Bahan Baku Serta Aplikasinya Pada Bihun Sukun

Kajian Pengaruh Hidrokoloid dan CaCl2 Terhadap Profil Gelatinisasi Bahan Baku Serta Aplikasinya Pada Bihun Sukun

Dalam produk pangan berbahan dasar pati seperti bihun, penambahan hidrokoloid diperlukan untuk mengontrol karakteristik reologi dan memodifikasi tekstur. Telah banyak penelitian yang dilakukan dengan menggunakan sistem pati aqueous sebagai model percobaan untuk menggali fungsi dan manfaat potensial dari hidrokoloid. Glicksman (1982) menyatakan bahwa hidrokoloid dapat mengontrol karakteristik reologi dan tekstural dari bahan pangan, meningkatkan penyerapan air dan menjaga kualitas produk secara keseluruhan selama penyimpanan. Studi lain melaporkan bahwa penambahan hidrokoloid dapat memperbaiki atau memodifikasi karakteristik gelatinisasi dan retrogradasi pati (Funami et al. 2005b, Yoshimura et al. 1996), meningkatkan kapasitas pengikatan air (Yoshimura et al. 1998), dan stabilitas terhadap freeze-thaw dari sistem pati aqueous (Lee et al. 2002). Funami et al. (2005a) menyatakan bahwa galaktomanan (guar gum, tara gum, locus bean gum) memiliki pengaruh besar terhadap karakteristik gelatinisasi dan retrogradasi dari pati gandum. Hidrokoloid tersebut mampu menghambat retrogradasi pati dan meningkatkan kapasitas pengikatan air.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

Kajian Pengaruh Hidrokoloid dan CaCl2 Terhadap Profil Gelatinisasi Bahan Baku Serta Aplikasinya Pada Bihun Sukun

Kajian Pengaruh Hidrokoloid dan CaCl2 Terhadap Profil Gelatinisasi Bahan Baku Serta Aplikasinya Pada Bihun Sukun

Dalam produk pangan berbahan dasar pati seperti bihun, penambahan hidrokoloid diperlukan untuk mengontrol karakteristik reologi dan memodifikasi tekstur. Telah banyak penelitian yang dilakukan dengan menggunakan sistem pati aqueous sebagai model percobaan untuk menggali fungsi dan manfaat potensial dari hidrokoloid. Glicksman (1982) menyatakan bahwa hidrokoloid dapat mengontrol karakteristik reologi dan tekstural dari bahan pangan, meningkatkan penyerapan air dan menjaga kualitas produk secara keseluruhan selama penyimpanan. Studi lain melaporkan bahwa penambahan hidrokoloid dapat memperbaiki atau memodifikasi karakteristik gelatinisasi dan retrogradasi pati (Funami et al. 2005b, Yoshimura et al. 1996), meningkatkan kapasitas pengikatan air (Yoshimura et al. 1998), dan stabilitas terhadap freeze-thaw dari sistem pati aqueous (Lee et al. 2002). Funami et al. (2005a) menyatakan bahwa galaktomanan (guar gum, tara gum, locus bean gum) memiliki pengaruh besar terhadap karakteristik gelatinisasi dan retrogradasi dari pati gandum. Hidrokoloid tersebut mampu menghambat retrogradasi pati dan meningkatkan kapasitas pengikatan air.
Baca lebih lanjut

266 Baca lebih lajut

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

JUNI ARIO: The Characteristics of egg replacer from soy protein isolate, whey protein isolate, corn starch, potato starch, guar gum, and xanth an gum, supervised by Elisa Julianti and Era Yusraini. The research was aimed to study the physicochemical and functional characterization of egg replacer from soy protein isolate, whey protein isolate, corn starch, potato starch, guar gum, and xanthan gum. The research had been performed using factorial completely randomized design, with one factor i.e the ratio of: soy protein isolate, whey protein isolate, corn starch, potato starch, guar gum, and xanthan gum (E): 62,5%:0%:18,75%:18,125%:0,625%:0% (E 1 ); (62,5%:0%:18,75%:17,5%:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GUAR GUM PADA PEMBUATAN KERTAS ARSIP DARI PULP COTTON LINTER

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GUAR GUM PADA PEMBUATAN KERTAS ARSIP DARI PULP COTTON LINTER

Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa pulp cotton linter mengandung kadar alfa selulosa yang sangat tinggi (98,85%) dan hanya mengandung 0,10% hemiselulosa (sebagai pentosan). Menurut Han (1998), serat kulit biji cotton lint ( Gossypium spp.) memiliki kadar selulosa (85- 90%) dan kadar pentosan 3%. Proses pembuatan pulp cotton linter telah meningkatkan kadar selulosa dan menurunkan kadar pentosan. Monomer selulosa D-glukosa, sedangkan monomer hemiselulosa terdiri dari L-arabinosa (Ara), L-rhamnosa (Rha), L-galaktosa (Gal), D-mannosa (Man), D-glukosa (Glu), dan D-xylosa (Xyl). Pentosan merupakan bagian hemiselulosa dengan jumlah atom karbon 5 (C5). Untuk mempelajari lebih lanjut hasil hidrolisis selulosa dan hemiselulosa (kandungan komponen karbohidrat) pada pulp cotton linter dan guar gum telah dilakukan pengujian secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode KCKTdan hasilnya dapat dilihat Gambar 4 dan Tabel 3. Hasil pengujian kandungan komponen karbohidrat cotton linter dan guar gum menggunakan metode KCKT dapat dilihat pada Gambar 4 (a) dan (b).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SNI 0222-1967 mgkg kolonig APMg Kolonig Normal tak berjamur Normal normal maximal 40 maximal 1 maximal 3,0 Maximal 2,5 - tidak boleh ada

SNI 0222-1967 mgkg kolonig APMg Kolonig Normal tak berjamur Normal normal maximal 40 maximal 1 maximal 3,0 Maximal 2,5 - tidak boleh ada

Sponge cake berbasis tepung maizena konrol A Sponge cake berbasis tepung maizena dengan penambahan guar gum 0,5% B Sponge cake berbasis tepung maizena dengan penambahan xanthan gum 0,5% C Sponge cake berbasis tepung maizena dengan penambahan guar gum 0,5%

26 Baca lebih lajut

Pengaruh CaCl2 terhadap Karakteristik Gelatinisasi Campuran Tepung Sukun dan

Pengaruh CaCl2 terhadap Karakteristik Gelatinisasi Campuran Tepung Sukun dan

2,41 %. Menurut Martojo (1990), sifat kuantitatif dipengaruhi oleh sejumlah besar pasang gen, yang masing-masing dapat berperan secara aditif, dominan dan epistasi serta bersama-sama dengan pengaruh ling- kungan (non genetik) dan tidak dapat dibe- dakan dengan jelas, hal ini menyebabkan setiap jenis ayam lokal memiliki karakte- ristik yang berbeda mengenai persentase bobot kerabang telur yang dihasilkan.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN PENAMBAHAN GUAR GUM TERHADAP KUALITAS PRODUK BOLU KUKUS EFFECT OF MANGOSTEEN FRUIT RIND FLOUR (Garcinia mangostana L.) SUBSTITUTION AND ADDITION OF GUAR GUM ON STEAM CAKE QUALITY

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN PENAMBAHAN GUAR GUM TERHADAP KUALITAS PRODUK BOLU KUKUS EFFECT OF MANGOSTEEN FRUIT RIND FLOUR (Garcinia mangostana L.) SUBSTITUTION AND ADDITION OF GUAR GUM ON STEAM CAKE QUALITY

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan bimbingan yang diberikanNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Skripsi yang berjudul “ PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN PENAMBAHAN GUAR GUM TERHADAP

12 Baca lebih lajut

Studi Karakteristik Dan Stabilitas Pengemulsi Dari Bubuk Lendir Okra (Abelmos chus esculentus)

Studi Karakteristik Dan Stabilitas Pengemulsi Dari Bubuk Lendir Okra (Abelmos chus esculentus)

Berdasarkan profil asam amino (Tabel 2), BLO didominasi oleh asam glutamat dan lisin yang merupakan dua asam amino terionisasi (Onsaard et al., 2006). Asam amino terionisasi ini berperan terhadap stabilitas emulsi yang dipengaruhi pH. BLO cukup mampu menjaga stabilitas emulsi pada rentang pH yang luas (2-9). Penurunan stabilitas emulsi terlihat pada pH 2 dan 4 yang mungkin merupakan titik isoelektrik asam amino pengemulsi BLO. Pada titik ini, protein tidak dapat berinteraksi dengan air sehingga terbentuklah endapan. Pengaruh Kekuatan Ion (Konsentrasi Garam) terhadap Stabilitas Emulsi m/a
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Xanthan gum telah banyak digunakan sebagai bahan tambahan pada pati dalam makanan karena dapat meningkatkan karakteristik fisik dari beberapa pasta pati seperti pati kentang, ketela, jagung dan terigu (Ferrero, dkk., 1994). Keuntungan penggunaan xanthan gum dalam pembuatan roti adalah mampu berinteraksi dengan komponen lain, seperti pati dan protein. Xanthan gum bersifat mengikat air selama pembentukan adonan sehingga saat pemanggangan, air yang dibutuhkan untuk gelatinisasi pati tersedia dan gelatinisasi lebih cepat terjadi. Xanthan gum dapat membentuk lapisan tipis dengan pati sehingga dapat berfungsi seperti gluten dalam roti (Whistler dan Miller, 1993).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Gambar 6. Nilai L warna egg replacer dan kontrol (tepung telur utuh) Secara umum dapat dilihat bahwa nilai L warna egg replacer lebih tinggi dari nilai L warna kontrol (tepung telur utuh). Perlakuan yang menggunakan isolat protein kedelai memiliki nilai L warna yang lebih rendah dibandingkan perlakuan egg replacer yang menggunakan isolat protein susu. Perbedaan perbandingan pati kentang, guar gum, dan xanthan gum pada kedua isolat protein yang digunakan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap nilai L warna dari egg replacer. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai L warna dari egg replacer hanya dipengaruhi oleh jenis isolat protein yang digunakan. Isolat protein kedelai masih mengandung lemak yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan isolat protein susu sehingga menghasilkan warna egg replacer yang cenderung kuning. Menurut Widaningrum, dkk., (2005), lemak atau minyak dalam bahan pangan khususnya tepung-tepungan memberikan warna kekuningan yang dapat menurunkan tingkat kecerahan.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Teofilin dengan matriks guar gum 10% yang memberikan pelepasan obat yang bagus tetapi teofilin mempunyai log p 0,4 apabila dibandingkan dengan ketoprofen yang mempunyai log p 1 maka permeabilitasnya lebih bagus ketoprofen, sedangkan diltiazem hidroklorida menggunakan matriks guar gum dengan konsentrasi 50% yang memberikan pelepasan obat yang bagus. Diltiazem hidroklorida mempunyai kelarutan lebih mudah larut dibandingkan ketoprofen yang tidak larut. Maka pada percobaan ini digunakan guar gum dengan konsentrasi antara 10% sampai 50% yaitu 20%, 30% dan 40%. Dimana diharapkan pada konsentrasi ini, matriks yang digunakan memenuhi persyaratan sediaan lepas lambat menurut Bakar (1992). Jumlah dan laju pelepasan obat yang diharapkan adalah pada waktu yang sesuai dengan 0,25 D (6 jam) terdapat 25-50% obat terdisolusi (Q 0,25), pada waktu yang sesuai dengan 0,5 D (12 jam) terdapat
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh matriks guar gum terhadap profil pelepasan in vitro nifedipin dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh matriks guar gum terhadap profil pelepasan in vitro nifedipin dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

contain of guar gum has less sustained release effect than other formula. Concluded that the drug released was influenced by guar gum matrix. Formula with the comparison of 30% guar gum ( w w ) showed the best sustained release effect than other formula.

16 Baca lebih lajut

TAP.COM -   PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP ... 475 1929 1 PB

TAP.COM - PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP ... 475 1929 1 PB

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa masing-masing variabel antara variabel kualitas pelayanan, harga, lokasi dan kepuasan pelanggan, ternyata diperoleh nilai Cronbach Alpha ≥ 0,60. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data kuesioner yang peneliti gunakan dalam penelitian ini sudah sangat representatif dalam arti kata pengukuran datanya sudah dapat dipercaya (reliabel). Setelah dilakukan pengujian instrumen yang mana hasilnya menyatakan bahwa data penelitian adalah valid dan reliable.

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...