kudus, dsb.”, maka ia belum mengerti dasar dari Keselamatan itu.
PERNAH TIDAK ADIL.
6. KEPASTIAN KESELAMATAN
161
6:23). Karena semua manusia pada dasarnya harus mengalami hukuman kekal, maka HARAPAN SATU- SATUNYA bagi manusia untuk dapat diluputkan dari neraka kekal adalah melalui anugerah pilihan Allah.
Untuk menjawab pertanyaan “mengapa berusaha untuk percaya, kalau toh Keselamatan itu merupakan pilihan”?, maka disini akan dijawab bahwa pilihan Allah pasti akan menghasilkan iman yang membuat seseorang bersungguh-sungguh mencari dan mendapatkan Keselamatan (Yoh. 6:44, 65; Kis. 13:48; Rom. 8:29-30). Sebaliknya, ketidak acuhan terhadap undangan Keselamatan merupakan suatu tanda ia bukanlah orang pilihan. Jadi, respon seseorang terhadap undangan Keselamatan Allah itu menyatakan bahwa dirinya adalah orang pilihan Allah. Yang kelihatan menyatakan yang tidak kelihatan. Untuk lebih mengerti kebenaran ini perhatikan illustrasi berikut:
Illustrasi:
no. 14
PILIHAN ALLAH dan RESPON KEPADA INJILSetelah berbicara tentang pilihan, seorang pendeta ditanya oleh seorang anggota jemaatnya: “Pak pendeta, kalau toh saya dipilih Allah, untuk apa saya bersusah payah bertobat dan percaya kepada Kristus? Bukankah Allah tetap akan menyelamatkan saya? Itulah sebabnya sampai kini saya tidak mau susah payah untuk bertobat dan percaya, percuma saja. Kalau saya tidak dipilih toh saya tidak akan selamat, sehebat apapun usaha saya. Kalau toh dipilih, saya pasti diselamatkan, walaupun saya tidak berusaha untuk itu.”
Kebetulan disisi mereka ada 3 anak sekolah minggu yang sedang bermain. Lalu sang pendeta menempatkan mereka keatas tembok gereja setinggi 1.5 m, dan meminta mereka masing-masing melompat kedalam lengannya. Anak pertama dan kedua dengan senang hati melompat ketangannya, bahkan dengan teriakan yang girang/excited. Tetapi anak ketiga menangis dan tidak mau melompat sekalipun telah melihat kedua kawannya terdahulu ditangkap oleh sang pendeta.
Lalu pendeta itu bertanya kepada jemaatnya itu: “anda tahu mengapa anak pertama dan kedua ini mau melompat kepada saya sementara yang ketiga tidak?” “Tidak pendeta” jawab orang itu. Sang pendeta menjawab “sebab mereka adalah anak-anak saya, sementara yang ketiga bukan. Jadi ia tidak berani.” “Begitulah” kata sang pendeta melanjutkan, “mereka merespon saya karena mereka percaya saya. Mereka percaya saya karena mereka anak saya. Ada hubungan batin yang tidak kelihatan. Tetapi anak yang ketiga tidak merespon karena tidak percaya saya. Dan ia tidak percaya saya karena bukan anak saya. Demikian halnya dengan pilihan Allah. Seorang yang percaya dan merespon panggilan Injil adalah tanda bahwa ia adalah orang pilihan Allah (Yoh. 6:37; Kis. 13:48). Tetapi mereka yang tetap tidak percaya, berarti mereka bukanlah pilihan Allah. Jadi pilihan Allah dan kepercayaan seseorang selalu sejalan, yang kelihatan menyatakan yang tidak kelihatan. Keselamatan adalah bagi mereka yang merespon undangan Injil untuk bertobat dan percaya. Karena itu Injil harus diberitakan kepada semua agar orang-orang pilihan-Nya dapat diselamatkan.” (band. 2Tim. 2:9-10)
Jadi pertobatan dan iman kepada Kristus bukan suatu pilihan, tetapi suatu KEHARUSAN bagi Keselamatan. Dan respon itu merupakan tanda bahwa ia adalah orang pilihan Allah (band. Kis. 13:48; Yoh. 6:44-45, 65; Rom. 8:29-30). Artinya, respon kepada Injil selalu mengikuti pilihan Allah.
29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk
menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang
dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rom. 8:29-30)
Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. (Kis. 13:48)
162
d. Bukankah Alkitab penuh dengan konsep bahwa Keselamatan diperuntukkan bagi “setiap orang yang percaya.” Artinya Keselamatan ditawarkan kepada setiap orang, sehingga setiap orang dapat merespon undangan Keselamatan dari Allah, dan bukan untuk orang pilihan saja.
Benar sekali. Kristus memerintahkan Injil harus diberitakan kepada “semua makhluk” dan “siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan” (Mar. 16:15-16). Injil harus diberitakan kepada semua orang karena (1) kita tidak tahu siapa saja orang pilihan Allah, sehingga pemberitaan Injil harus dengan setia disampaikan disetiap tempat (suku bangsa) karena disana ada orang-orang pilihan yang menunggu panggilan Keselamatan mereka (band. Kis. 13:48; 18:10). (2) karena pemberitaan Injil juga sebagai alat penghukuman atau sebagai pengumuman hukuman bagi mereka yang akan binasa karena tidak percaya (Yoh. 8:24; band. 2Kor. 2:15-16).
Keselamatan juga adalah bagi “Setiap orang yang percaya.” Hal ini tidak bertentangan dengan pilihan Allah, tetapi justru menguatkan. Seperti yang telah kita bahas panjang lebar diatas tentang iman, kita tahu bahwa seseorang dapat percaya kepada Kristus hanya jika Allah mengaruniakan iman kepadanya (Yoh. 6:44; 65). Itulah iman yang menyelamatkan, yaitu kepercayaan yang datang dari Allah dan bukan dari manusia. Jadi, hanya jika Allah mengaruniakan iman kepada seseorang, maka orang itu dapat berbalik kepada Tuhan (band. Ratapan 5:21a - “Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali”; Yer. 31:18b – “Bawalah aku kembali, supaya aku berbalik,”). Jadi seorang yang percaya dan merespons Injil dengan pertobatan dan perpalingan kepada Kristus adalah bukti/tanda yang kelihatan bahwa ia adalah salah satu dari orang-orang pilihan Allah (Yoh. 6:37). Yang kelihatan menunjukkan apa yang tidak kelihatan.
Jadi panggilan pertobatan & panggilan umum untuk percaya (melalui pemberitaan Injil kepada semua orang: “Barangsiapa percaya”) adalah bagi mereka yang masih diluar Keselamatan, tetapi setelah mereka diselamatkan, mereka harus mengerti bahwa Allahlah yang telah memilih mereka sebelum permulaan zaman sehingga mereka dapat percaya dan diselamatkan.
Karena itu kita mengerti mengapa para rasul berkhotbah “Bertobatlah dan percayalah kepada Yesus Kristus” kepada orang banyak (mis. Kis. 2:38; 3:19), tetapi kepada jemaat Kristus yang telah percaya dan diselamatkan mereka berkata “kamu telah dipilih dari dahulu kala” (mis. 1Pet. 1:2; Ef. 1:4; Rom. 8:29, dsb.). Lihat illustrasi berikut:
Gbr. 22: Perspektif Panggilan & Pilihan dalam Keselamatan Dilihat dari luar Keselamatan:
“Barang siapa percaya....”
Dilihat dari dalam Keselamatan: “Engkau sudah dipilih sejak dahulu!”
6. KEPASTIAN KESELAMATAN
163
Didalam Alkitab, jika dikatakan mereka yang “dipanggil dan dipilih” (Mat. 22:14) atau “panggilan dan pilihan” (2Pet. 1:10), atau “terpanggil dan dipilih” (Why. 17:14), maka artinya adalah orang-orang yang telah mendapatkan Keselamatan itu, yaitu mereka yang telah mendapatkan panggilan Injil pertobatan dan telah meresponnya oleh anugerah dan telah hidup didalam Keselamatan. Misalnya didalam 2Pet. 1:10, disitu dikatakan jika seseorang mengerjakan Keselamatannya dengan sungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan kepastian akan Keselamatannya (=”panggilan dan pilihanmu”), dan tidak akan pernah goyah lagi.
Jadi, panggilan Injil kepada semua orang tidak bertentangan dengan pilihan Allah, tetapi justru menguatkannya. Mereka yang dipilih pasti akan merespon panggilan Allah (Rom. 8:29-30). Yang kelihatan mengkonfirmasikan apa yang tidak kelihatan.
e. Pilihan Allah melemahkan tuntutan bagi pertobatan dan penginjilan dunia.
Sekali lagi, pendapat ini menyatakan bahwa ia tidak mengerti arti dari pilihan Allah. Pemberitaan Injil tentang pertobatan dan pengampunan dosa justru adalah pintu satu-satunya bagi operasionalisasi pilihan Allah itu. Semua orang yang telah dipilih-Nya pasti akan dipanggil-Nya dan akan meresponsnya dengan pertobatan dan iman.
Dan karena tidak seorangpun yang tahu siapa yang telah dipilih, maka pemberitaan Injil pertobatan dan pengampunan dosa itu HARUS disampaikan kepada semua suku bangsa, sesuai dengan Amanat Agung Tuhan.
Demikian halnya dengan pertobatan. Pilihan Allah tidak melepaskan tanggung jawab pribadi dalam pertobatan. Pertobatan merupakan panggilan umum bagi semua orang, meskipun hanya mereka yang memperoleh anugerah yang akan meresponnya. Karena itu berita tentang pertobatan tetap harus diberitakan kemana-mana.145
Jadi berita Injil tentang pertobatan dan pengampunan dosa justru harus dilakukan agar mereka yang telah dipilih Allah dapat diselamatkan (lihat penjelasan lebih lanjut dalam sub judul “PANGGILAN” dibawah).
Sekalipun demikian jelas dan tegasnya doktrin tentang pemilihan ini, namun banyak kalangan dalam kekristenan yang sangat tidak menyukai bahkan membenci doktrin ini. Jika diperhatikan dengan seksama keberatan mereka tentang doktrin yang penting ini, kita mengerti jawabannya: Karena doktrin ini
145
Sejarah misi (penginjilan) dunia membuktikan bahwa mereka yang percaya kepada pilihan berdasarkan anugerah semata adalah orang-orang yang paling giat untuk melakukan penginjilan keseluruh dunia. Seperti
terbentuknya Badan Misi pertama sebagai pengaruh penginjilan William Carrey yang pada gilirannya menyemangati 5 mahasiswa dengan “haystack prayer meeting”nya dan memicu dibentuknya“The American Board of Commissioners of Foreign Missions” pada awal 1800 an. Badan ini kemudian memelopori ribuan mahasiswa (the Student Volunteer Movement) untuk menjadi misionari keseluruh dunia. Sedemikian besar, luas dan lamanya (seratus tahun lebih) kegiatan misi itu sehingga disebut sebagai “Era Pertama Penginjilan Dunia,” dengan fokus kepada “Penginjilan Daerah Pantai (Coastlands Missions).” Demikian juga “Era Kedua” yang dipelopori Hudson Taylor dengan China Inland Mission (CIM-kemudian berubah menjadi OMF sekarang) memfokuskan kepada “Penginjilan Daerah Pedalaman (Inlands Missions).” Era ini (1890 sd 115 tahun kedepan) juga melibatkan ratusan ribu mahasiswa yang menjadi misionaris keseluruh dunia. Demikian juga sejarah misi modern (awal 1900 sd sekarang), tetap dipelopori gerakan mahasiswa yang fokusnya kepada “the hidden people,” yaitu suku-suku terasing. Diantaranya adalah Townsend Cameron dengan Wycliffe Bible Translator (WBT) nya dan Donald Mc. Gavran dengan pendirian sekolah misi “Fuller School of World Mission” nya. Semua orang itu adalah mereka yang percaya bahwa manusia diselamatkan berdasarkan pilihan kasih karunia Allah, namun mengerti bahwa penginjilan harus disampaikan kepada seluruh suku bangsa sampai keujung bumi.
164
menelanjangi secara telak ketidak-berdayaan manusia diluar Allah. Karena natur berdosa manusia yang sombong ini tidak senang jika dia harus menggantungkan Keselamatannya semata kepada Allah. Natur berdosanya terus menuntut: “aku, aku dan aku harus menentukan nasibku sendiri! Aku harus ikut berperan untuk menentukan nasibku sendiri! Keselamatanku harus tergantung kepada diriku sendiri!!”--- Dapatkah anda merasakan jiwa dari teologi yang demikian? Benar. Jiwanya sama dengan pemberontakan Adam & Hawa: mereka merasa dapat berdiri sendiri dan tidak tergantung kepada Allah. Itulah natur berdosa manusia yang sombong. Teologi demikian bukan hanya meleset, namun menyesatkan dan membuat manusia sombong sehingga tidak mungkin dapat mengandung Keselamatan sejati. Doktrin tentang Pilihan ini dibenci oleh sebagian kalangan “Kristen” karena secara telak ianya menelanjangi ketidak-berdayaan “kehendak bebas” manusia, dan memberikan kemuliaan sepenuhnya kepada Allah saja. Manusia berdosa selalu merasa bahwa ia dapat berbuat sesuatu dan layak mendapat sebagian dari kemuliaan Tuhan.
Jika dipelajari secara holistik (utuh-menyeluruh), doktrin pilihan ini sangat penting karena:
1) Doktrin ini memberikan kemuliaan seluruhnya kepada Allah. Karena itu para reformator dapat dengan leluasa dan dengan ledakan sukacita yang besar dan kerendahan hati yang dalam dapat berkata “SOLI DEO GLORIA: Kemuliaan hanya bagi Allah saja!” Keselamatan seluruhnya merupakan inisiatif dan tindakan Allah Tri Tunggal. Karena itu, kemuliaan seluruhnya hanya bagi Dia!
2) Doktrin ini menelanjangi ketidak-mampuan manusia untuk menyelamatkan dirinya sendiri, sekaligus menghancurkan kesombongan manusia. Karena itu doktrin ini dibenci oleh para pengajar palsu yang membanggakan “kehendak bebas” manusia yang semu dan yang menginginkan sebagian kemuliaan Allah bagi manusia.
3) Doktrin ini memberi sukacita besar kepada orang-orang percaya karena doktrin ini adalah SATU- SATUNYA PENGHARAPAN bagi orang percaya. Jika Allah mendasarkan pilihan-Nya kepada faktor manusianya, siapakah yang dapat diselamatkan? Tidak ada! Puji Tuhan karena Allah mendasarkan Keselamatan kita hanya kepada Diri-Nya sendiri (Rom. 9:11 –KJV “not of works, but of him that calleth”).
4) Pilihan Allah merupakan SUMBER dari semua berkat Keselamatan yang diterima orang percaya, yaitu SEGALA berkat didalam sorga: dikuduskan (Ef. 1:4), diadopsi menjadi anak-anak Allah (Ef. 1:5), penebusan, pengampunan dosa, hikmat, pengertian, rahasia rencana Allah (Ef. 1:3-9). Pilihan Allah itu juga merupakan sumber dari Keselamatan kita: dikuduskan oleh Roh Kudus melalui kelahiran kembali yang dimungkinkan karena karya penebusan Kristus, sehingga orang percaya hidup dengan suatu pengharapan didunia ini, dan dapat menerima suatu bagian yang kekal disorga nantinya (1Pet. 1:2-5. Band. 2Tes. 2:13-14). Pilihan Allah itu juga adalah sumber dari kemuliaan yang akan diterima orang- orang percaya (Rom. 8:29-30).
5) Pilihan Allah adalah ALASAN mengapa orang-orang percaya dapat hidup dalam kekudusan dan berbeda dengan orang-orang lain (Kol. 3:12-17).
6) Pilihan Allah merupakan dasar kekuatan untuk terus maju sampai akhirnya sambil berbuah karena “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rom. 8:31).
Doktrin tentang Pilihan ini dibenci oleh sebagian kalangan “Kristen” karena secara telak ianya menelanjangi ketidak-berdayaan “kehendak bebas” manusia, dan memberikan kemuliaan sepenuhnya kepada Allah saja. Manusia
berdosa selalu merasa bahwa ia dapat berbuat sesuatu dan layak mendapat sebagian dari kemuliaan Tuhan.
6. KEPASTIAN KESELAMATAN
165
Lihatlah begitu pentingnya pilihan Allah itu sehingga semua doktrin Keselamatan dialaskan kepadanya. Karena itu jika ada teologi keselamatan yang menafikkan doktrin tentang pilihan Allah ini, maka teologi demikian tidak berdasar kepada Alkitab, tetapi kepada filsafat manusia yang kosong. Orang-orang yang menyandarkan hidupnya kepada teologi demikian seumpama orang yang mendirikan rumahnya diatas dasar pasir. Saat kesulitan, penganiayaan atau penyesatan datang, mereka pasti roboh dan murtad.
6.C.2.b. PENEBUSAN (Redemption)
Seperti telah dijelaskan didalam Bab-5, setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya yang Tunggal untuk menjadi manusia dan mati sebagai korban penebus dosa. Dengan demikian, Jalan Keselamatan telah disediakan sebagai sarana bagi orang-orang pilihan-Nya untuk memperoleh Keselamatan. Konsep penebusan dalam PB dibangun diatas 3 kata Yunani:
a) “agorazo” yang berarti membeli, membayar, menyerahkan sesuatu sebagai harga pembayaran yg setimpal bagi suatu barang lain.
“Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli (“agorazo”) mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.” (Why. 5:9)
b) “eksgorazo,” sama dengan agorazo namun diberi prefiks “eks” (keluar dari). Jadi arti teologis kata eksagorazo adalah “dibeli keluar” dari perbudakan dosa dan kutuk Hukum Taurat. Misalnya Gal. 3:13:
Kristus telah menebus kita dari (“eksgorazo”) kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Gal. 3:13)
“Ia diutus untuk menebus (“eksgorazo”) mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.” (Gal. 4:5)
Artinya, orang percaya telah ditebus, dibeli keluar dari kutuk Allah karena tidak dapat melakukan Hukum Taurat yang memperlihatkan kesempurnaan tuntutan Allah.
c) Dari kata “lutroo,” dengan segala bentuknya yg arti dasarnya adalah “membebaskan atau melepaskan dari belenggu (perbudakan) dosa dan disuruh pergi sebagai orang merdeka.” Mis. Mat. 20:28, “antilutroo” yang artinya “tebusan” seperti dalam 1Tim. 2:6, atau “apolutrosis” yang merupakan tindakan pelepasan atau penebusan (Kol. 1:14):
“sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan (“lutroo”) bagi banyak orang." (Mat. 20:28)
“yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan (“antilutroo”) bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.” (1Tim. 2:6)
“di dalam Dia kita memiliki penebusan (“apolutrosis”) kita, yaitu pengampunan dosa.” (Kol. 1:14)
Perhatikan ayat-ayat diatas. Kita ditebus dari tuntutan maut karena tidak dapat memenuhi tuntutan kesempurnaan Allah (ingat illustrasi “Api Besar & api kecil”). Kristus – satu-satunya yang dapat memenuhi tuntutan integritas Allah- mati sebagai pengganti manusia karena tuntutan keadilan Allah agar manusia
166
dapat diselamatkan (Rom. 3:25). BUKAN dari tuntutan Setan yang meminta barter dengan Allah seperti yang dimengerti beberapa orang (“Ransom Theory”).146 Atau ditebus oleh hidup Kristus yang tanpa dosa, bukan oleh kematian-Nya (“Recapitulation Theory”).147 Atau ditebus untuk mengembalikan kemuliaan Nama Allah (“Satisfaction Theory”).148 Atau kematian Kristus hanya merupakan contoh moral yang tidak memiliki dampak penyelamatan (“Moral Example Theory”).149 Atau kematian Kristus hanya merupakan demonstras i kepemimpinan moral Allah yang dengan kematian Kristus, Allah tetap dapat mempertahankan kepemimpinan moral-Nya (“Governmental Theory”).150
6.C.2.c. PANGGILAN (Calling)
Operasionalisasi dari pilihan Allah selanjutnya adalah panggilan Allah kepada orang-orang pilihan- Nya diseluruh dunia disegala abad melalui pemberitaan Injil. Jadi pemberitaan Injil adalah alat dari Allah untuk memanggil mereka yang harus diselamatkan. Karena itu jugalah Paulus mau bersusah payah dan menderita didalam pemberitaan Injil itu karena ia tahu ada orang-orang pilihan yang akan diselamatkan oleh berita Injil yang dibawanya:
9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi
firman Allah tidak terbelenggu.
10
Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. (2Tim. 2:9-10)
13 Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang
dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.
14
Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. (2Tes. 2:13-14)
Menurut Alkitab, panggilan melalui pemberitaan Injil akan direspons oleh orang-orang pilihan Allah, sebagai wujud dari rencana Allah yang kekal, mulai dari kekekalan masa lalu saat Ia melakukan pilihan,
146
Teori ini memiliki premis bahwa kematian Kristus merupakan “pembayaran Allah kepada Setan agar manusia dapat lagi dimiliki Allah.” Teori ini “ngawur” karena tidak mengerti Alkitab. Setan tidak memiliki andil apapun dalam penebusan Kristus. Dia justru merupakan pihak yang dirugikan karena dengan kematian Kristus, maka Iblis dan pekerjaannya (kematian/maut) dimusnahkan (Yun.: “katargeo”; Ing.: to be entirely idle; useless; dijadikan tidak berfungsi/tidak berguna - Ibr. 2:14). Penebusan Kristus merupakan konsekuensi dari tuntutan integritas Allah yang menuntut adanya korban substitusi yang sempurna melalui maut. Dengan demikian maka manusia dapat diampuni Allah tanpa melanggar integritas moral-Nya (Kasih, Kekudusan & Kebenaran/Keadilan).
147 Teori ini berpendapat bahwa Jalan Keselamatan dapat tersedia karena Kristus dapat hidup tanpa dosa, dan
bukan karena kematian-Nya. Teori ini bertentangan dengan seluruh konsep Alkitab tentang penebusan melalui kematian Kristus. Teori ini dipelopori oleh Irenaeus dan dipegang oleh gereja Ortodok Timur sampai sekarang.
148
Teori ini menekankan kepada tuntutan nama baik/kemuliaan Allah (God’s honor), bukan kepada tuntutan keadilanNya yang mengharuskan-Nya untuk menghukum manusia atau Penggantinya. Pelopor teori ini adalah Anselm, dan teori ini dipegang oleh gereja Katolik Roma.
149
Teori ini dipelopori Abelard (1079-1142) dan dipegang kaum liberal. Saat ini banyak “gereja-gereja arus utama” Protestan yang memegangnya karena pengaruh liberalisme yang tidak terbendung dikalangan itu.
150
Teori ini dipelopori oleh Grotius (1583-1645) dan dianut oleh kaum Arminian. Teori ini berpendapat bahwa Kristus tidak benar-benar membayar harga dosa seluruh manusia. Kerena jika demikian, maka Ia harus selamanya dihukum dineraka. Disamping itu jika Ia benar-benar membayar harga untuk dosa seluruh manusia, maka seluruh manusia harus diselamatkan tanpa harus ada tuntutan iman dan ketaatan.
6. KEPASTIAN KESELAMATAN
167
sampai kekekalan masa depan saat penggenapan Keselamatan secara penuh dengan dimuliakan-Nya orang- orang percaya bersama Kristus:
28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan
bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
30
Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rom. 8:28-30)
Namun pemberitaan Injil sekaligus merupakan alat Allah untuk menyatakan dosa dan penghukuman bagi mereka yang akan binasa:
14b
Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
15
Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
16a
Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. (2Kor. 2:14b-16a)
Jadi pemberitaan Injil memiliki dua maksud: (1) untuk memanggil orang-orang pilihan Allah, serta (2) untuk memberitakan penghukuman bagi mereka yang akan binasa. Bagi orang-orang pilihan, pemberitaan Injil itu adalah “kekuatan Allah” (yang menariknya untuk percaya kepada Injil) yang menyelamatkan, tetapi bagi mereka yang akan binasa, pemberitaan Injil itu dianggap kebodohan (diejek, dianggap sepele, bahkan dianggap menghina karena menyatakan penghukuman mereka/”bau kematian yang mematikan”):
“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” (1Kor. 1:18)
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. (Rom. 1:16)
Karena itulah maka Injil harus diberitakan kepada segala suku bangsa/etnis (“ethnos”- Mat. 28:19), karena Injil itulah Tangan Allah yang menyelamatkan orang-orang pilihan-Nya, dan Injil itu sekaligus juga