Top PDF Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru Melalui Teknik Supervisi Kelas

Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru  Melalui Teknik Supervisi Kelas

Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru Melalui Teknik Supervisi Kelas

Teknik supervisi kelas mampu meningkatkan kemampuan guru untuk menjadi sosok pendidik yang kapabel. Sardiman (1986) menjelaskan bahwa guru kapabel adalah guru yang antara lain menguasai bahan dan memahami prinsip-prinsip dan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran. Kapabilitas guru dapat ditunjukkan oleh 3 bidang kompetensi, yaitu kognitif, sikap, dan perilaku/performance.Segi pengetahuan (kognitif), guru dituntut harus betul-betul menguasai meteri pembelajaran dan mampu mengkomunikasikan materi tersebut kepada murid. Hal demikian sejalan dengan Sudjana (1989) yang menyatakan bahwa dalam bidang kognitif, guru harus memiliki kemampuan intelektual, seperti penguasan mata pelajaran, pengetahuan cara mengajar, pengetahuan tentang belajar dan tingah laku individu dalam belajar. Burden dan Byrd (2010) juga berpendapat bahwa guru yang kompeten adalah guru yang mempunyai pengetahuan dan menguasai materi yang diajarkan, serta pengetahuan lain yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran (knowledge related to teaching in
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kata Kunci: Supervisi Akademik, Kemampuan Guru, Penelitian Tindakan Kelas

Kata Kunci: Supervisi Akademik, Kemampuan Guru, Penelitian Tindakan Kelas

Menurut Sumarno (2005), tujuan penelitian ini untuk memberi peningkatan pada kualitas belajar, mengantisipasi setiap permasalahan yang muncul, memberi peningkatan pada profesionalisme, hingga memunculkan budaya akademik. Sedangkan Arikunto dkk (2006) merinci tujuan penelitian ini, antara lain: (1) memberi peningkatan kualitas mutu pendidikan kelas; (2) membantu tenaga pendidik dalam menanggulangi permasalahan yang timbul dalam satuan pendidikan; (3) memberi peningkatan pada sikap profesionalisme tenaga pengajar; (4) menciptakan budaya akademik pada lingkup sekolah sehingga memunculkan karakter proaktif pada perbaikan kualitas pendidikan; Selain itu melalui pelaksanaan penelitian ini tenaga pendidik akan memunculkan perbaikan pada proses pendidikan. Perbaikan-perbaikan tersebut antara lain; (1) memberi peningkatan pada kualitas pendidikan siswa sekolah; (2) memberi peningkatan pada proses keberlangsungan pendidikan kelas; (3) peningkatan penggunaan media dan instrumen belajar sebagai bentuk perbaikan proses belajar; (4) perbaikan proses pembelajaran dan alat evaluasi pembelajaran; (5) memberi peningkatan dan/atau perbaikan pada tiap masalah pendidikan siswa sekolah; (6) memberi peningkatan dan/atau perbaikan pada penyusunan kurikulum sebagai bentuk perbaikan mutu pendidikan. Akan tetapi, pada pelaksanaanya, para pendidik tidak benar-benar menerapkan penelitian tindakan. Guru belum memiliki motivasi yang kuat untuk menindaklanjuti permasalah pembelajaran di dalam kelas, serta menuntaskan dan menentukan solusinya melalui penelitian tindakan kelas. Kondisi tersebut disebabkan juga karena guru banyak yang tidak tahu apa yang harus dipersiapkan apabila akan menerapkan penelitian. Salah satu persiapan penelitian yang belum diketahui guru adalah membuat dan mengembangkan administrasi penelitian tindakan kelas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Melaksanakan Pendekatan Seru melalui Tindakan Tindak Lanjut Supervisi Kunjungan Kelas oleh Kepala Sekolah

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Melaksanakan Pendekatan Seru melalui Tindakan Tindak Lanjut Supervisi Kunjungan Kelas oleh Kepala Sekolah

Secara sematik, Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya. Dan Supervisi Juga merupakan kegiatan pembinaan yang dilakukan kepala sekolah kepada guru untuk membantu memperbaiki situasi pembelajaran agar para siswa dapat belajar lebih efektif dengan prestasi belajar yang meningkat. Supervisi kunjungan kelas adalah salah satu teknik supervisi yang dilakukan kepala sekolah dengan cara mengunjungi kelas untuk mengamati secara langsung bagaimana performa guru dalam pembelajaran serta membantu meningkatkan proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa semakin baik. Teknik Individual merupakan teknik pelaksanaan supervisi yangdigunakan supervisor kepada pribadi-pribadi guru guna peningkatan kualitas pengajaran disekolah [4]. Teknik-teknik individual dalam pelaksanaan supervisi yaitu teknik kunjungan kelas dan teknik observasi kelas.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS MENGAJAR GURU MELALUI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI JANTI 2 TARIK SIDOARJO

PENINGKATAN AKTIVITAS MENGAJAR GURU MELALUI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI JANTI 2 TARIK SIDOARJO

Pendidikan merupakan bagian integral dari kehidupan manusia, di mana manusia dapat mengembangkan kepribadiannya untuk mendorong potensi sesuai pribadi dengan nilai-nilai dalam masyarakat dan budaya. Sehingga dari nilai-nilai yang ada untuk memfasilitasi proses pendidikan sesuai dengan tujuan utama pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan keterampilan pengetahuan dan sikap siswa secara optimal. Dari latar belakang menggambarkan masalah yang perlu dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana meningkatkan aktivitas guru dalam mengajar melalui penerapan pengawasan utama di SDN 2 Janti Tarik Sidoarjo.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Supervisi Akademik Dan Kegiatan Kelompok Kerja Guru Terhadap Kinerja Mengajar Guru

Pengaruh Supervisi Akademik Dan Kegiatan Kelompok Kerja Guru Terhadap Kinerja Mengajar Guru

Dimensi menilai. Komponen dalam menilai, merepresentasikan berbagai tanggung jawab guru di luar kelas. Meliputi refleksi pengajaran, memelihara catatan yang akurat, berkomunikasi dengan oang tua siswa, memberikan kontribusi bagi sekolah dan masyarakat, tumbuh dan berkembang secara profesional, dan menunjukkan profesionalisme. Dimensi menindak lanjuti. Setelah guru melakukan penilaian dan mengetahu hasil belajr peserta didik, guru perlu menindak lanjuti hasil tersebut. terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan oleh guru untuk menindak lanjuti dengan tujuan utuk meningkatkan kemampuan peserta didik, yakni dengan melakukan pengayaan dan remedial. Program pengayaan merupakan sebuah cara belajar yang diberikan kepada peserta didik yang cepat dalam menguasai kompetensi dan materi bahan pokok pelajaran, dalam arti lain pengayaan merupakan salah satu bentuk belajar bagi peserta didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimum.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Pengawas Sekolah Di  SMK Nasional Baureno  Kabupaten Bojonegoro

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Pengawas Sekolah Di SMK Nasional Baureno Kabupaten Bojonegoro

Profesi guru bukan sekedar wahana untuk menyalurkan hobi sebagai pekerjaan sambilan, akan tetapi merupakan pekerjaan yang harus ditekuni untuk mewujudkan keahlian profesional secara maksimal. Sebagai tenaga profesional, guru memgang peranan dan tanggung jawab yang penting dalam pelaksanaan program pengajaran di sekolah. Guru merupakan pembimbing siswa sehingga keduanya dapat menjalin hubungan emosional yang bermakna selama proses penyerapan nilai-nilai dari lingkungan sekitar. Dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang para guru sering dituntut untuk selalu memacu kemampuan dan keterampilannya dalam berbagai segi. Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMK Nasional Baureno Kabupaten Bojonegoro, meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan Nasional telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan Diskusi Refleksi Kasus (DRK) ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMK Nasional Baureno Kabupaten Bojonegoro melalui penerapan supervisi teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : kemampuan profesional, supervisi teknik DRK
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGELOLA KELAS DI SD NEGERI BALEROMO 2 DEMPET DEMAK MELALUI SUPERVISI INDIVIDUAL TEKNIK OBSERVASI KELAS

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGELOLA KELAS DI SD NEGERI BALEROMO 2 DEMPET DEMAK MELALUI SUPERVISI INDIVIDUAL TEKNIK OBSERVASI KELAS

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan supervise individual jenis observasi kelas dapat meningkatkan kompetensi Guru dalam Mengelola Kelas di SD Negeri Baleromo 2 Dempet Kabupaten Demak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi (pengamatan) dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan supervisi observasi kelas telah meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola kelas di SD Negeri Baleromo 2 Dempet Kabupaten Demak menjadi 83.33 % yang semula hanya 61.90%. Indikator yang digunakan untuk meneliti pengelolaan kelas guru adalah adalah 1) Menunjukkan sikap tanggap, 2) Membagi Perhatian, 3) Memusatkan Perhatian Kelompok, 4) Memberikan Petunjuk- Petunjuk yang Jelas, 5) Member pujian 6) Menegur. Kegiatan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah ketika kegiatan supervisi observasi kelas dilangsungkan yaitu: 1) Meneliti RPP, 2) Mengamati Kegiatan Belajar Mengajar, 3) Kesesuaian Penggunaan metoda dengan materi dan karakteristik siswa, 4) Kesesuaan Penggunaan media dgm materi dan karakteristik siswa, 5) Antusias anak dalam mengikutin pelajaran, 6) Keaktifan anak alam diskusi, 7) Penguasaan kelas, 8) Kesesuaian penilaian dengan materi yang diajarkan. Tindak lanjut dari hasil supervisi observasi kelas yang didapat yaitu kepala selalu berupaya membimbing guru, melakukan pembinaan kepada guru untuk perbaikan pengajaran agar nantinya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, pelatihan yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal kegiatan Dabin/ Kecamatan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Mengembangkan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui Supervisi Akademik

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Mengembangkan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui Supervisi Akademik

digunakan adalah IPKG dan lembar observasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) untuk menyusun program supervisi akademik dilakukan analisis kebutuhan dengan memperhatikan aspek-aspek permasalahan yang dihahapi guru, tujuan supervisi akademik, strategi/metode kerja dan teknik supervisi, skenario kegiatan, sumber daya yang akan digunakan, dan alat penilaian yang tepat agar pelaksanaan supervisi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien, 2) kegiatan supervisor dalam supervise akademik adalah memberi bimbingan kepada guru, sedangkan guru melaksanakan revisi penyusunan silabus dan RPP. 3)perangkat evaluasi supervisi akademik yang digunakan adalah IPKG 4) peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan silabus nilai rata-rata siklus I adalah 59,90 , siklus II adalah 74,08 dan pada siklus III adalah 81,22 , Kemampuan guru dalam mengembangkan RPP, nilai rata-rata siklus I adalah 67,38 , siklus II adalah 76,07 dan pada siklus III adalah 83,10.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SDN Pelem I Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SDN Pelem I Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan

Tugas pokok guru masa kini tidak cukup hanya menyajikan informasi faktual untuk memperluas cakrawala siswa dan mengembangkan sejumlah keterampilan serta sikap positif juga berperan sebagai peneliti, motivator, dan fasilitator. Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SDN Pelem I Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan bahwasannya kemampuan guru masih perlu ditingkatkan, meskipun sudah diadakan penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Hasil dari pelaksanaan IC ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SDN Pelem I Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SMP Negeri 1 Gondangwetan Kabupaten Pasuruan

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SMP Negeri 1 Gondangwetan Kabupaten Pasuruan

Berdasarkan obervasi yang terjadi di lapangan khususnya di SMP Negeri 1 Gondangwetan Kabupaten Pasuruan bahwa kemampuan profesional guru dalam kategori cukup. Padahal sebagai Sekolah Menengah Pertama diperlukan guru-guru yang memiliki kemampuan profesionalisme tinggi. Untuk itu pembinaan profesional guru sangat diperlukan. Adapun pembinaan profesional bagi para guru dapat dilaksanakan melalui berbagai cara antara lain melalui supervisi. Untuk itulah kepala sekolah sebagai seorang supervisor dituntut untuk mengetahui, memahami, dan terampil dalam melaksanakan supervisi di sekolah yang dibinanya. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan supervisi akademik dengan teknik Individual Conference (IC). Teknik ini dikenal dengan nama percakapan pribadi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SMP Negeri 1 Tulakan Kabupaten Pacitan

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SMP Negeri 1 Tulakan Kabupaten Pacitan

Temuan Utama : Guru lebih giat mengajar dengan metode dan media yang bervariasi. Mereka lebih konsentrasi melaksanakan aktivitas sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun sebelumnya. Guru lebih memfokuskan pada peningkatan keterampilan mengelola kelas. Pembelajaran berlangsung lancar meskipun suasana terus mencekam, namun secara umum dikatakan sesuai dengan rencana walaupun ada beberapa hal kecil yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Masalah yang dihadapi guru diungkapkan saat berlangsung pertemuan pribadi, dan alternatif pemecahan masalah dimusyawarahkan dalam rapat dewan guru. Adapun skor angket pada siklus I dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini:
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERANAN “LESSON STUDY” DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU

PERANAN “LESSON STUDY” DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU

Mengobservasi pembelajaran yang dilaku- kan oleh mahasiswa lain tampaknya mempunyai pengaruh yang cukup kuat bagi mahasiswa. Pada topik yang sama mahasiswa calon guru tampak menggunakan teknik yang sama dalam melaku- kan kegiatan membuka pelajaran. Jika penggu- naaan teknik yang sama ini merupakan hasil dis- kusi dan perencanaan bersama sebenarnya di satu sisi mempunyai dampak yang menguntungkan bagi guru tetapi kurang menguntungkan bagi siswa. Setiap kelas berisi siswa dengan karakter dan situasi kelas yang berbeda. Sebaiknya calon guru merencanakan kegiatan disesuaikan dengan karakter kelas. Misalnya, di kelas yang siswanya cenderung aktif maka kegiatan bisa diawali dengan memperlihatkan model penampang kulit dan siswa diminta untuk menceritakan apa yang dilihat, tetapi dikelas yang siswanya lebih pen- diam memberikan pertanyaan lebih baik diguna- kan pada kegiatan awal baru diikuti dengan mem- perlihatkan sesuatu. Semua kenyataan ini mem- perkuat pernyataan bahwa kegiatan membuka pelajaran lebih cenderung pada kegiatan yang bervariasi, memerlukan ide yang kreatif, dan selalu berubah sesuai dengan karakter siswa yang dihadai dan karakter materi pelajaran yang akan dibahas.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SDN Tambakrejo 2 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo

Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SDN Tambakrejo 2 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo

Mildred E. Swearingen membagi jenis- jenis percakapan pribadi (individual conference) menjadi 4 macam, yaitu: 1) Classroom conference : Yaitu percakapan pada saat peserta didik tidak ada lagi di kelas, misalnya pada waktu peserta didik beristirahat atau mereka sudah pulang. Jadi pelaksanaannya di dalam kelas; 2) Office conference : Yaitu percakapan yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau ruang guru, dimana lingkungan fisiknya penuh dengan alat-alat pelajaran yang cukup, misalnya ada gambar-gambar untuk menjelaskan sesuatu, data hasil penyelidikan dan lain-lain. Dalam ruang itu terdapat suasana yang tenang dan menyenangkan; 3) Causal conference : Yaitu percakapan yang dilaksanakan secara kebetulan, yang tidak diharapkan, misalnya supervisor kebetulan bertemu dengan seorang guru yang baru selesai mengajar dan sambil berjalan, guru mengemukakan suatu problema yang dialami dan terjadilah percakapan sambil mereka
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU KIMIA MELALUI SUPERVISI AKADEMIK MODEL ILMIAH DI SMA NEGERI KOTA TAKENGON.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU KIMIA MELALUI SUPERVISI AKADEMIK MODEL ILMIAH DI SMA NEGERI KOTA TAKENGON.

Permasalahan lainnya adalah pengawas sekolah hanya datang berkunjung dan bertemu dengan guru untuk melakukan pertemuan secara umum tanpa adanya observasi ke kelas apalagi memberikan umpan balik terhadap kinerja guru. Model supervisi yang dilakukan pengawas sekolah masih bersifat konvensional. Pada sisi lain guru dituntut senantiasa meningkatkan kemampuannya untuk mempertinggi mutu pendidikan. Dari permasalahan yang telah dipaparkan, maka salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan guru adalah supervisi akademik. Supervisi akademik adalah serangkaian bantuan kepada guru berupa layanan profesional untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU KIMIA MELALUI SUPERVISI AKADEMIK MODEL ILMIAH DI SMA NEGERI KOTA TAKENGON.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU KIMIA MELALUI SUPERVISI AKADEMIK MODEL ILMIAH DI SMA NEGERI KOTA TAKENGON.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru kimia melalui supervisi akademik model ilmiah di SMA Negeri si Kota Takengon. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (action research) yang melibatkan 4 orang guru kimia yang ditentukan dengan menggunakan teknik sampling purposive. Instrumen penelitian adalah berupa lembar observasi, yang terdiri atas dua parameter pengukuran, yaitu observasi terhadap kemampuan mengajar guru dan tampilan Rencana Pelaksanaan Pembalajaran sebagai produk yang dihasilkan guru. Data awal penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada pra siklus sebesar 66,72 dan setelah dilakukan tindakan supervisi akademik model ilmiah meningkat menjadi 76,51 pada siklus I, kemudian meningkatsecara signifikan menjadi 91,04 pada siklus II. Adapun setelah dilakukan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan mengajar guru kimia sebesar 25%, danberanjak dari refleksi yang dilakukan di siklus I, maka pada siklus II diberikan tindakan yang optimal maka diperoleh 100% guru meningkat kemampuan mengajarnya dengan indicator jika semua guru kimia mencapai nilai ≥ 80 maka penelitian ini dianggap tuntas. Berdasarkan hasil akhir penelitian maka dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik model ilmiah mampu meningkatkan kemampuan mengajar guru kimia. Diharapkan agar supervisi akademik model ilmiah dapat diimplementasikan oleh supervisor dalam membina guru khususnya guru kimia.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KEMAMPUAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KABUPATEN PURWAKARTA.

KONTRIBUSI KEMAMPUAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KABUPATEN PURWAKARTA.

Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun, melaksanakan program supervisi pendidikan, serta memanfaatkan hasilnya. Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan harus diwujudkan dalam penyusunan program supervisi kelas pengembangan program supervisi untuk kegiatan ekstra kurikuler, pengembangan program supervisi perpustakaan, laboratorium, dan ujian. Kemampuan melaksanakan program supervisi pendidikan harus diwujudkan dalam pelaksanaan program supervisi klinis, program supervisi nonklinis, dan program supervisi kegiatan ekstra kurikuler. Sedangkan kemampuan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan harus diwujudkan dalam pemanfaatan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja tanag kependidikan dan pemanfaatan hasil supervisi untuk mengembangkan sekolah (Mulyasa, 2009: 111). Sedangkan yang dimaksud dengan kemampuan supervisi kepala sekolah dalam peneltian ini adalah segenap pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki kepala sekolah untuk membimbing, membina dan membantu guru dalam mengatasi berbagai kesulitan melaksanakan program pengajaran sebagai upaya melakukan perbaikan terus menerus yang direliasasikan dalam kemampuan merencanakan, kemampuan melaksanakan dan kemampuan mengevaluasi program supervisi.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Mengajar Guru

Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Mengajar Guru

Terkait dengan pembinaan guru, kepala sekolah dapat melakukan beberapa kegiatan pembinaan kemampuan tenaga kependidikan (guru). Menurut E. Mulyasa dalam bukunya menyebutkan sebagai berikut : 1) Dalam melaksanakan pembinaan profesional guru, kepala sekolah bisa menyusun program penyetaraan bagi guru-guru yang memiliki kualifikasi DIII agar mengikuti penyetaraan S1 atau akta IV. Sehingga mereka dapat menambah wawasan keilmuan dan pengetahuan yang menunjang tugasnya. 2) Untuk meningkatkan professional guru yang sifatnya khusus, bisa dilakukan oleh kepala sekolah dengan mengikutsertakan guru-guru melalui seminar dan pelatihan yang diadakan oleh Depdiknas maupun di luar Depdiknas. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru dalam membenahi materi, dan metodologi pembelajaran. 3) Peningkatan profesional guru melalui PKG (Pemantapan Kerja Guru) dan KKG (Kelompok Kerja Guru). Melalui wadah ini para guru diarahkan untuk mencari berbagai pengalaman mengenai metodologi pembelajaran dan bahan ajar yang dapat diterapkan di dalam kelas.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Supervisi Klinis Oleh Pengawas Dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Guru

Penerapan Supervisi Klinis Oleh Pengawas Dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Guru

Pada tahapan pelaksanaan ini, yaitu berupa observasi kelas, pengawas mengadakan pengamatan berdasarkan kontrak yang telah disepakati. Dalam kegiatan observasi mengajar ini pengawas mengamati penampilan guru dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil temuan strategi yang dikembangkan dalam pelaksanaan supervisi klinis di kelas, dilakukan dengan meminta RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) untuk dijadikan panduan dalam supervisi di kelas, selanjutnya meminta guru untuk langsung mengajar di kelas, dengan memantau pembelajaran yang dilaksanakan guru dari awal hingga akhir pembelajaran. Di samping itu pelaksanaannya harus didasarkan pada inisiatif guru. Pelaksanaan supervisi klinis saya lakukan setelah terlebih dahulu mengadakan kontrak dengan guru tentang bentuk perbaikan yang dikehendakinya. Setelah itu diadakan kegiatan observasi kelas untuk melihat aktivitas guru di kelas terkait dengan perbaikan terhadap kemampuan mengajarnya. Dalam kegiatan observasi kelas terfokus pada aspek yang hendak diperbaiki. Dalam konteks ini masalah utama guru dalam kegiatan pembelajaran merupakan fokus yang diamati oleh supervisor. Dalam kegiatan observasi kelas pengawas berusaha agar kehadirannya di kelas tidak akan mengganggu aktivitas guru di kelas. Dengan demikian pelaksanaan supervisi klinis, pada dasarnya telah dilakukan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENERAPAN SUPERVISI KLINIS OLEH PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU

PENERAPAN SUPERVISI KLINIS OLEH PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU

Pada tahapan pelaksanaan ini, yaitu berupa observasi kelas, pengawas mengadakan pengamatan berdasarkan kontrak yang telah disepakati. Dalam kegiatan observasi mengajar ini pengawas mengamati penampilan guru dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil temuan strategi yang dikembangkan dalam pelaksanaan supervisi klinis di kelas, dilakukan dengan meminta RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) untuk dijadikan panduan dalam supervisi di kelas, selanjutnya meminta guru untuk langsung mengajar di kelas, dengan memantau pembelajaran yang dilaksanakan guru dari awal hingga akhir pembelajaran. Di samping itu pelaksanaannya harus didasarkan pada inisiatif guru. Pelaksanaan supervisi klinis saya lakukan setelah terlebih dahulu mengadakan kontrak dengan guru tentang bentuk perbaikan yang dikehendakinya. Setelah itu diadakan kegiatan observasi kelas untuk melihat aktivitas guru di kelas terkait dengan perbaikan terhadap kemampuan mengajarnya. Dalam kegiatan observasi kelas terfokus pada aspek yang hendak diperbaiki. Dalam konteks ini masalah utama guru dalam kegiatan pembelajaran merupakan fokus yang diamati oleh supervisor. Dalam kegiatan observasi kelas pengawas berusaha agar kehadirannya di kelas tidak akan mengganggu aktivitas guru di kelas. Dengan demikian pelaksanaan supervisi klinis, pada dasarnya telah dilakukan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA MENGAJAR GURU SMP

SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA MENGAJAR GURU SMP

Dalam kamus bahasa Indonesia. Kinerja berarti sesuatu yang dicapai, prestasi diperlihatkan, kemampuan kerja. Seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang baik untuk menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan sebuah organisasi atau kelompok dalam suatu unit kerja. Jadi, Kinerja karyawan merupakan hasil kerja di mana para guru mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan.Untuk mencapai kinerja maksimal, guru harus berusaha mengembangkan seluruh kompetensi yang dimilikinya dan juga manfaatkan serta ciptakan situasi yang ada dilingkungan sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku.didiknya,mempersiapkan administrasi pembelajaran yang diperlukan dan kegiatan lain yang berkaitan dengan pembelajaran. Menurut Moh. Uzer Usman (2001:9 ) mengemukakan bahwa peran dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar yaitu sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator, fasilitator, dan evaluator.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects