• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH SEMARANG, 16 JUNI 2015

WISUDA XIX DAN DIES NATALIES XV

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH SEMARANG, 16 JUNI 2015

Assalamu’alaikum Wr. Wb;

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua; Yang saya hormati, Jajaran Birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah;

Direktur beserta Civitas Akademika Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah; Para Orang Tua/Wali Wisudawan/Wisudawati;

Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

Alhamdhulillah

pagi ini kita masih dikaruniai nikmat kesehatan, sehingga dapat bersama-sama hadir menyertai Wisuda XXI Program Studi Keperawatan Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya sampaikan “Selamat” kepada para Wisudawan/Wisudawati, atas keberhasilannya menyelesaikan studi dengan baik di Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Perlu saya ingatkan bahwa keberhasilan yang Saudara raih hari ini, bukanlah tujuan, tetapi langkah awal untuk berkarya nyata mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu, implementasikan ilmu yang telah Saudara peroleh di Akper Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai bekal dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hadirin yang saya hormati;

Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang menekankan pada profesionalitas layanan sesuai standar dengan memperhatikan kaidah etik dan moral, sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Keberadaan tenaga keperawatan mendominasi tenaga kesehatan yang ada, bahkan peran

keperawatan memberikan konstribusi mencapai 60% dari bentuk pelayanan kesehatan.

Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, keperawatan ikut menentukan kualitas pelayanan kesehatan, sehingga keberadaan perawat dibutuhkan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, utamanya untuk mendukung percepatan pencapaian program

Millenium Development Goals

(MDGs).

Perawat diharapkan dapat memberi kontribusi nyata dalam keberhasilan pembangunan kesehatan melalui perannya dalam peningkatan kesehatan

(health promotion)

masyarakat

,

dengan membantu masyarakat untuk mengembangkan atau meningkatkan sumbersumber kesejahteraan/kesehatannya, yang bertujuan mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Agar tercipta perawat yang berkualitas baik diperlukan pengembangan profesionalitas berkelanjutan

(Continuing Professional

Development/ CPD)

agar kompetensinya selalu terpelihara dan kemampuannya terus meningkat dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan, sesuai tuntutan masyarakat, yaitu

”Service excellent

”.

Hadirin yang saya hormati;

Peningkatan kualitas perawat juga penting, seiring diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN atau

ASEAN Economy Community (AEC)

. Perlu saya sampaikan bahwa dalam kerangka AEC 2015, telah ada kesepakatan nota saling pengakuan

(mutual recognition agreement)

antara negara-negara anggota ASEAN untuk memfasilitasi arus jasa keinsinyuran, keperawatan, arsitektur,

surveyor,

praktisi medis umum dan praktisi gigi, akuntan dan

good

manufacturing practice inspection.

Karena itu, Indonesia tidak dapat lagi membatasi masuknya Tenaga Kerja Asing, terutama dari negara ASEAN.

Maka, kalau kualitas Tenaga Kerja Indonesia di bidang keperawatan masih

biasa-biasa saja

, mentalnya belum siap, kemampuan Bahasa Inggrisnya kurang memadai, maka bukan mustahil lowongan tenaga keperawatan akan banyak diisi oleh warga negara asing. Karena itu, dalam UU Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan dilakukan pengaturan keperawatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu Perawat dan mutu pelayanan keperawatan, memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada perawat dan klien, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam UU Keperawatan, setiap perawat yang melakukan praktik keperawatan diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Perawat (SIP). Sedangkan bagi perawat Warga Negara Asing yang akan menjalankan praktik di Indonesia harus mengikuti evaluasi kompetensi yang

dilakukan melalui penilaian kelengkapan administratif dan penilaian kemampu-an untuk melakukkemampu-an praktik.

Hadirin yang saya hormati;

Satu hal yang perlu saya garisbawahi, bahwa dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, jangan

profit oriented

. Karena yang

digarap

itu manusia,

ya

harus manusiawi. Apalagi masih banyak saudara-saudara kita di Jawa Tengah yang masih membutuhkan uluran tangan kita, utamanya dalam hal pelayanan kesehatan. Intinya, jangan pandang bulu. Jangan membeda-bedakan antara pasien yang mampu dan kurang mampu.

Jadilah perawat tidak hanya terampil dan profesional, tetapi juga perawat yang merawat dengan hati. Terus tingkatkan kompetensi dengan rajin mengikuti pelatihan dan pendidikan profesi. Tingkatkan kemampuan ber-bahasa asing, utamanya ber-bahasa Inggris sebagai ber-bahasa internasional, agar perawat-perawat Indonesia mempunyai

bargaining position

yang tinggi di era AEC.

Demikian yang dapat saya sampaikan menyertai acara yang membahagiakan ini.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Wabillahitaufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PENANDATANGANAN MoU BIDANG KETRANSMIGRASIAN DI KALIMANTAN UTARA BULUNGAN, 17 JUNI 2015

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua dan saya sampaikan selamat siang.

Yang saya hormati, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Bapak Marwan Ja’far;

Gubernur beserta jajaran birokrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara; Bupati Bulungan; Rekan-rekan Birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah;

Hadirin yang berbahagia,

Teriring rasa syukur Alhamdulillah kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas ridho dan karunia-Nya, siang ini kita dapat bersama-sama hadir menyertai Penandatanganan MoU Bidang Ketransmigrasian.

Penandatanganan MoU ini bagian dari komitmen dan tekad kita bersama untuk mendukung penyelenggaraan program transmigrasi yang lebih baik, khususnya dalam penempatan transmigran asal Jawa Tengah ke Kalimantan Utara, tepatnya di Kabupaten Bulungan. Saya berharap, kesepakatan bersama ini bisa segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama oleh masing-masing SKPD dari 2 (dua) provinsi, agar transmigran asal Jawa Tengah bisa segera diberangkatkan ke Kalimantan Utara.

Realisasi pemberangkatan dan penempatan transmigran ini sangat positif. Bagi Jawa Tengah, pelaksanaan program transmigrasi menjadi salah satu alternatif pilihan dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan pengangguran. Harapannya, melalui program ini, masyarakat miskin di Jawa Tengah dapat semakin berdaya dan memiliki kesempatan berusaha untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.

Saya pastikan mereka yang dikirim menjadi transmigran adalah orang-orang yang punya semangat kerja tinggi. Sebagian besar dari mereka adalah

petani dan buruh tani, yang sudah biasa mengolah lahan pertanian dengan baik. Selain itu, mereka juga mampu mengembangkan usaha di sektor jasa perdagangan. Jadi, bagi Kalimantan Utara, keberadaan saudara-saudara kita ini,

Insya

Allah akan sangat membantu kemajuan pembangunan disini, sehingga Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia, mampu mewakili wajah baik Indonesia di mata Negara lain.

Bapak Menteri, Gubernur Kalimantan Utara beserta pendamping dan hadirin yang berbahagia;

Perlu saya laporkan bahwa sejak tahun 2000-2014, transmigran asal Jawa Tengah yang ditempatkan di lokasi transmigrasi sebanyak 10.403 KK atau 37.686 jiwa. Terdiri dari transmigrasi umum 9.674 KK atau 35.151 jiwa dan transmigrasi swakarsa mandiri sebanyak 729 KK atau 2.535 jiwa. Yang ditempatkan di Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 491 KK atau 1.777 jiwa, sdang yang ditempatkan di wilayah Kabupaten Bulungan sebanyak 310 KK atau 1.143 jiwa.

Menurut rencana, dalam waktu dekat ini akan diberangkatkan sebanyak 100 KK, dan ke depan secara bertahap akan semakin banyak lagi, karena minat masyarakat Jawa Tengah untuk bertansmigrasi masih tinggi. Dapat saya infor-masikan bahwa minat masyarakat Jawa Tengah untuk bertransmigrasi dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah sampai dengan bulan Desember 2014 sebanyak 2.134 KK.

Selanjutnya, guna merespon minat masyarakat ini, maka kita memprogramkan transmigrasi dengan pola

sharing

. Secara keseluruhan program ini nantinya melibatkan dukungan dana dari APBD Prov. Jateng, APBD Prov. Kalimantan Utara dan APBD Kabupaten Bulungan. Program inilah yang saat ini kita dorong dan sepakati bersama agar bisa berjalan dengan baik, se-hingga minat masyarakat Jawa Tengah untuk bertransmigrasi bisa tersalurkan. Bukan tidak mungkin nanti bisa diperluas model kesepakatan seperti ini. Bukan hanya penempatan transmigran ke Provinsi Kalimanta Utara, namun juga ke provinsi penempatan transmigran lainnya se Indonesia.

Namun demikian, terhadap para transmigran yang berada di Nunukan, saat ini masih ada permasalahan yang dihadapi, yaitu mereka yang di-tempatkan di lokasi UPT Simanggaris Satuan pemukiman (Sp 5) Kabupaten Nunukan, Sp. 5 Provinsi Kalimantan Utara ada sebanyak 55 KK atau 191 jiwa, sampai dengan saat ini belum menerima lahan usaha I dan lahan usaha II. Saya berharap permasalahan lahan usaha yang ada di lokasi UPT Simanggaris Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimanta Utara ini dapat segera terselesaikan. Dengan demikian saudara-saudara kita para transmigran bisa merasa nyaman

dan berkarya untuk mendukung hidupnya yang lebih sejahtera dan kemajuan pembangunan di Kalimantan Utara.

Demikian yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan bimbingan dan kemudahan terhadap usaha luhur kita.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH