Top PDF PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN JENIS PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK (Jatropha curcas L.)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN JENIS PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK (Jatropha curcas L.)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN JENIS PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK (Jatropha curcas L.)

Dibuat: 2008-09-16 , dengan 3 file(s). Keywords: media tanam, pupuk daun, Jatropha curcas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media dan pupuk daun yang cocok untuk pembibitan tanaman jarak (Jatropha curcas L.). Penelitian dilakukan padabulan Desember 2007 sampai Maret 2008 di kebun percobaan Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I komposisi media (tanah : pasir : humus bambu, tanah : pasir : sekam, tanah : pasir : pupuk kandang). Faktor II macam pupuk cair : tanpa pupuk cair , pupuk cair Growmore, pupuk cair Champion, dan pupuk cair Bayfolan. Parameter yang diamati meliputi, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan diameter batang yang dilakukan 7 hari sekali. Parameter yang diamati pada akhir pengamatan meliputi berat kering tanaman, berat kering akar, dan kandungan klorofil daun.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN INTERVAL PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN INTERVAL PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

= tanah : pasir, M1 = tanah : pasir : humus bambu, M2 = tanah : pasir : sekam, M3 = tanah : pasir : pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Faktor II adalah interval pemberian air (A), terdiri dari 3 taraf, yaitu : A1 = 1 hari sekali, A2 = 2 hari sekali, dan A3 = 3 hari sekali. Pengamatan utama yang akan dianalisis dengan statistik meliputi, tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), jumlah daun (helai), dan luas daun (cm2) yang dilakukan 7 hari sekali. Parameter yang diamati pada akhir pengamatan meliputi berat kering tanaman (g), dan berat kering akar (g).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA PEMBIBITAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT STEK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.).

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA PEMBIBITAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT STEK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.).

Salah satu media tumbuh yang optimal, dan mempunyai kriteria yang paling baik dalam pembibitan tanaman, khususnya jarak pagar adalah tanah lapisan atas (top soil) (Andy MSE 2009). Menurut Rochyati dan Adiningsih (1989), pemberian bahan organik dapat meningkatkan stabilitas agregat, struktur tanah, aerasi tanah, serta kemampuan menahan air dan pupuk, berarti dapat meningkatkan ketersediaan air dan efisiensi pemupukan, salah satu pupuk organik yang baik digunakan sebagai campuran media tanam adalah pupuk organik kascing.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) ASAL SETEK BATANG SKRIPSI. Oleh

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) ASAL SETEK BATANG SKRIPSI. Oleh

Percobaan tentang pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) asal setek batang dilaksanakan pada bulan Juni- September 2013 di Jorong Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat pada ketinggian tempat 300 m dari permukaan laut. Tujuan percobaan ini adalah mengetahui dan mempelajari pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman jarak pagar asal setek batang. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, tiap satuan percobaan terdiri dari 5 batang bibit asal setek, sebagai perlakuan dalam percobaan ini adalah jenis media tanam (A) Tanah + Pukan (B) Tanah + Pukan + Sekam (C) Tanah + Pukan + Abu sekam (D) Tanah + Pukan + Pasir (E) Tanah + Pukan + Serbuk Sabut Kelapa perbandingan 1:1:1. Parameter yang di amati adalah saat muncul tunas pertama, tinggi tunas, jumlah tunas, jumlah helaian daun perbibit, lingkar tunas, persentase bibit tumbuh, bobot basah bibit, panjang akar terpanjang, jumlah akar, kriteria bibit siap salur. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan menggunakan uji F pada taraf nyata 5%, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukan bahwa jenis media tanam Tanah+Pukan+Pasir merupakan perbandingan yang tepat terhadap pertumbuhan bibit jarak pagar asal setek batang.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KAJIAN PERTUMBUHAN TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) PADA PERLAKUAN JENIS PUPUK DAUN DAN INTERVAL PENYIRAMAN

KAJIAN PERTUMBUHAN TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) PADA PERLAKUAN JENIS PUPUK DAUN DAN INTERVAL PENYIRAMAN

Bahan yang diperlukan adalah : 1) benih jarak IP-1A, 2) macam pupuk daun dengan kandungan unsur hara 32% N, 10% P, 10% K, Ca, Mg, S, B, Cu, Fe, Mn, Zn disebut jenis pupuk Groumor / C1, unsur hara dengan kandungan 21% N, 21% P, 21% K, B, Fe, Mn, Cu, Zn, Mo disebut jenis pupuk Campion / C2, dan unsur hara dengan kandungan 11% N, 8% P, 6% K, Mg, Fe, B, Cu, Zn, Co disebut jenis pupuk Bayfolan / C3, 3) air, 4) media tanam (tanah, pasir, kompos,).

2 Baca lebih lajut

Pengaruh penambahan jenis dan dosis pupuk kandang pada tanah mediteran terhadap pertumbuhan bibit jarak pagar (Jatropha curcas L)

Pengaruh penambahan jenis dan dosis pupuk kandang pada tanah mediteran terhadap pertumbuhan bibit jarak pagar (Jatropha curcas L)

Tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas L.) merupakan tanaman yang mempunyai fungsi sebagai tanaman pagar, tanaman obat, penghasil minyak untuk pengganti biodiesel yang banyak dibudidayakan di negara-negara tropik. Produktivitas tanaman ini sangat dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan. Salah satu langkah penting pada budidaya jarak pagar adalah dengan menkondisikan pembibitan yang sesuai diantaranya dengan perbaikan media tanam, sehingga diperoleh pertumbuhan yang optimal. Selama ini tanaman jarak pagar lebih banyak ditanam di lahan marginal. Tanah mediteran merupakan tanah marginal yang mempunyai kandungan N tanah rendah. Tanah marginal seperti ini dengan penanganan yang tepat diharapkan dapat memberikan hasil tanaman yang diharapkan. Penambahan pupuk kandang diharapkan mampu meningkatkan kandungan N tanah untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis dan dosis pupuk kandang pada tanah mediteran terhadap pertumbuhan bibit Jarak Pagar (Jatropha curcas L)
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH JENIS BATANG BAWAH DAN BATANG ATAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DALAM PENYAMBUNGAN

PENGARUH JENIS BATANG BAWAH DAN BATANG ATAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DALAM PENYAMBUNGAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi jenis batang bawah dan batang atas terhadap pertumbuhan bibit jarak pagar yang meliputi panjang batang atas, jumlah daun, panjang tangkai daun, diameter batang, luas daun, persentase hidup dan bobot kering bibit jarak pagar. Hal ini diduga disebabkan faktor genetik yang sama antara semua jenis batang atas dan batang bawah yang digunakan, disamping itu, faktor-faktor yang diteliti memiliki pengaruh yang lemah terhadap parameter yang diamati, atau pengaruh suatu faktor sama pada semua taraf faktor lainnya. Ini dikarenakan jenis batang bawah dan batang atas masih memilki hubungan kekerabatan yang sama dan populasi yang sama berasal dari Nusa Tenggara Barat, sehingga proses penyambungan dapat terjadi. Proses penyatuan sambungan dimulai dengan pembentukan kalus pada kedua permukaan sambungan diferensiasi kalus menjadi kambium. Pada akhirnya terbentuk jaringan atau pembuluh dari kambium yang baru sehingga proses translokasi hara dari batang bawah ke batang atas dan sebaliknya dapat berlangsung kembali, agar proses pertautan tersebut berlanjut, sehingga membentuk suatu tanaman yang utuh.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Frekuensi Penyiraman pada Fase Bibit terhadap Pertumbuhan Bibit dan Dampaknya pada Pertumbuhan Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.).

Pengaruh Frekuensi Penyiraman pada Fase Bibit terhadap Pertumbuhan Bibit dan Dampaknya pada Pertumbuhan Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.).

Secara umum kondisi bibit jarak pagar pada fase pembibitan (umur 0-2 bulan) mengalami pertumbuhan yang sangat baik dan hampir seragam. Satu minggu pertama sebagian besar benih yang ditanam sudah berkecambah dengan tipe perkecambahan epigeal, yaitu radikula (calon akar) muncul kemudian diikuti dengan memanjangnya hipokotil secara keseluruhan dan membawa serta kotiledon dan plumula ke atas permukaan tanah. Kotiledon akan gugur dengan sendirinya saat daun pertama muncul. Pengamatan daya berkecambah (DB) benih dilakukan pada hari ke-7 dan hari ke-14 setelah tanam. Persentase DB benih dari ketiga genotipe jarak pagar berkisar antara 95 – 100 %, yaitu Biak 95%, Bengkulu 100%, dan Bogor 98%. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga genotipe jarak pagar tersebut memiliki viabilitas awal yang cukup tinggi.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Pengaruh dosis pupuk NPK Kujang terhadap pertumbuhan tiga jenis bahan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.)

Pengaruh dosis pupuk NPK Kujang terhadap pertumbuhan tiga jenis bahan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.)

Bahan tanaman yang berasal dari stek memiliki keunggulan diantaranya umur pembibitan relatif pendek, tingkat keberhasilan tinggi, lebih cepat berproduksi, serta pemeliharaannya mudah. Sehingga penggunaan bahan tanaman dari stek dapat digunakan untuk skala industri karena dapat digunakan juga untuk meningkatkan skala produksi biji jarak pagar dalam jumlah banyak akibat persediaan bahan tanaman yang terbatas serta memperoleh bahan tanaman stek lebih mudah dan pertumbuhan yang cepat. Tetapi penggunaan stek untuk produksi minyak jarak pagar memiliki kelemahan karena sistem perakaran yang serabut sehingga apabila tanaman tersebut ditanam pada lahan yang tanahnya mudah tererosi air hujan atau mudah terbawa angin sehingga akan mengakibatkan tanaman tersebut mudah roboh. Hal tersebut sama halnya dengan penggunaan bahan tanaman dari stek pucuk. Di samping itu penggunaan bahan tanaman dari stek pucuk dapat menjadi solusi lain dalam memanfaatkan semua bagian tanaman jarak pagar.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Pengaruh Jumlah Mata Tunas dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.)

Pengaruh Jumlah Mata Tunas dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.)

This study aims to determine the influence of the buds and growing media on the growth of Jatropha and the presence or absence of interaction between these factors. This research was conducted at the Faculty of Agriculture experiment station Syiah Kuala University in Banda Aceh Darussalam which lasted from October 8 to December 8, 2007. This research use randomized block design (RAK) factorial pattern. There are 2 factors studied, the first factor is the number of buds (J) and the second factor is the planting media (M), each of which consists of 3 levels with 3 replications. Observations were observed and the number of shoots, shoot length, number of leaves per shoot, number of leaves per cutting, number of roots and root length. The results showed that the number of buds very real effect on the growth of Jatropha plants cuttings. Number of best buds obtained at 12 (T2). The composition of growth media also affect the growth of Jatropha plantscuttings and the best growing media found on the composition of the planting medium sand: soil: manure: chaff (M1) and there is interaction between the two while the best combination found in the number of buds growing media 14 with sand: soil : manure: chaff (M3T1)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Jumlah Mata Tunas dan  Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)

Pengaruh Jumlah Mata Tunas dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)

This study aims to determine the influence of the buds and growing media on the growth of Jatropha and the presence or absence of interaction between these factors. This research was conducted at the Faculty of Agriculture experiment station Syiah Kuala University in Banda Aceh Darussalam which lasted from October 8 to December 8, 2007. This research use randomized block design (RAK) factorial pattern. There are 2 factors studied, the first factor is the number of buds (J) and the second factor is the planting media (M), each of which consists of 3 levels with 3 replications. Observations were observed and the number of shoots, shoot length, number of leaves per shoot, number of leaves per cutting, number of roots and root length. The results showed that the number of buds very real effect on the growth of Jatropha plants cuttings. Number of best buds obtained at 12 (T2). The composition of growth media also affect the growth of Jatropha plantscuttings and the best growing media found on the composition of the planting medium sand: soil: manure: chaff (M1) and there is interaction between the two while the best combination found in the number of buds growing media 14 with sand: soil : manure: chaff (M3T1)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH JUMLAH MATA TUNAS DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

PENGARUH JUMLAH MATA TUNAS DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

This study aims to determine the influence of the buds and growing media on the growth of Jatropha and the presence or absence of interaction between these factors. This research was conducted at the Faculty of Agriculture experiment station Syiah Kuala University in Banda Aceh Darussalam which lasted from October 8 to December 8, 2007. This research use randomized block design (RAK) factorial pattern. There are 2 factors studied, the first factor is the number of buds (J) and the second factor is the planting media (M), each of which consists of 3 levels with 3 replications. Observations were observed and the number of shoots, shoot length, number of leaves per shoot, number of leaves per cutting, number of roots and root length. The results showed that the number of buds very real effect on the growth of Jatropha plants cuttings. Number of best buds obtained at 12 (T2). The composition of growth media also affect the growth of Jatropha plantscuttings and the best growing media found on the composition of the planting medium sand: soil: manure: chaff (M1) and there is interaction between the two while the best combination found in the number of buds growing media 14 with sand: soil : manure: chaff (M3T1)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN BAGIAN SETEK TERHADAP KEBERHASILAN SETEK DAN PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN JARAK PAGAR ( Jatropha curcas L )

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN BAGIAN SETEK TERHADAP KEBERHASILAN SETEK DAN PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN JARAK PAGAR ( Jatropha curcas L )

Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa perlakuan media berbeda sangat nyata terhadap jumlah akar dan berat basah akar. Perlakuan M2 (media tanah + arang sekam) berbeda sangat nyata terhadap jumlah akar. Hal ini disebabkan pertumbuhan akar sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan kesuburan tanah. Sifat fisik tanah latosol antara lain bertekstur liat yang sebagian besar berdominasi fraksi liat. Pada kondisi ini daya serap air sangat kuat dan ketersediaan nutrisi cukup tetapi untuk udara sulit masuk karena pori-pori tanahnya rapat. Dengan penambahan sekam maka pori-pori tanah akan bertambah lebar sehingga udara dapat masuk. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Kusmiati dan Dayat 2005, bahwa banyaknya akar tanaman tergantung pada ketersediaan air, udara dan zat hara tanaman. Perlakuan M2 (media tanah + arang sekam) berbeda sangat nyata terhadap berat basah akar. Pertumbuhan akar sangat dipengaruhi tekstur dan struktur tanah. Dengan penambahan arang sekam maka dapat memperbaiki struktur media tanah,
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH JENIS BATANG BAWAH DAN BATANG ATAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DALAM PENYAMBUNGAN SKRIPSI

PENGARUH JENIS BATANG BAWAH DAN BATANG ATAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DALAM PENYAMBUNGAN SKRIPSI

lapangan yang telah penulis kerjakan sejak bulan Maret sampai Juli. Penelitian ini didanai oleh proyek penelitian hibah bersaing DIPA Universitas Mataram 2013 : dengan judul Percepatan Perolehan Hasil Tinggi Melalui Top Working Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Di Lahan Kering. Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu sehingga tugas pembuatan skripsi ini dapat penulis selesaikan. Khususnya kepada Bapak Dr. Ir. I Gst Md Arya Parwata, M.App.Sc dan Bapak Ir. Jayaputra, M.Si., masing-masing selaku Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping dan Penguji, yang banyak memberikan arahan dan dukungan sejak penulis mulai mempersiapkan rencana penelitian, selama percobaan sampai dengan penulisan akhir skripsi ini disampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga. Demikian juga kepada Ibu Ir. Rukmini Kusmarwiyah MP, selaku Dosen Penguji, atas segenap masukan berupa kritik, pandangan, dan saran untuk penyempurnaan penulisan skripsi ini selama ujian skripsi berlangsung, serta bantuan yang telah diberikan kepada penulis mulai dari penyusunan rencana penelitian, selama penelitian, dan penyusunan laporan akhir, penulis sampaikan terimakasih.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Jenis Pupuk Kandang pada Tanah Mediteran terhadap Pertumbuhan Bibit Jarak Pagar (Jatropha curcas L.

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Jenis Pupuk Kandang pada Tanah Mediteran terhadap Pertumbuhan Bibit Jarak Pagar (Jatropha curcas L.

dilakukan oleh bakeri Nitrobacter yang disebut dengan nitratasi. Nitrat merupakan hasi proses mineralisasi yang banyak disukai oleh sebagian besar tanaman budidaya. Nitrogen diserap tanaman dalam bentuk nitrat maupun amonia.Dalam kebanyakan tanah amonia ini langsung dapat dioksidasi menjadi nitrat oleh bakteri, sehingga ion nitrat lazimnya merupakan sumber utama nitrogen bagi tumbuhan. Walaupun demikian setelah diserap, ion nitrat harus direduksi kembali menjadi amonia sebelum komponen nitrogennya dapat digabungkan ke dalam asam amino dan senyawa nitrogen organik lain (Loveles, 1991). Asam amino diperlukan untuk membentuk protein yang berguna sebagai penyusun organel-organel sel. Selain berfungsi sebagai pembentuk organel protein juga berfungsi dalam reaksi metabolisme yakni sebagai penyusun enzim dan hormon.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh frekuensi penyiraman yang efisien dan mengetahui pengaruh benih baru dan benih lama serta interaksinya pada pertumbuhan bibit jarak pagar. Penelitian disusun secara faktorial menggu- nakan rancangan acak lengkap dengan lima ulangan, terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah frekuensi penyiram- an yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu penyiraman satu hari sekali, dua hari sekali, dan tiga hari sekali. Faktor kedua adalah jenis benih terdiri dari dua perlakuan yaitu benih baru dan benih lama. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan frekuensi penyiraman tiga hari sekali tidak berbeda nyata dengan perlakuan penyiraman satu hari sekali dan dua hari se- kali pada parameter tinggi bibit, panjang akar, diameter batang, jumlah daun, berat segar tajuk, dan berat kering akar. Pada benih baru, tinggi bibit, jumlah daun, berat segar tajuk, dan berat kering tajuk, lebih baik dibandingkan pada benih lama.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH JENIS CABANG TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN PADA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DEWASA

PENGARUH JENIS CABANG TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN PADA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DEWASA

Jumlah daun yang paling banyak sejak hari ke 14 hingga hari ke 42 ditujukkan oleh cabang tersier sedangkan jumlah daun yang paling sedikit ditunjukkan oleh cabang primer. Jumlah daun pada cabang primer yang lebih sedikit diduga karena pada cabang yang lebih tua (cabang primer) proses pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel-sel pada meristem pucuk pada cabang primer lambat. Jumlah daun pada cabang yang lebih muda (cabang tersier) yang lebih banyak diduga karena proses pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel-sel pada meristem pucuk pada cabang yang muda (cabang tersier) lebih cepat dan pada cabang yang muda proses pembelahan sel – sel pada bagian – bagian meristem masih sangat aktif. Sejalan dengan pendapat Kimball (1991), pertumbuhan daun terjadi akibat pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel-sel pada meristem dari kuncup terminal dan kuncup lateral yang memproduksi sel-sel baru secara periodik, sehingga akan membentuk daun baru. Terbentuknya daun baru akan meningkatkan laju fotosintesis. Semakin cepat laju ketiga proses tersebut, maka semakin cepat daun terbentuk dan sekaligus pertumbuhan berikutnya yakni luas daun.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perkecambahan Biji Dan Pertumbuhan Semai Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.)

Perkecambahan Biji Dan Pertumbuhan Semai Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.)

Pertumbuhan panjang akar semai jarak umur dua bulan tidak dipengaruhi oleh jenis media dan naungan yang berbeda. Namun dari hasil pengamatan terlihat pada tanaman jarak yang ditanam pada media campuran tanah dan pupuk kandang banyak muncul akar baru. Pertumbuhan akar baru sangat penting artinya bagi kualitas suatu bibit tanaman. Tanaman yang mempunyai akar yang lebih banyak akan lebih mudah dalam menyerap air dan hara sehingga menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik. Menurut Jepsen et al. (2004) penambahan pupuk kandang dapat menjaga kelembaban tanah dan mempunyai efek yang positif pada persentase perkecambahan. Setelah biji berkecambah, pertumbuhan tanaman dipengaruhi ketersediaan makanan dalam biji (kotil). Apabila sediaan cadangan makanan (karbohidrat, lemak, protein, dan minaeral) dalam biji habis maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan, selanjutnya media tumbuh sangat berperan terhadap kelangsungan pertumbuhan ini ( Sumiasri dan Ninik, 2006).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh pemberian kapur dan pupuk kandang pada tanah latosol terhadap pertumbuhan bibit tanaman jarak pagar (Jatropa curcas L)

Pengaruh pemberian kapur dan pupuk kandang pada tanah latosol terhadap pertumbuhan bibit tanaman jarak pagar (Jatropa curcas L)

Arista, Molik Widaning. 2013. Pengaruh Pemberian Kapur Dan Pupuk Kandang Pada Tanah Latosol Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Jarak Pagar (Jatropa curcas L). Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Dosen pembimbing I: Suyono, M.P. Dosen pembimbing II: Dr. Munirul Abidin, M.Ag

14 Baca lebih lajut

PENGARUH GYPSUM DAN PUPUK FOSFAT TERHADAP PENYERAPAN LOGAM CROMIUM DAN NIKEL SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN JARAK (Jatropha curcas L.) DI TANAH SERPENTIN

PENGARUH GYPSUM DAN PUPUK FOSFAT TERHADAP PENYERAPAN LOGAM CROMIUM DAN NIKEL SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN JARAK (Jatropha curcas L.) DI TANAH SERPENTIN

Berdasarkan gambar 4 diatas menunjukkan bahwa diantara 4 perlakuan tersebut, untuk parameter pertumbuhan tinggi tanaman, pada perlakuan kontrol yang paling kecil sedangkan yang paling tinggi pada pemberian gypsum + fosfat. Tinggi tanaman jarak yang mendapat perlakuan gypsum + fosfat sebesar 18,5 cm, yang diberi gypsum sebesar 16,8 cm, yang diberi fosfat sebesar 17,5 cm dan yang kontrol sebesar 15,7 cm. Pada perlakuan diatas gypsum + fosfat yang paling tinggi, artinya pemberian tersebut mampu menaikan parameter pertumbuhan, ini dikarenakan komposisi dimedia tanah cukup untuk tanaman sehingga tumbuh dengan baik. Hasil uji memperlihatkan bahwa data menyebar normal dan homogen (Lampiran 5), analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman. karena pertumbuhannya tidak berbeda nyata diantara 4 perlakuan tersebut dan kandungan yang terdapat dalam jaringan tersebut juga sangat kecil, sehingga tidak mempengaruhi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...