Top PDF Perancangan dan Realisasi Inclinometer Menggunakan Mikrokontroler ATMega 16.

Perancangan dan Realisasi Inclinometer Menggunakan Mikrokontroler ATMega 16.

Perancangan dan Realisasi Inclinometer Menggunakan Mikrokontroler ATMega 16.

5. Sudut yang dapat dijadikan perbandingan antara inclinometer mikrokontroler dan Ipod Touch hanya sampai dengan sudut minimum -87 o dan maksimum +40 o karena pada program aplikasi iHandy Level pada sekitar sudut tersebut, secara otomatis akan berpindah posisi tampilan layar (dari landscape menjadi potrait).

39 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Pendeteksi kadar kelembaban tanah telah berhasil dilakukan menggunakan sensor elektroda empat titik berdasarkan meetode konfigurasi Wenner. Pengukuran dilakukan dengan mencampurkan tanah kompos dan air dan kemudian, diinjeksi arus listrik kedalam tanah antara dua elektroda terluar. Sebagai hasil dari injeksi, dihasilkan beda potensial antara dua elektroda yang lainnya yang berada di tengah. Perbedaan dalam nilai tegangan dipengaruhi oleh volume air. Dalam penelitian ini, variasi volume air berturut-turut adalah 100, 200, 300, 400 dan 500 mL dalam 1000 gr tanah kompos. Hasilnya menunjukkan bahwa tegangan output sensor adalah 957.94, 553.10, 423.99, 329.71, 272.93 mV untuk volume air masing-masing 100, 200, 300, 400 dan 500 mL. Dari data diperoleh nilai konduktivitas adalah 0.048, 0.083, 0.109, 0.14, 0.169 untuk volume air masing- masing 100, 200, 300, 400 dan 500 mL. Berarti bahwa kenaikan konduktivitas dipengaruhi oleh kenaikan volume air. Hasil yang lain menggunakan metode Gravimetri menunjukkan bahwa persentase kadar kelembaban tanah adalah 13, 20, 32, 38, 47 % untuk volume air masing-masing 100, 200, 300, 400 dan 500 mL. Ini berarti bahwa kenaikan persentase kadar kelembaban tanah adalah sebanding dengan kenaikan volume air. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kenaikan nilai konduktivitas mengindikasikan kenaikan dalam persentase kadar kelembaban tanah. Oleh karena itu, metode konfigurasi Wenner dapat digunakan untuk mendeteksi kadar kelembaban tanah dengan bebrapa keunggulan seperti mudah, cepat, praktis dan ekonomis.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

// Noise Canceler: Off // Input Capture on Falling Edge // Timer1 Overflow Interrupt: Off // Input Capture Interrupt: Off // Compare A Match Interrupt: Off // Compare B Match Interrupt:[r]

9 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

M.Sc Thesis New Mexico Institute of Mining and Technology, Socoro : New Mexico.. Belajar sendiri 12 Proyek Mikrokontroler Untuk Pemula, Jakarta: PT.Elex Media Komputindo.[r]

1 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

instruksi dieksekusi dalam I sikius clock, lebih cepat dibandingkan dengan mikrokontroler MCS51 yang memiliki arsitekrus CISC (Complex Introduction Set Compute/As) dimanà mikrokontroler MCS51 rnembutuhjcan 12 sikius clock unttuk meigeksekusi 1 instruksi, Selain itu rnikrokontroler AVR memiliki fitur yang lengkap (ADC infernal, EPROM internal, Timer/counter, Watchdog Timer, PWM, Fort I/O, komunikasi serial, komparator, 12C, dli). Secara urnum mikrokontroler AVR dapat dikelornpokkan menjadi 3 kelompok, yaitu keluarga AT9oSxx, ATMega dan Attiny.

16 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Ada beberapa teknik yang umum digunakan untuk mengukur kadar kelembaban tanah, yaitu secara langsung melalui pengukuran perbedaan berat tanah (disebut metode gravimetri) atau ssecara tidak langsung melalui pengukuran sifat-sifat lain yang berhubungan erat dengan air tanah, dengan menggunakan pengukuran sebaran neutron probe dan pengukuran waktu hantaran listrik didalam tanah (time domain reflectrometry, TDR). Walaupun penggunaan metode gravimetri memiliki tingkat akurasi yang tinggi, namun membutuhkan waktu sekurang-kurangnya 24 jam untuk mengukurnya (waktu yang relatif sangat lama) sedangkan kendala menggunakan metode sebaran neutron dan TDR adalah harga kedua alat tersebut yang sangat mahal dan berbahaya karena pada penggunaan teknik sebaran neutron probe menggunakan bahan radioaktif.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Metode Konfigurasi Wenner Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Konfigurasi Wenner lebih sederhana dalarn peletakan elektroda arus (AB) dan potensial (PR) yang dipertahankan pada jarak yang sama a. Keunggulan dan konfigurasi Wenner ini adalah ketelitian pembacaan tegangan pada elektroda PR lebih baik dengan ángka yang relatif besar karena elektroda PR yang relatif dekat dengan elektroda AB. Disini bisa digunakan alat ukur multirneter dengan impedansi yang relatif lebih kecil. Dan dapat digunakan dengan suplai daya yang lebih rendah dan konfigurasi Schlumberger. Tegangan pada elektroda PR yang relatif besar sangat cocok untuk pemakaian sistem elektronika mikrokontroler sebagai pengolah data untuk dikalibrasi sesuai dengan kebutuhan alat yang akan dibuat. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. Adapun persamaan resistivitas pada metode ini adalah:
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Perancangan dan Realisasi Konverter DC-DC Tipe Boost Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535

Perancangan dan Realisasi Konverter DC-DC Tipe Boost Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535

Pada kehidupan yang semakin modern ini peralatan elektronik semakin berkembang dan banyak digunakan dalam banyak sektor. Baik dalam industri, perkantoran, rumah tangga dan transportasi. Untuk semua aplikasi peralatan elektronika tersebut dibutuhkan sebuah alat penghasil daya tegangan searah (dc), konverter dc-dc adalah suatu alat penyedia tegangan dc yang diregulasi tegangan keluarannya sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini akan membuat sebuah konverter tegangan dc tipe switching topologi boost yang dapat menaikkan tegangan keluarannya, konverter ini merupakan non-isolated dc-dc converter. Tegangan keluaran konverter dikendalikan dengan mengatur besarnya duty cycle sinyal pulse width modulation (PWM) yang dihasilkan mikrokontroler menggunakan mode Phase Correct PWM, hasil tegangan keluaran konverter ini akan dirancang sebesar 48 volt. Pengujiannya nanti akan menggunakan beban resistansi variabel (rheostat), dengan mengukur tegangan dan arus pada sisi masukan dan keluaran. Setelah melakukan pengujian tersebut maka dapat dihitung efisiensi konverter boost ini terhadap perubahan beban dan duty cyle.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perancangan Dan Pembuatan Alat Monitoring Cairan Infus Dengan Menggunakan Komunikasi Wireless Pada Pc Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Perancangan Dan Pembuatan Alat Monitoring Cairan Infus Dengan Menggunakan Komunikasi Wireless Pada Pc Berbasis Mikrokontroler Atmega 16

Mikrokontroler dapat dianalogikan dengan sebuah system computer yang dikemas dalam sebuah chip. Artinya bahwa didalam sebuah IC mikrokontroler sebetulnya telah terdapat kebutuhan minimal agar mikroprosesor dapat bekerja, yaitu meliputi mikroprosesor, ROM, RAM, I/O dan clock seperti halnya yang dimiliki sebuah computer PC. Mengingat kemasannya yang hanya berupa sebuah chip yang ukuranya relative kecil tentu saja spesifikasi dan kemampuan yang dimiliki oleh mikrokontroler menjadi lebih rendah bila di bandingkan dengan system computer seperti PC baik dilihat dari segi kecepatannya, kapasitas memori maupun fitur fitur yang dimilikinya. Meskipun dari sisi kemampuan lebih rendah tetapi mikrokontroler memiliki kelebihan yang tidak biasa diperoleh pada system computer yaitu kemasannya yang kecil dan kompak membuat mikrokontroler menjadi lebih fleksibel dan praktis digunakan terutama pada system system yang relative tidak terlalu kompleks atau tidak membutuhkan beban komputasi yang tinggi.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Sortasi Otomatis Buah Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill) Menggunakan Mikrokontroler AVR ATMega 16

Perancangan Alat Sortasi Otomatis Buah Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill) Menggunakan Mikrokontroler AVR ATMega 16

Alat sortasi otomatis buah apel manalagi (malus sylvestris mill) dibuat dengan bagian utama berupa Mekanik alat dan elektronik alat. Mekanik alat terdiri atas sistem hopper, sistem pengumpana buah, dan pintu output hasil sortasi. Pada bagian elektronik alat terdiri atas sistem kontrol ATMega 16 dan perangkat komputer untuk pengolahan data. Alat sortasi buah apel manalagi ini dapat berjalan sesuai dengan kontrol yang diberikan yakni mikrokontroler ATMega 16 sebagai processor pengendali dan program delphi 7.0 sebagai pengolah data grade ukuran diameter buah apel, mekanisme kontrol dan sortasi diameter buah berjalan dengan baik. Pengujian konsistensi hasil sortasi didapatkan data yang cukup seragam. Dalam hal ini berarti alat dapat bekerja dengan baik dan cukup akurat dalam melakukan proses pengolahan buah berdasarkan nilai ukuran diameternya. Untuk kapasitas kerja alat sortasi buah apel hasil rancangan didapatkan rata-rata sebesar 20 buah/222.67 detik atau sama dengan 324.57 buah/jam. Hal ini masih dibawah kapasitas kerja rancangan yang bisa didapatkan pada alat sortasi buah ini yaitu sebesar 600 buah/jam.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENGAMAN SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 MENGGUNAKAN RFID (Radio Frequency Indentification)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENGAMAN SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 MENGGUNAKAN RFID (Radio Frequency Indentification)

Dari maka itu tugas akhir ini akan dirancang sistem pengamanan sepeda motor berbasis mikrokontroler menggunakan RFID. Dengan harapan dapat membantu meminimalkan / mengefesienkan mengatasi masalah pencurian kendaraan sepeda motor di kalangan masyarkat.

11 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas LPG Berbasis Mikrokontroler ATMega 16.

Perancangan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas LPG Berbasis Mikrokontroler ATMega 16.

Pada penelitian ini dibuat sebuah alat untuk mendeteksi kebocoran gas dengan memanfaatkan sensor gas MQ 6 . Sistem yang dirancang dilengkapi dengan LCD sebagai informasi konsentrasi gas bocor yang dideteksi sensor. Sistem untuk membuka dan menutup katup pada selang diregulator yaitu dengan menggunakan solenoid valve.

24 Baca lebih lajut

Perancangan dan Pembuatan Alat Pendeteksi Air Pada Tangki Bahan Bakar Minyak Menggunakan Sensor Konduktivitas Berbasis Android

Perancangan dan Pembuatan Alat Pendeteksi Air Pada Tangki Bahan Bakar Minyak Menggunakan Sensor Konduktivitas Berbasis Android

Aplikasi Mikrokontroller Atmega 8535 & ATMega 16 Menggunakan Bascom AVR.Yogyakarta :Penerbit Andi Warsito dkk, 2008,Pendeteksi Ketinggian Air Berbasiskan Mikrokontroler, Teknik Elektro.[r]

1 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Simulasi dan Pengkajian Performance Vehicular Ad Hoc Networks T1 622009008 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Simulasi dan Pengkajian Performance Vehicular Ad Hoc Networks T1 622009008 BAB I

Membahas perancangan dan realisasi hardware yang digunakan menggunakan Mikrokontroler ATMega8536, macam-macam konfigurasi yang meliputi Topologi Wi-Fi yaitu Topologi Ad Hoc dan Topologi Infrastruktur dengan Access Point (AP) dan Station (STA), dan pengaturan dengan menggunakan AT command yang berupa Instruction Syntax Format dan AT+ Instruction set dari USR-WIFI232-G.

5 Baca lebih lajut

Perancangan dan Realisasi Penala Gitar Otomatis Menggunakan Pengontrol Mikro AVR ATMega 16.

Perancangan dan Realisasi Penala Gitar Otomatis Menggunakan Pengontrol Mikro AVR ATMega 16.

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, penalaan gitar pada masing- masing dawai belum berhasil dengan baik dengan tingkat keberhasilan rata-rata mencapai 76% dikarenakan penggunaan 1 motor dc untuk seluruh dawai gitar, sehingga kondisinya saling mempengaruhi. Sedangkan penala gitar otomatis bila diujikan menggunakan osilator berhasil dengan tingkat keberhasilan rata-rata mencapai 93,33%.

30 Baca lebih lajut

Perancangan Pengaman dan Pemantau Sepeda Motor Menggunakan Komunikasi Seluler Berbasis Atmega8535

Perancangan Pengaman dan Pemantau Sepeda Motor Menggunakan Komunikasi Seluler Berbasis Atmega8535

Bejo.A.”C dan AVR Rahasia kemudahan bahasa C dalam Mikrokontroler Atmega 8535,Edisi I.Penerbit : Graha Ilmu.2008 Heri Andriant,”Pemograman Mikrokontroler AVR Atmega 16 Menggunakan Baha[r]

1 Baca lebih lajut

Realisasi Alat Ukur PH dan TDS Air Berbasis Mikrokontroler ATMega 16.

Realisasi Alat Ukur PH dan TDS Air Berbasis Mikrokontroler ATMega 16.

Pada proyek Tugas akhir ini dititikberatkan pada pengukuran PH dan TDS pada air yang diimplementasikan pada Mikrokontroler ATMega16. Setelah dilakukan perancangan dan pengujian alat maka dapat diperoleh simpulan bahwa: 1. Alat ukur PH dan TDS air ini cukup berjalan dengan baik dan cukup mampu melakukan pengukuran sesuai dengan jangakuan alat ukur yang telah ditetapkan.

56 Baca lebih lajut

Realisasi Lengan Robot Berbasis Mikrokontroler ATMega 16.

Realisasi Lengan Robot Berbasis Mikrokontroler ATMega 16.

Program AoS v1.0 dibuat pada bulan November 2007. Program ini cukup sederhana, yaitu hanya mengendalikan lengan secara manual saja. Pengiriman data dilakukan secara real-time dengan menggunakan sebuah timer. Namun program ini memiliki kendala besar, yaitu data yang dikirimkan sering tidak dapat diterima oleh mikrokontroler, sehingga pengaturan lengan menjadi salah.

38 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT MONITORING CAIRAN INFUS DENGAN MENGGUNAKAN KOMUNIKASI WIRELESS PADA PC BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 SKIRIPSI

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT MONITORING CAIRAN INFUS DENGAN MENGGUNAKAN KOMUNIKASI WIRELESS PADA PC BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 SKIRIPSI

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karuniaNya sehinga penulisan laporan tugas akhir ini dengan judul “PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT MONITORING CAIRAN INFUSE DENGAN MENGGUANAKAN KOMUNIKASI WIRELESS PADA PC BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 “, dapat diselesaikan dengan baik.

12 Baca lebih lajut

APLIKASI SENSOR SUARA PADA AYUNAN BAYI BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16.

APLIKASI SENSOR SUARA PADA AYUNAN BAYI BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16.

Tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk 1) Merealisasikan rancangan hardware aplikasi sensor suara pada ayunan bayi berbasis mikrokontroler ATmega 16, 2) Merealisasikan rancangan software aplikasi sensor suara pada ayunan bayi berbasis mikrokontroler ATmega 16, 3) Mengetahui unjuk kerja aplikasi sensor suara pada ayunan bayi berbasis mikrokontroler ATmega 16. Aplikasi sensor suara pada ayunan bayi berbasis mikrokontroler ATmega 16 diwujudkan dengan menggabungkan beberapa komponen utama yaitu mikrokontroler ATmega 16 sebagai unit pemroses, catu daya sebagai sumber tegangan, sensor suara sebagai masukan ke ADC IC ATmega 16. Perancangan perangkat lunak sebagai program pengendali pada IC ATmega 16 menggunakan bahasa C dan perangkat lunak Code Vision AVR sebagai compiler -nya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...