Top PDF PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENDUKUNG RSBI DI SMA NEGERI 1 DEMAK.

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENDUKUNG RSBI DI SMA NEGERI 1 DEMAK.

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENDUKUNG RSBI DI SMA NEGERI 1 DEMAK.

Kinerja sekolah ditentukan oleh kinerja semua elemen sekolah. Keberhasilan sekolah tidak ditentukan oleh kinerja kepala sekolah saja, juga bukan oleh kinerja pendidiknya saja, atau juga bukan karena gedungnya yang megah, juga bukan karena fasilitasnya yang lengkap, melainkan oleh sinergi yang dibangun dari semua elemen sekolah. Terkait dengan kualitas pendidikan tidak dapat terlepas dari keberadaan sarana dan prasarana yang ada. Dengan semakin terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah, maka peranserta masyarakat sangat dibutuhkan guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Tanpa sumbangsih finansial yang bermakna dari masyarakat atau orang tua murid, akan sangat sulit bagi sekolah untuk mempertahankan keberadaannya seperti sekarang, apalagi memperbaiki kinerjanya (Danim, 2006: 36).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

 BAB I PENDAHULUAN  PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 3 DEMAK KABUPATEN DEMAK.

BAB I PENDAHULUAN PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 3 DEMAK KABUPATEN DEMAK.

yang sudah ditentukan. Formulasi sekolah bermutu menggambarkan ukuran kualitas dari semua indikator yang menggambarkan subtansi, yaitu kualitas seperti apa yang mungkin didapatkan oleh sekolah yang bersangkutan dengan manajemen dan potensi internal maupun eksternal yang mengitari sekolah tersebut. Sekolah dapat dikatakan bermutu apabila prestasi sekolah, khususnya prestasi siswa menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam: 1) prestasi akademik; yaitu nilai rapor dan nilai kelulusan yang memenuhi standar; 2) memiliki nilai-nilai kejujuran, ketakwaan, kesopanan, dan mampu mengapresiasi nilai-nilai budaya; 3) memiliki tanggungjawab yang tinggi dan kemampuan yang diwujudkan dalam bentuk keterampilan sesuai dengan dasar ilmu yang diterima di sekolah. Untuk memenuhi harapan mutu pendidikan yang tinggi, tentu diperlukan desentralisasi fungsi-fungsi manajemen di sekolah untuk mengoptimalkan kebijakan pada tingkat manajemen sekolah dalam melaksanakan programnya, terkait dengan hal tersebut menunjukkan bahwa peranan antara para profesional, orang tua, dan masyarakat saling melengkapi memenuhi kualitas sekolah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peran Perpustakaan SMA Negeri 1 Medan dalam Mendukung Proses Belajar Siswa

Peran Perpustakaan SMA Negeri 1 Medan dalam Mendukung Proses Belajar Siswa

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan sebelumnya di SMA Negeri 1 Medan, kondisi perpustakaan sekolah tersebut sudah dikelola dengan baik oleh pihak perpustakaan. Akan tetapi, peranan perpustakaan SMA Negeri 1 Medan masih sekedar membantu kelancaran proses belajar mengajar melalui kegiatan peminjaman koleksi. Kegiatan yang paling aktif dilakukan di perpustakaan adalah layanan peminjaman buku paket pelajaran dan fiksi.

14 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 GEYER GROBOGAN  Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 GEYER GROBOGAN Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

Penelitian ini mempunyai tiga tujuan. 1) untuk mendeskripsikan upaya sekolah untuk memberdayakan Komite Sekolah di SMA N 1 Geyer Grobogan. 2) Untuk mendeskripsikan upaya memberdayakan komite sekolah sendiri di sekolah. 3) Untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi sekolah dalam memberdayakan Komite Sekolah 4) Untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh komite sekolah dalam memberdayakan dirinya sendiri di sekolah. Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain penelitian etnografi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.Teknik analisis data dalah analisis data interaktif dengan tiga tahapan yaitu 1) reduksi data. 2) penyajian data. 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: 1) Upaya sekolah dalam memperdayakan komite sekolah di SMA N Geyer Grobogan yaitu dengan mengadakan rapat rutin sekolah dengan pengurus komite sekolah dan memfungsikan komite secara aktif dalam menentukan dan melaksanakan program sekolah. 2) Upaya komite sekolah memberdayakan dirinya sendiri yaitu melakukan rapat antar pengurus, membuat jadwal pertemuan antar pengurus secara terprogram, dan memperkuat komitmen antar pengurus komite. 3). Kendala sekolah dalam upaya memperdayakan komite sekolah yaitu masih belum meratanya pemahaman pengurus dan anggota komite sekolah tentang kedudukan, peran, dan fungsi Komite Sekolah dan keterbatasan waktu yang dimiliki pengurus komite sekolah. 4). Kendala yang dihadapi komite sekolah dalam memberdayakan dirinya sendiri di sekolah yaitu masih belum maksimalnya komitmen dari pengurus maupun anggota komite sekolah, dan kurangnya komunikasi antara sekolah dengan komite sekolah.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 GEYER GROBOGAN  Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 GEYER GROBOGAN Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

Hasil penelitian: 1) Upaya sekolah dalam memperdayakan komite sekolah di SMA N Geyer Grobogan yaitu dengan mengadakan rapat rutin sekolah dengan pengurus komite sekolah dan memfungsikan komite secara aktif dalam menentukan dan melaksanakan program sekolah. 2) Upaya komite sekolah memberdayakan dirinya sendiri yaitu melakukan rapat antar pengurus, membuat jadwal pertemuan antar pengurus secara terprogram, dan memperkuat komitmen antar pengurus komite. 3). Kendala sekolah dalam upaya memperdayakan komite sekolah yaitu masih belum meratanya pemahaman pengurus dan anggota komite sekolah tentang kedudukan, peran, dan fungsi Komite Sekolah dan keterbatasan waktu yang dimiliki pengurus komite sekolah. 4). Kendala yang dihadapi komite sekolah dalam memberdayakan dirinya sendiri di sekolah yaitu masih belum maksimalnya komitmen dari pengurus maupun anggota komite sekolah, dan kurangnya komunikasi antara sekolah dengan komite sekolah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

T2__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2  BAB I

T2__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2 BAB I

peran komite sekolah sudah memberikan masukan, pertimbangan, dukungan finansial dan kontrol dalam pelaksanaan pembelajaran. Sejalan dengan penelitian Nailur Rohman, penelitian Hana Titisari (2011) dengan judul Peran Keterlibatan Komite Sekolah dalam Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Di SMA Negeri 3 Semarang menemukan bahwa peran komite sekolah SMA Negeri 3 Semarang sudah baik, komite sekolah telah memberikan masukan bagi penyelengaraan dan pengelolaan pendidikan di sekolah. Di sisi lain penelitian yang dilakukan Ali Mursidi (2013) menemukan bahwa dalam meningkatkan mutu pendidikan dilaksanakan dengan mengoptimalkan empat peran komite sekolah, yakni: advisory agency, supporting agency, controlling agency, dan mediator agency.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN BIMBINGAN BELAJAR PADA SEKOLAH RSBI DI SMA NEGERI 1 SRAGEN Pengelolaan Bimbingan Belajar Pada Sekolah RSBI Di SMA Negeri 1 Sragen.

PENGELOLAAN BIMBINGAN BELAJAR PADA SEKOLAH RSBI DI SMA NEGERI 1 SRAGEN Pengelolaan Bimbingan Belajar Pada Sekolah RSBI Di SMA Negeri 1 Sragen.

Hasil penelitian: (1) Bimbingan belajar diawali dengan kegiatan menginventarisasi kebutuhan siswa dalam bimbingan belajar melalui pemberian angket kepada siswa yang ditujukan sebagai instrumen dan tolok ukur bagi guru, yang dilanjutkan dengan rencana penunjukkan guru dalam bimbingan belajar yang sesuai kompetensi guru dan disiplin ilmu yang dimilikinya. Rencana penugasan/ penjadwalan guru dalam bimbingan belajar ditetapkan melalui rapat dinas guru di setiap awal tahun ajaran baru, persiapan tempat dan fasilitas dalam bimbingan belajar disesuaikan dengan jumlah ruang yang tersedia di SMA Negeri 1 Sragen. Rencana bahan ajar apa yang dipersiapkan berupa standar buku sekolah elektronik dan buku- buku lain yang dipersiapkan guru untuk menunjang pembelajarannya. Rencana pengadaan bahan ajar dianggarkan dalam RAPBS dan penyusunan perencanaan bimbingan belajar kepala sekolah tidak melibatkan komite sekolah. (2) Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan oleh guru sesuai dengan jadwal, bimbingan belajar dilaksanakan selama 90 menit, dimulai jam ke 9 dan 10. Dalam pelaksanaan siswa dikelompokkan sesuai dengan mata pelajaran yang ditempuh, pelaksanaan bimbingan selama 2 bulan dengan materi sesuai dengan kompetensi dasar yang telah diajarkan. Setelah siswa bisa menuntaskan kriteria ketuntasan minimal, maka bimbingan belajar dinyatakan selesai. (3) Bimbingan belajar pada sekolah RSBI ditinjau dari proses pembelajaran menunjukkan hasil yang positif, dimana bimbingan belajar dapat meningkatkan semangat, keberanian, dan interaksi siswa. Sedangkan dari hasil prestasi belajar siswa yang dievaluasi melalui dengan tes lisan, tes tertulis, mampu meningkatkan ketercapaian KKM. Bagi siswa yang belum mencapai KKM maka dilakukan tindak lanjut berupa remidial.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

T2  Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak

T2 Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak

Hasil penelitian (1) Aspek kontek : Kinerja komite sekolah dilihat dari motivasi dan komitmennya masih kurang. (2) Aspek Input : bahwa sumber daya yang dimiliki Komite di SMA Negeri 3 Demak yang berupa sumber daya manusia dan daya dukung yang berupa fasilitas organisasi secara fisik sangat potensial dikembangkan dan mendukung dalam pelaksanaan program kerja. (3)Aspek proses : bahwa program kerja komite sekolah SMA Negeri 3 Demak sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan mediator belum seluruhnya dapat terlaksana sesuai rencana, (4) Aspek hasil (produk): ketercapaian pelaksanaan program kerja komite sekolah SMA Negeri 3 Demak sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan mediator belum seluruhnya dapat berhasil sesuai dengan yang di harapkan.Saran : Komite sekolah diharapkan dapat melaksanakan perannya sesuai Kepmendiknas Nomor: 044/U/2002. Kepala sekolah memberi imbalan kepada komite sekolah dengan tujuan dapat memunculkan komitmen kerja komite.Pemerintah yang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Demak hendaknya 1)Memberikan sosialisasi kepada semua pengurus komite sekolah pada satuan pendidikan tentang tugas, peranan dan fungsinya.2) Mengevaluasi kinerjanya komite sekolah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak T2 942014061 BAB IV

Manajemen sebagai suati proses tertentu, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan merencanakan (Planning), mengorganisasikan (organizing), melaksanakan (actuating), dan mengendalikan (controlling) manusia dan sumberdaya lainnya, yang kesemuanya itu dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi. Pemberdayaan sumberdaya manusia menjadi menjadi suatu hal yang sangat signifikan, strategis dan komprehenshif bagi setiap proses aktivitas organisasi dalam mewujudkan kinerja sebagaimana yang diharapkan. Pemberdayaan merupakan suatu proses untuk menjadikan orang menjadi lebih berdaya atau lebih berkemampuan untuk memanfaatkan fasilitas yang mendukung kinerja serta dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kerja, dengan cara mengoptimalkan fungsi dan kegunaan fasilitas yang tesedia, sehingga menumbuhkan rasa tanggungjawab dengan bekerja yang sebaik-baiknya. Kualitas SDM sangat ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu pendidikan dan kesehatan. Kualitas sumberdaya manusia, salah satunya ditentukan oleh faktor pendidikan. Sehingga faktor pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam menentukan kemajuan dan keberhasilan suatu kerja.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH EFEKTIF DI SMA NEGERI 2 WONOGIRI.

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH EFEKTIF DI SMA NEGERI 2 WONOGIRI.

beranggotakan orang tua atau wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. Selain itu, menurut Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 8 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan pendidikan, dinyatakan pada pasal 83 ayat (1) masyarakat dapat berperan serta dalam peningkatan mutu, pemerataan, dan efisiensi dalam pengelolaan pendidikan melalui Komite Sekolah; (2) pembentukan Komite Sekolah pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, bersifat mandiri dan tidak mempunyai hubungan hirarki dengan Pemerintah Daerah; (3) Komite Sekolah dapat terdiri dari satu satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan dalam jenjang yang sama atau beberapa satuan pendidikan yang berbeda jenjang berada pada lokasi yang berdekatan atau satuan pendidikan yang dikelola oleh satu penyelenggara pendidikan; (4) keanggotaan Komite Sekolah terdiri dari; unsur masyarakat, orang tua atau wali peserta didik, alumni, dunia usaha dan industri, organisasi profesi tenaga kependidikan dan yayasan; (5) Pemerintah Daerah wajib memberdayakan Komite Sekolah.
Baca lebih lanjut

189 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak

Hasil Penelitian (1) Aspek kontek: Kinerja komite sekolah dilihat dari motivasi dan komitmennya masing kurang. (2) Aspek input: bahwa sumber daya yang dimiliki komite di SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak yang berupa sumber daya manusia dan daya dukung yang berupa fasilitas organisasi secara fisik sangat potensial dikembangkan dan mendukung dalam pelaksanaan program kerja. (3) Aspek proses: bahwa program kerja komite SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan mediator belum seluruhnya dapat terlaksana sesuai Kemendiknas 044/U/2002, tidak ada perencanaan kinerja komite sekolah, pelaksanaannya sifatnya insidental (4) Aspek hasil (Produk): ketercapaian pelaksanaan program kerja komite SD Negeri Purwosari 1 Kecamatan Sayung Demak sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan mediator belum seluruhnya dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan. (5) Hambatan: faktor yang menjadi kendala pada kinerja komite di SD Negeri Purwosari 1 Sayung Demak diantaranya kurang adanya sosialisasi dan pelatihan terkait sumber daya komite sekolah. Saran: Komite sekolah diharapkan dapat melaksanakan perannya sesuai Kepmendiknas Nomor: 044/U/2002. Kepala sekolah memberi imbalan kepada komite sekolah Pemerintah yang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Demak hendaknya: 1) Memberikan sosialisasi kepada semua pengurus komite sekolah pada satuan pendidikan tentang tugas, peranan, dan fungsinya. 2) Mengevaluasi kinerja komite sekolah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peran Serta komite sekolah dalam manajemen sekolah di SMA Swasta dan negeri sekotamadya Yogyakarta - USD Repository

Peran Serta komite sekolah dalam manajemen sekolah di SMA Swasta dan negeri sekotamadya Yogyakarta - USD Repository

2). Sebagai pendukung baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupu tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan. Pendukung merupakan orang yang mendukung, penyokong, pembantu dan penunjang suatu keputusan maupun kegiatan. Dukungan yang diberikan oleh komite sekolah tidak sebatas finansial tetapi juga tenaga dan pemikiran. Finansial: Komite sekolah bekerja sama dengan perusahan donatur untuk mencairkan dana bagi biaya pendidikan. Selain itu komite sekolah juga menentukan pungutan biaya pendidikan yang sebelumnya telah dibicarakan dengan pihak-pihak yang terkait. Pemikiran :Komite sekolah dapat menjadi tempat pertimbangan menyalurkan aspirasi maupun ide- ide dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan yang berguna bagi masyarakat. Tenaga : Komite sekolah bekerja sama dengan guru, orang tua murid dan pemerintah akan menyediakan tenaga pendidik yang berkualitas bagi pendidikan disekolah.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

Peran Perpustakaan SMA Negeri 1 Medan dalam Mendukung Proses Belajar Siswa

Peran Perpustakaan SMA Negeri 1 Medan dalam Mendukung Proses Belajar Siswa

Reitz yang dikutip oleh Hasugian (2009, 78) juga menyatakan bahwa perpustakaaan sekolah adalah “(School library), A library in a public or private elementary or secondary school that serves the information needs of its students and curriculum needs of its teachers and staff, usually managed by a school librarian or media specialist”. Pendapat diatas dapat diartikan bahwa perpustakaan sekolah adalah suatu perpustakaan yang berada pada jenjang sekolah dasar sampai dengan sekolah lanjutan baik milik pemerintah (negeri) maupun swasta yang melayani kebutuhan informasi siswanya, kebutuhan kurikulum dari guru dan staf; biasanya dikelola oleh pustakawan sekolah ataupun spesialis media.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

T2__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2  BAB IV

T2__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Negeri 3 Demak T2 BAB IV

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat di ketahui bahwa komite SMA Negeri 3 Demak belum komitmen melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai peran dan fungsinya sebagai komite sekolah. Komitmen komite SMA Negeri 3 Demak yang rendah tersebut disebabkan karena mereka lebih mementingkan tanggungjawab pekerjaannya yang dipakai sebagai mata pencahariannya atau sumber penghasilan, daripada tanggungjawabnya sebagai komite sekolah yang tidak mendapat kesejahteraan dari sekolah. Selain itu komitmen komite SMA Negeri 3 Demak yang rendah tersebut juga disebabkan keterpaksaan untuk menjadi komite sekolah, sehingga minimbulkan persepsi bahwa keberadaannya sangat dibutuhkan oleh sekolah, sedangkan mereka merasa tidak butuh. Selain itu juga komitmen komite SMA Negeri 3 Demak yang rendah disebabkan tidak adanya evaluasi,penghargaan dan sanksi terhadap kinerja mereka, sehingga menimbulkan persepsi tidak ada yang harus dipertanggungjawabkan atas kinerja mereka.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PERAN KOMITE SEKOLAH  DALAM PENGELOLAAN MUTU PENDIDIKAN  PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 3 DEMAK KABUPATEN DEMAK.

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN MUTU PENDIDIKAN PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 3 DEMAK KABUPATEN DEMAK.

Peran serta masyarakat merupakan amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang diwujudkan dalam wadah Komite Sekolah. Agar peran serta masyarakat dapat mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan, maka komite sekolah perlu diberdayakan untuk melaksanakan peran dan fungsinya secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang peran komite sekolah sebagai (a) badan pertimbangan; (b) badan pendukung; (c) badan pengontrol dan; (d) badan penghubung dalam pengelolaan mutu pendidikan di SMP Negeri 3 Demak.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

PENDAHULUAN Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

Komite sekolah didirikan berasarkan Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Komite sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan pra-sekolah, sekolah maupun luar sekolah. Peranan komite sekolah dalam satuan pendidikan meliputi: (a) pemberi pertimbangan (advisory); (b) pendukung (supporting); (c) pengontrol (controlling); dan (d) mediator (Depdiknas, 2006: 14).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERAN KOMITE SEKOLAH DAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MI MUHAMMADIYAH KEDUNGWULUH LOR - repository perpustakaan

PERAN KOMITE SEKOLAH DAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MI MUHAMMADIYAH KEDUNGWULUH LOR - repository perpustakaan

Sekolah yang baik akan selalu memiliki kepala sekolah yang baik, artinya kemampuan professional kepala sekolah dan kemauannya untuk bekerja keras, dalam memberdayakan seluruh potensi sumber daya sekolah, menjadi jaminan keberhasilan sebuah sekolah. Oleh karena itu, guna untuk mewujudkan sekolah yang bermutu kepala berperan sebagai supervisor. Menurut Sergiovani dan Starrat (Mulyasa, 2011: 111) Suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah, agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada peserta didik di sekolah, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

MODEL PENGEMBANGAN SISTEM KOMUNIKASI MANAJERIAL PENYELENGGARAAN KELAS KHUSUS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI

MODEL PENGEMBANGAN SISTEM KOMUNIKASI MANAJERIAL PENYELENGGARAAN KELAS KHUSUS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI

penguasaan bahasa Inggris bagi para siswa. Belajar bahasa asing, jika tidak banyak dipergunakan akan semakin lupa. Hal lain masih adanya kekhawatiran pihak pengelola, jika penyelenggaraan kelas khusus hanya merupakan proyek saja. Artinya, tidak akan berlangsung secara kontinyu. Dalam hal penyediaan sarana dan prasarana relatif istimewa. Karena istimewanya dalam hal fasilitas ruang serta jumlah siswa yang hanya dibatasi secara ideal (27 orang), ternyata sempat menimbulkan kecemburuan bagi kalas reguler. Hal itu tampak, bahwa pada saat kejadian semacam itu, siswa kelas SNBI tidak dilibatkan dalam kepengurusan organisasi siswa. Namun, tampaknya karena adanya upaya pendekatan dari pihak pengelolan, gap semacam itu menjadi hilang. Hal yang menarik lagi, adalah lulusan SMP favorit dengan nilai ranking tinggi tidak semuanya tertarik kelas RSBI, juga disebabkan oleh faktor biaya, dan karena program baru, juga khawatir hanya percobaan. Dalam hal ini Kepala Sekolah sudah menyampaikan informasi, bahwa tahun depan akan disediakan beasiswa untuk siswa unggulan yang tidak mampu. Ini tercermin, juga adanya satu dua orang siswa yang ingin mengikuti tes internasional, ternyata kandas, karena faktor biaya. 2) Di kelas Akselerasi, sistem komunikasi yang digunakan juga berupa perpaduan antara dua dan multiarah. Ragam bahasanya formal dan informal sesuai dengan konteks komunikasinya. Sifat komunikasinya ada yang individual dan ada institusional. Penggunaan bahasa Inggris justru lebih aktif, walaupun tidak diwajibkan. Tidak terjadi kecemburuan, karena tempat belajarnya berbeda lokasi dengan kelas reguler. Sarana dan prasarana juga disiapkan serba istimewa. Jumlah siswa hanya dibatasi secara ideal (24 orang). Mengenai calon siswa lulusan SMP favorit, dan ranking tinggi tidak semuanya berminat ke kelas akselerasi, juga disebabkan oleh faktor biaya. Kalau ada biaya pun, sebagian orang tua atau calon siswa merasa akan lebih matang jika masuk ke kelas reguler
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PERAN KOMITE SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI RINGGIT  Peran Komite Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri Ringgit Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo.

PERAN KOMITE SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI RINGGIT Peran Komite Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri Ringgit Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo.

Dalam era desentralisasi di bidang pendidikan sekarang ini peran serta masyarakat menjadi sangat penting artinya bagi kehidupan suatu sekolah. Organisasi yang diharapkan mampu untuk menampung seluruh aspirasi dan peran serta masyarakat tersebut adalah Komite Sekolah. Komite Sekolah merupakan badan atau lembaga non profit dan non politis, yang dibentuk berdasarkan musyawarah secara demokratis oleh stakeholder pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas, proses dan hasil pendidikan. Permasalahannya adalah apakah dengan terbentuknya organisasi yang bernama Komite Sekolah itu akan menjadi suatu jaminan bakal mampu membantu pengelolaan pendidikan di satu sekolah.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

BUDAYA BELAJAR MATEMATIKA  SISWA  RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL  Budaya Belajar Matematika Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Studi Etnografi Di SMPN2 Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioanl Demak).

BUDAYA BELAJAR MATEMATIKA SISWA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL Budaya Belajar Matematika Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Studi Etnografi Di SMPN2 Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioanl Demak).

This study aimed to describe the culture of learning mathematics stubs standard international students during the learning process in the classroom and outside the classroom learning culture. Types of qualitative research with ethnographic types. Informants are principals, teachers and students of mathematics RSBI Demak.Teknik data collection used were interviews, observation and documentation. Data analysis techniques performed interactively. The validity of the data used triangulation techniques. The results (1) a culture of learning mathematics stubs standard international students during the learning process in the classroom that is active, creative in the learning of the student class placement done RSBI as moving classes so students in learning keingginan have to learn, the teacher always motivate students by giving opportunity to ask questions, do the example problems. Aspects that met the cognitive, affective and sychomotor. Learning methods are used frequently asked questions, discussions, lectures and contextual, (2) culture RSBI students learn mathematics outside the classroom at break time students put themselves into the next class, kekantin, Librarianship to review the materials provided by the teacher and the school also opened extra mathematics for students interested in learning
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...