Top PDF Pengaruh Latihan Beban Menggunakan Bench Press Terhadap Daya Ledak Otot Lengan Atlet Karate

Pengaruh Latihan Beban Menggunakan Bench Press Terhadap Daya Ledak Otot Lengan Atlet Karate

Pengaruh Latihan Beban Menggunakan Bench Press Terhadap Daya Ledak Otot Lengan Atlet Karate

The problem in this study was the low ability of the muscle explosive power of the UK Karate UNP athletes. This study aims to see the effect of weight training using Bench Press on the explosive power of arm muscles of UK karate athletes at UNP. The population in this study were athletes from the Padang State University Karate Activity Unit, amounting to 15 people. Sampling is done by Total Sampling, then the sample in this study amounted to 15 people. The treatment in this study was carried out as many as 16 meetings and measurements of arm muscle explosive power before and after treatment (pretest-posttes design). The instrument used in this study was the Two Hand Medicine Ball Put test. After the data is obtained, the data is analyzed using t-test. The results showed: weight training using the Bench Press had a significant effect on the explosive power of the athlete's arm Unit of Karate University Padang State University's karate activity was proven where t count 6.42> t table 2.15 thus the hypothesis in this study was accepted.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Latihan Tricep Press Down Dan Seated Rowing Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Lengan Pada Atlet Panahan Di Kabupaten Klaten.

PENDAHULUAN Pengaruh Latihan Tricep Press Down Dan Seated Rowing Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Lengan Pada Atlet Panahan Di Kabupaten Klaten.

Dalam upaya meningkatkan daya tahan otot lengan tersebut ada beberapa metode latihan salah satunya latihan beban, karena aktivitas olahraga panahan pada dasarnya melibatkan dua aktivitas yaitu kontraksi isotonik (menarik busur hingga tarikan penuh) dan kontraksi isometrik (pada saat menahan tarikan dan melakukan bidikan). Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh Furqon dan Douwes (2003) menyatakan bahwa: untuk meningkatkan kondisi fisik pemanah dapat menggunakan metode latihan interval aerobik dan metode latihan berbeban dengan sirkuit. Dan untuk meningkatkan kekuatan-daya tahan otot dalam menarik busur maka program latihan beban yang dilakukan harus melibatkan otot- otot yang bekerja pada gerakan menarik busur. Latihan beban itu sendiri ada beberapa macam bentuk gerakan untuk peningkatan daya tahan otot sesuai dengan yang dibutuhkan. Penelitian lain yang juga relevan yaitu penelitian Setyoningsih (2011) didapatkan peningkatan signifikan bahwa weight training memberikan pengaruh terhadap meningkatkan daya tahan-
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Latihan Sistem Set Dan Sirkuit Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Pada Atlet Bolabasket Fik Unp

Pengaruh Metode Latihan Sistem Set Dan Sirkuit Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Pada Atlet Bolabasket Fik Unp

Latihan adalah aktivitas atau kegiatan yang terdiri dari berbagai bentuk sikap dan gerak, terarah, berulang-ulang, dengan beban yang kian bertambah guna memperbaiki efisiensi kemampuan. Menurut Bompa (1994:2) ”latihan merupakan proses pengulangan yang sistematis, progresif dengan tujuan akhir memperbaiki prestasi olahraga. Kunci utama dalam memperbaiki prestasi olahraga adalah sistem latihan yang diorganisasikan secara baik. Program latihan harus mengikuti konsep periodesasi, disusun dan direncanakan secara baik berdasar cabang olahraga, agar sistem energi atlet mampu beradaptasi terhadap kekhususan cabang olahraga”.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH CIRCUIT WEIGHT TRAINING TERHADAP DAYA LEDAK LENGAN ATLET CABANG OLAHRAGA VOLI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - PENGARUH CIRCUIT WEIGHT TRAINING TERHADAP DAYA LEDAK LENGAN ATLET CABANG OLAHRAGA VOLI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKA

PENGARUH CIRCUIT WEIGHT TRAINING TERHADAP DAYA LEDAK LENGAN ATLET CABANG OLAHRAGA VOLI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - PENGARUH CIRCUIT WEIGHT TRAINING TERHADAP DAYA LEDAK LENGAN ATLET CABANG OLAHRAGA VOLI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKA

Defenisi Operasional dalam penelitian ini terdiri dari daya ledak lengan ynag diukur dengan medicine ball. Medicine ball sebagai suatu alat semacam bola dapat membantu meningkatkan kekuatan lengan, throw adalah gerakan melempar dan dimulai dari belakang kepala ke atas depan Agus Budiarto (1989, dalam Annuri 2014). Pengukuran dilakukan pada semua sampel sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan setalah dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu. Latihan beban (weight training) adalah latihan yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan beban sebagai alat untuk menambah kekuatan fungsi otot guna memperbaiki kondisi fisik atlet, mencegah terjadinya cedera atau untuk tujuan kesehatan. (Suharjana, 2007)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN HURDLE HOPS DALAM PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESILAT REMAJA

PENGARUH LATIHAN HURDLE HOPS DALAM PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESILAT REMAJA

Daya ledak adalah kekuatan sebuah otot untuk tahanan beban dengan kecepatan tinggi dalam gerakan yang utuh (Suharno HP, 1998:36). Daya ledak yaitu kemampuan seseorang menggunakan kekuatan maksimal yang dikerahkan dalam waktu yang sesingkat - singkatnya (M. Sajoto, 1995:17). Untuk mendapatkan tolakan yang kuat dan kecepatan yang tinggi, seorang atlet harus memiliki daya ledak yang besar. Jadi daya ledak otot tungkai sebagai tenaga pendorong lompatan pada saat melakukan tolakan pada papan tolak setelah melakukan awalan untuk memperoleh kecepatan vertical sehingga dapat menambah lompatan yang dilakukan. Sedangkan menurut Bompa (1996:61) daya ledak adalah kemampuan otot untuk mengeluarkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat singkat. Rumus yang digunakan dalam daya ledak adalah : daya ledak = kerja waktu = kekuatan x jarak tempuh. Kekuatan adalah kemampuan komponen fisik seorang dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja, sedangkan kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan yang sejenisnya secara berturut - turut dalam waktu yang singkat. Dan menurut tim fisiologi manusia (2010:45) “ daya ledak merupakan kombinasi antara kekuatan dan kecepatan dan merupakan dasar dalam setiap melakukan bentuk aktifitas”. Juga sering diartikan daya ledak yang mempunyai warna kemampuan untuk mengeluarkan kekuatan maksimal dalam waktu relative singkat..
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Latihan Dumbell Terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Lengan Pada Pemain Bulu Tangkis Di Gor Pabelan Surakarta.

PENDAHULUAN Pengaruh Latihan Dumbell Terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Lengan Pada Pemain Bulu Tangkis Di Gor Pabelan Surakarta.

Kekuatan adalah komponen kondisi fisik yang menyangkut masalah kemampuan seorang atlet pada saat menggunakan otot-ototnya, menerima beban dalam waktu kerja tertentu (Sajoto, 2010). Bentuk latihan yang cocok untuk mengembangkan kekuatan adalah latihan-latihan tahanan seperti mengangkat, menghela, atau menarik suatu beban seperti latihan dumbell . Beban yag diangkat sedikit demi sedikit ditambah beratnya agar sesuai dengan perkembangan otot (Dwinarahayu, 2010). Kecepatan adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk menjawab rangsangan dalam waktu secepat dan sesingkat mungkin (Sukadiyanto, 2005). Untuk menghasilkan kecepatan dengan baik dibutuhkan latihan-latihan yang mendukung kondisi fisik tersebut yang diberikan kepada atlet setelah memiliki komponen kekuatan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Latihan Sistem Sirkuit Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Pada Atlet Bolabasket Fik Unp

Pengaruh Metode Latihan Sistem Sirkuit Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Pada Atlet Bolabasket Fik Unp

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh sistem sirkuit terhadap peningkatan daya ledak otot lengan pada atlet FIK UNP Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian exsperimen semu yang dilakukan di GOR PPSP Pembangunan UNP. Sampel penelitian ini adalah pemain bolabasket putra FIK UNP yang berjumlah 10 orang yang diberikan perlakuan 16 kali latihan. Teknik pengambilan data menggunakan two hand medicine ball push. Data yang telah terkumpul digunakan untuk menguji hipotesis yang menggunakan uji t. Sebelum uji t dilakukan terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil dari uji hipotesis yang menggunakan statistik uji t dapat disimpulkan sebagai berikut : Sistem sirkuit berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan daya ledak otot lengan dapat diperoleh nilai t hit 10.30 > t tab 2.26 dan p 0.00 < 0.05α
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN BEBAN LATIHAN DOUBLE LEG SPEED  Pengaruh Penambahan Beban Latihan Double Leg Speed Hop Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pemain Bola Voli.

PENGARUH PENAMBAHAN BEBAN LATIHAN DOUBLE LEG SPEED Pengaruh Penambahan Beban Latihan Double Leg Speed Hop Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pemain Bola Voli.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan atlet dalam cabang olahraga yang membutuhkan loncatan dan permainan adalah daya ledak otot tungkai seperti pada permainan bola voli. Power otot tungkai memegang peranan penting yang sangat berpengaruh terhadap terciptanya suatu lompatan hingga dapat melakukan jumping smash dan bloking yang sempurna pada saat melakukan suatu pertandingan. Bentuk yang sesuai yaitu Double Leg Speed Hop. Program latihan yang diberikan ini berfungsi untuk membina dan meningkatkan kekuatan otot tungkai. Hasil Penelitian yaitu ada pengaruh pada kelompok I setelah dilakukan uji statistik menggunakan uji wilcoxon didapatkan p-value 0,07. Dan kelompok II hasil p-value 0,05, serta terdapat perbedaan pengaruh setelah dilakukan uji statistik menggunakan uji mann whitney didapatkan p-value 0,001.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Latihan Traditional Push Up, Plyometric  Push Up, dan Incline Push Up Terhadap Kekuatan Otot Lengan, Power Otot Lengan, dan Daya Tahan Otot Lengan

Pengaruh Latihan Traditional Push Up, Plyometric Push Up, dan Incline Push Up Terhadap Kekuatan Otot Lengan, Power Otot Lengan, dan Daya Tahan Otot Lengan

Untuk menciptakan sebuah program latihan kekuatan yang sukses, maka pelatih dan atlet akan menipulasi beberapa variable latihan, seperti volume dan intensitas latihan Bompa (2015). Hanya sedikit atlet yang mampu melakukan latihan kekuatan dengan beban supermaksimal, itu pun karena mereka memiliki latar belakang latihan kekuatan yang baik. Tiap zona intensitas yang dipilih atlit akan memperlihatkan adaptasi neuromuscular yang berbeda. Dalam latihan beban yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 50-70% repetisi maksimal Bompa (2015). Pemilihan beban rendah ke medium 50-70% repetisi maksimal dikarenakan penelitian ini memiliki 3 variabel terikat yaitu kekuatan, power dan daya tahan otot.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN TRICEP PRESS DOWN DAN SEATED ROWING TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN PADA  Pengaruh Latihan Tricep Press Down Dan Seated Rowing Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Lengan Pada Atlet Panahan Di Kabupaten Klaten.

PENGARUH LATIHAN TRICEP PRESS DOWN DAN SEATED ROWING TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN PADA Pengaruh Latihan Tricep Press Down Dan Seated Rowing Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Lengan Pada Atlet Panahan Di Kabupaten Klaten.

Daya tahan otot lengan sangat penting untuk peningkatan lamanya menahan busur. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut maka diberikan latihan beban. Jenis latihan ini adalah latihan tricep press down dan seated rowing, dimana otot yang berperan yaitu tricep, rhomboideus, trapezius, latisimus dorsi, teres mayor, deltoid posterior, infraspinatus, teres minor, bisep brachi’i dan brachioradialis (Putz and Pebst, 2005). didapatkan respon fisiologis yang memiliki pengaruh atau menyebabkan penambahan ukuran otot (hipertropi otot) pada serabut otot type I slow twitch. Walaupun pada latihan daya tahan, adaptasi terbesar terjadi pada proses biokimiawi di dalam otot. Dengan pemanfaatan mechano growth faktor dimana subtansi tersebut berperan dalam proses peningkatan sintesa protein yg digunakan dalam adaptasi kontraksi otot terhadap beban latihan yg diberikan. Sehingga dalam hal ini selain terjadi respon dari muscle fiber juga menyebabkan meningkatnya ukuran pembuluh kapiler, sehingga meningkatkan penggunaan oksigen dalam muscle fiber.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN TRICEP PRESS DOWN DAN SEATED ROWING TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN  Pengaruh Latihan Tricep Press Down Dan Seated Rowing Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Lengan Pada Atlet Panahan Di Kabupaten Klaten.

PENGARUH LATIHAN TRICEP PRESS DOWN DAN SEATED ROWING TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN Pengaruh Latihan Tricep Press Down Dan Seated Rowing Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Lengan Pada Atlet Panahan Di Kabupaten Klaten.

Hasil penelitian dengan menggunakan uji pengaruh Wilcoxon menunjukkan hasil pada kelompok perlakuan p=0,018 < 0,05 berarti ada pengaruh dan pada kelompok kontrol p=0,124 > 0,05 tidak memberikan adanya pengaruh. Hasil uji Man-Whitney Test menunjukkan hasil p=0,002 < 0,05 yang berarti ada beda pengaruh pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Latihan Sistem Set Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Pada Atlet Bolabasket Fik Unp

Pengaruh Metode Latihan Sistem Set Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Pada Atlet Bolabasket Fik Unp

Latihan adalah aktivitas atau kegiatan yang terdiri dari berbagai bentuk sikap dan gerak, terarah, berulang-ulang, dengan beban yang kian bertambah guna memperbaiki efisiensi kemampuan. Menurut Bompa (1994:2) ”latihan merupakan proses pengulangan yang sistematis, progresif dengan tujuan akhir memperbaiki prestasi olahraga. Kunci utama dalam memperbaiki prestasi olahraga adalah sistem latihan yang diorganisasikan secara baik. Program latihan harus mengikuti konsep periodesasi, disusun dan direncanakan secara baik berdasar cabang olahraga, agar sistem energi atlet mampu beradaptasi terhadap kekhususan cabang olahraga”.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Sumbangan Indeks Massa Tubuh, Daya Ledak Otot Lengan, Daya Ledak Otot Torsio Togok Dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Hasil Tolak Peluru Gaya O’brien Pada Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Angkatan 2005.

Sumbangan Indeks Massa Tubuh, Daya Ledak Otot Lengan, Daya Ledak Otot Torsio Togok Dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Hasil Tolak Peluru Gaya O’brien Pada Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Angkatan 2005.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan terhadap hasil tolak peluru gaya O’brien sebagai berikut, indeks massa tubuh sebasar 10%, daya ledak otot lengan 32%, daya ledak otot torsio togok 11% dan daya ledak otot tungkai sebesar 15%. Dilihat dari sumbangan relatifnya daya ledak otot lengan memberikan kontribusi yang paling besar yaitu 47% dibandingkan dengan indeks massa tubuh sebesar 14%, daya ledak otot torsio togok 17% dan daya ledak otot tungkai 22%.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DAYA LEDAK TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN RENANG GAYA DADA PADA ATLET RENANG PR. GARUDA LAUT MAKASSAR

HUBUNGAN DAYA LEDAK TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN RENANG GAYA DADA PADA ATLET RENANG PR. GARUDA LAUT MAKASSAR

keterampilannya dalam melakukan suatu gerakan. Salah satu tujuan berolahraga yaitu untuk meningkatkan kesegaran jasmani. Dengan ini kesadaran masyarakat untuk melakukan olahraga semakin tinggi, salah satunya cabang olahraga renang. Renang sangat penting bagi setiap individu karena dapat menyelamatkan diri sendiri ketika berada di air. Renang adalah olahraga air yang sangat popular dan digemari oleh siapapun karena semua gerakan melibatkan hampir semua otot tubuh, sehingga sangat bermanfaaat bagi kesehatan dan menjaga tubuh tetap bugar. Dari zaman batu sura Mesir 2000 SM pada tahun 1538, Nicolas Wynman, profesor bahasa anak Jerman, menulis buku pertama tentang renang. Renang pertandingan di Eropa bermula pada sekitar tahun 1800, kebanyakan meggunakan gaya dada, gaya rangkak depan, ketika iyu di panggil gaya trudgen, diperkenalkan pada tahun 1873 oleh Jhon Arthur Trudgen selepas menirunya dari orang-orang asli Amerika. Renang perlu di tunjang dengan kondisi fisik yang baik pula. Dengan semua kemampuan jasmani tentu saja terdiri dari elemen-elemen fisik yang tentu saja peranannya berbeda dari satu cabang ke cabang olahraga yang lain.Unsur penting dalam program latihan kondisi fisik adalah kekuatan. Alasannya karena kekuatan merupakan daya gerak sekaligus pencegah cidera. Disamping itu kekuatan juga merupakan faktor utama untuk mencapai prestasi yang optimal. Kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

SUMBANGAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN BAHU, KEKUATAN OTOT LENGAN BAHU DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP HASIL JUMPING SERVICE DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA PEMAIN KLUB IVOKAS KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2009.

SUMBANGAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN BAHU, KEKUATAN OTOT LENGAN BAHU DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP HASIL JUMPING SERVICE DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA PEMAIN KLUB IVOKAS KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2009.

Menurut M. Sajoto (1995:8) kekuatan atau strength adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Harsono (1988:176-177) mengatakan bahwa strength adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap sesuatu tahanan. Lebih lanjut dikatakan bahwa kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting atau kalau bukan yang paling penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Dikatakan pula kekuatan merupakan daya penggerak setiap kegiatan aktifitas fisik kekuatan mempunyai peranan yang paling penting dalam melindungi atlet atau orang dari kemungkinan cidera, dengan kekuatan atlet akan dapat lari lebih cepat, melempar, menolak atau menendang lebik jauh dan lebih efisien, memukul lebih keras demikian pula dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Penambahan Beban Latihan Double Leg Speed Hop Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pemain Bola Voli.

PENDAHULUAN Pengaruh Penambahan Beban Latihan Double Leg Speed Hop Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pemain Bola Voli.

Dalam penelitian Sarwono menyatakan, pliometrik merupakan salah satu cara atau metode yang sangat baik untuk meningkatkan explosive power (Shankar, 2008). Latihan berbeban atau weight training adalah latihan yang sistematis dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah kekuatan otot guna mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan dua pendapat tersebut menunjukkan bahwa, latihan double leg speed hop dan latihan double leg speed hop dengan beban merupakan bentuk latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan otot tungkai. Namun dari kedua bentuk latihan tersebut belum diketahui latihan mana yang lebih baik pengaruhnya untuk meningkatkan power otot tungkai.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN LATIHAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN TERHADAP KETERAMPILAN SHOOTING PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET DI SMA MUHAMMADIYAH GISTING

PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN LATIHAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN TERHADAP KETERAMPILAN SHOOTING PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET DI SMA MUHAMMADIYAH GISTING

Berdasarkan permasalahan diatas dan hasil observasi di SMA Muhammadiyah Gisting penulis tertarik untuk meneliti beberapa bentuk latihan untuk melatih otot lengan karena dalam melakukan tembakan ( shooting ) memerlukan kekuatan/power, latihan tersebut meliputi latihan otot lengan yaitu ( push up,pull up ) dan latihan daya tahan otot lengan ( pus up,wirst curl ) sehingga setelah melakukan latihan-latihan tersebut siswa mampu melakukan tembakan ( shooting ) dengan baik, dari latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN CLAPPING PUSH UP PADA DAYA LEDAK OTOT LENGAN ATAS TERHADAP KECEPATAN SMASH PEMAIN BULUTANGKIS NASKAH PUBLIKASI

PENGARUH LATIHAN CLAPPING PUSH UP PADA DAYA LEDAK OTOT LENGAN ATAS TERHADAP KECEPATAN SMASH PEMAIN BULUTANGKIS NASKAH PUBLIKASI

Permainan badminton berhubungan dengan berbagai kemampuan dan keterampilan gerak yang komplek. Bahwa pemain harus melakukan gerakan- gerakan seperti lari cepat, gerak melompat, menjangkau, memutar badan dengan cepat, melakukan langkah lebar tanpa pernah kehilangan keseimbangan tubuh.. Ada beberapa unsur komponen fisik yang dibutuhkan dalam olahraga badminton yaitu unsur kekuatan, kecepatan, kelentukan, daya tahan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan dan power. Latihan kondisi fisik untuk olahraga badminton ditekankan pada kekuatan otot dan kecepatan (power) (Sapulete, 2012).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Daya Ledak Otot Tungkai terhadap Kemampuan Jump Shoot Atlet Klub Bolabasket

Pengaruh Daya Ledak Otot Tungkai terhadap Kemampuan Jump Shoot Atlet Klub Bolabasket

berubah secara berkesinambungan. Bolabasket dikenal sebagai permainan yang membutuhkan kebugaran anaerobik yang tinggi, oleh karena itu suatu pertandingan selama 2 jam dibagi menjadi 4 segmen. Berdasarkan pendapat di atas dapat dikatakan bahwa sebagian besar dari seluruh gerakan dalam permainan bolabasket dimotori oleh kemampuan daya ledak, namun tidak tertutup didukung oleh kemampuan fisiklainnya seperti daya tahan dan kekuatan. Ada 8 gerak dasar yang perlu dikuasai dilandasi dari kemampuan dayaledak, seperti (1) mengubah kecepatan langkah, (2) mengubaharah, (3) satu-dua stop, (4) melompat- stop, (5) berputar maju, (6) berputar ke belakang, (7) melompat dengan dua kaki dan (8) melompat dengan satu kaki.Efektifitas perubahan langkah berawal dari kemampuan daya ledak yang baik. Daya ledak otot tungkai sangat membantu dalam melakukan gerakan melompat. Dengan memiliki daya ledak otot tungkai yang besar, maka kemampuan melompat ke atas (vertical jump) pun lebih tinggi dan sangat membantu dalam melakukan jump shoot.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai, Kelentukan Togok Belakang dengan Kekuatan Otot Lengan Terhadap Kemampuan Jump Service

Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai, Kelentukan Togok Belakang dengan Kekuatan Otot Lengan Terhadap Kemampuan Jump Service

Menyadari akan hal diatas, maka olahraga memerlukan perhatian khusus yang sungguh-sungguh dan ditangani secara serius. Olahraga ini juga dapat dilakukan secara beregu dan dapat dimainkan oleh kalangan anak-anak dan maupun orang dewasa, karena permainan ini sangatlah muda untuk dimainkan. Untuk mengembangkan prestasi olahraga khususnya pada cabang olahraga yang ditekuni, setiap mahasiswa harus memperhatikan serta memahami faktor apa saja yang jadi penentunya seperti : (1) Kebugaran jasmani dapat ditingkatkan melalui latihan fisik, (2) faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi tingkat prestasi dari atlit (Sajoto, 1995).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects