Top PDF Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Berdasarkan Gambar 9 dapat dilihat bahwa hubungan antara IB dengan PT menunjukkan kecenderungan negatif, yaitu nilai IB yang tinggi akan memperkecil/menurunkan nilai PT papan partikel. Secara keseluruhan perlakuan perendaman partikel dalam larutan asam asetat dapat menurunkan jumlah zat ekstraktif dan meningkatkan keasaman serutan kayu, sehingga dapat meningkatkan daya rekat antara partikel serutan kayu dengan perekat yang digunakan. Hal ini sesuai dengan Sjostrom (1991) yang menyatakan bahwa kondisi asam dapat mendegradasi komponen kimia kayu. Terdegradasinya beberapa komponen kimia seperti hemiselulosa dan pati yang menghambat proses perekatan dan pematangan perekat tersebut dapat menigkatkan daya rekat papan partikel, sehigga mengurangi absorbsi air yang masuk ke dalam papan partikel dan membuat pengembangan tebal papan partikel menjadi lebih rendah. Menurut Fengel dan Wegener (1984) hemiselulosa bersifat non kristalin dan tidak bersifat serat, mudah mengembang, lebih mudah larut dalam alkali dan mudah terhidrolisis dengan asam. Terdegradasinya hemiselulosa dan pati menyebabkan
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel” ini dengan baik. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana kehutanan dari Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Skripsi ini berisi tentang pengaruh perendaman serutan kayuDurian (Durio zibethinus) dalam campuran larutan asam asetat dan acetic anhydride terhadap kualitas papan partikel, khususnya stabilitas dimensi papan partikel yang dihasilkan. Dalam pembuatan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan dan arahan serta bantuan dalam proses penyelesaiannya. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Papan partikel merupakan salah satu jenis produk komposit atau panel kayu yang terbuat dari partikel-partikel kayu atau bahan-bahan berlignoselulosa lainnya yang diikat dengan perekat atau bahan pengikat lain kemudian dikempa panas. Dibandingkan dengan kayu asalnya, papan partikel mempunyai beberapa kelebihan diantaranya yaitu papan partikel bebas mata kayu, ukuran dan kerapatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tebal dan kerapatannya seragam serta mudah dikerjakan, mempunyai sifat isotropis, kemudian sifat dan kualitasnya dapat diatur (Maloney, 1993). Menurut Dumanauw (1990) menyatakan bahwa papan partikel adalah papan buatan yang terbuat dari serpihan kayu dengan bantuan perekat sintetis kemudian mengalami kempa panas sehingga memiliki sifat seperti kayu, tahan api dan merupakan bahan isolasi serta bahan akustik yang baik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Sedayu, B.B., T.N. Widianto, J. Basmal, B.S.B. Utomo. 2008. Pemanfaatan Limbah Padat Pengolahan Rumput Laut Gracilaria sp. untuk Pembuatan Papan Partikel. Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, DKP. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 3(5) : 12-25.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perlakuan pendahuluan perendaman limbah serutan kayu dalam beberapa konsentrasi larutan asam asetat terhadap stabilitas dimensi papan partikel yang dihasilkan dan membandingkan dengan standar JIS A 5908 (2003).

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pada umumnya kelemahan dari papan partikel yang menggunakan perekat urea formaldehida (UF) terletak pada stabilitas dimensinya yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perendaman limbah serutan kayu dalam beberapa konsentrasi asam asetat terhadap stabilitas dimensi papan partikel yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan sistem perendaman partikel selama 24 jam untuk tiap jenis konsentrasi asam asetat yang dibuat. Konsentrasi asam asetat yang dibuat untuk merendam limbah serutan yaitu 0% (kontrol), 1%, 2%, 3%, dan 4%. Partikel yang telah direndam selanjutnya dikeringkan dengan menggunakan oven hingga KA 5%. Kadar perekat UF yang digunakan dalam penelitian yaitu 12%. Papan partikel dibuat dengan kerapatan target sebesar 0,75 g/cm 3 menggunakan kempa panas dengan suhu 130 0 C dan tekanan 30 kg/cm 2 selama 10 menit. Pengujian terhadap contoh uji papan partikel mengacu pada standar JIS A 5908 (2003) untuk pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman partikel dalam beberapa konsentrasi asam asetat dapat menurunkan pengembangan tebal (PT) dan daya serap air (DSA) papan partikel. Peningkatan stabilitas dimensi yang terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi asam asetat 1%. Hasil pengujian sifat mekanis menunjukkan peningkatan nilai internal bond (IB) dengan perlakuan perandaman asam asetat dan hampir secara keseluruhan memenuhi standar JIS A 5908 (2003). Pengujian terhadap modulus of elasticity (MOE) dan modulus of rupture (MOR) menunjukkan nilai yang terbaik pada perendaman konsentrasi asam asetat 1%, namun secara keseluruhan nilai MOE dan MOR papan partikel belum memenuhi standar JIS A 5908 (2003).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu proses atau kegiatan, baik pada skala industri, pertambangan, rumah tangga, dan sebagainya(Suharto, 2011). Berdasarkan wujudnya limbah di kelompokkan menjadi tiga, yaitu a) limbah padat, merupakan jenis limbah yang berwujud padat, seperti potongan kayu, sobekan kertas, kaca, plastik, logam,dan lain-lain; b) limbah cair, merupakan jenis limbah yang berwujud cair, seperti sisa dari bahan dari industri tekstil, sisa zat kimia dari pabrik, air dari industri pengolahan makanan, rembesan AC,dan lain-lain; dan c) limbah gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, seperti karbon dioksida (CO 2 ), karbon monoksida (CO), HCl,
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

mempunyai kelemahan stabilitas dimensi yang rendah. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk memperbaiki stabilitas dimensi dari papan partikel. Slamet (2013) yang menyatakan bahwa komposisi campuran dan jenis partikel serbuk kayu serta matrik mempunyai pengaruh yang cukup besar menghasilkan komposit papan partikel yang lebih baik.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Iswanto et al.(2013) melaporkan bahwa perlakuan perendaman strand dalam larutan asetat anhidrat menyebabkan penurunan nilai KA, PT dan DSA dariOSB yang dihasilkan, dan perbaikan stabilitas dimensi papan yang dihasilkan dengan perlakuan asetilasi. Penelitian yang dilakukan oleh Iswanto et al. (2012) menunjukan bahwa perendaman partikel dalam larutan asam asetat 1% selama 24 jam telah berhasil memperbaiki beberapa sifat fisis dan mekanis papan partikel dari kulit buah jarak. Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian yang berjudul “pengaruh perendaman partikel dalam larutan asam asetat dan acetic anhydride terhadap sifat fisis - mekanis papan partikel” ini dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Iswanto, A.H., Widya, F., Andi, D.Y., Ahmad, Z., dan Fauzi, F. 2013. Sifat Fisis dan Mekanis Oriented Strand Board dari Standar Kayu Terasetilasi (Physical and Mechanical Properties of Oriented Strand Board Prepared from Acetyland Wood Strand). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

mempunyai kelemahan stabilitas dimensi yang rendah. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk memperbaiki stabilitas dimensi dari papan partikel. Slamet (2013) yang menyatakan bahwa komposisi campuran dan jenis partikel serbuk kayu serta matrik mempunyai pengaruh yang cukup besar menghasilkan komposit papan partikel yang lebih baik.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Iswanto et al.(2013) melaporkan bahwa perlakuan perendaman strand dalam larutan asetat anhidrat menyebabkan penurunan nilai KA, PT dan DSA dariOSB yang dihasilkan, dan perbaikan stabilitas dimensi papan yang dihasilkan dengan perlakuan asetilasi. Penelitian yang dilakukan oleh Iswanto et al. (2012) menunjukan bahwa perendaman partikel dalam larutan asam asetat 1% selama 24 jam telah berhasil memperbaiki beberapa sifat fisis dan mekanis papan partikel dari kulit buah jarak. Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian yang berjudul “pengaruh perendaman partikel dalam larutan asam asetat dan acetic anhydride terhadap sifat fisis - mekanis papan partikel” ini dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu Durian (Durio zibethinus) Dalam Larutan Asam Asetat dan Acetic Anhydride Terhadap Kualitas Papan Partikel

digunakan adalah UF (urea formaldehida) dengan kadar perekat 10%, dengan target kerapatan 0,75 g/cm 3 . Pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel mengacu pada standar JIS A 5908:2003. Hasil pengujian sifat fisis menunjukkan bahwa perlakuan perendaman serutan kayu dalam larutan asam asetat dan acetic anhydride dapat menurunkan pengembangan tebal (PT) dan dayaserap air (DSA) papan partikel. Peningkatan stabilitas dimensi yang terbaik ditunjukkan oleh perlakuan 70 / 30 . Hasil pengujian sifat mekanis menunjukkan peningkatan nilai IB
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Partikel Terhadap Kualitas Papan Partikel Dari Batang Pisang Barangan

Pengaruh Perendaman Partikel Terhadap Kualitas Papan Partikel Dari Batang Pisang Barangan

Batang pisang merupakan salah satu alternatif subsitusi bahan baku kayu untuk dikembangkan pembuatan papan partikel. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh perendaman partikel batang pisang barangan terhadap kualitas papan partikel dan menentukan perlakuan perendaman partikel yang optimal untuk sifat fisis dan mekanis papan partikel. Perlakuan terhadap partikel meliputi perendaman air dingin selama 24 jam, perendaman air panas 6 jam dan perendaman asam asetat 1% selama 24 jam. Partikel yang sudah dikeringkan dicampur dengan perekat UF pada kadar 12%. Tahap selanjutnya adalah pembentukan lembaran papan dan pengempaan lembaran dengan menggunakan kempa panas pada suhu 120°C tekanan 23 kg/cm 2 selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan nilai kerapatan berkisar antara 0,57-0,64 g/cm 3 , Kadar air 8,92-11,55%, Daya serap air 124,94-184,94%, Pengembangan tebal 56,90- 122,04%, MOE 15646,09-24.549,17 kg/cm 2 , MOR 36,64-60,38 kg/cm 2 , IB 0,45- 0,87 kg/cm 2 . Perlakuan perendaman partikel dalam air dingin, air panas, dan asam asetat 1% mampu memperbaiki sifat fisis dan mekanis papan. Perlakuan perendaman partikel dalam asam asetat merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan stabilitas dimensi papan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Sifat fisis dan mekanis papan partikel Bambu Betung dengan perlakuan perendaman asam asetat

Sifat fisis dan mekanis papan partikel Bambu Betung dengan perlakuan perendaman asam asetat

Bambu dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif subsitusi bahan baku kayu. Salah satu produk yang dapat dikembangkan dari pemanfaatan bambu adalah papan partikel bambu. Upaya peningkatan mutu produk dan efisiensi proses dilakukan dengan perlakuan terhadap bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perendaman asam asetat terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel dari bambu betung. Perendaman asam asetat dilakukan dengan tiga variasi konsentrasi yaitu 1, 2 dan 3%. Penelitian ini mengkaji pembuatan papan partikel dari bambu betung dengan perekat urea formaldehida (UF). Papan partikel dibuat dengan target kerapatan 0.70 g/cm 3 . Pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel mengacu pada standar JIS A 5908:2003. Perlakuan perendaman asam asetat meningkatkan sifat fisis papan partikel, walaupun masih belum memenuhi standar JIS A 5908:2003. Sifat mekanis papan partikel yang dihasilkan memenuhi standar JIS A 5908:2003 untuk modulus of rupture (MOR), internal bond (IB) dan kuat pegang sekrup. Peningkatan konsentrasi asam asetat menyebabkan penurunan sifat mekanis papan . Hal ini diduga karena terdegradasinya sebagian komponen kimia karena asam asetat.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Partikel Terhadap Kualitas Papan Partikel Dari Batang Pisang Barangan

Pengaruh Perendaman Partikel Terhadap Kualitas Papan Partikel Dari Batang Pisang Barangan

Batang pisang merupakan salah satu alternatif subsitusi bahan baku kayu untuk dikembangkan pembuatan papan partikel. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh perendaman partikel batang pisang barangan terhadap kualitas papan partikel dan menentukan perlakuan perendaman partikel yang optimal untuk sifat fisis dan mekanis papan partikel. Perlakuan terhadap partikel meliputi perendaman air dingin selama 24 jam, perendaman air panas 6 jam dan perendaman asam asetat 1% selama 24 jam. Partikel yang sudah dikeringkan dicampur dengan perekat UF pada kadar 12%. Tahap selanjutnya adalah pembentukan lembaran papan dan pengempaan lembaran dengan menggunakan kempa panas pada suhu 120°C tekanan 23 kg/cm 2 selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan nilai kerapatan berkisar antara 0,57-0,64 g/cm 3 , Kadar air 8,92-11,55%, Daya serap air 124,94-184,94%, Pengembangan tebal 56,90- 122,04%, MOE 15646,09-24.549,17 kg/cm 2 , MOR 36,64-60,38 kg/cm 2 , IB 0,45- 0,87 kg/cm 2 . Perlakuan perendaman partikel dalam air dingin, air panas, dan asam asetat 1% mampu memperbaiki sifat fisis dan mekanis papan. Perlakuan perendaman partikel dalam asam asetat merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan stabilitas dimensi papan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Partikel Terhadap Kualitas Papan Partikel Dari Batang Pisang Barangan

Pengaruh Perendaman Partikel Terhadap Kualitas Papan Partikel Dari Batang Pisang Barangan

Batang pisang merupakan salah satu alternatif subsitusi bahan baku kayu untuk dikembangkan pembuatan papan partikel. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh perendaman partikel batang pisang barangan terhadap kualitas papan partikel dan menentukan perlakuan perendaman partikel yang optimal untuk sifat fisis dan mekanis papan partikel. Perlakuan terhadap partikel meliputi perendaman air dingin selama 24 jam, perendaman air panas 6 jam dan perendaman asam asetat 1% selama 24 jam. Partikel yang sudah dikeringkan dicampur dengan perekat UF pada kadar 12%. Tahap selanjutnya adalah pembentukan lembaran papan dan pengempaan lembaran dengan menggunakan kempa panas pada suhu 120°C tekanan 23 kg/cm 2 selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan nilai kerapatan berkisar antara 0,57-0,64 g/cm 3 , Kadar air 8,92-11,55%, Daya serap air 124,94-184,94%, Pengembangan tebal 56,90- 122,04%, MOE 15646,09-24.549,17 kg/cm 2 , MOR 36,64-60,38 kg/cm 2 , IB 0,45- 0,87 kg/cm 2 . Perlakuan perendaman partikel dalam air dingin, air panas, dan asam asetat 1% mampu memperbaiki sifat fisis dan mekanis papan. Perlakuan perendaman partikel dalam asam asetat merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan stabilitas dimensi papan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Bambu Ampel dengan Perlakuan Perendaman Asam Asetat

Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Bambu Ampel dengan Perlakuan Perendaman Asam Asetat

Rendahnya nilai MOR pada papan kontrol menunjukkan bahwa papan yang hanya menggunakan perekat UF, tanpa disertai perlakuan pendahuluan memiliki kekuatan yang rendah. Pizzi (1983) menjelaskan bahwa perekat UF dapat mengeras dengan baik pada kondisi asam, oleh sebab itu perekatan pada papan partikel kontrol diduga tidak optimal karena selain tanpa penambahan hardener juga pH partikel bambu yang cukup tinggi (7.07). Selain itu, kandungan bahan penghambat seperti pati, gula, dan ekstraktif lainnya masih terdapat pada partikel bambu sehingga penetrasi perekat dan pengikatan antara partikel dan perekat tidak terjadi secara optimal. Semakin tinggi kandungan zat ekstraktif semakin lemah ikatan yang terjadi, sehingga kekuatan papan rendah. Kandungan zat ekstraktif dalam kayu dapat menghambat proses perekatan (Pizzi 1983). Modulus of Elasticity
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Partikel Terhadap Kualitas Papan Partikel Dari Batang Pisang Barangan

Pengaruh Perendaman Partikel Terhadap Kualitas Papan Partikel Dari Batang Pisang Barangan

14,939 juta ton pada tahun yang sama dan batang pisang memiliki berat jenis 0,29 g/cm 3 dengan ukuran panjang serat 4,20 – 5,46 mm dan kandungan lignin 33,51%. Dilihat dari anatomi seratnya, batang pisang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku produk papan serat. Pernyataan ini juga didukung oleh Lisnawati (2000) dalam Lisnurani (2010) yang menyatakan bahwa batang pisang mempunyai potensi serat yang berkualitas baik, sehingga merupakan salah satu alternatif bahan baku potensial untuk pembuatan papan partikel dan papan serat.

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...