Top PDF Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Mesin mixer merupakan peralatan yang sangat penting yang digunakan pada proses percampuran dua atau lebih material dalam suatu industri yang berbahan dasar thermoplastik dan serbuk (powder). Proses percampuran dimaksudkan untuk mendapatkan suatu campuraan yang homogen dari beberapa jenis material. Sampai saat ini mesin mixer untuk mencampur bahan-bahan thermoplastik dan serbuk belum tersedia di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik USU sedangkan kegunaannya mutlak diperlukan untuk penelitian-penelitian mahasiswa S1, S2 dan S3. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi komposisi, dan kecepatan putaran mixer terhadap kehomogenan dan sifat mekanis campuran Polypropylene (PP), Polyethylene (PE) dan Debu Vulkanik Sinabung (DVS). Hal inilah yang mendasari sehingga penulis melakukan penelitian studi sifat mekanik terhadap campuran PP, PE, DVS pada proses mixing. Pengujian dilakukan menggunakan mikroskop optik dan photo makro untuk melihat kehomogenan campuran dan pengujian tarik untuk melihat kekuatan campuran. Pengujian juga dilakukan dengan simulasi moldflow adviser untuk membandingkan proses fill time dan air traps dengan proses manual hidrolic hot press. Hasil pengujian mesin diperoleh bahwa mesin mixer dapat dioperasikan dengan variasi putaran 52, 100 , 144 rpm dan temperatur 160 0 c, 170 0 c, 180 0 c. Hasil uji tarik variasi komposisi I : PP 38% ,PE 60% dan DVS 2% pada putaran 144 rpm, dan temperatur 170 0 C diperoleh nilai tegangan tarik yang paling optimum sebesar 16,08 N/mm 2 . Sedangkan pada variasi komposisi II : PP 10% , PE 20% dan DVS 70% pada putaran 144 rpm, dan temperatur 170 0 c diperoleh tegangan tarik yang paling optimum sebesar 15,85 N/mm 2 . Setelah didapatkan nilai tegangan tarik yang paling optimum, maka dapat disimpulkan hasil pencampuran variasi komposisi PE, PP, dan DVS mengalami peningkatan dibandingkan dengan PE murni yang mempunyai nilai tegangan tarik sebesar 13 N/mm 2 . Hasil simulasi moldflow adviser pada proses fill time selama 6 detik sedangkan pada proses manual hidrolic hot press waktu yang dicapai selama 10 detik. Dan pada simulasi air traps terjadi pada ujung bagian bawah sampel sedangkan pada manual hidrolic hot press terjadi pada bagian leher, tengah, dan ujung sampel.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Skripsi ini adalah salah satu syarat untuk dapat lulus menjadi Sarjana Teknik di Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi yang dipilih diambil dari mata kuliah Teknologi Pengecoran, Yaitu “Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (DVS), Polyethylene (PE), Polypropylene (PP) Menggunakan Mesin Mixer”.

18 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Plastik adalah polimer rantai-panjang dari atom yang mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang atau monomer. Sejarahnya, tahun pada 1920 Wallace Hume Carothers, ahli kimia lulusan Universitas Harvard, mengembangkan nylon yang pada waktu itu disebut Fiber 66. Pada tahun 1940-an nylon, acrylic, polyethylene, dan polimer lainnya digunakan untuk menggantikan bahan-bahan alami yang waktu itu semakin berkurang. Inovasi lainnya dalam plastik yaitu penemuan polyvinyl chloride (PVC). Ketika mencoba untuk melekatkan karet dan metal, Waldo Semon, seorang ahli kimia di perusahaan ban B.F. Goodrich menemukan PVC. Sedangkan pada tahun 1933 Ralph Wiley, seorang pekerja lab di perusahaan kimia Dow secara tidak sengaja menemukan plastik jenis lain yaitu polyvinylidene chloride atau populer dengan sebutan saran dan pada tahun yang sama, dua orang ahli kimia organik bernama E.W. Fawcett dan R.O. Gibson yang bekerja di Imperial Chemical Industries Research Laboratory menemukan polyethylene. pada tahun 1938 seorang ahli kimia bernama Roy Plunkett menemukan teflon. [9]
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Hamsi, Pengaruh campuran 3% dan 4%PP pada aspal penetrasi 60/70 terhadap kekuatan tekan dan rendam air, Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, USU 2014.. Mesin Pencampur Mixing Equi[r]

2 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

1. Berdasarkan hasil dari penelitian yang sudah dilakukan yang memakai bahan baku polyethylene, polypropylene, dan fiber glass [5] maka pada penelitian ini yang membedakan hanya pada bahan penguatnya yaitu mengganti fiber glass dengan Debu Vulkanik Sinabung.

5 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Mixer is a very important equipment used on process of mixing two or more materials for industrial-based thermoplastics and powder (powder). Mixing process is intended to obtain a homogeneous mixing of several types of material. Until now the machine mixer for mixing thermoplastic materials and powders has yet available in the laboratory of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering USU while its needed is absolutely necessary for research students of graduate and part graduate. This research aimed to examine the effect of variations in the composition and rotation speed of the mixer to mix homogeneity and mechanical properties of a mixture of polypropylene (PP) , Polyethylene (PE) and Volcanic Ash Sinabung (DVS) . It is the background to the study authors conducted a study of mechanical properties of the mixture of PP, PE, DVS in the mixing process. Tests carried out using an optical microscope and a macro photo to see the homogeneity of the mixture and the tensile test to see the strength of the mixture. Tests were also conducted with adviser moldflow simulation to compare the fill time and air traps with manual processes hidrolic hot press The test results showed that the machine homemade mixer machine can be operated with a variety of speed 52, 100, 144 rpm and a temperature of 160 0 c, 170 0 c, 180 0 c. The results of tensile test variation composition I: PP 38%, PE 60% and DVS 2% on speed 144 rpm, and a temperature of 170 0 c obtained value most optimum tension of 16.08 N/mm 2 . While the variation of composition II: PP 10%, PE 20% and DVS 70% on speed 144 rpm, and the temperature of 170 0 c obtained optimum tension of 15.85 N/mm 2 . Having obtained the tensile stress value most optimum, finally the conclusion result of mixing variations in the composition of PE, PP, and DVS increased compared to pure PE which has a value of tensile stress of 13 N/mm 2 . Moldflow simulation results adviser on the fill time for 6 seconds while the manual process hidrolic hot press time achieved for 10 seconds. And the simulation of air traps occur at the lower end of the sample while in the hot press manual hidrolic occur on the neck, middle, and end of the sample.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Mesin mixer merupakan peralatan yang sangat penting yang digunakan pada proses percampuran dua atau lebih material dalam suatu industri yang berbahan dasar Thermoplastik dan serbuk (powder). Proses percampuran dimaksudkan untuk mendapatkan suatu campuraan yang homogen dari beberapa jenis material. Sampai saat ini mesin mixer untuk mencampur bahan-bahan thermoplastik dan serbuk belum tersedia di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik USU sedangkan kegunaannya mutlak diperlukan untuk penelitian-penelitian mahasiswa S1, S2 dan dan S3. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, pembutan mesin mixer serta pengujian pengaruh variasi komposisi dan putaran terhadap kehomogenan dan sifat mekanis campuran Polypropylene(PP), Polyethylene(PE) dan Alumunium powder (AL). Pengujian dilakukan menggunakan mikroskop optik dan foto makro untuk melihat homogenan campuran dan pengujian tarik untuk melihat kekuatan campuran.pengujian juga di lakukan dengan simulasi autodesk moldflow adviser untuk membandingkan proses fill time dan air traps dengan proses manual hidrolic hot press. Hasil pengujian mesin diperoleh bahwa mesin mixer dapat dioperasikan dengan variasi putaran 52, 100 , 144 Rpm dan temperatur 160 0 C, 170 0 C, 180 0 C. Hasil pengujian tarik variasi komposisi yang paling optimum adalah polypropylene 78% , Polyethylen 20% dan Alumunium 2% pada putaran 52 rpm,temperatur 150 0 C di peroleh nilai tegangan tarik 20,92 N/mm 2 .untuk variasi putaran dan temperatur paling optimum terdapat pada putaran 100 rpm,temperatur 160 0 C di peroleh tegangan tarik optimum sebesar 17,91 N/mm 2 .Hasil simulasi autodesk modflow adviser pada proses Fill time selama 6 detik sedangkan pada proses manual hidrolic hot press waktu yang di capai selama 10 detik. dan pada hasil simulasi air traps terjadi pada ujung bagian bawah sampel,sedangkan pada manual hirolic hot press terjadi pada bagian leher,tengah dan ujung sampel.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Tujuan dari proses pencampuran yaitu mengurangi ketidaksamaan atau ketidakrataan dalam komposisi, temperature atau sifat-sifat lain yang terdapat dalam suatu bahan atau terjadinya homogenisasi, kebersamaan dalam setiap titik dalam pencampuran. Dampak dari hasil pencampuran adalah terjadinya homogenitas, kebersamaan dalam setiap titik dalam pencampuran. Dampak dari hasil pencampuran adalah terjadinya keadaan serba sama, terjadinya reaksi kimia, terjadinya perpindahan panas, dan perpindahan massa. Dan dampak tersebut merupakan tujuan akhir dari suatu proses pencampuran.Dalam praktek, operasi mixing hampir selalu mempunyai multi fungsi yaitu ketika proses dilakukan di dalam tangki berpengaduk mekanis, pengaduk menjalankan banyak tugas, sebagai contoh dalam tangki kristalisasi harus memperhatikan bulk blending, heat transferdan suspense kristal [12].
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Hamsi, Pengaruh campuran 3% dan 4%PP pada aspal penetrasi 60/70 terhadap kekuatan tekan dan rendam air, Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, USU 2014.. Hamsi, The application of p[r]

2 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

3. Pencampuran polypropylene, polyetylene dan Alumunium powder dilakukan dengan variasi putaran yaitu 52 Rpm, 100 Rpm dan 144 Rpm Pada temperatur 160 0 c, 170 0 c dan 180 0 c dengan variasi komposisi yang paling optimum yaitu pada Formula 5 (PP 78 %,PE 20 %,AL 2 %).

5 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Mixer is a very important equipment used on process of mixing two or more materials for industrial-based thermoplastics and powder (powder). Mixing process is intended to obtain a homogeneous mixing of several types of material. Until now the machine mixer for mixing thermoplastic materials and powders has not yet available in the laboratory of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering USU while its needed is absolutely necessary for research students of graduate and part graduate. This research aims to design, manufacture and testing mixer engine variations influence the composition and speed of the homogeneity and mechanical properties of a mixture of Polypropylene(PP), Polyethylene(PE) and Aluminum(AL). Tests carried out using an optical microscope and a macro photo to see the homogeneity of the mixture and the tensile test for the strength of the mixture. testing is also done with Autodesk Moldflow simulation adviser to compare the fill time and air traps with manual processes hidrolic hot press The test results showed that the mixer machine may operate with a variety of speed 52, 100, 144 rpm and a temperature of 160 0 C, 170 0 C, 180 0 C. The results of tensile testing optimum composition variation is 78% polypropylene, polyethylen 20% and 2% aluminum on 52 rpm, temperature of 150 0 C obtained tensile stress value of 20.92 N/ mm 2 .finally the conclusion for optimum speed variation found on 100 rpm , the temperature of 160 0 C in obtaining optimum tension of 17.91 N / mm 2 . Autodesk Moldflow simulation results Fill time adviser on the process for 6 seconds while the manual process hidrolic hot press time achieved for 10 seconds. and in the simulation of air traps occur at the lower end of the sample, while in the hot press manual hirolic occur on the neck, middle and end of the sample.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Gambar 4.8 Foto MakroVariasi Komposisi PP 78 %,PE 20 % Dan AL 2 %. 45 Gambar 4.9 Foto Mikro Variasi Komposisi PP 78 %,PE 20 % Dan AL 2 % 46 Gambar 4.10 Foto Makro Variasi Komposisi Pencampuran PP, PE Dan AL Yang Terdapat Void .................................................................... 47

17 Baca lebih lajut

Dampak Debu Vulkanik Gunung Sinabung Terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah Inceptisol.

Dampak Debu Vulkanik Gunung Sinabung Terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah Inceptisol.

Pemberian debu yang dapat meningkatkan ketersedian S di dalam tanah tidak dalam keadaan meracuni tanaman walaupun ketersediaan S dalam kriteria sangat tinggi. Hal ini disebabkan hara S yang bersifat mobil sehingga kehilangannya pun tinggi. Tanah Inseptisol yang merupakan tanah yang sedang berkembang umumnya di dominasi oleh koloid liat yang bermuatan negatif. Hara S yang diserap oleh tanaman yaitu dalam bentuk ion sulfat (SO4 2- ) yang memiliki muatan negatif sehingga tidak tersimpan di dalam tanah karena bersifat dominan. Oleh karena itu, sulfat berikatan menjadi garam yang mudah larut sehingga kehilangannya pun semakin tinggi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rosmarkam dan Yuwono (2002) yaitu kebutuhan S untuk tanaman agak berlebihan karena S dianggap hanya diserap dari tanah, padahal S dapat diserap dari udara bebas. Mineral sulfur dalam tanah dalam bentuk Na 2 SO4, MgSO 4 , FeS, ZnS, dan H 2 S
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Pembuatan dan Karakterisasi Batako Ringan Berbahan Styrofoam dan Abu Vulkanik Gunung Sinabung.

Pembuatan dan Karakterisasi Batako Ringan Berbahan Styrofoam dan Abu Vulkanik Gunung Sinabung.

Fungsi debu gunung berapi sebagai pupuk organik ditentukan oleh ketebalan dan lokasinya. Kawasan yang terdekat dengan gunung api acapkali menjadi kawasan yang merupakan terkena debu vulkanik yang tebal. Debu gunung yang tebal masih belum bisa digunakan karena masih panas dan kandungan gasnya sangat tinggi sehingga dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk tetap hijau kembali. Debu yang terdapat di areal terjauh dari gunung api, tetap sulit dimanfaatkan karena material debu yang tipis mudah ditiup angin dan hujan sehingga sulit dimanfaatkan.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Kajian Eksperimental Bata Beton (Paving Block) Menggunakan Abu Vulkanik Erupsi Gunung Sinabung Sesuai SNI 03-0691-1996

Kajian Eksperimental Bata Beton (Paving Block) Menggunakan Abu Vulkanik Erupsi Gunung Sinabung Sesuai SNI 03-0691-1996

Limbah sering dimanfaatkan menjadi suatu bahan yang dapat difungsikan untuk keperluan tertentu seperti bidang rekayasa bahan bangunan. Limbah sudah sering diteliti untuk kemudiandimanfaatkan, salah satunya yaitu debu vulkanik. Debu vulkanik ini berasal dari erupsi gunung Sinabung dimana setelah diteliti di Balai Riset dan Standardisasi Industri Medan ternyata debu vulkanik ini mengandung beberapa senyawa yang dapat meningkatkan mutu beton yaitu : silikat (SiO2) sebesar 85,6%, Al2O3 sebesar 0,95 %, kapur (CaO) sebesar 4,78 %, dan magnesia (MgO) sebesar 4,48%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh debu vulkanik sebagai substitusi semen dengan variasi 25%, 50%, 75%, dan 100% danmembandingkan nya dengan bata beton normal sesuai dengan SNI 03-0691-1996. Sampel yang digunakan adalah berbentuk Conblock / Paving block dengan ukuran (20 x 10 x 6) cm. Jumlah sampel sebanyak 450 sampel, terdiri dari 5 variasi dan masing- masing variasi sebanyak 90 sampel. Sampel diujipada umur 28 hari. Sampel akan dirawat dengan cara penyiraman berkala sebelum diuji. Dari hasil penelitian diperoleh persen penyerapan air untuk paving block normal 5,248%, paving block dengan debu vulkanik 25% diperoleh penyerapan air sebesar 7,778%, dan paving block dengan debu vulkanik 50% diperoleh penyerapan air sebesar 4,585%. Dan untuk paving block normal diperoleh kuat tekan rata-rata sebesar 18,867 MPa Tergolong mutu B SNI 03- 0691-1996 dan kuat tekan untuk paving block dengan debu vulkanik 25% diperoleh kuat tekan sebesar 12,933 MPa tergolong mutu C SNI 03-0691-1996, dan kuat tekan untuk paving block dengan debu vulkanik 50 % diperoleh kuat tekan sebesar 17,6 MPa tergolong mutu B SNI 03-0691-1996.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Letusan gunung berapi skala besar dapat melepaskan partikel debu ke stratosfer yang menyebabkan bahaya yang signifikan di lingkungan baik dekat maupun jauh dari gunung berapi. Partikel kasar (> 1 mm) bahan piroklastik yang dilepaskan ke atmosfer oleh letusan tersebut jatuh dalam satu jam, tetapi sisa halus partikel (<10 mm) dapat tetap bertahan selama beberapa hari bahkan sampai berbulan-bulan. Partikel halus ini dapat terbang hingga jarak yang jauh dan jumlah yang tidak teratur dari sumber vulkanik. Jarak perpindahan oleh partikel debu tergantung pada beberapa faktor termasuk bentuk partikel yang mempengaruhi aerodinamis dan sifat partikel (Riley, dkk., 2003).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Pembuatan Genteng Polimer Berbahan Baku  Debu Vulkanik Gunung Sinabung Dengan Perekat Resin Polipropilen

Pembuatan Genteng Polimer Berbahan Baku Debu Vulkanik Gunung Sinabung Dengan Perekat Resin Polipropilen

Telah dilakukan penelitian pembuatan genteng polimer yang terbuat dari campuran debu vulkanik gunung sinabung, aspal dengan perekat resin polipropilen. Penelitian dilakukan untuk memanfaatkan debu vulkanik menjadi bahan baku pembuatan genteng polimer sebagai bahan penggati pasir dan untuk mengetahui campuran terbaik dari debu vulkanik gunung sinabung dengan resin polpropilen sebagai variabel bebas dengan komposisi (40:55) gr, (45:50) gr, (50:45) gr, (55:40) gr, dan (60:35) gr. Kemudian ditambahkan variabel tetap yaitu aspal 5 gr sebagai penahan air. Kemudian ditekan dengan Hot Compressor selama 20 menit pada suhu 150 0 C. Sifat-sifat genteng polimer yang dianalisis yaitu sifat fisis meliputi daya serap air dan densitas, sifat mekanis meliputi kuat impak dan kuat lentur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran yang optimum sesuai percobaan adalah campuran debu vulkanik dan resin polipropilen dengan perbandingan (45:50) gr, serta penambahan 5 gr aspal. Nilai daya serap air yang diperoleh sebesar 5,88 %, densitas 1,16 gr/cm 3 , kuat impak 3,78 kJ/m 2 , dan kuat lentur 34,53 Mpa.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

CAMPURAN BAHAN SERAT TANDAN KELAPA SAWIT DENGAN POLYPROPYLENE DAN POLYSTYRENE PADA PROSES INJECTION MOULDING “ disusun untuk menyelesaikan pendidikan guna meraih gelar Sarjana Teknik pada Departemen Teknik Mesin, Universitas Sumatera Utara.

17 Baca lebih lajut

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Perubahan Beberapa Sifat Fisika Dan Kandungan Logam Berat Tanah Andisol Akibat Pemberian Debu Vulkanik Gunung Sinabung Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan beberapa sifat fisika dan kandungan logam berat tanah Andisol akibat pemberian debu vulkanik Gunung Sinabung serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan perlakuan V0 (tanpa debu vulkanik), V1 (659,79 g/10 Kg BTKU), V2 (1319,59 g/10 Kg BTKU), V3 (1979,38 g/10 Kg BTKU), V4 (2639,17 g/10 Kg BTKU), V5 (3298,96 g/10 Kg BTKU) dengan 4 ulangan.

12 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

350 Dengan Bahan Baku Polypropylene Murni, Campuran Polypropylene, Polyethylene dan Polystyrene” http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/28675 “Pengaruh Campuran 50% Polypropylene[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...