telah disediakan Allah saat anda hidup sekarang.
KESIMPULAN BAB-
Usaha-usaha Manusia Untuk Mencari Keselamatan
Inilah kesimpulan dan alur berpikir dari judul bab-3 ini, termasuk jawaban terhadap pertanyaan mengapa timbul banyak agama dan kepercayaan didunia ini dan bagaimana Iman Kristen berbeda dengan semuanya:
1. Kejatuhan manusia pertama (Adam & Hawa) kedalam dosa mengakibatkan manusia terpisah dari hadirat Allah selamanya (“maut”). Sebagai bukti otentik yang tidak dapat disangkal oleh siapapun tentang keterpisahan dengan Allah (maut) ini adalah adanya fakta tentang kematian yang pasti akan dialami oleh semua orang. Maut dan manifestasinya dalam kematian fisik manusia inilah yang menjadikan semua manusia dari segala latar belakang kemudian mencari hubungan lagi dengan alam roh yang kekal (dan penghuninya, terutama Sang Pencipta), mencari makna atau penyebab dari eksistensi (keberadaan) manusia didunia, serta mencari penjelasan tentang dunia dibalik kematian. Dalam mencari jawaban terhadap semua pertanyaan-pertanyaan itulah maka kemudian setiap peradaban mendirikan agama/kepercayaannya masing-masing sesuai dengan pengertian para pemimpinnya.
2. Agama-agama primitif menciptakan kepercayaannya masing-masing karena melihat alam semesta (yang merupakan Pernyataan Umum dari Allah), dan merekamnya kedalam kepercayaan masyarakatnya. Karena itu kepercayaan-kepercayaan ini selalu memiliki banyak ilah/dewa/i sebagai representasi dari alam yang dilihatnya (keberadaan suatu benda, pertumbuhan benda hidup, dan kematian/kerusakan benda). Agama “modern” (humanisme) memandang manusia sebagai penyebab keberadaannya sendiri didunia ini. Sekalipun eksistensi manusia tidak dapat dijelaskan dengan science yang selalu dipakai manusia modern untuk menerima atau menolak sesuatu, namun mereka tetap bersikukuh bahwa eksistensi manusia adalah akibat dari sesuatu yang random yang (untungnya) berevolusi menjadi manusia. Jadi manusia modern menciptakan allah (yaitu dirinya sendiri) sebagai pusat kepercayaannya.
3. Allah Yang Benar tidak dapat ditemukan oleh usaha-usaha manusia (agama, kepercayaan, peradaban, moralitas, pendidikan, ilmu pengetahuan/science, dsb.), karena manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan tidak dapat mengerti (apalagi menemukan) Allah Yang Benar itu. Semua usaha-usaha manusia itu justru telah mengakibatkan manusia telah “mendirikan kebenarannya sendiri” dengan menciptakan sendiri agama dan konsep keselamatannya, yang hasilnya malah “menolak kebenaran Allah.” Allah Yang Benar hanya dapat ditemukan jika Dia sendiri menyatakan (mewahyukan) Diri-Nya kepada manusia, dan Jalan Keselamatan yang benar (yang akan membawa kesorga) adalah jalan keselamatan yang ditentukan oleh Allah Yang Benar itu. Agama-agama yang mengklaim dirinya didasarkan kepada pewahyuan ini disebut agama samawi (Yudaisme, Kristen, Islam).
3. USAHA-USAHA MANUSIA UNTUK MENCARI KESELAMATAN
65
4. Dari ketiga agama samawi itu, hanya dua yang pertama yang memiliki keterkaitan dan kesinambungan (Yudaisme & keKristenan). KeKristenan merupakan penggenapan dan materialisasi dari janji-janji dalam kitab-kitab Yudaisme. Karena itu Kitab Suci orang Kristen bukan hanya Perjanjian Baru saja, tetapi seluruh Alkitab Perjanjian Lama juga. Jadi keKristenan juga mencakup Yudaisme sehingga ianya bukan berumur dua millenium saja, tetapi telah ada sejak adanya penciptaan. Yudaisme65 sebenarnya tidak berbeda dengan iman Kristen. Hanya orang-orang Yahudi yang salah menafsirkan kitab-kitabnya sehingga mereka terjatuh kepada kesalahan agama-agama lain, yaitu “mendirikan kebenarannya sendiri” dan berakibat kepada “tidak tunduk kepada kebenaran Allah.”
5. Seluruh agama & kepercayaan (kecuali iman Kristen), memiliki kesamaan pendapat akan jalan keselamatan (atau jalan kesorga), yaitu dengan berbuat baik dan mengikuti aturan agama masing- masing. Cara ini tidak dapat menyelesaikan masalah keterpisahan manusia dengan Allah, yaitu masalah dosa. Dosa tidak dapat diselesaikan melalui perbuatan baik manusia karena standardnya tidak akan pernah dapat mendekati (apalagi memenuhi) standard Allah Yang Maha Kudus, Yang Maha Benar dan Yang Maha Kasih. Cara penyelesaian dosa melalui perbuatan baik itu juga tidak relevan (tidak ada hubungannya, seperti ilustrasi pak Agung & pak Budi diatas). HANYA SATU cara agar manusia dapat diampuni dan memperoleh hubungan lagi dengan-Nya, yaitu melalui inisiatif Allah sendiri untuk mengampuni manusia. Inilah iman Kristen.
6. Jadi iman Kristen melihat semua kitab-kitab dalam Alkitab merupakan inisiatif Allah untuk memperkenalkan Diri-Nya kepada manusia dan memperkenalkan Jalan Keselamatan itu. Seluruh Alkitab dalam Perjanjian Lama berisi tentang Jalan Keselamatan yang Allah tetapkan, yaitu untuk bisa kembali memperoleh persekutuan dengan-Nya, maka harus ada korban penebus salah yang dapat memenuhi tuntutan integritas moral Allah (kekudusan-Nya, kebenaran-Nya, kasih-Nya). Karena itulah Allah sendiri harus datang sebagai Manusia Kristus untuk menjadi korban penebus salah.66 Kitab Perjanjian Baru merupakan sejarah penggenapan Jalan Keselamatan tersebut yan g terfokus kepada sejarah Mesias (Yesus Kristus) dan pekerjaan penebusan-Nya sekitar dua millenium yang lalu.
7. Itulah beda antara iman Kristen dengan iman-iman lainnya. Iman-iman lainnya mencoba menjangkau Allah dengan tata cara agamanya (anthroposentris), tetapi iman Kristen menyatakan bagaimana Allah Yang Benar telah menyatakan Diri-Nya kepada umat manusia dan bagaimana Ia telah menjangkau manusia dengan menyediakan Jalan Keselamatan (theosentris). Perbedaan ini juga merupakan perbedaan antara keselamatan dengan berusaha menjangkau Allah melalui perbuatan baik, dengan keselamatan dengan jalan percaya kepada Allah dan Jalan Keselamatan yang dinyatakan-Nya. Jika memakai istilah Alkitab, sekali lagi perbedaan ini adalah perbedaan antara (1) usaha-usaha untuk “mendirikan kebenaran sendiri” dengan mendirikan konsep dan tata
65
Yang dimaksud “Yudaisme” didalam tulisan ini adalah segala ajaran/tulisan-tulisan yang ada dalam kitab- kitab Yahudi (atau sama dengan Perjanjian Lama dalam Kristen), dan bukan interpretasi mereka (orang Yahudi) terhadap kitab-kitab tersebut, karena ternyata mereka telah salah mengerti tentang Jalan Keselamatan yang dinyatakan oleh YHWH dalam kitab-kitab mereka, yaitu tentang Mesias dan pekerjaan-Nya. Kitab Roma & Ibrani bertujuan menyatakan tentang dimana orang-orang Yahudi telah salah mengartikan tentang Mesias dan pekerjaan- Nya.
66
Kenapa harus Allah sendiri yang datang sebagai manusia dan menjadi korban penebus salah? Kenapa bukan makhluk lainnya (orang suci, malaikat atau makhluk lainnya)? Jawaban pertanyaan ini akan dibahas dalam bab berikutnya, yaitu Bab-4 (Jalan Keselamatan I).
66
cara agama, dengan (2) mempercayai Jalan Keselamatan yang Allah telah sediakan (“kebenaran Allah”).
4. JALAN KESELAMATAN (I)
67